Data non farm payrolls AS bulan Juli menunjukkan peningkatan hanya 114K pekerjaan. Data ini jauh di bawah ekspektasi 175K. Sementara bulan sebelumnya direvisi turun dari 206K menjadi 179K. Di sisi lain, tingkat pengangguran naik dari 4.1% menjadi 4.3%. Angka partisipasi angkatan kerja sedikit meningkat menjadi 62.7% dan penghasilan rata-rata tumbuh lebih rendah di 0.2% m/m, lebih rendah dari ekspektasi 0.3%. Sementara basis tahunan meningkat 3.6%.
Terlepas dari adanya Badai Beryl, tidak ada dampak yang terlihat berimbas pada data ketenagakerjaan maupun pengangguran nasional, meskipun PHK sementara meningkat 249K menjadi 1.1 juta. Data tersebut memberi indikasi bahwa kenaikan pengangguran mungkin tidak separah yang terlihat.
Di sisi lain, data yang lemah tentunya memberi lampu hijau untuk Fed di mana minggu lalu mereka seharusnya sudah mulai memangkas, tapi justru malah memilih untuk mempertahankan suku bunga. Namun, Fed dalam pengumumannya tetap membiarkan pintu terbuka untuk pemangkasan bulan September.
Imbal hasil Treasury tenor 10-tahun turun 95,2 bps dari level tertingginya di minggu yang berakhir pada 22 April dan dolar pun ikut melemah.
Awalnya pasar dengan tenang menyambut data ekonomi yang lemah sebagai sinyal untuk pemangkasan bulan September. Pasar memperkirakan peluang pemangkasan 25 bps di bulan September dengan probabilitas 70%, sementara hanya 30% saja peluang pemangkasan 50 bps. Pasca data NFP dan unemployment rate, market mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif, 50 bps di bulan September dengan peluang 80%.
Pasar berbalik dengan penurunan tajam di pasar ekuitas yang dipicu oleh kekhawatiran terjadinya resesi akibat lonjakan tingkat pengangguran. Berdasarkan Aturan SAHM, kenaikan 0.5 poin persentase memicu yang disebut sebagai indikasi terjadinya resesi. Meski pencetus dari “Aturan SAHAM” tersebut (Claudia Sahm) tidak melihat adanya resesi saat ini, tapi menurutnya risikonya meningkat.

Goldman Sachs saat ini melihat peluang 3 kali pemangkasan dari Fed sebesar 25 bps masing-masing di pertemuan yang tersisa tahun ini. Sebelum data NFP Juli dirilis, GS memperkirakan hanya 2 kali pemangkasan. Ekonom GS mengatakan laporan pekerjaan hari Jumat mengindikasikan pelemahan kondisi pasar tenaga kerja yang melampaui jumlah yang diharapkan. Namun, setelah data dirilis para ekonom melihat kemungkinan pemangkasan 50 bps di bulan September jika laporan pekerjaan di bulan Agustus (rilis September) kembali melemah.
Sementara Citigroup memperkirakan pemangkasan suku bunga 50 bps dari Fed di bulan September dan November. Ini merupakan prediksi yang sangat agresif dan kemungkinan berpotensi menekan imbal hasil Treasury dan pasar saham. Sedangkan emas, seharusnya akan relatif positif saat potensi pemangkasan yang agresif berpeluang terjadi.
Di sisi lain, beberapa pejabat Fed seperti Barkin dan Goolsbee mengomentari secara terpisah data pekerjaan Juli. Menurut Barkin dirinya tidak siap untuk mendorong diskusi untuk pemangkasan 50 bps. Barkin menambahkan bahwa angka 114K NFP masih ‘beralasan’. Sementara Goolsbee memberi isyarat bahwa jika inflasi dan pasar pekerjaan terus lanjutkan pendinginan, maka Fed seharusnya memangkas suku bunga.
Data ISM services di jam 21.00 WIB akan menjadi figur utama data ekonomi yang diperhatikan pasar. Meski terdapat 2 versi data yang akan dirilis, yaitu dari S&P Global dan ISM, tapi kami lebih merekomendasikan untuk mencermati data versi ISM.
Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali turun. Tapi jika data dirilis lebih lemah, maka emas berpeluang lanjut naik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup spinning tops yang berarti bahwa market masih dalam tahap “wait and see”. Meski sempat terjadi penurunan yang cepat hingga 2410, tapi pasar kembali mendorong dengan cepat harga untuk kembali ditutup di zona 2442. Sementara pagi ini, harga juga sempat kembali tertekan cepat sampai 2413 dan berhasil kembali naik hingga 2450.
Area resistance 2483-2485 menjadi area paling menentukan. Data ekonomi AS yang relatif lebih lemah menjadi jaminan untuk semakin terbukanya pemangkasan suku bunga Fed di bulan September, seperti yang disampaikan Powell di FOMC Juli. Penurunan diperkirakan bersifat sementara karena adanya aksi profit taking di pasar emas untuk menutupi kerugian yang terjadi di pasar ekuitas/saham.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari bottom 2369.46 (FR 100%) ke puncak 2477.56 (FR 0%). Saat ini di sesi Asia, harga sempat uji kembali area orange dan juga “Golden Area” yang berada di antara FR 61.8% 2410 – FR 50% 2423, dan sejauh ini berhasil kembali mendorong harga naik hingga dekati FR 23.6% 2452.05. Jika konsisten naik dan tembus di atas 2452, maka bullish berpotensi berlanjut. Namun, resistance psikologis akan berada di zona 24775/2477 sebelum berhadapan dengan all time high 2483.55.
Jika FR 61.8% tetap tidak ditembus, maka tren utama masih tetap bullish. Dan bullish akan jauh lebih kuat jika FR 0% berhasil ditembus, yang berarti juga menandakan potensi kelanjutan trend naik.
Sebaliknya, jika FR 61.8% 2410.75 ditembus, maka emas berpeluang terkoreksi turun dan target terdekat diperkirakan memicu penurunan hingga kisaran 2394/2396. Dan jika tekanan turun lebih kuat, maka area 2369 dan juga support psikologis 2352/2353 akan berpotensi dilirik.

Per jam 10.55 WIB, harga berada di 2451.62, dengan high di 2452.46 dan low 2413.86. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2383.20 sampai ke puncak 2477.56 (FR 0%). Penurunan sempat terjadi hingga 2413.86, tapi kemudian berbalik naik dengan cepat hingga kembali memasuki zona 2450-an.
Secara keseluruhan, opsi buy tetap terbuka, di mana “good demand area” yang juga berdekatan dengan Golden Area masih tetap efektif. Bahkan cenderung membuka peluang membentuk pola double bottom, dan saat ini harga berhasil tembus neckline 2447. Dengan demikian, kenaikan diperkirakan berpotensi berlanjut. Target utama dari pol aini secara teknis akan mengincar kisaran 2480-2483. Namun, resistance FR 23.6% di 2455.29 akan menjadi area wajib tembus lebih dulu! Jika ya, maka lanjut pertahankan posisi buy dengan potensi target terdekat 2465, terjauh 2483.
Opsi alternatif bisa juga follow buy jika FR 0% 2477.56 berhasil ditembus, dengan peluang kenaikan mendekati 2483-2485 atau bersiap dengan potensi mulai memasuki zona 2500-an.
Sebaliknya, waspadai penurunan jika tembus support 2410 atau jika data ekonomi AS dirilis mengejutkan jauh lebih kuat dari perkiraan.
Opsi SELL bisa dilakukan jika:
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2425.00 – 2427.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2439.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2447.55 (FR 0%),
Target terdekat 2455, terjauh 2470, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2419.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2418)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2410.00 – 2412.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2398.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2416.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2418)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08800 - 1.09000
Target : 1) 1.09600
2) 1.10200
Stop Loss : 1.08200
(switch to SELL jika tembus 1.08000)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.27700 - 1.27900
Target : 1) 1.28500
2) 1.29100
Stop Loss : 1.27100
(Switch to SELL jika tembus 1.27100)
DISCLAIMER ON!
Suggest ; SELL on Rally
Area : 145.800 - 146.000
Target : 1) 145.200
2) 144.600
Stop Loss : 146.600
(switch to BUY jika tembus 147.000)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2425.00 - 2427.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2433.00
2) 2439.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2447.55,
potensi target terdekat 2455, terjauh 2470!)
Stop Loss : 2419.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2418)
DISCLAIMER ON!
Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya menyusul data ekonomi tidak hanya melambat namun memberikan sinyal potensi resesi di AS pasca rilis data di sektor tenaga kerja hari Jumat lalu. Laporan Non-Farm Payroll menunjukkan penambahan terisinya lapangan kerja mengalami penurunan drastis hanya 114K yang jauh lebih rendah dari perkiraan 176K dan data periode sebelumnya bahkan ikut di revisi dari 206K menjadi hanya 179K. Angka di bawah 200K menandakan terjadinya pelambatan dan kali ini jauh turun hampir setengah dari angka tersebut. Data lain berupa tingkat pengangguran juga meningkat cukup signifikan menjadi 4.3% yang lebih tinggi dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 4.1%. Sedangkan Upah Rata-rata juga memburuk turun 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.3%. Semua data di sektor tenaga kerja cenderung memburuk begitu pula dengan data yang dirilis sebelumnya termasuk komponen tenaga kerja dari data PMI sektor manufaktur dari ISM. Data lain berupa Factory Order juga menurun tajam dari -0.5% menjadi -3.3% yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 2.7%. Malam ini baru akan dirilis data PMI dari sektor jasa yang akan memberikan gambaran komponen tenaga kerja di sektor jasa. Pelambatan di sektor tenaga kerja, melemahnya laporan di sektor manufaktur dan laporan keuangan perusahaan besar akhir-akhir ini membuat kekhawatiran kondisi ekonomi akan semakin memburuk dengan laju lebih cepat dari perkiraan. Langkah Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di pekan lalu dinilai kurang tetap sehingga membuka peluang untuk memangkas lebih banyak yaitu 50 bps pada pertemuan moneter di bulan September mendatang jika kondisi ekonomi tidak segera pulih. Goldman Sachs menaikkan perkiraan peluang resesi dalam 12 bulan dengan 10 bps menjadi 25% di tahun ini dan memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan tahun ini sebanyak 3x di bulan September, November dan Desember. Namun jika sektor tenaga kerja masih belum pulih di bulan Agustus mendatang, maka Fed akan memangkas suku bunga acuan di bulan September sebanyak 50 bps. Spekulasi di pasar menunjukkan peluang Fed memangkas suku bunga acuan September mendatang sebanyak 50 bps mencapai 71% dari sebelumnya yang hanya 31% menurut CME Group's FedWatch Tool. Data PMI di sektor jasa diperkirakan meningkat dari 48.8 masuk ke zona ekspansif di atas 50 menjadi 51.4. Selain data tersebut di atas data lain di pekan ini tidak terlalu berdampak pada pergerakan mata uang kecuali pidato dari sejumlah pejabat Fed yang dijadwalkan pada pekan ini.
Yen menguat tajam seiring dengan sentimen negatif mata uang dolar hingga level terkuat sejak Februari lalu. Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kali melampaui perkiraan pasar sebanyak 15 bps setelah mengakhiri kebijakan moneter ultra longgarnya pada Maret lalu dengan kenaikan 10 bps. Dan sepertinya BOJ mulai beralih dari kebijakan moneter yang orthodox dengan mempertahankan suku bunga rendah menjadi kebijakan moneter yang lebih modern dengan lebih mempertimbangkan angka inflasi. Perubahan tersebut disambut baik oleh pasar sehingga mata uang Yen terus menguat dalam beberapa hari terakhir ini termasuk Jumat malam dan semakin menjauh dari level terendahnya. Selain itu pemerintah Jepang juga konsisten akan tetap mempertahankan kebijakan operasi intervensi jika memang diperlukan. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter pertemuan moneter BOJ bulan lalu yang akan memberikan pandangan dan proyeksi pejabat BOJ akan kondisi ekonomi yang akan datang. Pekan ini tidak ada data penting yang akan dirilis.
Euro juga menguat tajam terhadap dolar akhir pekan lalu seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan resesi di AS. Ekspektasi pasar akan langkah Fed memangkas 50 bps juga akan berlaku bagi Bank Sentral Eropa (ECB) yang bulan lalu mempertahankan suku bunga acuannya setelah bulan sebelumnya memangkas sebanyak 25 bps. Seperti Fed, ECB juga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di bulan September mendatang. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa dengan perkiraan masih stabil 51.9 sama seperti periode sebelumnya dan juga data Kepercayaan Konsumen dari Sentix dengan perkiraan meningkat dari -7.3 menjadi -5.5. Selain itu juga ada data inflasi dari sisi produsen dengan perkiraan meningkat dari -0.2% menjadi +0.1%. Ini menandakan inflasi masih berpotensi meningkat dan akan mencegah ECB menurunkan suku bunga lebih lanjut. Namun data inflasi sesungguhnya ada pada sisi konsumen CPI yang tidak akan dirilis pekan ini. Data penting yang akan dirilis pekan ini hanya data Retail Sales yang akan dirilis pada hari esok hari.
Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar meski sebelumnya sempat melemah menyusul langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang memangkas suku bunga acuannya sehari sebelumnya. BOE memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps dari 5.25% menjadi 5.00% yang merupakan penurunan suku bunga acuan pertama kali sejak Maret 2020 lalu di saat pandemik bermula. Dengan hasil voting suara yang ketat 5 banding 4 yang menunjukkan pejabat BOE masih terpecah dalam 2 kubu menanggapi inflasi yang terjadi di Inggris saat ini. Dalam konferensi pers Gubernur BOE - Andrew Bailey mengatakan BOE harus memastikan inflasi tetap rendah dan bersikap hati-hati untuk tidak memangkas suku bunga terlalu cepat dan terlalu banyak. Yang diindikasikan tidak akan segera menyusul untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter berikutnya di bulan September mendatang. Hal senada juga diucapkan oleh Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill yang mengatakan perang melawan inflasi masih belum berakhir dan suku bunga tidak akan turun lagi dalam waktu dekat ini. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa dan esok akan dirilis data PMI di sektor konstruksi. Data lain datang dari sektor perumahan berturut-turut pada hari berikutnya.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08000 - 1.08200
Target : 1) 1.07400
2) 1.06800
Stop Loss : 1.08800
(switch to BUY jika tembus 1.08800)
DISCLAIMER ON!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27700 - 1.27900
Target : 1) 1.27100
2) 1.26500
Stop Loss : 1.28500
(Switch to BUY jika tembus 1.28500)
DISCLAIMER ON!
Suggest ; SELL on Rally
Area : 150.200 - 150.400
Target : 1) 149.600
2) 149.000
(pertahankan SELL jika tembus 149.000)
Stop Loss : 151.000
(switch to BUY jika tembus 151.600)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2425.00 - 2427.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2433.00
2) 2439.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2462.14,
potensi target terdekat 2470, terjauh 2480!)
Stop Loss : 2419.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2418)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08200 - 1.08300
Target : 1) 1.08900
2) 1.09500
Stop Loss : 1.07600
(switch to SELL jika tembus 1.07500)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.27900 - 1.28100
Target : 1) 1.28700
2) 1.29300
Stop Loss : 1.27300
(Switch to SELL jika tembus 1.27300)
DISCLAIMER ON!
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.900 - 150.100
Target : 1) 149.300
2) 148.700
(pertahankan SELL jika tembus 149.000)
Stop Loss : 150.700
(switch to BUY jika tembus 152.600)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2435.00 - 2437.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2443.00
2) 2449.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2450.50,
potensi target terdekat 2460, terjauh 2480!)
Stop Loss : 2429.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2428)
DISCLAIMER ON!
Dolar mengalami koreksi terhadap sejumlah mata uang lainnya kecuali terhadap yen paska berakhirnya pertemuan moneter FOMC tadi malam. Sesuai perkiraan Fed tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan membuka peluang untuk melakukan pemangkasan pada pertemuan di bulan September mendatang. Dalam konferensi pers Ketua Fed - Jerome Powell mengatakan suku bunga acuan bisa diturunkan paling cepat pada bulan September mendatang jika inflasi turun sesuai dengan yang diharapkan, pertumbuhan ekonomi terus meningkat serta sektor tenaga kerja tetap stabil seperti kondisi ekonomi sekarang ini. Meski demikian Powell menambahkan Fed akan tetap memperhatikan data fundamental ekonomi dan belum memastikan keputusan menurunkan suku bunga tersebut. Komentar ini sesuai dengan antisipasi dan semakin memperkuat ekspektasi pasar akan langkah Fed berikutnya adalah memangkas suku bunga pada pertemuan selanjutnya di bulan September mendatang. Bahkan ekspektasi pasar masih mengharapkan untuk Fed memangkas untuk kedua kali dan tidak tertutup kemungkinan untuk ketiga kali hingga akhir tahun ini. Seiring dengan itu yield obligasi pemerintah AS yang menjadi indikasi kondisi suku bunga yang akan datang ikut turun dengan yield jangka 10 tahun turun hingga level terendah dalam 2 pekan terakhir sebanyak 9.6 bps, jangka 2 tahun juga turun 8.7 bps hingga level terendah sejak 2 Februari yang lalu. Sementara itu fundamental ekonomi di sektor tenaga kerja berupa data terisinya lowongan kerja swasta ADP mengalami penurunan menjadi 122K yang di bawah perkiraan 150K meski data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 150K menjadi 155K. Sedangkan indeks upah mengalami penurunan dari 1.2% menjadi hanya 0.9% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 1.0%. Data lain berupa PMI di negara bagian Chicago yang juga menurun dari 47.4 menjadi 45.3 walau tidak seburuk perkiraan turun hingga 44.8. Hari ini masih akan dirilis data dari sektor tenaga kerja berupa data PHK dari Challenger dan laporan mingguan Klaim Pengangguran serta data PMI sektor manufaktur. Data terpenting di sektor tenaga kerja berupa data Non-Farm Payroll (NFP) baru akan dirilis esok hari.
Yen menguat terhadap dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir paska pertemuan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang di luar perkiraan menaikkan suku bunga acuannya. BOJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak 15 bps menjadi 0.25% yang melampaui perkiraan hanya naik 10 bps dan bahkan masih membuka peluang untuk kenaikan suku bunga berikutnya jika memang diperlukan. Ini merupakan suku bunga tertinggi sejak tahun 2008 lalu dan juga angka kenaikan tertinggi sejak tahun 2007 yang lalu. Ketua BOJ saat ini yang baru menjabat belum lama ini sepertinya akan mendobrak kebijakan moneter ortodoks pimpinan BOJ sebelum-sebelumnya dengan mengakhiri kebijakan moneter ultra longgar sejak Maret lalu. Selain itu BOJ juga mengumumkan program tapering dengan memangkas anggaran pembelian obligasi senilai ¥400 miliar per kuartal hingga Maret 2026 mendatang hingga hanya mencapai ¥3 triliun. Sementara itu Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional yang baru - Atsushi Mimura pengganti Masato Kanda mengatakan pendekatan baku dengan intervensi masih menjadi pilihan untuk mengantisipasi pergerakan mata uang Yen yang tidak wajar dan akan lebih terbuka mengkomunikasikan langkah yang akan diambil kepada pasar. Data kepercayaan konsumen juga meningkat dari 36.4 menjadi 36.7 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 36.5. Data yang dirilis hari ini berupa PMI sektor manufaktur mengalami sedikit penurunan dari 49.2 menjadi 49.1.
Euro bergerak menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar secara umum. Sementara data inflasi di kawasan Uni Eropa kembali meningkat yang berpeluang akan menahan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mendatang. Data Estimasi CPI year-on-year di Uni Eropa meningkat menjadi 2.6% yang lebih tinggi dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.5%. Begitu pula dengan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, alkohol dan tembakau relatif stabil 2.9% sama seperti periode sebelumnya namun lebih tinggi dari perkiraan menurun 2.8%. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan juga data-data di sektor tenaga kerja serta buletin ekonomi dari ECB yang akan melaporkan rangkuman kondisi ekonomi di negara-negara anggota Uni Eropa.
Poundsterling relatif stabil terhadap dolar menjelang pertemuan moneter MPC oleh Bank Sentral Inggris (BOE) petang ini. BOE diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps dengan peluang menurut pasar sebanyak 66%. Meski demikian keputusan BOE hari ini masih diselimuti kekhawatiran akan kemungkinan akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya karena beberapa pejabat belum berbicara kepada publik sejak diumumkannya pemilu dadakan pada awal Juli lalu. Dengan anggota voting MPC yang pada pertemuan moneter sebelumnya mencapai 7-2 dengan 2 suara memilih untuk memangkas suku bunga. Apakah data-data ekonomi yang sudah dirilis akan menambah suara tersebut pada pertemuan moneter hari ini ? Jika BOE memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan diperkirakan hasil voting akan ketat dengan perbandingan 5-4. Inflasi di Inggris sudah mencapai target BOE 2% sehingga sudah waktunya bagi BOE untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Kekhawatiran akan potensi inflasi kembali naik terutama dari sektor jasa yang masih sulit turun menjadi satu-satunya alasan anggota voting memilih untuk menunda penurunan suku bunga acuan. Hasil pertemuan moneter MPC akan diumumkan pada pukul 18:00 WIB. Diikuti dengan konferensi pers dari Gubernur BOE - Andrew Bailey 30 menit kemudian.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



