Dolar masih cenderung terkoreksi terhadap mata uang lainnya, meskipun berhasil menghindar dari kemungkinan penutupan pemerintahan AS menjelang akhir pekan kemarin dan peluang Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu yang lebih lama lagi. Dengan data inflasi yang sudah dirilis pekan lalu menunjukkan tanda-tanda inflasi cenderung menurun, namun kekhawatiran akan dampak negatif dari agenda kenaikan tarif impor pemerintah AS yang memicu perlawanan dari mitra dagangnya menjadikan perang dagang kembali memanas. Pemerintah AS menaikkan tarif impor produk logam dan aluminum dari Eropa sebanyak 25% hari Rabu pekan lalu dan Uni Eropa membalas dengan rencana kenaikan tarif impor produk-produk dari AS senilai $28 juta pada bulan depan. Dan Trump bereaksi dengan rencana membalas dengan mengenakan kenaikan tarif impor produk miras dari Eropa sebanyak 200%. Jika perang dagang meningkat, maka hampir dapat dipastikan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global dan bahkan bisa menjadi pemicu terjadinya resesi. Data ekonomi yang dirilis di akhir pekan lalu berupa sentimen konsumen mengalami penurunan mendekati level terendah dalam 2.5 tahun terakhir dan ekspektasi inflasi juga diperkirakan melonjak akibat agenda ekonomi Presiden Trump tersebut diatas. Pekan ini Federal Reserve dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter FOMC 2 hari yang akan berakhir pada hari Kamis nanti. Meski diperkirakan Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya, tapi pasar akan mencermati peluang kapan pemangkasan berikutnya akan dilakukan. Dan juga update proyeksi ekonomi yang akan dirilis nanti. Sebelum itu hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan meningkat dan indeks manufaktur di negara bagian New York.
Yen stabil terhadap dolar seiring dengan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih berpeluang akan menaikan suku bunga acuan. Walaupun dalam pertemuan moneter yang dijadwalkan pada pekan ini juga diperkirakan BOJ masih akan mempertahankan suku bunga acuan. Seperti yang diungkapkan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda yang mengkhawatirkan akan dampak global dari agenda kenaikan tarif impor AS yang baru akan efektif pada bulan depan sehingga dampaknya saat ini belum dirasakan atau belum terdampak. Meskipun inflasi masih terus meningkat karena Ueda juga memperkirakan upah akan terus naik. Hal ini dikonfirmasi oleh perusahaan besar di Jepang yang sudah sepakat dengan serikat pekerja sebelumnya.
Euro terus menguat terhadap dolar setelah pemerintahan baru Jerman berhasil mendapatkan dukungan dari Partai Hijau dan mengamankan rencana anggaran untuk militer dan infrastruktur. Sebelumnya Partai Hijau berencana menghalangi rancangan tersebut dan berhasil diyakinkan oleh partai konservatif bahwa anggaran tersebut diperlukan untuk memicu pertumbuhan di Uni Eropa sebagai bagian dari penggerak ekonomi global. Dengan demikian rancangan militer dan infrastruktur senilai €500 juta dipastikan akan lolos pada pertemuan parlemen pekan depan. Data inflasi CPI di Jerman masih stagnan. Pekan ini hanya ada data minor yang mungkin kurang berpengaruh pada pergerakan pasar.
Poundsterling masih tertekan terhadap dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang masih cenderung menurun. Data GDP yang dirilis di penghujung pekan ini menunjukkan penurunan dari 0.4% menjadi -0.1% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.1%. Hal ini semakin memperkuat peluang Bank Sentral Inggris (BOE) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter MPC pekan ini. Setelah itu ada juga data hutang sektor publik yang dirilis setelah pertemuan moneter tersebut.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.07800– 1.08000 Target : 1) 1.08600 2) 1.09200 SL : 1.07200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09400 Switch to SELL jika tembus 1.07000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29400– 1.29600 Target : 1) 1.28800 2) 1.28200 SL : 1.30200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28800 Switch to BUY jika tembus 1.30500 atau gagal tembus 1.28000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 148.600 2) 148.000 SL : 150.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.200 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.200 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2975.00 – 2977.00 Target : 1) 2983.00 2) 2989.00 SL : 2969.00 (ideal 3-5 points di bawah 2967.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3004 Switch to SELL jika tembus 2943 |

Dolar masih berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen seiring dengan kekhawatiran akan eskalasi ketegangan perang dagang yang semakin memanas akibat agenda kenaikan tarif impor AS. Setelah AS menaikkan tarif impor produk logam dan aluminum sebanyak 25% pada hari Rabu lalu, Uni Eropa membalas dengan rencana kenaikan tarif impor produk-produk dari AS senilai $28 juta pada bulan depan. Trump membalas lagi dengan berencana mengenakan kenaikan tarif impor produk miras dari Eropa sebanyak 200%. Dengan saling serang dengan kenaikan tarif ini membuat potensi akan terjadinya pelambatan ekonomi dan kenaikan inflasi global semakin meningkat. Jika hal ini semakin berlanjut dengan saling serang dengan mitra dagang AS lainnya, bukan tidak mungkin akan mengarah pada ancaman terjadinya resesi. Hal ini membuat investor mengalihkan asetnya kepada instrumen safe haven yaitu dolar, yen dan emas. Sementara itu data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis semalam juga sama menunjukkan penurunan dari 0.6% menjadi 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.3% dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan data Core PPI turun menjadi -0.1% yang jauh lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya, PPI mengalami penurunan dari 3.7% menjadi 3.2% yang juga lebih redah dari perkiraan turun 3.3%. Dengan data Core PPI mengalami penurunan dari 3.4% menjadi 3.2 yang lebih rendah dari perkiraan turun 3.3%. Sedangkan data inflasi CPI yang turun sehari sebelumnya tidak terlalu mendapat respon dari pasar karena seperti halnya data PPI kali ini belum sepenuhnya mencakup dampak dari kenaikan tarif impor yang baru akan berlaku pada 2 April mendatang. Data lain berupa laporan mingguan klaim pengangguran mengalami penurunan dari 222K menjadi 220K terbalik dari perkiraan meningkat. Hal ini menunjukkan sektor tenaga kerja masih cukup positif di AS. Namun rencana pengurangan pegawai Federal dari kebijakan dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah Elon Musk berpotensi akan meningkatkan data ini dalam bulan-bulan mendatang. Hari ini ada data University of Michigan berupa data preliminary ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.
Yen rebound terhadap dolar seiring dengan meningkatnya permintaan akan aset safe haven di tengah kekhawatiran akan potensi terjadinya resesi yang meningkat. Ketegangan akan agenda kenaikan tarif Presiden Trump menjadi sumber kekhawatiran utama karena akan menyebabkan pelambatan ekonomi dan kenaikan inflasi lagi secara global. Tidak adanya indikasi akan melunak maupun negosiasi dari ketegangan tersebut membuat investor menjadi semakin khawatir. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) juga menjadi sentimen positif terhadap mata uang Yen. Pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pekan depan dengan agenda masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya untuk sementara waktu sembari mengawasi dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS. Hampir 2/3 dari analis pasar memperkirakan BOJ masih akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada kuartal ketiga mendatang.
Euro terus tertekan terhadap dolar seiring dengan kenaikan tarif yang dikenakan oleh Presiden AS yang semakin mengkhawatirkan. Setelah menaikkan tarif impor produk logam dan aluminium, Presiden Trump kembali mengincar kenaikan tarif produk miras dari Uni Eropa dengan kenaikan yang lebih fantastis sebanyak 200%. Agenda ini dipercaya akan membuat ekonomi global akan melambat dan inflasi akan kembali naik sehingga berpotensi terpicu menjadi resesi yang lebih luas lagi. Di tengah kondisi fundamental ekonomi yang belum pulih saat ini, membuat posisi Uni Eropa semakin tertekan. Sementara itu rancangan anggaran pemerintahan baru Jerman senilai €500 juta unutuk pertahanan dan infrastruktur akan dibahas hari ini di parlemen. Sebelumnya Partai Hijau bersumpah akan mengganti rencana ini dengan rancangan yang baru. Masih belum pasti apakah anggaran tersebut akan disetujui ataukah tidak sementara belum ada rancangan cadangan yang dibuat jika rencana tersebut gagal disetujui. Hari ini ada data inflasi CPI di Jerman.
Poundsterling juga masih cenderung melemah terhadap dolar menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis malam ini. Diperkirakan GDP mengalami penurunan dari 0.4% menjadi hanya 0.1%. Sedangkan data GDP yang sama dari NIESR masih tidak ada perkiraan. Selain itu juga ada data Industrial/Manufaktur Production dan juga Ekspektasi inflasi dari Konsumen di Inggris. Dengan data fundamental ekonomi yang cenderung menurun, membuat perkiraan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08800– 1.09000 Target : 1) 1.08200 2) 1.07600 SL : 1.09600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000 Switch to BUY jika tembus 1.10000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.29000– 1.29200 Target : 1) 1.29800 2) 1.30400 SL : 1.28400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30000 Switch to SELL jika tembus 1.28000 atau gagal tembus 1.30500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.400 – 148.600 Target : 1) 147.800 2) 147.200 SL : 149.200 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 149.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2968.00 – 2970.00 Target : 1) 2976.00 2) 2982.00 SL : 2962.00 (ideal 3-5 points di bawah 2960.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2990 Switch to SELL jika tembus 2940 |

Dolar ditutup naik meskipun dalam kondisi kenaikan yang terbatas. Sedangkan imbal hasil Treasury AS 10-tahun lanjutkan rebound untuk hari ke-2 secara berturut-turut. Meski demikian hal ini tidak menghambat kenaikan emas sebagai safe haven. Bahkan kenaikan imbal hasil masih sesuai ekspektasi dan juga ulasan kami di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin. Artinya, jika kenaikan tersebut hanya technical rebound, maka peluang penurunan akan kembali terjadi sehingga memudahkan jalur emas untuk kembali naik lebih tinggi.
Data CPI AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi. CPI memberi indikasi berlanjutnya penurunan inflasi, hal yang ditunggu-tunggu oleh para pembuat kebijakan bank sentral. CPI inti dirilis 3.1% y/y, turun dari bulan sebelumnya 3.3%, dan CPI utama di 2.8% y/y turun dari 3.0%. Sementara basis bulanan juga menunjukkan penurunan untuk Core CPI dan CPI utama ke 0.2% m/m.
Tarif Trump
Tarif alumunium dan baja tetap berjalan sesuai rencana, dan kali ini juga mengincar Uni Eropa. Tak lama Uni Eropa pun langsung merespon dengan sejumlah tarif senilai 26 miliar euro.
Trump dikabarkan akan menanggapi tarif balasan Uni Eropa tersebut. Trump menyebut masih ada defisit besar-besaran yang akan diselesaikan sehingga tarif diberlakukan. Tanggal 2 April menjadi agenda utama diberlakukannya tarif resiprokal dan Trump dijadwalkan akan umumkan hal tersebut dalam waktu dekat.
Terkait Rusia, Trump berpikir bisa saja menekan Rusia dengan tarif, tapi dia berpikir itu tidak diperlukan. Trump mengincar hal lain yang bisa dilakukan dalam hal keuangan yang akan sangat buruk bagi Rusia. Hal ini direncanakan untuk menekan Rusia agar menerima gencatan senjata dan mengakhiri perang.

Data ekonomi AS yang melemah baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan resesi. Dolar mengalami tekanan, saham AS anjlok sejak 20 Februari 2025, bahkan penurunan lebih intens dalam 1 minggu terakhir secara berturut-turut. Hal ini membuat emas kokoh sebagai safe haven sehingga penurunan dari ekspektasi damainya Rusia-Ukraina tidak terlalu tajam, setidaknya untuk saat ini karena pasar masih tunggu realisasi.
Commerzbank mengatakan dolar bisa kembali naik jika resesi terhindar. Tapi saat ini ketidakpastian kebijakan perdagangan AS sedang meningkat karena Trump bolak-balik menerapkan tarif. Pasar condong melihat ke arah resesi di mana setiap tambahan tarif yang diberlakukan semakin membebani ekuitas, imbal hasil Treasury AS dan juga USD.
Fokus Hari Ini
Pasar akan fokus dengan data PPI AS yang dirilis jam 19.30 WIB bersama klaim pengangguran mingguan. PPI diperkirakan turun dari 0.4% menjadi 0.3% m/m, dan core PPI stabil di 0.3% m/m. Sedangkan klaim pengangguran diperkirakan kembali naik dari 221K menjadi 226K. Tapi kami memperkirakan klaim pengangguran tidak akan pengaruh banyak pada pergerakan selama laporan tidak terlalu jauh dari kisaran 215K – 225K sehingga cenderung melihat PPI lebih menggerakkan sentimen seperti halnya CPI kemarin. Data PPI ini nantinya akan menjadi acuan untuk data inflasi PCE yang akan dirilis akhir bulan.
Jika data sesuai ekspektasi atau menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan, maka emas mendapat dorongan untuk naik lebih tinggi, dan terbuka untuk menciptakan rekor tertinggi baru, yang juga berarti semakin dekat dengan area $3000/oz yang ditunggu-tunggu.
Sebaliknya, jika data dirilis secara mengejutkan jauh lebih tinggi dari ekspektasi, maka emas berpotensi koreksi turun kembali.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dan kenaikan berhasil setahap lebih tinggi melewati zona 2926-2930 yang bertahan sebagai resistance dalam 1 minggu terakhir. Namun strong bullish kelihatannya masih harus bersabar dan menunggu konfirmasi penembusan 2956 untuk mencetak rekor tertinggi baru, sekaligus membuka jalan untuk melirik $3000-an.
Sebaliknya, posisi bearish juga masih bisa mengancam jika emas gagal naik di atas 2950-an tersebut. Support terdekat 2906 yang merupakan low 12 Mar 2025 akan menjadi pemicu penurunan jika ditembus, dengan proyeksi target kisaran 2880-2885 (area low 10 dan 11 Mar 2025).

Di H4, zona ungu kini di kisaran 2906-2923. Zona ini diperkirakan menjadi area buy yang cukup ideal (rendah risiko) sehingga ekspektasi penurunan atau swing low diharapkan terbatas sebelum kembali lanjut naik. Sedangkan kenaikan dikhawatirkan masih akan terhambat lebih dulu di zona coklat 2945-2953 sehingga secara teknis wajar jika terjadi tekanan turun lebih dulu maksimal ke zona ungu, dan demand nantinya mendorong kembali naik dan tren naik berlanjut dengan penembusan zona coklat tersebut.
Secara teknis, kita masih harus bersabar untuk mendapatkan momentum penembusan resistance 2956. Tapi secara umum, arah ke sana sudah cukup terbuka didukung data CPI tadi malam dirilis lebih rendah dari ekspektasi dan mengindikasikan proses disinflasi yang berlanjut. Selain itu juga didukung fundamental di mana emas bertindak sebagai safe haven.
Satu-satunya sentimen negatif untuk safe haven adalah perundingan damai Rusia-Ukraina. Ini kemungkinan bisa menjadi hambatan sehingga potensi koreksi turun bisa kembali membayangi di bawah 2900. Jika ini yang terjadi, maka switch strategi menjadi sell hanya disarankan jika terjadi penurunan di bawah zona ungu 2906-2923 atau mudahnya tembus di bawah 2906. Target potensial 2880-2885, atau maksimal MA 200 H4 yang kini berada di 2878.
Yang harus dicermati saat sell adalah, potensi penurunan kemungkinan bersifat terbatas sehingga perlu waspada jika harga sudah turun mendekati MA 200, sebaiknya exit sebelum sentuh, dan tunggu sinyal pembalikan naik untuk kembali incar buy. Jadi, sell hanya jangka pendek saja dan target terbatas, dan hanya disarankan jika terjadi penembusan di bawah 2906.Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 9.45 WIB, harga berada di 2941.37, dengan high di 2942.21 dan low 2933.44. FR diperbarui, ditarik dari bottom 2880.32 (FR 100%) ke puncak 2940.35 (FR 0%). Dan saat ini harga sedang mencoba menembus FR 0% 2940 tersebut. Jika dalam 2 jam ke depan, 2 candle H1 tetap berada di atas 2940, maka uptren berpeluang berlanjut, dan dengan demikian zona coklat 2932-2944 terbuka untuk langsung ditembus.
Jika penembusan FR 0% terjadi, maka Anda memiliki opsi untuk buy dengan 2 cara: 1) follow buy saat benar-benar tembus 2942-2944 (zona coklat), atau 2) tunggu swing low, kurang lebih zona 2932-2944 masih dalam area tersebut.
Atau skenario ideal yang diharapkan adalah terjadi swing low lebih dulu hingga terdekat area 2924-2926, atau terjauh zona hijau 2914-2922 sebelum mendapat dorongan kenaikan yang lebih kuat berikutnya.
Sebaliknya, penurunan di bawah FR 61.8% 2903 akan memicu reversal bearish jangka pendek sehingga rekomendasi sell hanya disarankan saat konfirm tembus di bawah FR 61.8% tersebut. Dengan demikian, Anda bisa switch strategi saat harga mulai turun di bawah 2903 dengan potensi target kisaran 2880-2885 sebagai area maksimal mengingat kondisi fundamental yang saat ini masih mendukung bullish. Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support. Waspadai data PPI AS di malam hari jam 10.30 WIB, karena bisa saja terjadi perubahan trend!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 2924.00 – 2926.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2938.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2944.00,
Target terdekat 2950, terjauh 2970, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2918.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2917.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELLÂ jika Support ditembus
Entry : 2900.00 – 2902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2888.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2908.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2907)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.09400– 1.09600 Target : 1) 1.08800 2) 1.08200 SL : 1.10200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08400 Switch to BUY jika tembus 1.10400 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.29000– 1.29200 Target : 1) 1.29800 2) 1.30400 SL : 1.28400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30000 Switch to SELL jika tembus 1.28000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.900 – 149.100 Target : 1) 148.300 2) 147.700 SL : 149.700 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2924.00 – 2926.00 Target : 1) 2932.00 2) 2938.00 SL : 2918.00 (ideal 3-5 points di bawah 2917.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2944 Switch to SELL jika tembus 2905 |




