Secara umum dolar masih relatif kuat sehingga berdampak negatif pada emas meskipun pasar obligasi ditutup sehingga imbal hasil Treasury relatif tidak bergerak. Sementara data ekonomi AS pun relatif sepi sehingga tidak didapatkan alasan pemicu penurunan tersebut selain karena faktor profit taking yang masih berlanjut pada emas.
Ada beberapa pembicaraan di market tentang posisi kabinet Trump, tapi sejauh ini belum ada yang menarik bagi pasar. Sementara dari Timur Tengah, beredar sebuah kabar yang mengutip dari berbagai sumber yang menyebut bahwa PM Israel Netanyahu mengatakan dia akan mengakhiri ancaman nuklir Iran. Jika benar, maka ada secerca harapan untuk kondisi geopolitik yang tidak memanas setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.
Meski demikian, penguatan dolar tidak membuat pergerakan yang agresif karena diawali dengan pergerakan yang mendatar, kemudian sedikit naik di akhir perdagangan.
Ada beberapa hal yang kemungkinan menjadi faktor penggerak emas, terutama penurunan di 1 minggu terakhir. Emas mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari 3 tahun terakhir. Alasan pertama adalah penguatan dolar AS pasca pemilu. Meskipun faktor ketidakpastian politik awalnya mendukung emas, tapi kemudian hal tersebut berkurang setelah pemilu selesai dengan hasil kemenangan Trump yang kuat. Suara mayoritas untuk Republik di Kongres pun sudah sesuai ekspektasi sehingga memberikan jalan untuk Trump mendorong agenda-agenda yang direncanakan.
Dan alasan lain adalah suku bunga. Meskipun Fed turunkan suku bunga November, dan akan ada beberapa lagi yang yang akan datang, yang seharusnya mendukung untuk emas, tapi ekspektasi penurunan di tahun berikutnya cenderung sedikit berkurang.

Tidak ada data ekonomi yang signifikan dari AS sejak Senin hingga hari ini. Fokus utama akan tertuju pada data inflasi CPI AS yang dirilis hari Rabu mendatang. CPI y/y diperkirakan 2.6%, naik dari 2.4% sebelumnya, sementara angka m/m kemungkinan stabil di 0.2%. CPI inti y/y diperkirakan tetap di 3.3%, dan angka m/m kemungkinan juga bertahan di 0.3%.
Dalam pernyataannya minggu lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Fed memperkirakan adanya lonjakan inflasi dan 1-2 bulan data yang buruk pada inflasi tidak akan mengubah proses. Hal tersebut membuat Fed tetap membuka peluang pemangkasan 25 bps di bulan Desember meskipun inflasi lebih tinggi.
Investor juga mungkin ingin mencermati calon-calon Menteri yang akan ditunjuk Trump untuk bergabung dalam kabinetnya. Menurut Financial Times (FT), Trump memilih Robert Lighthizer untuk kembali menjalankan kebijakan perdagangan, meskipun kabar menyebut Lighthizer sudah melakukan lobi untuk posisi yang berbeda, termasuk menteri perdagangan maupun menteri keuangan.
Sosok Lighthizer akan membentuk Trump dalam memberlakukan kebijakan tarif impor yang sangat ambisius. Dia menyebut tarif untuk semua impor diberlakukan dengan tingkat yang semakin tinggi dari tahun ke tahun sampai mencapai keseimbangan. Setelah keseimbangan didapat, maka pemerintah bisa menurunkan tarif sampai ke titik terendah untuk mempertahankan keseimbangan.
Pendekatan tersebut dinilainya sebagai cara efektif untuk mengimbangi nilai dolar yang terlalu tinggi dan ketidakadilan sistemik lainnya di luar negeri. Meski demikian dirinya tidak akan mengusulkan agar Kongres mengimplementasikannya dengan segera. Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dalam jangka waktu tertentu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam yang panjang dan ditutup di zona tengah antara FR 50% Daily 2630.91 dan FR 61.8% Daily 2593.36. Harga juga berada cukup dekat dengan zona trendline support daily 2602.85. Area ini kemungkinan akan menjadi support yang relatif kuat untuk beberapa waktu ke depan. Potensi penurunan masih membayangi, tapi demand kemungkinan akan mendorong rebound mengingat posisi dari harga menciptakan higher low (HL) sementara rsi menciptakan lower low (LL) sehingga potensi rebound bisa didukung oleh bullish divergence.
Secara teknis, area antara FR 50%-61.8% dikenal sebagai “Golden Area”, di mana penurunan tertahan kemudian bertahap terjadi rebound/naik. Maka selama harga tidak tembus FR 61.8%, tren utama akan tetap bullish, dan penurunan hanya dianggap koreksi turun. Secara umum menunjukkan penurunan yang kemungkinan mulai terbatas.

Di H4 menunjukkan penurunan tadi malam mencapai area yang sesuai dengan ekspektasi kami. Artinya bahwa penurunan dalam wave 5 dari Elliott Wave kemungkinan sudah selesai mengingat level terendah sentuh 2610.65, sementara area support orange yang kami tandai sebagai “potensi stronger demand area” berada di 2600-2610, cukup dekat dari low yang disentuh tadi malam.
Dengan asumsi wave 5 selesai dan memenuhi target kami, maka peluang berikutnya adalah skenario untuk mulai rebound bertahap dalam wave ABC (cek pada gambar). Didukung juga oleh kondisi rsi yang mulai oversold sehingga kami melihat peluang kenaikan seharusnya bisa mulai sejak sentuh 2610 tadi malam, dan berlanjut di hari ini. Dengan catatan pullback atau retest support masih memungkinkan, tapi penurunan tetap terbatas sebelum akhirnya mulai wave A-B-C.
Jika perhitungan benar, maka kenaikan kemungkinan bisa mulai menguji area 2634 (FR 23.6% H4), atau lebih tinggi di 2648.74 (FR 38.2% H4). Sebaliknya, kenaikan akan gagal atau tertunda jika support psikologis 2600 ditembus.
Ada kemungkinan rebound hari ini cenderung mulai mengantisipasi data inflasi CPI AS besok malam yang diperkirakan turun atau cenderung sideways. Jika ya, maka hal tersebut akan mendukung untuk skenario wave ABC tersebut.

Per jam 10.25 WIB, harga berada di 2622.73, dengan high di 2627.07 dan low 2619.18. Secara teori, pergerakan diharapkan mulai mendorong naik dan menjauhi support psikologis 2600-2610. Ini berarti sesuai skenario Elliott wave di H4, maka ekspektasi kami cenderung melihat peluang untuk terjadinya kenaikan kembali secara bertahap dalam alur A-B-C dengan resistance terdekat berada di 2634.18 (FR 23.6%).
Jika resistance tersebut ditembus, maka kenaikan berikutnya melirik area resistance 2648.74 (FR 38.2%) atau bahkan lebih tinggi. Namun mengingat data CPI AS baru akan dirilis besok malam, dan malam ini cenderung minim data ekonomi, maka kenaikan tersebut kemungkinan masih relatif terbatas di kisaran FR 38.2%-23.6% tersebut.
Di sisi negatif, ancaman penurunan juga masih bisa terjadi. Dan switch strategi menjadi SELL hanya akan lebih kuat jika terjadi penurunan atau penembusan support psikologis 2600. Selama zona ini tidak ditembus, maka swing low adalah kesempatan untuk mulai mengincar buy kembali, dengan asumsi bahwa data CPI AS besok malam cenderung stabil atau lebih rendah dari ekspektasi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2612.00 – 2614.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2626.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2634.00,
Target terdekat 2640, terjauh 2652, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2606.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2604.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support 2 ditembus
Entry : 2596.00 – 2598.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2584.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2604.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2604)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



