Dolar semakin menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya setelah Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif impor sebanyak 25% terhadap semua produk logam baja dan aluminium. Pernyataan ini dirilis setelah sebelumnya Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor terhadap mitra dagang lainnya setelah Mexico, Kanada dan China. Pengumuman kenaikan tarif impor ini menampar semua mitra dagang AS yang menjadi pemasok baja dan aluminium terutama Kanada yang menjadi pengimpor utama AS bersama dengan Brazil, Mexico, Korea Selatan dan Vietnam. Sementara AS juga merupakan tujuan ekspor terbesar kedua bagi Inggris setelah Uni Eropa. Dengan adanya kenaikan tarif impor sebanyak 25% ini membuat mata uang negara pengekspor baja dan aluminum tersebut di atas melemah karena dipastikan akan mengalami kerugian yang cukup signifikan akibat keputusan Presiden Trump tersebut. Kenaikan tarif diperkirakan masih akan terjadi terhadap produk dan negara lainnya setelah ini. Sementara itu, perlawanan kenaikan tarif impor oleh pemerintah China sudah efektif sejak kemarin, namun belum ada negosiasi ulang antara Beijing dengan Washington. Kenaikan tarif ini diperkirakan akan mendorong kenaikan inflasi di AS yang mempersempit ruang bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Maret mendatang dan baru akan mengambil tindakan pada pertemuan di bulan Juni yang akan datang. Dengan peluangnya untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps tidak lebih dari 50% menurut CME's FedWatch Tool. Ketua Fed - Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan pidato dalam 2 hari mulai malam ini di depan komite finansial Senat AS. Pasar akan mencermati komentar perihal inflasi dan kenaikan tarif yang diterapkan Presiden Trump. Data inflasi CPI di AS sendiri baru akan dirilis esok hari dengan perkiraan inflasi kembali menurun dari 0.4% menjadi 0.3%. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis sehingga fokus akan tertuju pada pidato Powell malam nanti.
Yen juga terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang dolar, meski Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba cukup yakin Jepang akan terhindar dari kenaikan tarif impor setelah pertemuannya dengan Presiden Trump pekan lalu. Ishiba menekankan bahwa Trump menghargai investasi di AS yang cukup besar sekaligus juga menciptakan banyak lapangan kerja. Meski demikian sejumlah pakar ekonomi tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena mungkin saja akan terkena kenaikan tarif berdasarkan produk seperti kenaikan tarif impor baja dan aluminium saat ini. Hari ini perbankan dan bursa saham di Jepang libur merayakan hari Pendiri Negara.
Euro juga melemah terhadap dolar pasca pengumuman kenaikan tarif impor baja dan aluminium dari Presiden Trump. AS merupakan pangsa pasar terbesar kedua produk-produk logam berat dari Uni Eropa. Selain itu, Uni Eropa juga masih menjadi target utama kenaikan tarif Presiden Trump karena tidak seimbangnya neraca perdagangan di antara kedua negara ini. Dimana Uni Eropa mengenakan tarif impor kendaraan dari AS sebanyak 10% sedangkan kendaraan Eropa hanya di kenakan tarif impor 2.5% ke AS. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor ini menjadi sentimen negatif bagi Uni Eropa meskipun fundamental ekonomi mulai cenderung membaik. Data sentimen konsumen dari Sentix meningkat dari -17.7 menjadi -12.7 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -16.4. Sedangkan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam pidato di depan parlemen Eropa di Strasbourg hanya menyinggung perang Bank Sentral Eropa (ECB) belum selesai melawan inflasi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar seiring dengan kenaikan tarif impor produk baja dan aluminium AS. Juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan Inggris akan terus bernegosiasi dengan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan yang akan menguntungkan kedua belah pihak. AS merupakan tujuan ekspor logam berat terbesar kedua bagi Inggris setelah Uni Eropa. Malam ini Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato pada salah satu sekolah bisnis di London. Diharapkan Bailey masih akan menyuarakan akan perlunya pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut setelah pemangkasan 25 bps pekan lalu. Selain Bailey, Pejabat BOE lainnya - Catherine Mann juga dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat yang berbeda. Mann menjadi satu-satunya anggota voting MPC yang menyarankan pemangkasan suku bunga jumbo sebanyak 50 bps pada pertemuan lalu. Data Retail Sales monitor dari Konsorsium Peritel Inggris menunjukkan terjadinya penurunan dari 3.1% menjadi 2.5%, namun tidak seburuk yang diperkirakan turun hingga 1.1%. Hari ini tidak ada data ekonomi lagi.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar berlanjut menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya meski laporan di sektor tenaga kerja di AS bervariasi. Dari laporan Non-Farm Payroll (NFP) di hari Jumat lalu, terisinya lapangan kerja mengalami penurunan yang cukup signifikan sebanyak 143K yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 170K, sementara data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 256K menjadi 307K. Penurunan tajam ini terjadi dikarenakan kebakaran besar di California dan cuaca dingin yang tidak biasa yang terjadi di sebagian wilayah di AS. Dengan memperhatikan penyebab penurunan tersebut, pasar cenderung mengambil nilai dari data periode sebelumnya yang direvisi meningkat tersebut. Sedangkan upah rata-rata mengalami kenaikan menjadi 0.5% yang lebih baik dari perkiraan stabil 0.3% sama seperti periode sebelumnya dan tingkat pengangguran menurun 4.0% yang juga lebih baik dari perkiraan stabil 4.1% sama seperti periode sebelumnya. Data lain yaitu hasil survey dari University of Michigan menunjukkan ekspektasi inflasi meningkat dari 3.3% menjadi 4.3% sehingga indeks sentimen konsumen menurun menjadi 67.8 yang lebih rendah dari perkiraan turun 71.9 dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 73.2 menjadi hanya 71.1. Dengan data-data ini mendukung keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter 30 Januari yang lalu. Pasar memperkirakan Fed masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya setidaknya hingga pada pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Menteri Keuangan - Scott Bessent mengatakan meskipun Presiden Trump ingin suku bunga acuan turun, namun tidak akan mencampuri urusan Fed dan hanya akan mencermati pergerakan yield obligasi pemerintah jangka 10 tahun saja. Mata uang dolar juga menguat setelah fokus pasar akan kembali tertuju pada agenda kenaikan tarif impor dengan Presiden Trump yang berencana akan mengumumkan kenaikan tarif terhadap sejumlah negara lainnya yang dikatakan akan dapat membantu menyelesaikan permasalahan anggaran di AS. Meski tidak menyebutkan secara spesifik negara yang akan dikenakan kenaikan tarif impor berikutnya. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI dan juga Retail Sales serta Ketua Fed - Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan testimoni di depan Komite Perbankan Senat AS bersama dengan sejumlah pejabat Fed lainnya esok hari.
Yen mengalami sedikit koreksi terhadap dolar setelah sempat menguat hingga di bawah level 151 per dolar AS. Sentimen masih cenderung positif seiring dengan masih akan dinaikkannya suku bunga acuan di Jepang oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam waktu yang tidak lama lagi. Dengan data inflasi yang terus meningkat dan juga didukung oleh komentar dari pejabat BOJ - Naoki Tamura yang pekan lalu menyarankan kenaikan suku bunga acuan setidaknya 100 bps atau 1% hingga paruh pertama tahun ini. Selain itu, Yen juga menguat kembali pasca pertemuan Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba dengan Presiden Trump yang sepakat untuk menjaga pergerakan mata uang terutama nilai tukar kedua mata uang negara tersebut. Selain itu Jepang juga kemungkinan akan mendapat pengecualian dari agenda kenaikan tarif impor AS. Hari Selasa Jepang libur merayakan hari Foundation Day dan data ekonomi yang cukup penting hanya berupa data inflasi dari sisi produsen PPI di hari Kamis nanti.
Euro semakin melemah terhadap mata uang dolar seiring dengan rencana Presiden Trump akan menaikkan tarif impor terhadap mitra dagang lainnya. Uni Eropa kemungkinan menjadi target utama setelah Mexico, Kanada dan China, meski masih belum dapat dipastikan. Dalam beberapa kesempatan lalu Presiden mengeluhkan neraca perdagangan dengan Uni Eropa yang tidak seimbang. Dimana Uni Eropa mengenakan tarif impor kendaraan dari AS sebanyak 10% sedangkan kendaraan Eropa hanya di kenakan tarif impor 2.5% ke AS. Selain Uni Eropa, AS diperkirakan juga akan menargetkan India, Vietnam dan Brasil. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor ini menjadi sentimen negatif bagi Uni Eropa selain karena fundamental ekonomi yang masih terus cenderung menurun. Hari ini akan dirilis data sentimen konsumen dari Sentix dan pidato dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde di depan parlemen Eropa di Strasbourg.
Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) pekan lalu memangkas suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hanya 0.75% atau separuh dari perkiraan. Hasil voting dari pertemuan moneter juga secara bulat sepakat untuk memangkas dan tidak ada satupun yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Bahkan pejabat BOE sekaligus anggota voting yang selama ini cukup konservatif mengusulkan pemangkasan yang lebih agresif dengan pemangkasan jumbo 50 bps. Walau akhirnya disepakati hanya 25 bps, namun pernyataan tersebut menandakan bahwa masih terbuka peluang untuk pemangkasan lebih lanjut oleh BOE dalam pertemuan moneter berikutnya. Hal senada disampaikan oleh Gubernur BOE - Andrew Bailey yang dalam konferensi pers mengharapkan BOE akan melanjutkan pemangkasan suku bunga, meski keputusan masih akan dilakukan berdasarkan perkembangan data ekonomi. Pekan ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris yang akan dirilis pada Kamis dan esok hari Gubernur Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato pada salah satu sekolah bisnis di London.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.03200– 1.03400 Target : 1) 1.02600 2) 1.02000 SL : 1.04000 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02800 Switch to BUY jika tembus 1.04400 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.24000 – 1.24200 Target : 1) 1.23400 2) 1.22800 SL : 1.24800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.23600 Switch to BUY jika tembus 1.25500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 152.300 – 152.500 Target : 1) 151.700 2) 151.100 SL : 153.100 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.200 atau selama tidak ada kenaikan di atas 154.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2858.00 – 2860.00 Target : 1) 2866.00 2) 2872.00 SL : 2852.00 (ideal 3-5 points di bawah 2850.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2886 Switch to SELL jika tembus 2830 |

Salah satu pondasi dasar untuk emas datang dari keputusan BOE yang memangkas suku bunga 25 bps sesuai ekspektasi, bahkan pernyataan Gubernur BOE Andrew Bailey yang cenderung bersikap dovish dengan membuka peluang penurunan suku bunga bisa terjadi di pertemuan berikutnya selama data inflasi mendukung dan ekonomi Inggris yang melambat. Pelonggaran moneter bank sentral global menjadi salah satu pendukung kenaikan emas sejauh ini selain permintaan bank sentral global yang juga tetap kuat.
Selain itu menguatnya Yen terhadap dolar juga sebagai faktor tambahan di mana BOJ memberi isyarat semakin kuat tentang siklus kenaikan suku bunga (berlawanan dengan apa yang dilakukan oleh bank sentral lainnya yang memangkas suku bunga).
Sedangkan data initial jobless claims AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan, 219K vs exp. 213K, naik dibanding minggu sebelumnya 207K yang direvisi naik tipis ke 208K. Dan seperti yang dibahas di youtube @AgrodanaFuturesOfficial juga artikel kemarin bahwa data ini tidak mengagetkan dan juga tidak banyak berubah dari beberapa bulan terakhir. Bisa diartikan trend sideways dalam data klaim mingguan tersebut sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan pada emas.
Penurunan Terbatas, Pernyataan Trump Kembali Dorong Emas
Meski sempat terjadi penurunan dengan singkat ke zona 2834, tapi emas berhasil rebound dan berakhir di 2855. Bahkan berlanjut hingga saat ini di sesi Asia dengan kenaikan kembali ke titik awal zona 2865-2867 seperti saat ulas di pagi hari kemarin. Salah satu penyebabnya adalah pernyataan Trump tentang keinginannya melihat harga minyak turun.
Pasca gagal mendapat yang diinginkannya dari Arab Saudi dan OPEC di pertemuan 3 Februari lalu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan berupaya menurunkan harga minyak, sisanya akan mengikuti. Penegasan ini seolah mengatakan bahwa apapun akan diupayakan oleh Trump untuk membuat harga minyak turun sehingga suku bunga akan turun dengan sendirinya.
Trump tidak secara rinci menyebut rencananya untuk menekan harga. Namun Goldman Sachs berargumen bahwa pengeboran AS melambat saat harga minyak di bawah $70 (harga minyak WTI saat ini ada di $70.50 per barel). Menteri Keuangan AS Scott Bessent bicara tentang penambahan sekitar 3 juta barel per hari pada produksi minyak AS, dari sekitar 13 juta bph saat ini. Namun beberapa pengamat meragukan hal tersebut jika harga turun di bawah $70, mengingat kondisi ekonomi saat ini.
Ada beberapa cara lain yang mungkin akan diupayakan Trump selain memproduksi lebih banyak. Berita menyebutkan bahwa Trump akan mengeluarkan strategi yang akan dilakukannya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang berlarut-larut dalam 3 tahun terakhir. Ini mungkin salah satu cara lain yang diupayakan Trump agar harga minyak relatif rendah/turun.
Dengan membuat Rusia dan Ukraina maju ke meja perundingan damai, Trump bisa bernegosiasi dengan Rusia untuk mulai memproduksi lebih banyak minyak sebagai cara lain untuk mendapatkan dukung penurunan harga minyak. Well, saat di Davos, Trump menyalahkan Arab Saudi yang tidak segera menurunkan harga minyak dan menganggap itu sebagai salah satu alasan Rusia tetap menyerang Ukraina.
Setelah Arab Saudi menolak memompa lebih banyak, Trump langsung menuju sasaran, yaitu mendamaikan langsung Rusia-Ukraina dengan penekanan terhadap Rusia untuk mau diajak berunding. Jika strategi ini berhasil, Trump akan dapatkan yang dia inginkan, dan target penurunan suku bunga tidak saja jangka pendek, tapi jangka panjang dengan harapan tidak ada lagi lonjakan harga minyak/energi karena perang.

Pasar akan langsung tertuju pada Non Farm Payrolls dan unemployment rate di malam hari yang akan dirilis jam 20.30 WIB. Goldman Sachs memperkirakan kenaikan di 190K, sementara ekspektasi saat ini ada di 170K, turun dari sebelumnya 256K. Alasan Goldman Sachs adalah musiman yang masih membayangi penguatan data tenaga kerja di bulan Desember dan Januari.
Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka waspadai potensi penguatan dolar di malam hari sehingga emas bisa lanjut terkoreksi turun. Sebaliknya, data yang lemah akan membuat emas berpeluang kembali naik, dan menjaga peluang bullish tetap bertahan.
Secara umum kenaikan di zona 180K-190K kemungkinan hanya akan membuat dolar menguat terbatas, dan dampaknya emas yang mungkin turun di awal respon, berpeluang berbalik naik karena dianggap data tersebut relatif lebih rendah dibanding sebelumnya 256K.
Emas justru diperkirakan akan koreksi tajam jika NFP tetap di atas 200K, atau bahkan secara mengejutkan ada di atas 250K.
Sedangkan data yang relatif lebih lunak berpeluang membuka jalan untuk emas tembus $2900/oz.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, dan rekor tertinggi tertahan $2882.29/oz untuk sementara waktu. Pasar nampaknya masih menunggu data NFP yang baru akan dirilis malam nanti. Area tertinggi 2882 akan menjadi resistance utama yang perlu dicermati. Penembusan zona ini akan memudahkan emas masuk zona 2900-an. Sebaliknya gagal tembus zona tersebut akan membuat emas berpeluang koreksi turun ataupun profit taking karena secara aggregate sudah mengalami kenaikan yang signifikan dalam 6 hari terakhir secara berturut-turut.
Secara umum, jalur menuju 2900 tetap terbuka, hanya saja nasib selanjutnya akan ditentukan dari data ekonomi. Support terdekat 2834 yang merupakan low tadi malam bisa saja disentuh jika NFP lebih baik dari ekspektasi. Jika tembus, maka peluang penurunan mengincar 2812. Dan jika NFP jauh lebih kuat dari perkiraan, maka tidak tertutup kemungkinan koreksi berlanjut di bawah 2800.

Di H4, rally sementara waktu terhenti di zona 2882, dan kenaikan tertahan di 2873 sebelum terjadi koreksi turun ke 2834. Namun hal ini tidak jauh dari perkiraan kami yang menargetkan posisi support 2828-2835 sebagai pondasi support psikologis, dan harga pun berhasil rebound kembali ke zona 2860an.
Secara teknis, pergerakan masih relatif sama, dan sejauh ini belum terlihat perubahan tren secara signifikan. Jalur kenaikan diperkirakan masih tetap dominan, dengan fokus utama akan tertuju pada NFP malam nanti yang akan menentukan apakah kenaikan berlanjut atau justru tekanan turun lebih jauh di bawah 2830.
Area hijau di kisaran 2807-2811 akan menjadi target penurunan berikutnya jika terjadi penurunan di bawah 2830. Dan jika perhitungan kami tepat, maka rebound akan kembali mendorong harga di zona hijau tersebut, sehingga secara umum seharusnya zona buy yang cukup ideal (lebih rendah risiko) berada di zona hijau tersebut.
Tapi dengan pertahanan support 2828-2835 yang masih tetap efektif, penurunan tidak terjadi lebih rendah, dan kenaikan di sesi Asia hari ini justru kembali berada di atas FE 100% 2860, yang berarti juga tren naik masih cukup kuat. Penembusan di atas 2882 dibutuhkan untuk menunjukkan dominasi uptren lebih lanjut.
Sebaliknya, penurunan juga mengancam. Mengingat kenaikan yang sudah terjadi dalam 6 hari berturut-turut, maka potensi profit taking bisa terjadi sewaktu-waktu di akhir pekan ini. Penurunan akan lebih dominan jika didukung oleh data NFP yang lebih baik dari ekspektasi. Kita butuh NFP di atas 200K atau bahkan di atas 220K untuk kembali menekan emas di bawah 2800. Sementara kenaikan NFP di angka 180-190K diperkirakan akan relatif menahan penurunan tetap bertahan di atas 2800 (ekspektasi kisaran 2807-2811 sebagai target terjauh, 2828-2835 terdekat).
Pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2869.00, dengan high di 2870.44 dan low 2855.60. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2807.32 (FR 100%) ke puncak 2882.29 (FR 0%). Penurunan tertahan di area FR 61.8% 2835.96 meskipun level terendah sempat sentuh 2834.17. Hal tersebut dianggap false breakout karena harga kembali rebound dan ditutup di atas zona FR 61.8% atau bahkan di atas arsir hijau (area 2839-2849).
Saat ini harga berhasil naik di atas trend channel dan menandakan pola bullish flag konfirm sehingga pola kenaikan masih cenderung dominan dan diharapkan berlanjut. Namun koreksi pendek kemungkinan bisa terjadi, dengan pullback menguji support kisaran 2858-2862 (area orange) sebelum akhirnya rebound dan kembali lanjutkan tren naik. Buy bisa dilakukan saat terjadi pullback ke zona tersebut, dengan SL ditempatkan di bawah 2858 karena saat data NFP rilis malam nanti strategi bisa saja berubah, tergantung data NFP!
Idealnya opsi buy lebih rendah risikonya di zona hijau kisaran 2839-2849. Namun risiko penurunan juga cukup terbuka jika tembus di bawah zona hijau tersebut dan berdampak pada gagalnya pola bullish flag tersebut. Dengan demikian strategi buy di zona hijau tetap bisa dilakukan, tapi dengan catatan stop loss di bawah support 2835 untuk mengantisipasi reversal bearish yang bisa terjadi, terutama jika data NFP secara mengejutkan dirilis jauh di atas ekspektasi (butuh data NFP di atas 250K untuk menekan jauh di bawah 2830).
Di sisi lain, bearish akan mengambil alih jika harga gagal tembus 2882 atau tembus support 2828-2830 (di bawah FR 61.8%) sehingga Anda bisa switch strategi menjadi sell jika syarat terpenuhi, dengan proyeksi target menuju 2823 terdekat atau terjauh kisaran 2810-2815. Atau bahkan penurunan bisa saja berlanjut di bawah 2810 jika data NFP jauh lebih kuat dari yang diperkirakan, dan ini berarti benar-benar butuh NFP di atas 250K untuk menekan lebih kuat.
Namun mengingat kondisi fundamental yang saat ini masih mendung kenaikan, maka opsi sell kemungkinan relatif terbatas untuk saat ini. Profit taking pasca rally 6 hari berturut-turut memungkinkan, tapi sejauh apa profit taking tersebut kemungkinan akan bergantung pada data NFP!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 2840.00 – 2842.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2854.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2885.00,
Target terdekat 2892, terjauh 2910, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2834.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2835.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2826.00 – 2828.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2814.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2834.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2835)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04000– 1.04200 Target : 1) 1.03400 2) 1.02800 SL : 1.04800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03400 Switch to BUY jika tembus 1.05000 (tergantung NFP AS) |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.24400 – 1.24600 Target : 1) 1.23800 2) 1.23200 SL : 1.25200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.23600 Switch to BUY jika tembus 1.25500 atau tergantung data NFP AS |


| Suggest : SELL on Rally Area : 151.700 – 151.900 Target : 1) 151.100 2) 150.500 SL : 152.500 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.000 atau selama tidak ada kenaikan di atas 154.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2840.00 – 2842.00 Target : 1) 2848.00 2) 2854.00 SL : 2834.00 (ideal 3-5 points di bawah 2835.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2882 Switch to SELL jika tembus 2830 (di bawah FR 61.8% 2835) |

Dolar cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya kecuali terhadap Yen. Mata uang Eropa terutama GBP melemah setelah Bank Sentral Inggris (BOE) memangkas suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya. Meski demikian dolar masih berada di kisaran level terendah dalam pekan ini yang turun terus sejak awal pekan ini. Pelemahan dolar ini terjadi karena perang dagang antara AS dan mitra dagangnya sepertinya dapat dihindari dan tidak seburuk yang diperkirakan. Sikap AS yang melunak setelah Mexico dan Kanada memenuhi permintaan AS untuk memperkuat penjagaan perbatasan guna menekan perdagangan obat terlarang dan juga imigran ilegal menyebrangi perbatasan kedua negara. Praktis kenaikan tarif impor hanya dikenakan pada China dengan kenaikan sebanyak 10%. Presiden Trump hanya menggunakan kenaikan tarif hanya sebagai alat negosiasi dan tidak sepenuhnya ideologi untuk memperbaiki fundamental ekonomi membuat kekhawatiran akan meningkatnya tensi dagang dengan negara lain mereda. Setelah itu tidak ada lagi berita seputar kenaikan tarif impor, membuat fokus pasar tertuju pada data ekonomi di sektor tenaga kerja berupa laporan Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis malam ini. Semalam data PHK dari Challenger mengalami kenaikan tajam dari 38.792 menjadi 49.795 atau naik 28%. Sedangkan laporan mingguan klaim pengangguran juga meningkat dari 208K menjadi 219K yang lebih banyak dari perkiraan hanya naik 214K. Sebelumnya data-data di sektor tenaga kerja cenderung membaik yaitu komponen tenaga kerja dari data PMI di sektor manufaktur mengalami peningkatan dari 45.4% menjadi 50.3%. Dan dari data PMI di sektor jasa juga meningkat dari 51.3% menjadi 52.3%. Terisinya lapangan kerja swasta ADP juga meningkat 183K yang lebih baik dari perkiraan 148K dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 122K menjadi 176K. Laporan Non-Farm Payroll (NFP) malam ini diperkirakan mengalami penurunan dari 256K menjadi 169K. Sedangkan upah rata-rata dan tingkat pengangguran diperkirakan masih stabil sama seperti periode sebelumnya. Laporan NFP akan dirilis pada pukul 20:30 WIB.
Yen terus menguat terhadap dolar hingga sempat menyentuh level tertinggi dalam 8 pekan terakhir seiring dengan pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut. Anggota Dewan BOJ - Naoli Tamura mengatakan BOJ harus menaikkan suku bunga acuan setidaknya 1% dan dilanjutkan hingga paruh pertama tahun ini seiring dengan resiko inflasi yang terus naik. Tamura dikenal sebagai anggota BOJ yang agresif sehingga komentar tersebut memicu penguatan mata uang Yen, meski ditutup agak terkoreksi. Setelah Namura mengoreksi pernyataannya tersebut dengan mengatakan kenaikan suku bunga perlu dilakukan secara bertahap. Bagaimanapun, ini semakin memperkuat peluang kenaikan suku bunga acuan di Jepang yang juga didukung oleh Gubernur - Kazuo Ueda dan Wakil Gubernur Ryozo Himino.
Euro kembali melemah terhadap dolar á¹£eiring dengan kondisi ekonomi di kawasan ini yang semakin memburuk. Dengan daya beli masyarakat yang semakin menurun terlihat dari data Retail Sales yang menurun tajam -0.2% yang lebih rendah dari perkiraan -0.1% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.1% menjadi 0.0%. Kekhawatiran akan diberlakukannya kenaikan tarif impor AS terhadap Uni Eropa membuat pejabat dan pelaku usaha sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang mungkin diperlukan. Sebelumnya sejumlah pakar ekonomi menilai Uni Eropa berpotensi akan terjadinya resesi ekonomi yang akan semakin besar jika kenaikan tarif ini akan diberlakukan. Meskipun Trump juga belum memastikan kapan akan dilaksanakan. Sentimen negatif masih terus menyelimuti ekonomi di Uni Eropa. Hari ini akan dirilis data Neraca Perdagangan di Jerman dan Prancis.
Poundsterling turun tajam terhadap dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya sebanyak 25 bps dari 4.75% menjadi 4.50%. Kali ini semua pejabat BOE secara bulat sepakat untuk memangkas suku bunga acuan dengan hasil voting 0-9. Bahkan 2 dari 9 anggota voting menyarankan untuk memangkas lebih banyak dengan pemangkasan jumbo 50 bps. Salah satunya adalah Catherine Mann yang selama ini lebih konservatif dan sebelumnya mendukung untuk mempertahankan suku bunga acuan. Perubahan sikap ini dinilai pasar akan adanya lanjutan pemangkasan suku bunga acuan berikutnya dalam waktu tidak lama lagi. Ekspektasi pasar memperkirakan BOE akan memangkas suku bunga acuan hingga 3 kali lagi di tahun ini. Hal senada disampaikan oleh Gubernur BOE - Andrew Bailey yang dalam konferensi pers mengharapkan BOE akan melanjutkan pemangkasan suku bunga, meski keputusan masih akan dilakukan berdasarkan perkembangan data ekonomi. Menurunnya aktifitas ekonomi dan inflasi yang masih terus cenderung meningkat menjadi alasan utama perlunya BOE melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan tersebut. Hari ini hanya ada data indeks harga perumahan.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



