

| Suggest : SELL on Rally Area : 1.02800 – 1.03000 Target : 1) 1.02200 2) 1.01600 SL : 1.03600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000 Switch to BUY jika tembus 1.04000 Target H&S Done! |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.23000 – 1.23200 Target : 1) 1.22400 2) 1.21800 SL : 1.23800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.22300 Switch to BUY jika tembus 1.24200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 156.000 – 156.200 Target : 1) 155.400 2) 153.800 SL : 156.800 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 156.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.700 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 2790.00 – 2792.00 Target : 1) 2784.00 2) 2778.00 SL : 2798.00 (ideal 3-5 points di atas 2800.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2780 Switch to BUY jika tembus 2810 atau gagal tembus 2760 |

Dolar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan pengumuman resmi Presiden Donald Trump akan mengenakan kenaikan tarif impor dari Kanada dan Mexico sebanyak 25% dan hanya 10% untuk produk dari China. Sebelumnya media Reuters mengungkapkan Trump akan menunda pelaksanaan hingga 1 Maret mendatang dan memberi waktu bagi mitra dagang tersebut untuk bernegosiasi. Namun juru bicara Gedung Putih - Karoline Leavitt menampik pernyataan tersebut dan mengatakan kenaikan tarif impor tersebut akan efektif segera berlaku pada saat diumumkan. Mata uang dolar Kanada (CAD) dan peso Mexico (MXN) keduanya langsung merosot tajam pada hari yang sama diumumkannya keputusan Presiden Trump tersebut. Dikabarkan juga pihak Kanada juga akan menaikkan tarif impor produk AS dengan nominal yang sama yaitu sebanyak 25%. Sedangkan pihak Mexico belum merilis kebijakan yang akan diambil meskipun Presiden - Claudia Sheinbaum sudah meminta Menteri Keuangan untuk segera membalas dengan kebijakan yang setimpal. Bendera perang dagang antara AS dengan mitra dagangnya mulai dikibarkan oleh AS. Sementara itu data inflasi dari sisi personal yaitu Core Personal Consumption Expenditure (PCE) di AS mengalami kenaikan dari 0.1% menjadi 0.2% dari periode bulan sebelumnya sesuai perkiraan dan merupakan kenaikan terbanyak sejak April tahun lalu seiring dengan belanja konsumen yang meningkat. Dan jika dibandingkan dengan periode setahun lalu, PCE juga mengalami kenaikan menjadi 2.8%, masih stagnan sama seperti periode sebelumnya. Keduanya sesuai perkiraan yang semakin menegaskan bahwa Fed tidak perlu terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga acuannya karena potensi inflasi masih cenderung naik, yang belum lagi terdampak dari agenda ekonomi Presiden Trump berupa kenaikan impor dan pengurangan pajak sehingga potensi inflasi kembali naik semakin besar. Hal ini selaras dengan keputusan Fed untuk memepertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan moneter bulan lalu. Pekan ini akan dirilis data penting dari sektor tenaga kerja yaitu berupa laporan Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis di penghujung pekan ini. Sebelumnya ada data PMI dari sektor manfaktur dan jasa dari PMI dan data sektor tenaga kerja lainnya seperti JOLTS, ADP dan Challenger serta data klaim pengangguran. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato di berbagai tempat dan peristiwa berbeda.
Yen sedikit terkoreksi terhadap dolar dengan gerak mata uang yang tertahan seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan tidak lama lagi menyusul kenaikan sebelumnya dua pekan lalu. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda Jumat lalu mengatakan BOJ akan terus mengendalikan kebijakan moneter yang longgar untuk memastikan inflasi akan turun secara perlahan mencapai target 2%. Data infasi berupa CPI di Tokyo yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi yang semakin meningkat hingga 2.5% yang merupakan kenaikan terbanyak dalam hampir 1 tahun terakhir. Pekan ini sejumlah pejabat BOJ juga dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat dan peristiwa berbeda.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar oleh sentimen negatif setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuannya pekan lalu sesuai perkiraan. Dan juga pejabat ECB termasuk Presiden - Christine Lagarde menyatakan masih terbuka lebar kemungkinan bagi ECB untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya guna menahan inflasi yang cenderung kembali meningkat. Selain juga akan dikenakannya tarif impor dari AS yang baru saja diresmikan untuk Kanada dan Mexico sedangkan Uni Eropa masih tergantung pada keputusan resmi dari pemerintah AS. Sebelumnya Presiden Trump menyinggung neraca perdagangan AS dengan Uni Eropa yang dianggap hanya menguntungan sebelah pihak yaitu Uni Eropa. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI yang diperkirakan kembali naik, meski demikian kondisi ekonomi yang terus menurun membuat ECB perlu memangkas suku buga acuannya lebih lanjut. Selain itu juga ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga ikut terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang dolar pasca diresmikannya kenaikan tarif impor Presiden Trump dengan Kanada dan Mexico. Meski Inggris juga bermitra dengan AS, namun sepertinya neraca perdagangan keduanya berimbang sehingga Inggris tidak menjadi target kenaikan impor Presiden Trump. Pekan ini Bank Sentral Inggris (BOE) akan mengadakan pertemuan moneter MPC pada hari Kamis nanti dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Selain inflasi yang masih stagnan, kondisi ekonomi domestik dengan defisit neraca keuangan akan menjadi pertimbangan BOE dalam mengambil keputusan moneter mereka nanti. Selain pertemuan moneter MPC, juga akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04000 – 1.04200 Target : 1) 1.03400 2) 1.02800 SL : 1.04800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800 Switch to BUY jika tembus 1.05000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.24300 – 1.24500 Target : 1) 1.23700 2) 1.23100 SL : 1.25100 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24000 Switch to BUY jika tembus 1.25200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 154.500 – 154.700 Target : 1) 153.900 2) 153.300 SL : 155.300 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 155.600 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.700 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2782.00 – 2784.00 Target : 1) 2790.00 2) 2796.00 SL : 2776.00 (ideal 3-5 points di bawah 2775.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2798 Switch to SELL jika tembus 2770 atau gagal tembus 2810 |

Dolar masih cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan untuk kesekian kalinya sebanyak 25 bps sesuai perkiraan pasar. ECB tetap membuka peluang akan melanjutkan pemangkasan pada pertemuan moneter berikutnya yang akan datang. Sehari sebelumnya, Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan masih belum berencana untuk kembali melanjutkan pemangkasan dalam waktu dekat ini. Data ekonomi berupa pertumbuhan ekonomi GDP mengalami penurunan 2,3% pada kuartal ini, lebih rendah dari perkiraan 2,7%. Meskipun data periode kuartal sebelumnya direvisi meningkat dari 2,8% menjadi 3,1%. Dengan indeks harga yang menjadi indikasi inflasi meningkat dari 1,9% menjadi 2,2% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2,5%. Hal ini menandakan meski pertumbuhan ekonomi masih meningkat, namun angka inflasi juga meningkat di atas target Fed. Sedangkan data di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran mengalami penurunan dari 223K menjadi 207K yang lebih baik dari perkiraan sedikit meningkat 224K. Dengan Fed masih dalam mode wait-and-see, data ini tidak banyak berpengaruh pada ekspektasi akan perubahan langkah Fed selanjutnya. Setelah Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dan tetap menargetkan inflasi 2%, walau juga mengindikasikan potensi inflasi kembali meningkat. Perubahan kebijakan moneter diperkirakan baru akan terjadi pada pertemuan moneter di bulan April atau Mei yang akan datang. Fokus pasar akan kembali tertuju pada agenda ekonomi Presiden Trump berupa kenaikan tarif impor sebesar 25% terhadap Mexico dan Kanada dan masih menunggu kebijakan terhadap negara lainnya terutama terhadap China dan Uni Eropa. Kebijakan Trump kemungkinan akan ditandatangani secara resmi pada hari Sabtu esok hari. Kenaikan tarif ini menjadi sentimen negatif terhadap mata uang negara yang bersangkutan sehingga mata uang dolar menguat. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) dengan perkiraan mengalami kenaikan dari 0,1% menjadi 0,2% dengan indeks biaya tenaga kerja (Employment Cost Indeks) juga mengalami peningkatan dari 0,8% menjadi 0,9%. Selain itu ada juga data personal income/spending dan juga pidato dari Gubernur Fed – Michelle Bowman.
Yen bergerak menguat meski mata uang dolar juga menguat seiring dengan komentar dari Wakil Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Ryozo Himino yang kembali menegaskan kelanjutan kenaikan suku bunga acuan jika ekonomi dan inflasi berjalan sesuai dengan prakiraan BOJ. Dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang baru dirilis sehari sebelumnya juga terindikasi pendapat dari sejumlah pejabat BOJ akan perlunya untuk terus menaikkan suku bunga guna menahan laju inflasi yang terus meningkat. Setelah pekan lalu BOJ menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps menjadikan suku bunga di Jepang naik 0,5% yang merupakan level tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak tahun 2008 yang lalu. Data inflasi berupa Tokyo CPI yang dirilis pagi ini menunjukkan inflasi meningkat dari 2,4% menjadi 2,5% sesuai perkiraan. Sementara data tingkat pengangguran mengalami penurunan menjadi 2,4% yang lebih baik dari perkiraan stabil 2,5% sama seperti periode sebelumnya. Sedangkan data Retail Sales juga membaik dari 2,8% menjadi 3,7% yang melampaui perkiraan hanya naik 3,4%.
Euro juga melemah terhadap dolar seiring dengan Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dari 3,0% menjadi 2,75% sesuai perkiraan dan masih berencana untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan selanjutnya. ECB menyinggung pertumbuhan ekonomi yang terus melemah dalam kuartal terakhir tahun lalu dari 0,4% menjadi 0,0% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0,1%, sehingga menjadikan terjadinya penurunan dalam 2 tahun terakhir berturut-turut. Namun ECB masih optimis bahwa inflasi meskipun terus meningkat, namun masih dalam kendali walau ada kekhawatiran akan perubahan perdagangan global. ECB diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 3 kali lagi dalam tahun ini. Ditambah kekhawatiran akan kenaikan tarif impor dari AS yang menjadikan Uni Eropa sebagai target karena neraca perdagangan yang dinilai tidak seimbang. Hari ini akan dirilis data ekonomi berupa inflasi CPI di Jerman dan Prancis serta data Pengangguran di Jerman.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Inggris (BOE) mengikuti langkah ECB dan BOC untuk memangkas suku bunga acuannya. Inflasi yang masih tinggi dan juga defisit anggaran masih menjadi pemicu perlunya BOE memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Sejumlah rancangan untuk memacu perekonomian sudah diajukan oleh Menteri Keuangan - Rachel Reeves pada hari Rabu lalu, namun sejauh ini reaksi pasar masih belum positif. Tingginya harga minyak mentah, suku bunga yang tinggi dan kemungkinan kenaikan pajak serta upah minimum membuat pelaku usaha menjadi pesimis. Hari ini hanya ada data dari sektor perumahan berupa indeks harga perumahan.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04700 – 1.04900 Target : 1) 1.04100 2) 1.03500 SL : 1.05500 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000 Switch to BUY jika tembus 1.05600 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.24200 – 1.24400 Target : 1) 1.25000 2) 1.25600 SL : 1.23600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.24800 Switch to SELL jika tembus 1.23300 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 154.800 – 155.000 Target : 1) 154.200 2) 153.600 SL : 155.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 156.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.700 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2744 – 2746.00 Target : 1) 2752.00 2) 2758.00 SL : 2738.00 (ideal 3-5 points di bawah 2737.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2785 Switch to SELL jika tembus 2730 |


Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya setelah Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka tadi malam. Sesuai perkiraan seluruh pejabat Fed secara bulat memilih untuk tidak merubah suku bunga acuan dalam pertemuan moneter FOMC dan tidak memberikan petunjuk akan langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya. Dalam konferensi pers, Ketua Fed mengatakan Fed mengambil keputusan berdasarkan data dan tidak membuat asumsi akan kebijakan yang akan diambil oleh Presiden Trump nanti serta target inflasi 2% masih dipertahankan. Perihal inflasi yang dalam beberapa bulan terakhir sepertinya bergerak sideways, Fed menilai masih optimis akan mencapai target tersebut hanya saja akhir-akhir ini bergerak sedikit naik. Pasar menilai Fed bersikap wait-and-see hingga inflasi betul-betul bergerak menjauh atau mendekati target, baru nanti Fed akan mengambil sikap. Dengan aktifitas ekonomi yang relatif meningkat baik di sektor manufaktur maupun jasa, mempersempit ruang Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga yang justru akan berpotensi menaikkan angka inflasi nantinya. Belum lagi agenda ekonomi yang dijalankan oleh Presiden Trump yang dinilai selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun juga berpotensi menaikkan angka inflasi. Untuk itu Fed perlu waktu lebih banyak guna mencermati inflasi yang terjadi. Meskipun kebijakan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan kali ini mendapat kecaman keras dari Presiden Trump yang menghendaki suku bunga segera turun guna memicu percepatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Sementara itu, pasar juga mencermati ancaman Presiden Trump terbaru yang menginginkan kenaikan tarif impor yang lebih banyak terhadap Mexico dan Kanada pada akhir pekan ini dan juga akan ikut dipertimbangkan terhadap China. Nominasi Menteri Perdagangan yang baru - Howard Lutnick dalam dengan pendapat dengan Senat AS menyarankan pendekatan kenaikan tarif yang berbeda per tiap negara hingga mencapai hubungan perdagangan yang sehat bagi AS. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi berupa pendapatan domestik bruto atau GDP dengan perkiraan menurun, namun dari data yang sama diperkirakan indeks harga yang dikaitkan dengan inflasi mengalami peningkatan. Selain itu juga ada laporan mingguan klaim pengangguran dan data di sektor perumahan. Di tempat lain, Bank Sentral Kanada kemarin memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps sesuai perkiraan guna memicu pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi agenda ekonomi dari AS terhadap Kanada.
Yen relatif menguat terhadap mata uang dolar seiring dengan masih terbukanya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut. Dalam pertemuan moneter di penghujung pekan lalu BOJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps setelah beberapa bulan sebelumnya hanya menaikkan sebanyak 15 bps. Suku bunga acuan di Jepang naik mencapai 0,5% yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2008 yang lalu. BOJ menyinggung perihal inflasi berupa Core CPI yang terus naik dari 2,7% menjadi 3,0%. Dan juga tingkat upah yang juga meningkat ke level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Dan BOJ masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan lanjutan pada pertemuan moneter berikutnya meskipun tidak menyebutkan tepatnya kapan. Hal ini terungkap dalam nota pertemuan moneter pertemuan moneter pekan lalu yang baru dirilis kemarin. Pertemuan moneter BOJ berikutnya dijadwalkan pada 19 Maret mendatang. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro melemah tidak saja karena menguatnya mata uang dolar pasca keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan, namun juga karena diperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan berlanjut memangkas suku bunga acuan hari ini. ECB akan mengakhiri pertemuan moneter reguler mereka hari ini dengan perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut sebanyak 25 bps. Hasil pengumuman akan diumumkan pada pukul 20:15 WIB, sebelum itu akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP Uni Eropa secara keseluruhan maupun secara parsial untuk masing-masing negara baik di Jerman, Prancis maupun Italia.
Poundsterling juga melemah seiring dengan mata uang dolar yang menguat selain karena rencana pertumbuhan ekonomi yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang diperkirakan akan semakin mengikis anggaran yang terbatas. Reeves mengajukan rencana untuk meneruskan pembangunan landasan pacu baru di bandara Heathrow yang sudah lama tertunda serta rencana untuk memperbarui hubungan dagang dengan Uni Eropa seiring dengan kebijakan kenaikan tarif baru yang akan diterapkan oleh AS. Kondisi ekonomi yang cenderung terus menurun membuat Bank Sentral Inggris (BOE) perlu memangkas suku bunga acuannya. Meskipun diperkirakan tidak akan sebanyak tetangganya Uni Eropa, BOE diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 71 bps sedangkan ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 90 bps. Pertemuan moneter BOE baru akan dijadwalkan pada 6 Februari mendatang
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



