logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05000 – 1.05200
Target : 1) 1.04400 2) 1.03800
SL : 1.05800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04500
Switch to BUY jika tembus 1.06000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26200 – 1.26400
Target : 1) 1.25600 2) 1.25000
SL : 1.27000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25500
Switch to BUY jika tembus 1.27000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 154.500 – 154.700
Target : 1) 153.900 2) 153.300
SL : 155.300

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 155.800
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2656.00 – 2658.00
Target : 1) 2664.00 2) 2670.00
SL : 2650 (ideal 3-5 points di bawah 2650.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2678
Switch to SELL jika tembus 2640

Dolar kembali menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, meneruskan penguatan sebelumnya didukung oleh permintaan akan aset safe haven seiring dengan gejolak geopolitik antara Rusia dengan dunia barat. Ukraina berhasil meluncurkan rudal ATACMS buatan AS ke wilayah Rusia dan respon Rusia dengan Presiden Putin menandatangani doktrin baru yang menurunkan ambang batas diperbolehkannya memanfaatkan senjata nuklir. Namun gejolak tersebut berhasil diredam setelah Menteri Luar Negeri Rusia - Sergei Lavrov yang mengatakan Rusia berupaya untuk sebisa mungkin menghindari peluang terjadinya perang nuklir sekaligus mengapresiasi langkah Jerman yang tidak memberikan akses rudal jarak jauhnya kepada Ukraina. Namun Ukraina malah memperkeruh suasana dengan meluncurkan lagi rudal yang berbeda yaitu Storm Shadow buatan Inggris ke wilayah Rusia. Wartawan dan pejabat Rusia yang tidak mau disebut namanya mengkonfirmasi serangan tersebut di wilayah Kursk. Berbeda dengan serangan pertama yang mendapat persetujuan langsung penggunaan rudal ATACMS oleh Presiden Biden dalam sisa 2 bulan masa jabatanya, penggunaan Shadow Storm diperbolehkan Inggris untuk digunakan didalam wilayah Ukraina. Sejauh ini pemerintah Inggris belum memberikan respon terhadap berita ini. Ukraina terus berupaya mendapatkan ijin untuk menggunakan rudal jarak jauh NATO seiring dengan rencana Rusia melatih dan mengirimkan 10.000 pasukan Korea Utara ke medan perang di Ukraina. Ketua intelejen luar negeri Rusia - Sergei Naryshkin mengatakan akan melakukan pembalasan terhadap pihak NATO yang memfasilitasi penggunaan rudal jarak jauh ke wilayah Rusia. Akibatnya permintaan aset safe haven seperti dollar, yen dan franc swiss serta emas kembali meningkat yang biasa terjadi jika potensi peperangan meningkat. Presiden AS berikutnya Donald Trump dalam kampanyenya dulu berjanji akan mengakhiri perang di Ukraina, namun belum memberikan petunjuk bagaimana akan dilakukan. Kemungkinan perundingan damai sepertinya akan mengalami kesulitan seperti beberapa perundingan - perundingan sebelumnya. Trump sendiri sejak awal tidak mendukung upaya AS campur tangan di Ukraina. Sementara pasar juga menunggu penunjukan calon menteri keuangan yang akan mengisi kabinet Presiden terpilih Trump nantinya. Dan juga menteri perdagangan yang sejalan dengan visi dan misi mengenai agenda pengurangan pajak dan menaikkan tarif impor. Diperkirakan calon ini akan diungkapkan oleh Trump hari ini. Dengan semakin mendekati kenyataan akan dijalankannya agenda tersebut, semakin jauh harapan Fed akan secara agresif memangkas suku bunga acuannya. Seiring dengan agenda ekonomi Trump yang berpeluang untuk mendongkrak inflasi berlawanan dengan agenda Fed untuk perang melawan inflasi yang tinggi sejak pandemik. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter FOMC di bulan Desember semakin menurun menjadi 52% lebih rendah dari level terendah sebelumnya menurut CME's FedWatch Tool. Hari ini akan dirilis data sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran.

Yen kembali melemah terhadap dolar meskipun masih menjadi pilihan sebagai aset safe haven, hingga kembali mendekati level di mana peluang otoritas Jepang mungkin akan melakukan langkah drastis untuk menjaga nilai tukar mata uang Yen. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dijawalkan akan memberikan pidato hari ini, dalam pidato terdahulunya Ueda menyebutkan BOJ masih berencana menaikkan suku bunga acuannya namun tidak memberikan petunjuk kapan akan dilaksanakan. Diharapkan rencana tersebut akan diungkapkan dalam pidato hari ini. Dengan hanya menyisakan 1 kali kenaikan suku bunga acuan di akhir tahun ini. Membuat pasar sedikit pesimis langkah tersebut akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Desember.

Euro juga masih tertekan selain karena penguatan mata uang dolar namun juga semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali segera menurunkan suku bunga acuan. Kekhawatiran akan dampak dari kenaikan tarif impor dari pemerintahan AS yang baru, bahkan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi akan menjadi negatif akibat agenda ekonomi AS di bawah kepemimpinan Trump. Dalam laporan stabilitas finansial yang dirilis kemarin, ECB menyatakan kondisi ekonomi dan moneter masih rentan dengan tekanan inflasi yang masih membandel seperti yang ditunjukkan oleh data inflasi CPI yang dirilis sehari sebelumnya. Presiden ECB - Christine Lagarde semalam tidak menyinggung kebijakan moneter apa yang akan diambil dalam pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Hari ini hanya ada data Kepercayaan Kosumen.

Poundsterling juga melemah terhadap penguatan mata uang dolar seiring dengan data inflasi yang masih cenderung naik berlawanan dengan harapan Bank Sentral Inggris (BOE). Inflasi CPI meningkat dari 1.7% menjadi 2.3% yang melampaui perkiraan hanya naik 2.2%. Dan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, Bahan Pangan, Tembakau dan Alkohol juga mengalami kenaikan dari 3.2% menjadi 3.3% yang jauh meleset dari perkiraan turun 3.1%. Dengan inflasi yang kembali naik akan menyebabkan BOE akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dengan perkiraan mencapai 82,8% pada pertemuan moneter bulan depan. Hari ini akan dirilis data hutang sektor publik dan Industrial Order.

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05400 – 1.05600
Target : 1) 1.04800 2) 1.04200
SL : 1.06200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05000
Switch to BUY jika tembus 1.06500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26600 – 1.26800
Target : 1) 1.26000 2) 1.25400
SL : 1.27400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26000
Switch to BUY jika tembus 1.27000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 154.200 – 154.400
Target : 1) 155.000 2) 155.600
SL : 153.600

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 153.500
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2642.00 – 2644.00
Target : 1) 2650.00 2) 2656.00
SL : 2636 (ideal 3-5 points di bawah 2635.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663
Switch to SELL jika tembus 2623

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.05400 – 1.05600
Target : 1) 1.06200 2) 1.06800
SL : 1.04800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06200
Switch to SELL jika tembus 1.04500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26200 – 1.26400
Target : 1) 1.27000 2) 1.27600
SL : 1.25600

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000
Switch to SELL jika tembus 1.25600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 154.300 – 154.500
Target : 1) 153.700 2) 153.100
SL : 155.100

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2603.00 – 2605.00
Target : 1) 2611.00 2) 2617.00
SL : 2597 (ideal 3-5 points di bawah 2596.00)

Alternatif :
Waspada potential supply area 2626-2630 atau 2644-2648
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2630
Switch to SELL jika gagal tembus 2630 atau tembus 2590

Dolar masih menguat terhadap mata uang Yen meski sedikit tertahan terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi akan terhentinya langkah moneter Fed untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya. Agenda ekonomi dari pemerintahan Trump mendatang yang fokus pada pengurangan pajak dan menaikkan tarif impor beresiko menaikkan inflasi dan mempersempit ruang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga lebih lanjut. Sejumlah pejabat Fed, termasuk Ketua Fed – Jerome Powell mewanti-wanti akan berhati-hati dalam menentukan langkah moneter berikutnya dalam mengantisipasi kondisi ekonomi di masa yang akan datang. Bahkan Gubernur Fed Boston – Susan Collins menyarankan untuk segera menghentikan pemangkasan suku bunga acuan mulai dari pertemuan moneter FOMC di bulan Desember mendatang. Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang semakin berkurang menjadi di kisaran 54%. Sementara itu Trump sudah mulai merancang susunan kabinet dengan mengisi jabatan di bidang kesehatan dan pertahanan pekan lalu, namun belum menunjuk siapa yang akan mengisi posisi penting di bidang keuangan seperti jabatan menteri keuangan dan menteri perdagangan yang akan menjalankan 2 agenda utama tersebut. Sejumlah media memberikan nama potensial yang akan menduduki jabatan tersebut termasuk mantan Gubernur Fed - Kevin Warsh dan milyarder eksekutif Marc Rowan. Dan Trump harus memastikan bahwa menteri-menteri yang akan dipilih nanti adalah pendukung agenda pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor. Sementara di tengah sepinya data ekonomi, indeks sektor perumahan naik tajam dari 43 menjadi 46 yang merupakan indeks tertinggi sejak April lalu, menyambut optimisme akan perubahan aturan yang lebih lunak sehingga menarik kembali minat pembeli sehingga diharapkan ikut mendongkrak sektor konstruksi. Sektor perumahan juga masih akan mendominasi data hari ini dengan data Building Permits dan Housing Start.

Yen melemah terhadap dolar semenjak pasar Asia kemarin setelah Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda meski memberikan sinyal bahwa BOJ masih akan tetap menaikkan suku bunga acuannya namun tidak memberikan petunjuk akan waktu yang tepat untuk dilakukan. Ueda mengulang kembali bahwa kondisi ekonomi sudah mendekati inflasi yang terbentuk karena tingkat upah dan mengingatkan untuk tidak mempertahankan suku bunga rendah namun masih banyak ketidakpastian kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan. Hal ini diartikan pasar bahwa BOJ tidak akan segera menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Ini bertentangan dengan harapan pasar yang sangat mengharapkan BOJ segera menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut. Jumat lalu, Menteri Keuangan - Katsunobu Kato untuk kesekian kalinya memperingatkan pemerintah Jepang akan bertindak di pasar mata uang jika memang terjadi pergerakan mata uang yang berlebihan. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis.

Euro bergerak menguat seiring dengan koreksi yang terjadi pada mata uang dolar. Meski demikian, kekhawatiran akan dampak buruk akan agenda Trump perihal kenaikan tarif impor semakin meningkat. Bahkan mengalihkan perhatian pejabat Bank Sentral yang lebih khawatir dibandingkan dengan kenaikan inflasi. Uni Eropa merupakan mitra dagang utama AS selain China sehingga kenaikan tarif ini akan benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di 2 mitra dagang AS ini. Tidak kurang dari 2 pejabat ECB yaitu Gubernur Bank Sentral Italia seklaigus Wakil Presiden ECB - Luis de Guindos dan Gubernur Bank Sentral Jerman sekaligus Ketua ahli ekonomi ECB - Joachim Nagel di tempat terpisah mengungkapkan kekhawatiran yang sama perihal tersebut. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI yang akan menentukan langkah moneter ECB pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang.

Poundsterling juga bergerak menguat seiring dengan mata uang dolar yang terkoreksi meskipun fundamental ekonomi cenderung negatif. Dengan pertumbuhan ekonomi GDP yang menurun akan mendukung Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya seperti yang diperkirakan pasar. Hari ini Gubernur dan pejabat BOE akan memberikan pandangan perihal kondisi ekonomi dan moneter saat ini dan langkah yang perlu diambil ke depannya di depan Parlemen Inggris. Sedangkan data inflasi baru akan dirilis esok hari.

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Dolar terus bergerak menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan peluang Fed menahan diri dari pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato Jumat dini hari mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru untuk melanjutkan memangkas suku bunga acuan dan jika memang perlu harus dilakukan secara berhati-hati. Powell menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang masih sehat, sektor tenaga kerja yang solid dan inflasi yang masih di atas target Fed 2%. Pendapat tersebut juga dikaitkan dengan prospek inflasi yang kembali naik karena agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan Presiden untuk kedua kalinya. Agenda Trump diperkirakan akan mempersempit ruang Fed untuk meneruskan langkah pelonggaran moneter yang selama ini sudah digadang-gadangkan akan memangkas suku bunga acuan yang agresif sepanjang tahun 2025 yang mengalami pengurangan drastis menjadi hanya 1 kali mendekati hari pelantikan secara resmi Presiden AS yang baru. Langkah ini perlu dilakukan agar Fed mempunyai ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan jika inflasi betul-betul kembali naik. Senada dengan Powell, Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee pada Jumat lalu mengatakan sudah sewajarnya Fed memperlambat laju penurunan suku bunga acuan karena pejabat Fed masih belum sepakat di level berapa suku bunga dianggap netral. Sedangkan Gubernur Fed Boston - Susan Collins malah menyarankan untuk menghentikan pemangkasan sepenuhnya pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang sesuai dengan data inflasi dan sektor tenaga kerja yang akan dirilis nanti. Sementara data ekonomi di sektor ritel dengan data Retail Sales yang naik 0.4% lebih tinggi dari perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.8%. Dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih jelek dari perkiraan naik 1.0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data yang sama periode setahun yang lalu Retail Sales mengalami kenaikan tajam 2.8% yang melampaui perkiraan 1.9% dari periode sebelumnya 2.0%. Data ini semakin memberikan ruang bagi Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga sebelum angka inflasi kembali naik nantinya. Probabilitas pemangkasan suku bunga acuan kembali menurun menjadi 55% setelah sebelumnya sempat naik lagi mendekati 73% merespon komentar dari pejabat Fed tersebut. Pekan ini tidak banyak data ekonomi yang akan dirilis kecuali pada hari Jumat nanti berupa data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari sejumlah pejabat Fed di sejumlah peristiwa dan tempat yang berbeda-beda. 

Yen bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level 156 untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Penguatan ini dipicu oleh spekulasi akan diambilnya langkah strategis oleh pemerintah Jepang guna menahan laju pelemahan mata uang Yen. Hari ini Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dijadwalkan akan memberikan pidato yang akan dicermati pasar untuk mengetahui peluang BOJ kembali menaikkan suku bunga acuan mengingat angka inflasi yang terus meningkat di Jepang. Data ekonomi berupa machinary order di Jepang juga membaik dari -1.9% meniadi -0.7% walau tidak sebaik yang diperkirakan +1.4%. Pekan ini selain pidato dari Ueda hanya akan dirilis data neraca perdagangan.   

Euro tertahan laju penurunan terhadap dolar dan menjauh dari level terendah sebelumnya yang merupakan level terendah sejak Oktober 2023 yang lalu. Meskipun tekanan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk agresif malakukan pemangkasan suku bunga acuan semakin tinggi. Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone sekaligus anggota voting ECB menyarankan hal tersebut guna mendukung pemulihan ekonomi secepatnya menjelang adanya agenda kenaikan tarif impor di AS yang akan datang. Cipollone mengatakan menurunkan suku bunga acuan akan merupakan stimulus bagi investasi dan diharapkan akan mendorong produktifitas. Sejumlah pejabat ECB mengkhawatirkan agenda proteksi yang akan diambil AS akan menghalangi pertumbuhan ekonomi global dan pembatasan impor akan memperburuk situasi ini. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk keempat kalinya dalam pertemuan moneter pada 12 Desember mendatang. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis, hanya pidato dari Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel. .

Poundsterling masih melemah tajam terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris yang menurun dari 0.2% menjadi -0.1%. Begitu pula dengan data kuartalan yang juga turun dari 0.5% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Defisit neraca perdagangan juga bertambah begitu pula dengan industrial/manufacturing production mengalami penurunan. Kondisi ekonomi yang melemah ini akan mendorong Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang. Pekan ini akan dirilis sejumlah data inflasi seperti CPI, PPI, RPI, WPI yang akan memberikan kejelasan apakah BOE akan menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut atau akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Selain itu juga akan dirilis data Hutang sektor publik dan Kepercayaan Konsumen.  

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down