logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar masih cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya sejak hari Senin lalu seiring dengan meredanya kekhawatiran akan perang dagang yang dilancarkan oleh AS. Terutama dengan negara tetangganya Mexico dan Kanada serta rival ekonomi terbesarnya yaitu China. Setelah mendapat respon dari ketiganya, sepertinya Presiden Trump mau menerima untuk bernegosiasi lagi. Mexico dengan kesepakatan untuk menambah personil militer di perbatasan sebanyak 10.000 tentara nasional. Dan setelah berbicara langsung dengan Trump, Perdana Menteri Kanada - Justin Trudeau mengumumkan akan menjalankan hal serupa di perbatasan mereka dengan AS. Keduanya mendapat penundaan pengenaan tarif impor selama 30 hari sembari terus melanjutkan perundingan. Sementara perlawanan China terhadap kenaikan tarif impor AS masih dinilai tidak terlalu keras yang menandakan Beijing bisa mentolerir kenaikan tarif impor sebanyak 10% dan tidak sebanyak yang dialami Mexico dan Kanada sebanyak 25%. Meski tersiar isu bahwa AS kemungkinan akan menaikkan tarif lagi seiring dengan penolakan Trump untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam waktu dekat ini. Sejauh ini China masih hanya melawan di sektor energi saja dan hanya memberikan berupa peringatan terhadap perusahaan AS yang beroperasi di China. Dengan perlawanan dari mitra dagang AS yang variatif ini sepertinya taktik perang dagang AS hanya merupakan alat negosiasi bagi Presiden Trump. Kemungkinan akan terjadi perundingan dagang yang lebih banyak lagi terhadap mitra dagang AS lainnya. Data ekonomi di AS sendiri menunjukkan aktifitas ekonomi di sektor jasa mengalami penurunan dari 54.0 menjadi 52.8 cukup jauh dari perkiraan meningkat 54.3 walau masih di atas ambang batas ekspansif 50. Sementara di sektor tenaga kerja mengalami peningkatan terisinya lapangan kerja swasta sebanyak 183K yang melampaui perkiraan 148K dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 122K menjadi 176K. Hari ini masih ada data dari sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran dan juga data PHK dari Challenger.

Yen juga terus menguat tidak saja karena pelemahan mata uang dolar, namun juga oleh data ekonomi di sektor tenaga kerja yang terus menguat. Data upah rata-rata selama 1 tahun di Jepang juga meningkat menjadi 4.8% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.6% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat dari 3.0% menjadi 3.9%. Potensi akan kenaikan angka inflasi semakin tinggi dengan data upah yang meningkat. Sehingga semakin membuka jalan bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Dan juga sebelumnya pejabat BOJ mulai dari Ketua, Wakil Ketua dan pejabat lainnya masih sepakat perlunya kenaikkan suku bunga acuan selanjutnya.

Euro bergerak menjauh dari level terendah di hari Senin lalu terhadap dolar seiring dengan meredanya kekhawatiran akan pengenaan tarif yang cukup signifikan oleh Presiden Trump. Di akhir pekan lalu Trump selanjutnya akan menargetkan Uni Eropa sebagai mitra dagang berikutnya yang akan dikenakan kenaikan tarif impor. Dalam perkembangannya kenaikan tarif ini hanya berupa alat negosiasi, maka kekhawatiran tersebut menjadi sedikit mereda. Sebelumnya sejumlah pakar ekonomi menilai Uni Eropa berpotensi akan terjadinya resesi ekonomi yang akan semakin besar jika kenaikan tarif ini akan diberlakukan. Trump juga belum memastikan kapan akan dilaksanakan, namun pejabat dan pelaku usaha sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang mungkin diperlukan. Data ekonomi berupa PMI di sektor jasa di Uni Eropa mengalami sedikit penurunan dari 51.4 menjadi 51.3 masih dalam zona ekspansif. Hari ini ada data Retail Sales unutk Uni Eropa secara keseluruhan dan Factory Order di Jerman.

Poundsterling juga masih cenderung menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter MPC - Bank Sentral Inggris (BOE) malam ini. Diperkirakan BOE akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps dari 4.75% menjadi 4.5%. Ini merupakan pemangkasan suku bunga acuan yang ketiga kalinya sejak berakhirnya pandemi 2020 yang lalu. Dengan prakiraan ekonomi yang baru menunjukkan pertumbuhan ekonomi mulai melambat dan inflasi yang belum juga bergerak turun seperti yang diharapkan. Selain itu inflasi juga diperkirakan masih akan bertahan seiring dengan kenaikan pajak yang dicanangkan oleh Menteri Keuangan - Rachel Reeves beberapa waktu lalu, tingginya biaya hidup dan juga resiko akan perang dagang dari AS membuat peluang pertumbuhan ekonomi di Inggris menjadi menurun. Dengan pertimbangan tersebut mempersempit ruang gerak bagi BOE untuk menurunkan suku bunga acuan. Diperkirakan BOE hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali di tahun 2025 ini. Pasar juga akan mencermati hasil voting MPC yang di akhir tahun 2024 lalu mempertahankan suku bunga acuan dengan voting 6-3. Dan juga akan dirilis proyeksi ekonomi di tahun 2025 dari pertemuan tersebut. Hasil pertemuan akan diumumkan pada pukul 19:00 WIB dan akan diikuti dengan konferensi pers 30 menit kemudian.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish-> positif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat membuat ECB juga tetap dalam posisi dovish -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Ketidakpastian masih membayangi masalah tarif Trump terhadap zona Euro jadi harus tetap waspada sewaktu-waktu berpotensi menekan balik -> switch to SELL jika Trump umumkan tarif untuk Euro
  • Services PMI zona Euro turun tipis dari 51.6 menjadi 51.3, tapi masih di zona ekspansi -> limited bearish
  • Penguatan saat ini terbantu oleh melemahnya dolar -> positif untuk euro
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04400
  • Switch to SELL jika tembus 1.02500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.03400– 1.03600
Target : 1) 1.04200 2) 1.04800
SL : 1.02800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04400
Switch to SELL jika tembus 1.02500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk GBP
  • Kenaikan di H4 berlanjut di atas 1.24600 -> positif untuk GBP
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas, dan saat ini kemungkinan mulai incar wave C naik -> peluang
    buy -> potensi ini masih dominan!
  • Fokus pengumuman BOE, ekspektasi pemangkasan suku bunga 25 bps dan BOE terbuka dengan pemangkasan lebih lanjut-> waspada penurunan pasca pengumuman (skenario Buy on rumor, sell on fact), switch to SELL pasca pengumuman BOE!
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.25600
  • Switch to SELL jika tembus 1.23600
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.24800 – 1.25000
Target : 1) 1.25600 2) 1.26200
SL : 1.24200

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.25600
Switch to SELL jika tembus 1.23600 atau jika BOE Dovish
Waspada skenario “Buy on Rumor, Sell on Fact” hingga pengumuman BOE

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup turun-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori harusnya turun-> negatif untuk USDJPY
  • Yen kembali fokus dengan potensi kenaikan suku bunga BOJ, sehingga Yen biasanya menguat (=USDJPY turun)
  • Pernyataan para pejabat BOJ semakin memperkuat indikasi kenaikan suku bunga bank sentral akan berlanjut -> positif untuk Yen (=Usdjpy turun)
  • Fokus minggu ini yang masih ditunggu : Agenda pertemuan Presiden AS Trump dengan PM Jepang Ishiba 7 Februari, memicu spekulasi keduanya akan membahas mata uang -> negatif untuk USDJPY
  • US Treasury Yield membentuk pola H&S dan berpeluang lanjut turun-> mendukung penurunan USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.500 atau selama tidak terjadi kenaikan di atas 155.000
  • Switch to BUY jika tembus 153.500 atau jika US Treasury Yield kembali naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.300 – 152.500
Target : 1) 151.700 2) 151.100
SL : 153.100

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 153.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.500 atau selama tidak ada kenaikan di atas 155.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari berhasil ditutup positif, Februari kemungkinan tergantung data NFP
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Pernyataan Powell dovish, tetap membuka peluang penurunan suku bunga Fed jika
    inflasi turun
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang, dan konflik Rusia-Ukraina
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2695, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish
    a. peluang BEARISH lebih kuat jika tembus 2830, potensi berlanjut hingga kisaran 2810-2815 -> Sell jika konfirm tembus support
    b. Bullish relatif kuat selama harga tetap di atas 2840-2845sehingga potensi buy lebih ideal daripada sell untuk saat ini, kecuali terjadi penembusan di bawah support 2828-2830
  • Data ADP lebih kuat, tapi ISM Services lebih lemah dari ekspektasi sehingga dolar melemah karena ekspektasi Fed yang tetap longgar -> positif untuk Emas
  • Di H1, ekspektasi zona orange kisaran 2857-2862 (area orange) menjadi support terdekat yang efisien, demand kemungkinan muncul di zona tersebut-> bisa incar BUY di zona ini
  • Fokus malam ini : Initial jobless claims jam 20.30 WIB
    a. Act > Exp = Emas naik -> pertahankan/Follow BUY
    b. Act < Exp = Emas turun -> switch to SELL
  • Permintaan emas bank sentral masih cukup kuat, termasuk pembelian PBOC yang kembali menambah cadangan emasnya sejak November sehingga penurunan diperkirakan terbatas, cenderung dominan naik -> laporan terbaru PBOC diharapkan di 7 Februari
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2830, potensi target terdekat 2823, terjauh 2815
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2885, potensi terdekat 2892, terjauh 2910
Suggest : BUY on Dip
Area : 2852.00 – 2854.00
Target : 1) 2860.00 2) 2866.00
SL : 2846.00 (ideal 3-5 points di bawah 2843.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2882
Switch to SELL jika tembus 2830 (FR 0%)
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish-> positif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat membuat ECB juga tetap dalam posisi dovish -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Tarif Trump masih membayangi, belum jelas kapan diberlakukan untuk zona Euro, tapi bisa terjadi sewaktu-waktu sehingga potensi negatif untuk Euro dan membatasi kenaikan -> switch to SELL jika Trump umumkan tarif untuk Euro
  • Fokus PMI Service zona Euro jam 16.00 WIB
    a. Act > Exp = EUR menguat -> pertahankan BUY
    b. Act < Exp = EUR melemah -> switch to SELL
  • Ada peluang untuk berbalik turun jika dolar menguat saat data ekonomi AS nanti malam relatif lebih baik dari ekspektasi -> switch to SELL jika konfirm
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04200
  • Switch to SELL jika tembus 1.02000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.03000– 1.03200
Target : 1) 1.03800 2) 1.04400
SL : 1.02400

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04200
Switch to SELL jika tembus 1.02000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk GBP
  • Kenaikan di H4 berhasil tembus resistance trendline 1.24000 -> positif untuk GBP
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas, dan saat ini kemungkinan mulai incar wave C naik -> peluang
    buy -> potensi ini masih dominan!
  • Belum ada faktor pendorong positif dari domestik sehingga sewaktu-waktu bisa berbalik melemah!
  • Market tunggu keputusan suku bunga BOE hari Kamis!
  • Fokus data PMI Services Inggris jam 16.30 WIB
    a. Act > Exp = GBP naik -> pertahankan BUY
    b. Act < Exp = GBP turun -> switch to SELL
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.25000
  • Switch to SELL jika tembus 1.23400
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.24200 – 1.24400
Target : 1) 1.25000 2) 1.25600
SL : 1.23600

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.25000
Switch to SELL jika tembus 1.23400

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup turun-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori harusnya turun-> negatif untuk USDJPY
  • Yen kembali fokus dengan potensi kenaikan suku bunga BOJ, sehingga Yen biasanya menguat (=USDJPY turun)
  • Data ekonomi Jepang kembali dirilis positif sehingga membuka peluang untuk BOJ lanjutkan kenaikan suku bunga -> positif untuk Yen (=USDJPY turun)
  • Fokus minggu ini yang masih ditunggu : Agenda pertemuan Presiden AS Trump dengan PM Jepang Ishiba 7 Februari, memicu spekulasi keduanya akan membahas mata uang -> negatif untuk USDJPY
  • US Treasury Yield ada kecenderungan membentuk pola H&S sehingga peluang penurunan dari US Treasury Yield masih bisa terjadi, kenaikan sejauh ini terbatas -> mendukung penurunan USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.500 atau selama tidak terjadi kenaikan di atas 155.000
  • Switch to BUY jika tembus 155.500 atau jika US Treasury Yield kembali naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.200 – 154.400
Target : 1) 153.600 2) 153.000
SL : 155.000

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.500 atau selama tidak ada kenaikan di atas 155.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari berhasil ditutup positif, Februari kemungkinan tergantung data NFP
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Pernyataan Powell dovish, tetap membuka peluang penurunan suku bunga Fed jika
    inflasi turun
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang, dan konflik Rusia-Ukraina
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2691, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish
    a. peluang BEARISH lebih kuat jika tembus 2785 (suppor psikologis), potensi berlanjut hingga kisaran 2750-2760-an -> Sell jika berhasil tembus
    b. Bullish relatif kuat sejak tembus 2830 sehingga potensi buy lebih ideal daripada sell untuk saat ini, kecuali terjadi penembusan di bawah support 2814-2816
  • Data JOLTS job openings lebih lemah dari ekspektasi sehingga dolar melemah karena ekspektasi Fed yang tetap longgar -> positif untuk Emas
  • Di H1, ekspektasi zona orange kisaran 2825-2830 menjadi support terdekat yang efisien, demand kemungkinan muncul di zona tersebut-> incar BUY di zona ini
  • Fokus malam ini : ADP jam 20.15 WIB dan ISM services PMI jam 22.00 WIB
    a. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/Follow BUY
    b. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
  • Permintaan emas bank sentral diperkirakan masih cukup kuat, termasuk pembelian PBOC yang kembali menambah cadangan emasnya sejak November sehingga penurunan diperkirakan terbatas, cenderung dominan naik -> laporan terbaru PBOC diharapkan di 7 Februari
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2816, potensi target terdekat 2810, terjauh 2800
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2850, potensi terdekat 2856, terjauh 2865
Suggest : BUY on Dip
Area : 2825.00 – 2827.00
Target : 1) 2833.00 2) 2839.00
SL : 2819.00 (ideal 3-5 points di bawah 2816.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2850
Switch to SELL jika tembus 2816 (FR 23.6%)
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar berlanjut melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya setelah kebijakan kenaikan tarif impor Presiden Trump diinterpretasikan oleh pasar hanya sebagai alat negosiasi dan bukan keputusan final. Hal ini berkaitan dengan keputusan Trump untuk menunda selama 1 bulan kenaikan tarif impor terhadap Mexico yang sehari sebelumnya diumumkan, setelah pemerintah Mexico menyetujui untuk memperketat perbatasan dengan AS dengan penambahan 10.000 anggota tentara nasional guna membatasi perdagangan narkoba ilegal yang sering masuk di perbatasan kedua negara tersebut. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Trump meminta kedua negara untuk memperketat penjagaan di perbatasan yang sering menjadi jalur perdagangan narkoba ilegal. Dan dengan dipenuhinya permintaan tersebut, membuat Trump menunda kenaikan tarif serta memberikan waktu 1 bulan bagi Mexico untuk menegosiasikan kembali kenaikan tarif tersebut. Peristiwa ini sebenarnya juga pernah terjadi pada periode pertama pemerintahan Presiden Trump di tahun 2019 yang lalu. Sementara itu Kanada masih bersiteguh dalam melawan kebijakan tersebut dengan kenaikan impor yang sama terhadap produk-produk ekspor AS. Hal serupa juga dilakukan oleh pemerintah China pada hari yang sama setelah AS secara resmi memberlakukan kenaikan tarif impor sebanyak 10% pada hari Selasa kemarin. Selain itu, China juga mengajukan banding terhadap kebijakan AS tersebut kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kondisi ini semakin meningkatkan ketegangan bilateral dan berpotensi memicu kembali perang dagang seperti halnya yang terjadi pada pemerintahan Presiden Trump yang pertama dahulu. Beijing memberlakukan kenaikan tarif terhadap ekspor energi AS dan memperketat kendali akan ekspor mineral kritis lainnya dari AS. China juga memberikan peringatan terhadap Alphabet dan sejumlah perusahaan AS lainnya akan diberikan sanksi yang belum ditentukan. Tentu saja perlawanan ini berlawanan dengan keinginan Presiden Trump untuk menjadikan kenaikan tarif ini sebagai alat negosiasi. Sampai Trump menunda untuk berunding dengan Presiden Xi Jinping juga setelah melihat respon China yang tidak terduga tersebut. Jika dua negara dengan kekuatan ekonomi nomor 1 dan nomor 2 berperang, maka negara-negara lain dipastikan akan terdampak. Ini akan menjadi kekhawatiran negara-negara lain tersebut yang akan terdampak secara global karena tidak seperti Mexico yang melunak terhadap keinginan AS, China dan Kanada bersikeras melakukan perlawanan dengan kenaikan tarif juga yang berpotensi menaikkan angka inflasi secara global. Data ekonomi yang dirilis semalam menunjukan terjadinya penurunan tersedianya lowongan kerja seiring dengan factory order yang juga mengalami penurunan. Hari ini ada data terisinya lapangan kerja swasta ADP dan juga data PMI di sektor jasa.

Yen masih terus menguat terhadap mata uang dolar, selain karena eskpektasi akan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya, mata uang Yen juga menjadi salah satu tujuan aset safe haven di saat kondisi ekonomi global tidak stabil selain mata uang Swiss Franc dan komoditi Emas. Ekspektasi akan langkah lanjutan BOJ untuk menaikkan suku bunga acuannya kembali setelah 2 pekan lalu BOJ sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps ke level tertinggi sejak tahun 2008 yang lalu. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dan Wakil Gubernur Ryozo Himino serta sejumlah pejabat BOJ juga sepakat akan perlunya menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut seiring dengan tekanan inflasi yang terus meningkat dan semakin menjauh dari target 2%. Data ekonomi berupa upah rata-rata selama 1 tahun di Jepang juga meningkat menjadi 4.8% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.6% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat dari 3.0% menjadi 3.9%. Kenaikan upah ini berpotensi menaikkan angka inflasi lebih tinggi lagi.

Euro rebound seiring dengan terkoreksinya mata uang dolar, setelah sebelumnya sempat tersebar isu peluang Euro menjadi parity terhadap dolar. Parity berarti mata uang euro akan setara nilainya dengan mata uang dolar atau EURUSD = $1.0000. Setelah menaikkan tarif impor terhadap Mexico, Kanada dan China, Presiden Trump di akhir pekan lalu selanjutnya akan menargetkan Uni Eropa sebagai mitra dagang berikutnya yang akan dikenakan kenaikan tarif impor. Sejumlah pakar ekonomi menilai Uni Eropa berpotensi akan terjadi resesi ekonomi, akan semakin besar jika kenaikan tarif ini akan diberlakukan. Meski Trump belum memastikan kapan akan dilaksanakan, namun ancaman tersebut membuat pelaku usaha menjadi khawatir dan pelaku pasar mulai menghindari aset-aset di Eropa. Sejumlah pemimpin negara-negara angota Uni Eropa yang mengadakan pertemuan di Brussels sepakat untuk mempersiapkan langkah tindakan untuk melawan kenaikan tarif tersebut, namun juga membuka pilihan untuk bernegosiasi lebih lanjut. Hari ini ada data PMI di sektor jasa

Poundsterling berlanjut menguat terhadap mata uang dolar menjelang pertemuan moneter MPC yang akan dimulai malam ini dan baru akan berakhir esok hari. Sebelumnya GBP menguat setelah Inggris sepertinya akan mendapat pengecualian dari kenaikan tarif impor AS, meskipun bisa saja Presiden Trump berubah pikiran. Dalam pertemuan moneter MPC nanti, Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Dengan pertimbangan angka inflasi yang masih stagnan, kondisi ekonomi domestik dengan defisit neraca keuangan dan juga dampak kenaikan tarif impor AS terhadap perekonomi dunia dipastikan akan terdampak juga terhadap ekonomi di Inggris. Hari ini ada data ekonomi berupa PMI di sektor jasa.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish-> positif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat membuat ECB juga tetap dalam posisi dovish -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Tarif Trump masih membayangi, belum jelas kapan diberlakukan untuk zona Euro, tapi bisa terjadi sewaktu-waktu sehingga potensi negatif untuk Euro dan membatasi kenaikan -> switch to SELL jika Trump umumkan tarif untuk Euro
  • Inflasi zona Euro dirilis lebih baik dari ekspektasi, 2.5% vs 2.4%-> positif untuk Euro
  • Ada peluang untuk tetap naik jika dolar lanjut melemah, jika data ekonomi AS nanti malam relatif lebih rendah dari ekspektasi -> pertahankan BUY jika konfirm
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.03500
  • Switch to SELL jika tembus 1.01700
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.02500– 1.02700
Target : 1) 1.03300 2) 1.03900
SL : 1.01900

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.03500
Switch to SELL jika tembus 1.01700

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk GBP
  • Kenaikan di H4 terhambat di resistance trendline 1.24300, sehingga bullish masih perlu pemicu yang lebih kuat untuk tembus dan menjadi bullish yang lebih kuat -> waspada jika gagal tembus, ubah strategi menjadi SELL!
  • Karena minim data, maka waspadai data AS nanti malam untuk petunjuk tren berikutnya, switch to SELL jika diperlukan karena penguatan dolar pasca data ekonomi-> sesuaikan dengan hasil data nanti malam!
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas, dan saat ini kemungkinan mulai incar wave C naik -> peluang
    buy -> potensi ini kemungkinan yang bisa terjadi
  • Belum ada faktor pendorong positif dari domestik sehingga sewaktu-waktu bisa berbalik melemah!
  • Market tunggu keputusan suku bunga BOE hari Kamis!
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.24500
  • Switch to SELL jika tembus 1.23000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.23700 – 1.23900
Target : 1) 1.24500 2) 1.25100
SL : 1.23100

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.24500
Switch to SELL jika tembus 1.23000

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup turun-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup high wave candle, secara teori harusnya turun-> negatif untuk USDJPY
  • Kebijakan tarif Trump ditunda, risk asset pulih, market kembali fokus pada data ekonomi dan Yen kembali fokus dengan potensi kenaikan suku bunga BOJ, sehingga Yen biasanya menguat (=USDJPY turun)
  • Data ekonomi Jepang cenderung positif/membaik sehingga membuka peluang untuk BOJ lanjutkan kenaikan suku bunga -> positif untuk Yen (=USDJPY turun)
  • Fokus minggu ini yang masih ditunggu : Agenda pertemuan Presiden AS Trump dengan PM Jepang Ishiba 7 Februari, memicu spekulasi keduanya akan membahas mata uang -> negatif untuk USDJPY
  • US Treasury Yield ada kecenderungan membentuk pola H&S sehingga peluang penurunan dari US Treasury Yield masih bisa terjadi, kenaikan sejauh ini terbatas -> mendukung penurunan USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.700 atau selama tidak terjadi kenaikan di atas 157.000
  • Switch to BUY jika tembus 156.500 atau jika US Treasury Yield kembali naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 155.400 – 155.600
Target : 1) 154.800 2) 154.200
SL : 156.200

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 156.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.700 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari berhasil ditutup positif, Februari kemungkinan tergantung data NFP
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Pernyataan Powell dovish, tetap membuka peluang penurunan suku bunga Fed jika
    inflasi turun
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang, dan konflik Rusia-Ukraina
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2685, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish
    a. peluang BEARISH lebih kuat jika tembus 2772 (low kemarin), potensi berlanjut hingga kisaran 2750-2760-an -> Switch to sell jika berhasil tembus
    b. Bullish lebih kuat jika tembus 2830 atau selama tidak turun di bawah 2800 -> tetap incar BUY
  • Data ISM Manufacture tadi malam cenderung lebih kuat sehingga bisa menggangu kenaikan emas secara data ekonomi -> waspada koreksi turun bisa terjadi sewaktu-waktu
  • Di H1, ekspektasi zona orange kisaran 2808-2811 menjadi support terdekat yang efisien, demand kemungkinan muncul di zona tersebut, dan dorongan pertama di pagi hari cukup menjanjikan-> incar BUY kembali di zona ini, terutama selama tidak terjadi penurunan di bawah 2800 dan data ekonomi AS nanti malam mendukung kenaikan
  • Fokus malam ini : JOLTS Job Openings jam 22.00 WIB
    a. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/Follow BUY
    b. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
  • Permintaan emas bank sentral diperkirakan masih cukup kuat, termasuk pembelian PBOC yang kembali menambah cadangan emasnya sejak November sehingga penurunan diperkirakan terbatas, cenderung dominan naik -> laporan terbaru PBOC diharapkan di 7 Februari
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Ditundanya tarif Kanada dan Meksiko meredam kekhawatiran pasar saham sehingga Emas juga pulih dari posisi cover kerugian pasar saham sebelumnya
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2794, potensi target terdekat 2785, terjauh 2778
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2830, potensi terdekat 2836, terjauh 2850
Suggest : BUY on Dip
Area : 2808.00 – 2810.00
Target : 1) 2816.00 2) 2822.00
SL : 2802.00 (ideal 3-5 points di bawah 2800.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2830
Switch to SELL jika tembus 2794 (FR 61.8%)
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya setelah Presiden Trump menunda kenaikan tarif impor terhadap Mexico selama 1 bulan setelah negara tersebut menyetujui persyaratan yang diinginkan pemerintah AS. Mexico setuju untuk memperketat perbatasan dengan AS dengan penambahan 10.000 anggota tentara nasional guna membatasi perdagangan obat terlarang ilegal yang sering masuk di perbatasan tersebut. Pada hari Sabtu pekan lalu, Presiden Trump secara resmi mengesahkan kenaikan impor terhadap Mexico dan Kanada sebanyak 25% dan terhadap China sebanyak 10%. Meski tidak menyebutkan syarat yang diminta, namun dalam beberapa kesempatan sebelumnya Trump meminta kedua negara untuk memperketat penjagaan di perbatasan yang sering menjadi jalur perdagangan narkoba ilegal. Baru Mexico yang memberikan respon terhadap permintaan tersebut sehingga Trump memberikan kelonggaran dengan memberi waktu 1 bulan guna menegosiasikan kenaikan tarif yang diinginkan kedua belah pihak. Hal serupa juga pernah terjadi pada masa pemerintahan Presiden Trump yang pertama di tahun 2019 yang lalu. Mata uang peso kembali menguat sehingga dolar bergerak terkoreksi. Dengan peristiwa ini menandakan bahwa AS hanya menggunakan kenaikan tarif impor sebagai alat untuk mendapatkan keinginan AS terhadap mitra dagangnya. Sementara itu Kanada membalas dengan kenaikan tarif impor juga, sementara China mengadukan tindakan sepihak AS tersebut ke organisasi perdagangan dunia atau WTO. Jika kenaikan terif impor jadi diterapkan oleh AS terhadap mitra dagangnya yang lain, maka diperkirakan sebagian negara akan mengalami resesi lebih cepat dan sebagian lagi akan mengalami stagnan dengan kekhawatiran inflasi global akan kembali bergerak naik. Setelah menyatakan kenaikan tarif terhadap Mexico, Kanada dan China, Trump menargetkan Uni Eropa meski tidak memastikan kapan akan dilakukan. Sementara itu data ekonomi menunjukkan sektor manufaktur di AS mulai pulih dengan data PMI dari ISM yang naik ke ambang batas 50 menjadi 50.9 yang lebih baik dari perkiraan stagnan 49.3 sama seperti periode sebelumnya. Ini merupakan kondisi ekspansif yang pertama kali sejak Oktober tahun 2022 yang lalu. Data ini semakin memberi alasan bagi Fed untuk tidak terburu-buru memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. Hal ini serupa dengan komentar dari Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic yang semalam mengatakan ketidakpastian akan agenda ekonomi membuat Fed perlu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan moneter. Bostic menambahkan perlu lebih banyak waktu sebelum memutuskan untuk meneruskan pemangkasan suku bunga acuan berikutnya. Ekspektasi pasar paling optimis menunjukkan peluang Fed memangkas suku bunga acuan di tahun ini hanya sebanyak 50 bps dalam 2 kali pertemuan moneter. Yang serupa dengan proyeksi suku bunga acuan Fed pada pertemuan moneter di bulan Desember lalu. Hari ini ada data tersedianya lowongan kerja dari JOLTS dan juga pidato dari pejabat Fed lainnya.

Yen kembali bergerak menguat seiring dengan mata uang dolar yang terkoreksi dan juga dengan ekspektasi akan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Dua pekan lalu BOJ sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps ke level tertinggi sejak tahun 2008 yang lalu. Dan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda berulang kali menyatakan BOJ masih akan terus mengendalikan kebijakan moneter yang longgar untuk memastikan inflasi akan turun secara perlahan mencapai target 2%. Wakil Gubernur dan sejumlah pejabat BOJ juga sepakat akan hal tersebut, karena tekanan inflasi yang terus meningkat dan semakin menjauh dari target 2% tersebut.

Euro semakin terpuruk meskipun dolar terkoreksi, imbas komentar dari Presiden Trump di akhir pekan lalu yang menargetkan Uni Eropa setelah menaikkan tarif impor terhadap Mexico, Kanada dan China. Meski belum dipastikan kapan akan dilaksanakan, namun ancaman tersebut membuat pelaku usaha menjadi khawatir dan pelaku pasar mulai menghindari aset-aset di Eropa. mata uang Euro merosot hingga level terendah sejak November tahun 2022 yang lalu. Dalam pertemuan pemimpin Uni Eropa di Brussels kemarin, sepakat untuk mempersiapkan langkah tindakan untuk melawan kenaikan tarif tersebut, namun juga membuka pilihan untuk bernegosiasi lebih lanjut. Data ekonomi di sektor manufaktur juga meski sedikit meningkat menjadi 46.4 yang lebih baik dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 46.1, namun masih belum pulih karena masih di bawah ambang batas 50. Sedangkan estimasi inflasi Core CPI relatif masih membandel 2.7% sama seperti periode sebelumnya yang lebih tinggi dari perkiraan turun 2.6%. Dan CPI yang naik menjadi 2.5% yang lebih tinggi dari perkiraan stabil 2.4% sama seperti periode sebelumnya. Hari ini hanya ada data pengangguran di Spanyol.

Poundsterling bergerak menguat cukup signifikan seiring terkoreksinya mata uang dolar. Selain itu juga Inggris sepertinya akan mendapat pengecualian dari kenaikan tarif impor AS, meskipun bisa saja Presiden Trump berubah pikiran. Fokus pasar akan tertuju pada pertemuan moneter MPC yang akan diadakan pada hari Kamis nanti dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Dengan pertimbangan angka inflasi yang masih stagnan, kondisi ekonomi domestik dengan defisit neraca keuangan dan juga dampak kenaikan tarif impor AS terhadap perekonomian dunia, dipastikan akan berdampak juga terhadap ekonomi di Inggris. Sementara data PMI di sektor manufaktur hanya naik sedikit menjadi 48.3 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 48.1. Hari ini tidak ada data ekonomi.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down