logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya seiring DPR AS meloloskan rancangan pengurangan pajak Presiden Trump. Dengan DPR AS yang dikuasai oleh mayoritas dari Partai Republik pendukung Presiden Trump meloloskan pemotongan pajak senilai $4.5 triliun yang kemungkinan besar juga akan mendapat persetujuan Senat dimana suara mayoritas juga dari Partai Republik. Rancangan pengurangan pajak ini memang lebih ditujukan untuk menguntungkan korporasi. DIharapkan masih ada lagi insentif lainnya seperti kemudahan regulasi seperti yang dicanangkan dalam kampanye pilpres lalu. Dengan demikian insentif ini menjadi sentimen positif untuk sentimen yang diharapkan akan memacu perekonomian lebih laju. Selain itu juga permintaan akan aset safe haven termasuk dolar juga meningkat seiring dengan ketidakpastian seputar adanya kemungkinan penundaan lagi soal kenaikan tarif impor. Seiring dengan segera diberlakukannya kenaikan tarif impor produk-produk dari tetangga terdekatnya Kanada dan Mexico pekan depan. Meskipun Presiden Trump dalam pertemuan Kabinet mengatakan kenaikan tarif impor terhadap mitra dagang lainnya ditetapkan akan mulai efektif pada 2 April mendatang. Namun pejabat Gedung Putih mengatakan khusus terhadap Kanada dan Mexico tenggat waktu masih sama pada 4 Maret nanti. Khusus terhadap China, Presiden Trump menyampaikan akan membatasi ketat investasi China pada sektor yang strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan dan studi luar angkasa. Kekhawatiran baru muncul seiring dengan peluang dilakukannya pengurangan pegawai pemerintahan federal atas inisiasi dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah pimpinan Elon Musk. Sementara itu perdamaian di Ukraina menjadi penting bagi AS setelah mendapatkan konsesi atas hasil mineral negara ini. Ukraina mengkonfirmasi kebenaran perihal tersebut dan rencana Presiden Volodymyr Zelensky untuk berkunjung ke Washington pada hari Jumat nanti untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut. Dengan adanya kepentingan AS di Ukraina sepertinya bisa menjadi penyelesaian konflik yang sudah berlangsung 3 tahun lebih tersebut. Dengan pemerintah Ukraina tunduk pada AS dan Rusia tidak akan sembarang lagi melakukan serangan ke wilayah Ukraina. Dari data ekonomi di sektor perumahan mengalami penurunan seiring dengan tingkat suku bunga yang masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu mendatang. Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan seperti yang diucapkan oleh Gubernur Fed Richmond - Tom Barkin mengatakan kondisi yang tidak menentu saat ini akan membuat Fed perlu berhati-hati dalam memutuskan kebijakan moneternya dan akan terus memantau dengan pendekatan wait-n-see hingga inflasi betul-betul sudah searah dengan yang diharapkan yaitu mendekati target 2%. Meski demikian spekulasi akan langkah pemangkasan Fed sepanjang tahun ini semakin meningkat dari sebelumnya dari 40 bps meningkat menjadi 55 bps. Dan pemangkasan tidak akan dilakukan hingga pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dan juga data Durable Goods Order serta pidato dari sejumlah pejabat Fed.

Yen terus berlanjut menguat terhadap dolar mendekati level terendah sebelumnya pada pekan lalu yang mendekati angka terendah sejak 11 Oktober tahun lalu. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) terus menjadi pemicu penguatan mata uang Yen. Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional - Atsushi Mimura kemarin mengatakan tidak terjadi pertentangan antara menguatnya yen dengan positifnya data ekonomi. Hal ini dimaksudkan penguatan mata uang yen seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik sehingga sangat memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berikutnya di Jepang. Pertumbuhan ekonomi masih cukup baik dan tekanan inflasi terus meningkat hingga data terakhir menunjukkan angka inflasi mencapai 4%. Mimura juga menegaskan kebijakan mata uang Jepang terus diawasi termasuk keputusan untuk melakukan intervensi jika diperlukan guna menekan pergerakan mata uang yen yang terlalu volatil. Sementara Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan BOJ akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi kembali turun mendekati target 2%. Bahkan BOJ sudah menaikkan target inflasi dari sebelumnya 1.9% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini sebanyak 25 bps.

Euro masih terus cenderung tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan agenda kenaikan tarif impor AS yang menargetkan Uni Eropa secara khusus. Selain itu kondisi ekonomi di Jerman sebagai negara dengan kontribusi terbesar yang belum pulih setelah pertumbuhan ekonomi GDP yang cenderung stagnan seperti yang sudah dirilis sehari sebelumnya. Data malam ini juga menunjukkan sentimen konsumen yang terus menurun menjadi -24.7 yang jauh lebih buruk dari perkiraan membaik -21.7 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi semakin menurun dari -22.4 menjadi -22.6. Partai pemenang pemilu yang sekaligus mendapatkan hak untuk menduduki jabatan Kanselir Jerman justru mengesampingkan reformasi fiskal yang diharapkan untuk memacu perekonomian menjadi sentimen negatif di pasar. Hari ini ada data inflasi CPI di Spanyol, Proyeksi ekonomi dari Komisi Eropa dan nota pertemuan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu.

Poundsterling masih cenderung menguat seiring dengan optimisme Menteri Keuangan - Rachel Reeves meyakini terjadi peningkatan yang signifikan buat perdagangan dan investasi antara Inggris dengan AS di masa depan. Perdana Menteri - Keir Starmer dijadwalkan akan mengunjungi Washington untuk kunjungan resmi tentu saja juga akan membahas perundingan perihal agenda kenaikan tarif. Presiden Trump di awal bulan lalu berpikir akan mengusahakan dan bekerjasama perihal tarif bersama dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Revees juga akan mengumumkan kebijakan ekonomi dan fiskal baru pada 26 Maret mendatang. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Swati Dhingra mengatakan kebijakan moneter BOE akan disesuaikan dengan kenaikan tarif dan pembatasan perdagangan lainnya yang bisa mengganggu rantai supply serta kenaikan biaya lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Dollar kembali melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan data ekonomi menunjukkan sentiment konsumen mengalami penurunan ke level terendah dalam 3.5 tahun terakhir atau sejak Agustus 2021 seiring dengan pesimisme rakyat AS akan agenda ekonomi Presiden Trump. Indeks kepercayaan konsumen turun dari 104.1 menjadi 98.3 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 102.7. Kekhawatiran akan pelambatan ekonomi dan kenaikan inflasi semakin meningkat seiring dengan berakhirnya masa tenggang kenaikan tarif impor yang diberikan kepada Kanada dan Mexico pada pekan depan. Presiden Trump mengatakan tidak ada lagi penundaan kenaikan tarif terhadap Kanada dan Mexico yang akan efektif pada 1 Maret nanti. Dengan kenaikan tarif impor ini harga barang yang berasal dari 2 negara ini akan mengalami kenaikan di pasar domestik AS. Yang dapat berdampak pada kenaikan barang substitusi yang serupa. Selain itu juga ada kekhawatiran baru berupa kemungkinan dilakukannya pengurangan pegawai pemerintahan federal atas inisiasi dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah pimpinan oleh Elon Musk. Menteri Keuangan - Scott Bessent menyampaikan argumentasi bahwa saat ini kondisi ekonomi dalam keadaan rapuh daripada sekedar data ekonomi seiring dengan suku bunga yang masih volatile, inflasi yang tetap membandel dan prospek tenaga kerja di sektor pemerintahan yang sedang bereformasi meskipun mendukung kenaikan tarif impor sebagai sumber pendapatan yang penting bagi negara. Dengan kondisi ini akan semakin mempersempit ruang gerak bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuan. Gubernur Fed Richmond- Tom Barkin mengatakan kondisi yang tidak menentu saat ini akan membuat Fed semakin berhati-hati dan akan memantau dengan pendekatan wait-n-see hingga inflasi betul-betul sudah searah dengan yang diharapkan yaitu mendekati target 2% baru kemudian Fed akan mengambil keputusan moneter. Meski demikian spekulasi akan langkah pemangkasan Fed sepanjang tahun ini semakin meningkat dari sebelumnya hanya 40 bps meningkat menjadi 50 bps. Sementara itu Presiden Trump kembali menyampaikan akan membatasi investasi China pada sektor yang strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan dan studi luar angkasa. Awal Januari tahun lalu China meluncurkan kecerdasan buatan DeepSeek yang berhasil melampaui kecerdasan buatan milik AS ChatGPT dengan anggaran yang jauh lebih rendah. Hal ini membuat investor mempertanyakan anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk pengembangan kecerdasan buatan dinilai tidak maksimal. Sementara itu perdamaian di Ukraina sepertinya dimanfaatkan oleh AS untuk mendapatkan konsesi atas hasil mineral negara ini. Hal ini membuat ketegangan diantara pihak-pihak yang bertikai yang sudah berjalan selama 3 tahun terakhir. Hari ini hanya ada data di sektor perumahan.

Yen kembali menguat terhadap dolar hingga level terendah dalam 4.5 tahun terakhir di 148.56 setelah pelaku pasar Jepang kembali ke pasar setelah sehari sebelumnya libur. Prospek kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) masih menjadi pemicu penguatan mata uang Yen dalam beberapa waktu belakangan ini. Sejumlah pejabat BOJ juga sudah menyuarakan perluanya kenaikan suku bunga acuan guna menahan laju inflasi di Jepang yang terus cenderung meningkat. Data inflasi terakhir di Jepang melonjak hingga mencapai 4.0% dari periode sebelumnya 3.7%. Siang ini BOJ akan merilis data inflasi internal dengan perkiraan 1,9% menjadi 2.0% masih dalam target, namun juga cenderung meningkat. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda menegaskan bahwa BOJ memungkinkan untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka panjang.

Euro masih cenderung melemah terhadap dolar meski optimisme masih mewarnai pasar setelah pemilu di Jerman di akhir pekan lalu sesuai dengan ekspektas pasar. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor oleh AS menjadi sentimen negatif karena Uni Eropa menjadi target utama oleh Presiden Trump terlebih setelah masa tenggang di negara Kanada dan Mexico berakhir dan tidak ada lagi penundaan sehingga perhatian selanjutnya akan tertuju pada Uni Eropa. Neraca perdagangan yang tidak seimbang antara AS dan Uni Eropa membuat Presiden Trump merasa harus mengambil tindakan. Meskipun masih belum ada wacana seberapa banyak tambahan kenaikan tarif yang akan dikenakan. Ditambah lagi dengan pemenang pemilu yang akan menjadi Kanselir Jerman yang baru - Friedrich Merz mengesampingkan pembatasan limit hutang atau dikenal dengan “debt brake” yang selama ini menjadi kendala dalam mengelola anggaran pemerintahan. Merz juga mengatakan masih terlalu dini untuk meminta parlemen yang sedang berjalan saat ini untuk meloloskan permintaan kenaikan anggaran militer yang cukup masif. Sebelumnya pasar menantikan kebijakan fiscal yang baru termasuk penghapusan debt brake dan juga potensi penambahan dana untuk pertahanan militer. Dari data ekonomi pertumbuhan GDP di Jerman masih stagnan -0.2% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data sentiment konsumen dari GfK.

Poundsterling menguat terhadap dolar maupun Euro seiring dengan rencana Perdana Menteri - Keir Starmer yang akan menaikan anggaran militer sebanyak 2.5% dari GDP pada tahun 2027 mendatang dan menargetkan selanjutnya di angka 3% GDP. Dengan harapan kenaikan anggaran ini akan memperkuat stabilitas keamanan di Eropa. Presiden Trump mensyaratkan stabilitas keamanan bagi mitra dagangnya untuk menjaga keberlangsungan tersedianya pasokan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sekaligus rencana berkunjung ke AS bertemu dengan Presiden Trump untuk berunding perihal tersebut. Data Realized Sales meski mengalami peningkatan dari -24 menjadi -23, namun tidak sebagus yang diharapkan -21. Sementara Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill tidak membahas perihal kebijakan moneter dalam pidato semalam. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar kembali melemah sehingga mendorong Euro-> positif untuk Euro
  • Opitimisme perdamaian Rusia-Ukraina semakin tumbuh, menguntungkan bagi Euro -> potensi positif untuk Euro
  • Pola double top di H4 cenderung gagal, ada kemungkinan potensi ascending triangle yang lebih dominan, terutama jika tembus resistance -> positif untuk Euro
  • Fokus data German Consumer Climate jam 14.00 WIB
    a. Act > Exp = EUR naik -> switch to BUY
    b. Act < Exp = EUR turun -> pertahankan SELL
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05400
  • Switch to SELL jika tembus 1.04000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.04800– 1.05000
Target : 1) 1.05600 2) 1.06200
SL : 1.04200

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05400
Switch to SELL jika tembus 1.04000
Double Top gagal, cenderung Ascending Triangle

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> postif untuk GBP
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Kondisi dolar kembali melemah sehingga menguntungkan GBP -> positif untuk GBP
  • Optimisme perdamaian Rusia-Ukraina semakin kuat-> positif untuk GBP
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.26900
  • Switch to SELL jika tembus 1.25000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26100 – 1.26300
Target : 1) 1.26900 2) 1.27500
SL : 1.25500

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26900
Switch to SELL jika tembus 1.25000

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup turun -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori berpeluang turun-> negatif untuk USDJPY
  • Peluang kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, para pejabat BOJ cenderung hawkish sehingga Yen lebih dominan menguat (USDJPY turun) -> potensi kenaikan terbatas, cenderung turun untuk USDJPY
  • Fokus minggu ini tertuju pada inflasi Tokyo dan inflasi PCE AS
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800
  • Switch to BUY jika tembus 151.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.200 – 149.400
Target : 1) 148.600 2) 148.000
SL : 150.000

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 151.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, secara garis besar :
    a. Area orange 2891-2905 kemungkinan zona buy lebih rendah risiko -> ideal buy di zona ini jika terjadi penurunan di bawah 2930 -> terbukti bertahan dan rebound saat penutupan, dan berlanjut naik di sesi Asia (masih bisa digunakan acuan)
    b. zona ungu 2877-2857 diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat jika terjadi gelombang koreksi berikutnya, sehingga plan Buy berikutnya bisa dipertimbangkan juga di zona tersebut jika terjadi penurunan di bawah 2888
  • Di H1, kemungkinan zona ungu kisaran 2939-2944 sebagai resistance terdekat, ada potensi kenaikan terhambat lebih dulu di zona tersebut
    a. bisa sell, tapi hanya jangka pendek karena tren utama masih bullish -> Stop loss wajib di atas 2944
    b. Potensi buy lebih relevan dengan tren utama, sehingga koreksi dekat zona hijau 2891-2905 adalah area ideal untuk buy -> SL di bawah 2891
    c. tembus trendline 2944 akan mendorong harga naik kembali-> follow buy jika tembus, target terdekat 2948 dan 2954
  • Fokus minggu ini data GDP dan PCE AS
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2888, potensi target terdekat 2880, terjauh 2872
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2944, potensi terdekat 2950, terjauh 2960
Suggest : BUY on Dip
Area : 2902.00– 2904.00
Target : 1) 2910.00 2) 2916.00
SL : 2896.00 (ideal 3-5 points di bawah 2893.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2944
Switch to SELL jika tembus 2888
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

[sseopress_breadcrumbs]

Dolar bergerak menguat setelah sempat terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang lainnya dengan agenda kenaikan tarif impor AS yang baru. Presiden Trump mengumumkan hampir menutup kesepakatan mineral dengan Ukraina dengan bekerjasama dengan Presiden Prancis - Emmanuel Macron sekaligus mengakhiri perang Ukraina, meski masih belum tercapai negosiasi perdamaian. Meskipun agenda semua kenaikan tarif tersebut akan dijalankan pada awal April mendatang. Sementara penundaan agenda kenaikan tarif impor mulai mereda seiring dengan kemungkinan adanya perubahan persentase kenaikan seiring dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dengan mitra dagangnya. Dengan waktu yang tersisa hingga April mendatang, masih memungkinkan bagi mitra AS untuk melakukan negosiasi ulang seperti yang dilakukan oleh Kanada dan Mexico yang dikenakan tambahan kenaikan tarif impor sebanyak 25%. Baik pemerintah Kanada maupun Mexico semakin intensif melakukan negosiasi guna menghindarkan tambahan kenaikan tarif impor sebanyak 25% tersebut. Karena tambahan kenaikan tarif impor ini akan mengikis pendapatan nasional secara signifikan. Gubernur Bank Sentral Kanada (BOC) - Tiff Macklem hari Jumat lalu mengatakan kenaikan tarif impor AS tersebut akan menghapus pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 hingga tahun 2026 mendatang dan menyebabkan kenaikan tajam inflasi di Kanada. Dengan kekhawatiran yang sama membuat mitra dagang AS lainnya juga akan terus melobi pemerintah AS yang baru agar terhindar dari kenaikan tarif tersebut. Data ekonomi di AS terbaru juga tidak terlalu baik dengan data Retail Sales yang dirilis beberapa pekan sebelumnya menunjukkan turunnya daya beli rakyat AS. Data aktifitas bisnis yang secara komposit yaitu data PMI mengalami penurunan dari 52.9 menjadi 50.4 yang cukup jauh dari perkiraan hanya turun ke 52.7. Ini merupakan penurunan terendah dalam 17 bulan terakhir atau sejak September 2023 yang lalu. Begitu pula dengan data kepercayaan konsumen dari survey University of Michigan yang cenderung menurun. Sementara indikasi inflasi dari survey yang sama menunjukkan kecenderungan yang meningkat menjadi 3.5% dalam 5 tahun yang akan datang yang juga merupakan level tertinggi sejak 1995 yang lalu. Dan juga rencana pemerintahan Presiden Trump untuk mengurangi pegawai federal mejadi sentimen negatif buat mata uang dolar. Indikator inflasi dari sisi personal (Personal Consumption Expenditure) yang akan menjadi pedoman pengambilan keputusan Fed baru akan dirilis di penghujung pekan ini dengan sebelumnya akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP akan menjadi fokus pasar sebelum masuk data di sektor tenaga kerja di pekan depan. Setelah kemarin absen data ekonomi, hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dari CBI.

Yen bergerak melemah setelah sempat turun hingga di bawah level 150 seiring dengan liburnya di Jepang merayakan hari kelahiran Kaisar. Meskipun prospek kenaikan suku bunga acuan di Jepang masih akan naik seiring dengan data inflasi CPI di Jepang terus naik meroket menjadi 4.0% lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.7% dari periode sebelumnya 3.6%. Dan data Core CPI juga naik dari 3.0% menjadi 3.2% sesuai perkiraan. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda mengatakan BOJ memungkinkan untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka panjang dengan antisipasi dengan meningkatkan pembelian obligasi negara.

Euro mulai terkoreksi terhadap dolar setelah sebelumnya sempat menguat tajam hingga level tertinggi dalam 1 bulan terakhir seiring dengan hasil pemilu di Jerman yang disambut positif oleh pasar. Partai Konservatif CDU/CSU memenangkan pemilu di hari Minggu 2 hari lalu sesuai dengan harapan pasar. CDU/CSU memenangkan mayoritas dengan mendapatkan 28.7% suara dan mengalahkan partai sayap kiri AfD yang hanya mendapat 19.8% suara dan Friedrich Merz akan dilantik menjadi Kanselir Jerman berikutnya. Keberhasilan partai CDU/CSU yang semula diharapkan memberikan kemudahan untuk berkoalisi dengan partai lainnya dengan visi dan misi yang sejalan dan memungkinkan untuk membentuk koalisi yang besar. Namun sepertinya dalam prakteknya mengalami kesulitan dengan tantangan yang dihadapi meskipun kebijakan fiskal diharapkan akan lebih mudah untuk mendapatkan persetujuan dari parlemen. Bahkan kemungkinan akan memudahkan pemilihan pemimpin Uni Eropa yang akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada 6 Maret mendatang. Dan pasar menunggu kebijakan fiskal terutama pembatalan pembatasan hutang yang membuat defisit dengan anggaran nasional yang hanya mencapai 1/3 dari output nasional. Data ekonomi yang dirilis berupa iklim bisnis masih cenderung stagnan 85.2 sama seperti periode sebelumnya. Begitu pula dengan data inflasi CPI year-on-year masih sama 2.5% dan data Core CPI juga sama 2.7% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data GDP untuk Uni Eropa secara keseluruhan.

Poundsterling juga mulai terkoreksi terhadap dolar meskipun optimisme kemungkinan akan terhindar dari kenaikan tarif AS. Perdana Menteri - Keir Starmer berencana berkunjung ke AS dan bertemu dengan Presiden Trump untuk berunding perihal tersebut. Selain itu bersama dengan Presiden Prancis - Macron untuk menolak semua permintaan Presiden Rusia untuk mencapai perdamaian di Ukraina. Meski berharap untuk terus terlibat dalam diskusi militer dan perundingan damai di Ukraina. Fundamental ekonomi juga masih variatif dengan data terbaru dengan data Retail Sales yang naik tajam sedangkan data aktifitas ekonomi cenderung menurun. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Swati Dhingra semalam mengatakan pejabat BOE masih terbagi dalam proyeksi suku bunga acuan yang akan datang. Hari ini akan dirilis data Realized Sales dan data indeks harga perumahan. Pakar ahli ekonomi BOE juga akan dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar rebound sehingga menekan Euro-> negatif untuk Euro
  • Progres Rusia-Ukraina dikatakan cukup dekat dengan perdamaian beberapa minggu ke depan -> potensi positif ke depan untuk Euro
  • Pembentukan koalisi Jerman dan kebijakan dari pemerintahan baru belum jelas sehingga membayangi zona euro -> negatif untuk Euro
  • Fokus data GDP Jerman jam 14.00 WIB
    a. Act > Exp = EUR naik -> switch to BUY
    b. Act < Exp = EUR turun -> pertahankan SELL
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04400
  • Switch to BUY jika tembus 1.05700
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04900– 1.05100
Target : 1) 1.04300 2) 1.03700
SL : 1.05700

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04400
Switch to BUY jika tembus 1.05700

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk GBP
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Kondisi dolar rebound sehingga menekan GBP
  • Perundingan damai Rusia dan Ukraina menunggu waktu, proses masih berjalan -> sementara masih membatasi kenaikan, kecuali jika ada kejelasan damai
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.25700
  • Switch to BUY jika tembus 1.27200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26400 – 1.26600
Target : 1) 1.25800 2) 1.25200
SL : 1.27200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25700
Switch to BUY jika tembus 1.27200

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield ditutup turun, dan USD ditutup rebound -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori berpeluang naik-> positif untuk USDJPY
  • Peluang kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, para pejabat BOJ cenderung hawkish sehingga Yen lebih dominan menguat (USDJPY turun) -> potensi kenaikan terbatas, cenderung turun untuk USDJPY
  • Fokus minggu ini tertuju pada inflasi Tokyo dan inflasi PCE AS
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800
  • Switch to BUY jika tembus 150.800
Suggest : SELL on Rally
Area : 150.600 – 150.800
Target : 1) 150.000 2) 149.400
SL : 151.400

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 151.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, secara garis besar :
    a. Area orange 2891-2905 kemungkinan zona buy lebih rendah risiko -> ideal buy di zona ini jika terjadi penurunan di bawah 2930
    b. Penurunan di bawah 2891 kemungkinan incar 2877-2880 atau zona ungu 2857-2877
    c. zona ungu 2877-2857 diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat sehingga plan Buy berikutnya bisa dipertimbangkan juga di zona tersebut jika terjadi penurunan di bawah 2890
  • Di H1, kemungkinan zona ungu kisaran 2930-2940 sebagai support terdekat, strong uptrend jika tembus 2954-2956 bisa follow/pertahankan buy ke target terdekat 2962-2968
    a. Potensi buy bisa dilakukan di zona ungu sebagai support terdekat dan dianggap risiko lebih rendah -> SL di bawah 2930
    b. Area hijau kisaran 2891-2905 lebih ideal untuk buy dekat dengan support trendline 2889 -> opsi area buy yang dianggap lebih baik (lower risk), Stop Loss di bawah 2891
    c. tembus trendline 2888/2889 bisa picu reversal bearish jangka pendek -> bisa pertimbangkan switch to SELL jika tembus, target terdekat 2875 terjauh 2860
  • Fokus minggu ini data GDP dan PCE AS
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2915, potensi target terdekat 2908, terjauh 2898
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2956, potensi terdekat 2962, terjauh 2978
Suggest : BUY on Dip
Area : 2932.00– 2934.00
Target : 1) 2940.00 2) 2946.00
SL : 2926.00 (ideal 3-5 points di bawah 2925.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2954
Switch to SELL jika tembus 2915
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar melemah sehingga mendorong kenaikan Euro-> positif untuk Euro
  • Status geopolitik Rusia-Ukraina belum jelas, penguatan Euro kemungkinan masih terbatas
  • Partai Konservatif Jerman memenangkan Pemilu, pasar berekspektasi pemerintahan baru nantinya fokus dengan pertumbuhan ekonomi sheingga membawa angin segar untuk Euro -> positif untuk Euro, tapi masih dilanda ketidakpastian dalam 2 bulan untuk menyusun koalisi pemerintahan
  • Double Top di H4 gagal
  • Fokus data CPI Euro jam 17.00 WIB
    a. Act > Exp = EUR naik -> pertahankan BUY
    b. Act < Exp = EUR turun -> switch to SELL
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05200
  • Switch to SELL jika tembus 1.03800
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.04600– 1.04800
Target : 1) 1.05400 2) 1.06000
SL : 1.04000

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05200
Switch to SELL jika tembus 1.03800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk GBP
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Kondisi dolar yang melemah mendorong kenaikan GBP
  • Perundingan damai Rusia dan Ukraina belum ada kejelasan -> negatif untuk GBP, berpotensi membatasi kenaikan
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.27000
  • Switch to SELL jika tembus 1.25300
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26000 – 1.26200
Target : 1) 1.26800 2) 1.27400
SL : 1.25400

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000
Switch to SELL jika tembus 1.25300

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup turun -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup inverted hammer, secara teori berpeluang rebound-> positif untuk USDJPY
  • Peluang kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, para pejabat BOJ cenderung hawkish sehingga Yen lebih dominan menguat (USDJPY turun) -> kenaikan terbatas, cenderung turun untuk USDJPY
  • Fokus minggu ini tertuju pada inflasi Tokyo dan inflasi PCE AS
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800
  • Switch to BUY jika tembus 150.800
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.700 – 149.900
Target : 1) 149.100 2) 148.500
SL : 150.500

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.800
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pemeblian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, secara garis besar :
    a. Area orange 2891-2905 kemungkinan zona buy lebih rendah risiko -> ideal buy di zona ini, lebih rendah dari low hari jumat kemarin
    b. Penurunan di bawah 2891 kemungkinan incar 2877-2880 atau zona ungu 2857-2877
    c. zona ungu 2877-2857 diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat sehingga plan Buy berikutnya bisa dipertimbangkan juga di zona tersebut jika terjadi penurunan di bawah 2890
  • Di H1, kemungkinan zona orange 2918-2926 mulai rapuh sehingga potensi turun lebih rendah
    a. Potensi buy sebaiknya lebih rendah dari area 2916-2926 yang terjadi minggu lalu karena zona orange cenderung rapuh dan potensi ditembus -> opsi pertama untuk buy tetap bisa dipertimbangkan dengan SL di bawah 2918, mewaspadai potensi penembusan
    b. Area hijau kisaran 2891-2905 lebih ideal untuk buy juga dekat dengan support trendline 2889 -> opsi area buy yang dianggap lebih baik (lower risk)
    c. tembus trendline 2888/2889 bisa picu reversal bearish jangka pendek -> bisa pertimbangkan switch to SELL jika tembus, target terdekat 2875 terjauh 2860
  • Fokus minggu ini data GDP dan PCE AS
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2888, potensi target terdekat 2878, terjauh 2868
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2942, potensi terdekat 2948, terjauh 2960
Suggest : BUY on Dip
Area : 2900.00– 2902.00
Target : 1) 2908.00 2) 2914.00
SL : 2894.00 (ideal 3-5 points di bawah 2891.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2942
Switch to SELL jika tembus 2888
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down