Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap atas kenaikan tarif yang baru dari Presiden Trump dan juga data fundamental ekonomi berupa aktifitas bisnis yang meningkat di AS. Data PMI di sektor jasa meningkat tajam dari 51 menjadi 54.3 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 51.2. Data di sektor jasa ini sekaligus mengdongkrak data di sektor manufaktur yang masih menurun dari 52.7 menjadi 49.8 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 52.1. Sehingga secara komposit data PMI relatif masih baik yaitu meningkat dari 51.6 menjadi 53.5 yang lebih baik dari perkiraan sedikit menurun 51.5. Angka di atas ambang 50 menunjukkan aktifitas ekonomi dalam zona ekspansif. Disamping memang sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi di AS lebih besar hampir ¾ dari GDP. Sementara itu juga administratif Presiden Trump membuat pengecualian terhadap beberapa sektor yang akan terdampak oleh kenaikan tarif impor AS yang akan segera diberlakukan pekan depan. Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Trump perihal negosiasi kenaikan tarif akan berakhir dan akan efektif berlaku pada 2 April mendatang. Perubahan sikap Presiden Trump membuat sedikit berkurang kekhawatiran tersebut walau belum sepenuhnya merasa lega. Sebelumnya agenda ekonomi tersebut dikhawatirkan akan memicu inflasi dan akan melambatkan pertumbuhan ekonomi global. Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic memperkirakan hanya akan terjadi sedikit perubahan inflasi dalam beberapa bulan mendatang yang membuat spekulasi meningkat bahwa Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps atau 1 kali hingga akhir tahun nanti. Meskipun dalam pertemuan moneter FOMC pekan lalu Fed masih memproyeksikan suku bunga acuan tetap akan dipangkas sebanyak 50 bps dalam 2 kali pertemuan hingga Desember nanti. Pada intinya Fed masih akan melihat dampak yang diakibatkan oleh agenda kenaikan tarif Presiden Trump terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga paruh kedua tahun ini untuk menentukan langkah moneter yang sesuai dengan kondisi ekonomi. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond serta data-data di sektor perumahan.
Yen juga semakin melemah terhadap dolar seiring dengan masih belum pastinya Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuannya. Dalam pertemuan moneter BOJ pekan lalu tidak membuat perubahan suku bunga acuan meskipun inflasi masih jauh di atas target. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda menyatakan menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS. Setelah itu masih belum ada indikasi dari pejabat BOJ manapun yang berkomentar pasca pertemuan moneter pekan lalu. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI dari internal BOJ.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar setelah data PMI di sektor jasa mengalami penurunan dari 50.6 menjadi 50.4 yang lebih jelek dari perkiraan meningkat 51.2. Sementara di sektor manufaktur meski meningkat dari 47.6 menjadi 48.7 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 48.3, namun masih di bawah ambang batas 50 yang menandakan kondisi sektor ini masih dalam zona kontraksi. Dengan kondisi ekonomi yang masih rentan dan ancaman kenaikan tarif impor dari AS menjadi sentimen negatif untuk aset-aset Eropa. Meskipun stimulus fiskal senilai €500 juta diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Hari ini akan dirilis data iklim bisnis di Jerman dan Belgia.
Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar selain karena data aktifitas bisnis di sektor jasa yang meningkat melampaui perkiraan. Data PMI di sektor jasa terus meningkat di Inggris menjadi 53.2 yang lebih baik dari perkiraan naik 51.2 dari periode sebelumnya 51.0. Meskipun di sektor manufaktur masih cenderung menurun menjadi 44.6 yang lebih rendah dari perkiraan naik 47.3 dan data periode sebelumnya direvisi membaik menjadi 46.9. Dengan sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi maka data di sektor manufaktur diabaikan karena secara global sektor manufaktur masih belum pulih dan masih mengalami kontraksi di bawah ambang batas 50. Selain itu pasar juga mengantisipasi update anggaran dari Menteri Keuangan Inggris - Rachel Reeves yang akan disampaikan di depan parlemen dalam pekan ini juga. Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey semalam tidak menyinggung kebijakan moneter dalam pidatonya. Hari ini akan dirilis data Realized Sales.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08400– 1.08600 Target : 1) 1.07800 2) 1.07200 SL : 1.09200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07800 Switch to BUY jika tembus 1.09500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29400– 1.29600 Target : 1) 1.28800 2) 1.28200 SL : 1.30200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28900 Switch to BUY jika tembus 1.30500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.900 – 151.200 Target : 1) 150.300 2) 149.700 SL : 151.800 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2999.00 – 3001.00 Target : 1) 3007.00 2) 3013.00 SL : 2993.00 (ideal 3-5 points di bawah 2990.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3033 Switch to SELL jika tembus 2978 Koreksi turun diperkirakan mulai terbatas |

Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap Presiden Trump yang menyatakan akan lebih fleksibel perihal pengenaan tarif impor yang akan segera diberlakukan bulan depan. Setelah sejumlah bank sentral termasuk Fed, BOJ dan BOE mempertahankan suku bunga acuan sembari menunggu implementasi agenda ekonomi AS. Dengan Fed bersiap untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan, sedangkan Bank Sentral Jepang (BOJ) bersiap untuk menaikkan suku bunga acuan dan Bank Sentral Inggris (BOE) sepertinya masih belum tahu kapan akan mengubah suku bunga acuannya. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi akibat agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump serta kembalinya ketegangan geopolitik menjadi alasan pengalihan aset-aset beresiko tinggi. Israel kembali melakukan serangan udara di Gaza setelah perundingan damai fase 1 berakhir. Sementara pesawat nirawak Ukraina kembali melakukan serangan terhadap fasilitas militer udara Rusia membuat peluang terjadinya perdamaian semakin menipis. Dan menjadikan pengalihan ke aset safe haven termasuk mata uang dolar. Gubernur Fed Chicago - Austan Golsbee dan Gubernur Fed New York - John Williams sepakat bahwa terlalu dini menyimpulkan agenda ekonomi Presiden Trump dan Fed masih punya waktu yang cukup untuk menentukan langkah moneter yang tepat. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fed - Jerome Powell pasca pertemuan moneter pekan lalu. Masih menjadi pertanyaan apakah agenda ekonomi Presiden Trump tersebut akan berdampak kembali pada terjadinya inflasi dengan mempertimbangkan adanya pengurangan pajak, perlawanan dari mitra dagang AS dan faktor lain yang terkait, baik langsung maupun tidak terhadap kebijakan moneter yang akan diambil oleh Fed kemudian. Meski demikian pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps hingga akhir tahun ini yang terbagi menjadi 2 bagian. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data durable goods order, kepercayaan konsumen, pertumbuhan ekonomi GDP dan yang terpenting adalah data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang akan dirilis pada penghujung pekan ini.
Yen terus terkoreksi meski tipis terhadap dolar seiring dengan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan lalu. Seperti halnya Fed, BOJ menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS yang akan diberlakukan pekan depan. Sementara data inflasi di Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0%, namun masih cukup jauh dari target 2% sehingga BOJ diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan di tahun ini. Selain inflasi data di sektor tenaga kerja yang kuat juga menjadi alasan perlunya BOJ menaikkan suku bunga acuan karena upah eksekutif diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar seiring dengan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat antara Ukraina dengan Rusia. Drone Ukraina di akhir pekan kemarin kembali melakukan serangan di pangkalan militer udara Rusia yang membuat potensi perundingan damai akan terhenti. Dan anggaran yang sudah disiapkan oleh Jerman dan juga sedang dibahas oleh Uni Eropa akan menjadi percuma jika tidak tercapai perdamaian di kawasan Eropa. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya pekan lalu. Dan BOE sendiri masih belum berencana untuk memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini bahkan hingga akhir tahun nanti. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data yang penting pekan ini di Inggris adalah data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Rabu, sebelum itu Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato yang juga akan dicermati oleh pasar.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08400– 1.08600 Target : 1) 1.07800 2) 1.07200 SL : 1.09200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000 Switch to BUY jika tembus 1.09500 atau jika tidak tembus 1.07200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29500– 1.29700 Target : 1) 1.28900 2) 1.28300 SL : 1.30300 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000 Switch to BUY jika tembus 1.30500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.300 – 150.500 Target : 1) 149.700 2) 149.100 SL : 151.100 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2994.00 – 2996.00 Target : 1) 3002.00 2) 3008.00 SL : 2988.00 (ideal 3-5 points di bawah 2985.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3036 Switch to SELL jika tembus 2978 Koreksi turun diperkirakan mulai terbatas |

Dolar rebound terhadap mata uang lainnya seiring dengan pelemahan mata uang Eropa setelah sejumlah bank sentral di sekitar kawasan ini bergerak menurunkan suku bunga acuannya. Sehari sebelumnya dolar tertekan karena Fed masih mempertahankan suku bunga acuan dan tidak akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Ketua Fed - Jerome Powell secara tegas mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru mengingat dampak dari agenda kenaikan tarif impor yang dicermati masih belum terjadi. Kebijakan kenaikan tarif baru akan efektif dilakukan pada awal bulan April mendatang. Pasar memperkirakan Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan paling cepat pada bulan September dan kemungkinan bisa lebih mundur lagi seiring dengan seberapa keras perlawanan mitra dagang AS dalam menyikapi kenaikan tarif impor ini. Sehingga dalam proyeksi Fed terhadap pertumbuhan ekonomi di AS hingga akhir tahun ini direvisi menurun dari 2.1% menjadi hanya 1.7%. Dengan proyeksi inflasi yang meningkat dari 2.5% menjadi 2.7%. Walaupun di sektor tenaga kerja diproyeksikan masih lumayan menguat dari 4.3% menjadi 4.4%. Sehingga proyeksi suku bunga acuan masih memungkinkan untuk turun 2 kali masing-masing sebanyak 25 bps. Data ekonomi yang dirilis semalam berupa klaim pengangguran hanya meningkat sedikit dari 221K menjadi 223K yang sedikit di bawah perkiraan, namun masih menandakan kondisi sektor tenaga kerja yang relatif cukup stabil. Indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia meski menurun dari 18.1 menjadi 12.5 namun tidak seburuk perkiraan turun hingga 8.8. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun pasar masih menunggu jikalau ada aksi terbaru dari Presiden Trump.
Yen hanya melemah tipis terhadap dolar setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mendahului Fed dalam menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Dengan alasan yang sama juga karena masih menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Dengan tidak terburu-buru mengambil langkah moneter diharapkan akan mengoptimalkan keputusan yang akan diambil di masa mendatang. Indikasi inflasi agak menurun dengan data inflasi Core CPI Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0% walau tidak sebanyak perkiraan 2.9%. Meski demikian BOJ masih tetap berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan sektor tenaga kerja yang kuat karena upah diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.
Euro terus tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan perang dagang AS dengan Uni Eropa. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam pidato semalam mengatakan kenaikan tarif dari AS sebanyak 25% akan memperlambat pertumbuhan ekonomi sebanyak 0.3% di tahun pertama dan akan terus meningkat sebanyak 0.5% jika terjadi perlawanan. Di sisi lain setelah Jerman mendapat lampu hijau untuk menjalankan stimulus fiskal senilai €500 juta, pejabat Uni Eropa - Robert Holzmann mengusulkan Uni Eropa ikut menganggarkan €800 juta untuk pertahanan dan mendukung Ukraina seiring dengan ditariknya dukungan militer AS. Sementara itu Sentral Bank Swiss (SNB) mendahului memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps kemarin dengan pertimbangan mengurangi beban akibat perang dagang secara global. Sedangkan Bank Sentral Swedia masih tetap mempertahankan suku bunga acuannya.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar pasca Bank Sentral Inggris (BOE) tetap mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan dan juga menepis anggapan bahwa BOE siap sedia memangkas suku bunga menjelang ketidakpastian ekonomi global dan ekonomi Inggris khususnya. Dalam hasil voting 8 suara banding 1 suara memilih memangkas 25 bps melampaui perkiraan analis pasar memperkirakan hasil voting 7-2. Dalam konferensi pers Gubernur BOE - Andrew Bailey menyampaikan hal yang menjadi kekhawatiran yang sama terhadap dampak agenda kenaikan tarif AS. Terlebih akan rencana pemerintah Inggris yang berencana menaikkan suku bunga acuannya menambah tekanan akan inflasi kembali naik. Spekulasi akan langkah BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin berkurang hingga peluangnya di bawah 50%. Data di sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran mengalami peningkatan dan indeks upah rata-rata mengalami penurunan meskipun tingkat pengangguran relatif masih stabil.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08700– 1.08900 Target : 1) 1.08100 2) 1.07500 SL : 1.09500 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000 Switch to BUY jika tembus 1.09500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29700– 1.29900 Target : 1) 1.29100 2) 1.28500 SL : 1.30500 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29300 Switch to BUY jika tembus 1.31000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 148.600 2) 148.000 SL : 150.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.200 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 3044.00 – 3046.00 Target : 1) 3038.00 2) 3032.00 SL : 3051.00 (ideal 3-5 points di atas 3050.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3022 (area hijau) Switch to BUY jika tembus 3060 Ada potensi H&S untuk koreksi jangka pendek |




