| Suggest : BUY on Dip Area : 95.70 – 95.90 Target : 1) 96.90 2) 97.90 SL : 94.70 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 100.50 Switch to SELL jika tembus 90.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : SELL on Rally Area : 5040.00 – 5042.00 Target : 1) 5034.00 2) 5028.00 SL : 5048.00 (ideal 3-5 points di atas 5050) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 5000 Switch to BUY jika tembus 5080 Opsi buy : 4960-4976 (biru),4906-4917 (hijau), support 4845-4860 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan USD kembali menguat di sesi perdagangan hari Kamis. Emas pun mengalami tekanan lebih lanjut hingga tembus di bawah 5100. Situasi geopolitik yang tidak reda membuat pasar kembali khawatir dengan lonjakan harga minyak hingga $96 per barel sehingga pasar kini tidak lagi mengharapkan penurunan suku bunga Fed dalam waktu dekat, dan hal itu menjadi sentimen negatif untuk emas.
Data ekonomi cenderung diabaikan oleh pasar di tengah kekhawatiran situasi geopolitik yang kembali memanas.
Sebelumnya, pernyataan pemimpin baru Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup. Situasi tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak kembali sehingga kekhawatiran inflasi kembali menekan harga emas yang saat itu sempat naik ke zona 5190.
Namun setelah itu pernyataan berikutnya dari pejabat Iran memberi sinyal yang berbeda. Pernyataan terbaru menunjukkan upaya meredakan kekhawatiran terkait gangguan total lalu lintas kapal tanker yang melalui Selat Hormuz. Jubir Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menyebut bahwa banyak kapal yang masih bisa melewati Selat Hormuz jika melakukan koordinasi dengan Angkatan Laut Iran. Hal itu cenderung dianggap pernyataan yang akomodatif dan meredam kekhawatiran pasar. Tapi emas tetap sulit untuk naik di tengah ancaman eskalasi yang terus meningkat, terutama memasuki akhir pekan, dan kenyataan bahwa harga minyak masih berada di zona $95/96.
Di tengah kabar buruk, ada kabar baik. Wakil Menteri Keuangan Iran yang juga berusaha menenangkan kekhawatiran pasr, menyebutkan bahwa Iran tidak menanam ranjau laut di Selat Hormuz seperti yang dituduhkan AS. Bahkan Iran tetap mengizinkan beberapa kapal untuk terus melintas di perairan tersebut.

Di luar geopolitik, pasar perlu mencermati lebih dulu data PCE yang akan dirilis berbarengan dengan data GDP dan Durable goods nanti malam di jam 19.30 WIB. Namun, semua akan lebih fokus dengan data PCE yang merupakan indikator inflasi yang disukai Fed. Core PCE sebelumnya di 0.4% m/m dan 3.0% y/y. Laporan terbaru diperkirakan naik menjadi 4.1% y/y dan stabil untuk basis bulanan di 0.4% m/m.
Data yang lebih tinggi dari ekspektasi akan memicu aksi jual emas berlanjut. Sedangkan data yang lebih lemah dari ekspektasi akan mendorong emas kembali rebound/naik.
Tapi seperti 2 minggu sebelumnya secara berturut-turut, situasi belum banyak berubah pada geopolitik. Kami tetap sarankan jika data ekonomi selesai dirilis, maka tetap kembali fokus dengan situasi geopolitik akhir pekan. Kemungkinan data tidak akan terlalu direspon, dan cenderung reaksinya ditunda sampai ke FOMC minggu depan.
Sedangkan terkait geopolitik, sebaiknya hindari overnight mengingat situasi saat ini yang relatif labil, tidak bisa dipastikan apakan emas gap up atau gap down minggu depan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, secara teori peluang turun tetap membayangi. Situasi ini dilatarbelakangi eskalasi geopolitik yang kembali membuat harga minyak naik dan menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Secara umum, mungkin terjadi pengulangan mirip akhir pekan lalu di saat eskalasi geopolitik meningkat di akhir pekan sehingga perlu mewaspadai potensi eskalasi yang bisa terjadi di akhir pekan ini.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, situasi geopolitik yang tidak menentu membuat investor enggan untuk terlalu berspekulasi lebih lanjut, setidaknya sebelum keputusan FOMC minggu depan. Support 4996-5016 terancam setelah harga berhasil tembus di bawah 5120 kemarin, meski saat ini sedikit tertahan di 5050. Sedangkan bullish butuh minimal kembali naik di atas 5164/5165 untuk membuka ruang kembali ke jalur kenaikannya.

Di H4, trendline 5120 berhasil ditembus sehingga saat ini berperan sebagai resistance. Untuk sementara penurunan tertahan oleh MA 200 yang ada di 5083, meski semalam sempat turun sampai 5054. Dalam jangka pendek, bearish diperkirakan mendominasi, terutama jika berhasil lebih lanjut tembus MA 200.
Saat artikel ditulis, rebound sempat menguji kembali zona ungu 5112-5146, dan berhasil terhenti di 5128, diikuti penurunan ke 5109. Dengan situasi geopolitik yang kemungkinan tetap memanas hingga akhir pekan, dan memicu kenaikan harga minyak mentah kembali, maka emas berpeluang lanjut mendapat tekanan ke bawah dalam jangka pendek. Penembusan MA 200 akan menekan lebih lanjut ke zona 4996-5016 (area yang pernah menahan penurunan 3 Maret 2026), dan jika zona tersebut ditembus, maka peluang tekanan berlanjut hingga zona pink 4854-4907.
Bahkan dalam skenario paling ekstrim, dimungkinkan emas turun hingga zona abu-abu kisaran 4631-4712. Ini bisa terjadi jika harga minyak lanjut melonjak di atas $100 atau bahkan lebih dari $120/barel, ditambah dengan data PCE yang ternyata mengalami lonjakan.
Sebaliknya, situasi bisa berubah seandainya data PCE nanti malam cenderung dingin, dan harga minyak mentah bertahan di kisaran $86-$95 (tidak ada lonjakan yang dikhawatirkan). Kondisi ini setidaknya bisa meredam ketegangan ke akhir pekan dan emas berpeluang rebound jika zona 4996-5000 atau support 4854-4907 tidak ditembus. Demand diperkirakan akan muncul di antara kedua zona sehingga mampu mendorong kembali harga untuk rebound.
Jika kondisi yang disyaratkan terpenuhi, Anda bisa mulai incar buy di salah satu zona support tersebut.

Per jam 10.40 WIB, harga berada di 5109.10 dengan high 5128.25, dan low 5073.01. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 13 Maret 2026, maka strategi tersebut sudah tepat, langsung sentuh zona sell dan juga langsung turun hingga zona TP 2 karena saat artikel ditulis, harga kembali ke level 5109. Meski demikian, penurunan diperkirakan masih dominan sehingga strategi sell dipertahankan.
Secara umum, selama tidak ada kenaikan di atas 5155-5165, sell tetap disarankan. Dalam waktu dekat tunggu pantulan sedikitnya ke zona 5115-5120 untuk kembali mengincar sell. Bahkan jika tekanan berlanjut, maka penembusan di bawah 5100 bisa juga dipertimbangkan untuk follow sell dengan potensi terdekat support 5085, dan terjauh 5050-5054, area low tadi malam.
Yang perlu diperhatikan malam nanti data PCE. Jika setelah data PCE tekanan berlanjut, maka peluang buy kemungkinan bisa dipertimbangkan di zona biru kisaran 4960-4976. Ini dengan pertimbangan bahwa tekanan sudah cukup besar, dan support diperkirakan efektif sebagai zona demand sehingga ada peluang untuk rebound lebih dulu.
Meski demikian, tidak disarankan menahan posisi apapun ke akhir pekan karena risiko geopolitik yang ada di akhir pekan dikhawatirkan memicu open gap di hari Senin.
Pasar juga diperkirakan baru akan pulih setelah mendapat kepastian dari FOMC sehingga kemungkinan dampak kekhawatiran harga minyak masih dominan sampai ke akhir pekan!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 5125.00 – 5127.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 51113 ($12 - $14)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 5100, target terdekat 5090, terjauh 5080, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5133.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5135.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4960.00 – 4962.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4974.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4954.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4953)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.15400 – 1.15600 Target : 1) 1.14800 2) 1.14200 SL : 1.16200 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.15000 - Switch to BUY jika tembus 1.17000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33700– 1.33900 Target : 1) 1.33100 2) 1.32500 SL : 1.34500 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33200 - Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 159.800 – 160.000 Target : 1) 159.200 2) 158.600 SL : 160.600 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 158.900 - Switch to BUY jika tembus 160.800 - Waspada zona 160-161 rawan intervensi! |


| Suggest : SELL on Rally Area : 47050 - 47070 Target : 1) 46950 2) 46850 SL : 47170 Alternatif : Follow SELL jika tembus 46900 Switch to BUY jika tembus 47300 Fokus PCE dan waspada geopolitik akhir pekan! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 24700.00 – 24720.00 Target : 1) 24600.00 2) 24500.00 SL : 24820.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 24600 Switch to BUY jika tembus 25000 Fokus data PCE dan waspada geopolitik akhir pekan! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 6730.00 – 6750.00 Target : 1) 6700.00 2) 6670.00 SL : 6780.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6670 Switch to BUY jika tembus 6800 Fokus PCE dan waspada geopolitik akhir pekan! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 53900 - 53920 Target : 1) 53800 2) 53700 SL : 54020 Alternatif : Follow SELL jika tembus 53650 Switch to BUY jika tembus 54600 Tetap waspada dengan potensi “intervensi aktual” yen + geopolitik |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25680 - 25700 Target : 1) 25580 2) 25480 SL : 25800 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 25450 Switch to BUY jika tembus 25850 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
| Suggest : BUY on Dip Area : 92.50 – 92.70 Target : 1) 93.70 2) 94.70 SL : 91.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 98.00 Switch to SELL jika tembus 90.00 Waspada situasi geopolitik akhir pekan! |



| Suggest : SELL on Rally Area : 5125.00 – 5127.00 Target : 1) 5119.00 2) 5113.00 SL : 5133.00 (ideal 3-5 points di atas 5135) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 5085 Switch to BUY jika tembus 5164 Opsi buy : 4996-5016, 4960-4976 (biru), 4845-4860 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 dan USD berbalik naik di sesi perdagangan tadi malam. Hal ini membuat emas kesulitan untuk menembus resistance 5196 yang sempat terjadi setelah data CPI dirilis.
Data CPI dirilis sesuai ekspektasi. CPI utama 2.4% y/y dan core CPI di 2.5% y/y. Secara umum, data ini tidak membuat khawatir pasar tentang lonjakan inflasi. Tapi sayangnya tidak cukup untuk mendorong emas lanjutkan kenaikan di atas 5200. Dan pengumuman IEA tidak membuat pasar lebih tenang sehingga harga minyak yang melonjak membuat pasar kembali khawatir jika Fed batal memangkas suku bunga lebih lanjut. Emas pun berakhir di 5175 setelah sempat turun ke 5149.
Investor Skeptis dengan SPR
IEA sesuai ekspektasi merilis rekomendasi untuk pelepasan cadangan minyak strategis (SPR) 400 juta barrel. Angka ini merupakan angka terbesar sepanjang sejarah, juga jika dibandingkan dengan situasi di 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina.
Namun, hal itu tidak cukup membuat pasar tenang. Pasar tidak lagi melihat tentang angka tertinggi yang digelontorkan, tapi lebih fokus dengan laju pelepasan SPR per hari. Estimasi yang diperhitungkan oleh pasar saat ini bahwa 400 juta barel tersebut dirilis bertahap, dengan asumsi 100 juta barel dalam 1 bulan. Ini berarti setara dengan 3.33 juta barel per hari. Sedangkan potensi pasokan yang terganggu dari ketegangan Selat Hormuz diperkirakan mencapai 20 juta barel per hari. Hal ini membuat pasar pesimis SPR yang digelontorkan negara-negara IEA bisa mencukupi untuk mengcover gangguan pasokan yang ada.
Sikap skeptis ini akhirnya membuat pasar berpikir bahwa butuh lebih dari sekedar pelepasan SPR untuk mengganti jumlah pasokan yang berpotensi terganggu sehingga kecemasan kembali muncul. Hal ini membuat pasar ekuitas turun karena cemas jika apa yang dilakukan para pembuat kebijakan gagal mengatasi gangguan pasokan sehingga berujung pada lonjakan inflasi lebih lanjut, dan akhirnya membuat Fed terpaksa menaikkan suku bunga. Emas pun tertekan, meski sampai saat ini terlihat tidak turun agresif, tapi juga tidak naik agresif.

Harga Minyak Jadi Acuan
Pasca pengumuman dari IEA, pasar kembali dikejutkan dengan situasi geopolitik yang memanas. Penyerangan 2 kapal tanker yang diduga dilakukan kapal-kapal Iran yang bermuatan bahan peledak, membuat harga minyak kembali melambung naik. Salah satu dari kapal tanker tersebut milik AS dan dikabarkan satu anggota awak kapal tewas.
Kedua kapal tersebut diserang di Teluk Utara dekat Irak dan Kuwait sehingga memicu kekhawatiran baru tentang keamanan pelayaran komersial di wilayah yang sudah berada di tengah kekhawatiran akibat konflik yang melibatkan Iran.
Iran mengatakan dunia harus bersiap jika minyak tembus $200 per barel. Hal ini dikaitkan dengan situasi perang yang tidak berkesudahan. Iran mengatakan jika AS dan Israel terus lanjutkan perang, maka harus bersiap dengan konsekuensi harga minyak tembus $200 per barel. Hal ini yang menjadikan pasar ekuitas turun sehingga emas dilikuidasi untuk mengcover kerugian di pasar saham.
Itu sebabnya harga minyak kini menjadi acuan. Harga minyak yang rendah akan menenangkan pasar terkait inflasi dan suku bunga Fed. Tapi harga yang terus melonjak naik akan memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi sehingga Fed dikhawatirkan akan menaikkan suku bunga, situasi yang tidak menguntungkan bagi emas.
Data initial jobless claims di jam 19.30 WIB akan memberi indikasi lain dari sisi data ekonomi. Angka pengangguran yang tinggi akan membuat emas punya peluang rebound/naik. Sebaliknya, angka yang lebih rendah akan membuat emas lanjut tertekan.
Terlepas dari sisi data ekonomi, pasar masih harus tunggu keputusan FOMC yang baru akan diumumkan minggu depan. Dengan demikian, 1-2 hari ke depan adalah momen krusial bagi emas karena situasi geopolitik akan terus menjadi perhatian, termasuk harga minyak WTI. Jika minyak tidak segera turun kembali di bawah $90 per barel, atau bahkan jauh lebih baik di bawah $85, maka emas kemungkinan terus dalam ancaman turun, sulit naik di atas 5238-5249. Bahkan jika minyak tembus kembali di atas $100 per barel, emas bisa saja terancam turun hingga zona 4996-5000.
Saat ini pasar akan mencermati laju pelepasan SPR yang direkomendasikan. Jika berhasil tutupi 20 juta barel per hari, maka emas berpeluang rebound karena minyak berpeluang terkendali. Selain itu, pasar juga menunggu pencabutan sanksi minyak Rusia yang diperkirakan bisa meredam kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup shooting star, secara teori cenderung memberi indikasi peluang turun. Zona support 4995-5016 kemungkinan kembali terancam jika harga berhasil tembus 5025-5035. Potensi penurunan bisa lebih rendah jika eskalasi geopolitik terus mendorong harga minyak tembus kembali di atas $100 per barel.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, dalam jangka pendek jika support 5120 ditembus, maka ada kecenderungan kembali mengalami penurunan dengan zona support kritis di kisaran 5050-5060, bahkan 4996-5016 ikut terancam. Sedangkan peluang bullish yang dianggap kuat hanya jika terjadi kenaikan minimal di atas 5200, dan akan jauh lebih kuat jika mampu tembus 5238-5249.

Di H4, sebenarnya bullish masih punya peluang karena penurunan tadi malam maupun penurunan yang sedang terjadi di sesi Asia pagi ini masih menahan harga tetap di atas trendline support 5120-5125. Namun, kenaikan perlu bergerak kembali di atas 5196-5200 untuk membuka ruang kenaikan lebih tinggi.
Idealnya harga tetap bertahan di atas support trendline 5120-5125. Jika memenuhi kriteria ini, Maka emas berpeluang naik ke resistance 5186, area tertinggi dari zona ungu yang berada di kisaran 5158-5186. Dan kenaikan akan lebih kuat jika berhasil minimal tembus 5196-5200 untuk kembali menguji zona 5238-5249. Tapi kenaikan lebih lanjut hanya akan berhasil jika harga minyak kembali turun di bawah $90 per barel, atau jauh lebih kuat jika minyak di bawah $80 karena relatif meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat minyak yang mengalami kenaikan.
Di sisi lain, situasi saat ini dengan harga minyak kembali naik dan mengancam tembus $95 atau bahkan $100 per barel, membuat pasar berpikir akan kembali mendorong inflasi sehingga bisa menggagalkan pemangkasan suku bunga Fed. Dengan demikian, sell saat ini diperkirakan lebih dominan dibanding posisi buy.
Namun demikian, kita butuh validasi dari trendline support 5120-5125. Jika trendline berhasil ditembus, maka tekanan turun berlanjut, MA 200 di 5081 kemungkinan diuji. Dan jika MA 200 pun ditembus, maka seller tetap mendominasi dan tekanan turun berpeluang berlanjut ke zona 4996-5016. Sebaliknya, jika MA 200 tidak berhasil ditembus, buy mungkin bisa kembali dipertimbangkan.

Per jam 11.00 WIB, harga berada di 5150.73 dengan high 5182.53, dan low 5125.65. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 12 Maret 2026, strategi sell masih dipertahankan, dengan opsi alternatif sell on breakout jika 5120 ditembus.
Secara struktural, bullish masih memiliki peluang. Tapi situasi geopolitik yang kembali memanas, membuat minyak kembali naik dekati $95, bahkan dikhawatirkan kembali tembus $100 per barel sehingga pasar kembali khawatir tentang suku bunga Fed, dan hal itu menekan emas.
Pullback/retest resistance kemungkinan tertahan di zona merah 5174-5196. Dan saat artikel ditulis, pagi tadi sempat terlihat kenaikan sampai 5175, kemudian berbalik turun kembali di zona orange 5146-5155. Jika dalam waktu dekat, minim 1-2 jam ke depan harga tetap di bawah 5155-5160, maka sell bisa kembali dilakukan tanpa harus menunggu 5190-5192 disentuh.
Pertahankan Sell jika zona 5120-5125 ditembus, dengan peluang melirik zona abu-abu kisaran 5089-5106. Dan jika tekanan terus mendominasi karena harga minyak yang tetap tinggi, sell bisa tetap dipertahankan untuk lanjut turun ke zona 4996-5016.
Sebaliknya, jika zona abu-abu 5089-5106 atau 4996-5017 tidak ditembus, buy bisa dipertimbangkan, tapi pantulan kemungkinan masih terbatas selama harga minyak masih berada di zona $95-$100.
Saat ini pasar butuh kepastian dari FOMC sehingga kemungkinan dampak kekhawatiran harga minyak masih dominan sampai ke akhir pekan!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally (updated jam 11.10 WIB!)
Entry: 5164.00 – 5166.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5152 ($12 - $14)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 5120, target terdekat 5110, terjauh 5090, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5172.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5172.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5083.00 – 5085.00 (MA 200 zone)
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5097.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5077.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5075)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



