logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap atas kenaikan tarif yang baru dari Presiden Trump dan juga data fundamental ekonomi berupa aktifitas bisnis yang meningkat di AS. Data PMI di sektor jasa meningkat tajam dari 51 menjadi 54.3 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 51.2. Data di sektor jasa ini sekaligus mengdongkrak data di sektor manufaktur yang masih menurun dari 52.7 menjadi 49.8 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 52.1. Sehingga secara komposit data PMI relatif masih baik yaitu meningkat dari 51.6 menjadi 53.5 yang lebih baik dari perkiraan sedikit menurun 51.5. Angka di atas ambang 50 menunjukkan aktifitas ekonomi dalam zona ekspansif. Disamping memang sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi di AS lebih besar hampir ¾ dari GDP. Sementara itu juga administratif Presiden Trump membuat pengecualian terhadap beberapa sektor yang akan terdampak oleh kenaikan tarif impor AS yang akan segera diberlakukan pekan depan. Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Trump perihal negosiasi kenaikan tarif akan berakhir dan akan efektif berlaku pada 2 April mendatang. Perubahan sikap Presiden Trump membuat sedikit berkurang kekhawatiran tersebut walau belum sepenuhnya merasa lega. Sebelumnya agenda ekonomi tersebut dikhawatirkan akan memicu inflasi dan akan melambatkan pertumbuhan ekonomi global. Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic memperkirakan hanya akan terjadi sedikit perubahan inflasi dalam beberapa bulan mendatang yang membuat spekulasi meningkat bahwa Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps atau 1 kali hingga akhir tahun nanti. Meskipun dalam pertemuan moneter FOMC pekan lalu Fed masih memproyeksikan suku bunga acuan tetap akan dipangkas sebanyak 50 bps dalam 2 kali pertemuan hingga Desember nanti. Pada intinya Fed masih akan melihat dampak yang diakibatkan oleh agenda kenaikan tarif Presiden Trump terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga paruh kedua tahun ini untuk menentukan langkah moneter yang sesuai dengan kondisi ekonomi. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond serta data-data di sektor perumahan.

Yen juga semakin melemah terhadap dolar seiring dengan masih belum pastinya Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuannya. Dalam pertemuan moneter BOJ pekan lalu tidak membuat perubahan suku bunga acuan meskipun inflasi masih jauh di atas target. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda menyatakan menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS. Setelah itu masih belum ada indikasi dari pejabat BOJ manapun yang berkomentar pasca pertemuan moneter pekan lalu. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI dari internal BOJ.

Euro masih cenderung melemah terhadap dolar setelah data PMI di sektor jasa mengalami penurunan dari 50.6 menjadi 50.4 yang lebih jelek dari perkiraan meningkat 51.2. Sementara di sektor manufaktur meski meningkat dari 47.6 menjadi 48.7 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 48.3, namun masih di bawah ambang batas 50 yang menandakan kondisi sektor ini masih dalam zona kontraksi. Dengan kondisi ekonomi yang masih rentan dan ancaman kenaikan tarif impor dari AS menjadi sentimen negatif untuk aset-aset Eropa. Meskipun stimulus fiskal senilai €500 juta diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Hari ini akan dirilis data iklim bisnis di Jerman dan Belgia.

Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar selain karena data aktifitas bisnis di sektor jasa yang meningkat melampaui perkiraan. Data PMI di sektor jasa terus meningkat di Inggris menjadi 53.2 yang lebih baik dari perkiraan naik 51.2 dari periode sebelumnya 51.0. Meskipun di sektor manufaktur masih cenderung menurun menjadi 44.6 yang lebih rendah dari perkiraan naik 47.3 dan data periode sebelumnya direvisi membaik menjadi 46.9. Dengan sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi maka data di sektor manufaktur diabaikan karena secara global sektor manufaktur masih belum pulih dan masih mengalami kontraksi di bawah ambang batas 50. Selain itu pasar juga mengantisipasi update anggaran dari Menteri Keuangan Inggris - Rachel Reeves yang akan disampaikan di depan parlemen dalam pekan ini juga. Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey semalam tidak menyinggung kebijakan moneter dalam pidatonya. Hari ini akan dirilis data Realized Sales.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar kembali menguat sehingga membebani Euro -> negatif untuk Euro
  • H4 potensi double top konfirm tembus neckline, dan rebound kemarin tetap tertahan di bawah neckline tersebut sehingga bearish masih dominan-> negatif untuk Euro
  • Data PMI services lebih lemah dari ekspektasi, sedangkan manufaktur sedikit di atas ekspektasi tapi tetap di zona kontraksi (di bawah 50) -> negatif untuk EUR
  • Tetap cermati dolar untuk potensi pergerakan berikutnya!
  • Tren bisa berbalik naik jika dolar lanjut melemah -> switch to BUY
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07800
  • Switch to BUY jika tembus 1.09500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08400– 1.08600
Target : 1) 1.07800 2) 1.07200
SL : 1.09200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07800
Switch to BUY jika tembus 1.09500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup doji mirip inverted hammer, secara teori ada peluang rebound-> positif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.27987, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
  • Sampai saat ini, belum ada terdengar tarif diberlakukan untuk Inggris sehingga Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump-> penurunan relatif masih terbatas
  • Dolar kembali menguat sehingga masih membebani GBP -> negatif untuk GBP
  • Data PMI services solid dan tetap di atas 50 (ekspansi) sedangkan manufaktur turun dan di bawah 50 (kontraksi) -> mix sentiment untuk GBP
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.28900
  • Switch to BUY jika tembus 1.30500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29400– 1.29600
Target : 1) 1.28800 2) 1.28200
SL : 1.30200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28900
Switch to BUY jika tembus 1.30500

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield ditutup bullish, dolar ditutup menguat -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk USDJPY
  • Secara teknis, daily menunjukkan kenaikan masih di dalam zona orange resistance maksimal 151.20, MA 200 cukup dekat di 151.640 sehingga kemungkinan kenaikan mulai terbatas-> limited upside untuk USDJPY
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga tetap bertahan, tapi masih harus dikonfirmasi lebih lanjut dengan data inflasi Jepang dan kesepakatan upah musim semi yang diharapkan rilis di akhir bulan Maret
  • Pasar menunggu Tokyo CPI minggu ini (Jumat)
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400
  • Switch to BUY jika tembus 151.800
Suggest : SELL on Rally
Area : 150.900 – 151.200
Target : 1) 150.300 2) 149.700
SL : 151.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 151.800
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona coklat 2984-3001 sebagai support terjauh diyakini sampai sejauh ini masih cukup efektif -> opsi buy idealnya di zona ini (lebih lower risk), stop loss di bawah 2980
    b. Jika area coklat tembus, maka koreksi berpotensi berlanjut lebih tajam, target potensial 2973 atau terjauh 2956-> switch to SELL jika tembus di bawah 2981
    c. Selama area coklat tidak tembus, maka demand diperkirakan memulai kenaikan kembali dengan target kenaikan lebih tinggi berikutnya -> ideal didukung oleh fundamental yang secara utuh masih dukung bullish jangka menengah
    d, ada peluang juga membentuk double bottom, tapi butuh konfirmasi tembus neckline 3033 -> follow/pertahankan buy jika tembus
  • Di H1, Elliott wave untuk tahapan wave 4 big tren diperkirakan sudah selesai sehingga penurunan diperkirakan mulai terbatas, dan mulai masuk ke tren naik berikutnya (wave 5, naik bertahap)
    a. Opsi buy bisa dipertimbangkan di zona low Jumat (29999) atau sedikit lebih rendah, atau dekat zona coklat -> diasumsikan ada swing low terakhir dan membentuk double bottom sebelum naik
    b. Opsi lain, buy bisa dilakukan saat tembus 3036 (high dari long bearish candle terdekat saat terjadinya koreksi Jumat) -> follow/pertahankan buy jika tembus
  • Market tunggu joint statement AS dan Rusia nanti malam untuk perkembangan Rusia-Ukraina
  • Jika geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2978, potensi target terdekat 2965, terjauh 2956
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3033, potensi terdekat 3045, terjauh 3060
Suggest : BUY on Dip
Area : 2999.00 – 3001.00
Target : 1) 3007.00 2) 3013.00
SL : 2993.00 (ideal 3-5 points di bawah 2990.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3033
Switch to SELL jika tembus 2978
Koreksi turun diperkirakan mulai terbatas
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap Presiden Trump yang menyatakan akan lebih fleksibel perihal pengenaan tarif impor yang akan segera diberlakukan bulan depan. Setelah sejumlah bank sentral termasuk Fed, BOJ dan BOE mempertahankan suku bunga acuan sembari menunggu implementasi agenda ekonomi AS. Dengan Fed bersiap untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan, sedangkan Bank Sentral Jepang (BOJ) bersiap untuk menaikkan suku bunga acuan dan Bank Sentral Inggris (BOE) sepertinya masih belum tahu kapan akan mengubah suku bunga acuannya. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi akibat agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump serta kembalinya ketegangan geopolitik menjadi alasan pengalihan aset-aset beresiko tinggi. Israel kembali melakukan serangan udara di Gaza setelah perundingan damai fase 1 berakhir. Sementara pesawat nirawak Ukraina kembali melakukan serangan terhadap fasilitas militer udara Rusia membuat peluang terjadinya perdamaian semakin menipis. Dan menjadikan pengalihan ke aset safe haven termasuk mata uang dolar. Gubernur Fed Chicago - Austan Golsbee dan Gubernur Fed New York - John Williams sepakat bahwa terlalu dini menyimpulkan agenda ekonomi Presiden Trump dan Fed masih punya waktu yang cukup untuk menentukan langkah moneter yang tepat. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fed - Jerome Powell pasca pertemuan moneter pekan lalu. Masih menjadi pertanyaan apakah agenda ekonomi Presiden Trump tersebut akan berdampak kembali pada terjadinya inflasi dengan mempertimbangkan adanya pengurangan pajak, perlawanan dari mitra dagang AS dan faktor lain yang terkait, baik langsung maupun tidak terhadap kebijakan moneter yang akan diambil oleh Fed kemudian. Meski demikian pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps hingga akhir tahun ini yang terbagi menjadi 2 bagian. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data durable goods order, kepercayaan konsumen, pertumbuhan ekonomi GDP dan yang terpenting adalah data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang akan dirilis pada penghujung pekan ini.

Yen terus terkoreksi meski tipis terhadap dolar seiring dengan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan lalu. Seperti halnya Fed, BOJ menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS yang akan diberlakukan pekan depan. Sementara data inflasi di Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0%, namun masih cukup jauh dari target 2% sehingga BOJ diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan di tahun ini. Selain inflasi data di sektor tenaga kerja yang kuat juga menjadi alasan perlunya BOJ menaikkan suku bunga acuan karena upah eksekutif diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.

Euro berlanjut melemah terhadap dolar seiring dengan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat antara Ukraina dengan Rusia. Drone Ukraina di akhir pekan kemarin kembali melakukan serangan di pangkalan militer udara Rusia yang membuat potensi perundingan damai akan terhenti. Dan anggaran yang sudah disiapkan oleh Jerman dan juga sedang dibahas oleh Uni Eropa akan menjadi percuma jika tidak tercapai perdamaian di kawasan Eropa. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.

Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya pekan lalu. Dan BOE sendiri masih belum berencana untuk memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini bahkan hingga akhir tahun nanti. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data yang penting pekan ini di Inggris adalah data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Rabu, sebelum itu Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato yang juga akan dicermati oleh pasar.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar menguat sehingga membebani Euro meskipun saat penutupan sesi NY di hari Jumat sempat turun -> negatif untuk Euro
  • H4 potensi double top konfirm tembus neckline, tapi kembali rebound sehingga perlua konfirmasi lebih lanjut apakah false breakout atau valid breakout -> potensi turun masih dominan
  • Fokus data PMI Jerman dan zona Euro di jam 15.30 WIB dan 16.00 WIB
    a. Act > Exp = Euro menguat-> switch to BUY
    b. Act < Exp = Euro melemah -> pertahankan SELL
  • Tetap cermati dolar untuk potensi pergerakan berikutnya!
  • Tren bisa berbalik naik jika dolar lanjut melemah -> switch to BUY
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
  • Switch to BUY jika tembus 1.09500 atau jika tidak tembus 1.07200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08400– 1.08600
Target : 1) 1.07800 2) 1.07200
SL : 1.09200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
Switch to BUY jika tembus 1.09500 atau jika tidak tembus 1.07200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori berpeluang turun-> negatif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.27977, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
  • Sampai saat ini, belum ada terdengar tarif diberlakukan untuk Inggris sehingga Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump-> penurunan relatif masih terbatas
  • Dolar menguat sehingga membebani GBP, meskipun di akhir sesi NY Jumat malam dolar sempat melemah tapi secara keseluruhan masih lebih kuat dibanding GBP -> negatif untuk GBP
  • Fokus data PMI Inggris di jam 16.30 WIB
    a. Act > Exp = GBP menguat-> switch to BUY
    b. Act < Exp = GBP melemah -> pertahankan SELL
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.29000
  • Switch to BUY jika tembus 1.30500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29500– 1.29700
Target : 1) 1.28900 2) 1.28300
SL : 1.30300

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000
Switch to BUY jika tembus 1.30500

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield ditutup bullish, dolar ditutup hanging man-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori ada indikasi untuk rebound-> positif untuk USDJPY
  • Secara teknis, daily menunjukkan kenaikan kembali lirik zona resistance 149/150, tapi peluang kenaikan diperkirakan kembali terbatas -> limited upside untuk USDJPY
  • Pasar menunggu Tokyo CPI minggu ini (Jumat)
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400
  • Switch to BUY jika tembus 151.300
Suggest : SELL on Rally
Area : 150.300 – 150.500
Target : 1) 149.700 2) 149.100
SL : 151.100

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 151.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona coklat 2984-3001 sebagai support terjauh (sejauh ini cukup efektif, penurunan tertahan di 2999) -> opsi buy idealnya di zona ini (lebih lower risk), stop loss di bawah 2980
    b. Jika area coklat tembus, maka koreksi berpotensi berlanjut lebih tajam, target potensial 2973 atau terjauh 2956-> switch to SELL jika tembus di bawah 2981
    c. Selama area coklat tidak tembus, maka demand diperkirakan memulai kenaikan kembali dengan target kenaikan lebih tinggi berikutnya -> ideal didukung oleh fundamental yang secara utuh masih dukung bullish jangka menengah
  • Di H1, Elliott wave untuk tahapan wave 4 big tren diperkirakan sudah selesai sehingga penurunan kemungkinan mulai terbatas, dan mulai masuk ke tren naik berikutnya
    a. Opsi buy bisa dipertimbangkan di zona low Jumat atau sedikit lebih rendah, atau dekat zona coklat -> diasumsikan ada swing low terakhir dan membentuk double bottom sebelum naik
    b. Opsi lain, buy bisa dilakukan saat tembus 3036 (high dari long bearish candle terdekat saat terjadinya koreksi Jumat) -> follow buy jika tembus
  • Jika geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2978, potensi target terdekat 2965, terjauh 2956
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3036, potensi terdekat 3045, terjauh 3060
Suggest : BUY on Dip
Area : 2994.00 – 2996.00
Target : 1) 3002.00 2) 3008.00
SL : 2988.00 (ideal 3-5 points di bawah 2985.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3036
Switch to SELL jika tembus 2978
Koreksi turun diperkirakan mulai terbatas
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar rebound terhadap mata uang lainnya seiring dengan pelemahan mata uang Eropa setelah sejumlah bank sentral di sekitar kawasan ini bergerak menurunkan suku bunga acuannya. Sehari sebelumnya dolar tertekan karena Fed masih mempertahankan suku bunga acuan dan tidak akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Ketua Fed - Jerome Powell secara tegas mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru mengingat dampak dari agenda kenaikan tarif impor yang dicermati masih belum terjadi. Kebijakan kenaikan tarif baru akan efektif dilakukan pada awal bulan April mendatang. Pasar memperkirakan Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan paling cepat pada bulan September dan kemungkinan bisa lebih mundur lagi seiring dengan seberapa keras perlawanan mitra dagang AS dalam menyikapi kenaikan tarif impor ini. Sehingga dalam proyeksi Fed terhadap pertumbuhan ekonomi di AS hingga akhir tahun ini direvisi menurun dari 2.1% menjadi hanya 1.7%. Dengan proyeksi inflasi yang meningkat dari 2.5% menjadi 2.7%. Walaupun di sektor tenaga kerja diproyeksikan masih lumayan menguat dari 4.3% menjadi 4.4%. Sehingga proyeksi suku bunga acuan masih memungkinkan untuk turun 2 kali masing-masing sebanyak 25 bps. Data ekonomi yang dirilis semalam berupa klaim pengangguran hanya meningkat sedikit dari 221K menjadi 223K yang sedikit di bawah perkiraan, namun masih menandakan kondisi sektor tenaga kerja yang relatif cukup stabil. Indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia meski menurun dari 18.1 menjadi 12.5 namun tidak seburuk perkiraan turun hingga 8.8. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun pasar masih menunggu jikalau ada aksi terbaru dari Presiden Trump.

Yen hanya melemah tipis terhadap dolar setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mendahului Fed dalam menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Dengan alasan yang sama juga karena masih menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Dengan tidak terburu-buru mengambil langkah moneter diharapkan akan mengoptimalkan keputusan yang akan diambil di masa mendatang. Indikasi inflasi agak menurun dengan data inflasi Core CPI Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0% walau tidak sebanyak perkiraan 2.9%. Meski demikian BOJ masih tetap berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan sektor tenaga kerja yang kuat karena upah diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.

Euro terus tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan perang dagang AS dengan Uni Eropa. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam pidato semalam mengatakan kenaikan tarif dari AS sebanyak 25% akan memperlambat pertumbuhan ekonomi sebanyak 0.3% di tahun pertama dan akan terus meningkat sebanyak 0.5% jika terjadi perlawanan. Di sisi lain setelah Jerman mendapat lampu hijau untuk menjalankan stimulus fiskal senilai €500 juta, pejabat Uni Eropa - Robert Holzmann mengusulkan Uni Eropa ikut menganggarkan €800 juta untuk pertahanan dan mendukung Ukraina seiring dengan ditariknya dukungan militer AS. Sementara itu Sentral Bank Swiss (SNB) mendahului memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps kemarin dengan pertimbangan mengurangi beban akibat perang dagang secara global. Sedangkan Bank Sentral Swedia masih tetap mempertahankan suku bunga acuannya.

Poundsterling juga menguat terhadap dolar pasca Bank Sentral Inggris (BOE) tetap mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan dan juga menepis anggapan bahwa BOE siap sedia memangkas suku bunga menjelang ketidakpastian ekonomi global dan ekonomi Inggris khususnya. Dalam hasil voting 8 suara banding 1 suara memilih memangkas 25 bps melampaui perkiraan analis pasar memperkirakan hasil voting 7-2. Dalam konferensi pers Gubernur BOE - Andrew Bailey menyampaikan hal yang menjadi kekhawatiran yang sama terhadap dampak agenda kenaikan tarif AS. Terlebih akan rencana pemerintah Inggris yang berencana menaikkan suku bunga acuannya menambah tekanan akan inflasi kembali naik. Spekulasi akan langkah BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin berkurang hingga peluangnya di bawah 50%. Data di sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran mengalami peningkatan dan indeks upah rata-rata mengalami penurunan meskipun tingkat pengangguran relatif masih stabil.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar menguat sehingga membebani Euro -> negatif untuk Euro
  • H4 masih ada ancaman dari potensi double top jika gagal tembus 1.09440 yang baru konfirm jika tembus neckline 1.08200, tapi akan gagal jika tembus resistance 1.09440 tersebut -> potensi turun
  • Di H4 juga ada potensi membentuk Bullish Rectangle, akan konfirm hanya jika tembus resistance 1.09440, akan gagal jika tembus support 1.08200 -> switch to BUY jika tembus resistance
  • Tetap cermati dolar untuk potensi pergerakan berikutnya!
  • Tren bisa berbalik naik jika dolar melemah -> switch to BUY
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
  • Switch to BUY jika tembus 1.09500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08700– 1.08900
Target : 1) 1.08100 2) 1.07500
SL : 1.09500

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
Switch to BUY jika tembus 1.09500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori berpeluang turun-> negatif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.27967, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
  • Sampai saat ini, belum ada terdengar tarif diberlakukan untuk Inggris sehingga Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump-> penurunan relatif masih terbatas
  • Dolar menguat sehingga membebani GBP -> negatif untuk GBP
  • BOE pertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, pertumbuhan bisnis lemah sehingga perlu pendekatan kehati-hatian, dan jika inflasi mereda, bank mempertimbangkan suku bunga yang tidak terlalu ketat bila diperlukan -> sikap netral, tapi membuka peluang pemangkasan lebih lanjut ke depan -> negatif untuk GBP
  • Skenario "Buy on Rumor, Sell on Fact" kembali terulang sesuai ekspektasi : naik sebelum pengumuman, turun setelah pengumuman
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.29300
  • Switch to BUY jika tembus 1.31000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29700– 1.29900
Target : 1) 1.29100 2) 1.28500
SL : 1.30500

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29300
Switch to BUY jika tembus 1.31000

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield ditutup doji, dolar ditutup naik-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup doji, secara teori ada indikasi untuk rebound-> positif untuk USDJPY
  • Secara teknis, daily menunjukkan kenaikan berpotensi kemballi lirik zona resistance 149/150, tapi peluang kenaikan diperkirakan terbatas terutama setelah data core CPI hari ini dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, 3.0% vs 2.9% -> negatif untuk USDJPY
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800
  • Switch to BUY jika tembus 150.200
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.200 – 149.400
Target : 1) 148.600 2) 148.000
SL : 150.000

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.200
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona coklat 2984-3001 sebagai support terjauh -> opsi buy idealnya di zona ini (lebih lower risk), stop loss di bawah 2980
    b. Jika area coklat tembus, maka koreksi berpotensi berlanjut lebih tajam, target potensial 2973 atau terjauh 2956-> bisa pertahankan SELL jika tembus
    c. Jika area coklat tidak tembus, maka demand diperkirakan memulai kenaikan kembali dengan target kenaikan lebih tinggi berikutnya -> ideal didukung oleh fundamental yang secara utuh masih dukung bullish jangka menengah
  • Di H1, Elliott wave kemungkinan belum tuntas untuk wave 5, dan jika digambarkan kembali, maka potensi penurunan kemarin masih dalam tahapan wave 4 big tren
    a. Opsi buy di zona hijau (3022-3031) berhasil rebound, tapi menjadikannya wave B dan diikuti penurunan berikutnya sebagai wave C correction -> waspada tembus zona hijau!
    b. wave C = wave 4 big tren sehingga koreksi diharapkan tertahan maksimal di zona coklat 2986-2991 -> pertimbangkan buy baru di dekat zona tersebut untuk peluang kenaikan berikutnya
    c. ada kemungkinan membentuk pola H&S sehingga dalam jangka pendek diharapkan turun tembus di bawah 3022-3025 (neckline), target utama 2985-2990, 50% target di 3004-3008
  • Jika geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to BUY jika tembus 3060, potensi target terdekat 3068, terjauh 3080
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3022, potensi terdekat 3015, terjauh 3000
Suggest : SELL on Rally
Area : 3044.00 – 3046.00
Target : 1) 3038.00 2) 3032.00
SL : 3051.00 (ideal 3-5 points di atas 3050.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3022 (area hijau)
Switch to BUY jika tembus 3060
Ada potensi H&S untuk koreksi jangka pendek
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down