Dolar terus melemah dengan indeks dolar terhadap 6 mata uang utama turun dalam 4 hari terakhir ke level terendah dalam 4 bulan terakhir menjelang laporan Non-Farm Payroll yang akan dirilis malam ini. Pelemahan dolar terjadi seiring dengan perubahan kebijakan Presiden Trump yang 2 hari sebelumnya menetapkan kenaikan tarif impor terhadap Kanada dan Mexico sebanyak 25% kemudian semalam menunda selama 1 bulan mendatang. Pelintiran alur kebijakan yang berubah drastis dalam waktu singkat ini membuat pelaku pasar menjadi tidak senang. Sehingga mengalihkan aset-asetnya kepada safe haven lainnya yaitu mata uang Yen dan Swiss Franc. Selain itu agenda kenaikan tarif impor membuat kebanyakan perusahaan yang sangat bergantung pada ekspor dan impor akan terdampak. Belum lagi aksi respon dari mitra dagang AS yang terkena kenaikan tarif yang akan semakin memperburuk kondisi ekonomi secara keseluruhan. Fundamental ekonomi juga menunjukkan aktifitas ekonomi mulai menurun dengan data PHK dari 17 agen tenaga kerja yang dikompilasi oleh firma Challenger, Gray & Christmas terdapat sejumlah 62K PHK dan proyeksi kenaikan PHK sebanyak 245% sekitar 172K seiring dengan rencana pemangkasan pagawai federal oleh Departemen Efisiensi Pemerintah di bawah pimpinan Elon Musk. Angka terendah sejak Juli 2020 di tengah pandemi covid-19 yang lalu bahkan belum pernah terlihat dalam 2 kali resesi yang terjadi sebelumnya. Sedangkan laporan mingguan klaim pengangguran berkurang sebanyak 21K sehingga rata-rata klaim pengangguran menjadi 221K lebih rendah dari perkiraan sebanyak 235K. Data lain berupa impor di bulan Januari mengalami peningkatan tajam seiring dengan melonjaknya volume sebelum dikenakan kenaikan tarif yang membuat defisit neraca perdagangan mencapai rekor tertinggi sehingga akan mengurangi pertumbuhan ekonomi GDP di kuartal pertama tahun ini. Hari ini data sektor tenaga kerja terpenting yaitu Non-Farm Payroll dengan perkiraan sedikit meningkat dari 143K menjadi hanya 159K yang di bawah ambang 200K yang bisa dikategorikan kondisi sektor ini masih kuat bersamaan dengan data tingkat pengangguran dan upah rata-rata. Selain itu malam ini juga akan ada pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk ketuanya - Jerome Powell yang akan dicermati pasar.
Yen semakin menguat seiring dengan dolar yang terus melemah hingga menyentuh level terendah dalam 5 bulan terakhir dan level terendah dalam 3 bulan terakhir terhadap Swiss Franc. Ekspektasi akan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya juga menjadi sentimen postitif unutk mata uang Yen dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun ada kemungkinan untuk ditunda seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan akibat kenaikan tarif impor AS. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda pekan lalu menyampaikan hal tersebut dan akan lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Jepang kemungkinan besar akan terhindar dari agenda kenaikan tarif impor seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pekan depan.
Euro menguat tajam terhadap dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir pasca pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin malam. Dalam pertemuan moneter tersebut, ECB memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan untuk kesekian kalinya. Selain itu ECB juga menaikkan proyeksi inflasi dari sebelumnya 2.1% menjadi 2.3% yang membuat ekspektasi langkah ECB berikutnya pada bulan April nanti hanya akan mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu ECB juga menyambut baik rencana pemerintah Jerman yang menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan juga akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina yang sudah diberikan oleh pemerintah AS sebelumnya. Presiden ECB - Christine Lagarde menyambut baik hal ini dan mencermati waktu pelaksanaannya yang akan disinkronkan dengan kebijakan moneter sehingga mendapatkan hasil yang maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan terutama dampaknya terhadap inflasi.
Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar seiring dengan sentimen positif juga di daratan Eropa. Prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa dan rencana peningkatan anggaran militer untuk pertahanan yang ditingkatkan diharapkan akan meningkatkan stabilitas keamanan yang menjamin pertumbuhan ekonomi. Inggris sendiri juga berencana meningkatkan anggaran militernya untuk memenuhi permintaan AS agar tercipta stabilitas keamanan di Eropa. Dengan neraca perdagangan yang seimbang dengan AS, Inggris berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS selain itu juga kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08000– 1.08200 Target : 1) 1.07400 2) 1.06800 SL : 1.08800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07400 Switch to BUY jika tembus 1.08800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29000 – 1.29200 Target : 1) 1.28400 2) 1.27800 SL : 1.29800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27800 Switch to BUY jika tembus 1.29800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.400 – 148.600 Target : 1) 147.800 2) 147.200 SL : 149.200 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 149.600 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2885– 2887.00 Target : 1) 2893.00 2) 2899.00 SL : 2879.00 (ideal 3-5 points di bawah 2878.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929 Switch to SELL jika tembus 2872 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 1.07200– 1.07400 Target : 1) 1.08000 2) 1.08600 SL : 1.06600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08600 Switch to SELL jika tembus 1.06300 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.28400 – 1.28600 Target : 1) 1.29200 2) 1.29800 SL : 1.27800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29600 Switch to SELL jika tembus 1.27400 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.800 – 150.000 Target : 1) 149.200 2) 148.600 SL : 150.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2910.00– 2912.00 Target : 1) 2918.00 2) 2924.00 SL : 2904.00 (ideal 3-5 points di bawah 2900.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930 Switch to SELL jika tembus 2875 |

Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan ketidakpastian dampak dari agenda kenaikan suku bunga acuan Presiden Trump. Setelah tetap memberlakukan kenaikan tarif impor terhadap Kanada dan Mexico sesuai yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu 25% dan bahkan menaikan sebanyak 2 kali lipat terhadap China menjadi 20%. Dampak terburuk yang paling dikhawatirkan adalah potensi akan terjadi resesi karena inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Bahkan skenario terburuk menurut pakar ekonomi yaitu peluang resesi mencapai 42%. Dengan kemungkinan tersebut maka akan semakin terbuka peluang dari Fed untuk meneruskan pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun kenaikan tarif ini masih belum dapat dipastikan bahwa akan permanen ataukah masih dapat dinegosiasikan. Namun dalam testimoni di Kongres semalam, Trump mengumumkan menunda kenaikan tarif di sektor otomotif selama 1 bulan berikutnya yang hanya terbatas pada kendaraan yang dibuat di AS. Penundaan ini dilakukan setelah mendapat tekanan dari pimpinan General Motor dan Ford serta Stellantis. Sementara itu aktifitas ekonomi di AS masih terus positif dengan data PMI di sektor jasa dari ISM meningkat dari 52.8 menjadi 53.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 52.6. Dengan komponen tenaga kerja dari data tersebut naik secara signifikan dari 52.3 menjadi 53.9. Begitu pula dengan data factory order juga meningkat tajam menjadi 1.7% sesuai perkiraan periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari -0.9% menjadi -0.6%. Sementara data dari sektor tenaga kerja berbeda 180 derajat dengan data terisinya lapangan kerja swasta ADP yang berkurang drastis dari 186K menjadi hanya 77K yang jauh di bawah perkiraan hanya turun 141K. Hari ini masih ada data di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran dan data yang lebih penting baru akan dirilis esok hari yaitu Non-Farm Payroll.
Yen juga menguat terhadap dolar seiring dengan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih berencana akan menaikkan suku bunga acuannya yang dijadwalkan pada pertemuan moneter yang akan dilaksanakan pekan depan. Walaupun ada kemungkinan akan tetap ditunda seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan akibat kenaikan tarif impor AS. Sehingga lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Walaupun Jepang kemungkinan besar akan terhindar dari agenda kenaikan tarif impor seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan.
Euro semakin menguat terhadap mata uang dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir atau sejak November 2024 yang lalu. Seiring dengan rencana pemerintahan baru Jerman yang menganggarkan dana senilai lebih kurang €500 juta untuk dipergunakan sebagai dana militer dan infrastruktur yang dapat mengurangi potensi ketegangan perdagangan global yang memanas saat ini. Selain itu potensi tercapainya perdamaian di Ukraina menjadi sentimen positif untuk aset-aset berdenominasi Euro. Selain itu pemerintah China juga berencana merilis stimulus guna menangkis potensi lesunya aktifitas ekonomi global seiring agenda kenaikan tarif impor AS. Kedua stimulus ini semakin memberi ruang lebar bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. ECB dijadwalkan akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter hari ini dengan pemangkasan sebanyak 25 bps. Dengan perkiraan masih akan melanjutkan pemangkasan berikutnya seiring dengan ekonomi yang belum pulih. Hasil pertemuan moneter akan diumumkan malam ini pada pukul 20:15 WIB dan diikuti dengan konferensi pers dari Presiden ECB - Christine Lagarde 30 menit kemudian. Beberapa jam sebelumnya akan dirilis data Retail Sales.
Poundsterling masih terus menguat terhadap dolar seiring prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa menjadi sentimen positif juga di daratan Eropa. Inggris juga berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS karena neraca perdagangan keduanya yang seimbang dan kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa. Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya mengikuti saran Presiden Trump untuk meningkatkan pertahanan bagi negara di kawasan Eropa. Meskipun data PMI sektor jasa di Inggris sedikit mengalami penurunan menjadi 51.0 dari perkiraan stagnan sama seperti sebelumnya 51.1. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) semalam dalam dengar pendapat di depan parlemen sepakat masih ada ruang untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.05400– 1.05600 Target : 1) 1.06200 2) 1.06800 SL : 1.04800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06800 Switch to SELL jika tembus 1.04300 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.27400 – 1.27600 Target : 1) 1.28200 2) 1.28800 SL : 1.26800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.28000 Switch to SELL jika tembus 1.26200 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 150.000 2) 150.600 SL : 148.600 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 148.500 atau selama tidak ada kenaikan di atas 151.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 150.3000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2885.00– 2887.00 Target : 1) 2893.00 2) 2899.00 SL : 2879.00 (ideal 3-5 points di bawah 2875.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930 Switch to SELL jika tembus 2870 Area hijau sebagai support psikologis pasca kenaikan |

Dolar berlanjut melemah terhadap mata uang lainnya, terkecuali terhadap dolar Kanada dan peso Mexico yang melanjutkan kenaikan hari sebelumnya. Masih diwarnai oleh kenaikan tarif 25% terhadap Kanada dan Mexico yang mulai efektif berlaku dan terhadap China dilipatkan kenaikan sebanyak 20% dari rencana awal sebelumnya yang hanya 10%. Dengan dimulaikannya kenaikan tarif ini akan berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Karena Kanada dan Mexico berencana melakukan perlawanan, sedangkan China sudah bereaksi dengan menaikkan tarif impor sebanyak 10%-15% pada beberapa produk yang diimpor dari AS. Perdana Menteri Kanada - Justin Trudeau menyebut kenaikan tarif impor AS merupakan tindakan bodoh dan Ottawa akan segera melakukan perlawanan dalam waktu dekat. Sedangkan Presiden Mexico juga mengatakan akan mengambil tindakan balasan, meski tidak secara spesifik berupa apa dan kapan akan dilaksanakan. Menanggapi ancaman tersebut, Menteri Perdagangan AS - Howard Lutnick mengatakan Presiden Trump akan mencari jalan tengah dan akan diumumkan malam ini dan ada kemungkinan kenaikan tarif tersebut akan ditinjau ulang pada 2 April mendatang, jika Kanada dan Mexico dapat memberikan bukti bahwa perdagangan obat terlarang yang melewati perbatasan dapat dihentikan. Namun sebagian pelaku pasar meragukan akan terjadi perubahan yang signifikan dan yang hampir pasti adalah dampak kenaikan tarif ini pada inflasi dan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi domestik dan global. Dan bukan tidak mungkin jika semakin memburuk akan membawa ekonomi AS ke dalam resesi. Presiden Trump dijadwalkan akan memberikan testimoni di Kongres AS yang mungkin saja akan memberikan kejutan lainnya. Setelah sebelumnya menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina menyusul perdebatan sengit dengan Presiden Ukraina - Volodymyr Zelensky di Gedung Putih sebelumnya. Meski demikian Trump juga masih berniat unutk melanjutkan kerjasama eksploitasi mineral di Ukraina yang diharapkan akan menjadi jembatan terjadinya perdamaian mengakhiri 3 tahun perang di Ukraina. Walau belum dapat dipastikan kesepakatan yang akan dibuat masih sama dengan sebelumnya ataukah akan ada perubahan setelah kejadian di ruang oval presiden tersebut. Sebelumnya data ekonomi juga cenderung menurun yang semakin membuka ruang bagi Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Hari ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja berupa data terisinya lapangan kerja swasta ADP, data PMI di sektor jasa dan factory order.
Yen sedikit tertahan terhadap dolar karena melemah terhadap Euro seiring dengan optimisme di kawasan Eropa. Bank Sentral Jepang (BOJ) masih berencana akan menaikkan suku bunga acuannya menjelang pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan, setelah beberapa waktu sebelumnya cukup yakin akan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Namun seiring dengan dimulaikannya kenaikan tarif impor AS yang mulai diberlakukan, menimbulkan keraguan dan membuat BOJ akan menunda lebih lama menunggu dampak ekonomi lebih lanjut. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengkhawatiran akan terjadinya pelambatan ekonomi secara global sehingga lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. AS sendiri belum memastikan akan mengenakan kenaikan tarif impor terhadap Jepang seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan.
Euro menguat terhadap dolar hingga menyentuh level tertinggi dalam 2 pekan terakhir seiring dengan kerjasama negara-negara Eropa untuk membantu Ukraina menciptakan perdamaian. Dengan pemerintahan baru Jerman menyediakan dana senilai hingga €500 juta yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu untuk militer dan infrastruktur. Rancangan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Jerman terutama terhadap pertahanan wilayahnya. Penguatan mata uang Euro ikut mengangkat mata uang Eropa lainnya seperti Swiss franc, poundsterling dan juga krona Norwegia serta krone Swedia. Selain itu negara-negara Eropa juga berencana mengajukan rancangan perdamaian tersebut kepada AS dan pemerintah AS juga masih tetap akan menjalin kerjasama eksplorasi mineral di Ukraina meskipun terjadi perselisihan dalam pertemuan dengan Presiden Zelensky sehari sebelumnya. Pelaku pasar masih menunggu hasil pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan tersebut pada hari Kamis esok hari. Diperkirakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps lagi. Hari ini akan dirilis data PMI sektor jasa dan data inflasi dari sisi produsen PPI.
Poundsterling juga berlanjut menguat terhadap dolar hingga level tertinggi sejak pertengahan Desember tahun lalu. Prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa menjadi sentimen positif juga di Inggris. Selain itu Presiden Trump sepertinya tidak menarget Inggris untuk kenaikan tarif impor seiring dengan neraca perdagangan keduanya yang seimbang dan kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa. Sebagaimana Jerman, Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya mengikuti saran Presiden Trump untuk meningkatkan pertahanan bagi negara di kawasan Eropa. Hari ini ada data PMI di sektor jasa.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



