| Suggest : BUY on Dip Area : 95.50 – 95.70 Target : 1) 96.70 2) 97.70 SL : 94.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 99.40 Switch to SELL jika tembus 93.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : SELL on Rally Area : 4900.00 – 4905.00 Target : 1) 4894.00 2) 4888.00 SL : 4911.00 (ideal 3-5 points di atas 4910) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 4805 Switch to buy jika tembus 4910 Memanfaatkan RSI oversold, bisa juga buy lebih dulu di sesi Asia, tapi strong buy kemungkinan baru muncul di kisaran 4655-4670 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan USD lanjutkan pelemahannya sehingga secara teori seharusnya memudahkan emas untuk naik. Tapi sayang hal itu tidak terjadi. Bahkan setelah sentuh 5044, harga justru kembali terkoreksi hingga 5020, diikuti tekanan cepat sampai 4973, dan berlanjut stabil hingga penutupan di kisaran 5006-5010.
Harga minyak tetap menjadi indikator penggerak pasar saat itu. Sempat naik, tapi kemudian reda kembali. Trump sepertinya mulai gerah dengan sikap para sekutunya yang menolak memberi bantuan untuk melakukan pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz. Namun, di sisi lain pasar tidak melihat ada perkembangan yang signifikan terhadap perang, baik itu akhir dari perang, atau pun eskalasi yang terlalu tinggi sehingga bisa dianggap pasar bergerak terbatas sambil menunggu keputusan Fed.
Kabar Baik Selat Hormuz dan Pasokan
Kabar pertama datang dari Irak. Irak dikabarkan sepakat dengan Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) untuk melanjutkan ekspor minyak melalui pipa Ceyhan di Turki. Aliran minyak kemungkinan akan dimulai kembali dengan volume awal dari ladang minyak Kirkuk. Kesepakatan mencakup koordinasi bersama dan langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan. Hal ini membantu meredakan kekhawatiran gangguan pasokan Selat Hormuz.
Kabar kedua datang dari minyak Venezuela, yang sebenarnya tidak mengejutkan, dan memang dinantikan sejak awal Venezuela “ditaklukkan” AS Januari 2026. AS dikabarkan mempertimbangkan pelonggaran sanksi minyak Venezuela sehingga diharapkan bisa menambah pasokan sekitar 200K-400K barel per hari untuk jangka pendek. Angka ini relatif kecil dibandingkan permintaan global. Tujuannya untuk mengimbangi gangguan pasokan dari Timur Tengah dan meredakan tekanan inflasi. Kebijakan ini menyusul dicabutnya sanksi terhadap Minyak Rusia beberapa waktu lalu, meski hanya selama 30 hari.
Dengan demikian kedua hal tersebut diharapkan mampu mengimbangi jumlah pasokan yang kemungkinan terganggu jika Selat Hormuz ditutup. Yang menarik, Iran justru menegaskan kembali bahwa mereka tidak menutup Selat Hormuz secara total. Akses ditutup hanya untuk kapal tanker yang terafiliasi AS dan Israel, dan para sekutunya. Kami rasa ini juga yang membuat kenapa negara-negara Eropa, seperti Prancis dan lainnya menolak untuk mengirimkan armada lautnya untuk mengawal kapal tanker melewati Hormuz. Prancis bahkan mengatakan tidak mungkin dilakukan jika tanpa koordinasi dengan Iran.

Investor akan mencermati lebih dulu data PPI yang dirilis di jam 19.30 WIB. Data diperkirakan turun dari 0.8% ke 0.3% untuk core PPI m/m, dan turun dari 0.5% ke 0.3% m/m untuk PPI. Jika data lebih lemah, maka akan menguntungkan emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat akan menekan emas.
Berikutnya, pasar menunggu pengumuman Fed. Secara luas, Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3.50-3.75%. Namun, perhatian bukan ke arah itu. Pasar akan mencermati proyeksi ekonomi, dot plot suku bunga dan pidato Powell. Sebagai pembanding, dot plot Desember 2025 menunjukkan para pejabat Fed masih membuka 1 kali pemangkasan suku bunga di 2026. Dan Powell saat itu menyebut bahwa bank sentral masih akan berpatokan kepada data ekonomi sambil menekankan pasar tenaga kerja dan inflasi.
Dengan situasi perang yang bergulir saat ini, muncul kekhawatiran pasar bahwa Fed berpotensi menaikkan suku bunga karena ancaman lonjakan inflasi akibat harga minyak yang tembus $100 per barel. Kecemasan itu akan dijawab Fed nanti malam.
Beberapa skenario yang mungkin terjadi
Dalam skenario ini, emas berpeluang rally setelah tekanan yang terjadi dalam 2 minggu terakhir. Potensi zona 5180-5230 bisa tercapai bertahap atau bisa lebih singkat
Dalam skenario ini, emas berpeluang tertekan lebih lanjut. Potensi zona 4850 pun ditembus, bahkan skenario terburuk bisa membuat emas lanjut turun di hari berikutnya hingga kisaran 4600-an karena era pemangkasan suku bunga dianggap berakhir.
Beredar rumor juga terkait kemungkinan Fed lebih memilih mengeluarkan kebijakan lain, seperti QE (Quantitative Easing) daripada harus menaikkan suku bunga karena lebih fokus pada ancaman melambatnya ekonomi jika inflasi terus tinggi sedangkan pertumbuhan cenderung stagnan (stagflasi). Jika ini yang dipilih Powell, maka emas berpeluang naik lebih lanjut, bahkan kenaikan bisa saja berlanjut di hari berikutnya pasca pidato Powell.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup spinning tops, secara teori menandakan peluang yang imbang antara kenaikan maupun penurunan. Jika dikaitkan dengan risk event yang ada, maka ini berarti keputusan atau pengumuman FOMC yang akan menjadi penentu apakah hari ini emas cenderung naik atau turun.
Secara struktural, belum banyak berubah karena range pergerakan yang tetap tertahan di zona yang nyaris sama dalam 2 hari terakhir di kisaran 4967-5044. Dalam beberapa waktu ke depan, area 5045-5050, 5080-5090 dan 5145-5160 kembali akan menjadi resistance yang cukup menantang. Sebaliknya, area 4960-4967, 4900-4917 dan 4845-4860 merupakan zona support yang juga cukup riskan ditembus, terutama jika Fed cenderung hawkish nanti malam.

Di H4, terlihat bahwa harga cenderung bergerak dalam range yang sama untuk kedua kalinya secara beruntun. Area 4967 saat ini menjadi area support psikologis, dan area 5044 menjadi resistance psikologis. Dalam hal ini keduanya akan menjadi penentu bagi tren selanjutnya, tapi pasar akan menunggu petunjuk utama dari kebijakan Fed malam nanti.
Secara teknis, terlihat membentuk pola seperti double bottom dengan area neckline ada di 5044. Ini berarti pola double bottom akan valid jika tembus neckline 5044, tapi akan gagal jika harga turun lebih lanjut dan tembus di bawah 4960.
Strategi buy saat ini cenderung lebih disarankan, dengan asumsi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi. Dan penentu berikutnya akan datang dari dot plot Fed terbaru.
Jika dot plot menunjukkan hal yang sama dengan FOMC Desember 2025 di mana Fed terbuka untuk 1 kali cut rate, maka kenaikan akan lebih kuat sehingga resistance 5044/5045 berpeluang ditembus, bahkan MA 200 di 5061 juga berpeluang ditembus. Dalam skenario ini zona orange kisaran 5185-5238 kemungkinan jadi targetnya.
Namun, dalam waktu dekat, trader juga perlu mewaspadai zona ungu kisaran 5080-5121. Selama zona ini belum ditembus, maka seller berpeluang mengambil alih dan membuat emas cenderung kembali tertekan. Dan akhirnya di malam hari jika Fed menghapus atau menutup pintu untuk pemangkasan suku bunga, maka tekanan berpotensi mendominasi, dan zona pink 4854-4907 kemungkinan zona yang akan diincar.
Bahkan tekanan bisa berlanjut jika Powell memberi indikasi menyiapkan skenario untuk kenaikan suku bunga. Dalam kondisi ini, emas terancam turun lebih lanjut hingga 4631-4712 (zona abu-abu). Tapi jika Powell tidak se-hawkish yang dikhawatirkan (tidak ada rencana menaikkan suku bunga), maka emas berpeluang berbalik naik dengan cepat.

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 4996.00 dengan high 5015.77, dan low 4986.26. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 18 Maret 2026, saat artikel ditulis berarti posisi kita sedang open buy di zona 4992-4994 dengan kondisi low yang mendekati stop loss, tapi dianggap belum sentuh SL, terutama jika SL ditempatkan 3-5 poin di bawah 4985.
Meski demikian, emas harus kembali berjuang untuk kembali ke zona 5000an kembali. Jika melihat harga minyak yang relatif lebih rendah saat ini, maka emas berpeluang untuk kembali rebound ke zona 5000-an. Tapi secara keseluruhan, mengingat investor masih menunggu keputusan Fed, maka kenaikan maupun penurunan pun masih relatif terbatas.
Opsi sell bisa dipertimbangkan jika : 1) tembus support area 4960 (beri jarak 3-5 poin di bawah support 4960), atau 2) rejection di zona orange 5043-5063 (dianggap resistance paling kuat dan terdekat saat ini), atau jika Fed cenderung hawkish nanti malam.
Ubah strategi menjadi sell jika kondisi memenuhi syarat. Tapi selama tidak memenuhi syarat, maka buy menjadi strategi utama saat ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 4992.00 – 4994.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5006 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5017, target terdekat 5025, terjauh 5040, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4986.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4985.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4900.00 – 4902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4914.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4894.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4892)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : BUY on Dip Area : 46970 - 46990 Target : 1) 47090 2) 47190 SL : 46870 Alternatif : Follow BUY jika tembus 47100 Switch to SELL jika tembus 46600 Fokus data PPI, FOMC decision dan perkembangan geopolitik |
| Suggest : BUY on Dip Area : 24750.00 – 24770.00 Target : 1) 24870.00 2) 24970.00 SL : 24650.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 24900 Switch to SELL jika tembus 24400 Fokus data PPI, FOMC decision dan perkembangan geopolitik |
| Suggest : BUY on Dip Area : 6690.00 – 6710.00 Target : 1) 6740.00 2) 6770.00 SL : 6660.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 6750 Switch to SELL jika tembus 6620 Fokus data PPI, FOMC decision dan perkembangan geopolitik |
| Suggest : BUY on Dip Area : 54370 - 54390 Target : 1) 54490 2) 54590 SL : 54270 Alternatif : Follow BUY jika tembus 54560 Switch to SELL jika tembus 53100 Tetap waspada dengan potensi “intervensi aktual” yen + geopolitik |
| Suggest : BUY on Dip Area : 25740 - 25760 Target : 1) 25860 2) 25960 SL : 25640 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26100 Opsi buy : 25352-25627 Switch to SELL jika tembus 25300 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
| Suggest : SELL on Rally Area : 98.00 – 98.20 Target : 1) 97.00 2) 96.00 SL : 99.20 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 95.00 Switch to BUY jika tembus 99.50 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 4992.00 – 4994.00 Target : 1) 5000.00 2) 5006.00 SL : 4986.00 (ideal 3-5 points di bawah 4985) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5017 Switch to SELL jika tembus 4955 Opsi buy : 4960-4976 (biru), 4906-4917 (hijau), support 4845-4860, breakout 5044 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan USD menunjukkan tanda-tanda pelemahan sehingga hal ini membuat emas relatif rebound. Sayangnya rebound yang dimaksud masih cenderung terbatas, dan belum mengubah resistance yang ada sampai saat ini.
Dolar melemah setelah harga minyak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan penurunan $5 dari $100 ke $95 dan bertahan sampai penutupan sesi hari Senin. Hal ini dipicu oleh optimisme de-eskalasi Selat Hormuz.
Indeks Manufacture dari NY Empire State mengecewakan dengan rilis -0.20, di bawah ekspektasi 3.90, dan turun dibanding bulan sebelumnya di 7.1. Pesanan baru dan pekerjaan mengalami kenaikan, tapi pengiriman dengan kapal turun dan waktu kirim lebih lama, hal ini menunjukkan produksi yang melunak dan kemungkinan gangguan pasokan.
Industrial production naik menjadi 0.2% di bulan Februari, sesuai ekspektasi, dan memperpanjang rebound di bulan Januari.
Selanjutnya Fed akan bertemu di hari Selasa dan Rabu sebelum nantinya mengumumkan keputusan mereka di hari Rabu (Kamis dinihari Waktu Indonesia). Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, dengan pasar saat ini pricing 99.1% tidak ada perubahan, di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti Fed. Meski demikian, Presiden Trump mendesak Fed seharusnya menggelar rapat khusus dan mulai menurunkan suku bunga. Dengan jadwal yang semakin dekat dengan pertemuan Fed, sepertinya sulit untuk mengharapkan adanya pertemuan darurat tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan kontak terakhirnya dengan utusan AS Steve Witkoff terjadi sebelum serangan militer AS terhadap Iran. Hal ini meredam klaim AS yang menyebut bahwa ada komunikasi diplomatik yang berlangsung selama konflik berjalan.
Para pejabat Fed menyampaikan berita yang bertentangan dengan hal tersebut. Bahkan di dalam internal AS sendiri salah seorang pejabat AS bersikeras menyebut tidak sedang berkomunikasi dengan Iran, meskipun muncul laporan bahwa sudah terjadi pertukaran pesan antara kedua pihak.
Bagi pasar, pertanyaannya adalah apakah ini sebagai upaya awal untuk membuka jalan keluar diplomatik, atau sekedar komunikasi terbatas yang ditujukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Bisa saja ini memang sengaja dilontarkan pihak AS untuk memberi sinyal pada Iran bahwa mereka ingin menawarkan gencatan senjata, bukan sebaliknya Iran yang mengajukan seperti yang dikabarkan Trump beberapa waktu terakhir ini.
Tapi yang jelas saat ini pasar cukup optimis tentang kemungkinan de-eskalasi ketegangan di jalur pasokan minyak Selat Hormuz sehingga peluang emas untuk rebound hari ini cenderung terbuka di tengah redanya gejolak harga minyak.
Hari ini pasar akan mencermati data ekonomi lebih dulu, dengan rilis data pending home sales di jam 21.00 WIB yang diperkirakan melemah dari -0.8% ke -1.2%. Data yang lemah akan menguntungkan bagi emas, sedangkan angka yang kuat, akan kembali menekan emas, meskipun dampak data ini diperkirakan relatif terbatas.
Pasar akan mulai bergeser fokus secara bertahap ke pertemuan FOMC yang dimulai hari ini. Pasar baru akan mendapatkan keputusan Fed di hari Rabu malam, atau Kamis dinihari waktu Indonesia. Fokus akan tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru Fed, dot plot suku bunga dan juga pernyataan Powell.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup hammer, secara teori memberikan indikasi penurunan kemungkinan mulai terbatas sehingga membuka peluang untuk terjadinya rebound/naik. Meski demikian kenaikan ini belum bisa dipastikan kenaikan yang kuat, terutama karena situasi geopolitik yang masih tidak menentu, bahkan dikhawatirkan bisa meningkat sewaktu-waktu.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, dalam beberapa waktu ke depan, area 5045-5050, 5080-5090 dan 5145-5160 akan menjadi resistance yang cukup menantang. Selama zona tersebut belum ditembus, maka kenaikan dikhawatirkan tetap terbatas. Sebaliknya, area 4960-4967, 4900-4917 dan 4845-4860 merupakan zona support yang juga cukup riskan ditembus jika ketegangan geopolitik kembali membuat harga minyak kembali naik.

Di H4, harga cenderung bergerak dalam range yang sama sepanjang sesi perdagangan hari Senin, sejak level terendah 4967 disentuh sesi Asia, diikuti rebound di hari yang sama. Bahkan area high tidak berubah, tertahan di kisaran 5036-5037, dan swing low sedikit lebih tinggi tertahan di 4970 dan 4973.
Dengan kondisi geopolitik sedikit reda (walau tetap belum menentu), didukung oleh rsi yang juga mulai rebound dari area oversold, maka secara teknis ini mendukung untuk terjadinya rebound minimal mendekati MA 200 yang saat ini di 5075, atau bahkan zona ungu 5080-5121 sebelumnya ditunggu, tapi gagal disentuh di hari Senin.
Strategi buy kali ini diutamakan berdasarkan asumsi tadi. Tapi bisa dipertahankan atau dilanjutkan jika zona yang dimaksud (MA 200 maupun zona ungu) ditembus. Jika ini terjadi, maka kenaikan extend lebih lanjut ke kisaran 5140-5160, dan bahkan jika cukup kuat pendorongnya bisa saja mencapai zona orange kisaran 5185-5238.
Sebaliknya, jika MA 200 tidak ditembus, atau rejection mendekati zona ungu, maka peluang sell kembali mengambil alih. Trader bisa pertimbangkan kembali melakukan sell dengan peluang target minimal menguji kembali zona 5000 atau 4967. Dan jika ketegangan kembali meningkat sehingga mendorong minyak kembali tembus $100, maka tekanan turun berpotensi berlanjut lebih rendah, 4900 atau bahkan 4850.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 5026.61 dengan high 5033.52, dan low 4994.85. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 17 Maret 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi masih dipertahankan sama, dengan zona buy yang diharapkan di kisaran 4985-4987, atau alternatif lain di 4960-4965, atau jika terjadi breakout resistance 5036.
Saat ini di sesi Asia, kenaikan melebar ke zona 5033 saat artikel ditulis, relatif sama dengan kondisi sehari kemarin. Jika benar terjadi penembusan zona orange 5021-5036, maka kenaikan diperkirakan berlanjut dan pola yang dicurigai sebagai triple bottom konfirm, dan membuka peluang naik hingga target utama 5100 atau zona merah kisaran 5110-5128.
Opsi sell bisa dipertimbangkan jika : 1) tembus support area 4960 (beri jarak 3-5 poin di bawah support 4960), atau 2) rejection di zona merah 5110-5128, atau gagal tembus 5090-5100. Kondisi ini diperkirakan cukup potensial mengingat situasi geopolitik yang sewaktu-waktu bisa kembali panas dan mendorong harga minyak melonjak di atas $100 per barel.
Ubah strategi menjadi sell jika kondisi memenuhi syarat. Tapi selama tidak memenuhi syarat, maka buy menjadi strategi utama saat ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 4985.00 – 4987.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4999 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5036, target terdekat 5045, terjauh 5060, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4979.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4978.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4900.00 – 4902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4914.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4894.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4892)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



