logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya, kecuali terhadap Yen seiring dengan permintaan akan aset safe haven yang masih tinggi di tengah ketidakpastian kenaikan tarif impor AS dan potensi perdamaian di Ukraina. Meskipun data fundamental ekonomi justru tidak mendukung kenaikan tersebut. Data PMI mulai mengalami perubahan arah dimana sektor manufaktur terus meningkat menjadi 51.6 yang lebih baik dari perkiraan 51.3 dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 50.1 menjadi 51.2. Sementara data PMI di sektor jasa memburuk turun di bawah ambang ekspansif 50 dengan hanya 49.7 yang jauh lebih buruk dari perkiraan naik 53.0 meskipun data periode sebelumnya juga direvisi sedikit membaik dari 52.8 menjadi 52.9. Sehingga secara komposit data PMI mengalami penurunan dari 52.9 menjadi 50.4 yang cukup jauh dari perkiraan hanya turun 52.7. Ini merupakan penurunan terendah dalam 17 bulan terakhir atau sejak September 2023 yang lalu. Dengan sektor jasa yang memberi porsi lebih besar kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini membuat kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dengan potensi inflasi yang terus naik akan semakin mempersulit langkah moneter yang akan diambil oleh Fed nantinya. Data lain dari University of Michigan menunjukkan inflasi cenderung stagnan, namun masih tinggi 4.3% sama seperti periode sebelumnya dan Sentimen Konsumen juga menurun menjadi 64.7 yang lebih jelek dari perkiraan 67.8 sama seperti periode sebelumnya. Ini juga merupakan angka terendah dalam 15 bulan terakhir. Fokus pasar akan tertuju pada data inflasi dari sisi personal yang akan dirilis pekan ini yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) yang menjadi pedoman bagi Fed untuk memutuskan kebijakan moneternya. Sejumlah pejabat Fed termasuk Gubernur Fed – Adriana Kugler dan Gubernur Fed Atlanta – Raphael Bostic masih cukup optimis inflasi masih bisa turun, meski mungkin butuh waktu lebih lama dan masih memungkinkan bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuan nantinya. Sementara itu dari agenda ekonomi Presiden Trump setelah merancang sejumlah kenaikan tarif impor yang masih akan terus dijalankan. Trump juga mencanangkan untuk memangkas sebanyak 2.3 juta pegawai federal dengan harapan akan menghemat anggaran. Meskipun belum dipastikan kapan rencana tersebut akan dijalankan. Pekan ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen, data pertumbuhan ekonomi GDP, data Durable Goods Order dan data PCE di penghujung pekan nanti.

Yen juga menguat hingga di bawah level 150 terhadap dolar dan juga menguat terhadap mata uang lainnya. Data inflasi CPI di Jepang terus naik meroket menjadi 4.0% lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.7% dari periode sebelumnya 3.6%. Dan data Core CPI juga naik dari 3.0% menjadi 3.2% sesuai perkiraan. Dengan inflasi yang terus naik menjauh dari target 2% sangat memungkin untuk Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda mengatakan masih memungkinkan untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka panjang dengan antisipasi meningkatkan pembelian obligasi pemerintah Jepang. Sebelumnya pejabat BOJ – Hajime Takata mengatakan BOJ perlu segera menaikkan suku bunga acuannya guna mengantisipasi kenaikan inflasi. Optimisme akan kenaikan suku bunga acuan di Jepang ini yang membuat mata uang Yen menguat selain karena permitaan akan aset safe haven yang meningkat. Meskipun kemungkinan kenaikan suku bunga acuan baru akan dilakukan paling cepat di bulan Mei dan paling lambat di bulan September mendatang. Hari ini di Jepang libur merayakan ulang tahun kaisar.

Euro sempat melemah seiring dengan data PMI yang menurun di Prancis dan hanya naik sedikit di Jerman. Dan kembali menguat seiring dengan pemilu di Jerman dimana partai konservatif CDU/CSU memenangkan mayoritas 28.7% mengalahkan partai sayap kiri AfD yang hanya mendapat 19.8%. Keberhasilan partai CDU/CSU memberikan kemudahan untuk berkoalisi dengan partai lainnya dengan visi dan misi yang sejalan dan memungkinkan untuk membentuk koalisi yang besar. Dan pasar menunggu kebijakan fiskal yang baru dari koalisi partai yang berkuasa nanti. Salah satunya pembatasan hutang yang membuat defisit dengan anggaran nasional yang hanya mencapai 1/3 dari output nasinal. Optimisme ini menjadi sentimen positif untuk mata uang Euro. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan yang akan disusul dengan data pertumbuhan ekonomi GDP pada esok hari dan data lainnya termasuk nota pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) di akhir bulan lalu.

Poundsterling masih cenderung melemah terhadap dolar, meski sempat menguat pasca rilis data Retail Sales yang naik tajam menjadi 1.7% jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.4% meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun dari -0.3% menjadi -0.6%. Namun data berikutnya yaitu data aktifitas bisnis PMI di sektor manufaktur mengalami penurunan semakin menjauh dari zona ekspansif dan di sektor jasa yang hanya naik sedikit dari periode sebelumnya membuat reaksi pasar menjadi negatif. Terlebih dengan komponen tenaga kerja dari data ini menunjukkan terjadinya pengurangan yang cukup signifikan. Pekan ini tidak banyak data akan dirilis di Inggris, namun sejumlah pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) dijadwalkan akan memberikan pidato yang diharapkan akan memberikan sinyal langkah moneter yang akan diambil oleh BOE di kemudian hari.

Temukan informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
  • * Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • * Dolar melemah sehingga mendorong kenaikan Euro-> positif untuk Euro
  • * Status geopolitik Rusia-Ukraina belum jelas, penguatan Euro kemungkinan masih terbatas
  • * H4 ada peluang membentuk double top, tapi baru konfirm jika tembus neckline 1.04000
  • * Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • * Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000
  • * Switch to BUY jika tembus 1.05800
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05000– 1.05200
Target : 1) 1.04400  2) 1.03800
SL : 1.05800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000 (double top konfirm)
Switch to BUY jika tembus 1.05800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
  • * Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • * Kondisi dolar yang melemah mendorong kenaikan GBP
  • * Fokus data retail sales Inggris jam 14.00 WIB dan PMI jam 16.30 WIB
  •   a. Act > Exp = GBP naik -> pertahankan BUY
  •   b. Act < Exp = GBP turun -> switch to SELL
  • * Tidak tertutup kemungkinan skenario "buy on rumor (naik sebelum data), sell on fact (turun setelah data)" bisa kembali terjadi -> waspada pasca data Inggris selesai dirilis semua!
  • * Perundingan damai Rusia dan Ukraina belum ada kejelasan -> negatif untuk GBP 
  • * Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • * Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.27200
  • * Switch to SELL jika tembus 1.25300

Suggest :  BUY on Dip
Area : 1.25800 – 1.26000
Target : 1) 1.26600 2) 1.27200
SL : 1.25200

Alternatif : 
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27200
Switch to SELL jika tembus 1.25300 atau gagal tembus 1.27200

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup turun -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • * Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori berpeluang turun-> negatif untuk USDJPY
  • * Daily menunjukkan support kuat di zona 149 sehingga wajar jika terjadi rebound, tapi rebound diperkirakan masih terbatas
  • * H4 menunjukkan area pullback resistance zona 151, selama tidak tembus 152 seharusnya masih dalam tekanan turun
  • * Semakin kuat dukungan untuk kenaikan suku bunga BOJ dari hasil data ekonomi terakhir Jepang -> negatif untuk USDJPY
  • * Fokus minggu ini tertuju pada inflasi Jepang di hari Jumat
  • * Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh : 
  •   1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • * Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.600
  • * Switch to BUY jika tembus 152.000 
Suggest : SELL on Rally
Area : 150.600 – 150.800
Target : 1) 150.000  2) 149.400
SL : 151.400

Alternatif : 
Switch to BUY jika tembus 152.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
  •   a. PBOC tetap lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral global masih kuat
  •   b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
  •   c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • * Di H4, secara garis besar :
  •   a. peluang BEARISH bisa terjadi jika tembus support psikologis 2900, potensi ke kisaran 2877-2857 -> Sell hanya jika konfirm tembus support 2900
  •   b. sebaliknya, area 2907/2915 sebagai support psikologis dan kemungkinan opsi buy yang lebih disarankan (lower risk) selama tidak tembus support 2900
  •   c. zona 2877-2857 diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat sehingga plan Buy berikutnya bisa dipertimbangkan juga di zona tersebut jika terjadi penurunan di bawah 2900
  • * Di H1, 2913-2921 sejauh ini cukup baik sebagai zona buy, dan low 2 hari terakhir 2918 dan 2924 menjadi patokan support terdekat hari ini
  •   a. Selama tidak terjadi penembusan di bawah zona tersebut, maka peluang bullish tetap kuat -> zona buy idealnya di area 2913-2921 atau terdekat kisaran 2918-2924
  •   b. Penembusan di bawah FR 61.8% 2909 berpotensi memicu reversal bearish jangka pendek -> tapi ubah strategi menjadi SELL sebaiknya hanya jika tembus di bawah 2900
  • * Fokus data PMI jam 21.45 WIB dan existing home sales jam 22.00 WIB
  •   a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
  •   b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/follow BUY
  • * Ketidakpastian geopolitk, kekhawatiran tarif, PHK besar-besaran di pemerintah Federal AS membuat case untuk safe haven tetap kuat-> positif untuk emas
  • * Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • * Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk PBOC yang catatkan tambahan cadangan emas di bulan Januari (berdasar data 7 Februari), dan juga tingginya permintaan investor retail -> positif untuk emas
  • * Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • * Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • * Switch to SELL jika tembus 2900, potensi target terdekat 2890, terjauh 2878 
  • * Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2954, potensi terdekat 2960, terjauh 2972
Suggest : BUY on Dip
Area : 2918.00– 2920.00
Target : 1) 2926.00  2) 2932.00
SL : 2912.00 (ideal 3-5 points di bawah 2912.00)

Alternatif : 
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2954
Switch to SELL jika tembus 2900
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan agenda kenaikan tarif impor dari Presiden Trump yang tidak serta merta langsung efektif berjalan, namun masih memberi ruang untuk negosiasi sebelum mulai diberlakukan pada 2 April mendatang. Dalam wawancara sehari sebelumnya, Trump berencana akan menaikkan tarif impor produk kendaraan bermotor, semikonduktor dan juga produk farmasi. Dengan kenaikan setidaknya sebanyak 25% atau lebih, selain itu Trump juga masih menargetkan produk lain yaitu kayu mentah dan produk perhutanan lainnya, namun belum menentukan presentasenya. Namun seperti yang sudah dijalankan, kenaikan tarif impor ini lebih merupakan alat bagi pemerintahan Presiden Trump untuk melakukan negosiasi agar AS mendapatkan keuntungan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. Sehingga diharapkan akan dapat menghemat anggaran belanja yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur nantinya. Meski kenaikan tarif ini masih menjadi penggerak pasar, namun sebagian pelaku pasar mulai menunjukkan tanda-tanda lesu terhadap agenda ini dan lebih selektif bereaksi terhadap kenaikan tarif yang lebih krusial. Data ekonomi di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran di luar perkiraan mengalami peningkatan sebanyak 219K yang lebih banyak dari perkiraan hanya 215k dari periode sebelumnya 214K. Data lain berupa indeks manufaktur negara bagian Philadelphia juga turun drastis dari 44.3 menjadi hanya 18.1 yang lebih rendah dari perkiraan turun 19.4. Begitu pula dengan data Leading Index dari CBI mengalami penurunan -0.3% yang lebih jelek dari perkiraan hanya turun -0.1%, meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik dari -0.1% menjadi +0.1%. Pasar juga mengkhawatirkan perundingan damai Ukraina yang malah terdistorsi dalam pertemuan perdana pihak Rusia dengan AS di Arab Saudi justru memanas setelah Presiden Ukraina - Volodymyr Zelensky mengatakan AS terpengaruh oleh Rusia dan menunda kepergian ke Riyadh. Sampai Presiden Trump menyebut Zelensky sebagai diktator yang memicu perseteruan antara kedua pemimpin negara ini. Meski akhirnya Zelensky menyatakan bersedia kooperatif dengan mengatakan Ukraina siap siaga dan bekerja cepat untuk membuat kesepakatan perihal investasi dan keamanan dengan AS. Zelensky mengatakan sudah berdiskusi secara konstruktif dengan Keith Kellog yang menjadi perantara perundingan antara Ukraina dan Rusia. Sementara itu Presiden Trump menyatakan sikap terbuka untuk bernegosiasi dagang dengan China dan berharap Presiden Xi Jinping sendiri yang akan berkunjung ke AS, meski belum ada agenda secara resmi. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan jasa serta data dari University of Michigan berupa ekspektasi inflasi dan sentiment konsumen.

Yen semakin menguat terhadap dolar dan menguat hingga level tertinggi dalam 11 pekan terakhir. Seiring prospek Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk melanjutkan pengetatan langkah moneter dengan kenaikan suku bunga acuan tidak lama lagi. Terlebih setelah Gubernur BOJ – Kazuo Ueda melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri – Shigeru Ishiba yang diduga membicarakan kemungkinan langkah yang akan diambil tersebut. Pejabat BOJ – Hajime Takata mengatakan BOJ harus menaikkan suku bunga acuan karena jika mempertahankan suku bunga rendah akan sangat beresiko di tengah inflasi yang terus cenderung naik. Hal ini senada dengan pernyataan pejabat BOJ lainnya – Naoki Tamura pekan lalu. Kemungkinan kenaikan suku bunga acuan baru akan dilakukan setelah negosiasi upah di musim semi mendatang selesai dilakukan.

Euro rebound setelah sebelumnya turun 3 hari berturut-turut terhadap dolar, meski masih terus dibayangi oleh kenaikan tarif impor dari AS. Presiden Trump secara spesifik menyebutkan Uni Eropa sebagai target, meskipun belum ditentukan seperti Mexico, Kanada dan China yang sudah ditetapkan. Defisit neraca perdagangan AS terhadap Uni Eropa menjadi penyebab utama penargetan Presiden Trump. Dari data neraca perdagangan yang baru beberapa hari lalu dirilis menunjukkan ekspor ke AS meningkat dan sedangkan impor dari AS mengalami penurunan. Jadi sepertinya wajar bagi AS yang ingin menyeimbangkan neraca perdagangan tersebut. Meskipun bagi Uni Eropa ini merupakan beban berat karena kondisi ekonomi yang masih sulit pulih sejak pandemi berakhir beberapa tahun lalu. Data kepercayaan konsumen di Uni Eropa masih stagnan -14 sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta Proyeksi Ekonomi dari Komisi Eropa.

Poundsterling juga menguat terhadap dolar menjelang sejumlah data ekonomi yang akan dirilis malam ini. Mulai dari data Kepercayaan Konsumen, data Retail Sales, data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta data Hutang Sektor Publik. Data-data ini akan menjadi pertimbangan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) dalam memutuskan langkah yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya. Ekspektasi BOE akan mempertahankan suku bunga acuan semakin kuat seiring dengan data inflasi CPI yang meningkat tajam dan data-data yang akan dirilis tersebut akan memvalidasi apakah ekspektasi tersebut cukup beralasan.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar rebound sehingga membatasi kenaikan Euro-> negatif untuk Euro
  • Status geopolitik Rusia-Ukraina belum jelas, Euro gagal naik
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000
  • Switch to BUY jika tembus 1.05500 atau gagal tembus 1.03800
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04400– 1.04600
Target : 1) 1.03800 2) 1.03200
SL : 1.05200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000
Switch to BUY jika tembus 1.05500 atau gagal tembus 1.03800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk GBP
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Kondisi dolar yang rebound menghalangi kenaikan GBP
  • Inflasi Inggris dirilis naik dari 2.5% menjadi 3.0% y/y, tapi turun dari 0.3% menjadi -0.1% m/m, cenderung menunjukkan ekspektasi penurunan suku bunga BOE sedikit melemah, tapi data ekonomi tetap lemah -> kenaikan terbatas untuk GBP
  • Perundingan damai Rusia dan Ukraina belum ada kejelasan -> negatif untuk GBP
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.25300
  • Switch to BUY jika tembus 1.26600
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25800 – 1.26000
Target : 1) 1.25200 2) 1.24600
SL : 1.26600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25300
Switch to BUY jika tembus 1.26600

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield turun dan USD ditutup rebound -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori berpeluang turun-> negatif untuk USDJPY
  • Semakin kuat dukungan untuk kenaikan suku bunga BOJ dari hasil data ekonomi terakhir Jepang -> negatif untuk USDJPY
  • Fokus minggu ini tertuju pada inflasi Jepang di hari Jumat
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.500
  • Switch to BUY jika tembus 152.500
Suggest : SELL on Rally
Area : 151.000 – 151.200
Target : 1) 150.400 2) 149.800
SL : 151.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 152.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. PBOC tetap lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, secara garis besar :
    a. peluang BEARISH bisa terjadi jika tembus support psikologis 2900, potensi ke kisaran 2877-2857 -> Sell hanya jika konfirm tembus support 2900
    b. sebaliknya, area 2907/2915 sebagai support terdekat dan kemungkinan opsi buy yang lebih disarankan (lower risk) selama tidak tembus support 2900
    c. zona 2877-2857 diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat sehingga plan Buy berikutnya bisa dipertimbangkan juga di zona tersebut jika terjadi penurunan di bawah 2900
  • Di H1, 2913-2921 sejauh ini cukup baik sebagai zona buy, dan jika terjadi penurunan kembali, maka area ini tetap menjadi area yang cukup baik untuk buy, sejajar dengan area FR 38.2% 2919.71 dan FR 50% 2914.40
    a. Selama tidak terjadi penembusan di bawah zona tersebut, maka peluang bullish tetap kuat -> zona buy idealnya di area ini
    b. Penembusan di bawah FR 61.8% 2909 berpotensi memicu reversal bearish jangka pendek -> tapi ubah strategi menjadi SELL sebaiknya hanya jika tembus di bawah 2900
  • Fokus data PMI hari Jumat
  • Status geopolitik masih tidak pasti -> positif untuk safe haven
  • Kebijakan tarif Trump juga memicu ketidakpastian -> positif untuk safe haven
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> Positif untuk emas medium term
  • Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk PBOC yang catatkan tambahan cadangan emas di bulan Januari (berdasar data 7 Februari), dan juga tingginya permintaan investor retail -> positif untuk emas
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2900, potensi target terdekat 2890, terjauh 2878
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2946, potensi terdekat 2953, terjauh 2968
Suggest : BUY on Dip
Area : 2924.00– 2926.00
Target : 1) 2932.00 2) 2938.00
SL : 2918.00 (ideal 3-5 points di bawah 2912.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2946
Switch to SELL jika tembus 2900
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar bersama dengan Yen dan Swiss Franc menguat seiring dengan permintaan akan asset safe haven yang meningkat pasca pengumuman kenaikan tarif impor AS yang baru dari Presiden Trump. Dalam wawancara dengan media, Presiden Trump mengatakan akan mengenakan kenaikan tarif impor terhadap produk kendaraan roda empat, semikonduktor dan produk farmasi mulai dari 25% atau lebih tinggi dan akan terus ditingkatkan setelah setahun diberlakukan. Meskipun pihak Gedung Putih pada Jumat pekan lalu sudah menyatakan pernyataan resmi baru akan dirilis pada 2 April mendatang. Diperkirakan yang akan pertama menjadi target Presiden Trump adalan tarif impor produk kendaraan bermotor. Pernyataan ini meningkatkan permintaan pengalihan aset safe haven yang lebih aman yaitu mata uang dolar, yen, swiss franc dan juga komoditi emas. Bahkan komoditi emas terus menembus rekor tertinggi sebanyak 9 kali dalam selang setahun ini. Selain kenaikan tarif impor yang cukup signifikan tersebut, tertundanya perundingan antara Rusia dan Ukraina membuat prospek perdamaian di Ukraina masih jauh dari yang diharapkan. Rusia menghendaki Ukraina dikeluarkan dari NATO dengan menagih janji di Bukares pada tahun 2008 yang lalu. Permintaan ini tentu saja mendapat respon negative dari Ukraina yang selama ini mendapat bantuan dari NATO. Hingga Presiden Ukraina – Volodymyr Zelensky membatalkan kunjungan ke Riyadh – Arab Saudi yang menjadi tempat perundingan damai tersebut. Pemerintah AS akan terus mengusahakan negosiasi dengan pihak Rusia sekaligus meninggalkan pendekatan kebijakan luar negeri sebelumnya yang mengajak sekutunya untuk memboikot Rusia dan meminta untuk mengakhiri perang di Ukraina. Setelah perundingan awal yang tidak menyertakan pihak Ukraina menciptakan ketegangan yang membuat Presiden Zelensky menuduh pihak AS mendapat informasi yang salah dari pihak Rusia. Presiden Trump memperkirakan invasi Rusia pada tahun 2022 lalu merupakan kesalahan pemerintah Ukraina. Penolakan Presiden Zelensky membuat Trump menyebut Zelensky sebagai diktator tanpa pemilu karena menolak diadakan pemilu dengan tingkat kepercayaan rakyat Ukraina yang rendah dan hanya memanfaatkan pemerintahan Biden sebagai permainan. Trump juga mengancam agar Zelensky segera membuat keputusan yang cepat agar tercipta perdamaian yang diinginkan dan jika tidak, maka Zelensky akan digantikan. Ketegangan antara AS dan Ukraina membuat prospek perdamaian semakin suram. Dari data ekonomi, sektor perumahan di AS meski Ijin Mendirikan Bangunan mengalami peningkatan, namun proses pembangunannya mengalami penurunan sebanyak 8.4% seiring dengan badai salju dan suhu beku di beberapa wilayah di utara. Sementara nota minuta pertemuan moneter FOMC menunjukkan pejabat Fed mengkhawatirkan dampak agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump akan membuat inflasi kembali naik. Malam ini ada data indeks manufaktur negara bagian Philadelphia dan juga laporan mingguan klaim pengangguran. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato.

Yen juga terus menguat terhadap dolar seiring dengan pengalihan aset ke safe haven. Selain itu prospek kebijakan moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) yang hampir dapat dipastikan akan menaikkan lagi suku bunga acuan dalam waktu tidak lama lagi. Sementara kebijakan Presiden Trump dengan rencana kenaikan tarif impor kendaraan bermotor masih belum diketahui apakah ada pengecualian terhadap Jepang. Setelah beberapa waktu lalu pemimpin kedua negara bertemu dan optimisme akan mendapat pengecualian seiring dengan nilai investasi Jepang di AS yang memberikan kontribusi berupa tersedianya lapangan kerja. Namun yang pasti tanpa kenaikan tarif impor AS, inflasi di Jepang terus meningkat semakin menjauh dari target BOJ 2%. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Euro terus melemah terhadap dolar seiring dengan pelarian aset yang beresiko tinggi menjadi aset safe haven yang lebih aman. Agenda kenaikan tarif Presiden Trump diperkirakan akan berdampak sangat buruk pada perekonomian di Uni Eropa. Dengan kondisi ekonomi saat ini yang masih tertahan, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan menyeret ekonomi di Uni Eropa ke jurang resesi. Prospek perdamaian di Ukraina yang semakin suram membuat prospek ekonomi menjadi semakin memburuk. Pemimpin negara anggota Uni Eropa berusaha dan memberikan dukungan agar perdamian segera tercapai agar tercipta stabilitas politik dan ekonomi di kawasan ini. Data ekonomi sebenarnya cukup positif dengan surplus neraca keuangan Uni Eropa yang meningkat menjadi 38.4B yang lebih tinggi dari perkiraan 30.2B meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 27.0B menjadi hanya 25.1B. Hari ini akan dirilis data Proyeksi Ekonomi dan data kepercayaan konsumen.

Poundsterling sempat menguat terhadap dolar, meski pada penutupan kembali melemah seiring dengan data inflasi CPI di Inggris yang mengalami peningkatan tajam dari 2.5% menjadi 3.0% yang melampaui perkiraan hanya naik 2.8%. Sedangkan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol juga mengalami peningkatan dari 3.2% menjadi 3.7% sesuai perkiraan. Dengan data-data ini sepertinya akan membuat Bank Sentral Inggris (BOE) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu yang lebih lama lagi. Hari ini hanya ada data Industrial Order dari CBI.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar rebound sehingga membatasi kenaikan Euro-> negatif untuk Euro
  • Di sisi lain, pejabat ECB memberi sinyal bahwa bank sentral masih bisa menurunkan suku bunga -> negatif untuk Euro
  • Euro berpeluang diuntungkan jika perdamaian Rusia-Ukraina terwujud karena harga gas alam berpotensi turun dengan harapan bahwa aliran gas Rusia bisa kembali mengalir ke Uni Eropa -> switch to BUY jika konfirm
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04300
  • Switch to BUY jika tembus 1.05500 atau gagal tembus 1.03800
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04600– 1.04800
Target : 1) 1.04000 2) 1.03400
SL : 1.05400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04300
Switch to BUY jika tembus 1.05500 atau gagal tembus 1.03800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, tapi memiliki tail bawah yang lebih panjang dianding tail atas, seperti pola hanging man, secara teori cenderung naik terbatas-> waspadai kenaikan terbatas untuk GBP
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Kondisi dolar yang rebound membatasi kenaikan GBP
  • Fokus data CPI Inggris jam 14.00 WIB
    a. Act > Exp = GBP naik -> pertahankan BUY
    b. Act < Exp = GBP turun -> switch to SELL
  • Perundingan damai Rusia dan Ukraina belum ada kejelasan -> negatif untuk GBP
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.26400
  • Switch to SELL jika tembus 1.24800
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.26400 2) 1.27000
SL : 1.25000

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26400
Switch to SELL jika tembus 1.24800

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup rebound -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori berpeluang naik-> positif untuk USDJPY
  • Data ekonomi Jepang kembali dirilis menguat (manufaktur dan ekspor impor), memberi dukungan untuk BOJ tetap menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya -> negatif untuk USDJPY (=Yen menguat)
  • Fokus minggu ini tertuju pada inflasi Jepang di hari Jumat
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.600
  • Switch to BUY jika tembus 153.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.000 – 152.200
Target : 1) 151.400 2) 150.800
SL : 152.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 153.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. PBOC tetap lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2773, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish
    a. peluang BEARISH bisa terjadi jika tembus support psikologis 2900, potensi ke kisaran 2877-2857 -> Sell hanya jika konfirm tembus support 2900
    b. sebaliknya, area 2907/2915 sebagai support terdekat dan kemungkinan opsi buy cukup baik (lower risk) selama tidak tembus support 2900
    c. zona 2877-2857 diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat sehingga plan Buy berikutnya bisa dipertimbangkan juga di zona tersebut jika terjadi penurunan di bawah 2900
  • Di H1, 2913-2921 diperkirakan akan menjadi zona yang cukup baik untuk buy, sejajar dengan area FR 38.2% 2919.71 dan FR 50% 2914.40
    a. Selama tidak terjadi penembusan di bawah zona tersebut, maka peluang bullish tetap kuat -> zona buy idealnya di area ini
    b. Penembusan di bawah FR 61.8% 2909 berpotensi memicu reversal bearish jangka pendek -> switch to SELL sebaiknya hanya jika tembus di bawah 2900
  • Fokus FOMC Minutes Rabu (Kamis dinihari), data PMI hari Jumat
  • Perundingan Damai Rusia-Ukraina masih proses dan ada beberapa ketidakpastian di sisi geopolitik lainnya (sanksi Venezuela) juga kekhawatiran perang dagang yang masih membayangi
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> Positif untuk emas medium term
  • Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk PBOC yang catatkan tambahan cadangan emas di bulan Januari (berdasar data 7 Februari), dan juga tingginya permintaan investor retail -> positif untuk emas
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2900, potensi target terdekat 2890, terjauh 2878
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2939, potensi terdekat 2946, terjauh 2960
Suggest : BUY on Dip
Area : 2919– 2921.00
Target : 1) 2927.00 2) 2933.00
SL : 2913.00 (ideal 3-5 points di bawah 2909.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2939
Switch to SELL jika tembus 2900
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down