logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar mengalami sedikit koreksi terhadap mata uang lainnya seiring dengan data inflasi dari sisi produsen yang turun lebih rendah dari perkiraan. Turunnya inflasi dari sisi produsen ini kemungkinan juga akan terjadi pada inflasi yang lebih penting yaitu dari sisi konsumen atau CPI yang akan dirilis malam ini. Data inflasi dari sisi produsen PPI bulan Desember mengalami penurunan menjadi 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 0.4%. Dan data Core PPI yang tidak menyertakan BBM dan bahan pangan juga turun menjadi 0.0% dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Meskipun jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya, PPI mengalami kenaikan dari 3.0% menjadi 3.3% sesuai perkiraan. Sementara data Core PPI relative stabil 3.5% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Dengan data-data tersebut dan juga data di setkor tenaga kerja yang menunjukkan ekonomi di AS masih solid sehingga Fed tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga acuannya lagi. Ekspektasi pasar masih sama yaitu Fed baru akan memangkas suku bunga acuan setelah paruh pertama tahun ini. Sekaligus menunggu dampak dari agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan dilantik pekan depan. Sejauh ini agenda ekonomi yang akan dijalankan pemerintahan baru di AS selain memicu pertumbuhan ekonomi, namun juga berpotensi besar akan menaikkan angka inflasi yang sudah menurun cukup signifikan sejak pandemi global 2 tahun lalu. Dilansir dari Bloomberg diberitakan bahwa AS akan menaikkan tarif impor terhadap mitra dagang secara bertahap mulai dari 2% hingga 5% per bulan guna menaikkan daya saing sambil tetap menahan agar inflasi tidak meningkat tajam. Menteri Keuangan pilihan Trump, Scott Bessent diperkirakan akan tetap menjaga deficit neraca perdagangan dan menggunakan kenaikan tarif tersebut sebagai alat negosiasi untuk menyeimbangkannya. Pejabat Fed yaitu Gubernur Fed Kansas City – Jeffrey Schmid masih optimis dengan mengatakan inflasi sudah mendekati target dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan momentum dimana kebijakan moneter sudah mendekati netral. Sedangkan Gubernur Fed New York – John Williams tidak menyinggung perihal kebijakan Fed dalam pidato semalam. Data CPI yang akan dirilis malam ini diperkirakan naik dari 0.3% menjadi 0.4% dengan Core CPI diperkirakan stabil 0.3%. Data akan dirilis pada pukul 20:30 WIB.

Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino dalam pidato dalam pertemuan pimpinan perusahaan kemarin mengatakan peluang kenaikan suku bungan acuan terbuka lebar pada pertemuan moneter BOJ pada 24 Januari yang akan datang. Hal yang sama diperkirakan oleh perusahaan jasa keuangan Goldman Sachs pekan lalu. Potensi inflasi yang terus cenderung meningkat di Jepang disertai dengan peluang diberlakukannya kenaikan tarif impor oleh AS semakin memperkuat peluang BOJ tersebut. Data di sektor tenaga kerja berupa upah juga sudah dirilis Senin lalu yang naik hingga level tertinggi dalam lebih dari 3 dekade juga berpotensi mendorong naik inflasi. Hari ini akan dirilis data machinery order.

Euro terangkat terhadap dolar oleh penguatan terhadap GBP hingga level tertinggi dalam 2.5 bulan terakhir dan masih belum jauh dari level terendah sebelumnya sejak November tahun 2022 yang lalu. Spekulasi akan terjadinya parity masih membayangi seiring dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan potensi inflasi kembali naik karena kenaikan tarif impor dari AS. Uni Eropa merupakan salah satu target utama dari Presiden Trump terkait dengan tidak seimbangnya neraca perdagangan. Sehingga kemungkinan akan menerima kenaikan tarif impor yang premium dibandingkan dengan mitra dagang AS lainnya. Ditambah dengan semakin tingginya harga minyak dunia membuat daya saing dan daya beli semakin menurun karena ketergantungan terhadap sumber energi dari negara lain. Sehingga membuat Bank Sentral Eropa (ECB) mengharuskan untuk kembali memangkas suku bunga acuannya guna memicu pertumbuhan ekonomi. Hari ini hanya ada data inflasi di Prancis dan Industrial Production untuk Uni Eropa secara keseluruhan.

Poundsterling tidak saja melemah terhadap dolar namun juga melemah terhadap Euro hingga menyentuh level terendah dalam 2.5 bulan terakhir. Perdebatan akan rencana anggaran di Inggris masih menjadi kendala utama terhadap pertumbuhan ekonomi di Inggris. Dengan defisit anggaran yang semakin membengkak membuat pemerintah Inggris harus segera bertindak salah satunya dengan menaikkan pajak. Namun tentu saja hal ini akan membuat pelaku usaha akan berusaha menolaknya. Perdana Menteri Inggris - Keir Starmer masih tetap optimis dengan rencana anggaran Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang mengajukan rencana kerja yang berupaya untuk menyeimbangkan neraca anggaran dengan pendapatan melalui pajak dalam jangka waktu 1 dekade mendatang. Dengan kondisi ekonomi yang cenderung menurun, Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan mulai mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga acuannya lagi. Terlebih dengan inflasi yang kemungkin besar akan kembali naik akibat agenda Trump yang akan segera diberlakukan. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI, PPI, WPI dan RPI serta HPI secara bersamaan.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori peluang turun-> negatif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat dan ECB berpeluang pangkas suku bunga kembali menjadi penekan utama -> negatif untuk Euro
  • Penurunan juga disebabkan kembali menguatnya dolar karena data ekonomi yang lebih baik
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' bisa terjadi lebih cepat, dan potensi penurunan lebih lanjut juga tetap terbuka
  • Selama tidak tembus 1.04600, maka cenderung turun secara teknis
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000
  • Switch to BUY jika tembus 1.04000!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.02800 – 1.03000
Target : 1) 1.02200 2) 1.01600
SL : 1.03600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000
Switch to BUY jika tembus 1.04000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup hammer, memberi isyarat potensi terjadinya rebound -> secara teori seharusnya positif untuk GBP
  • Secara teknis, pola penurunan kemungkinan belum selesai, namun ada peluang untuk rebound bertahap -> positif untuk GBP
  • Tekanan negatif disebabkan penguatan dolar data ekonomi yang lebih baik
  • Tekanan penurunan suku bunga untuk BOE bertambah karena data ekonomi Inggris yang melambat -> berpotensi membatasi kenaikan
  • Penguatan dolar mereda sehingga membantu rebound pada GBP -> short-term buy
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.22800
  • Switch to SELL jika tembus 1.20900
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.21500 – 1.21700
Target : 1) 1.22300 2) 1.22900
SL : 1.20900

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.22800
Switch to SELL jika tembus 1.20900

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • Dolar AS dan US Treasury yield ditutup doji, pertanda potensi koreksi/profit taking/reversal bearish bisa terjadi-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori harusnya cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
  • Kekhawatiran tentang potensi intervensi mata uang oleh pihak berwenang Jepang membuat kenaikan terbatas, dan terjebak sideway di zona 156.800 -158.500
  • Anggota BOJ kembali mengatakan BOJ kemungkinan akan menaikkan suku bunga jika perkiraan ekonomi terealisasi, meskipun mengatakan harus berhati-hati dalam melihat berbagai risiko naik dan turun di dalam dan luar negeri -> cenderung positif untuk Yen (=USDJPY turun)
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.000
  • Switch to BUY jika tembus 158.600 atau jika US Treasury Yield terus naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 157.700 – 157.900
Target : 1) 157.100 2) 156.500
SL : 158.500

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.000
Switch to BUY jika tembus 158.600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari biasanya positif
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Penurunan suku bunga Fed dan bank sentral global masih berlanjut
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
  • Support terdekat 2633-2635, terjauh 2602-2605, resistance 2697-2702
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2645, dan FR 61.8% di 2646 menjadi support
    a. peluang SELL lebih kuat jika tembus FR 61.8% atau di bawah MA 200 -> switch to
    SELL jika konfirm tembus, peluang target pendek ke 2635, terjauh 2615-2620
    b. Selama tetap di atas MA 200 2645, maka peluang tetap naik,dan akan lebih kuat
    jika berhasil bertahan di atas 2692-> peluang buy cenderung dominan
  • Strong bullish berlanjut jika tembus 2686-2692, potensi lirik zona 2720-2726 kembali, atau lebih tinggi ke 2750 jika data ekonomi lebih lemah dari perkiraan
  • Di H1, penurunan diharapkan terbatas, peluang retest support 2640-2645 sebelum kembali lanjutkan kenaikan-> incar buy di zona ini lebih lower risk
  • Stronger demand kemungkinan bisa muncul di antara 2623-2630
  • Tim ekonomi Trump bahas kemungkinan diberlakukannya tarif secara bertahap -> kabar positif untuk emas karena artinya lonjakan inflasi bisa dihindari
  • Fokus minggu ini data inflasi CPI di hari Rabu dan Retail Sales hari Kamis
  • Fokus data PPI AS jam 20.30 WIB
    a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
    b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/follow BUY
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2635, potensi target terdekat 2628, terjauh 2618 (atau jika data ekonomi terlalu kuat)
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2686 (potensi terdekat 2692, terjauh 2715)
Suggest : BUY on Dip
Area : 2645.00 – 2647.00
Target : 1) 2653.00 2) 2659.00
SL : 2639.00 (ideal 3-5 points di bawah 2638.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2686
Switch to SELL jika tembus 2635
CEK KETERANGAN!
channels4 banner
Ayo Belajar Trading

Dolar meski tertahan, namun masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya di kisaran level tertinggi dalam lebih dari 2 tahun yang lalu karena peluang yang semakin besar bagi Fed untuk menahan diri dari pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Hal ini dipicu oleh sentimen positif dari kenaikan di sektor tenaga kerja yang melampaui perkiraan hari Jumat lalu. Selain karena aktifitas ekonomi yang solid di AS tersebut, pelaku pasar juga menunggu data inflasi CPI yang baru akan dirilis besok ini. Dengan perkiraan inflasi kembali naik dari 2.7% menjadi 2.9% yang semakin menjauh dari target Fed 2%. Jika inflasi kembali naik, maka hampir dapat dipastikan Fed akan berhenti memangkas suku bunga acuan terlebih dengan potensi yang lebih besar dari agenda ekonomi dari pemerintahan baru AS di bawah kepemimpinan Trump yang menjabat sebagai Presiden untuk kedua kalinya nanti. Trump akan dilantik secara resmi menjadi Presiden AS pada 20 Januari mendatang. Diperkirakan Trump akan segera menjalankan agenda ekonomi yang dijanjikan dalam kampanye sebelumnya yaitu pengurangan pajak, kenaikan tarif impor dan aturan yang ketat terhadap imigran. Ketiga agenda utama yang dinilai berpotensi tinggi akan mendorong inflasi kembali naik setelah turun bertahap sejak berakhirnya pandemi 2 tahun lalu. Belum lagi harga komoditas energi yang semakin membebani inflasi dengan harga minyak mentah terus naik dalam 4 bulan terakhir dengan Brent sudah menembus $81 per barel dan WTI yang semakin mendekati $79 per barel. Keduanya mendekati level tertinggi sejak Agustus tahun lalu. Dengan kondisi seperti ini, kemungkinan besar Fed akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini terlebih kondisi ekonomi yang masih solid dan jauh dari ancaman resesi. Atau setidaknya paling banyak hanya akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 1 kali saja sepanjang tahun ini. Pertemuan moneter FOMC dijadwalkan pada 30 Januari yang hampir dapat dipastikan Fed akan mempertahankan suku bunga acuan karena dampak dari agenda ekonomi Presiden Trump belum terealisasi dalam angka statistik. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI dengan perkiraan dan pidato dari pejabat Fed yaitu Gubernur Fed Kansas City – Jeffrey Schmid dan Gubernur Fed New York – John Williams.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Setelah rilis data upah pekan lalu yang naik hingga level tertinggi dalam lebih dari 3 dekade dan potensi akan inflasi yang cenderung meningkat membuka jalan bagi BOJ untuk bertindak. Selain itu agenda ekonomi AS terhadap Jepang juga berpotensi meningkatkan inflasi secara global termasuk di Jepang. Goldman Sachs juga memperkirakan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) selanjutnya adalah menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter 24 Januari mendatang. Neraca keuangan Jepang juga masih cukup sehat dengan surplus 3.03T yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 2.59T dari periode sebelumnya 2.41T. Begitu pula dengan sektor perbankan yang masih sehat dengan lending meningkat 3.1% sesuai perkiraan meski data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari 3.0% menjadi 2.9%.

Euro relatif stabil terhadap dolar karena tertahan oleh penguatan terhadap GBP di hari sebelumnya. Sentimen negatif masih mewarnai kondisi politik dan ekonomi di kawasan ini. Dengan Uni Eropa merupakan salah satu target utama dari Presiden Trump terkait dengan tidak seimbangnya neraca perdagangan. Sehingga kemungkinan akan menerima kenaikan tarif impor yang premium dibandingkan dengan mitra dagang AS lainnya. Kondisi ekonomi juga masih belum pulih sementara inflasi berpeluang untuk kembali meningkat. Sehingga Bank Sentral Eropa (ECB) mau tidak mau masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya beberapa kali hingga akhir tahun nanti. Perbedaan tingkat suku bunga dengan Fed menjadi salah satu sentimen negatif bagi aset-aset dengan denominasi mata uang Euro. Selain itu ketergantungan terhadap sumber energi dari negara lain membuat daya saing dan daya beli semakin menurun dengan harga komoditas energi yang terus cenderung naik. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.

Poundsterling masih cenderung melemah seiring dengan dolar yang masih menguat sementara data ekonomi di Inggris yang belakangan ini cenderung menurun. Terlebih dengan defisit anggaran yang semakin membengkak. Meski demikian Perdana Menteri Inggris - Keir Starmer masih optimis dengan rencana anggaran Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang mengajukan program kerja yang berupaya untuk menyeimbangkan neraca anggaran dengan pendapatan melalui pajak dalam jangka waktu 1 dekade mendatang. Untuk saat ini yang masih dalam tahap awal, hal tersebut sepertinya akan sulit untuk dicapai tapi diharapkan secara bertahap akan lancar seiring dengan berjalannya waktu dan kondisi ekonomi yang semakin membaik. Dengan kondisi ekonomi yang cenderung menurun, Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan mulai mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga acuannya lagi. Terlebih dengan inflasi yang kemungkin besar akan kembali naik akibat agenda Trump yang akan segera diberlakukan. Data inflasi baru akan dirilis pada hari Rabu esok hari.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori peluang turun-> negatif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro yang melambat dan ECB berpeluang pangkas suku bunga kembali menjadi penekan utama -> negatif untuk Euro
  • Penurunan juga disebabkan kembali menguatnya dolar karena data ekonomi yang lebih baik
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' bisa terjadi lebih cepat, dan potensi penurunan lebih lanjut juga tetap terbuka
  • Selama tidak tembus 1.04600, maka cenderung turun secara teknis
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000
  • Switch to BUY jika tembus 1.04000!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.02800 – 1.03000
Target : 1) 1.02200 2) 1.01600
SL : 1.03600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000
Switch to BUY jika tembus 1.04000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish -> secara teori seharusnya negatif untuk GBP
  • Secara teknis, pola penurunan kemungkinan belum selesai-> negatif untuk GBP
  • Tekanan negatif disebabkan penguatan dolar data ekonomi yang lebih baik
  • Tekanan penurunan suku bunga untuk BOE bertambah karena data ekonomi Inggris yang melambat
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Switch to BUY jika harga tembus 1.23200
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.21160
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.22300 – 1.22500
Target : 1) 1.21700 2) 1.21100
SL : 1.23100

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.21160
Switch to BUY jika tembus 1.23200

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • Dolar AS dan US Treasury yield ditutup naik-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori harusnya cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
  • Kekhawatiran tentang potensi intervensi mata uang oleh pihak berwenang Jepang membuat kenaikan terbatas, dan terjebak sideway di zona 156.800 -158.500
  • Data ekonomi Jepang baru-baru ini cenderung positif/menguat, mendukung kenaikan suku bunga BOJ -> negatif untuk USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.000
  • Switch to BUY jika tembus 158.600 atau jika US Treasury Yield terus naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 157.500 – 157.700
Target : 1) 156.900 2) 156.300
SL : 158.300

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.000
Switch to BUY jika tembus 158.600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari biasanya positif
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Penurunan suku bunga Fed dan bank sentral global masih berlanjut
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
  • Support terdekat 2633-2635, terjauh 2602-2605, resistance 2697-2702
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2645, dan FR 61.8% di 2646 menjadi support
    a. peluang SELL lebih kuat jika tembus FR 61.8% atau di bawah MA 200 -> switch to
    SELL jika konfirm tembus, peluang target pendek ke 2635, terjauh 2615-2620
    b. Selama tetap di atas MA 200 2645, maka peluang tetap naik,dan akan lebih kuat
    jika berhasil bertahan di atas 2692-> peluang buy cenderung dominan
  • Strong bullish berlanjut jika tembus 2686-2692, potensi lirik zona 2720-2726 kembali, atau lebih tinggi ke 2750 jika status safe haven tetap berjalan
  • Di H1, penurunan diharapkan terbatas, peluang retest support 2660-2670 sebelum kembali lanjutkan kenaikan-> incar buy di zona ini lebih lower risk
  • Stronger demand kemungkinan bisa muncul di antara 2644-2650
  • Tembus di bawah 2635 cenderung turun
  • Peluang January effect masih bisa terjadi
  • Fokus minggu ini data inflasi CPI di hari Rabu dan Retail Sales hari Kamis
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2655, potensi target terdekat 2648, terjauh 2638 (atau jika safe haven melemah)
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2697 (potensi terdekat 2710, terjauh 2725)
Suggest : BUY on Dip
Area : 2672.00 – 2674.00
Target : 1) 2680.00 2) 2686.00
SL : 2666.00 (ideal 3-5 points di bawah 2665.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2697
Switch to SELL jika tembus 2655
CEK KETERANGAN!
channels4 banner
Ayo Belajar Trading

Dolar menguat terhadap semua mata uang hingga level tertinggi dalam beberapa waktu yang lalu seiring dengan data di sektor tenaga kerja yang jauh melampaui perkiraan Jumat lalu. Dolar menguat terhadap Euro ke level tertinggi sejak November tahun 2022 yang lalu, terhadap GBP ke level tertinggi sejak November tahun 2023 dan terhadap Yen tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Sekaligus menandakan kenaikan dalam 6 pekan terakhir yang merupakan kenaikan terpanjang kedua setelah kenaikan selama 11 pekan terkahir di tahun 2023 yang lalu. Laporan Non-Farm Payroll menunjukkan terisinya lapangan kerja bertambah sebanyak 256K yang jauh lebih baik dari perkiraan 164K meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun dari 227K menjadi hanya 212K. Data tingkat pengangguran juga sedikit membaik menjadi 4.1% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 4.2%. Dan upah rata-rata turun dari 0.4% menjadi 0.3% sesuai perkiraan. Sedangkan data lain berupa survei dari University of Michigan menunjukkan ekspektasi inflasi kembali meningkat dari 2.8% menjadi 3.3% yang merupakan level tertinggi sejak bulan Mei tahun lalu sekaligus lebih tinggi dari range 2.3% hingga 3.0% yang terjadi 2 tahun sebelum terjadinya covid. Dan sentimen konsumen turun 73.2 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 74.0. Dengan angka-angka ini semakin jelas bahwa Fed akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya lebih lama dari yang diperkirakan. Dengan hanya akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 1 kali saja di tahun ini. Bahkan sebagian analis pasar menilai Fed mungkin saja tidak akan menurunkan suku bunga acuannya sama sekali di tahun ini jika agenda Trump bergerak cepat diberlakukan tepat setelah pelantikannya nanti pada 20 Januari mendatang. Kebijakan pengurangan pajak, kenaikan tarif impor dari deportasi imigran gelap sangat berpotensi kembali meningkatkan angka inflasi. Pekan ini ada data inflasi CPI yang menjadi indikator inflasi utama, sebelumnya ada data inflasi dari sisi produsen dan data berikutnya adalah data Retail Sales yang menjadi indikasi daya beli di AS serta pidato dari sejumlah pejabat.

Yen sempat melemah terhadap dolar hingga ke level terendah dalam 6 bulan terakhir meski menjelang penutupan Jumat lalu ditutup kembali ke level sebelumnya. Setelah rilis data upah pekan lalu yang naik hingga level tertinggi dalam lebih dari 3 dekade membuka jalan bagi BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Sementara agenda ekonomi AS terhadap Jepang juga berpotensi meningkatkan inflasi sehingga Goldman Sachs juga memperkirakan Bank Sentral Jepang (BOJ) akan segera menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan ini juga. BOJ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada 24 Januari mendatang. Sementara pelaku pasar juga mencermati untuk tidak membuat mata uang yen mendekati level psikologis 160 per 1 USD karena dikhawatirkan pemerintah Jepang diperkirakan akan melakukan intervensi pada level tersebut.

Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 2 tahun terakhir atau sejak November tahun 2022 yang lalu. Perbincangan di antara pelaku pasar memungkinkan mata uang Euro mencapai parity terhadap dolar di tahun ini semakin meningkat. Parity merupakan nilai tukar 1 banding 1 yaitu 1 Euro akan sama dengan 1 dolar. Yang mendukung argumen tersebut adalah masih akan dipangkasnya suku bunga acuan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan juga ancaman dari agenda ekonomi dari AS yang akan berdampak negatif terhadap perekonomian di kawasan ini. Selain itu ketergantungan terhadap sumber energi dari negara lain membuat daya saing dan daya beli semakin menurun. Data penting yang akan dirilis pekan ini adalah nota pertemuan moneter ECB bulan lalu dan juga data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Jumat di penghujung pekan ini.

Poundsterling juga turun tajam terhadap dolar hingga level terendah sejak November tahun 2023 yang lalu. Selain karena penguatan mata uang dolar, rencana anggaran pemerintah Inggris juga menjadi kekhawatiran investor karena akan semakin terbebani hutang. Sehingga memangkas anggaran dengan mengurangi pembangunan dan kemungkinan terbesarnya adalah menaikkan pajak yang akan menjadi sentimen negatif bagi investor asing. Sementara ekspor ke AS diperkirakan akan berkurang seiring dengan kenaikan tarif dari AS. Sehingga sepertinya BOE harus menurunkan suku bunga acuannya. Data penting yang akan dirilis pekan ini adalah data inflasi CPI, data pertumbuhan ekonomi GDP dan data Retail Sales.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori peluang turun-> negatif untuk Euro
  • Secara fundamental, belum banyak berubah, ekonomi zona Euro masih melambat dan ECB berpeluang pangkas suku bunga kembali -> negatif untuk Euro
  • Penurunan juga disebabkan kembali menguatnya dolar karena permintaan safe haven, tapi sudah mulai moderat/sedikit melemah
  • Nasib Euro berikutnya tergantung data NFP AS nanti malam (efek terhadap dolar pengaruhi juga euro)
  • Selama tidak tembus 1.04600, maka cenderung turun secara teknis
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03000
  • Switch to BUY jika tembus 1.04600!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.03300 – 1.03500
Target : 1) 1.02700 2) 1.02100
SL : 1.04100

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03000
Switch to BUY jika tembus 1.04600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish -> secara teori seharusnya negatif untuk GBP
  • Secara teknis, pola penurunan kemungkinan belum selesai-> negatif untuk GBP
  • Tekanan negatif juga dari penguatan dolar karena permintaan safe haven menguat pada dolar, dipicu kekhawatiran pasar tentang kebijakan tarif Trump
  • Nasib Pound berikutnya tergantung data NFP AS nanti malam (efek terhadap dolar pengaruhi juga euro)
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Switch to BUY jika harga tembus 1.24800
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.22200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.23500 – 1.23700
Target : 1) 1.22900 2) 1.22300
SL : 1.24300

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.22200
Switch to BUY jika tembus 1.24800

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • Dolar AS dan US Treasury yield ditutup naik, tapi Yield mulai menunjukkan tanda-tanda overbought-> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup hanging man, secara teori harusnya kenaikan mulai melemah, dan mulai terbuka untuk reversal turun-> negatif untuk USDJPY
  • Ada kekhawatiran tentang potensi intervensi mata uang oleh pihak berwenang Jepang sehingga mata uang cenderung membuat kenaikan terbatas, dan terjebak sideway di zona 156.800 -158.500
  • Data household spending Jepang bulan November menunjukkan kenaikan sehingga mendukung kenaikan suku bunga BOJ -> negatif untuk USDJPY
  • Data NFP AS nanti malam kemungkinan juga berpengaruh untuk USDJPY. Ada potensi pembicaraan tentang "intervensi" mata uang jika NFP kuat dan mendorong penguatan US Treasury Yield dan Dolar -> "wait and see" untuk sell di atas
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.600
  • Switch to BUY jika tembus 159.200 atau jika US Treasury Yield terus naik
Suggest : SELL on Rally
Area : 158.300 – 158.500
Target : 1) 157.700 2) 157.100
SL : 159.100

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.600
Switch to BUY jika tembus 159.200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Seasonal/Musiman -> Januari biasanya positif
    b. PBOC kembali lanjutkan pembelian emas & demand bank sentral masih kuat
    c. Penurunan suku bunga Fed dan bank sentral global masih berlanjut
    d. Kebijakan longgar dan stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    e. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
  • Support terdekat 2633-2635, terjauh 2602-2605, resistance 2686-2692
  • Di H4, MA 200 kini berada di 2645, dan FR 61.8% di 2638 menjadi support
    a. peluang SELL lebih kuat jika tembus FR 61.8% -> switch to SELL jika konfirm
    tembus, tapi kemungkinan potensi target pendek ke 2618-2620 atau 2610-2615
    b. Selama tetap di atas MA 200 2645, maka peluang tetap naik, tapi kenaikan
    kemungkinan masih terbatas di resistance 2670an-> peluang buy masih relatif
    terbatas
  • Proyeksi kenaikan terdekat : 2686-2692 -> waspada jika sudah sentuh area ini!
  • Strong bullish berlanjut jika tembus 2686-2692
  • Di H1, penurunan diharapkan terbatas, peluang retest support trend channel zona 2640-2648 sebelum kembali naik-> incar buy di zona ini lebih lower risk
  • Stronger demand kemungkinan bisa muncul di antara 2602-2605 atau 2610-2614
  • Peluang January effect masih bisa terjadi
  • Fokus NFP dan Unemployment rate jam 20.30 WIB
    a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
    b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan BUY
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, dan kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024
  • Switch to SELL jika tembus 2635, potensi target terdekat 2628, terjauh 2618 (atau jika safe haven kembali melemah)
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2678 (potensi terdekat 2685, terjauh 2700)
Suggest : BUY on Dip
Area : 2642.00 – 2644.00
Target : 1) 2650.00 2) 2656.00
SL : 2636.00 (ideal 3-5 points di bawah 2636.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2678
Switch to SELL jika tembus 2635
CEK KETERANGAN!
channels4 banner
Ayo Belajar Trading

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down