Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya karena permintaan akan asset safe haven yang meningkat seiring dengan kekhawatiran yang meningkat dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Pertemuan yang diadakan di Riyadh – Arab Saudi antara wakil dari AS dan Rusia masih belum tuntas. Pihak Rusia bersikeras dengan meminta agar NATO untuk menepati perjanjian yang dibuat di Bukares pada tahun 2008 lalu untuk menolak permintaan Ukraina untuk bergabung di kemudian hari. Namun Presiden Ukraina – Volodymyr Zelensky menolak untuk mengalah dalam pertemuan yang akan datang setelah menunda kepergian ke perundingan di Arab yang rencananya dijadwalkan hari Rabu ini dan menjadwalkan ulang hingga 10 Maret mendatang. Sepertinya negosiasi awal perdamaian masih cukup sulit untuk mendapatkan jalan tengah. Sementara itu Presiden Trump mengumumkan akan mengeluarkan ancaman kenaikan tarif impor terhadap Uni Eropa karena neraca perdagangan yang semakin tidak seimbang. Dalam laporan neraca perdagangan yang dirilis kemarin, ekspor Uni Eropa ke AS meningkat cukup signifikan sedangkan impor produk AS terus mengalami penurunan. Kenaikan tarif impor diperkirakan akan memicu kenaikan inflasi dan membuat potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Data ekonomi berupa indeks manufaktur di negara bagian New York menunjukkan peningkatan dari -12.6 menjadi +5.7 yang lebih baik dari perkiraan membaik -1.9. Sehari sebelumnya, inflasi di AS kembali meningkat dengan laju tercepat dalam 18 bulan terakhir yang semakin mempersempit peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut dalam waktu dekat. Diperkirakan Fed baru akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan paling cepat pada bulan September atau Oktober mendatang. Fokus pasar malam ini adalah nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu. Bank Sentral Australian (RBA) kemarin memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan. Hari ini Bank Sentral New Zealand (RBNZ) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan agenda memangkas suku bunga acuan lebih lanjut dengan pemangkasan jumbo sebanyak 50 bps.
Yen terus berlanjut menguat terhadap dolar masih dikarenakan sentimen akan kembali dinaikkannya suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam waktu tidak lama lagi. Selain data inflasi yang terus cenderung naik dan data upah yang mencapai level tertinggi, disusul data pertumbuhan ekonomi GDP yang dirilis awal pekan ini semakin memperlebar jalan bagi BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Sementara itu Presiden Trump sepertinya akan membuat pengecualian kenaikan tarif impor terhadap Jepang seiring dengan nilai investasi Jepang di AS yang cukup signifikan sekaligus membuka lapangan kerja bagi rakyat AS. Pekan lalu Perdana Menteri Jepang mengadakan pertemuan empat mata dengan Presiden Trump dan menyampaikan optimisme tersebut. Meski sebagian pelaku pasar agak meragukan hal tersebut. Data defisit neraca perdagangan Jepang juga semakin membesar dari -0.86T di atas perkiraan naik -0.26T dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari -0.03T menjadi -0.22T. Hal ini menunjukkan impor Jepang masih lebih banyak daripada ekspor.
Euro semakin melemah terhadap mata uang dolar seiring dengan komentar dari Presiden Trump yang secara terbuka mengancam Uni Eropa di Florida. Selain itu prospek perdamaian di Ukraina menghadapi tantangan yang berat dengan pihak Rusia menagih janji NATO untuk mengabaikan permintaan Ukraina untuk bergabung yang tertuang dalam perjanjian di Bukares pada tahun 2008 yang lalu. Sementara Presiden Ukraina juga menyatakan tidak akan mengkhianati negara sendiri dengan mentaati permintaan Rusia tersebut. Bahkan Presiden Volodymyr menunda kepergian ke Riyadh - Arab Saudi untuk bernegosiasi dengan Rusia dengan perantara perwakilan AS. Penundaan ini semakin memperkeruh suasana perundingan damai tersebut. Prospek Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali memangkas suku bunga acuan juga menjadi sentimen negatif bagi Euro. Data inflasi di Prancis meningkat 0.2% jauh lebih tinggi dari perkiraan stabil di angka 0.1% sama seperti periode sebelumnya. Sedangkan sentimen konsumen meski meningkat baik di Jerman maupun untuk Uni Eropa secara keseluruhan. Hari ini ada data neraca keuangan dan Proyeksi Ekonomi dari Komite Eropa.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar seiring dengan data di sektor tenaga yang relatif mixed. Laporan klaim pengangguran dari Claimant mengalami peningkatan menjadi 22.0K lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 10K dan data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.7K menjadi -15.1K. Sementara tingkat pengangguran relatif stabil 4.4% sama seperti periode sebelumnya yang lebih rendah dari perkiraan sedikit meningkat 4.5%. Sedangkan upah rata-rata justru mengalami peningkatan menjadi 6.0% yang lebih tinggi dari perkiraan naik 5.9%, meski data periode sebelumnya mengalami penurunan dari 5.6% menjadi hanya 5.5%. Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey dalam pidato semalam di Brussels menyampaikan tingkat ketidakpastian saat ini menjadi tinggi terutama terhadap kenaikan tarif impor AS sementara Inggris dihadapkan dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi. Di tengah ketidakpastian ini, inflasi di Inggris diharapkan akan terus turun hingga terjadi deflasi. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI yang akan menjadi pedoman bagi BOE untuk menentukan langkah moneter berikutnya. BOE juga akan merilis laporan kuartalan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04800– 1.05000 Target : 1) 1.04200 2) 1.03600 SL : 1.05600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04600 Switch to BUY jika tembus 1.05600 atau gagal tembus 1.04000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.25400 – 1.25600 Target : 1) 1.26200 2) 1.26800 SL : 1.24800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26300 Switch to SELL jika tembus 1.24500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 152.100 – 152.300 Target : 1) 151.500 2) 150.900 SL : 152.900 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2876.00– 2878.00 Target : 1) 2884.00 2) 2890.00 SL : 2871.00 (ideal 3-5 points di bawah 2870.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2908 Switch to SELL jika tembus 2855 |

Dolar bergerak variatif terhadap mata uang lainnya seiring liburnya perbankan dan bursa saham di AS merayakan President Day. Pengumuman kenaikan tarif yang selama ini menjadi pemicu pergerakan harga menjadi lenyap setelah sehari sebelumnya pemerintah AS masih menggodok rencana kenaikan dan baru akan diumumkan pada 1 April mendatang. Sementara itu Fed juga sepertinya masih akan mempertahankan suku bunga acuannya lebih lama lagi seiring dengan agenda ekonomi pemerintah AS tersebut yang baru kelihatan dampaknya dalam beberapa bulan berikutnya setelah efektif diberlakukan. Penundaan tersebut sejatinya memberikan waktu bagi mitra dagang AS untuk menegosiasikan ulang tarif impor yang diharapkan akan mengunguntungkan kedua belah pihak. Jika negosiasi berhasil, maka ada kemungkinan kenaikan tarif impor tidak akan jauh berbeda dengan yang berlaku saat ini dan pengaruhnya terhadap inflasi juga tidak akan terlalu signifikan sehingga memberi ruang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Dan sebaliknya karena agenda kenaikan tarif impor diperkirakan akan mendorong kenaikan inflasi yang sudah ditekan cukup lama oleh Fed dengan pengetatan moneter sebelumnya. Untuk saat ini Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya hingga inflasi dapat kembali terkendali menurut Gubernur Fed Philadelphia - Patrick Harker. Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Fed - Michelle Bowman yang mengharapkan Fed baru akan bertindak jika inflasi benar-benar sudah turun seperti yang diharapkan. Sedangkan Gubernur Fed - Christopher Waller masih optimis bahwa inflasi masih akan turun. Malam ini sejumlah pejabat Fed lainnya dijadwalkan akan memberikan pidato. Dan pasar juga menunggu pidato dari Presiden Trump yang dijadwalkan wawancara dengan media Fox News bersamaan dengan Elon Musk. Musk merupakan pendukung Trump dalam kampanye pilpres pada bulan November lalu. Sementara data di sektor ritel yang mengecewakan di akhir pekan lalu kemungkinan masih akan direaksi pasar malam ini. Selain itu ada data ekonomi yang akan dirilis malam ini yaitu indeks manufaktur negara bagian New York. Dari belahan dunia lainnya, Bank Sentral Australia (RBA) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter hari ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps lagi setelah menunda pada pertemuan moneter di bulan Desember tahun lalu. Sedangkan Bank Sentral New Zealand (RBNZ) akan mengadakan pertemuan moneter esok hari dengan agenda pemangkasan jumbo 50 bps.
Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP di Jepang yang meningkat melampaui perkiraan. Data GDP Q4 tahun 2024 meningkat. Data pertumbuhan ekonomi GDP juga membaik dengan peningkatan 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat tajam dari 0.2% menjadi 0.7%. Dan indeks harga dari data GDP juga meningkat dari 2.4% menjadi 2.8% sesuai perkiraan yang mengindikasikan inflasi masih cenderung meningkat sehingga semakin membuka jalan bagi BOJ untuk menjalankan rencana kenaikan suku bunga acuan. Pasca pertemuan moneter di bulan lalu dengan kenaikan 25 bps, Ketua BOJ - Kazuo Ueda, Wakil Ketua - Ryozo Himino dan pejabat senior BOJ - Tamura yang vokal dalam menyuarakan masih perlunya BOJ menaikkan suku bunga di Jepang seiring dengan tekanan inflasi yang terus cenderung meningkat. Jepang juga optimis tidak akan dikenakan kenaikan tarif impor oleh AS setelah kedua pimpinan negara bertemu pekan lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro kembali melemah terhadap dolar, meski optimisme akan tercapainya perdamaian di Ukraina semakin mendekati kenyataan. Rusia dan Ukraina dijadwalkan akan mulai perundingan damai pekan ini di Saudi Arabia. Diplomasi yang cukup besar dari Presiden Trump setelah melakukan pembicaraan via telepon terhadap kedua pemimpin negara yang bertikai antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy pekan lalu. Melemahnya mata uang Euro disinyalir karena aksi profit taking menjelang wawancara Presiden Trump malam ini yang diperkirakan akan membocorkan rencana kenaikan tarif yang baru secara resmi diumumkan pada 1 April mendatang. Uni Eropa menjadi topik yang pernah disebut-sebut oleh Trump karena neraca perdagangan yang dinilai menguntungkan Uni Eropa. Data Neraca perdagangan yang dirilis semalam juga peningkatan surplus. Yang semakin memperkuat peluang terdampak kenaikan tarif impor AS nantinya. Terlihat nilai ekspor Uni Eropa ke AS meningkat 5.6% sedangkan impor dari AS mengalami penurunan tajam -10.8%. Hari ini akan dirilis sentimen konsumen dari ZEW dengan perkiraan semakin membaik seiring dengan optimisme akan berakhirnya perang di Ukraina.
Poundsterling menguat terhadap dolar menjelang data di sektor tenaga kerja di Inggris. Hari ini akan dirilis data klaim pengangguran Claimant yang diperkirakan meningkat, begitu pula dengan tingkat pengangguran dan juga upah rata-rata. Selain itu Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) juga dijadwalkan akan memberikan pidato di Brussels. Kemudian disusul data inflasi CPI yang akan dirilis esok hari yang diharapkan akan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas akan langkah moneter yang akan diambil oleh BOE pada pertemuan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada bulan Maret mendatang.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar masih cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang utama menyusul data di sektor ritel yang mengecewakan dan juga langkah Presiden Trump yang terus menunda kenaikan tarif impor baru. Dengan penundaan kenaikan tarif impor ini ditanggapi pasar dengan adanya kemungkinan yang tidak akan seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Menteri perdagangan AS - Howard Lutnick mengatakan pemerintah AS saat ini sedang menyiapkan kenaikan tarif impor kepada setiap negara dan akan selesai pada 1 April mendatang. Jeda waktu tersebut diduga sengaja dirancang untuk memberikan waktu bagi mitra dagang AS untuk bernegosiasi. Karena sebelumnya juru bicara Gedung Putih menyatakan Presiden Trump dengan senang hati menurunkan tarif impor jika mitra dagangnya juga menurunkan tarif impornya. Presiden Trump juga akan mengenakan kenaikan tarif impor produksi mobil pada 2 April mendatang. Sedangkan Menteri Keuangan - Scott Bessent mengatakan pemerintah AS sedang mencari dan mempelajari kemungkinan terjadinya manipulasi mata uang dolar di luar kenaikan tarif impor dan juga kemungkinan lainnya. Menurut pakar ekonomi kenaikan tarif impor akan memicu inflasi sehingga Fed akan mempertahankan suku bunga acuan lebih lama lagi. Namun data di sektor ritel yaitu Retail Sales yang mengalami penurunan tajam menjadi -0.9% jauh di bawah perkiraan hanya turun 0.2% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.7%. Begitu juga dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan -0.4% jauh di bawah perkiraan hanya turun +0.3% meski periode sebelumnya direvisi meningkat dari 0.4% menjadi 0.7%. Data di sektor ritel yang mengecewakan ini menutupi data dari sektor manufaktur berupa industrial/manufaktur production yang meningkat melampaui perkiraan. Gubernur Fed Dallas - Logan dalam pidato mengatakan meskipun data inflasi sesuai perkiraan dan data di sektor tenaga kerja solid, bukan berarti Fed dapat memangkas suku bunga acuan. Fed tetap harus berhati-hati dalam mengambil keputusan memangkas suku bunga acuan nanti. Pekan ini hanya ada data indeks manufaktur di New York dan Philadelphia, data sektor perumahan dan data Purchasing Manager Indeks (PMI). Hari ini pasar AS tutup merayakan Presiden Day.
Yen berlanjut menguat terhadap mata uang dolar seiring dengan prospek akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) tidak lama lagi dengan inflasi yang terus meningkat di Jepang. Hampir semua pejabat BOJ menyuarakan rencana kenaikan tersebut mulai dari Gubernur Ueda, Wakil Gubernur Himino dan juga pejabat senior BOJ - Tamura yang cukup vokal dalam mendorong kenaikan suku bunga di Jepang dalam waktu dekat ini. Jepang juga kemungkinan bisa terhindar dari kenaikan tarif impor AS setelah Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba bertemu langsung dengan Presiden Trump. Shigeru mengungkapkan penghormatan Presiden Trump karena nilai investasi Jepang yang dinilai cukup banyak membantu perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang cukup signifikan di AS. Data pertumbuhan ekonomi GDP juga membaik dengan peningkatan 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat tajam dari 0.2% menjadi 0.7%. Dan indeks harga dari data GDP juga meningkat dari 2.4% menjadi 2.8% sesuai perkiraan yang mengindikasikan inflasi masih cenderung meningkat sehingga semakin membuka jalan bagi BOJ untuk menjalankan rencana kenaikan suku bunga acuan. Masih ada data Machinery Order, neraca perdagangan dan data inflasi CPI yang akan dirilis pekan ini.
Euro berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan prospek akan tercapainya perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Menyusul terjadinya diskusi antara Presiden Trump dengan pemimpin Rusia - Vladimir Putin dan Presiden Ukraina - Volodymyr Zelenskiy via telepon pada hari Rabu pekan lalu secara terpisah. Ini merupakan diplomasi yang cukup besar dari Presiden Trump dan diharapkan akan menjadi langkah maju dalam terjadinya perdamaian di antara kedua negara yang bertikai. Tidak hanya mata uang Euro, namun juga mata uang Eropa lainnya seperti Swiss Franc, Krona Swedia dan juga Krone Norwegia menguat oleh optimisme yang sama. Dari data ekonomi juga optimisme pemulihan ekonomi dengan data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal 4 tahun 2024 di Uni Eropa mengalami peningkatan menjadi +0.1% yang lebih baik dari perkiraan stabil 0.0% sama seperti periode sebelumnya. Meskipun di sektor tenaga kerja belum sepenuhnya membaik dengan terjadinya penurunan terisinya lapangan kerja dari 0.2% menjadi 0.1% sesuai perkiraan. Pekan ini akan dirilis data neraca perdagangan, sentimen ekonomi dan data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga masih cenderung menguat terhadap dolar setelah sebelumnya data pertumbuhan ekonomi GDP meningkat yang di luar perkiraan. Dan menjelang data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Rabu nanti. Sebelumnya akan dirilis data klaim pengangguran Claimant, Tingkat Pengangguran dan Upah rata-rata pada esok hari. Kemudian ada data Retail Sales dan data PMI di sektor manufaktur dan jasa. Data-data ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) pada pertemuan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada bulan Maret mendatang. BOE menjadi bank sentral utama yang paling sedikit memangkas suku bunga acuannya setelah 2 pekan lalu melakukan pemangkasan untuk ketiga kalinya.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.04400– 1.04600 Target : 1) 1.05200 2) 1.05800 SL : 1.03800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05300 Switch to SELL jika tembus 1.03500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.25300 – 1.25500 Target : 1) 1.26100 2) 1.26700 SL : 1.24700 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26300 Switch to SELL jika tembus 1.24600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 152.100 – 152.300 Target : 1) 151.500 2) 150.900 SL : 152.900 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2857.00– 2859.00 Target : 1) 2865.00 2) 2871.00 SL : 2851.00 (ideal 3-5 points di bawah 2848.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2900 Switch to SELL jika tembus 2845 |

Dolar terkoreksi lagi terhadap sejumlah mata uang utama meskipun data inflasi dari sisi produsen meningkat, namun data core inflasi justru mengalami penurunan yang mengindikasikan adanya potensi inflasi dari sisi personal atau rumah tangga yang akan dirilis kemudian. Data inflasi dari sisi produsen atau PPI di AS mengalami kenaikan 0.4% yang lebih tinggi dari perkiraan 0.3% dan bahkan data periode sebelumnya mengalami revisi tajam dari 0.2% menjadi 0.5%. Kenaikan ini senada dengan data inflasi dari sisi konsumen CPI yang dirilis sehari sebelumnnya. Sementara data Core PPI yang tidak menyertakan komponen energi dan bahan pangan hanya naik 0.3% sesuai perkiraan meski data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 0.0% menjadi 0.4% yang menjadikan kecenderungan menurun. Pasar menilai data Core PPI ini akan menjadi pemicu peluang data inflasi dari sisi personal atau rumah tangga (PCE) akan masih bisa mengalami penurunan. Fed lebih mempertimbangkan data inflasi PCE dalam pengambilan keputusan moneter selain dari CPI dalam artian yang lebih luas. Data PCE sendiri kemungkinan baru akan dirilis dalam 1 atau 2 pekan mendatang. Selain itu dolar juga melemah setelah Gedung Putih mengumumkan pengenaan kenaikan tarif impor terhadap negara lain tidak akan segera diimplementasikan. Presiden Trump semalam mengumumkan akan mengenakan kenaikan impor terhadap semua negara yang mengenakan pajak terhadap produk-produk AS. Pengumuman ini didesain untuk memicu negosiasi dengan mitra dagang AS yang akan disambut baik jika mitra dagang AS bersedia menurunkan tarif impornya. Meski demikian Trump memberikan tekanan terhadap negara anggota BRICS dengan ancaman jika meninggalkan mata uang dolar maka akan dikenakan kenaikan tarif impor sebanyak 100%. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan mengalami penurunan tajam dari 0.4% menjadi -0.2% seiring dengan kebakaran di California beberapa waktu lalu.
Yen berbalik arah menguat setelah mata uang dolar terkoreksi lagi. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam waktu dekat ini kembali menjadi sentimen positif seiring dengan inflasi yang terus meningkat di Jepang. Hampir semua pejabat BOJ mendukung kenaikan tersebut mulai dari Gubernur Ueda, Wakil Gubernur Himino dan juga pejabat senior BOJ - Tamura yang cukup vokal dalam mendorong kenaikan suku bunga di Jepang dalam waktu dekat ini. Jepang juga kemungkinan bisa terhindar dari kenaikan tarif impor Presiden Trump seiring dengan nilai investasi Jepang yang dinilai cukup banyak membantu perekonomian di AS. Hal ini diungkapkan oleh Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba yang bertemu langsung dengan Presiden Trump pekan lalu.
Euro semakin pulih dengan menguat terhadap dolar hingga level tertinggi sejak 30 Januari lalu seiring dengan prospek terjadinya perdamaian di Ukraina. Tidak hanya mata uang Euro, namun juga mata uang Eropa lainnya seperti Swiss Franc, Krona Swedia dan juga Krone Norwegia menguat oleh optimisme yang sama. Presiden Trump berjanji akan menghentikan perang di Ukraina dan sudah berdiskusi terpisah dengan Presiden Rusia - Vladimir Putin via telepon dan juga Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Ini merupakan diplomasi yang cukup besar dan diharapkan akan menjadi langkah maju dalam terjadinya perdamaian diantara kedua negara yang bertikai. Dari data ekonomi inflasi CPI di Jerman masih stabil -0.2 sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya dan buletin ekonomi dari ECB masih menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi GDP.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi yang di luar perkiraan mengalami peningkatan. Data GDP di Inggris pada kuartal 4 tahun lalu mengalami peningkatan +0.1% lebih baik dari perkiraan 0.0% dan meski data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari +1.0 menjadi 0.0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya juga terjadi kenaikan +0.4% yang lebih baik dari perkiraan stagnan 0.1% sama seperti periode sebelumnya. Data yang sama dari NIESR juga menunjukkan aktifitas ekonomi di Inggris meningkat menjadi 0.3% dari periode sebelumnya yang juga direvisi meningkat dari 0.0% menjadi 0.1%. Defisit neraca perdagangan juga berkurang dan juga data di sektor industri dan manufaktur juga membaik melampaui perkiraan. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



