Dolar rebound terhadap mata uang lainnya mengakhiri penurunan dalam 7 hari perdagangan terakhir seiring data inflasi yang menurun di bawah perkiraan yang selaras dengan yang diharapkan Fed. Data inflasi CPI yang dirilis semalam menunjukkan inflasi mengalami penurunan dari 0.5% menjadi 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.3% dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga menurun dari 0.4% menjadi 0.2% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya, CPI mengalami penurunan dari 3.0% menjadi 2.8% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.9%. Sedangkan data Core CPI-nya juga turun dari 3.3% menjadi 3.1% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 3.2%. Dengan data-data ini membuat Fed sedikit mengurangi kekhawatiran akan inflasi meningkat akibat agenda ekonomi Presiden Trump yang akan datang. Meskipun data-data ini cukup melegakan, namun karena agenda kenaikan tarif impor AS belum diimplementasikan membuat data ini kurang memberikan kemana arah kebijakan moneter Fed yang akan datang. Karena juga data inflasi ini masih jauh di atas target 2% sehingga kemungkinan Fed masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu yang lebih lama. Sementara itu ketegangan akan perang dagang semakin meningkat seiring dengan perlawanan dari mitra dagang AS akan kenaikan tarif impor tersebut. Setelah sehari sebelumnya pemerintahan provinsi Ontario - Kanada menaikkan tarif listrik yang disalurkan ke AS sebanyak 25%, membuat Presiden Trump melawan dengan rencana kenaikan tarif impor yang lebih keras yaitu menggandakannya menjadi 50%. Meskipun pada akhirnya ditunda menunggu negosiasi antara kedua belah pihak. Semalam pihak Uni Eropa menjawab kenaikan tarif impor AS dengan rencana menaikkan tarif impor produk-produk dari AS senilai €26 juta atau ekuivalen $28 juta. Setelah Presiden Trump mengajukan kenaikan tarif impor sebanyak 25% terhadap semua produk baja dan aluminium dari Eropa. Presiden Trump berjanji akan membalas lagi jika Eropa benar-benar melakukan balasan tersebut. Ketegangan dan ketidakpastian akan perang dagang AS dengan mitra dagangnya masih menjadi faktor utama kekhawatiran akan terjadinya inflasi tinggi dan pelambatan ekonomi yang akan berujung pada terjadinya resesi yang tidak diinginkan semua pihak. Satu-satunya sentimen positif adalah peluang terciptanya perdamaian di Ukraina setelah perundingan damai antara Ukraina dan Rusia kembali berlanjut di Arab Saudi. Hari ini ada data inflasi dari sisi produsen PPI dan laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen melemah seiring dengan mata uang dolar yang rebound dan juga sikap hati-hati dari pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) yang mengkhawatirkan akan terjadinya pelambatan ekonomi global akibat agenda kenaikan tarif dari pemerintah AS. Meskipun tanda-tanda inflasi masih terus meningkat, BOJ memilih untuk menunggu sekaligus mengawasi situasi ekonomi dunia terlebih dahulu akan dampak dari agenda kenaikan tarif AS sebelum memutuskan akan mengambil tindakan. Walaupun BOJ diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan berikutnya, namun tidak dalam waktu dekat ini.
Euro juga melemah terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan imbas dari kenaikan tarif impor dari AS yang diumumkan oleh Presiden Trump dengan kenaikan sebanyak 25% terhadap produk baja dan aluminium. Komisi Eropa melakukan perlawanan dengan akan mengenakan kenaikan produk-produk impor dari AS seperti mulai dari kebutuhan toiletries, miras hingga permata senilai €26 juta atau ekuivalen $28 juta. Presiden Trump menanggapi perlawanan ini dengan berjanji akan melakukan pembalasan, namun belum mengungkapkan seperti apa. Sementara itu perubahan kebijakan fiskal Jerman yang berencana menganggarkan €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini sepertinya menghadapi gannjalan dari Partai Hijau di parlemen. Hari ini ada data industrial production untuk Uni Eropa secara keseluruhan dan data tingkat pengangguran di Italia.
Poundsterling juga mengalami koreksi terhadap dolar setelah sempat menguat hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Fundamental ekonomi Inggris sendiri sebelumnya juga cenderung menurun sehingga diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Hari ini ada data indeks harga perumahan dan data penting berikutnya akan dirilis esok hari berupa data pertumbuhan ekonomi GDP dengan perkiraan terus menurun
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar terus melemah terhadap mata uang lainnya, masih dengan ancaman resesi di AS serta dampak kenaikan tarif impor terhadap pertumbuhan ekonomi global yang masih menjadi kekhawatiran di pasar. Ketidakpastian perang dagang akibat perubahan mendadak kenaikan tarif impor dan juga prospek tercapainya gencatan senjata di Ukraina juga ikut mempengaruhi pasar. Kekhawatiran akan terjadinya erupsi pertumbuhan ekonomi global meningkat setelah Presiden Trump berencana untuk menggandakan kenaikan tarif impor baja dan aluminium dari Kanada sebanyak 50% dari sebelumnya yang hanya 25% setelah provinsi Ontario menaikkan tarif listrik sebanyak 25% yang disalurkan ke AS. Meskipun pada akhirnya Gubernur provinsi Ontario menunda rencana kenaikan tersebut dan akan merundingkan lebih lanjut dengan pemerintah AS dalam pekan ini. Kejadian ini menunjukkan bahwa ketegangan perang dagang dapat terjadi kapan saja dengan saling membalas dengan kenaikan tarif yang hampir dapat dipastikan akan merugikan perdagangan global. Sementara itu Ukraina menerima proposal gencatan senjata 30 hari dari AS selama diadakannya perundingan damai di Arab Saudi, meski pihak Rusia belum memberikan respon. Data ekonomi berupa indeks bisnis UKM mengalami penurunan dalam 3 bulan berturut-turut menghapus seluruh kepercayaan terhadap pemerintahan AS yang baru. Sedangkan jumlah lowongan kerja dari JOLTS mengalami peningkatan menjadi 7.74M yang lebih banyak dari perkiraan 7.65M meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun dari 7.60M menjadi hanya 7.51M. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi konsumen CPI dengan perkiraan mengalami penurunan setelah terjadi kenaikan pada periode sebelumnya.
Yen masih terus cenderung menguat terhadap dolar dengan data pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan, namun tekanan inflasi masih cenderung naik. Data GDP di Jepang kuartal ini mengalami penurunan menjadi 0.6% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.7%. Namun indeks harga dari data GDP tersebut mengalami peningkatan menjadi 2.9% yang lebih tinggi dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.8%. Hal ini mengindikasikan potensi inflasi kembali meningkat sehingga membuat Bank Sentral Jepang (BOJ) perlu menaikkan lagi suku bunga acuannya. Namun BOJ kemungkinan akan menunggu hingga ketidakpastian akan dampak agenda kenaikan tarif impor terhadap ekonomi seccara global dapat diantisipasi. Pejabat BOJ juga diperkirakan akan masih mempertahankan suku bunga acuannya saat ini pada pertemuan moneter mereka di pekan depan.
Euro terus menguat terhadap dolar seiring dengan prospek tercapainya gencatan senjata di Ukraina menjelang lanjutan perundingan damai yang diadakan di Arab Saudi. Ukraina sepakat dengan rencana AS untuk melakukan gencatan senjata selama 30 hari dan bersedia melanjutkan perundingan damai yang diinisiasi oleh AS dengan pihak Rusia. Menteri Luar Negeri - Marco Rubio kemudian akan mengajukan hal yang sama kepada Rusia dan pihak Rusia belum memberikan respon. Tercapainya perdamaian di Ukraina akan menjamin keamanan di kawasan Uni Eropa yang bersebelahan langsung. Sementara itu pemerintah Jerman juga melakukan reformasi fiskal dengan membatalkan pembatasan anggaran dan berencana menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Walaupun ada wacana Partai Hijau berencana untuk menggagalkan rancangan ini di parlemen dan berencana untuk mengajukan gagasan yang berbeda. Namun sepertinya hal ini tidak mendapat tanggapan dari pasar karena gagasan yang tidak dijelaskan belum tentu lebih baik. Sementara itu tidak ada data ekonomi yang akan dirilis dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde juga tidak menyinggung perihal kebijakan moneter dalam pidato semalam. Malam ini Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel dijadwalkan akan memberikan pidato.
Poundsterling rebound terhadap dolar, namun masih terus melemah terhadap Euro seiring dengan prospek perdamaian di Ukraina dengan dilanjutkannya perundingan damai di Arab Saudi. Walaupun kondisi ekonomi di Inggris sendiri juga tidak terlalu baik dengan data Leading Indeks yang mengalami penurunan -0.3% meskipun periode sebelumnya direvisi membaik dari -0.1% menjadi 0.0%. Data-data ekonomi sebelumnya juga cenderung menurun sehingga diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.09000– 1.09200 Target : 1) 1.08400 2) 1.07800 SL : 1.09800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07800 Switch to BUY jika tembus 1.10000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.28600– 1.28800 Target : 1) 1.29400 2) 1.30000 SL : 1.28000 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30000 Switch to SELL jika tembus 1.28000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 147.200 – 147.400 Target : 1) 148.000 2) 148.600 SL : 146.600 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 146.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 148.200 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2900.00– 2902.00 Target : 1) 2908.00 2) 2914.00 SL : 2894.00 (ideal 3-5 points di bawah 2892.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2922 Switch to SELL jika tembus 2880 atau jika kembali gagal tembus 2930 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08600– 1.08800 Target : 1) 1.08000 2) 1.07400 SL : 1.09400 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07800 Switch to BUY jika tembus 1.09500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29000 – 1.29200 Target : 1) 1.28400 2) 1.7800 SL : 1.29800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28200 Switch to BUY jika tembus 1.30000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 147.200 – 147.400 Target : 1) 146.600 2) 146.000 SL : 148.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.300 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 2900.00– 2902.00 Target : 1) 2894.00 2) 2888.00 SL : 2908.00 (ideal 3-5 points di atas 2908.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2880 Switch to BUY jika tembus 2910 atau gagal tembus 2850 |

Dolar terus melemah seiring data di sektor tenaga kerja yang di bawah ambang batas dan pidato Ketua Fed yang semakin menegaskan tidak akan melanjutkan pemangkasan dalam waktu dekat ini. Laporan Non-Farm Payroll yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan terjadinya penambahan terisinya lapangan kerja hanya sebanyak 151K yang di bawah perkiraan 159K dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 143K menjadi hanya 125K. Angka yang masih jauh dari ambang batas 200K yang bisa dikategorikan sektor ini menguat. Sedangkan upah rata-rata turun 0.3% sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Sementara tingkat pengangguran mengalami kenaikan 4.1% lebih tinggi dari perkiraan stabil 4.0%. Dengan data-data ini semestinya semakin membuka peluang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunganya. Namun dalam pidatonya Ketua Fed mengatakan Fed akan sangat konservatif dan tidak akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini karena menunggu indikasi ekonomi yang lebih jelas akibat dampak agenda ekonomi Presiden Trump. Hal senada yang pernah disampaikan pada testimoni di depan Kongress beberapa waktu lalu. Meski demikian ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan masih sama yaitu sebanyak 3 kali 25 bps sepanjang tahun ini menurut LSEG calculations. Dan paling awal pemangkasan baru akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Pekan ini akan dirilis data inflasi dari sisi konsumen (CPI) dan dari sisi produsen (PPI) serta hasil survey dari University of Michigan berupa ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.
Yen masih cenderung menguat seiring dengan pelemahan mata uang dolar, meski peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini semakin memudar. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi global akibat agenda kenaikan tarif impor yang dikenakan oleh AS terhadap mitra dagangnya dikhawatirkan akan menciptakan guncangan ekonomi global. Bahkan sejumlah ahli ekonomi memperkirakan skenario terburuknya yaitu AS akan mengarah menuju resesi jika agenda tersebut diterapkan pada semua mitra dagangnya. Dengan kekhawatiran tersebut maka rencana kenaikan suku bunga oleh BOJ kemungkinan akan ditunda lebih lama. Meskipun inflasi di Jepang terus naik semakin menjauh dari target 2%. Kekhawatiran yang disampaikan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda tersebut pasca pertemuan G-10 pekan lalu. Pekan ini akan dirilis data neraca keuangan, leading indicator dan data pertumbuhan ekonomi GDP di Jepang.
Euro terus menguat terhadap dolar hingga mencapai level tertinggi dalam 4 bulan terakhir seiring dengan reformasi kebijakan fiskal pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman melakukan perubahan drastis kebijakan fiskalnya dari pembatasan anggaran sebelumnya dengan menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina. Stabilitas keamanan juga menjadi syarat yang diajukan oleh Presiden Trump untuk menghindari kenaikan tarif impor oleh AS. Pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan untuk kesekian kalinya. Dan juga menaikkan proyeksi inflasi dari sebelumnya 2.1% menjadi 2.3% yang membuat ekspektasi langkah ECB berikutnya pada bulan April nanti hanya akan mempertahankan suku bunga acuannya. Pekan ini ada data neraca perdagangan dan data inflasi di Jerman, kepercayaan investor dari Sentix, dan industrial production untuk Uni Eropa keseluruhan serta pidato dari Presiden ECB dan Gubernur Bank Sentral Jerman.
Poundsterling juga masih menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar oleh sentimen positif di daratan Eropa. Prospek perdamaian di Ukraina yang sebelumnya meredup akibat dihentikannya bantuan dari AS, kembali memberikan harapan setelah negara-negara di Eropa bersatu untuk membantu Ukraina. Selain itu rencana peningkatan anggaran militer untuk pertahanan yang ditingkatkan diharapkan akan meningkatkan stabilitas keamanan yang menjamin pertumbuhan ekonomi. Dengan neraca perdagangan yang seimbang dengan AS, Inggris berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS selain itu juga kebanyakan ekspor Inggris berada di sektor jasa. Meskipun demikian Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya agar tercipta stabilitas keamanan di Eropa.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.07900– 1.08100 Target : 1) 1.08700 2) 1.09300 SL : 1.07300 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09000 Switch to SELL jika tembus 1.07000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.28800 – 1.29000 Target : 1) 1.29600 2) 1.30200 SL : 1.28200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29600 Switch to SELL jika tembus 1.28000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 147.800 – 148.000 Target : 1) 147.200 2) 146.600 SL : 148.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 149.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.700 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2898– 2900.00 Target : 1) 2906.00 2) 2912.00 SL : 2892.00 (ideal 3-5 points di bawah 2890.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929 Switch to SELL jika tembus 2875 |




