

| Suggest : SELL on Rally Area : 1.14400– 1.14600 Target : 1) 1.13800 2) 1.13200 SL : 1.15200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.13000 Switch to BUY jika tembus 1.15500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33400– 1.33600 Target : 1) 1.32800 2) 1.32200 SL : 1.34200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32300 Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 141.200 – 141.400 Target : 1) 142.000 2) 142.600 SL : 140.600 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 140.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 142.300 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 3382.00 – 3384.00 Target : 1) 3376.00 2) 3370.00 SL : 3390.00 (ideal 3-5 points di atas 3392.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3360 Opsi SELL : 3386, 3407 (lower risk) Switch to BUY hanya jika tembus 3430 (FR 61.8%) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Dolar sedikit pulih setelah beberapa hari terakhir terus melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan sedikit optimisme akan terjadinya perundingan dagang antara AS dengan China. Dan didukung oleh rebound di bursa saham karena laporan keuangan sejumlah emiten blue chip yang lebih baik dari perkiraan. Sementara isu seputar usaha Presiden Trump untuk melengserkan Jerome Powell dari posisi jabatan Ketua Fed semakin santer. Tindakan yang akan mempengaruhi kepercayaan dunia keuangan terhadap independensi Fed di masa depan. Trump sudah sejak lama menginginkan suku bunga rendah bahkan sejak menjadi Presiden pada periode pertamanya dahulu. Trump mengkritik langkah yang diambil oleh Powell dengan menyebutnya sebagai "pecundang besar" dan menuntut Fed untuk segera menurunkan suku bunga. Seperti diketahui Fed baru memangkas suku bunga acuannya sebanyak 3 kali mulai September dan berhenti di bulan Desember tahun lalu. Sejak itu Fed belum melanjutkan pemangkasan bertepatan dengan dimulainya periode kedua masa kepemimpinan Trump sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Penurunan suku bunga acuan diharapkan akan sangat membantu perusahaan dalam membayar hutang dan menekan harga jual sehingga diharapkan dapat memicu kembali serta meningkatkan aktifitas ekonomi. Dengan demikian akan mengurangi beban dari agenda kenaikan tarif impor AS yang dilancarkan oleh AS terhadap mitra dagangnya. Namun langkah ini direspon negatif oleh pasar karena dianggap mencederai kepercayaan pasar akan independensi Federal Reserve dan campur tangan politik ini akan terus membayangi keputusan Fed di masa yang akan datang. Atas kemungkinan hilangnya kepercayaan ini membuat investor mengalihkan investasi di AS menjadi aset safe haven mulai dari Swiss Franc, Yen dan komoditas Emas. Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh pejabat Fed sendiri dengan Gubernur Fed Chicago – Austan Goolsbee mengatakan independensi Fed dalam memerangi inflasi amat sangat kritis sehingga mengharapkan AS tidak beralih membatasi independensi Fed untuk memutuskan kebijakan moneter dan bebas dari tekanan politik sama sekali. Soal inflasi, Goolsbee mengatakan jangka pendek ekspektasi inflasi cenderung naik, namun yang lebih penting adalah untuk jangka panjang diharapkan tidak naik lagi. Gubernur Fed Mineapolis – Neel Kashkari dalam pidato semalam juga menekankan pentingnya independensi Fed untuk memberikan keputusan moneter yang tepat pada ekonomi. Sementara itu perang dagang dengan China semakin memanas dengan AS pada akhirnya menaikkan kenaikan tarif impor sebanyak 245%. Pihak China sendiri masih terus menyatakan sikap siap berperang dan tidak akan menyerah hingga akhir. Terlebih setelah Wakil Presiden - JD Vance menyebut China sebagai orang udik yang berkonotasi terbelakang secara ekonomi. China mengkritisi ucapan tersebut karena dianggap menghina martabat China dan meminta AS untuk menunjukkan sikap saling menghormati. Kabar terakhir dari Menteri Keuangan - Scott Bessent dalam pertemuan tertutup masih yakin bahwa perang dagang dengan China masih bisa diredakan walau perlu usaha yang lebih keras karena belum ada tanda-tanda akan dimulainya perundingan antara keduanya. Sedangkan data ekonomi berupa indeks manufaktur di negara bagian Richmond relatif masih menurun dari -4 menjadi -13 yang lebih buruk dari perkiraan turun -6. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Yen juga kembali terkoreksi terhadap dolar setelah sebelumnya sempat menembus di bawah level 141. Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan masih akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya dengan inflasi yang terus cenderung naik. Namun dengan adanya ketidakpastian akan kenaikan tarif impor dari AS membuat kenaikan tersebut sepertinya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Pertemuan moneter BOJ terdekat dijadwalkan pada pekan depan tepatnya pada 1 Mei nanti. Dampak ekonomi global akibat kenaikan tarif impor AS masih belum bisa diprediksi, namun diperkiran tidak akan banyak mengganggu siklus kenaikan upah dan inflasi di Jepang. Pekan ini Perdana Menteri - Shigeru Ishiba dan Menteri Keuangan - Katsunobu Kato akan berada di AS untuk berunding dengan Presiden Trump dan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent bersamaan dengan pertemuan Menteri Keuangan G20 disela-sela pertemuan musim semi IMF. Jepang sendiri sebenarnya bisa menggunakan obligasi untuk negosiasi, sebagai pemegang terbesar surat berharga AS tersebut yang mencapai lebih dari $1triliun. Namun Jepang tidak menggunakannya karena menghargai negosiasi harus berdasarkan kepercayaan kedua belah pihak untuk menciptakan stabilitas baik bilateral maupun secara global. Jepang berencana akan membeli lebih banyak energi dari AS berupa LNG yang masih menjadi pertanyaan kemampuan AS dalam menghantarkannya. Dan melonggarkan aturan keamanan kendaraan yang selama ini menjadi kendala non-tarif bagi produk otomotif AS karena tidak memenuhi standar keamanan dan jalan di Jepang.
Euro juga sama mengalami koreksi terhadap dolar setelah sebelumnya sempat menembus level 1.15. Pekan lalu Bank Sental Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan lalu dari 2.65% menjadi 2.40%. Dengan suara bulat pejabat ECB memangkas suku bunga acuan untuk ke 7 kalinya sejak berakhirnya pandemi lalu. Dalam konferensi pers Presiden ECB - Christine Lagarde secara tegas mengatakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan berikutnya. Hal sama juga disampaikan oleh pejabat ECB lainnya pasca berakhirnya pertemuan moneter tersebut. Sementara negosiasi dagang dengan AS sepertinya akan berjalan lancar seiring dengan kenaikan tarif impor yang tidak sebanyak perkiraan pasar dan diharapkan tidak akan memperburuk kondisi ekonomi di kawasan ini. Kepercayaan Konsumen di kawasan ini juga memburuk seiring dengan kekhawatiran akan dampak kenaikan tarif impor AS. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga ikut terkoreksi terhadap dolar meskipun kondisi ekonomi di Inggris mulai pulih dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Sedangkan tekanan inflasi mulai menurun yang merupakan kondisi ideal bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Ditambah dengan upah pekerja di Inggris juga masih cenderung meningkat sebanyak 3% dalam triwulan terakhir. Selain itu Inggris juga tidak terancam oleh kenaikan tarif impor AS kecuali di sektor otomobil. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey.


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.14000– 1.14200 Target : 1) 1.14800 2) 1.15400 SL : 1.13400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.15000 Switch to SELL jika tembus 1.13400 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.33100– 1.33300 Target : 1) 1.33900 2) 1.34500 SL : 1.32500 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34000 Switch to SELL jika tembus 1.32000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 141.200 – 141.400 Target : 1) 140.600 2) 140.000 SL : 142.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 142.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 140.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3412.00 – 3414.00 Target : 1) 3420.00 2) 3426.00 SL : 3406.00 (ideal 3-5 points di bawah 3405.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3466 (high risk) Opsi buy : 3388-3400 (lower risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3380 (short term) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya setelah libur panjang Paskah di akhir pekan, akibat kekhawatiran akan buruknya ekonomi domestik AS akibat agenda kenaikan tarif impor terhadap mitra dagangnya terutama dengan China yang melambung hingga 245%. Hal ini akan berdampak tidak hanya dalam skala bilateral, namun juga dipastikan akan berdampak secara global. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan menurun akibat kenaikan tarif impor ini, meski tidak sampai terjadi resesi. Kondisi ini juga mempersulit langkah Fed dimana konsekuensi langsung akan pelambatan ekonomi. Seharusnya Fed menurunkan suku bunga, namun potensi terjadinya kenaikan inflasi juga meningkat sehingga Fed perlu menaikkan atau setidaknya mempertahankan suku bunga acuan yang masih tinggi saat ini. Dalam beberapa pidato Ketua Fed - Jerome Powell juga masih menahan diri dan belum secara tegas mengatakan langkah apa yang akan diambil dalam waktu dekat ini. Presiden Trump sudah sejak lama menginginkan suku bunga rendah guna mendongkrak ekonomi sehingga sikap Ketua Fed tersebut tidak terlalu disukai. Trump secara terbuka menyerang Powell di media sosial miliknya dengan menuduh Powell menjalankan misi politiknya sendiri dan berharap dapat segera diturunkan dari jabatannya. Penasehat ekonomi Gedung Putih - Kevin Hassett mengatakan Presiden Trump dan timnya sedang berusaha mencari jalan untuk melengserkan Powell jika memungkinkan. Langkah ini dinilai sangat beresiko di tengah wacana kenaikan tarif yang masih mengambang karena tiba-tiba mengalami penundaan selama 90 hari setelah 2 hari diumumkan. Kepercayaan akan independensi bank sentral dan kepercayaan akan pengganti Powell nantinya akan menjadi pertanyaan besar jika Powell dilengserkan sebelum masa jabatannya berakhir. Kekacauan akan tarif impor ditambah dengan pelengseran Ketua Fed akan berdampak buruk bagi dunia keuangan karena merusak kepercayaan akan independensi bank sentral dan juga kepercayaan akan kepemimpinan Presiden Trump sekaligus. Kondisi ini mengakibatkan investor mengalihkan asetnya menjauh dari mata uang dolar, bursa saham AS dan juga surat berharga lainnya. Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee kemarin menyatakan kepeduliannya dengan mengatakan harapannya agar AS tidak mengubah independensi bank sentral dalam menentukan kebijakan moneter ditunggangi oleh kepentingan politik. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data Durable Goods Order dan hasil survey dari University of Michigan.
Yen juga bergerak menguat seiring dengan melemahnya dolar setelah perundingan dagang dengan AS sepertinya berjalan lancar. Presiden Trump yang di luar perkiraan ikut hadir dalam negosiasi mengatakan negosiasi menghasilkan kemajuan besar. Terkait dengan tuduhan manipulasi mata uang, Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba mengatakan tetap mengedepankan asas keadilan. Diskusi masalah mata uang akan dilanjutkan oleh Menteri Keuangan - Katsunobu Kato bersama Menteri Keuangan AS - Scott Bessent pekan ini bersamaan dengan pertemuan Menteri Keuangan G20 disela-sela pertemuan musim semi IMF. Trump mengenakan kenaikan tarif impor sebanyak 24% terhadap Jepang, namun seperti sudah disebutkan sebelumnya ditunda hingga awal Juli mendatang. Kenaikan awal sebanyak 10% tetap berlaku dan kenaikan sebanyak 25% terhadap produk kendaraan masih diberlakukan yang merupakan ekspor utama Jepang. Jepang juga akan melonggarkan aturan keselamatan sebagai hasil dari negosiasi dagang yang selama ini dianggap sebagai kendala non-tarif terhadap produk otomobil AS. Menurut Jepang dan pakar otomobil mengatakan produsen mobil Detroit selama ini tidak memenuhi standar jalan dan pengemudi di Jepang. Jepang sendiri sebenarnya bisa menggunakan obligasi untuk negosiasi, sebagai pemegang terbesar surat berharga AS tersebut yang mencapai lebih dari $1triliun. Namun Jepang tidak menggunakannya karena menghargai negosiasi harus berdasarkan kepercayaan kedua belah pihak untuk menciptakan stabilitas bilateral dan secara global. Jepang berencana akan membeli lebih banyak energi dari AS berupa LNG yang masih menjadi pertanyaan kemampuan AS dalam menghantarkannya.
Euro juga menguat hingga level tertinggi dalam 3 tahun terakhir terhadap dolar meski sebelumnya sempat melemah setelah Bank Sental Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan lalu. Dengan suara bulat pejabat ECB memangkas suku bunga acuan untuk kali ke-7 sejak berakhirnya pandemi lalu. Dalam konferensi pers Presiden ECB - Christine Lagarde secara tegas mengatakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan berikutnya. Hal sama juga disampaikan oleh pejabat ECB lainnya paska berakhirnya pertemuan moneter tersebut. Sementara negosiasi dagang dengan AS sepertinya akan berjalan lancar seiring dengan kenaikan tarif impor yang tidak sebanyak perkiraan pasar yang diharapkan tidak akan memperburuk kondisi ekonomi di kawasan ini. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data kepercayaan konsumen dan pidato dari Presiden ECB Lagarde pada esok hari.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar seiring melemahnya mata uang dolar. Sementara kondisi ekonomi di Inggris mulai pulih dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Sedangkan tekanan inflasi mulai menurun yang merupakan kondisi ideal bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Selain itu Inggris juga tidak terancam oleh kenaikan tarif impor AS kecuali di sektor otomobil. Namun yang masih perlu dipertimbangkan adalah menurunnya permintaan global akibat kenaikan tarif impor AS setelah berakhirnya penundaan 90 hari atau di awal Juli mendatang. Sehingga perkiraan pasar masih belum terlalu jelas akan langkah yang akan diambil oleh BOE dalam pertemuan moneter yang dijadwalkan pada awal bulan depan nanti. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey pada hari Rabu lewat tengah malam.


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.13700– 1.13900 Target : 1) 1.14500 2) 1.15100 SL : 1.13100 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.14800 Switch to SELL jika tembus 1.12700 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.32500– 1.32700 Target : 1) 1.33300 2) 1.33900 SL : 1.31900 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.33700 Switch to SELL jika tembus 1.31500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 141.500 – 141.700 Target : 1) 140.900 2) 140.300 SL : 142.300 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 143.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 140.900 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3340.00 – 3342.00 Target : 1) 3348.00 2) 3354.00 SL : 3334.00 (ideal 3-5 points di bawah 3330.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3389 Opsi buy : 3314-3327 (lower risk, tutup gap) Switch to SELL hanya jika tembus 3310 (short term) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



| Suggest : SELL on Rally Area : 1.13600– 1.13800 Target : 1) 1.13000 2) 1.12400 SL : 1.14400 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.13000 Switch to BUY jika tembus 1.14600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.32500– 1.32700 Target : 1) 1.31900 2) 1.31300 SL : 1.33300 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32000 Switch to BUY jika tembus 1.33500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 142.800 – 143.000 Target : 1) 142.100 2) 141.500 SL : 143.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 143.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3320.00 – 3322.00 Target : 1) 3328.00 2) 3334.00 SL : 3314.00 (ideal 3-5 points di bawah 3314.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3362 Opsi buy : 3284-3300 (lebih lower risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3314 (short term) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




