Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04300 – 1.04500
Target : 1) 1.03700 2) 1.03100
SL : 1.05100
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03000
Switch to BUY jika tembus 1.05500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26000 – 1.26200
Target : 1) 1.25400 2) 1.24800
SL : 1.26800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25400
Switch to BUY jika tembus 1.27000
Suggest : BUY on Dip
Area : 153.700 – 153.900
Target : 1) 154.500 2) 155.100
SL : 153.100
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.000
Switch to SELL jika tembus 152.800
Tergantung BOJ! (Cek KETERANGAN)
Suggest : SELL on Rally
Area : 2621.00 – 2623.00
Target : 1) 2615.00 2) 2609.00
SL : 2629 (ideal 3-5 points di atas 2628.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2600
Switch to BUY jika tembus 2635
CEK KETERANGAN!
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya menjelang berakhirnya pertemuan moneter FOMC dan juga data fundamental yang menunjukkan ekonomi di AS masih solid. Data Retail Sales yang dirilis semalam mengalami kenaikan 0.7% yang melampaui perkiraan hanya naik 0.6% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.5%. Meskipun data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif masih stabil 0.2% sama seperti periode sebelumnya, namun meleset dari perkiraan naik 0.4% Data ini semakin memperkuat ekspektasi akan terjadinya soft landing sehingga Fed dapat kembali menurunkan suku bunga acuannya. Fed akan mengakhiri pertemuan moneter FOMC malam ini dan hasilnya akan diumumkan lewat tengah malam nanti tepatnya pukul 02.00 dini hari nanti. Hampir dapat dipastikan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Dan yang paling ditunggu adalah proyeksi ekonomi terutama prakiraan inflasi dan dot plot suku bunga yang akan datang. Selain itu juga ditunggu konferensi pers dari Ketua Fed - Jerome Powell, 30 menit setelah hasil pertemuan moneter diumumkan. Setelah memangkas suku bunga malam ini, diperkirakan Fed akan menahan diri setidaknya hingga paruh pertama atau paling cepat setelah kuartal pertama tahun 2025 berakhir. Sembari menunggu data inflasi yang sesuai yang diharapkan berikutnya serta menantikan dampak dari agenda ekonomi presiden Trump yang akan datang. Selain Fed, pekan ini ada Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Bank Sentral Inggris (BOE) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya. Serta Bank Sentral Swedia (Riksbank) dan Bank Sentral Norwegia (NorgesBank) yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan dalam pertemuan moneter mereka pekan ini.
Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) menunda kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter esok hari. BOJ baru akan mengambil langkah untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Januari mendatang. Menunggu hingga tahun depan merupakan kebijakan yang lebih rasional sembari menunggu kemungkinan adanya perubahan struktur upah domestik, namun juga melihat seberapa besar dampak dari agenda ekonomi pemerintah AS yang baru. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis
Euro kembali melemah terhadap dolar seiring dengan resiko terjadinya kredit macet setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengharuskan 13 bank di kawasan ini untuk menambah modalnya. Kewajiban ini dikeluarkan untuk menjamin bahwa bank-bank tersebut dapat menutup hutang yang beresiko cukup tinggi. Jumlah ini hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya dan dikenakan kenaikan modal yang bervariasi antara 10 hingga 40 bps. Selain itu kondisi politik yang kurang sehat di 2 negara utama Uni Eropa yaitu Jerman dan Prancis masih menjadi sentimen negatif untuk aset-aset berdenominasi mata uang Euro. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis
Poundsterling sedikit terangkat terhadap dolar seiring dengan data di sektor tenaga kerja dengan pertumbuhan upah yang meningkat dalam triwulan hingga Oktober lalu. Indeks upah rata-rata dalam 3 bulan tersebut naik 5.2% yang melampaui perkiraan naik 4.6% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 4.3% menjadi 4.4% Ini merupakan kenaikan terbanyak dalam 4 kuartal terakhir. Sementara tingkat pengangguran relatif masih stabil di angka 4.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Dengan data-data ini semakin memperkuat peluang BOE untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan tidak perlu tergesa-gesa memangkas suku bunga acuannya lagi. Pertemuan moneter MPC - BOE dijadwalkan esok hari setelah BOJ. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI, PPI, RPI dan HPI.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05300 – 1.05500
Target : 1) 1.04700 2) 1.04100
SL : 1.06100
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04600
Switch to BUY jika tembus 1.06200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26900 – 1.27100
Target : 1) 1.26300 2) 1.25700
SL : 1.27700
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26000
Switch to BUY jika tembus 1.27800
Suggest : BUY on Dip
Area : 153.700 – 153.900
Target : 1) 154.500 2) 155.100
SL : 153.100
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 154.500
Switch to SELL jika tembus 152.800
Suggest : SELL on Rally
Area : 2663.00 – 2665.00
Target : 1) 2657.00 2) 2651.00
SL : 2671 (ideal 3-5 points di atas 2670.00)
Alternatif :
CEK KETERANGAN!
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2640
Switch to BUY jika tembus 2675
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya hingga mendekati level tertinggi dalam 3 pekan terakhir seiring dengan data PMI di sektor jasa yang memperkuat peluang Fed memangkas suku bunga acuan pekan ini. Data PMI Flash di sektor manufaktur masih cenderung menurun ke 48.3 yang lebih rendah dari perkiraan turun 49.4 dari periode sebelumnya yang direvisi membaik 49.7. Sedangkan di sektor jasa terus cenderung meningkat menjadi 58.5 yang melampaui perkiraan hanya naik 55.7, meski data periode sebelumnya direvisi menurun menjadi 56.1. Sehingga secara komposit PMI, keduanya menjadi 56.6 dari periode sebelumnya 54.9. Ini merupakan level tertinggi dalam 2.5 tahun terakhir lebih didorong oleh sektor jasa yang juga merupakan level tertinggi dalam lebih dari 3 tahun terakhir. Sedangkan sektor manufaktur masih menjadi beban ekonomi karena terus menerus menurun termasuk indeks manufaktur negara bagian New York yang turun drastis dari 31.2 menjadi 0.2 yang jauh lebih rendah dari perkiraan turun banyak ke 6.4. Hampir dapat dipastikan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter FOMC yang akan dimulai malam ini dan hasilnya baru akan dirilis esok hari atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Dengan perkiraan mencapai 97% peluang tersebut menurut CME's FedWatch tool. Yang akan dicermati oleh pasar adalah proyeksi suku bunga acuan ke depan atau Dot Plot yang akan dirilis bersamaan dengan pengumuman hasil pertemuan tersebut nanti. Masih ada data Retail Sales dan Durable Goods Order yang akan dirilis malam ini. Bitcoin kembali naik melampaui level $100K hingga mendekati level $107K seiring dengan rencana Trump untuk membuat cadangan bitcoin nasional seperti hanya cadangan minyak mentah yang disambut baik oleh pelaku industri crypto.
Yen masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk mempertahankan suku bunga acuannya. BOJ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis nanti. Sejumlah analis ekonomi yang disampaikan oleh media semakin mempertegas peluang BOJ untuk tidak menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kali ini dengan pertimbangan menunggu agenda ekonomi pemerintah AS yang baru serta kemungkinan perubahan tingkat upah domestik di Jepang yang akan dirilis pada Januari nanti. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hari ini.
Euro relatif tertahan terhadap dolar dibayangi oleh politik di Jerman dan penurunan peringkat hutang negara Prancis oleh Moody’s. Kanselir Jerman – Olaf Schultz terancam dilengserkan seiring dengan mosi tidak percaya parlemen Jerman yang memicu pemilu dini yang dijadwalkan pada 23 Febeuari nanti. Sementara peringkat Prancis diturunkan beberapa saat setelah Presiden Macron memilih François Bayrou menggantikan Michel Barnier yang dipecat menyusul rencana pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak yang diusulkannya guna mengatasi defisit anggaran yang membengkak di Prancis. Data PMI di kawasan ini menunjukkan sektor jasa mulai masuk zona ekspansif dengan naik melampaui ambang batas 50 menjadi 51.4 lebih tinggi dari perkiraan stagnan 49.5 sama seperti periode sebelumnya. Sedangkan sektor manufaktur masih tertahan 45.2 sama seperti periode sebelumnya dan meleset dari perkiraan sedikit naik 45.3. Sebelum data dirilis, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde dalam pidato di Lithuania menyampaikan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan jika inflasi semakin mendekati target 2%. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling menguat terhadap dolar seiring dengan data aktifitas bisnis yang menunjukkan tekanan inflasi kembali meningkat. Bulan ini terjadi PHK dalam jumlah terbanyak dalam hampir 4 tahun terakhir, harga-harga berpotensi kembali naik seiring dengan kenaikan bahan baku dan juga upah yang semakin tinggi serta sentimen konsumen yang semakin pesimis, membuat prospek ekonomi di Inggris meredup. Sebelumnya data PMI di sektor manufaktur masih terus menurun di bawah ambang 50 sementara di sektor jasa semakin meningkat menguat di atas ambang batas 50. Sedangkan secara komposit PMI, hanya naik 50.5 sedikit di atas ambang batas dan di bawah perkiraan 50.7. Dengan potensi inflasi yang beresiko naik akan menahan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. BOE dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di hari Kamis setelah BOJ. Hari ini tidak ada data ekonomi.
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05300 – 1.05500
Target : 1) 1.04700 2) 1.04100
SL : 1.06100
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04600
Switch to BUY jika tembus 1.06200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26500 – 1.26700
Target : 1) 1.25900 2) 1.25300
SL : 1.27300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26000
Switch to BUY jika tembus 1.27200
Suggest : BUY on Dip
Area : 152.700 – 152.900
Target : 1) 153.500 2) 154.100
SL : 152.100
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.800
Switch to SELL jika tembus 152.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 2663.00 – 2665.00
Target : 1) 2657.00 2) 2651.00
SL : 2671 (ideal 3-5 points di atas 2670.00)
Alternatif :
CEK KETERANGAN!
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2640
Switch to BUY jika tembus 2675
Dolar lanjutkan penguatan seiring kenaikan imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun. Data PPI yang lebih baik dari ekspektasi membuat dolar menguat. Hal ini juga didukung oleh teknikal di mana daily chart DXY diperkirakan masih akan berlanjut untuk kenaikan wave 5 dari Elliott wave. Sebaliknya imbal hasil Treasury diperkirakan rebound untuk potensi koreksi lanjutan dari wave ABC.
PPI yang lebih tinggi dan Lelang 30 tahun yang lemah mendukung kenaikan dolar. Meski demikian, sebelumnya sempat terjadi rintangan dari data klaim pengangguran di mana data klaim pengangguran justru melonjak hingga 242K dari 225K sebelumnya. Namun investor cenderung merespon terhadap inflasi PPI daripada klaim pengangguran.
Yield AS juga bergerak naik setelah pernyataan Trump di NYSE. Trump berbicara tentang pemangkasan pajak yang lebih besar untuk Perusahaan.
Bank Sentral dan Konferensi China
Setelah BOC sebelumnya pangkas 50 bps, SNB menyusul dengan pemangkasan mengejutkan 50 bps. Sementara ECB sesuai ekspektasi memangkas 25 bps. Peluang pemangkasan berikutnya dari ECB juga sesuai ekspektasi pasar sehingga hal tersebut menunjukkan kebijakan bank sentral global yang secara keseluruhan masih cenderung dalam pelonggaran moneter.
Sementara berita utama dari Konferensi Tahunan Pemimpin Tinggi China sesuai pembicaraan yang disampaikan baru-baru ini dari Politbiro, bahwa pembuat kebijakan sepakat akan bergeser pada kebijakan moneter yang lebih longgar dan dikoordinasikan dengan kebijakan fiskal yang longgar, terutama untuk mendukung konsumsi.
Presiden Xi Jinping mengatakan pemerintah akan menaikkan target defisit fiskal tahun depan, dan menegaskan mendorong permintaan domestik menjadi prioritas utama. Hal ini seharusnya menjadi sinyal positif bagi ekuitas China dan tentunya komoditi, terutama jika stimulus tersebut terwujud tahun depan sehingga aktivitas ekonomi China pulih, dan permintaan emas dari bank sentral akan tetap tinggi.

Tidak ada data ekonomi AS yang signifikan malam nanti sehingga pasar diperkirakan akan relatif sensitif terhadap pergerakan dolar dan imbal hasil Treasury, juga isu seputar China dan ketidakpastian geopolitik di akhir pekan.
Meski demikian, geopolitik kemungkinan bisa diabaikan selama tidak terjadi eskalasi apapun. Investor cenderung membatasi aktivitasnya dan mulai fokus pada pengumuman kebijakan suku bunga FOMC minggu depan. Profit taking kemungkinan mendominasi di akhir pekan, tapi fundamental yang cenderung positif kemungkinan membatasi penurunan emas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam yang panjang, bahkan hampir menutup kenaikan sehari sebelumnya. Secara teori jika membandingkan real body kedua candle terakhir, bisa saja disebut bearish engulfing. Tapi mengingat area low yang sama 2675, maka bearish engulfing tersebut kemungkinan tidak terlalu kuat sehingga dampak penurunan diperkirakan relatif terbatas.
High sentuh 2726, sedikit di atas high 25 Nov 2024 di 2721. Ini berarti akan menjadi area resistance psikologis untuk kenaikan berikutnya. Artinya, selama kenaikan belum berhasil tembus 2721-2726, maka berpeluang kembali turun. Sebaliknya, support 2675 sejauh ini juga efektif, sehingga selama penurunan belum tembus 2675, maka peluang penurunan juga relatif terbatas.

Di H4, sesuai ulasan sebelumnya, kenaikan mengalami rintangan serius saat mencoba untuk pertahankan momentum bullish. Meski sempat sentuh 2726, tapi harga ditutup di bawah 2721 sehingga kenaikan 2726 dianggap false breakout. Sebaliknya, penurunan juga terhambat di 2675-2677, sedikit di atas zona orange yang ditandai, sesuai ulasan sebelumnya.
Jika mengikuti rectangle yang sudah ditembus resistance nya (saat itu 2675), maka penurunan ke 2675 dianggap pullback, dan uptrend secara teori seharusnya masih cukup dominan. Ini berarti kenaikan bisa diharapkan, seperti yang sedang terjadi di sesi Asia pagi ini, rebound hingga 2692.
Sebaliknya, jika melihat tekanan yang terjadi, terutama penutupan bearish candle di grafik daily, maka penurunan bisa terjadi dan berpeluang beberapa kali menguji 2675. Dan jika area ini tetap kuat, maka double bottom bisa terbentuk. Tapi jika rapuh, maka pengujian berikutnya berpeluang tembus, dan penurunan berpotensi lanjut ke 2666 (MA 200 H4) atau 2650.85 (FR 38.2% H4).
Buy tetap bisa dilakukan selama 2675 tidak ditembus, dengan catatan stop loss dipasang beberapa poin di bawah 2675. Atau relatif aman jika dipasang di bawah MA 200 H3 (di bawah 2666). Sebaliknya SELL juga bisa dilakukan selama 2721 tidak ditembus, dengan catatan stop loss sebaiknya dipasang beberapa poin di atas 2726 (high kemarin).
Secara keseluruhan, ekspektasi kami harga masih akan bergerak di antara area orange (support area 2661-2675) dan ungu (resistance 2692-2721). Anda bisa memanfaatkan range sideway tersebut sebagai “buy dekat support, sell dekat resistance” selama belum terjadi penembusan di salah satu zona support/resistance! (pasang stop loss untuk antisipasi sewaktu-waktu tembus salah satu zona).
Jika melihat kondisi fundamental yang cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut), maka Sell cenderung short-term, dan buy cenderung lebih potensial berlanjut.

Per jam 9.30 WIB, harga berada di 2688.31, dengan high di 2692.60 dan low 2678.97. Trendline merah berhasil ditembus sehingga potensi jangka pendek cenderung turun. Namun tidak disarankan sell di area support 2675 karena rentan dengan pantulan naik, dan juga diperkirakan masih cukup kuat sebagai support. Dengan didukung rsi yang juga oversold, maka pantulan seperti yang terjadi di sesi Asia pagi ini sangat wajar.
FR ditarik dari bottom 2661,16 ke puncak 2726.07. Dan penurunan tertahan tepat di FR 78.6% 2675.05. Jika mengacu pada trendline merah yang ditembus, maka rebound hingga mendekati trendline dianggap sebagai area sell yang ideal. Dengan demikian, zona sell bisa dilakukan di antara 2693 – 2710, stop loss ideal di atas trendline 2710.
Sementara bullish akan kembali mendominasi jika 2710 kembali ditembus (tembus trendline merah), atau penurunan gagal tembus di bawah 2661.
Dengan minimnya data ekonomi AS malam nanti, secara teori tidak ada penggerak yang cukup besar hari ini. Investor cenderung mulai fokus pada FOMC minggu depan, 17-18 Desember 2024. Tapi dengan kondisi akhir pekan, maka peluang profit taking kemungkinan relatif dominan, meskipun fundamental sejauh ini mendukung kenaikan.
Sekedar mengingatkan, bahwa seasonal trend kemungkinan dominan untuk saat ini sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 2700.00 – 2702.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2688.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2675.00,
Target terdekat 2668, terjauh 2655, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2708.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2706.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support gagal ditembus
Entry : 2655.00 – 2658.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2664.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2649.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2648)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



