logo agrodana futures official
Buka Akun
10

11

12

13

14

15

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03600
Switch to BUY jika tembus 1.05300

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25400 – 1.25600
Target : 1) 1.24800 2) 1.24200
SL : 1.26200

Alternatif :

Ada potensi membentuk Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24800

Switch to BUY jika tembus 1.26500

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 158.000 – 158.200
Target : 1) 157.400 2) 156.800
SL : 158.800

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.700
Switch to BUY jika tembus 159.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2610.00 – 2612.00
Target : 1) 2618.00 2) 2624.00
SL : 2604 (ideal 3-5 points di bawah 2600.00)

Alternatif :
CEK KETERANGAN!
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2634
Switch to SELL jika tembus 2589

Dolar mengalami rebound terhadap semua mata uang di tengah minimnya volume perdagangan menjelang libur Natal dan adanya keraguan akan langkah Fed mendatang setelah data inflasi di AS yang menurun. Selain itu pasar juga tidak lagi khawatir akan tutupnya sebagian pemerintahan AS setelah tercapainya kesepakatan tambahan anggaran oleh Kongres pada hari Sabtu lalu. Sementara itu data ekonomi menunjukkan Durable Goods Order mengalami penurunan -1.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun -0.3% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.2% menjadi 0.3%. Sedangkan data Core yang tidak menyertakan sektor transportasi juga menurun -0.1% yang lebih rendah dari perkiraan naik 0.3% meski data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.1% menjadi 0.2%. Data Kepercayaan Konsumen juga mengalami penurunan ke 104.7 yang lebih rendah dari perkiraan naik ke 112.9 dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 111.7 menjadi 112.8. Kepercayaan konsumen menurun setelah berakhirnya pemilu lalu yang menjanjikan perubahan berakhir dan menantikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dari perubahan yang akan datang. Pekan lalu Fed menurunkan proyeksi pengurangan suku bunga acuan dari sebelumnya 4x menjadi hanya 2x untuk tahun 2025 mendatang. Perubahan tersebut ditengarai disebabkan oleh data inflasi CPI yang cenderung naik lagi namun data PCE yang dirilis Jumat lalu menunjukkan indikasi inflasi justru menurun. Hal ini membuat sedikit keraguan diantara pelaku pasar akan proyeksi Fed tersebut. Bagaimanapun inflasi masih diatas target Fed 2% dan masih ada waktu cukup banyak yang memungkinkan bagi Fed untuk mengubah kembali proyeksi tersebut disesuaikan dengan data inflasi terbaru yang akan datang. Menurut CME's FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 33 bps lebih rendah dari perkiraan 2x sebanyak 25 bps dan peluang pertama akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Mei hanya sebanyak 50%. Terlebih dengan agenda ekonomi dari Presiden Trump yang baru akan dilantik pada Januari mendatang. Sehari lagi pasar keuangan akan tutup merayakan hari Natal dan sebagian pelaku sudah meninggalkan pasar untuk mempersiapkannya sehingga diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas pekan ini. Data ekonomi juga tidak ada yang krusial.

Yen juga ikut terkoreksi selain karena penguatan mata uang dolar namun juga masih dengan menipisnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga menurunkan ekspektasi akan menaikkan suku bunga acuan di bulan Januari mendatang. Kombinasi faktor ini membuat mata uang Yen menjadi kurang menarik. Satu-satunya peluang adalah kemungkinan otoritas keuangan Jepang melakukan intervensi jika Yen terus melemah mendekati level tertentu. Namun itu juga kemungkinannya sangat kecil dilakukan di akhir tahun seperti ini karena masih banyak ketidakpastian di tahun depan yang hanya sebentar lagi.

Euro juga terkoreksi terhadap dolar selain karena kondisi ekonomi yang kurang baik ditambah dengan ancaman dari Presiden Trump yang menilai neraca perdagangan dengan Uni Eropa tidak seimbang. Sementara itu Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam interview mengatakan target inflasi jarak menengah di Uni Eropa sudah hampir tercapai. Ini diartikan bahwa suku bunga acuan dapat terus ditekan guna kembali memicu pertumbuhan ekonomi yang belum pulih saat ini. Hari ini sebagian besar negara di wilayah Uni Eropa sudah libur merayakan hari Natal sehingga selama 3 hari  ke depan diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas.

Poundsterling juga melemah karena penguatan mata uang dolar ditambah dengan data fundamental ekonomi yang menurun di Inggris. Data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal 3 tahun ini dirilis 0%, lebih rendah dari perkiraan 0.1% dan data periode sebelumnya direvisi menurun tajam dari 0.5% menjadi hanya 0.1%. Data lain berupa investasi bisnis meningkat 1.9% yang lebih baik dari perkiraan naik hanya 1.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 1.4% menjadi hanya 1.2%. Dari data yang sama diketahui tingkat kepercayaan bisnis turun hingga level terendah di tahun ini. Pekan lalu Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya. Namun jumlah voter yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang sehingga diperkirakan pada pertemuan selanjutnya peluang BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin besar. Hari ini Inggris masih buka normal seperti biasa dan tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04400 – 1.04600
Target : 1) 1.03800 2) 1.03200
SL : 1.05200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03200
Switch to BUY jika tembus 1.05300

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.25000 – 1.25200
Target : 1) 1.25800 2) 1.26400
SL : 1.24400

Alternatif :

Ada potensi membentuk Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26800

Switch to BUY jika tembus 1.24400

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 156.800 – 157.000
Target : 1) 156.200 2) 155.600
SL : 157.600

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.000
Switch to BUY jika tembus 157.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2606.00 – 2608.00
Target : 1) 2612.00 2) 2618.00
SL : 2600 (ideal 3-5 points di bawah 2600.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2632
Switch to SELL jika tembus 2589
CEK KETERANGAN!

Dolar berlanjut terkoreksi terhadap mata uang lain setelah menyentuh level tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Pekan lalu Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan namun mengurangi peluang untuk melanjutkan pemangkasan berikutnya dari 4 kali menjadi hanya 2 kali melalui proyeksi dot plot-nya. Langkah ini diambil mengingat tekanan inflasi yang belakangan ini kembali cenderung meningkat. Sementara data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis pada hari Jumat lalu menunjukkan tekanan inflasi mengalami penurunan menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Sedangkan data Core PCE justru menurun dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya PCE mengalami kenaikan dari 2.3% menjadi 2.4% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2.5% serta data Core PCE relatif stagnan sama seperti periode sebelumnya 2.8% yang juga lebih rendah dari perkiraan sedikit naik 2.9%. Data-data ini berlawanan dengan proyeksi Fed yang membuat pasar merujuk pada agenda ekonomi Presiden Trump nanti yang beresiko berdampak pada kenaikan inflasi. Turunnya mata uang dolar sebenarnya normal mengingat beberapa waktu sebelum FOMC sudah menguat cukup lama sehingga lonjakan paska FOMC digunakan sebagai momen untuk profit taking. Selain itu juga dipicu oleh kemungkinan pemerintah AS menutup sebagian kegiatannya jika Kongres AS tidak meloloskan penambahan anggaran hingga hari Jumat ini. Sebelumnya penambahan anggaran tertolak di DPR AS hari Kamis pekan lalu. Pekan ini pasar akan terbatas dengan tutupnya sebagian besar pusat keuangan dunia karena merayakan Natal dan Tahun Baru di pekan depan. Yang artinya peluang dolar untuk rebound juga akan tertahan sehingga pelemahan dolar masih lebih dominan. Pekan ini sebelum libur di hari Rabu akan dirilis data Chicago PMI dan Kepercayaan Konsumen malam ini serta data Durable Goods Order esok hari.

Yen bergerak menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar setelah pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu yang mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Spekulasi sebelumnya perkiraan langkah BOJ adalah menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan laju inflasi yang terus naik. Namun kondisi ekonomi global yang masih beresiko tinggi serta akan adanya kemungkinan perubahan struktur upah di Jepang membuat BOJ menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan kemarin. Komentar dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga sedikit mengecewakan pasar. Alih-alih memberikan petunjuk untuk langkah yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya, Ueda mengatakan BOJ perlu lebih banyak lagi waktu dan data ekonomi untuk mengambil keputusan berikutnya dan juga antispasi dari implikasi agenda pemerintahan AS yang baru. Sehingga tidak ada kepastian akan langkah BOJ berikutnya dalam pertemuan moneter di bulan Januari nanti.

Euro juga menguat terhadap dolar dan juga terangkat oleh penguatan terhadap mata uang GBP yang gagal memanfaatkan momentum pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) pekan lalu yang menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu sejumlah negara tetangga terdekat Uni Eropa juga mengumumkan hasil pertemuan moneter yang bervariasi. Bank Sentral Swedia (Riksbank) mempertahankan suku bunga acuan untuk saat ini. Sementara Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps kemarin menyusul langkah Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu. Data ekonomi juga cukup positif dengan Kepercayaan Konsumen di Jerman dari GfK meningkat dari -23.1 menjadi -21.3 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik -22.5. Sedangkan Bisnis Sentimen di Prancis masih stagnan 97 sama seperti periode sebelumnya yang lebih dari perkiraan menurun 96. Ini merupakan data bulan lalu dimana kisruh politik di Prancis belum memuncak sehingga kondisi ekonomi masih kondusif.

Poundsterling relatif tertahan meski dolar cenderung melemah hari Jumat lalu dan juga tekanan dari mata uang Euro. Pekan lalu, Bank Sentral Inggris (BOE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Hasil voting anggota MPC menunjukkan adanya 3 orang pejabat BOE yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan dari 9 anggota seluruhnya yang cukup mengejutkan karena sebelumnya diperkirakan hanya ada 1 orang yang melakukannya. Dengan demikian ekspektasi akan langkah BOE pada pertemuan moneter berikutnya akan memangkas suku bunga acuan menjadi lebih besar peluangnya. Hal ini juga didukung oleh komentar dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang mengatakan ekspektasi pasar tersebut cukup beralasan untuk dilaksanakan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Februari mendatang, namun BOE tidak serta merta memastikan lebih rinci perihal kebijakan moneter sepanjang tahun 2025 mendatang.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya setelah Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps dari 4.50% menjadi 4.25% sesuai perkiraan. Fed juga memberikan sinyal akan memperlambat laju pemangkasan suku bunga acuan untuk tahun 2025 nanti. Dalam dot plotnya Fed menurunkan proyeksi suku bunga acuannya dari sebelumnya 4 kali menjadi hanya 2 kali sepanjang tahun mendatang. Proyeksi ekonomi Fed juga masih optimis dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi GDP dinaikkan dari 2.0% di bulan September lalu menjadi 2.1%. Dan proyeksi tingkat pengangguran diturunkan dari 4.4% menjadi hanya 4.3%. Sedangkan perkiraan inflasi (PCE) juga dinaikkan dari 2.1% menjadi 2.5% dengan Core Inflasi juga dinaikkan dari 2.2% menjadi 2.5%. Dengan perkiraan inflasi kembali meningkat tersebut maka Fed memilih untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter cukup ketat setidaknya untuk pertemuan berikutnya di bulan Januari mendatang. Dan akan mengurangi jumlah pemangkasan di tahun 2025 mendatang dengan memilih waktu yang lebih tepat dan sesuai dengan data ekonomi yang akan dirilis di kemudian hari. Ketua Fed – Jerome Powell dalam konferensi pers mengatakan saat ini resiko ekonomi dalam kondisi yang seimbang dan hanya perlu memperhatikan inflasi. Dengan kondisi ekonomi masih kuat, inflasi mendekati target 2% dan kebijakan moneter yang sudah sesuai untuk menghadapi resiko yang ada. Berikutnya Fed akan lebih perlahan, lebih berhati-hati dan lebih cermat lagi, terlebih terhadap tarif impor dan agenda ekonomi lainnya dari presiden Trump yang akan datang. Hari ini akan dirilis indikator pertumbuhan ekonomi GDP di AS dengen perkiraan mengalami penurunan pada periode ini. Namun dengan proyeksi GDP dari Fed yang naik di tahun depan, kemungkinan data nanti malam akan diabaikan oleh pasar.

Yen masih cenderung melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar menjelang hasil pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) siang ini. Hasil pertemuan hari ini dari BOJ diperkirakan akan diumumkan antara pukul 10:00 WIB hingga 11:30 WIB. Besar kemungkinan BOJ akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya meski tidak menutup kemungkinan juga akan menaikkan suku bunga acuannya. Meskipun sepertinya bukan saat yang tepat setelah Fed memangkas suku bunga acuannya semalam. Keputusan yang cukup sulit di tengah pertumbuhan ekonomi global yang menurun dan juga resiko dari agenda dagang pemerintah AS yang baru nanti. Hal ini juga bergantung dengan pandangan dari pejabat BOJ terhadap kondisi ekonomi di Jepang saat ini yang cukup kuat menahan tekanan inflasi yang cenderung naik dan juga permintaan domestik yang terus meningkat. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dijadwalkan akan memberikan konferensi pers pada 13:30 WIB. BOJ juga akan merilis studi instrumen kebijakan moneter yang sudah diterapkan sejak 25 tahun terakhir dengan suku bunga negatif sebelumnya yang secara simbolis menandai akan berakhirnya stimulus ekonomi yang masif.

Euro melemah tajam seiring dengan dolar yang menguat paska pertemuan moneter FOMC. Sementara kondisi politik di 2 negara utama Uni Eropa masih menjadi fundamental yang tidak stabil di kawasan ini. Ketua Ahli ekonomi Bank Sentral Eropa (ECB) - Philip Lane semalam menapik kekhawatiran tersebut dengan mengatakan defisit anggaran yang membengkak sudah dapat diatasi dan ini merupakan hal yang normal. Lane menujukan komentar ini terhadap kondisi di Prancis yang baru saja mendapat Perdana Menteri baru - Francois Bayrou. Bayrou setelah dilantik mengatakan sedang menghadapi tantangan sebesar Himalaya untuk mengatasi defisit anggaran. Dan hal ini tidak hanya kewajiban secara finansial, namun juga sebagian sebagai kewajiban moral. Sedangkan pembahasan politik secara umum, Gubernur Bank Sentral Belgia - Pierre Wunsch mengatakan tidak akan lebih mempersulit apa yang terjadi perihal politik yang sedang panas saat ini. Namun juga jangan berharap dapat penyelesaian instan seperti kejatuhan duit dari langit. Hari ini akan dirilis data Setimen Konsumen dari GfK.

Poundsterling bahkan sudah melemah terhadap sebelum keputusan dari Fed. Bank Sentral Inggris (BOE) juga dijadwalkan akan mengumumkan hasil pertemuan moneter hari ini menyusul BOJ. Dengan perkiraan yang sama yaitu akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada saat ini. Seiring dengan inflasi yang kembali naik 2.6% dan Core inflasi naik 3.5%, bahkan inflasi dari sektor jasa saja melambung hingga 5.0%. Sehingga BOE belum bisa menyatakan sudah menang melawan inflasi. Meski demikian ekspektasi akan langkah pemangkasan akan dilanjutkan pada tahun depan.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down