Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Status dolar kembali melemah pasca data PPI dan pengumuman tarif resiprokal Trump terbaru yang tidak terlalu mengkhawatirkan -> positif untuk Euro
Waspadai data retail sales AS nanti malam, juga geopolitik di Jalur Gaza di akhir pekan! Dolar bisa saja berbalik menguat -> switch to SELL jika konfirm
Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04800
Switch to SELL jika tembus 1.03000
Suggest : BUY on Dip Area : 1.03900– 1.04100 Target : 1) 1.04700 2) 1.05300 SL : 1.03300
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04800 Switch to SELL jika tembus 1.03000
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
Penguatan diuntungkan dari data GDP Inggris yang lebih baik dari ekspektasi, 0.1% vs -0.1% q/q dan 1.4% vs 1.1% y/y
Penguatan juga didukung oleh melemahnya dolar pasca pengumuman tarif resiprokal Trump yang tidak terlalu mendesak sehingga membuat dolar berbalik turun
Waspada dengan geopolitik di akhir pekan, dolar bisa berbalik menguat sebagai safe haven sehingga GBP bisa berbalik turun -> exit dari posisi buy maksimal di malam hari atau sebelum market tutup untuk mengantisipasi risiko penurunan di hari Senin!
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.26000
Switch to SELL jika tembus 1.24000
Suggest : BUY on Dip Area : 1.25000 – 1.25200 Target : 1) 1.25800 2) 1.26400 SL : 1.24400
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26000 Switch to SELL jika tembus 1.24000
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield ditutup turun dan USD lanjut melemah-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori berpeluang turun-> negatif untuk USDJPY
Zona resistance (area orange) Daily chart terbukti masih terlalu kuat sehingga harga kembali tertekan turun -> negatif untuk USDJPY
Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh : 1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun, 3) potensi safe haven Yen
Kenaikan bisa dipengaruhi dampak dari US Treasury Yield, kemungkinan bersifat sementara
Waspadai geopolitik jelang akhir pekan dari Jalur Gaza!
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.300
Switch to BUY jika tembus 153.800
Suggest : SELL on Rally Area : 152.800 – 153.000 Target : 1) 152.200 2) 151.600 SL : 153.600
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.300
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. PBOC tetap lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral global masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
Di H4, MA 200 kini berada di 2747, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish a. peluang BEARISH bisa terjadi jika tembus support psikologis 2857/2861 potensi berlanjut hingga kisaran 2840-2845 -> Sell jika konfirm tembus support 2857/2861 b. Bullish relatif kuat jika tembus di atas FR 0% 2942, potensi lanjut ke FE 61.8% 2968, dan terjauh 3033 -> follow/pertahankan buy jika tembus 2942
Di H1, kemungkinan kita sedang melihat progres untuk kenaikan baru dan diperkirakan sebagai wave ke-3 sehingga koreksi diperkirakan terbatas, lalu lanjut naik minimal mendekati 234, atau bisa lebih tinggi-> ekspektasi penurunan terbatas maksimal di zona orange 2903-2907 -> kemungkinan area buy yang relatif lebih rendah risiko di area tersebut
Fokus retail sales AS jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = Emas naik -> switch to BUY
Waspada dengan geopolitik di akhir pekan! Jalur Gaza berpotensi kembali memanas jika Hamas tidak lepaskan sandera sampai deadline Sabtu besok -> safe haven naik
Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk PBOC yang catatkan tambahan cadangan emas di bulan Januari (berdasar data 7 Februari), dan juga tingginya permintaan investor retail -> positif untuk emas
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
Switch to SELL jika tembus 2898, potensi target terdekat 2889, terjauh 2878
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2944, potensi terdekat 2952, terjauh 2968
Suggest : BUY on Dip Area : 2915.00– 2917.00 Target : 1) 2923.00 2) 2929.00 SL : 2909.00 (ideal 3-5 points di bawah 2905.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2942 Switch to SELL jika tembus 2898
Dolar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang utama pasca data inflasi menunjukkan kecenderungan yang meningkat. Inflasi di AS mengalami kenaikan tertinggi dalam 1.5 tahun terakhir seiring dengan tingginya harga barang dan jasa. Data inflasi CPI di AS bulanan meningkat melampaui perkiraan dari 0.4% menjadi 0.5% jauh dari perkiraan menurun 0.3%. Dengan data Core CPI juga meningkat dari 0.2% menjadi 0.4% yang lebih tinggi dari perkiraan naik 0.3%. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode setahun yang lalu juga meningkat menjadi 3.0%, lebih tinggi dari perkiraan stabil di angka 2.9%. Dengan Core CPI year-on-year juga meningkat dari 3.2% menjadi 3.3%, terbalik dari perkiraan turun 3.1%. Hal ini akan semakin meningkatkan peluang Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan lebih lama dari yang diperkirakan selama ini. Bahkan ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga acuan di tahun ini berkurang dari 2 kali menjadi hanya 1 kali di tahun ini. Terlihat dari spekulasi akan pemangkasan suku bunga acuan pasca rilis data ini yang menurun dari 37 bps menjadi hanya 27 bps sehingga hanya memungkinkan 1 kali pemangkasan sebanyak 25 bps yang terdekat. Fed sendiri tidak akan memangkas suku bunga selama angka inflasi tidak mendekati target 2%. Meski data inflasi di bulan Januari ini banyak anomali yang menjadi penyebabnya dan tidak bisa dijadikan acuan untuk perkiraan sepanjang tahun nanti. Ketua Fed - Jerome Powell dalam pidato di hari kedua masih menyatakan Fed tidak akan buru-buru untuk memangkas suku bunga acuannya. Hal senada disampaikan oleh Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic yang menilai data inflasi ini mendorong Fed untuk lebih cermat lagi dalam mengambil keputusan. Sementara itu pasar juga menunggu agenda kenaikan tarif yang baru terhadap negara selain Mexico, Kanada dan China dari Presiden Trump, seperti yang diucapkan pada akhir pekan lalu. Dalam pidato pagi ini Presiden Trump mengatakan mungkin akan menandatangani kenaikan tarif malam nanti. Sebelumnya sudah ada kenaikan tarif produk logam berat yang baru akan efektif pada 4 Maret mendatang. Kenaikan tarif impor dinilai berpotensi besar akan memicu kenaikan angka inflasi. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI dan juga laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen berlanjut melemah terhadap dolar setelah data inflasi di AS semakin memperkuat peluang Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan lebih lama dari yang diperkirakan. Mata uang Yen sangat sensitif terhadap perbedaan suku bunga antara kedua negara ini. Meskipun dalam waktu dekat Bank Sentral Jepang (BOJ) akan kembali menaikkan suku bunga acuannya. Data inflasi yang terus meningkat menjadi alasan kenaikan tersebut. Salah satunya dari sisi produsen (PPI) yang dirilis pagi ini yang naik dari 3.9% menjadi 4.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 4.0%. Hampir semua pejabat BOJ mendukung kenaikan tersebut mulai dari Gubernur Ueda, Wakil Gubernur Himino dan juga pejabat senior BOJ - Tamura yang cukup vokal dalam mendorong kenaikan suku bunga di Jepang dalam waktu dekat ini. Sementara ini Jepang juga masih terhindar dari kenaikan tarif impor Presiden Trump seiring dengan nilai investasi Jepang yang dinilai cukup banyak membantu perekonomian di AS. Terlebih setelah terjadi pertemuan langsung kedua pemimpin negara yaitu Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba dengan Presiden Trump pekan lalu.
Euro cenderung melemah setelah sebelumnya sempat menguat terhadap dolar seiring dengan campur tangan Presiden Trump dalam usaha untuk mengakhiri perang di Ukarina. Presiden Trump memberikan perintah kepada pejabat tinggi AS untuk mulai bernegosiasi dengan pihak Rusia mencari jalan keluar agar perang di Ukraina segara berakhir. Pelemahan terjadi setelah Gubernur Bank Sentral Jerman (Bundesbank) sekaligus pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) - Joachim Nagel yang mengatakan ECB masih perlu melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya secara bertahap dengan tidak menargetkan adanya level yang dianggap netral yang sulit ditentukan. Komentar ini menunjukkan ECB tidak perlu menargetkan seberapa banyak pemangkasan suku bunga acuan akan dilakukan selama kondisi ekonomi masih belum pulih. Hari ini akan dirilis proyeksi ekonomi dari ECB bersamaan dengan buletin ekonomi. Selain itu juga ada data inflasi CPI di Jerman.
Poundsterling mulai terkoreksi terhadap dolar menjelang data pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis malam ini. Dengan perkiraan pertumbuhan masih stagnan bahkan cenderung menurun membuat prospek investasi di Inggris menjadi tidak menarik. Meskipun kemungkinan besar Inggris juga dapat terhindar dari kenaikan tarif impor baru yang rencananya akan diumumkan malam ini oleh Presiden Trump. Langkah Inggris untuk mendahului melakukan negosiasi dapat menghindarkan hal tersebut. Juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan Inggris akan terus bernegosiasi dengan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Selain data GDP malam ini juga akan dirilis data Industrial/Manufakturing Production.
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Status dolar masih melemah meski data inflasi AS tadi malam cenderung naik, menguntungkan Euro -> positif untuk Euro
Waspadai data PPI AS nanti malam, atau pengumuman tentang tarif 'timbal balik' Trump bisa saja mengubah tren jika dolar berbalik menguat -> switch to SELL jika konfirm
Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04200
Switch to SELL jika tembus 1.02500
Suggest : BUY on Dip Area : 1.03300– 1.03500 Target : 1) 1.04100 2) 1.04700 SL : 1.02700
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04200 Switch to SELL jika tembus 1.02500
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup doji, secara teori cenderung berbalik turun -> negatif untuk GBP
Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum supportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
Fokus data GDP Inggris jam 14.00 WIB a. Act > Exp = GBP menguat -> switch to BUY b. Act < Exp = GBP melemah -> pertahankan SELL
Waspadai pengumuman tarif timbal balik Trump yang bisa memicu penguatan dolar sebagai safe haven dan negatif untuk GBP -> switch to SELL jika terpenuhi syarat dan kondisi
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.24000
Switch to BUY jika tembus 1.25500
Suggest : SELL on Rally Area : 1.24700 – 1.24900 Target : 1) 1.24100 2) 1.23500 SL : 1.25500
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24000 Switch to BUY jika tembus 1.25500
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield ditutup naik dan USD ditutup melemah-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori masih berpeluang naik-> positif untuk USDJPY
Harga memasuki zona resistance (area orange) sehingga potensi kenaikan diperkirakan terbatas karena kekhawatiran intervensi membatasi kenaikan
Belum ada perkembangan baru atau perubahan sentimen, sejauh ini masih dibayangi potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut BOJ-> berpotensi memperkuat mata uang
Kenaikan bisa dipengaruhi dampak dari US Treasury Yield, kemungkinan bersifat sementara
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.000
Switch to BUY jika tembus 155.500 atau gagal tembus 153.500
Suggest : SELL on Rally Area : 154.600 – 154.800 Target : 1) 154.000 2) 153.400 SL : 155.400
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 155.500 atau gagal tembus 153.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.000
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. PBOC tetap lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral global masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
Di H4, MA 200 kini berada di 2738, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish a. peluang BEARISH bisa terjadi jika tembus 2857/2861, potensi berlanjut hingga kisaran 2840-2845 -> Sell jika konfirm tembus support 2857/2861 b. Bullish relatif kuat selama harga tetap di atas 2840-2860 sehingga penurunan/koreksi turun cenderung terbatas -> bisa pertimbangkan buy di dekat trendline support
Di H1, Wave C selesai saat sentuh area 2864 kemarin, sesuai ekspektasi area pantulan, dan selanjutnya butuh pemicu naik di atas trendline resistance 2815-2818
Fokus PPI AS jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = Emas naik -> switch to BUY
Pasar akan mencermati pengumuman tarif timbal balik Trump sehingga safe haven kemungkinan tetap mempertahankan emas dari penurunan tajam efek data ekonomi
Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk PBOC yang catatkan tambahan cadangan emas di bulan Januari (berdasar data 7 Februari), dan juga tingginya permintaan investor retail -> positif untuk emas
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
Switch to SELL jika tembus 2860, potensi target terdekat 2853, terjauh 2843
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2915, potensi terdekat 2921, terjauh 2935
Suggest : BUY on Dip Area : 2887 .00– 2889.00 Target : 1) 2895.00 2) 2901.00 SL : 2881.00 (ideal 3-5 points di bawah 2881.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2915 Switch to SELL jika tembus 2860
Dolar mengalami koreksi terhadap sejumlah mata uang utama lainnya setelah Ketua Fed - Jerome Powell di depan Komite Keuangan Senat AS mengatakan Fed tidak terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga acuan. Powell menambahkan kondisi ekonomi secara keseluruhan relatif masih kuat dengan tingkat pengangguran yang rendah dan inflasi yang masih di atas target Fed 2%. Komentar ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak ada yang hal baru. Fed juga masih belum bisa menakar sejauh mana agenda kenaikan tarif impor AS yang belakangan ini mempengaruhi pergerakan mata uang akan berdampak langsung pada ekonomi terutama pada inflasi. Setelah Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif impor produk logam berat sebanyak 25% dari sebelumnya yang hanya 10% tanpa terkecuali terhadap semua negara dan semua jenis produk logam berat. Selain itu juga masih akan ada kenaikan tarif impor terhadap produk-produk lainnya yang akan diumumkan kemudian. Sementara hingga semalam masih belum ada perkembangan baru perihal kenaikan tarif impor selanjutnya. Mexico, Kanada dan Uni Eropa mencela kenaikan tarif ini sebagai eksportir utama logam berat ini ke AS. Trump menambahkan pengenaan tarif ini baru akan efektif pada 4 Maret mendatang sehingga mitra dagang AS masih diberi waktu untuk melakukan negosiasi ulang. Trump juga membuat pengecualian terhadap Australia setelah melakukan telepon jarak jauh dengan Perdana Menteri Australia - Anthony Albanese. Perihal kenaikan tarif impor, Powell mengatakan kebijakan perang dagang yang dilancarkan Presiden Trump masih dapat diterima meski menambahkan hal ini bukan ranah Fed untuk berkomentar, namun punya kewajiban merespon jika berdampak pada ekonomi secara keseluruhan. Powell masih akan berpidato di depan Komite Jasa Keuangan di DPR AS malam ini. Dengan pidato Powell semalam semakin memperkuat peluang Fed akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Maret dan Mei mendatang serta baru akan mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga acuan kembali pada pertemuan moneter FOMC di bulan Juni yang akan datang. Dengan peluang sebanyak 51% dengan pemangkasan sebanyak 25 bps menurut CME's FedWatch Tool. Data ekonomi yang akan dirilis malam ini ada data inflasi CPI dengan perkiraan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi 0.3% dari bulan sebelumnya dan masih belum juga turun serta relatif stabil 2.9% seperti periode setahun yang lalu.
Yen juga mengalami koreksi yang ditengarai oleh aksi profit taking setelah sebelumnya sempat menguat hingga level terkuat sejak 10 Desember tahun lalu. Prospek kenaikan suku bunga acuan berikutnya oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) masih menjadi sentimen positif dan diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Perihal kenaikan tarif impor AS, Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba cukup optimis Jepang akan terhindar dari kenaikan tarif impor tersebut setelah pertemuannya dengan Presiden Trump pekan lalu. Nilai investasi Jepang di AS yang cukup besar sekaligus juga menciptakan banyak lapangan kerja menjadi penyebab dibebaskannya Jepang dari kenaikan tarif. Meski demikian sejumlah pakar ekonomi tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena mungkin saja akan terkena kenaikan tarif berdasarkan produk impor tertentu seperti kenaikan tarif impor baja dan aluminium saat ini. Setelah libur kemarin, pasar di Jepang kembali normal hari ini dan hari ini ada data Machine Tool Order.
Euro bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan mata uang dolar yang terkoreksi. Kenaikan tarif impor produk logam berat yaitu besi dan aluminium yang diterapkan AS menjadi beban berat bagi Uni Eropa seiring dengan kondisi ekonomi yang masih belum pulih saat ini. Menanggapi kenaikan tarif tersebut, Uni Eropa berencana merespon dengan tindakan balasan yang tegas dan proposional. AS merupakan pangsa pasar terbesar kedua produk-produk logam berat dari Uni Eropa. Uni Eropa sudah lama menjadi target utama kenaikan tarif Presiden Trump karena tidak seimbangnya neraca perdagangan di antara kedua negara ini. Dimana Uni Eropa mengenakan tarif impor kendaraan dari AS sebanyak 10% sedangkan kendaraan Eropa hanya di kenakan tarif impor 2.5% ke AS. Hari ini ada data Industrial Production.
Poundsterling juga menguat selain karena pelemahan mata uang dolar, namun juga karena peluang besar Inggris akan mendapat pengecualian terhadap kenaikan tarif impor dari AS. Langkah Inggris untuk mendahului melakukan negosiasi dapat menghindarkan hal tersebut. Juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan Inggris akan terus bernegosiasi dengan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan yang akan menguntungkan kedua belah pihak. AS juga merupakan tujuan ekspor logam berat terbesar kedua bagi Inggris setelah Uni Eropa. Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey dalam pidato semalam tidak ada hal yang baru. Sedangkan anggota voting MPC - Christine Mann cukup tegas mengatakan BOE akan terus memangkas suku bunga acuan dan jika memungkinkan akan melakukan pemangkasan jumbo sebanyak 50 bps. Mann menginginkan suku bunga acuan di kisaran 3.0% ħingga 3.5%. Hari ini data Leading Index.
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
Belum banyak berubah di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Melemahnya Dolar menguntungkan Euro setelah kabar tentang kebijakan tarif yang dimundurkan dari 4 Maret menjadi 12 Maret
Waspadai data CPI AS nanti malam, bisa saja mengubah tren jika dolar berbalik menguat
Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.03800
Switch to SELL jika tembus 1.02600
Suggest : BUY on Dip Area : 1.03200– 1.03400 Target : 1) 1.04000 2) 1.04600 SL : 1.02800
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.03800 Switch to SELL jika tembus 1.02600
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk GBP
Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum supportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
Belum ada perkembangan positif dari internal Inggris sejauh ini sehingga peluang kenaikan terbatas
Penguatan disebabkan dolar yang melemah pasca kekhawatiran tarif universal mereda
Waspadai data CPI AS nanti malam untuk potensi pembalikan tren jika ternyata dolar berbalik menguat! -> switch to SELL jika terpenuhi syarat dan kondisi
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.24800
Switch to SELL jika tembus 1.23000
Suggest : BUY on Dip Area : 1.23700 – 1.23900 Target : 1) 1.24500 2) 1.25100 SL : 1.23100
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.24800 Switch to SELL jika tembus 1.23000
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield ditutup naik dan USD ditutup melemah-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori berpeluang naik-> positif untuk USDJPY
Saat ini harga sedang berada di atas zona MA200 Daily 152.640. Jika bertahan terus di atas MA 200, berarti cenderung naik. Jika kembali turun di bawah MA 200, maka cenderung balik turun
Belum ada perkembangan baru atau perubahan sentimen, sejauh ini masih dibayangi potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut BOJ-> berpotensi memperkuat mata uang
Kenaikan bisa dipengaruhi dampak dari US Treasury Yield, kemungkinan bersifat sementara
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.800
Switch to SELL jika tembus 152.000 atau gagal tembus 153.800, atau jika US Treasury Yield berbalik turun pasca CPI AS nanti malam
Suggest : BUY on Dip Area : 152.600 – 152.800 Target : 1) 153.400 2) 154.000 SL : 152.000
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 152.000 atau gagal tembus 153.800 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
Di H4, MA 200 kini berada di 2730, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish a. peluang BEARISH bisa terjadi jika tembus 2882/2885, potensi berlanjut hingga kisaran 2860-2865 -> Sell jika konfirm tembus support 2882/2885 b. Bullish relatif kuat selama harga tetap di atas 2840-2860 sehingga penurunan/koreksi turun cenderung terbatas
Di H1, harga mulai memasuki fase koreksi ABC, dan saat ini berada di zona wave C sehingga diharapkan penurunan berlanjut di bawah 2880, tapi tidak lebih rendah dari 2850-2860-> cari buy di bawah atau dekat zona ungu/support yang dicurigai sebagai area demand, sesuaikan juga dengan reaksi saat CPI AS nanti malam!
Fokus minggu ini : Inflasi CPI AS, Pidato Powell, Pidato Trump, dan rencana perundingan Rusia-Ukraina
Fokus CPI AS jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> pertahankan SELL, terutama jika inflasi tembus di atas 3% (kalau "sesuai ekspektasi", waspada penurunan kemungkinan sudah terbatas) b. Act < Exp = Emas naik -> switch to BUY
Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk PBOC yang catatkan tambahan cadangan emas di bulan Januari (berdasar data 7 Februari), dan juga tingginya permintaan investor retail -> positif untuk emas
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
Switch to BUY jika tembus 2910, potensi target terdekat 2916, terjauh 2930 (strategi buy bisa juga dilakukan jika harga sudah sentuh atau mendekati support area 2853-2860 yang dicurigai sebagai area deman)
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2886, potensi terdekat 2880, terjauh 2868
Suggest : SELL on Rally Area : 2898 .00– 2900.00 Target : 1) 2892.00 2) 2886.00 SL : 2906.00 (ideal 3-5 points di atas 2905.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2886 Switch to BUY jika tembus 2910 atau jika sudah mendekati zona ungu 2853-2865, atau jika CPI lebih rendah
CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD
Keterangan
Daily candle ditutup doji, kenaikan hanya menutupi gap di hari yang sama tapi tidak terlalu kuat untuk mendorong kenaikan-> negatif untuk Euro
Belum banyak berubah di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Ancaman tarif Trump 10% untuk zona Euro berpotensi membebani ekonomi Euro -> pertahankan SELL jika Trump umumkan tarif untuk Euro
Dolar rebound, sehingga berdampak pada tekanan pada Euro
Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02800
Switch to BUY jika tembus 1.04400
Suggest : SELL on Rally Area : 1.03200– 1.03400 Target : 1) 1.02600 2) 1.02000 SL : 1.04000
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02800 Switch to BUY jika tembus 1.04400
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun -> negatif untuk GBP
Penurunan terus berlanjut pasca keputusan BOE, dan belum menemukan titik balik yang kuat dari sisi data ekonomi Inggris sampai saat ini -> negatif untuk GBP
Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum supportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris
Belum ada perkembangan positif dari internal Inggris sejauh ini sehingga peluang kenaikan terbatas
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.23000
Switch to BUY jika tembus 1.25000
Suggest : SELL on Rally Area : 1.23800 – 1.24000 Target : 1) 1.23200 2) 1.22600 SL : 1.24600
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.23000 Switch to BUY jika tembus 1.25000
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield dan USD ditutup rebound-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup shooting star, secara teori berpeluang turun setelah kenaikan gagal tembus MA 200 Daily-> negatif untuk USDJPY
Waspada dengan MA 200 Daily di 152.640! Selama tidak tembus di atas MA 200, maka tren tetap turun. Tapi jika tembus di atas MA 200, maka peluang naik/reversal bullish.
Belum ada perkembangan baru atau perubahan sentimen, sejauh ini masih dibayangi potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut BOJ-> berpotensi memperkuat mata uang
Kenaikan bisa dipengaruhi dampak dari US Treasury Yield, kemungkinan bersifat sementara
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.500 atau selama tidak terjadi kenaikan di atas 154.400
Switch to BUY jika tembus 153.500 atau jika US Treasury Yield kembali naik
Suggest : SELL on Rally Area : 152.200 – 152.400 Target : 1) 151.800 2) 151.200 SL : 153.000
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.500 atau selama tidak ada kenaikan di atas 154.400
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
Di H4, MA 200 kini berada di 2721, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish a. peluang BEARISH bisa terjadi jika tembus 2882/2885, potensi berlanjut hingga kisaran 2860-2865 -> Sell jika konfirm tembus support 2882/2885 b. Bullish relatif kuat selama harga tetap di atas 2905-2910 sehingga potensi buy lebih ideal daripada sell untuk saat ini, kecuali terjadi penembusan di bawah support 2882-2885
Di H1, bullish flag secara teori sudah mendekati target 2937/2940 sehingga potensi kenaikan bisa sedikit terhambat saat mendekati zona tersebut, tapi bullish belum selesai, waspadai koreksi singkat untuk sementara -> cari buy saat koreksi lebih disarankan daripada buy di dekat high 2940
Fokus minggu ini : Inflasi CPI AS, Pidato Powell, Pidato Trump, dan rencana perundingan Rusia-Ukraina
Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk PBOC yang catatkan tambahan cadangan emas di bulan Januari (berdasar data 7 Februari), dan juga tingginya permintaan investor retail -> positif untuk emas
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
Switch to SELL jika tembus 2895, potensi target terdekat 2889, terjauh 2880
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.