Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05200 – 1.05400
Target : 1) 1.04600 2) 1.04000
SL : 1.06000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04400
Switch to BUY jika tembus 1.06200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26000 – 1.26200
Target : 1) 1.25400 2) 1.24800
SL : 1.26800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25200
Switch to BUY jika tembus 1.26800
Suggest : SELL on Rally
Area : 153.600 – 153.800
Target : 1) 153.000 2) 152.400
SL : 154.400
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 154.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.400
Suggest : SELL on Rally
Area : 2640.00 – 2642.00
Target : 1) 2634.00 2) 2628.00
SL : 2648 (ideal 3-5 points di atas 2646.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2625
Switch to BUY jika tembus 2656
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya dengan dipilihnya Scott Bessent sebagai calon menteri keuangan di kabinet Trump mendatang. Kehadiran Bessent diterima baik oleh pasar karena posisi sebelumnya sebagai veteran pelaku pasar yaitu sebagai pendiri Key Square Group dapat mengerti keinginan dan harapan pasar akan kebijakan fiskal yang terbuka guna dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan. Bessent juga diharapkan dapat pengurangi dampak negatif dari kebijakan agenda ekonomi Trump yang akan dijalankan nantinya. Selain itu Bessent juga dikenal secara terbuka mendukung strong dolar dan ikut mendukung rencana kenaikan tarif impor. Pemilihan Bessent ini memberikan angin segar di tengah ketidakpastian akan kandidat lain sebelumnya. Faktor resiko akan dampak agenda ekonomi Trump yang drastis dapat dihindarkan. Semalam Trump juga menurunkan target agenda kenaikan tarif impor dengan mengatakan hanya akan mengenakan kenaikan 25% produk dari Kanada dan Mexico. Kenaikan 25% terhadap Kanada dan Mexico dilakukan sekaligus untuk membatasi perdagangan di perbatasan dengan kedua negara tersebut. Sementara itu pembicaraan akan gencatan senjata di Timur Tengah antara Israel dan Lebanon yang sepakat akan menghentikan perseteruan Israel - Hamas sudah semakin mendekati final dalam pertemuan kedua pihak disertai penengah AS dan Prancis. Menyisakan geopolitik antara Rusia - Ukraina yang setelah sempat memanas belum ada lagi perkembangan yang signifikan. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan indeksmanufaktur di negara bagian Richmond. Lewat tengah malam nanati Fed akan merilis nota minuta pertemuan moneter bulan lalu yang akan memberikan pandangan akan pejabat Fed perihal langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Desember mendatang. Data penting berikutnya baru akan dirilis esok hari berupa pertumbuhan ekonomi GDP.
Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka bulan depan. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam pidato terakhirnya mengatakan peluang kenaikan suku bunga acuan sangat terbuka. Terlebih didukung oleh data ekonomi berupa inflasi yang kembali naik di atas 2% dan tekanan karena melemahnya mata uang Yen akhir-akhir ini yang akan berdampak buruk pada ekonomi secara keseluruhan. Sementara tekanan dari pemerintahan Perdana Menteri - Shigeru Ishiba yang meminta untuk menunda kenaikan tersebut kemungkinan akan diabaikan oleh BOJ.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar meski sempat menguat sesaat dari level terendah sebelumnya. Tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan setelah data aktifitas ekonomi menurun drastis menuju zona kontraksi. Dengan menurunnya aktifitas ekonomi ini diperkirakan ECB akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Data ekonomi berupa iklim bisnis di Jerman turun drastis dari 86.5 menjadi 85.7 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 86.1. Data inflasi baru akan dirilis di hari Jumat di penghujung pekan ini yang akan mengkonfirmasi apakah perkiraan tersebut kemungkinan dapat terjadi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga masih cenderung tertekan terhadap dolar setelah data aktifitas ekonomi di Inggris juga turun walau tidak seburuk di kawasan Eropa lainnya. Hanya di sektor ritel yang turun drastis yang menggambarkan rendahnya daya beli konsumen periode bulan sebelumnya. Hal ini dapat diartikan bahwa Bank Sentral Inggris (BOE) juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna memicu kembali aktifitas ekonomi di Inggris yang cenderung menurun saat ini. Data ekonomi yang akan dirilis hari ini juga diperkirakan cenderung negatif.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04500 – 1.04700
Target : 1) 1.03900 2) 1.03300
SL : 1.05300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03900
Switch to BUY jika tembus 1.05500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25500 – 1.25700
Target : 1) 1.24900 2) 1.24300
SL : 1.26300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.26500
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.300 – 154.500
Target : 1) 153.700 2) 153.100
SL : 155.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.400
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.200
Suggest : SELL on Rally
Area : 2637.00 – 2639.00
Target : 1) 2631.00 2) 2625.00
SL : 2645 (ideal 3-5 points di atas 2644.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2615
Switch to BUY jika tembus 2652
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya dengan eskalasi geopolitik antara Rusia dengan pihak barat yang semakin memanas dan juga data data ekonomi di wilayah Eropa yang memburuk. Rusia melakukan serangan balasan setelah Ukraina meluncurkan 2 rudal AS dan Inggris ke wilayahnya. Rusia memberikan peringatan bahwa akan kembali menyerang jika masih diperlukan. Sebaliknya fundamental ekonomi di AS yang masih terus positif serta terpilihnya calon menteri keuangan baru pilihan Trump membuat pasar sedikit lega karena hilangnya 1 faktor resiko dalam investasi. Trump hari Jumat lalu mengumumkan pilihannya, Scott Bessent yang akan menduduki jabatan menteri keuangan dalam kabinetnya nanti dan akan bertanggung jawab pada masalah ekonomi, regulasi dan hubungan internasional. Menurut Trump, Scott adalah sosok yang disegani oleh investor internsional dan pakar ekonomi dan geoplitik. Sebelumnya banyak nama yang tersiar di media seperti mantan pejabat Fed - Kevin Warsh dan Ketua Eksekutif Apollo Global Management - Marc Rowan. Scott sebelumnya dikenal tidak terlalu mendukung kenaikan tarif sehingga dengan terpilihnya sebagai menteri keuangan maka peluang akan kenaikan tarif impor yang agresif kemungkinan akan berkurang. Hal ini membuat sebagian mitra dagang AS bisa tidak terlalu khawatir akan kenaikan tarif impor yang tajam nantinya. Sementara itu data ekonomi berupa PMI di sektor manufaktur naik 48.8 sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya direvisi membaik jadi 48.5. Data PMI di sektor jasa malah lebih baik lagi dengan meningkat dari 55.0 menjadi 57 yang jauh melampaui perkiraan hanya naik 55.2. Sehingga secara komposit data PMI meningkat menjadi 55.3 yang merupakan level tertinggi sejak April 2022 yang lalu. Optimisme dengan adanya pemimpin baru di tahun 2025 mendatang membawa harapan akan ekonomi yang lebih baik lagi. Optimisme yang sama membuat bitcoin melonjak hampir menembus level $100.000 yaitu di level $99.697,17/1 BTC. Dengan itu juga ekspektasi akan langkah Fed untuk meneruskan memangkas suku bunga semakin surut dengan perkiraan hanya mencapai 52.7% dari beberapa hari sebelumnya yang di atas 55% menurut CME's FedWatch Tool. Hari ini tidak ada data ekonomi, namun pekan ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP, Durable Goods Order dan data PCE serta nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu. Pekan ini menjadi pendek karena AS libur di penghujung pekan ini merayakan Thanksgiving mulai hari Kamis malam yang akan datang.
Yen menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka di bulan Desember mendatang. Dengan angka inflasi yang kembali naik 2.3% dari beberapa waktu lalu yang sempat turun di bawah 2.0%. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Gubernur - Kazuo Ueda dalam pidato terakhirnya yang membuka peluang akan diambilnya langkah tersebut. Selain karena inflasi, BOJ juga mendapat tekanan oleh melemahnya mata uang Yen akhir-akhir ini yang akan berdampak buruk pada ekonomi secara keseluruhan dan hanya memberikan manfaat kepada eskportir.
Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 2 tahun terakhir paska dirilisnya data PMI di kawasan ini. Data PMI di sektor jasa yang turun di bawah ambang 50 menandakan kondisi ekonomi di Uni Eropa mengalami degradasi dari ekspansi menjadi kontraksi. PMI di sektor jasa turun menjadi 49.2 yang jauh di bawah perkiraan 51.6 meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik menjadi 51.6. Sedangkan di sektor manufaktur juga turun menjadi 45.2 yang juga lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 46.0. Data pertumbuhan ekonomi GDP di Jerman juga menurun menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Dengan data ini dan juga prospek pengenaan kenaikan tarif impor dari AS yang akan datang membuat prospek ekonomi di kawasan ini semakin redup. Hal ini semakin menekan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data Iklim Bisnis dari IFO dan data penting yang akan dirilis pekan ini adalah data inflasi CPI.
Poundsterling juga tertekan terhadap dolar seiring dengan data PMI yang juga turun ke zona kontraksi dari ekspansif seperti halnya di kawasan Eropa. Data PMI di sektor manufaktur turun 48.6 yang jauh lebih rendah dari perkiraan 50 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi menurun menjadi 49.9 yang di bawah ambang batas 50. Sedangkan di sektor jasa juga menurun dari 52.0 menjadi tepat 50 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 51.9. Rencana kenaikan pajak bisnis menjadi penyebab utama turunnya angka PMI ini. Selain itu di sektor ritel juga mengalami penuruan drastis dengan data Retail Sales menjadi -0.7% yang jauh di bawah perkiraan hanya turun -0.3% dan periode sebelumnya juga direvisi menurun menjadi +0.1% saja. Seperti halnya ECB, Bank Sentral Inggris (BOE) juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna memicu kembali aktifitas ekonomi di Inggris yang cenderung menurun saat ini. Pekan ini tidak ada data penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.04000 – 1.04200
Target : 1) 1.04800 2) 1.05400
SL : 1.03600
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05200
Switch to SELL jika tembus 1.03000
Potensi short term rebound, jadi tetap waspada di zona resistance
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26200 – 1.26400
Target : 1) 1.25600 2) 1.25000
SL : 1.27000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25500
Switch to BUY jika tembus 1.27000
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.500 – 154.700
Target : 1) 153.900 2) 153.300
SL : 155.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2686.00 – 2688.00
Target : 1) 2694.00 2) 2700.00
SL : 2680 (ideal 3-5 points di bawah 2680.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2704
Switch to SELL jika tembus 2678
Dolar berlanjut menguat seiring dengan eskalasi geopolitik antara Rusia dengan pihak barat dan juga data di sektor tenaga kerja yang masih solid. Setelah 2 kali Ukraina meluncurkan rudal buatan AS dan Inggris menembus wilayahnya, Rusia melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal yang menurut Ukraina adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) ke wilayah Ukraina. Serangan Rusia ini ditargetkan pada perusahaan dan infrastruktur di wilayah Dnipro yang merupakan pusat industri rudal di era Uni Soviet dahulu. Presiden Putin mengatakan Rusia hanya menggunakan rudal balistik jarak menengah saja dan masih akan mengirimkan rudal yang lainnya jika terpaksa. Apapun jenis rudal yang digunakan tetap akan menjadi ancaman keamanan global dan berpotensi menguncang stabilitas ekonomi dunia jika ketegangan tersebut semakin meningkat. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengalihkan aset beresiko mereka menjadi aset safe haven. Permintaan akan mata uang dolar, yen, swiss franc dan emas meningkat tajam. Sementara itu fundamental ekonomi di AS juga masih solid dengan laporan klaim pengangguran di AS mengalami penurunan menjadi 213K yang merupakan level terendah dalam 7 bulan terakhir dan lebih rendah dari perkiraan 224K meski data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 217K menjadi 219K. Data ini menunjukkan mulai pulihnya sektor tenaga kerja yang berangsur membaik paska 2 badai dan aksi mogok kerja yang terjadi di bulan lalu. Jika data di sektor tenaga kerja terus membaik semestinya memberi ruang bagi Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan. Sementara pejabat Fed masih berbeda pendapat perihal langkah moneter yang akan diambil Fed pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Gubernur Fed – Michelle Bowman mengingatkan Fed untuk waspada dalam mengambil keputusannya karena inflasi masih di atas target Fed dan cenderung stagnan akhir-akhir ini. Gubernur Fed San Fransisco – Thomas Barkin juga mengatakan ekonomi AS masih rentan terhadap kemungkinan inflasi naik lagi dengan peluang yang lebih besar dibandingkan dari sebelumnya. Sedangkan Gubernur Fed – Lisa Cook meski tidak mengatakan secara eksplisit mendukung pemangkasan suku bunga acuan, namun masih optimis inflasi akan terus turun dilihat dari data-data di sektor perumahan yang menguat belakangan ini. Senada dengan itu, Gubernur Fed Boston - Susan Collins dan Gubernur Fed New York - John Williams keduanya masih optimis mendukung pemangkasan suku bunga acuan seiring dengan semakin berkurangnya tekanan inflasi. Agenda Trump untuk mengurangi pajak dan menaikkan tarif impor menjadi penghalang langkah Fed karena berpotensi kembali ke inflasi tinggi. Trump belum juga mengumumkan siapa yang akan menjadi menteri keuangan dan menteri perdagangan dalam kabinetnya nanti. Sedangkan bitcoin terus menguat menuju $100.000 oleh euforia atas kemenangan Trump yang menjanjikan akan menjadikan AS sebagai ibukota cryptocurrency. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta hasil survey dari University of Michigan perihal sentimen konsumen dan ekspektasi inflasi.
Yen kembali menguat terhadap dolar seiring dengan data inflasi yang mendukung langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Data inflasi di Jepang masih di atas 2% yaitu 2.3% yang lebih tinggi dari perkiraan 2.2% meski periode sebelumnya lebih tinggi lagi 2.5%. Dengan inflasi yang terus tertahan di atas 2%, selaras dengan rencana BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuan seperti yang diungkapkan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam 2 kesempatan pidato terakhir kemarin. Selain itu pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan stimulus ekonomi termasuk dengan upah. Jika disetujui maka stimulus ini juga berpotensi menaikkan angka inflasi selain dari agenda kenaikan tarif dari AS tahun depan.
Euro berlanjut melemah selain karena permintaan aset safe haven yang meningkat, namun juga karena hampir dapat dipastikan Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali menurunkan suku bunga acuannya. Tekanan untuk hal tersebut semakin meningkat dan datang dari pejabat ECB sendiri. Semalam giliran Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau yang masih percaya inflasi di Eropa tidak akan banyak berubah setelah Trump menjadi presiden AS nanti. Ini bisa artinya ECB dapat melanjutkan pelonggaran moneter tanpa memperdulikan inflasi dalam waktu dekat ini. Sementara kekhawatiran akan agenda ekonomi Trump karena berpotensi akan menahan pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa menjadi negatif. Data ekonomi berupa kepercayaan konsumen di Uni Eropa juga semakin menurun menjadi -14 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya -13. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP di Jerman dan data PMI.
Poundsterling juga masih cenderung melemah karena penguatan mata uang dolar. Selain itu juga karena sentimen negatif dari data ekonomi di Inggris yang memburuk. Data Hutang sektor publik meningkat 17.4B jauh melampaui perkiraan 13.0B. Meski data periode sebelumnya direvisi sedikit membaik dari 16.6B menjadi 16.1B. Ini akan berakibat pada defisit anggaran yang akan mempengaruhi kemampuan pemerintah untuk membangun infrastruktur. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan menurun sehingga kemungkinan GBP akan semakin terpuruk.
Cek info lain di:



