Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun berhasil rebound di sesi perdagangan hari Kamis. Hal ini juga mendukung penguatan dolar berlanjut di hari pertama Mei. Emas sempat mendapatkan kenaikan saat data AS dirilis relatif lebih rendah dari perkiraan, kecuali ISM yang tidak selemah yang dikhawatirkan.
Data ISM Manufacture dirilis 48.7 vs ekspektasi 48.0, sedangkan versi S&P Global berada di 50.2 vs ekspektasi 50.7. Dan initial jobless claims melonjak menjadi 241K, vs ekspektasi 224K. Lonjakan klaim pengangguran tersebut membuat pasar berpikir tentang dampak ketidakpastian tarif yang mulai berdampak pada tenaga kerja. Meski demikian secara agregat lonjakan tersebut pernah terlihat di sekitar Februari 2025 dengan angka 242K saa itu, naik dari 220K sebelumnya.
Faktor Penyebab Penurunan
Ada dua faktor yang diperkirakan menjadi penyebab penurunan emas di hari Kamis. Yang pertama datang dari kesepakatan mineral antara AS dan Ukraina. Kesepakatan tersebut membuat AS memiliki hak Istimewa untuk mengelola sumber daya alam Ukraina, termasuk di dalamnya minyak dan gas alam (selain aluminium dan grafit).
Kesepakatan tersebut menjadi sinyal bahwa AS serius ingin perang Ukraina dan Rusia segera berakhir. Dengan AS menaruh kepentingan di Ukraina, maka Rusia diperkirakan tidak lagi melakukan serangan ke Ukraina sehingga diharapkan perdamaian segera terwujud. Meredanya geopolitik membuat safe haven emas mereda.
Faktor kedua datang dari informasi seputar hubungan AS dan China. Setelah berkali-kali pihak AS termasuk Trump selalu mengklaim bahwa China sudah berdiskusi tentang tarif dan Xi Jinping dikabarkan sudah menelpon Trump yang berakhir dengan sanggahan dari pihak China, kabar terbaru menyebut bahwa AS sudah lebih proaktif melalui semua channel untuk mengajak China melakukan negosiasi.
Kabar tersebut dikonfirmasi pihak China. Via Bloomberg, Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa AS sudah mengambil inisiatif untuk menyampaikan kepada China bahwa AS berharap untuk berbicara tentang perdagangan. China saat ini sedang melakukan penilaian terhadap negosiasi perdagangan AS.
China ingin AS memperbaiki kesalahan tarif karena AS dianggap secara sepihak sudah memulai perang dagang tarif. China mendesak AS untuk menunjukkan kesungguhan jika ingin melakukan negosiasi. China sedang mengevaluasi kemungkinan negosiasi tersebut dan mengatakan bahwa pintu terbuka untuk melakukan negosiasi tersebut.
Seperti yang pernah diulas di artikel sebelumnya, jika terdapat kabar minimal “ada komunikasi untuk mengadakan negosiasi”, maka safe haven akan reda karena ekspektasi meredanya ketegangan dagang kedua pihak. Dan itulah yang terjadi pada emas kemarin. Namun, kita perlu melihat lebih lanjut dari komitmen kedua pihak apakah segera terjadi pertemuan dan bagaimana hasil dari kesepakatan tersebut untuk mendapat kepastian dan juga kemungkinan meredanya ketegangan tentang perang tarif keduanya.

Apakah dengan rencana negosiasi AS dan China akan menjadi pertanda berakhirnya kenaikan emas? Jawabannya bisa dipastikan tidak!
Cek kembali dengan apa yang selalu kami ingatkan di akhir artikel bahwa masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi.
Ini artinya meredanya ketegangan dagang AS dan China hanya akan meredam kenaikan emas sementara waktu. Hal lain yang juga dinantikan pasar (termasuk Trump) adalah tentang penurunan suku bunga bank sentral (Federal Reserve AS). Dalam pernyataannya Powell selalu menekankan bahwa bank sentral masih menahan diri untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut karena ingin memastikan tentang dampak tarif terhadap inflasi.
Tarif dikhawatirkan akan mengakibatkan tekanan inflasi kembali terjadi (yang berarti inflasi kembali naik) sehingga membuat Fed urung menurunkan suku bunga. Bahkan sempat dikhawatirkan akan membuat Fed terpaksa menaikkan suku bunga jika inflasi menjadi tidak terkendali akibat tarif.
Jika memang kesepakatan dagang keduanya tercapai, dan ketidakpastian akibat tarif mereda, maka inflasi secara teori seharusnya relatif mudah turun dan berarti juga menandakan proses disinflasi yang diinginkan Fed berlanjut. Dengan turunnya inflasi, maka Fed akan lebih mudah dan lebih cepat untuk menurunkan suku bunga. Emas akan berpotensi naik jika Fed semakin dekat dengan penurunan suku bunga.
Jika negosiasi berjalan lambat atau kembali stuck, maka kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi akibat tarif kembali menguat, dan status safe haven emas kembali mendorong harga mengalami kenaikan.
Fokus Malam ini
Investor akan mencermati data ekonomi AS sebagai acuan untuk pertimbangan suku bunga Fed di pertemuan berikutnya. Data nonfarm payrolls dan unemployment rate di jam 19.30 WIB akan menjadi pemicu pergerakan selanjutnya.
NFP diperkirakan turun menjadi 133K dari sebelumnya 209K, dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4.2% Jika sesuai ekspektasi atau jauh lebih rendah (NFP turun, tingkat pengangguran naik), maka emas punya peluang untuk naik tembus resistance 3260 atau bahkan lanjut di atas 3380. Sebaliknya, jika data lebih baik dari ekspektasi (NFP naik, tingkat pengangguran turun), atau bahkan secara mengejutkan jauh lebih kuat dari ekspektasi, maka emas berpeluang turun dan koreksi berpotensi lanjut tembus di bawah 3200.
Secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish,dan pertahanan 3260 berhasil dijebol setelah bertahan selama 1 minggu terakhir. Penurunan juga sentuh 3202 dan jika menghitung penurunan sejak cetak rekor 3500, maka sudah terjadi koreksi turun $298. Beberapa bulan terakhir, setiap emas cetak rekor baru, selalu diikuti dengan koreksi turun kisaran $240-$300. Dengan demikian penurunan sampai tadi malam ke 3202 tercatat sebagai range koreksi yang cukup besar dan secara teori sangat mungkin tekanan turun sudah mulai berkurang.
Secara teknis, area 3200 adalah support psikologis, dan terjauh area 3167-3170 sebagai support critical jika terjadi tekanan kembali pasca data NFP nanti malam. Namun demand diperkirakan akan cukup kuat menahan tekanan tersebut. Sedangkan bullish dianggap kembali lebih kuat jika mampu naik minimal di atas 3260 kembali, atau lebih baik jika di atas 3280.

Di H4, Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2969 (FR 100%) sampai puncak 3500 (FR 0%). Secara teknis, penurunan masih dalam ukuran wajar dari area koreksi yang terlihat di FR 50%. Meski sempat turun hingga 3202, harga berangsur-angsur pulih dan di sesi Asia pagi ini berhasil naik hingga 3253.
Tapi bullish belum pulih secara keseluruhan selama resistance 3260, yang sebelumnya berperan sebagai support kuat, ditembus. Artinya, dalam jangka pendek, Anda masih bisa lakukan sell selama tidak tembus 3260. Namun di sisi penurunan, area 3202 kemarin akan menjadi area support psikologis, termasuk juga dengan FR 61.8% di 3172 dan MA 200 di 3160. Zona demand diperkirakan akan lebih kuat di kisaran MA 200 dan FR 61.8% tersebut. Artinya, jika penurunan sudah sentuh atau mendekati zona tersebut, maka Buy bisa dipertimbangkan dengan SL idealnya di bawah 3160 (di bawah MA 200).
Dengan pertimbangan NFP nanti malam dirilis lebih lemah, maka kami mengincar buy di kisaran terdekat dengan low tadi malam 3202. Tapi jika tidak terjadi penurunan sampai 3202, maka alternatif buy bisa dilakukan saat terjadi penembusan di atas 3260-3262, dan bisa dipertahankan jika data NFP mendukung penembusan di atas resistance 3282 (area orange kisaran 3282-3307 menjadi resistance psikologis).
Sebaliknya, SELL jangka pendek selain bisa dilakukan selama 3260 tidak ditembus, Anda bisa pertimbangkan SELL jika data NFP dirilis secara mengejutkan lebih kuat dari perkiraan. Data NFP di atas 210K akan berpeluang membuat emas kembali ditekan hingga kisaran 3200 kembali atau lebih.
Mengingat kondisi fundamental yang mendasari bullish emas saat ini belum hilang seluruhnya, seperti: pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang masih berjalan (meskipun nantinya AS dan China sepakat bertemu negosiasi), ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, sehingga diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven. Dengan demikian penurunan diperkirakan relatif terbatas.

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 3255.40, dengan high di 3255.48 dan low 3227.40. Harga mengalami rebound pagi ini pasca tekanan turun tadi malam sentuh 3202. Secara umum, hal ini masih sesuai perkiraan kami sebelumnya di mana meskipun 3260 dan 3245 berhasil ditembus, area 3200 adalah zona support psikologis, sehingga ada kecenderungan untuk menahan laju penurunan sementara waktu.
Secara teori, kami mendeteksi adanya pembentukan pola falling wedge seperti terlihat pada grafik. Jika perhitungan kami benar, maka seharusnya kenaikan pagi ini di sesi Asia bukanlah sinyal buy selama resistance 3274 tidak ditembus (resistance falling wedge). Artinya akan ada potensi swing low terakhir yang diperkirakan akan kembali mendekati support 3202, bisa sedikit lebih tinggi atau sedikit lebih rendah.
Zona 3193-3167 sebagai potensi area demand sehingga peluang rebound diperkirakan akan lebih kuat di zona tersebut. Namun, area support kisaran 3197-3202 diperkirakan cukup efektif untuk diincar sebagai area buy, dengan asumsi bahwa swing low masih bisa terjadi ke area tersebut. Alternatif lainnya buy bisa tetap dilakukan asalkan resistance 3174 berhasil ditembus, dan menjadi pemicu reversal bullish karena resistance dari falling wedge berhasil ditembus.
Sebaliknya, jika resistance 3174 gagal atau belum berhasil ditembus, maka peluang sell bisa dilakukan dengan SL di atas 3174 untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi penembusan tersebut. Tapi target penurunan diperkirakan hanya akan berada di kisaran 3245 atau 3235. Sedangkan skenario terburuk adalah penurunan sampai 3200, itu bisa terjadi hanya jika data NFP nanti malam benar-benar mengejutkan dirilis lebih tinggi dari ekspektasi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 3200.00 – 3202.00
(atau cek di artikel untuk opsi buy lainnya)
Target/Reward : 3214.00 ($13 - $15)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3260.00,
Target terdekat 3268, terjauh 3280, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3194.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3195.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 3190.00 – 3192.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif jangka pendek)
Target/Reward: 3178.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3198.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3196)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.13000– 1.13200 Target : 1) 1.12400 2) 1.11800 SL : 1.13800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.12500 Switch to BUY jika tembus 1.14000 atau jika dolar berbalik melemah setelah data nfp |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33100– 1.33400 Target : 1) 1.32500 2) 1.31900 SL : 1.34000 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32400 Switch to BUY jika tembus 1.34500 atau jika dolar melemah pasca data nfp |


| Suggest : BUY on Dip Area : 144.700 – 144.900 Target : 1) 145.500 2) 146.100 SL : 144.100 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 144.000 atau jika dolar melemah pasca NFP Pertahankan/Follow BUY jika tembus 145.900 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3200.00 – 3202.00 Target : 1) 3208.00 2) 3214.00 SL : 3194.00 (ideal 3-5 points di bawah 3195.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3260 Switch to SELL jika tembus 3190 Sell dominan selama tidak naik di atas 3260 dalam waktu dekat |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



| Support : 1.12641 (S1) 1.10768 (S2) 1.09350 (S3) Suggest : SELL on Rally Area : 1.13400– 1.13600 Target : 1) 1.12800 2) 1.12200 SL : 1.14200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33300– 1.33500 Target : 1) 1.32700 2) 1.32100 SL : 1.34100 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32700 Switch to BUY jika tembus 1.34500 atau jika dolar melemah pasca data |


| Suggest : BUY on Dip Area : 142.800 – 143.000 Target : 1) 143.600 2) 144.200 SL : 142.200 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 142.000 atau gagal tembus 144.000 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 143.200 |



| Suggest : SELl on Rally Area : 3260.00 – 3262.00 Target : 1) 3254.00 2) 3248.00 SL : 3268.00 (ideal 3-5 points di atas 3267.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3235 Switch to BUY jika tembus 3280 Sell dominan selama tidak naik di atas 3260 dalam waktu dekat |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



| Suggest : BUY on Dip Area : 1.13400– 1.13600 Target : 1) 1.14200 2) 1.14800 SL : 1.12800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.14300 Switch to SELL jika tembus 1.12800 atau jika dolar menguat pasca data ekonomi malam nanti |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.33300– 1.33500 Target : 1) 1.34100 2) 1.34700 SL : 1.32700 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34500 Switch to SELL jika tembus 1.32500 atau jika dolar menguat pasca data nanti malam |


| Suggest : SELL on Rally Area : 142.300 – 142.500 Target : 1) 141.700 2) 141.100 SL : 143.100 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 143.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.900 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3275.00 – 3277.00 Target : 1) 3283.00 2) 3290.00 SL : 3269.00 (ideal 3-5 points di bawah 3267.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3343 Ideal buy : 3260-3290 Switch to SELL jika tembus 3260 atau jika gagal tembus 3350 (short term only) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Dolar sedikit terangkat terhadap mata uang lainnya seiring dengan adanya sinyal akan rencana pemerintahan Presiden Trump untuk mengurangi kenaikan tarif impor kendaraan pada produsen mobil domestik dan juga tercapainya negosiasi dengan satu mitra dagang AS serta prospek mitra lainnya yang segera akan menyusul. Presiden Trump melalui eksekutif order berencana mengurangi tarif terhadap produk otomotif terutama suku cadang dan bahan baku setelah mendengarkan keluhan dari produsen kendaraan domestik di AS. Menteri Perdagangan - Howard Lutnick menyampaikan bahwa pemerintah AS sudah mencapai kesepakatan final dengan satu mitra dagangnya dan menunggu persetujuan sebelum diumumkan secara publik. Sedangkan Menteri Keuangan – Scott Bessent juga mengatakan pemerintah sudah mencapai perundingan yang lebih mendalam pada negosiasi kenaikan tarif impor dengan prospek terdekat akan tercapai dengan India dan Korea Selatan. Bessent menambahkan setidaknya ada 17 mitra dagang yang sedang bernegosiasi dan diharapkan akan dapat diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Sementara perundingan dagang antara AS versus China masih belum ada perkembangan yang berarti. Bessent mengatakan seiring dengan waktu, pemerintah China akan menyadari bahwa kenaikan tarif impor tidak bersifat permanen dan ada kemungkinan China akan kehilangan 10 juta lapangan kerja akibat kenaikan tarif impor ini. China sendiri sudah mulai melunak setelah memberikan kelonggaran terhadap sejumlah produk AS dari kenaikan tarif impor sebanyak 125% diantaranya produk ethane, farmasi, semikonduktor dan produk2 untuk keperluan ruang angkasa. Mata uang dolar juga mendapat dukungan menguat menjelang tutup buku perusahaan di akhir bulan ini dengan meningkatnya permintaan guna menyeimbangkan neraca keuangan. Data ekonomi yang dirilis semalam justru tidak mendukung penguatan mata uang dolar dengan data kepercayaan konsumen merosot tajam hingga level terendah dalam 5 tahun terakhir dengan indeks hanya mencapai 86.0 lebih rendah dari perkiraan turun 89.0 meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik dari 92.9 menjadi 93.9. Begitu pula dengan data tersedianya lowongan kerja mengalami sedikit penurunan menjadi hanya 7.19M yang juga lebih rendah dari perkiraan 7.40M dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 7.57M menjadi 7.48M. Hari ini akan dirilis data penting berupa pertumbuhan ekonomi GDP dan juga indikator inflasi PCE serta personal income/spending yang menjadi acuan bagi Fed untuk menentukan kebijakan moneternya. Selain itu ada juga data dari sektor tenaga kerja berupa terisinya lapangan kerja swasta ADP dan indeks manufaktur negara bagian Chicago.
Yen ikut terkoreksi seiring dengan pulihnya mata uang dolar, selain itu kemarin Jepang libur merayakan Showa Day. Bank Sentral Jepang (BOJ) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis ini dengan perkiraan tidak akan menaikkan dan masih akan mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu menunggu kejelasan dampak kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Sementara perundingan dagang dengan AS masih belum final dan akan dilanjutkan dengan pertemuan dua menteri keuangan pekan depan. Data ekonomi yang dirilis pagi ini menunjukkan kondisi ekonomi masih mixed dengan data Retail Sales bulan lalu mengalami penurunan menjadi -1.2% lebih buruk dari perkiraan -0.2% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun lalu justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 3.1% meski tidak sebanyak perkiraan 3.3% dan data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari 1.4% menjadi 1.3%. Sedangkan data industrial production mengalami penurunan.
Euro juga mengalami koreksi terhadap mata uang dolar meski secara bulan ini masih terhitung menguat dengan kenaikan terbanyak sejak November tahun 2022 yang lalu. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sekaligus Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone memberikan peringatan kenaikan tarif impor berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dan juga menaikkan inflasi yang bisa berakibat sama seperti resesi. Polarisasi ekonomi global juga dikhawatirkan akan menjadi kendala pertumbuhan ekonomi secara global dengan perubahan arah laju modal dan bahkan bisa menggeser status mata uang dolar dari asset safe haven. Untuk itu ECB harus segera menurunkan suku bunga acuannya lebih lanjut pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Juni mendatang. Data ekonomi berupa kepercayaan konsumen di Jerman meningkat -20.6 yang lebih baik dari perkiraan -28.0 dan data periode sebelumnya direvisi sedikit lebih baik dari -24.5 menjadi -24.3. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP dan data inflasi di Prancis dan Jerman serta data inflasi untuk Uni Eropa secara keseluruhan. Di Jerman juga akan dirilis data Retail Sales.
Poundsterling menurun dari hari sebelumnya terhadap dolar, namun belum jauh dari level tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Menteri Keuangan - Rachel Reeves menekankan untuk meningkatkan hubungan dagang dengan tetangga terdekatnya, yaitu Uni Eropa. Inggris tidak terlalu risau dengan agenda kenaikan tarif impor AS karena neraca perdagangan AS mengalami surplus dibandingan dengan negara lainnya. Bahkan pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) – Megan Green mengatakan kenaikan tarif impor AS justru akan menekan turun inflasi dan bukan sebaliknya sehingga suku bunga acuan berpeluang untuk diturunkan dan satu-satunya kendala adalah adanya rencana kenaikan pajak pendapatan. BOE diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan lebih lama lagi. Hari ini tidak ada data penting, hanya data dari sektor perumahan.


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.13400– 1.13600 Target : 1) 1.14200 2) 1.14800 SL : 1.12800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.14300 Switch to SELL jika tembus 1.12800 atau gagal tembus 1.15000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.33600– 1.33800 Target : 1) 1.34400 2) 1.35000 SL : 1.33000 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34500 Switch to SELL jika tembus 1.32800 atau gagal tembus 1.35500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 142.500 – 142.700 Target : 1) 141.900 2) 141.300 SL : 143.300 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 144.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.900 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3312.00 – 3314.00 Target : 1) 3320.00 2) 3326.00 SL : 3306.00 (ideal 3-5 points di bawah 3305.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3351 Ideal buy : 3272-3290 Switch to SELL jika tembus 3260 atau jika gagal tembus 3350 (short term only) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




