logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish-> negatif untuk Euro
  • Pagi ini dibuka gap down, reaksi negatif pasca pengumuman tarif diberlakukan mulai 1 Februari kemarin -> potensi lanjut turun
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat membuat ECB juga tetap dalam posisi dovish -> negatif untuk Euro
  • Trump ancam zona Euro tarif karena telah memperlakukan AS dengan buruk, tapi tidak spesifik berapa besar dan kapan diberlakukan
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    sampai ECB meeting -> kemungkinan ini yang terjadi saat ini sehingga Euro berpotensi didominasi tekanan turun kembali
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas -> sell untuk short-term saja
  • Fokus data PMI Manufacture zona Euro jam 16.00 WIB
    a. Act > Exp = EUR naik -> switch to BUY
    b. Act < Exp = EUR turun -> pertahankan SELL
  • Ada peluang untuk naik jika dolar melemah jika data ISM Manufacture AS nanti malam relatif lebih rendah dari ekspektasi -> switch to BUY jika konfirm
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000
  • Switch to BUY jika tembus 1.04000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.02800 – 1.03000
Target : 1) 1.02200 2) 1.01600
SL : 1.03600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000
Switch to BUY jika tembus 1.04000
Target H&S Done!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun -> negatif untuk GBP
  • Kenaikan di H4 juga terhambat di resistance trendline 1.24200 dan menunjukkan bearish masih terlalu kuat
  • Kenaikan tertahan karena dolar rebound, tapi bisa berubah jika data PCE AS nanti malam dirilis lebih lemah dari ekspektasi-> sesuaikan dengan hasil data nanti malam!
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas, dan saat ini kemungkinan mulai incar wave C naik -> peluang
    buy
  • Belum ada faktor pendorong positif dari domestik sehingga sewaktu-waktu bisa berbalik melemah!
  • Fokus data PMI Manufacture Inggris jam 16.30 WIB
    a. Act > Exp = EUR naik -> switch to BUY
    b. Act < Exp = EUR turun -> pertahankan SELL
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.22300
  • Switch to BUY jika tembus 1.24200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.23000 – 1.23200
Target : 1) 1.22400 2) 1.21800
SL : 1.23800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.22300
Switch to BUY jika tembus 1.24200

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan USD ditutup naik-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori harusnya naik-> positif untuk USDJPY
  • Kebijakan tarif Trump mulai berlaku 1 Februari kemarin memicu kepanikan pasar karena ketidakpastian, secara teori harusnya menimbulkan minat permintaan safe haven, sehingga Yen biasanya menguat (=USDJPY turun) -> kenaikan cenderung terbatas, bisa incar sell di zona resistance
  • Data ekonomi Jepang cenderung positif/membaik sehingga membuka peluang untuk BOJ lanjutkan kenaikan suku bunga -> positif untuk Yen (=USDJPY turun)
  • Fokus minggu ini : Agenda pertemuan Presiden AS Trump dengan PM Jepang Ishiba 7 Februari, memicu spekulasi keduanya akan membahas mata uang -> negatif untuk USDJPY
  • US Treasury Yield ada kecenderungan membentuk pola H&S sehingga peluang penurunan dari US Treasury Yield masih bisa terjadi, kenaikan saat ini bisa saja terbatas -> mendukung penurunan USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.700 atau selama tidak terjadi kenaikan di atas 157.000
  • Switch to BUY jika tembus 156.800 atau jika US Treasury Yield terus naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 156.000 – 156.200
Target : 1) 155.400 2) 153.800
SL : 156.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 156.800
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.700 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari biasanya positif, juga bertepatan dengan imlek
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Pernyataan Powell dovish, tetap membuka peluang penurunan suku bunga Fed jika
    inflasi turun
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang, dan konflik Rusia-Ukraina
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2681, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish
    a. peluang BEARISH lebih kuat jika tembus 2780, potensi profit taking berlanjut hingga kisaran 2760-an -> pertahankan sell jika berhasil tembus
    b. Bullish lebih kuat jika tembus 2810 atau tidak tembus 2755-2760 -> switch to BUY jika tembus
  • Data PCE AS memberi indikasi bahwa Fed tidak akan terdorong untuk menaikkan suku bunga, bahkan tetap terbuka untuk potensi penurunan berikutnya -> positif untuk emas
  • Di H1, ekspektasi turun lebih dulu hingga maksimal zona support trendline (garis merah) atau zona orange kisaran 2755-2760an, demand kemungkinan bertahan di zona tersebut-> incar BUY kembali di zona ini dengan asumsi bahwa profit taking dari high 2717 ke zona ini dianggap sebagai area koreksi yang cukup wajar, dan demand kemungkinan menahan penurunan lebih lanjut
  • Fokus malam ini : ISM Manufacture PMI jam 22.00 WIB
    a. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/Follow BUY
    b. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
  • Permintaan emas bank sentral diperkirakan masih cukup kuat, termasuk pembelian PBOC yang kembali menambah cadangan emasnya sejak November sehingga penurunan diperkirakan terbatas, cenderung dominan naik -> laporan terbaru PBOC diharapkan di 7 Februari
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Tekanan turun diakibatkan pasar menutupi kerugian di pasar saham, tapi diharapkan safe haven akan kembali setelah kerugian di saham mulai tercover -> potensi kenaikan bertahap
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to BUY jika tembus 2810, potensi target terdekat 2816, terjauh 2830
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2780, potensi terdekat 2772, terjauh 2760
Suggest : SELL on Rally
Area : 2790.00 – 2792.00
Target : 1) 2784.00 2) 2778.00
SL : 2798.00 (ideal 3-5 points di atas 2800.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2780
Switch to BUY jika tembus 2810 atau gagal tembus 2760
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan pengumuman resmi Presiden Donald Trump akan mengenakan kenaikan tarif impor dari Kanada dan Mexico sebanyak 25% dan hanya 10% untuk produk dari China. Sebelumnya media Reuters mengungkapkan Trump akan menunda pelaksanaan hingga 1 Maret mendatang dan memberi waktu bagi mitra dagang tersebut untuk bernegosiasi. Namun juru bicara Gedung Putih - Karoline Leavitt menampik pernyataan tersebut dan mengatakan kenaikan tarif impor tersebut akan efektif segera berlaku pada saat diumumkan. Mata uang dolar Kanada (CAD) dan peso Mexico (MXN) keduanya langsung merosot tajam pada hari yang sama diumumkannya keputusan Presiden Trump tersebut. Dikabarkan juga pihak Kanada juga akan menaikkan tarif impor produk AS dengan nominal yang sama yaitu sebanyak 25%. Sedangkan pihak Mexico belum merilis kebijakan yang akan diambil meskipun Presiden - Claudia Sheinbaum sudah meminta Menteri Keuangan untuk segera membalas dengan kebijakan yang setimpal. Bendera perang dagang antara AS dengan mitra dagangnya mulai dikibarkan oleh AS. Sementara itu data inflasi dari sisi personal yaitu Core Personal Consumption Expenditure (PCE) di AS mengalami kenaikan dari 0.1% menjadi 0.2% dari periode bulan sebelumnya sesuai perkiraan dan merupakan kenaikan terbanyak sejak April tahun lalu seiring dengan belanja konsumen yang meningkat. Dan jika dibandingkan dengan periode setahun lalu, PCE juga mengalami kenaikan menjadi 2.8%, masih stagnan sama seperti periode sebelumnya. Keduanya sesuai perkiraan yang semakin menegaskan bahwa Fed tidak perlu terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga acuannya karena potensi inflasi masih cenderung naik, yang belum lagi terdampak dari agenda ekonomi Presiden Trump berupa kenaikan impor dan pengurangan pajak sehingga potensi inflasi kembali naik semakin besar. Hal ini selaras dengan keputusan Fed untuk memepertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan moneter bulan lalu. Pekan ini akan dirilis data penting dari sektor tenaga kerja yaitu berupa laporan Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis di penghujung pekan ini. Sebelumnya ada data PMI dari sektor manfaktur dan jasa dari PMI dan data sektor tenaga kerja lainnya seperti JOLTS, ADP dan Challenger serta data klaim pengangguran. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato di berbagai tempat dan peristiwa berbeda.

Yen sedikit terkoreksi terhadap dolar dengan gerak mata uang yang tertahan seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan tidak lama lagi menyusul kenaikan sebelumnya dua pekan lalu. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda Jumat lalu mengatakan BOJ akan terus mengendalikan kebijakan moneter yang longgar untuk memastikan inflasi akan turun secara perlahan mencapai target 2%. Data infasi berupa CPI di Tokyo yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi yang semakin meningkat hingga 2.5% yang merupakan kenaikan terbanyak dalam hampir 1 tahun terakhir. Pekan ini sejumlah pejabat BOJ juga dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat dan peristiwa berbeda.

Euro berlanjut melemah terhadap dolar oleh sentimen negatif setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuannya pekan lalu sesuai perkiraan. Dan juga pejabat ECB termasuk Presiden - Christine Lagarde menyatakan masih terbuka lebar kemungkinan bagi ECB untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya guna menahan inflasi yang cenderung kembali meningkat. Selain juga akan dikenakannya tarif impor dari AS yang baru saja diresmikan untuk Kanada dan Mexico sedangkan Uni Eropa masih tergantung pada keputusan resmi dari pemerintah AS. Sebelumnya Presiden Trump menyinggung neraca perdagangan AS dengan Uni Eropa yang dianggap hanya menguntungan sebelah pihak yaitu Uni Eropa. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI yang diperkirakan kembali naik, meski demikian kondisi ekonomi yang terus menurun membuat ECB perlu memangkas suku buga acuannya lebih lanjut. Selain itu juga ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.

Poundsterling juga ikut terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang dolar pasca diresmikannya kenaikan tarif impor Presiden Trump dengan Kanada dan Mexico. Meski Inggris juga bermitra dengan AS, namun sepertinya neraca perdagangan keduanya berimbang sehingga Inggris tidak menjadi target kenaikan impor Presiden Trump. Pekan ini Bank Sentral Inggris (BOE) akan mengadakan pertemuan moneter MPC pada hari Kamis nanti dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Selain inflasi yang masih stagnan, kondisi ekonomi domestik dengan defisit neraca keuangan akan menjadi pertimbangan BOE dalam mengambil keputusan moneter mereka nanti. Selain pertemuan moneter MPC, juga akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish-> negatif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat membuat ECB kembali memangkas suku bunga di hari Jumat -> negatif untuk Euro
  • Dalam pernyataannya, Lagarde mengatakan ECB tidak mendiskusikan tentang berhenti menurunkan suku bunga ataupun memangkas agresif 50 bps, bisa diartikan bahwa pemangkasan suku bunga ECB tetap terbuka, meskipun dalam kecepatan 25 bps -> negatif untuk Euro
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    sampai ECB meeting
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas -> sell untuk short-term saja
  • Ada peluang untuk naik jika dolar melemah jika data PCE AS nanti malam relatif lebih rendah dari ekspektasi -> switch to BUY jika konfirm
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800
  • Switch to BUY jika tembus 1.05000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04000 – 1.04200
Target : 1) 1.03400 2) 1.02800
SL : 1.04800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800
Switch to BUY jika tembus 1.05000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun -> negatif untuk GBP
  • Kenaikan di H4 sejauh ini masih terhambat di resistance trendline 1.24800 sehingga perlu trigger/pemicu untuk tembus resistance agar bullish kembali dominan
  • Kenaikan tertahan karena dolar rebound, tapi bisa berubah jika data PCE AS nanti malam dirilis lebih lemah dari ekspektasi-> sesuaikan dengan hasil data nanti malam!
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    sampai ECB meeting
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas, dan saat ini kemungkinan mulai incar wave C naik -> peluang
    buy
  • Belum ada faktor pendorong positif dari domestik sehingga sewaktu-waktu bisa berbalik melemah!
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.24000
  • Switch to BUY jika tembus 1.25200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.24300 – 1.24500
Target : 1) 1.23700 2) 1.23100
SL : 1.25100

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24000
Switch to BUY jika tembus 1.25200

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield turun, sedangkan USD tetap kuat karena pembahasan tarif-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori harusnya turun-> negatif untuk USDJPY
  • Data ekonomi Jepang cenderung positif/membaik sehingga membuka peluang untuk BOJ lanjutkan kenaikan suku bunga -> negatif untuk Nikkei, positif untuk Yen (=USDJPY turun)
  • Rencana pertemuan Presiden AS Trump dengan PM Jepang Ishiba 7 Februari mendatang memunculkan spekulasi keduanya akan membahas mata uang -> negatif untuk USDJPY
  • US Treasury Yield ada kecenderungan membentuk pola H&S sehingga peluang penurunan dari US Treasury Yield masih bisa terjadi -> mendukung penurunan USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.700 atau selama tidak terjadi kenaikan di atas 157.000
  • Switch to BUY jika tembus 155.600 atau jika US Treasury Yield berbalik naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.500 – 154.700
Target : 1) 153.900 2) 153.300
SL : 155.300

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.700 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari biasanya positif, juga bertepatan dengan imlek
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Pernyataan Powell dovish, tetap membuka peluang penurunan suku bunga Fed jika
    inflasi turun
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang, dan konflik Rusia-Ukraina
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2677, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish. Potensi pola H&S gagal, ascending triangle konfirm temus resistance!
    a. peluang BEARISH lebih kuat jika tembus 2770, potensi profit taking ->
    Switch to sell hanya jika berhasil tembus
    b. Bullish lebih kuat jika tembus 2798-2800 -> follow/pertahankan BUY jika tembus
  • Data GDP AS relatif lebih lemah membuka peluang untuk sikap Fed yang tetap dovish -> positif untuk emas
  • Di H1, ekspektasi penurunan/swing low terbatas, area FR 23.6% 2785 dan FR 38.2% 2777 sebagai zona potensial, lalu lanjut naik-> incar BUY di zona ini atau dekat zona ini relatif lebih rendah risiko, stop loss di bawah 2775
  • Fokus malam ini : PCE jam 20.30 WIB, Chicago PMI jam 21.45 WIB
    a. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/Follow BUY
    b. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
  • Waspada profit taking akhir bulan dan akhir pekan!
  • Permintaan emas bank sentral maupun retail cenderung menguat memasuki imlek sehingga penurunan diperkirakan terbatas, cenderung dominan naik
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2770, potensi target terdekat 2764, terjauh 2755
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2798, potensi terdekat 2806, terjauh 2820
Suggest : BUY on Dip
Area : 2782.00 – 2784.00
Target : 1) 2790.00 2) 2796.00
SL : 2776.00 (ideal 3-5 points di bawah 2775.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2798
Switch to SELL jika tembus 2770 atau gagal tembus 2810
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar masih cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan untuk kesekian kalinya sebanyak 25 bps sesuai perkiraan pasar. ECB tetap membuka peluang akan melanjutkan pemangkasan pada pertemuan moneter berikutnya yang akan datang. Sehari sebelumnya, Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan masih belum berencana untuk kembali melanjutkan pemangkasan dalam waktu dekat ini. Data ekonomi berupa pertumbuhan ekonomi GDP mengalami penurunan 2,3% pada kuartal ini, lebih rendah dari perkiraan 2,7%. Meskipun data periode kuartal sebelumnya direvisi meningkat dari 2,8% menjadi 3,1%. Dengan indeks harga yang menjadi indikasi inflasi meningkat dari 1,9% menjadi 2,2% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2,5%. Hal ini menandakan meski pertumbuhan ekonomi masih meningkat, namun angka inflasi juga meningkat di atas target Fed. Sedangkan data di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran mengalami penurunan dari 223K menjadi 207K yang lebih baik dari perkiraan sedikit meningkat 224K. Dengan Fed masih dalam mode wait-and-see, data ini tidak banyak berpengaruh pada ekspektasi akan perubahan langkah Fed selanjutnya. Setelah Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dan tetap menargetkan inflasi 2%, walau juga mengindikasikan potensi inflasi kembali meningkat. Perubahan kebijakan moneter diperkirakan baru akan terjadi pada pertemuan moneter di bulan April atau Mei yang akan datang. Fokus pasar akan kembali tertuju pada agenda ekonomi Presiden Trump berupa kenaikan tarif impor sebesar 25% terhadap Mexico dan Kanada dan masih menunggu kebijakan terhadap negara lainnya terutama terhadap China dan Uni Eropa. Kebijakan Trump kemungkinan akan ditandatangani secara resmi pada hari Sabtu esok hari. Kenaikan tarif ini menjadi sentimen negatif terhadap mata uang negara yang bersangkutan sehingga mata uang dolar menguat. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) dengan perkiraan mengalami kenaikan dari 0,1% menjadi 0,2% dengan indeks biaya tenaga kerja (Employment Cost Indeks) juga mengalami peningkatan dari 0,8% menjadi 0,9%. Selain itu ada juga data personal income/spending dan juga pidato dari Gubernur Fed – Michelle Bowman.

Yen bergerak menguat meski mata uang dolar juga menguat seiring dengan komentar dari Wakil Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Ryozo Himino yang kembali menegaskan kelanjutan kenaikan suku bunga acuan jika ekonomi dan inflasi berjalan sesuai dengan prakiraan BOJ. Dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang baru dirilis sehari sebelumnya juga terindikasi pendapat dari sejumlah pejabat BOJ akan perlunya untuk terus menaikkan suku bunga guna menahan laju inflasi yang terus meningkat. Setelah pekan lalu BOJ menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps menjadikan suku bunga di Jepang naik 0,5% yang merupakan level tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak tahun 2008 yang lalu. Data inflasi berupa Tokyo CPI yang dirilis pagi ini menunjukkan inflasi meningkat dari 2,4% menjadi 2,5% sesuai perkiraan. Sementara data tingkat pengangguran mengalami penurunan menjadi 2,4% yang lebih baik dari perkiraan stabil 2,5% sama seperti periode sebelumnya. Sedangkan data Retail Sales juga membaik dari 2,8% menjadi 3,7% yang melampaui perkiraan hanya naik 3,4%.

Euro juga melemah terhadap dolar seiring dengan Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dari 3,0% menjadi 2,75% sesuai perkiraan dan masih berencana untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan selanjutnya. ECB menyinggung pertumbuhan ekonomi yang terus melemah dalam kuartal terakhir tahun lalu dari 0,4% menjadi 0,0% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0,1%, sehingga menjadikan terjadinya penurunan dalam 2 tahun terakhir berturut-turut. Namun ECB masih optimis bahwa inflasi meskipun terus meningkat, namun masih dalam kendali walau ada kekhawatiran akan perubahan perdagangan global. ECB diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 3 kali lagi dalam tahun ini. Ditambah kekhawatiran akan kenaikan tarif impor dari AS yang menjadikan Uni Eropa sebagai target karena neraca perdagangan yang dinilai tidak seimbang. Hari ini akan dirilis data ekonomi berupa inflasi CPI di Jerman dan Prancis serta data Pengangguran di Jerman.

Poundsterling juga melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Inggris (BOE) mengikuti langkah ECB dan BOC untuk memangkas suku bunga acuannya. Inflasi yang masih tinggi dan juga defisit anggaran masih menjadi pemicu perlunya BOE memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Sejumlah rancangan untuk memacu perekonomian sudah diajukan oleh Menteri Keuangan - Rachel Reeves pada hari Rabu lalu, namun sejauh ini reaksi pasar masih belum positif. Tingginya harga minyak mentah, suku bunga yang tinggi dan kemungkinan kenaikan pajak serta upah minimum membuat pelaku usaha menjadi pesimis. Hari ini hanya ada data dari sektor perumahan berupa indeks harga perumahan.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup hammer, tapi masih terancam oleh posisi evening star doji sebelumnya -> negatif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat dan ECB berpeluang pangkas suku bunga kembali di hari Jumat -> negatif untuk Euro, dan berpotensi membatasi kenaikan
  • Jelang pertemuan ECB, ekspektasi cut rate 25 bps, fokus pernyataan Lagarde
    a. Dovish (= membuka peluang pemangkasan lebih lanjut) -> negatif untuk Euro =
    tetap sell
    b. Hawkish/less dovish (= tidak terburu-buru untuk pemangkasan berikutnya) ->
    positif untuk Euro = switch to BUY
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    sampai ECB meeting
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas -> sell untuk short-term saja
  • Ada peluang untuk naik jika dolar melemah, tapi jika terjadi sebelum pengumuman ECB, maka waspadai "Buy on rumor, Sell on Fact", yang berarti kenaikan berpotensi kembali ditekan turun (jika ECB dovish)
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' masih bisa terjadi sehingga kenaikan diperkirakan masih relatif terbatas
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000
  • Switch to BUY jika tembus 1.05600
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04700 – 1.04900
Target : 1) 1.04100 2) 1.03500
SL : 1.05500

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000
Switch to BUY jika tembus 1.05600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup hammer, secara teori ada peluang untuk naik -> positif untuk GBP
  • Kenaikan di H4 sejauh ini terhambat di resistance trendline 1.24800 sehingga perlu trigger/pemicu untuk tembus resistance agar bullish kembali dominan
  • Kenaikan tertahan karena dolar rebound -> negatif untuk GBP
  • Di sisi lain, Daily chart ada 2 potensi :
    1) kenaikan wave C sudah selesai -> potensi naik selesai, cenderung dominan turun
    sampai ECB meeting
    2) kenaikan baru sampai wave A sehingga berikutnya penurunan wave B sebagai koreksi
    diharapkan terbatas, dan saat ini kemungkinan mulai incar wave C naik -> peluang
    buy
  • Belum ada faktor pendorong positif dari domestik sehingga sewaktu-waktu bisa berbalik melemah!
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.24800
  • Switch to SELL jika tembus 1.23300
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.24200 – 1.24400
Target : 1) 1.25000 2) 1.25600
SL : 1.23600

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.24800
Switch to SELL jika tembus 1.23300

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield turun, sedangkan USD tetap kuat, meskipun mulai terbatas-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori harusnya turun-> positif untuk USDJPY
  • Kekhawatiran tentang potensi intervensi mata uang oleh pihak berwenang Jepang membuat kenaikan terbatas
  • US Treasury Yield ada kecenderungan membentuk pola H&S sehingga peluang penurunan dari US Treasury Yield masih bisa terjadi -> mendukung penurunan USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.700
  • Switch to BUY jika tembus 156.000 atau jika US Treasury Yield berbalik naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.800 – 155.000
Target : 1) 154.200 2) 153.600
SL : 155.600

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 156.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.700 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari biasanya positif, juga bertepatan dengan imlek
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Penurunan suku bunga Fed dan bank sentral global masih berlanjut
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang, dan konflik Rusia-Ukraina
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2675, selama harga tetap di atas MA 200, maka tren utama masih bullish. Potensi pola H&S masih membayangi
    a. peluang BEARISH lebih kuat jika tembus 2730, mengkonfirmasi H&S di grafik H4 ->
    Switch to sell hanya jika berhasil tembus
    b. Bullish lebih kuat jika tembus 2785-2790 -> follow/pertahankan BUY jika tembus
  • Pola H&S konfirm masih bisa terjadi selama tidak naik di atas 2780, short term bisa saja sell, tapi H&S bisa gagal juga jika tidak terjadi penembusan di bawah 2730 (neckline) sehingga harus segera exit
  • Di H1, ekspektasi terjadi penurunan atau swing low ke zona support, tapi kemudian berbalik naik dengan zona support diperkirakan tertahan di ksiaran 2738-2744-> incar BUY di zona ini atau dekat zona ini relatif lebih rendah risiko, stop loss di bawah 2737
  • Pernyataan Powell cenderung less hawkish, optimis inflasi turun, tidak terburu-buru memangkas, tergantung data ekonomi
  • Fokus malam ini : initial jobless claims dan GDP jam 20.30 WIB, pending home sales jam 22.00 WIB
    a. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/Follow BUY
    b. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
  • Fokus minggu ini : Data PCE Jumat, Imlek
  • Permintaan emas bank sentral maupun retail cenderung menguat memasuki imlek sehingga penurunan diperkirakan terbatas, cenderung dominan naik
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2730, potensi target terdekat 2722, terjauh 2713
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2785, potensi terdekat 2792, terjauh 2810
Suggest : BUY on Dip
Area : 2744 – 2746.00
Target : 1) 2752.00 2) 2758.00
SL : 2738.00 (ideal 3-5 points di bawah 2737.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2785
Switch to SELL jika tembus 2730
channels4 banner
open account agrodana futures

Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya setelah Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka tadi malam. Sesuai perkiraan seluruh pejabat Fed secara bulat memilih untuk tidak merubah suku bunga acuan dalam pertemuan moneter FOMC dan tidak memberikan petunjuk akan langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya. Dalam konferensi pers, Ketua Fed mengatakan Fed mengambil keputusan berdasarkan data dan tidak membuat asumsi akan kebijakan yang akan diambil oleh Presiden Trump nanti serta target inflasi 2% masih dipertahankan. Perihal inflasi yang dalam beberapa bulan terakhir sepertinya bergerak sideways, Fed menilai masih optimis akan mencapai target tersebut hanya saja akhir-akhir ini bergerak sedikit naik. Pasar menilai Fed bersikap wait-and-see hingga inflasi betul-betul bergerak menjauh atau mendekati target, baru nanti Fed akan mengambil sikap. Dengan aktifitas ekonomi yang relatif meningkat baik di sektor manufaktur maupun jasa, mempersempit ruang Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga yang justru akan berpotensi menaikkan angka inflasi nantinya. Belum lagi agenda ekonomi yang dijalankan oleh Presiden Trump yang dinilai selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun juga berpotensi menaikkan angka inflasi. Untuk itu Fed perlu waktu lebih banyak guna mencermati inflasi yang terjadi. Meskipun kebijakan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan kali ini mendapat kecaman keras dari Presiden Trump yang menghendaki suku bunga segera turun guna memicu percepatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Sementara itu, pasar juga mencermati ancaman Presiden Trump terbaru yang menginginkan kenaikan tarif impor yang lebih banyak terhadap Mexico dan Kanada pada akhir pekan ini dan juga akan ikut dipertimbangkan terhadap China. Nominasi Menteri Perdagangan yang baru - Howard Lutnick dalam dengan pendapat dengan Senat AS menyarankan pendekatan kenaikan tarif yang berbeda per tiap negara hingga mencapai hubungan perdagangan yang sehat bagi AS. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi berupa pendapatan domestik bruto atau GDP dengan perkiraan menurun, namun dari data yang sama diperkirakan indeks harga yang dikaitkan dengan inflasi mengalami peningkatan. Selain itu juga ada laporan mingguan klaim pengangguran dan data di sektor perumahan. Di tempat lain, Bank Sentral Kanada kemarin memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps sesuai perkiraan guna memicu pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi agenda ekonomi dari AS terhadap Kanada.

Yen relatif menguat terhadap mata uang dolar seiring dengan masih terbukanya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut. Dalam pertemuan moneter di penghujung pekan lalu BOJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps setelah beberapa bulan sebelumnya hanya menaikkan sebanyak 15 bps. Suku bunga acuan di Jepang naik mencapai 0,5% yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2008 yang lalu. BOJ menyinggung perihal inflasi berupa Core CPI yang terus naik dari 2,7% menjadi 3,0%. Dan juga tingkat upah yang juga meningkat ke level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Dan BOJ masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan lanjutan pada pertemuan moneter berikutnya meskipun tidak menyebutkan tepatnya kapan. Hal ini terungkap dalam nota pertemuan moneter pertemuan moneter pekan lalu yang baru dirilis kemarin. Pertemuan moneter BOJ berikutnya dijadwalkan pada 19 Maret mendatang. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Euro melemah tidak saja karena menguatnya mata uang dolar pasca keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan, namun juga karena diperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan berlanjut memangkas suku bunga acuan hari ini. ECB akan mengakhiri pertemuan moneter reguler mereka hari ini dengan perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut sebanyak 25 bps. Hasil pengumuman akan diumumkan pada pukul 20:15 WIB, sebelum itu akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP Uni Eropa secara keseluruhan maupun secara parsial untuk masing-masing negara baik di Jerman, Prancis maupun Italia.

Poundsterling juga melemah seiring dengan mata uang dolar yang menguat selain karena rencana pertumbuhan ekonomi yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang diperkirakan akan semakin mengikis anggaran yang terbatas. Reeves mengajukan rencana untuk meneruskan pembangunan landasan pacu baru di bandara Heathrow yang sudah lama tertunda serta rencana untuk memperbarui hubungan dagang dengan Uni Eropa seiring dengan kebijakan kenaikan tarif baru yang akan diterapkan oleh AS. Kondisi ekonomi yang cenderung terus menurun membuat Bank Sentral Inggris (BOE) perlu memangkas suku bunga acuannya. Meskipun diperkirakan tidak akan sebanyak tetangganya Uni Eropa, BOE diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 71 bps sedangkan ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 90 bps. Pertemuan moneter BOE baru akan dijadwalkan pada 6 Februari mendatang

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down