logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar masih terus menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan Fed yang akan mempertahankan suku bunga cukup tinggi untuk waktu yang lebih lama. Dan juga karena sentimen negara lain yang ngaitf menjelang diberlakukannya kenaikan tarif impor oleh AS setelah Donald Trump dilantik pada 21 Januari nanti. Dalam pertemuan moneter FOMC di bulan Desember lalu Fed menurunkan proyeksi pemangkasan suku bunga acuan dari perkiraan sebelumnya sebanyak 4x di tahun ini menjadi hanya 2x. Hal ini menandakan Fed memperkirakan inflasi masih akan terus diatas target dikarenakan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat dan prospek kenaikan tarif impor yang merupakan agenda ekonomi utama pemerintahan AS yang baru. Agenda ekonomi tersebut diperkirakan akan memicu inflasi kembali meningkat sehingga Fed menurunkan proyeksi pemangkasan tersebut. Sementara di negara lain tidak ada tekanan tersebut bahkan cenderung perekonomian akan menurun akibat agenda ekonomi AS sehingga justru bank sentral perlu memangkas suku bunga lebih agresif guna memicu pertumbuhan ekonomi. Dengan pengecualian pemerintah Jepang yang berpeluang untuk menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan inflasi yang terus cenderung meningkat. Perbedaan prospek suku bungan acuan ini masih mendominasi perdagangan mata uang yang menjadi sentimen positif untuk dolar. Selain itu pergolakan politik di Eropa dan geopolitik di Timur Tengah juga menjadi sentimen positif mata uang dolar sebagai aset safe haven. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan juga laporan mingguan klaim pengangguran.

Yen kembali melemah terhadap dolar meskipun dari nota pertemuan moneter bulan lalu, peluang Bank Sentral Jepang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan semakin besar tidak lama lagi. Dan pelaku pasar mulai mengabaikan ancaman dari Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato dengan mengatakan jika pemerintah Jepang siap beraksi jika pergerakan mata uang Yen terlalu cepat dan tidak menggambarkan kondisi fundamental ekonomi di Jepang. Otoritas keuangan Jepang diperkirakan tidak akan melakukan intervensi di saat pasar sedang seperti saat ini dengan resiko yang terlalu besar. Yaitu adanya kemungkinan dikenakannnya kenaikan tarif impor dari AS dan juga struktur kenaikan upah baru yang belum dirilis. Hari ini Jepang masih libur sehingga peluang tersebut semakin kecil.

Euro berlanjut melemah terhadap dolar dikarenakan kondisi ekonomi dan politik di kawasan ini yang masih suram. Ditambah dengan ancaman dari Presiden Trump yang meminta kepada Uni Eropa untuk menyeimbangkan neraca perdagangan diantara kedua belah pihak. Belum lagi ancaman kenaikan tarif impor AS yang akan mengurangi margin laba perusahaan di kawasan ini. Stabilitas politik di Jerman diperkirakan baru akan stabil pada kuartal kedua nanti atau setelah pemilu di bulan Februari mendatang. Sedangan Prancis juga tidak kalah sibuknya dengan posisi oposisi lebih kuat dibandingkan dengan pemerintahan sehingga sejumlah program kerja pemerintah diperkirakan akan mengalami hambatan terutama agenda ekonomi fiskal. Sedangkan dari sisi moneter, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan melanjutkan menurunkan suku bunga acuannya guna memulihkan pertumbuhan ekonomi yang belakangan cenderung menurun. Data ekonomi yang akan dirilis hari ini berupa PMI di sektor manufaktur.

Poundsterling juga melemah terhadap dolar meski dibandingkan dengan mata uang lainnya GBP menjadi yang terbaik terhadap dolar. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang terus mempertahankan suku bunga acuannya menjadi sentimen cukup positif menahan penguatan mata uang dolar. Inflasi di Inggris sendiri relatif masih terus membandel dan membuat BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit memangkas suku bunga acuan di antara negara G10 selain Jepang. Perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik bagi pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Data ekonomi yang akan dirilis hari ini berupa PMI di sektor manufaktur.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800
Switch to BUY jika tembus 1.05400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.25000 2) 1.24400
SL : 1.26400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.26600
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 157.200 – 157.400
Target : 1) 156.600 2) 156.000
SL : 158.000

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.000
Switch to BUY jika tembus 158.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2616.00 – 2618.00
Target : 1) 2610.00 2) 2604.00
SL : 2624 (ideal 3-5 points di atas 2623.00)

Alternatif :

CEK KETERANGAN!

Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2605

Switch to BUY jika tembus 2633

Dolar sedikit pulih terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen di akhir tahun ini. Prospek pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 2025 di bawah agenda ekonomi Trump yang akan menjadi presiden AS untuk kedua kalinya dikhawatirkan akan kembali memicu inflasi kembali naik. Sehingga Federal Reserve dalam pertemuan moneter terakhirnya mengurangi proyeksi penurunan suku bunga acuannya menjadi setengahnya dari 4 kali atau sebanyak 100 bps menjadi hanya 2 kali sebanyak 50 bps di tahun 2025 nanti. Bahkan pelaku pasar meyakini Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 35 bps dan bukan 50 bps guna mengendalikan inflasi tersebut. Sementara di belahan dunia lainnya prospek ekonomi justru memburuk seiring dengan akan dikenakan kenaikan tarif impor oleh pemerintah AS dan kemungkinan kebijakan lain yang berpeluang menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga bank sentral akan terus menurunkan suku bunga acuan guna mendongkrak perekonomian. Perbedaan prospek kebijakan moneter tersebut menjadi penggerak pasar di tahun 2025 nanti yang secara jelas menjadi daya tarik mata uang dolar. Data ekonomi jelang tutup tahun cukup mixed dengan data indeks manufaktur PMI negara bagian Chicago yang turun tajam dari 40.2 menjadi 36.9 yang lebih buruk dari perkiraan naik 42.7. Sektor manufaktur masih belum pulih sejak pandemi berakhir. Sementara data sektor perumahan positif dengan angka penjualan rumah yang tertunda mengalami kenaikan 2.2% yang jauh melampaui perkiraan turun 0.9% meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 2.0% menjadi hanya 1.8%. Hari ini merupakan hari terakhir di tahun ini dan diperkirakan volume perdagangan semakin menuurun dengan hanya ada data indeks harga perumahan.

Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan spekulasi akan dilakukannya langkah intervensi oleh pemerintah Jepang. Pada akhir pekan lalu Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato menyampaikan pandangannya terhadap mata uang Yen yang kembali cenderung melemah dengan mengatakan jika pemerintah Jepang siap beraksi jika pergerakan mata uang Yen terlalu cepat dan tidak menggambarkan kondisi fundamental ekonomi di Jepang. Pernyataan ini diduga ada kemungkinan pemerintah Jepang akan melakukan intervensi di saat pasar sepi seperti di akhir tahun saat ini. Selain itu juga semakin santernya isu seputar prospek Bank Sental Jepang (BOJ) yang akan segera menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini tercermin dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ menghendaki kenaikan suku bunga acuan secepatnya guna mengantisipasi angka inflasi yang cenderung naik.

Euro masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan sentimen negatif seputar kondisi politik, ekonomi dan ancaman perdagangan dengan AS mendatang. Kondisi ekonomi yang terus menurun membuat Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan terus menurunkan suku bunga acuan guna memicu pertumbuhan ekonomi agar menjadi lebih baik. Setelah memangkas suku bunga acuan sebanyak 4 kali di tahun ini, ECB diperkirakan masih akan memangkas serupa di tahun depan. Cukup jauhnya perbedaan proyeksi pemangkasan dibandingkan dengan Fed membuat sentimen negatif terhadap aset-aset Euro. Sementara kondis politik di Jerman masih akan terus mewarnai pergerakan mata uang Euro setidaknya hingga pemilu dini di bulan Februari mendatang. Sedangkan di Prancis pengangkatan Perdana Mentari yang baru masih belum menjamin stabilitas politik seiring dengan posisi oposisi yang sangat kritis di bawah pimpinan Marine Le Pen yang menjadi rival utama Presiden Macron dalam pemilu Prancis lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling sedikit melemah terhadap dolar seiring dengan performa ekonomi yang lumayan baik dan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang terus mempertahankan suku bunga acuannya. Inflasi di Inggris yang terus membandel membuat BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit memangkas suku bunga acuan di antara negara G10 selain Jepang. Sehingga membuat Goldman Sachs mengecualikan Inggris dari bank sentral yang terus bergerak menyesuaikan dengan inflasi. Hal ini dikarenakan inflasi yang relatif stabil dan kecenderungan naik terutama di sektor jasa yang terus diawasi oleh BOE. Dan perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik bagi pelaku pasar menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Meski demikian Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali, terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungkinan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini tidak ada data ekonomi.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Dolar bergerak cukup mixed terhadap mata uang lainnya seiring dengan volume perdagangan cukup tipis karena berkurangnya pelaku pasar yang bertransaksi di antara libur Natal dan Tahun Baru yang akan datang. Dolar masih dibayangi oleh optimisme ekonomi di AS yang diharapkan dari agenda ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan juga kembali memicu inflasi kembali naik. Meski demikian, kebijakan ekonomi yang lebih longgar dan pengurangan pajak akan memicu pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Sementara berkurangnya ketersediaan tenaga kerja karena aturan imigrasi yang ketat akan meningkatkan upah dan juga kenaikan tarif impor diperkirakan akan mendorong inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter pekan lalu mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga acuan dari 4x menjadi hanya 2x di tahun 2025 mendatang dan tidak tertutup kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama lagi jika inflasi benar-benar naik jauh dari target Fed. Sementara di negara lain bank sentral tidak ada tekanan tersebut sehingga kemungkinan besar akan tetap menjalankan pelonggaran moneter guna memicu pertumbuhan ekonomi di negaranya. Terlihat dari prakiraan yang diberikan oleh pelaku pasar yang menunjukkan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 38 bps atau tidak sebanyak 50 bps seperti yang diproyeksikan Fed tersebut diatas. Perbedaan suku bunga acuan akan semakin kembali melebar yang menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Data Klaim pengangguran yang dirilis semalam menunjukkan terjadinya penurunan dari 220K menjadi 219K yang lebih baik dari perkiraan meningkat 223K. Data ini menunjukkan sektor tenaga kerja yang masih cukup kuat meski mulai ada kecenderungam melambat. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.

Yen melemah terhadap dolar hingga sempat menyentuh level tertinggi pada 17 Juli lalu 158.09. Dengan Fed yang mengurangi pemangkasan pada tahun 2025 nanti dan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang belum tentu akan segera menaikkan suku bunga acuan maka perbedaan suku bunga acuan ini akan menjadi daya tarik untuk pelaku carry trade. Pelemahan mata uang yen ini tidak terkecuali mendapat perhatian dari Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato yang mengatakan pemerintah Jepang tidak menyukai melemahnya Yen yang terlalu cepat di pasar uang yang tidak mencerminkan fundamental ekonomi. Hal ini menjadi indikasi otoritas keuangan siap bertindak untuk melakukan intervensi. Komentar yang sama juga disampaikan beberapa pekan lalu namun sejauh ini langkah tersebut dinilai terlalu riskan menjelang agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump yang akan datang. Data ekonomi yang dirilis hari ini berupa data inflasi Tokyo yang meski naik dari 2.2% menjadi 2.4% namun tidak lebih tinggi dari perkiraan 2.5%. Sementara tingkat penggangguran masih sama 2.5% seperti periode sebelumnya dan data Retail Sales meningkat tajam menjadi 2.8% dan lebh baik dari perkiraan naik 1.5% sementara data periode sebelumnya direvisi menurun dari 1.6% menjadi 1.3%. Data yang cukup mixed ini masih membutuhkan konfirmasi pada data ekonomi yang akan datang.

Euro bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level terendah sejak 22 november yang lalu. Meskipun sebagian besar wilayah di Uni Eropa masih libur merayakan Natal. Penguatan ini semata dikarenakan pengalihan aset ke mata uang Euro menjelang tutup buku akhir tahun. Tidak ada data ekonomi yang mendukung penguatan tersebut. Hari ini juga tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling cenderung melemah terhadap dolar meski sempat juga menguat diawal perdagangan. Penguatan ini didukung oleh langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang masih mempertahankan suku bunga acuan sehingga perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Namun rencana anggaran pemerintah Inggris berupa kenaikan pajak dan juga peningkatan anggaran dan utang dikhawatirkan akan memperlambat laju ekonomi, sehingga akan menyeret ekonomi Inggris kembali menuju resesi. Hal ini membuat Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungikan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini BOE akan merilis laporan kuartalan yang berisi perekembangan ekonomi untuk kuartal 3 lalu.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03600
Switch to BUY jika tembus 1.05300

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.25000 2) 1.24400
SL : 1.26400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24800
Switch to BUY jika tembus 1.27000
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 157.900 – 158.100
Target : 1) 157.300 2) 156.700
SL : 158.700

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.400
Switch to BUY jika tembus 159.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2621.00 – 2623.00
Target : 1) 2629.00 2) 2635.00
SL : 2615 (ideal 3-5 points di bawah 2615.00)

Alternatif :

CEK KETERANGAN!

Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2640

Switch to SELL jika tembus 2610

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03600
Switch to BUY jika tembus 1.05300

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.25000 2) 1.24400
SL : 1.26400

Alternatif :

Ada potensi membentuk Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24800

Switch to BUY jika tembus 1.27000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 157.400 – 157.600
Target : 1) 156.800 2) 156.200
SL : 158.400

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.700
Switch to BUY jika tembus 159.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2614.00 – 2616.00
Target : 1) 2622.00 2) 2628.00
SL : 2608 (ideal 3-5 points di bawah 2606.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2634
Switch to SELL jika tembus 2600
CEK KETERANGAN!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down