Dolar masih cenderung terkoreksi terhadap mata uang lainnya pasca berakhirnya pertemuan moneter FOMC semalam yang sesuai dengan perkiraan masih mempertahankan suku bunga acuan. Pejabat Fed secara bulat menyepakati untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan dan juga masih memproyeksikan pemangkasan suku bunga acuan untuk tahun ini sebanyak 25 bps dalam 2 pertemuan moneter yang akan datang. Masih sama dengan proyeksi suku bunga pada pertemuan 3 bulan yang lalu meskipun diproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan melambat dan tekanan inflasi kembali meningkat. Dalam konferensi pers Ketua Fed - Jerome Powell mengatakan ketidakpastian kondisi saat ini semakin meningkat akibat manuver agenda ekonomi Presiden Trump yang menjadi tantangan yang dihadapi oleh Fed sehingga perlunya mengubah proyeksi ekonomi. Fed memperkirakan inflasi di tahun ini akan naik menjadi 2.7% lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang hanya 2.5%. Sedangkan target yang hendak dicapai oleh Fed masih sama yaitu 2%. Untuk mengimbangi resiko lambatnya pertumbuhan ekonomi, Fed juga akan menurunkan laju pengurangan neraca keuangan. Namun Powell masih optimis bahwa ekonomi masih solid dan sektor tenaga kerja masih cukup kuat. Kekhawatiran seputar agenda kenaikan tarif impor terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi membuat Fed akan memilih pendekatan "wait and see". Sehingga kemungkinan Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan selanjutnya paling cepat pada pertemuan moneter di bulan Mei atau bahkan bisa lebih lama lagi. Tergantung dari seberapa keras perlawanan mitra dagang AS terhadap agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump tersebut. Dolar sempat menguat tajam karena goncangan politik di Turki dimana rival politik Presiden Erdogan sekaligus walikota Istanbul - mayor Ekrem Imamoglu ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan korupsi guna mendukung kelompok teroris yang diduga berencana untuk melakukan tindakan melawan Presiden berikutnya. Hari ini hanya ada data ekonomi berupa laporan mingguan klaim pengangguran dan juga data indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia.
Yen juga masih cenderung menguat pasca pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang juga masih belum menaikkan suku bunga acuannya. Seperti halnya Fed yang untuk sementara ini menunggu perkembangan perang dagang, BOJ juga masih akan menunggu dampak dari agenda Presiden Trump tersebut terhadap ekonomi secara global. Meskipun Jepang sepertinya akan terhindar dari agenda tersebut seiring dengan nilai investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers mengatakan BOJ tetap akan menaikkan suku bunga acuan seiring dengan kecenderungan inflasi yang meningkat dan juga sektor tenaga kerja yang kuat karena upah dipekirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini. Dengan optimisme tersebut membuat permintaan akan mata uang Jepang meningkat.
Euro berhasil ditutup sedikit menguat setelah sebelumnya sempat turun hingga level terendah sebelumnya. Prospek akan tercapainya perdamaian di Ukraina meningkat setelah Presiden Ukrainia Volodymyr Zelensky melakukan pembicaraan dengan Presiden Trump untuk mulai perundingan damai dengan Rusia. Pihak Rusia juga sudah sepakat pada beberapa poin yang diajukan, namun masih ada keberatan akan poin lainnya. Namun sejauh ini negosiasi masih berjalan lancar. Ditambah dengan diloloskannya stimulus fiskal dengan ukuran jumbo akan memberikan manfaat pada pertumbuhan ekonomi yang melambat saat ini dan menambah keyakinan bahwa perdamaian tinggal soal waktu saja. Hari ini Presiden ECB - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato dan juga ECB akan merilis buletin ekonominya.
Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter MPC - bank Sentral Inggris (BOE) malam ini. Berbeda dengan Uni Eropa terutama Pemerintahan baru di Jerman yang mendapat dana segar setelah rencana anggaran senilai €500 juta disetujui oleh parlemen. Sedangkan menteri keuangan Inggris mendapat kesulitan untuk mendapatkan dana segar guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meskipun pemerintah Inggris juga berencana meningkatkan anggaran di bidang militer pertahanan. Sehingga membuat peluang semakin besar Bank Sentral Inggris (BOE) kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga acuannya. Dan Gubernur BOE - Andrew Bailey akan memberikan komentar pada konferensi pers setengah jam setelah pengumuman hasil pertemuan tersebut. Sebelum pertemuan moneter MPC, siang ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran dan tingkat pengangguran serta indeks upah rata-rata.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.08500– 1.08700 Target : 1) 1.09300 2) 1.09900 SL : 1.07900 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09500 Switch to SELL jika tembus 1.07500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.30300– 1.30500 Target : 1) 1.29700 2) 1.29100 SL : 1.31100 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29500 Switch to BUY jika tembus 1.31000 atau jika BOE hawkish |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.700 – 148.900 Target : 1) 148.100 2) 147.500 SL : 149.500 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.200 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3040.00 – 3042.00 Target : 1) 3048.00 2) 3054.00 SL : 3034.00 (ideal 3-5 points di bawah 3030.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3062 Switch to SELL jika tembus 3022 Wave 5 kemungkinan belum selesai |



| Suggest : BUY on Dip Area : 1.08500– 1.08700 Target : 1) 1.09300 2) 1.09900 SL : 1.07900 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09500 Switch to SELL jika tembus 1.07500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.29300– 1.29500 Target : 1) 1.30100 2) 1.30700 SL : 1.28700 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30200 Switch to SELL jika tembus 1.28500 atau jika gagal tembus 1.30500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.200 – 150.400 Target : 1) 149.600 2) 149.000 SL : 151.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3004.00 – 3006.00 Target : 1) 3012.00 2) 3018.00 SL : 2998.00 (ideal 3-5 points di bawah 2998.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3039 Switch to SELL jika tembus 2995 atau tertahan di 3039 Skenario bisa berubah tergantung Fed |

Dolar kembali mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya terutama terhadap Euro setelah parlemen Jerman menyetujui rancangan anggaran jumbo untuk pertahanan dan infrastruktur. Selain itu pasar menyambut baik hasil perundingan antara Presiden AS - Donald Trump dengan Presiden Rusia - Vladimir Putin yang sudah mencapai beberapa kata sepakat. Pihak Kremlin mengabarkan Presiden Putin setuju untuk tidak menargetkan infrastruktur energi di Ukraina, meskipun masih keberatan untuk menyetujui rencana gencatan senjata selama 30 hari. Setidaknya ini adalah langkah maju dalam menuju perdamaian pada perundingan selanjutnya. Walaupun ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai kembali memanas setelah Israel kembali meluncurkan rudal ke wilayah jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 400 nyawa tewas. Serangan tersebut dilakukan setelah terjadi gencatan senjata yang sudah dimulai pada akhir Januari lalu. Israel menuduh pihak Hamas mengingkari isi perjanjian gencatan senjata dengan melakukan serangan tersebut. Namun untuk kepentingan pihak barat, maka perdamaian di Ukraina lebih menguntungkan dan lebih mudah untuk diselesaikan. Sehingga ketegangan Timur Tengah yang sudah berabad-abad berjalan akan sulit untuk ditengahi. Usulan yang diajukan oleh Presiden Trump untuk perdamaian Palestina beberapa waktu lalu dinilai tidak masuk akal. Sembari menunggu perkembangan geopolitik, pasar masih menunggu hasil pertemuan moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Fed hari ini serta Bank Sentral Inggris (BOE) pada esok hari. Pertemuan moneter BOJ maupun Fed diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya seiring dengan kekhawatiran akan dampak agenda kenaikan tarif AS yang baru akan efektif bulan depan. Namun ekspektasi akan langkah moneter keduanya masih tetap ada dengan BOJ diharapkan akan menaikkan suku bunga acuannya sedangkan Fed diharapkan masih akan memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Pasar akan mencermati pidato dari Gubernur masing-masing bank sentral tersebut untuk memperkirakan kapan terjadinya perubahan kebijakan moneter tersebut. Data ekonomi di sektor perumahan di AS masih meningkat begitu juga dengan sektor industri yang keduanya meningkat melampaui perkiraan lebih baik dari periode sebelumnya. Hasil pertemuan moneter FOMC akan diumumkan lewat tengah malam yaitu pada pukul 01.00 WIB dan akan dilanjutkan dengan pidato dari Ketua Fed - Jerome Powell.
Yen relatif stagnan meski sempat melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) siang ini. Diperkirakan BOJ masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan pasar menunggu pidato dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda unutk mengetahui kapan BOJ akan melanjutkan rencana menaikkan suku bunga acuannya. Pejabat BOJ akan memperhitungkan resiko dari meningkatnya ketegangan baik ekonomi dari perang dagang yang dilancarkan AS dan ketegangan geopolitik yang sama-sama berpengaruh pada perdagangan global dan terutama pengaruhnya pada ekonomi domestik Jepang. Meski demikian ekspektasi akan langkah menaikkan suku bunga acuan BOJ semakin meningkat. Hasil pertemuan moneter BOJ tidak ditentukan akan diumumkan pada pukul berapa tergantung dari intensitas argumen dari masing-masing anggota voting BOJ.
Euro menguat tajam terhadap hampir semua mata uang setelah parlemen Jerman meloloskan rencana anggaran belanja pemerintahan yang baru sekaligus mengakhiri kebijakan fiskal yang terbatas dengan menyetujui anggaran senilai €500 juta untuk memicu pertumbuhan ekonomi terutama di bidang pertahanan dan infrastruktur. Dengan kondisi fundamental yang belum juga pulih serta ancaman kenaikan tarif impor dari AS membuat stimulus fiskal tersebut sangat diperlukan. Penguatan mata uang Euro juga didukung dari sentimen investor yang melonjak tajam hampir 2 kali lipat dari periode sebelumnya dan lebih baik dari perkiraan di Jerman dan data yang sama di Uni Eropa juga meningkat walau tidak sebanyak yang diperkirakan. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI.
Poundsterling mengalami tekanan terutama terhadap penguatan mata uang Euro seiring dengan stimulus fiskal jumbo pemerintah Jerman. Meski ekonomi di Inggris tidak seburuk di Uni Eropa dan tekanan inflasi yang relatif moderat membuat peluang Bank Sentral Inggris (BOE) kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga acuannya. Petemuan moneter MPC - BOE dijadwalkan esok hari dengan data di sektor tenaga kerja akan dirilis beberapa saat sebelum pertemuan moneter dimulai. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar terus terkoreksi terhadap mata uang lainnya seiring dengan kekhawatiran akan dampak ekonomi secara global akibat perang tarif dari agenda kenaikan tarif impor AS. Dengan mitra dagang yang memberikan reaksi perlawanan tidak membuat Presiden Trump melunak, namun malah semakin emosional dengan menaikkan tarif impor produk lain dengan nilai yang dianggap tidak rasional. Dengan ancaman akan menaikkan tarif impor produk miras sebanyak 200% setelah Uni Eropa berencana menaikkan tarif impor produk AS senilai $28 juta dolar merespon kenaikan tarif impor baja dan aluminium sebanyak 25%. Belum lagi penundaan implementasi kebijakan terhadap Kanada dan Mexico membuat pasar mulai meragukan efektifitas kebijakan tersebut dan justru mengkhawatirkan akan membuat kondisi ekonomi menjadi lebih rentan terhadap resesi. Tentu saja kekhawatiran akan ancaman krisis keuangan ini dibantah oleh pemerintah AS meskipun dengan argumen yang tidak cukup meyakinkan. Menteri Keuangan - Scott Bessent dalam sebuah wawancara mengatakan "tidak ada jaminan" bahwa tidak akan ada resesi di Amerika Serikat. Bahkan agenda kenaikan tarif ini menutupi kebijakan pengurangan pajak dan penyederhanaan regulasi yang juga menjadi rencana kerja Presiden Trump. Sementara data Retail Sales hanya mengalami kenaikan yang kurang signifikan sedangkan data periode sebelumnya malah direvisi menurun. Data Retail Sales meningkat menjadi 0.2% yang jauh lebih rendah dari perkiraan naik 0.6% sedangkan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari -0.9% menjadi -1.2%. Begitu pula dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif hanya naik 0.3% sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari -0.4% menjadi -0.6%. Data-data ini masih tidak memberikan gambaran yang jelas akan daya beli rakyat AS dalam periode Februari tersebut. Hari ini Fed memulai pertemuan moneter FOMC selama 2 hari dan hasilnya akan diumumkan esok hari selepas tengah malam. Fed diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini, menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor yang baru akan efektif pada bulan April mendatang. Selain itu hari ini juga ada data sektor perumahan dan data Industrial Production/Utilization Rate.
Yen juga masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besar peluang bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian BOJ diharapkan akan segera menaikkan suku bunga acaunnya kembali setelah dampak dari agenda kenaikan tarif impor pemerintah AS menunjukkan dampaknya setelah efektif pada bulan April mendatang seperti yang disampaikan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda. Sehingga BOJ dapat memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan kenaikan suku bunga acuan berikutnya.
Euro masih cenderung menguat terhadap dolar seiring dengan akan disetujuinya rencana anggaran pemerintahan baru Jerman untuk militer dan infrastruktur. Calon Kanselir Jerman berhasil meyakinkan Partai Hijau yang sebelumnya menentang rancangan tersebut untuk kepentingan yang lebih besar yaitu untuk memicu pertumbuhan di Uni Eropa sebagai bagian dari penggerak ekonomi global. Rencana anggaran militer dan infrastruktur senilai €500 juta dipastikan akan lolos pada pertemuan parlemen yang dijadwalkan pekan depan. Hari ini ada data sentimen investor dari Sentix untuk Uni Eropa maupun untuk Jerman.
Poundsterling rebound terhadap dolar setelah data sektor perumahan meningkat cukup signifikan dengan indeks harga perumahan terus meningkat dari 0.5% menjadi 1.1%. Bank Sentral Inggris (BOE) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis nanti dengan perkiraan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.08000– 1.08200 Target : 1) 1.08800 2) 1.09400 SL : 1.07400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09500 Switch to SELL jika tembus 1.07000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29200– 1.29400 Target : 1) 1.30000 2) 1.30600 SL : 1.28600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30000 Switch to SELL jika tembus 1.28500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.200 – 150.400 Target : 1) 149.600 2) 149.000 SL : 151.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2986.00 – 2988.00 Target : 1) 2994.00 2) 3000.00 SL : 2980.00 (ideal 3-5 points di bawah 2978.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3004 Switch to SELL jika tembus 2945 atau tertahan di 3039 |




