| Suggest : BUY on Dip Area : 68.50 – 68.70 Target : 1) 69.70 2) 70.70 SL : 67.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 71.50 Switch to SELL jika tembus 67.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 5318.00 – 5320.00 Target : 1) 5326.00 2) 5332.00 SL : 5312.00 (ideal 3-5 points di bawah 5310) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5358 Switch to SELL jika tembus 5245 Opsi buy : 5248-5265 (abu), 5168-5180 (merah), breakout 5390-5450 (orange) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 ditutup turun, dan dolar pun ikut melemah. Serangan Israel dan AS ke Iran di akhir pekan membuat pasar melirik safe haven emas daripada risk asset. Situasi sempat diharapkan pulih setelah Israel dan AS umumkan berhasil pemimpin supremasi Iran Ayatollah Khamenei dalam serangan mematikan di hari pertama. Ternyata tidak semudah itu. Iran tidak menyerah dan membalas menyerang pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk yang ditandai Iran sebagai tempat berlindungnya pasukan atau pejabat militer AS.
Khamenei Tewas, Iran Belum Menyerah
Setelah Israel mengklaim berhasil menewaskan Khamenei dalam serangan, pasar menunggu kepastian apakah kabar tersebut benar. Trump menyusul memberi pernyataan tentang tewasnya Khamenei. Dan akhirnya media Iran pun merilis laporan resmi tewasnya Ali Khamenei di ruang kerjanya saat terjadi serangan.
Beberapa jam sebelum serangan, Khamenei sempat menunjuk siapa yang akan menjadi pewaris jabatannya. Namun, sempat beredar kabar bahwa sang pewaris pun tewas di hari kedua serangan. Belum diketahui secara pasti apakah kabar tersebut benar. Tapi perlawanan Iran terus berlanjut. IRGC mengancam akan terus mengirim serangan ke Israel dan AS.

Ada dua hal yang perlu ditunggu. Ini kaitannya dengan klaim dari Trump terkait lamanya serangan dan juga klaim tentang Iran yang disebut-sebut meminta untuk bertemu. Dalam interview nya dengan media, Trump sebut serangan bisa berlangsung sampai 4 minggu atau selama yang dibutuhkan. Hal ini memberi pesan bahwa pasukan AS memang sudah disiapkan sebelumnya untuk kemungkinan perang yang cukup panjang, mirip dengan yang terjadi dengan serangan terhadap Irak di era 1990-an.
Hal kedua yang perlu dipastikan adalah klaim Trump bahwa Iran menawarkan pertemuan dan Trump menawarkan gencatan senjata. Media TV Iran dibajak untuk menyiarkan pesan dari Trump yang meminta pasukan Iran untuk menyerah dan akan memberikan imunitas sebagai reward. Namun, sampai saat artikel ditulis, belum diketahui apakah Iran memang meminta gencatan senjata atau hanya klaim sepihak dari Trump.
Di luar konteks geopolitik, minggu pertama Maret akan banyak data ekonomi yang menjadi sorotan, terutama dari AS. Data ISM Manufacture di hari Senin, ADP employment di hari Rabu, ISM services dan klaim pengangguran mingguan di hari Kamis, dan non farm payrolls beserta retail sales di hari Jumat. Semua data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi Fed untuk pertemuan FOMC Maret. Meski demikian, secara keseluruhan tidak mengubah kemungkinan Fed untuk tetap pertahankan suku bunga di bulan Maret. Pasar pun tidak mengharapkan pemangkasan di bulan Maret.
Tapi data-data tersebut akan dipertimbangkan untuk pertemuan-pertemuan berikutnya karena Fed masih akan bergantung pada data ekonomi. Data yang lemah akan mendukung ekspektasi penurunan suku bunga di pertemuan berikutnya. Sedangkan data yang kuat akan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Di sisi geopolitik, pasar akan dibayangi oleh potensi perang yang panjang dari AS-Iran selama Iran tidak menyerah. Konsekuensi yang mungkin menjadi kekhawatiran adalah melonjaknya harga minyak karena Iran menutup Selat Hormuz, selat yang digunakan untuk memasok sekitar 20% minyak mentah global. Ketidakpastian ini membuat emas tetap kokoh sebagai safe haven.
Namun, cermati perkembangan itu dalam 1 minggu ini! Dua sampai tiga hari pertama minggu ini akan sangat menentukan apakah perang terus berlanjut atau akan terjadi gencatan senjata. Jika tidak ada gencatan senjata, maka efek data ekonomi mungkin diabaikan, dan fokus cenderung ke geopolitik (geopolitik tetap panas = emas tetap naik). Jika ada kesepakatan untuk gencatan senjata, maka emas berpeluang turun cepat, estimasi kami 4840-4860 sebagai zona potensial, dan setelah itu kembali fokus dengan rilis data di masing-masing hari kalender.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dan berhasil ditutup di atas 5250 yang diharapkan. Bahkan pagi ini dibuka gap up di 5310. Meski sempat terjadi penurunan ke 5300, tapi pada dasarnya sesi Asia cenderung naik dan tercatat level tertinggi di 5392 untuk sementara waktu.
Secara struktural, tren utama cenderung bullish. Dua resistance di 5245 dan 5350 berhasil ditembus. Tapi daily masih berjalan, sehingga kondisi masih bisa berubah seiring sesi yang berjalan. Resistance terdekat 5450 (high 30 Jan 2026), dan all time high 5597 akan menjadi target atau bahkan melebihi, jika sentiment geopolitik terus berlanjut. Sedangkan support akan berada di zona 5300 dan 5262 (closing price Jumat, 27 Feb 2026)

Di H4, tampak bahwa pergerakan naik sejauh ini sesuai ekspektasi skenario, di mana pasca koreksi turun sebelumnya dari wave 4, emas berhasil rebound dan lanjutkan kenaikannya menjadi wave 5, bagian dari wave (iii) yang diharapkan. Secara umum, zona 5341 adalah resistance pertama yang berhasil dijangkau pagi ini. Sedangkan area coklat 5470-5549 adalah target berikutnya dari pola kenaikan.
Secara hitungan, ada dua kemungkinan yang berpotensi terjadi. Potensi #1 bahwa wave (iii) belum selesai, diperkirakan target ke zona coklat. Dengan demikian kenaikan masih bisa berlanjut tembus zona 5400.
Sedangkan potensi #2 memperkirakan bahwa wave (iii) sudah selesai dengan kenaikan wave 5 tersebut sentuh 5392 (high pagi ini di sesi Asia). Dengan demikian peluang turun sebagai koreksi wave (iv) sebagai skenario yang paling mungkin. Sell bisa dipertimbangkan selama tidak tembus 5400. Tapi mengingat situasi geopolitik yang belum berakhir, masih terlalu riskan. Penurunan mungkin relatif terbatas, terutama kaitannya dengan wave (iv).
Jika potensi #2 yang terjadi, maka koreksi wave (iv) diharapkan tertahan di zona orange 5214-5257, atau maksimal zona ungu 5130-5192. Namun, karena situasi geopolitik, maka penurunan maksimal diperkirakan hanya sentuh zona orange. Secara jangka pendek, seller hanya memiliki ruang sampai zona 5300 atau maksimal 5250.
Secara teori, penurunan wave (iv) adalah koreksi yang dibutuhkan untuk kembali lakukan buy on dip sehingga secara strategi masih relatif lebih amah melakukan buy daripada sell. Terlebih, dari 2 potensi yang disebutkan, keduanya mengindikasikan untuk tetap buy karena harga yang masih dalam jalur kenaikan.

Per jam 11.15 WIB, harga berada di 5358.34 dengan high 5392.74, dan low 5300.83. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 2 Maret 2026, rekomendasi masih cenderung sama, termasuk beberapa area alternatif untuk lakukan buy, mengingat fundamental yang masih bullish, tapi dihadapkan pada RSI yang overbought sehingga perlu berhati-hati jika melakukan buy terlalu tinggi.
Zona FR 23.6% di 5339 bisa menjadi pertimbangan untuk buy di area support lebih dekat. Tapi area FR 38.2% 5307 biasanya area demand yang cenderung lebih baik. Bahkan buyer umumnya menggunakan area “Golden Zone”, area yang berada di antara FR 50% dan 61.8%. Ini berarti area ideal untuk buy berada di kisaran 5254-5280.
Sebaliknya, area 5280 bisa juga dipertimbangkan sebagai pemicu bearish jangka pendek sehingga seller mungkin akan mulai mengintai saat zona itu ditembus. Namun, jarak penurunan relatif terbatas sehingga strategi ini tidak terlalu disarankan untuk saat ini. Data ISM manufacture di jam 22.00 WIB juga menjadi pertimbangan di malam hari. Namun, setelah itu, pasar akan terus mencermati perkembangan AS-Iran-Israel. Jika terjadi kesepakatan gencatan senjata, maka ubah strategi segera menjadi SELL! Tapi selama tidak ada kesepakatan gencatan senjata, maka tetap di jalur BUY!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5325.00 – 5327.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5339 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5395, target terdekat 5405, terjauh 5420, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5319.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5319.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5260.00 – 5262.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5274.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5254.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5253)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



| Suggest : SELL on Rally Area : 1.18000 – 1.18200 Target : 1) 1.17400 2) 1.16800 SL : 1.18800 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.17400 - Switch to BUY jika tembus 1.18800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.34700– 1.34900 Target : 1) 1.34100 2) 1.33500 SL : 1.35500 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.34000 - Switch to BUY jika tembus 1.36000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 156.300 – 156.500 Target : 1) 155.700 2) 155.100 SL : 157.100 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.000 - Switch to BUY jika tembus 157.200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 48900 - 48920 Target : 1) 48800 2) 48700 SL : 49020 Alternatif : Follow SELL jika tembus 48360 Switch to BUY jika tembus 49100 Fokus data ISM + geopolitik |
| Suggest : SELL on Rally Area : 24800.00 – 24820.00 Target : 1) 24700.00 2) 24600.00 SL : 24920.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 24650 Switch to BUY jika tembus 25000 Fokus data ISM + geopolitik |
| Suggest : SELL on Rally Area : 6840.00 – 6860.00 Target : 1) 6810.00 2) 6780.00 SL : 6890.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6800 Switch to BUY jika tembus 6900 Fokus data ISM + geopolitik |
| Suggest : SELL on Rally Area : 57420 - 57440 Target : 1) 57320 2) 57220 SL : 57540 Alternatif : Follow SELL jika tembus 57250 Switch to BUY jika tembus 58000 Tetap waspada dengan potensi “intervensi aktual” yen + geopolitik |
| Suggest : SELL on Rally Area : 26320 - 26340 Target : 1) 26220 2) 26120 SL : 26440 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 26150 Switch to BUY jika tembus 26620 H&S valid karena tembus neckline 26450 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
| Suggest : BUY on Dip Area : 70.50 – 70.70 Target : 1) 71.70 2) 72.70 SL : 69.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 72.90 Switch to SELL jika tembus 69.00 Cermati perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 5325.00 – 5327.00 Target : 1) 5333.00 2) 5339.00 SL : 5319.00 (ideal 3-5 points di bawah 5319) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5395 Switch to SELL jika tembus 5280 Opsi buy : 5248-5265 (abu), 5190-5213 (biru), 5168-5180 (merah), breakout 5390-5450 (orange) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 turun dengan cepat dan ditutup turun secara keseluruhan di sesi perdagangan hari Kamis. Sedangkan dolar cenderung menguat di sesi tersebut sehingga emas sempat turun hingga 5130 sebelum akhirnya rebound kembali ke zona 5190.
Sementara data jobless claims dirilis lebih rendah 212K vs ekspektasi 215K. Data ini sedikit meredam ekspektasi penurunan suku bunga, meskipun secara umum tidak pengaruhi keputusan FOMC Maret yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya, dan juga pasar yang memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga Maret yang relatif kecil (di bawah 50%).
Klaim ini disampaikan oleh mediator Oman, pejabat Iran dan pejabat AS yang tidak disebutkan Namanya. Semua mengatakan adanya kemajuan dari proses pertemuan tersebut. Tapi pasar minyak tidak menunjukkan respon terkait hal tersebut meskipun sempat terjadi penurunan cepat hingga level $64, tapi kemudian bertahan di $65. Hal ini juga yang terlihat pada emas yang meskipun sempat terjadi penurunan cepat ke 5130, penyebab penurunan tidak diindikasikan oleh klaim tersebut, melainkan karena data ekonomi.
Secara umum, pasar belum mendapat kepastian apakah proposal yang diajukan Iran diterima oleh AS. Belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih, sehingga dipastikan belum ada hasil akhir dari pertemuan tersebut. Kami menduga Trump akan menjadi penentu apakah proposal disepakati dan atau tidak.
Kabar menyebut bahwa Trump akan bertemu dengan penasihat senior di hari Jumat untuk membahas hal strategis terkait Iran dan membahas hasil pertemuan AS-Iran tersebut.

Menuju akhir pekan, risiko geopolitik tetap pertimbangan utama, mirip dengan yang terjadi di hari Jumat lalu. Hal ini mengingat belum adanya keputusan final tentang hasil pertemuan kemarin. Opsi diplomasi lanjutan tetap terbuka, tapi opsi militer juga mengintai. Beberapa pengamat menilai AS akan menyerang Iran karena Trump kecewa dengan hasil pertemuan yang tidak menemukan kesepakatan apapun. Termasuk rumor bahwa proposal Iran kemungkinan ditolak mentah-mentah Gedung Putih.
Itu sebabnya pertemuan Trump dan penasihat Gedung Putih, termasuk kemungkinan melibatkan pentagon, akan menjadi kunci utama memasuki akhir pekan. Pejabat senior AS bahkan menyebut AS kemungkinan lebih condong membiarkan Israel menyerang Iran lebih dulu. Jika ini yang terjadi, maka mirip dengan Juni 2025 saat Israel mengawali penyerangan ke fasilitas nuklir Iran di saat pertemuan AS dan Iran sedang menunggu kesepakatan final.
Tapi sebelum itu, data PPI di jam 20.30 WIB dan Chicago PMI di jam 21.45 WIB akan menjadi concern pertama yang tidak bisa diabaikan. Data PPI akan memberi indikasi apakah inflasi relatif lunak seperti halnya CPI. Jika ya, maka emas punya peluang lanjutkan kenaikan. Jika lebih rendah, maka emas berpeluang turun/koreksi, meskipun kemungkinan terbatas, karena pasar masih akan menunggu kejelasan geopolitik.
Skenario geopolitik yang mungkin bisa terjadi : 1) diplomasi berlanjut ke putaran 4 (=meredam kekhawatiran perang), 2) tidak ada diplomasi, Iran didesak hentikan program nuklir dan rudal balistik (= eskalasi di akhir pekan membayangi). Tapi riwayat Juni 2025 menunjukkan meski diplomasi diupayakan, AS (ataupun Israel) masih terbuka untuk menyerang tiba-tiba sebelum deadline yang ditentukan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, tapi dengan real body kecil yang mengindikasikan pasar cenderung belum berani agresif karena masih menunggu hasil pertemuan AS-Iran yang sampai saat ini belum jelas apakah AS terima proposal Iran atau menolaknya. Investor diperkirakan masih akan mewaspadai kemungkinan penolakan AS terhadap proposal Iran, sekaligus mewaspadai kemungkinan eskalasi di akhir pekan, meski di sisi lain pasar juga memperhitungkan kemungkinan putaran berikutnya pertemuan AS-Iran lewat jalur diplomasi.
Secara struktural, tren utama masih cenderung bullish. Tapi kenaikan utama belum terlalu kuat selama resistance 5225 dan 5349 belum ditembus. Sebaliknya, penurunan juga perlu waspadai level 5093, level low 24 Feb 2026 yang sewaktu-waktu bisa ditembus jika Trump memutuskan lanjutkan diplomasi dengan Iran.

Di H4, zona orange kembali menjadi support efektif. Penurunan di malam hari tertahan di 5130, masih di dalam bagian zona orange 5122-5163, diikuti rebound kembali ke 5192. Meski demikian, investor belum memutuskan apakah akan mendorong harga lanjut naik atau berbalik turun. Zona orange menjadi kunci dari support 4 hari terakhir.
Secara hitungan, kami masih melihat ruang untuk kenaikan yang mewakili proses dari kenaikan wave 5 secara bertahap. Kenaikan minimal harus mampu kembali tembus 5217 untuk membuka ruang kenaikan lebih tinggi. Dan resistance 5249, diikuti dengan peluang tembus zona 5300 dan 5340 adalah peluang target kenaikan berikutnya.
Kenaikan bisa lebih tinggi jika AS memutuskan menolak proposal Iran sehingga berpotensi memicu kekhawatiran eskalasi jelang akhir pekan.
Sebaliknya, penurunan di bawah 5118 berpotensi memicu penurunan ke 5093 atau 5080. Tapi untuk membuatnya tertekan sampai zona ungu 4981-5029 dibutuhkan pemicu, minimal dari data PPI yang lebih kuat, atau jauh lebih kuat tekanan jika AS menerima proposal Iran, dan memutuskan untuk membatalkan serangan ke Iran.

Per jam 10.40 WIB, harga berada di 5186.90 dengan high 5199.58, dan low 5166.93. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 27 Februari 2026, rekomendasi dipertahankan mengingat pergerakan yang masih tidak terlalu agresif di sesi Asia. Triangle belum berhasil ditembus, meskipun sempat terjadi kenaikan cepat di awal sesi Asia hari ini.
Secara umum, peluang 50-50 untuk penembusan resistance maupun support dari triangle. Semua akan bergantung pada data ekonomi dan risiko geopolitik jelang akhir pekan. Data ekonomi yang lemah dan eskalasi geopolitik akan memicu penembusan resistance triangle, dan memicu kenaikan lebih lanjut. Struktur bullish semakin kuat secara teknis jika tembus 5249 atau di atas zona abu-abu 5230-5249.
Sebaliknya, bearish akan dominan jika didukung data ekonomi yang “jauh lebih kuat” dan de-eskalasi geopolitik sehingga berpeluang tembus 2 support di bawahnya, hingga melirik target zona coklat 5007-5026. Tapi jika penurunan terhambat di zona biru, maka bullish masih bisa kembali terjadi mengingat zona triangle memiliki peluang yang seimbang. Kami perkirakan efek data yang kuat akan membatasi penurunan maksimal di zona biru atau support triangle, sedangkan risiko geopolitik akhir pekan membuat investor terus berjaga-jaga sehingga demand kemungkinan akan kembali muncul di zona biru 5137-5155 tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5155.00 – 5157.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5169 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5199, target terdekat 5210, terjauh 5230, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5149.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5148.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL on Rally
Entry : 5078.00 – 5080.00 (atau jika terjadi de-eskalasi AS-Iran)
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5066.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5086.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 5085)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




