logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar cenderung kembali menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan meredanya kekhawatiran akan potensi terjadinya resesi di AS pekan lalu karena data di sektor tenaga kerja yang merosot tajam. Setelah data sektor tenaga kerja yang menyusul kemudian menunjukkan sektor ini tidak seburuk yang disangka terlihat dari komponen tenaga kerja dari data PMI di sektor jasa yang meningkat dan juga laporan mingguan klaim pengangguran yang cenderung turun. Selain itu sejumlah pejabat Fed juga menepis memburuknya sektor tenaga kerja tersebut dengan mengatakan hal tersebut hanya proses normalisasi. Bank of America juga sepakat bahwa tidak akan terjadi resesi di AS melainkan hanya potensi terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dan justru akan semakin menekan angka inflasi untuk segera mencapai target Fed sehingga semakin meyakinkan bahwa langkah moneter Fed berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan. Sejumlah pejabat Fed juga meyakini hal tersebut dan menyatakan sudah waktunya Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya. Gubernur Fed Boston - Susan Collins dalam sebuah wawancara mengatakan jika data ekonomi berlanjut seperti yang diharapkan maka sudah waktunya untuk merubah kebijakan moneter dan melonggarkan kebijakan yang ketat saat ini. Collins juga menambahkan sektor tenaga kerja masih sehat dan inflasi akan segera mencapai target 2% seperti yang diinginkan Fed. Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Fed Kansas City - Jeff Schmidd yang mengatakan jika inflasi terus menurun maka akan tercapai stabilitas harga yang menjadi mandat Fed sehingga sudah semestinya untuk mengubah kebijakan moneternya. Sedangkan Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee mengatakan membiarkan suku bunga seperti saat ini saat inflasi sudah semakin turun akan berakibat buruk pada sektor tenaga kerja. Meski pemangkasan suku bunga Fed pada pertemuan moneter hampir dapat dipastikan namun ekspektasi akan langkah pemangkasan agresif sebanyak 50 bps semakin menurun dari sebelumnya 69% menjadi hanya 52% dan pemangkasan normal sebanyak 25 bps mendekati 50% menurut CME Group's FedWatch Tool. Pekan ini pasar menantikan data ekonomi yang akan dirilis yaitu data inflasi dari sisi konsumen CPI yang akan dirilis pada hari Rabu dan data Retail Sales pada hari Kamis nanti. Data-data tersebut akan semakin memberikan kejelasan angka inflasi dan daya beli yang menjadi perhatian Fed untuk mengubah kebijakan moneternya. Hari ini ada data ekspektasi inflasi di negara bagian Cleveland.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan pengalihan aset menjadi safe haven bersama dengan mata uang Swiss Franc. Bank Sentral Jepang (BOJ) sejak bulan Juli lalu merubah arah kebijakan moneternya menjadi lebih modern dengan memperhatikan inflasi dibandingkan dengan kebijakan moneternya terdahulu yang orthodox dengan mempertahankan suku bunga rendah. Dalam pertemuan moneter terakhir BOJ bahkan menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya dengan kenaikan melebihi ekspektasi pasar sebanyak 15 bps. Setelah sebelumnya hanya menaikkan suku bunga sebanyak 10 bps saat mengakhiri kebijakan moneter ultra rendahnya di bulan Maret lalu. Sementara itu BOJ juga tetap mempertahankan kebijakan intervensi mata uang jika memang dirasa akan berdampak negatif terhadap ekonomi. Pekan ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP namun sebelumnya akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI dan Machine Tools Orders. Hari ini bursa saham dan perbangkan di Jepang tutup libur merayakan hari Mountain Day.

Euro masih flat terhadap mata uang dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang stagnan di Jerman. Data inflasi CPI di Jerman masih stagnan 0.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Sementara surplus neraca perdagangan di Italia semakin berkurang dari 6.38B menjadi hanya 5.07B yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 5.55B. Ekspektasi pasar masih memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan September mendatang. Meskipun dalam beberapa kali pidato Presiden ECB - Christine Lagarde mengatakan kebijakan moneter selanjutnya akan tergantung pada data ekonomi berikutnya. Pekan ini data penting yang akan dirilis adalah data-data Sentimen Ekonomi dari ZEW dan juga data pertumbuhan ekonomi GDP. Sedangkan sebagian Eropa akan libur di hari Kamis nanti merayakan Assumption Day. Hari ini hanya ada data Indeks Harga Grosir di Jerman.

Poundsterling cenderung menguat terhadap dolar seiring dengan Bank Sentral Inggris (BOE) yang akan mempertahankan suku bunga acuan dalam waktu yang lebih lama setelah pekan lalu memutuskan memangkas untuk pertama kalinya sejak pandemik lalu.  Sementara Fed dan bank sentral lainnya dalam hal ini Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memangkas suku bunga sehingga perbedaan tingkat suku bunga ini menjadikan mata uang GBP lebih menarik minat pelaku pasar. Pekan ini sejumlah data penting akan dirilis mulai dari data di sektor tenaga kerja dengan data klaim pengangguran - Claimant Count di hari Selasa, data inflasi CPi di hari Rabu dan data pertumbuhan ekonomi GDP di hari Kamis serta data Retail Sales di hari Jumat nanti.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Dolar bergerak variatif terhadap mata uang lainnya meskipun data di sektor tenaga kerja yang cukup positif. Laporan mingguan berupa data Klaim Pengangguran di AS berkurang dari periode sebelumnya 250K menjadi hanya sebanyak 233K yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 241K. Data ini merupakan penurunan terbanyak dalam 11 bulan terakhir sehingga ikut mengurangi kekhawatiran akan terjadinya resesi di AS dalam waktu dekat ini paska data NFP yang turun tajam pekan lalu. Sebelumnya data PMI di sektor jasa yang positif dengan komponen tenaga kerja sudah meredakan kekhawatiran tersebut. Selain itu sejumlah pejabat Fed juga menepis akan potensi terjadinya resesi hanya karena 1 data NFP tersebut. Semalam Gubernur Fed Richmond - Thomas Barkin memberikan komentar terhadap sektor tenaga kerja dengan mengatakan pertumbuhan sektor tenaga kerja memang menurun namun masih terjadi penambahan terisinya lapangan kerja. Meskipun penambahan tersebut tidak banyak namun juga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja. Dan penurunan upah juga merupakan langkah normalisasi di bursa lapangan kerja. Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee kembali berkomentar dengan mengatakan situasi saat ini menunjukkan keadaan dimana ekonomi kembali ke kondisi normal. Sedangkan Gubernur Fed Kansas City - Jefferson Schmid mengatakan laporan di sektor tenaga kerja menguji ketahanan ekonomi namun indikator ekonomi lainnya masih menunjukkan tingkat konsumsi masih kuat yang akan memicu pertumbuhan ekonomi. Selain itu Schmid juga menambahkan bahwa inflasi sudah turun namun belum mencapai target yang diinginkan. Data inflasi berikutnya baru akan dirilis pekan depan dengan data inflasi dari sisi konsumen CPI. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Yen masih berlanjut melemah terhadap dolar menyusul komentar dari pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) yang menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini. Wakil Gubernur BOJ - Shinichi Uchida mengakan hal tersebut dalam sebuah wawancara dan memicu reaksi negatif pasar sehingga mata uang Yen kembali melemah. Hal ini bertentangan dengan konferensi pers Gubernur BOJ - Kazuo Ueda juga mengindikasikan BOJ bisa kembali menaikkan suku bunga acuan jika inflasi terus naik. Mata uang Yen menguat beberapa waktu berturut-turut sebelumnya menyusul langkah moneter dari BOJ yang bisa dibilang cukup agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 15 bps yang melampaui ekspektasi pasar dengan hanya kenaikan 10 bps. Dalam ringkasan pertemuan moneter tersebut yang baru dirilis kemarin juga menunjukkan sejumlah pejabat BOJ menganjurkan untuk terus melanjutkan kenaikan suku bunga acuan hingga dianggap normal di level 1.0% dari suku bunga acuan saat ini 0.25%. Meski demikian ekspektasi pasar masih belum berubah bahwa BOJ tidak akan menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini terlebih karena baru saja menaikkan seperti yang disebut diatas. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Euro cenderung melemah terhadap dolar dengan absennya data fundamental ekonomi. Ekspektasi pasar akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengikuti langkah kebijakan moneter Fed yang lebih agresif dengan memangkas 50 bps pada pertemuan moneter selanjutnya menjadi sentimen negatif untuk mata uang Euro. Data inflasi data inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan yang baru akan dirilis pekan depan akan ditunggu pasar untuk mengetahui langkah moneter apa yang disiapkan oleh ECB pada pertemuan moneter di bulan September mendatang. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dengan perkiraan masih stabil 0.3% sama seperti periode sebelumnya. Dan juga data neraca perdagangan di Italia.

Poundsterling rebound terhadap dolar seiring dengan kondisi pasar mata uang yang lebih stabil dari gejolak yang terjadi sebelumnya. Sebelumnya poundsterling sempat melemah setelah Bank Sentral Inggris (BOE) memangkas suku bunga acuan untuk pertama kali pekan lalu. Tapi karena sepertinya BOE masih akan mempertahankan suku bunga acuannya untuk lebih lama membuat perbedaan tingkat suku bunga masih lebih tinggi dibandingkan dengan negara lainnya dan rencana Fed yang akan memangkas secara lebih agresif membuat suku bunga di Inggris menjadi lebih menarik. Fed bahkan diperkirakan akan memangkas 100 bps hingga akhir tahun ini dibandingkan dengan BOE yang hanya 45 bps. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08700 - 1.08900
Target : 1) 1.09500
2) 1.10100
Stop Loss : 1.08100
(switch to SELL jika tembus 1.08000)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.27000 - 1.27200
Target : 1) 1.27800
2) 1.28400
Stop Loss : 1.26400
(Switch to SELL jika tembus 1.26400)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17
slide18

Suggest ; BUY on Dip
Area : 146.600 - 146.800
Target : 1) 147.400
2) 148.000
Stop Loss : 146.000
(switch to SELL jika tembus 145.150)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19
whatsapp image 2024 08 09 at 11.13.30 am
slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2408.00 - 2410.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2416.00
2) 2422.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2427.00,
potensi target terdekat 2434, terjauh 2448!)
Stop Loss : 2402.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2400)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08900 - 1.09100
Target : 1) 1.09700
2) 1.10300
Stop Loss : 1.08300
(switch to SELL jika tembus 1.08200)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.2700 - 1.27200
Target : 1) 1.26400
2) 1.25800
Stop Loss : 1.27800
(Switch to BUY jika tembus 1.28000)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17
slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 146.600 - 146.800
Target : 1) 146.000
2) 145.400
Stop Loss : 147.400
(switch to BUY jika tembus 147.500)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19
slide20
slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2362.00 - 2364.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2370.00
2) 2376.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2404.00,
potensi target terdekat 2411, terjauh 2420!)
Stop Loss : 2356.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2355)
DISCLAIMER ON!

Dolar mulai pulih terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan setelah sempat merosot tajam oleh kekhawatiran akan terjadinya resesi di AS paska rilis data di sektor tenaga kerja yang meleset jauh dari perkiraan. Kekhawatiran tersebut sedikit mereda setelah pejabat Fed yang mengartikan penurunan di sektor tenaga kerja tersebut tidak serta merta sebagai indikasi ekonomi akan jatuh ke dalam resesi. Setelah sebelumnya Gubernur Fed San Fransisco - Mary Daly mengatakan menurunnya data di sektor tenaga kerja tersebut lebih dikarenakan dampak dari badai yang terjadi beberapa waktu lalu dan perlu melihat data sektor tenaga kerja berikutnya untuk memastikan apakah data tersebut benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya atau hanya temporer. Semalam Daly kembali berkomentar dengan mengatakan data sektor tenaga kerja memberi keyakinan bahwa ekonomi melambat namun bukan berarti ekonomi langsung jatuh menjadi resesi, meskipun demikian sangat penting untuk menjaga pasar tenaga kerja agar tidak terus melemah. Sebelumnya Daly juga mengatakan sangat terbuka untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya. Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee juga menyampaikan hal senada dengan mengatakan data tenaga kerja memang lebih rendah dari perkiraan namun bukan berarti akan terjadi resesi. Meskipun sebagian pelaku pasar menyebutkan Fed terlalu lama menunggu untuk memangkas suku bunga sehingga dikhawatirkan keputusan tersebut akan membuat ekonomi jauh memburuk yang terbukti dengan data tenaga kerja tersebut. Sehingga muncul spekulasi bahwa Fed bisa saja memangkas suku bunga di luar pertemuan moneter atau inter-meeting dalam beberapa waktu ke depan. Langkah ini merupakan keputusan yang sangat darurat sehingga peluangnya masih sangat kecil. Perihal ini Goolsbee mengatakan semua kemungkinan masih bisa terjadi tergantung dengan kondisi dan data ekonomi yang ada. Namun untuk sementara masih dirasa masih belum perlu. Sejumlah data penting termasuk data inflasi dan konfimasi dari sektor tenaga kerja yang baru akan dirilis di awal bulan depan membuat peluang tersebut semakin kecil. Kemungkinan terbesar adalah mempersiapkan pasar dengan manyuarakan langkah Fed berikutnya pada Simposium di Jackson Hole Wyoming menjelang akhir bulan Agustus ini. Ekspektasi pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter di bulan September mendatang dengan peluang yang menurun dari mendekati 90% menjadi hanya di kisaran 70% menurut CME FedWatch tool. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hanya ada data Crude Oil Inventories.

Yen mengalami koreksi terhadap dolar setelah selama 5 hari sebelumnya terus menguat hingga naik mendekati 6%. Perubahan arah kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang lebih agresif dengan pertimbangan lebih berat pada inflasi yang berbeda dari kebiasaan moneter sebelumnya yang orthodox dengan mempertahankan suku bunga rendah. Sehingga mempersempit ruang bagi pelaku carry trade yang membuat gejolak mata uang Yen menjadi tidak terkendali. Menteri Keuangan juga masih memantau pergerakan mata uang Yen dan tetap mempertahankan kebijakan intervensi jika memang diperlukan. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan mata uang Yen menguat dalam beberapa hari belakangan ini. Hari ini hanya ada data Leading Indicator dengan perkiraan menurun dari 111.2% menjadi 109.1%.

Euro juga mulai terkoreksi selain karena pulihnya mata uang dolar namun juga karena fundamental ekonomi yang negatif di kawasan ini. Data Retail Sales bulan Juli mengalami penurunan cukup tajam dari +0.1% menjadi -0.3% yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.0%. Dan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya juga terjadi penurunan -0.3% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun +0.2% dari data periode sebelumnya meski direvisi meningkat dari +0.3% menjadi +0.5%. Ekspektasi akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Eropa (ECB) berikutnya untuk melanjutkan memangkas suku bunga juga menjadi sentimen negatif untuk mata uang Euro. Hari ini akan dirilis data Neraca Perdagangan di Jerman dan Prancis serta data Industrial Production di Jerman.

Poundsterling berlanjut melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 5 pekan terakhir menyusul langkah Bank Sentral Inggris (BOE) memangkas suku bunga acuan untuk pertama kali pada pekan lalu. Berbeda dengan Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan yang lebih agresif. BOE setelah memangkas suku bunga acuan 25 bps pekan lalu belum berencana untuk melanjutkan pada pertemuan moneter berikutnya. Gubernur BOE - Andrew Bailey dan Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill senada dengan mengatakan suku bunga acuan tidak akan turun lagi dalam waktu dekat ini. BOE harus memastikan inflasi tetap rendah dan bersikap hati-hati untuk tidak memangkas suku bunga terlalu cepat dan terlalu banyak. Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill juga mengatakan hal senada dalam pernyataan perang melawan inflasi masih belum berakhir dan suku bunga masih harus dipertahankan. Data PMI di sektor konstruksi yang dirilis kemarin sebenarnya positif dengan kenaikan 55.3 yang melampaui perkiraan naik 52.5 dari periode sebelumnya 52.2. Hari ini akan dirilis data Indeks Harga Perumahan dari Halifax

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09200 - 1.09400
Target : 1) 1.08600
2) 1.08000
Stop Loss : 1.10000
(switch to BUY jika tembus 1.10100)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27100 - 1.27300
Target : 1) 1.26500
2) 1.25900
Stop Loss : 1.27900
(Switch to BUY jika tembus 1.28000)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17
slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 144.800 - 145.000
Target : 1) 145.600
2) 146.100
Stop Loss : 144.200
(switch to SELL jika tembus 143.820)
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19
slide20
slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2356.00 - 2358.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2364.00
2) 2370.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2391.00,
potensi target terdekat 2398, terjauh 2410!)
Stop Loss : 2350.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2350)
DISCLAIMER ON!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down