Secara keseluruhan, pelemahan Euro didukung oleh dolar yang terus menguat
Daily candle ditutup bearish, sehingga cenderung kembali membebani euro untuk hari ini
Kondisi geopolitik yang memanas tidak menguntungkan bagi Euro -> negatif untuk Euro
Pejabat ECB terpecah, beberapa memperkirakan inflasi Euro bisa lebih rendah dari ekspektasi dan bergerak di bawah 2%, sementara Holzmann tidak sependapat, tapi mendukung peluang pemangkasan suku bunga Desember -> negatif untuk Euro
Ada peluang kembali naik jika dolar AS lanjut kembali mengalami koreksi turun
Sebaliknya, berpotensi lanjut turun jika dolar AS kembali menguat
Switch to SELL jika tembus 1.04500
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 1.06000!
Suggest : SELL on Rally Area : 1.05000 – 1.05200 Target : 1) 1.04400 2) 1.03800 SL : 1.05800
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04500 Switch to BUY jika tembus 1.06000
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
KETERANGAN
Secara keseluruhan, GBP kembali tertekan karena dolar yang lanjut menguat, dan juga dirugikan oleh konflik geopolitik yang memanas
Pejabat BOE Catherine Mann menilai bahwa BOE harus menahan suku bunga lebih lama untuk mengevaluasi dampak penurunan suku bunga sebelumnya, dan penurunan berikutnya dibenarkan jika didukung oleh bukti (data ekonomi yang melambat), tidak setuju dengan pemangkasan 100 bps, cenderung hawkish secara umum -> potensi positif untuk GBP, tapi perbedaan pandangan di antara pejabat bank sentral biasanya cenderung ditanggapi negatif oleh pasar
Fokus data Retail Sales Inggris jam 14.00 WIB dan PMI di jam 16.30 WIB a. Act > Exp = GBP menguat -> switch to BUY b. Act < Exp = GBP melemah -> pertahankan SELL
Nasib GBP masih bergantung pada sentimen dolar, jadi tetap perhatikan juga ke mana dolar bergerak sepanjang minggu ini!
Switch to BUY jika harga tembus 1.27000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.25500
Suggest : SELL on Rally Area : 1.26200 – 1.26400 Target : 1) 1.25600 2) 1.25000 SL : 1.27000
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25500 Switch to BUY jika tembus 1.27000
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
KETERANGAN
Dolar AS kembali menguat, dan US Treasury yield juga menunjukkan tanda-tanda rebound meskipun masih relatif terbatas -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Jepang diagendakan mengeluarkan paket stimulus untuk mendukung ekonomi, dengan prioritas utama kenaikan upah seperti yang disyaratkan BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga -> positif untuk Yen (=USDJPY turun)
Secara area, USDJPY tetap terjebak dalam zona 153-155 saat ini sehingga diperkirakan masih akan terus terjebak dalam zona yang sama, kecuali jika USD dan US Treasury Yield menguat setelah data ekonomi nanti malam, maka peluang kenaikan akan lebih dominan daripada penurunan untuk sementara waktu
Real intervention diperkirakan baru akan terjadi jika terjadi kenaikan cepat yang dianggap spekulatif, tidak ada target angka tertentu-> lakukan SELL jika terealisasi!
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.800
Switch to SELL jika tembus 153.800
Suggest : SELL on Rally Area : 154.500 – 154.700 Target : 1) 153.900 2) 153.300 SL : 155.300
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 155.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)
KETERANGAN
Beberapa faktor pendukung bullish untuk medium term : a. Siklus penurunan suku bunga bank sentral, terutama jika Fed masih berlanjut ke 2025 -> Menunggu dot plot berikutnya di bulan Desember b. Ketidakpastian geopolitik c. Stimulus China -> kemungkinan masih bisa terjadi karena China berusaha mengatasi dampak dari kebijakan Trump nantinya
Tetap waspadai zona 2665-2675 karena bullish memasuki resistance krusial! Jika tidak tembus, berpeluang koreksi turun. Jika tembus, maka hambatan terakhir di 2686 sebelum tembus 2700an
Efek seasonal (musiman) akhir tahun dan awal tahun cenderung positif untuk emas sehingga penurunan bisa dianggap sebagai peluang buy menuju akhir tahun
Elliott Wave di H4 kini berada di zona wave C dari rebound ABC sehingga perlu waspada potensi profit taking ataupun penurunan sewaktu-waktu
Geopolitik kemungkinan masih membayangi, terutama jika memasuki libur akhir pekan yang dikhawatirkan memanas -> positif untuk emas sebagai safe haven
Secara keseluruhan, selama tidak ada penurunan di bawah 2625-2630, maka uptren cenderung dominan untuk beberapa waktu ke depan
Pernyataan Austan Goolsbee dari Fed cenderung dovish, masih melihat penurunan suku bunga Desember dan beberapa di 2025, juga keputusan bergantung data ekonomi yang cukup yakin inflasi lanjut ke target 2% -> positif untuk Emas
Fokus PMI di jam 21.45 WIB dan Michigan Consumer sentiment jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan BUY
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi siklus penurunan suku bunga Fed, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, meskipun PBOC belum aktif kembali untuk pembelian emas
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2678 (target terdekat 2684, terjauh 2705)
Switch to SELL jika tembus 2640 (potensi terdekat 2633, terjauh 2623)
Suggest : BUY on Dip Area : 2656.00 – 2658.00 Target : 1) 2664.00 2) 2670.00 SL : 2650 (ideal 3-5 points di bawah 2650.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2678 Switch to SELL jika tembus 2640
Dolar kembali menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, meneruskan penguatan sebelumnya didukung oleh permintaan akan aset safe haven seiring dengan gejolak geopolitik antara Rusia dengan dunia barat. Ukraina berhasil meluncurkan rudal ATACMS buatan AS ke wilayah Rusia dan respon Rusia dengan Presiden Putin menandatangani doktrin baru yang menurunkan ambang batas diperbolehkannya memanfaatkan senjata nuklir. Namun gejolak tersebut berhasil diredam setelah Menteri Luar Negeri Rusia - Sergei Lavrov yang mengatakan Rusia berupaya untuk sebisa mungkin menghindari peluang terjadinya perang nuklir sekaligus mengapresiasi langkah Jerman yang tidak memberikan akses rudal jarak jauhnya kepada Ukraina. Namun Ukraina malah memperkeruh suasana dengan meluncurkan lagi rudal yang berbeda yaitu Storm Shadow buatan Inggris ke wilayah Rusia. Wartawan dan pejabat Rusia yang tidak mau disebut namanya mengkonfirmasi serangan tersebut di wilayah Kursk. Berbeda dengan serangan pertama yang mendapat persetujuan langsung penggunaan rudal ATACMS oleh Presiden Biden dalam sisa 2 bulan masa jabatanya, penggunaan Shadow Storm diperbolehkan Inggris untuk digunakan didalam wilayah Ukraina. Sejauh ini pemerintah Inggris belum memberikan respon terhadap berita ini. Ukraina terus berupaya mendapatkan ijin untuk menggunakan rudal jarak jauh NATO seiring dengan rencana Rusia melatih dan mengirimkan 10.000 pasukan Korea Utara ke medan perang di Ukraina. Ketua intelejen luar negeri Rusia - Sergei Naryshkin mengatakan akan melakukan pembalasan terhadap pihak NATO yang memfasilitasi penggunaan rudal jarak jauh ke wilayah Rusia. Akibatnya permintaan aset safe haven seperti dollar, yen dan franc swiss serta emas kembali meningkat yang biasa terjadi jika potensi peperangan meningkat. Presiden AS berikutnya Donald Trump dalam kampanyenya dulu berjanji akan mengakhiri perang di Ukraina, namun belum memberikan petunjuk bagaimana akan dilakukan. Kemungkinan perundingan damai sepertinya akan mengalami kesulitan seperti beberapa perundingan - perundingan sebelumnya. Trump sendiri sejak awal tidak mendukung upaya AS campur tangan di Ukraina. Sementara pasar juga menunggu penunjukan calon menteri keuangan yang akan mengisi kabinet Presiden terpilih Trump nantinya. Dan juga menteri perdagangan yang sejalan dengan visi dan misi mengenai agenda pengurangan pajak dan menaikkan tarif impor. Diperkirakan calon ini akan diungkapkan oleh Trump hari ini. Dengan semakin mendekati kenyataan akan dijalankannya agenda tersebut, semakin jauh harapan Fed akan secara agresif memangkas suku bunga acuannya. Seiring dengan agenda ekonomi Trump yang berpeluang untuk mendongkrak inflasi berlawanan dengan agenda Fed untuk perang melawan inflasi yang tinggi sejak pandemik. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter FOMC di bulan Desember semakin menurun menjadi 52% lebih rendah dari level terendah sebelumnya menurut CME's FedWatch Tool. Hari ini akan dirilis data sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen kembali melemah terhadap dolar meskipun masih menjadi pilihan sebagai aset safe haven, hingga kembali mendekati level di mana peluang otoritas Jepang mungkin akan melakukan langkah drastis untuk menjaga nilai tukar mata uang Yen. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dijawalkan akan memberikan pidato hari ini, dalam pidato terdahulunya Ueda menyebutkan BOJ masih berencana menaikkan suku bunga acuannya namun tidak memberikan petunjuk kapan akan dilaksanakan. Diharapkan rencana tersebut akan diungkapkan dalam pidato hari ini. Dengan hanya menyisakan 1 kali kenaikan suku bunga acuan di akhir tahun ini. Membuat pasar sedikit pesimis langkah tersebut akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Desember.
Euro juga masih tertekan selain karena penguatan mata uang dolar namun juga semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali segera menurunkan suku bunga acuan. Kekhawatiran akan dampak dari kenaikan tarif impor dari pemerintahan AS yang baru, bahkan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi akan menjadi negatif akibat agenda ekonomi AS di bawah kepemimpinan Trump. Dalam laporan stabilitas finansial yang dirilis kemarin, ECB menyatakan kondisi ekonomi dan moneter masih rentan dengan tekanan inflasi yang masih membandel seperti yang ditunjukkan oleh data inflasi CPI yang dirilis sehari sebelumnya. Presiden ECB - Christine Lagarde semalam tidak menyinggung kebijakan moneter apa yang akan diambil dalam pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Hari ini hanya ada data Kepercayaan Kosumen.
Poundsterling juga melemah terhadap penguatan mata uang dolar seiring dengan data inflasi yang masih cenderung naik berlawanan dengan harapan Bank Sentral Inggris (BOE). Inflasi CPI meningkat dari 1.7% menjadi 2.3% yang melampaui perkiraan hanya naik 2.2%. Dan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, Bahan Pangan, Tembakau dan Alkohol juga mengalami kenaikan dari 3.2% menjadi 3.3% yang jauh meleset dari perkiraan turun 3.1%. Dengan inflasi yang kembali naik akan menyebabkan BOE akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dengan perkiraan mencapai 82,8% pada pertemuan moneter bulan depan. Hari ini akan dirilis data hutang sektor publik dan Industrial Order.
Secara keseluruhan, penguatan tertahan karena dolar balik menguat karena status safe haven
Daily candle ditutup bearish, sehingga cenderung membebani euro untuk hari ini
Pejabat ECB Stournaras mengatakan bahwa kebijakan ECB berhasil menjinakkan inflasi dan memperkirakan inflasi bisa mencapai target 2% di awal 2025, tapi melihat adanya risiko penurunan yang terus menerus terhadap pertumbuhan zona euro -> negatif untuk Euro
Ada peluang kembali naik jika dolar AS lanjut kembali mengalami koreksi turun
Sebaliknya, berpotensi lanjut turun jika dolar AS kembali menguat
Switch to SELL jika tembus 1.05000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 1.06500!
Suggest : SELL on Rally Area : 1.05400 – 1.05600 Target : 1) 1.04800 2) 1.04200 SL : 1.06200
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05000 Switch to BUY jika tembus 1.06500
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
KETERANGAN
Secara keseluruhan, penguatan GBP kembali terhambat karena dolar berbalik naik seiring kekhawatiran geopolitik
Data CPI Inggris y/y 2.3%, lebih tinggi dari ekspektasi 2.2%, dan m/m di 0.6%, naik dari sebelumnya 0%, tapi PPI lebih rendah dari ekspektasi 0.1% vs 0.5% -> positif untuk GBP, tapi kenaikan terbatas
Skenario "BUY on Rumor (naik sebelum CPI), SELL on Fact (turun setelah CPI)" benar terjadi sesuai ekspektasi kemarin!
Nasib GBP masih bergantung pada sentimen dolar, jadi tetap perhatikan juga ke mana dolar bergerak sepanjang minggu ini!
Switch to BUY jika harga tembus 1.27000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.26000
Suggest : SELL on Rally Area : 1.26600 – 1.26800 Target : 1) 1.26000 2) 1.25400 SL : 1.27400
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26000 Switch to BUY jika tembus 1.27000
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
KETERANGAN
Dolar AS menguat, tapi US Treasury Yield masih terkoreksi turun sehingga sentimen Yen kemungkinan mix -> tapi biasanya cenderung lebih mengikuti US Treasury Yield
Faktor penggerak Naik : a. BOJ tahan suku bunga b. Data ekonomi AS yang kuat
Faktor penggerak turun : a. BOJ memberi isyarat terbuka untuk tetap menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya b. Data ekonomi AS yang lemah atau data Jepang yang membaik
Belum ada perubahan sentimen apapun, market menunggu data inflasi Tokyo di hari Jumat
Secara area, USDJPY tetap terjebak dalam zona 154-155 saat ini sehingga diperkirakan masih akan terus terjebak dalam zona yang sama, kecuali jika USD dan US Treasury Yield menguat setelah data ekonomi nanti malam, maka peluang kenaikan akan lebih dominan daripada penurunan untuk sementara waktu
Real intervention diperkirakan baru akan terjadi jika terjadi kenaikan cepat yang dianggap spekulatif, tidak ada target angka tertentu-> lakukan SELL jika terealisasi!
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.800
Switch to SELL jika tembus 153.500
Suggest : BUY on Dip Area : 154.200 – 154.400 Target : 1) 155.000 2) 155.600 SL : 153.600
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 153.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)
KETERANGAN
Beberapa faktor pendukung bullish untuk medium term : a. Siklus penurunan suku bunga bank sentral, terutama jika Fed masih berlanjut ke 2025 -> Menunggu dot plot berikutnya di bulan Desember b. Ketidakpastian geopolitik c. Stimulus China -> kemungkinan masih bisa terjadi karena China berusaha mengatasi dampak dari kebijakan Trump nantinya
Bullish harus waspada di zona 2665-2675! Selama area ini tidak ditembus, maka peluang koreksi atau penurunan juga cukup terbuka
Efek seasonal (musiman) akhir tahun dan awal tahun cenderung positif untuk emas sehingga penurunan bisa dianggap sebagai peluang buy menuju akhir tahun
Penurunan dikarenakan market mulai "repricing" tentang pemangkasan suku bunga di 2025 dari sebelumnya 4 kali cut rate menjadi 1-2 kali cut rate -> seharusnya mulai reda sehingga dampak tekanan turun mulai berkurang bertahap
Elliott Wave di H4 diperkirakan masih dalam progres wave ABC, swing low ke 2618 kemarin sudah sesuai ekspektasi dan dianggap wave B sehingga kenaikan sejak tadi malam dan saat ini dianggap wave C -> cenderung naik (tapi waspadai resistance!)
Jika wave C berjalan optimum, maka waspada profit taking bisa terjadi kapanpun
Secara keseluruhan, selama tidak ada penurunan di bawah 2620-2623, maka uptren cenderung dominan untuk beberapa waktu ke depan
Pernyataan Susan Collins dari Fed cenderung mendukung untuk penurunan suku bunga Desember dan beberapa di 2025 -> positif untuk Emas
Geopolitik juga masih membayangi dan mendukung status safe haven
Fokus minggu ini tertuju pada PMI AS dan pidato pejabat Fed
Fokus jobless claims 20.30 WIB dan existing home sales jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan BUY
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi siklus penurunan suku bunga Fed, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, meskipun PBOC belum aktif kembali untuk pembelian emas
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663 (target terdekat 2670, terjauh 2682)
Switch to SELL jika tembus 2620 (potensi terdekat 2613, terjauh 2603)
Suggest : BUY on Dip Area : 2642.00 – 2644.00 Target : 1) 2650.00 2) 2656.00 SL : 2636 (ideal 3-5 points di bawah 2635.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663 Switch to SELL jika tembus 2623
Secara keseluruhan, penguatan juga terbantu oleh dolar yang mengalami koreksi turun
Daily candle ditutup bullish sehingga secara teori ada peluang untuk euro lanjut naik
Pejabat ECB Makhlouf cenderung less dovish, dia mengatakan laporan pekerjaan belum selesai melunakkan inflasi, tidak memandang perlu buru-buru menurunkan suku bunga meskipun secara umum pasar melihat masih ada peluang cut rate Desember -> kenaikan kemungkinan masih bersifat sementara/terbatas
Ada peluang rebound jika dolar AS lanjut mengalami koreksi turun
Sebaliknya, berpotensi tetap turun jika dolar AS kembali menguat
Switch to SELL jika tembus 1.04500
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 1.06200!
Suggest : BUY on Dip Area : 1.05400 – 1.05600 Target : 1) 1.06200 2) 1.06800 SL : 1.04800
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06200 Switch to SELL jika tembus 1.04500
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
KETERANGAN
Secara keseluruhan, penguatan GBP terbantu oleh koreksi turun yang dialami dolar AS sehingga perlu waspada jika ternyata kenaikan GBP relatif terbatas
Data ekonomi Inggris yang cenderung lemah membuat BOE tertekan untuk tetap lanjutkan penurunan suku bunga sehingga berdampak negatif untuk GBP
Investor fokus ke data CPI, Retail Sales dan PMI Inggris minggu ini yang akan dirilis Rabu dan Jumat
Nasib GBP masih bergantung pada sentimen dolar, jadi tetap perhatikan ke mana dolar bergerak sepanjang minggu ini!
Switch to SELL jika harga tembus 1.25600 atau jika USD kembali menguat
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 1.27000
Suggest : BUY on Dip Area : 1.26200 – 1.26400 Target : 1) 1.27000 2) 1.27600 SL : 1.25600
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000 Switch to SELL jika tembus 1.25600
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
KETERANGAN
Dolar AS dan US Treasury Yield terkoreksi turun sehingga USDJPY juga cenderung turun
Faktor penggerak Naik : a. BOJ tahan suku bunga b. Data ekonomi AS yang kuat
Faktor penggerak turun : a. BOJ memberi isyarat terbuka untuk tetap menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya b. Data ekonomi AS yang lemah atau data Jepang yang membaik
Pernyataan Ueda kemarin tidak terlalu hawkish (tidak memberi indikasi kenaikan suku bunga Desember), tapi secara umum memberi isyarat bahwa BOJ akan tetap di jalur kenaikan suku bunga jika data ekonomi mendukung (inflasi tinggi, upah naik berkelanjutan) -> negatif untuk yen jangka pendek (USDJPY naik), positif untuk yen medium term (USDJPY turun)
Real intervention diperkirakan baru akan terjadi jika terjadi kenaikan cepat yang dianggap spekulatif, tidak ada target angka tertentu-> lakukan SELL jika terealisasi!
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.800
Switch to BUY jika tembus 155.300
Suggest : SELL on Rally Area : 154.300 – 154.500 Target : 1) 153.700 2) 153.100 SL : 155.100
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 155.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)
KETERANGAN
Beberapa faktor pendukung bullish untuk medium term : a. Siklus penurunan suku bunga bank sentral, terutama jika Fed masih berlanjut ke 2025 -> Menunggu dot plot berikutnya di bulan Desember b. Ketidakpastian geopolitik c. Stimulus China -> kemungkinan masih bisa terjadi karena China berusaha mengatasi dampak dari kebijakan Trump nantinya
Tekanan turun kemungkinan masih membayangi terutama jika resistance psikologis 2626-2630 gagal ditembus
Efek seasonal (musiman) akhir tahun dan awal tahun cenderung positif untuk emas sehingga penurunan bisa dianggap sebagai peluang buy menuju akhir tahun
Penurunan dikarenakan market mulai "repricing" tentang pemangkasan suku bunga di 2025 dari sebelumnya 4 kali cut rate menjadi 1-2 kali cut rate -> seharusnya mulai reda sehingga dampak tekanan turun mulai berkurang bertahap
Elliott Wave di H4 diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda rebound wave ABC a. opsi 1 : kemungkinan wave A selesai sehingga saat ini diharapkan koreksi wave B (swing low terbatas) sebelum lanjut naik wave C -> optimal price kemungkinan di 2630-2640 untuk wave C b. Opsi 2 : kemungkinan kenaikan sudah selesai wave C secara keseluruhan sehingga perlu waspada jika kemungkinan kenaikan sudah terbatas dan siap-siap turun
Secara keseluruhan, selama tidak ada penurunan di bawah 2589, maka uptren cenderung dominan untuk beberapa waktu ke depan
Fokus minggu ini tertuju pada PMI AS dan pidato pejabat Fed
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi siklus penurunan suku bunga Fed, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, meskipun PBOC belum aktif kembali untuk pembelian emas
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2626 (target terdekat 2632, terjauh 2640)
Switch to SELL jika tembus 2590 (potensi terdekat 2583, terjauh 2575)
Suggest : BUY on Dip Area : 2603.00 – 2605.00 Target : 1) 2611.00 2) 2617.00 SL : 2597 (ideal 3-5 points di bawah 2596.00)
Alternatif : Waspada potential supply area 2626-2630 atau 2644-2648 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2630 Switch to SELL jika gagal tembus 2630 atau tembus 2590
Dolar masih menguat terhadap mata uang Yen meski sedikit tertahan terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi akan terhentinya langkah moneter Fed untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya. Agenda ekonomi dari pemerintahan Trump mendatang yang fokus pada pengurangan pajak dan menaikkan tarif impor beresiko menaikkan inflasi dan mempersempit ruang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga lebih lanjut. Sejumlah pejabat Fed, termasuk Ketua Fed – Jerome Powell mewanti-wanti akan berhati-hati dalam menentukan langkah moneter berikutnya dalam mengantisipasi kondisi ekonomi di masa yang akan datang. Bahkan Gubernur Fed Boston – Susan Collins menyarankan untuk segera menghentikan pemangkasan suku bunga acuan mulai dari pertemuan moneter FOMC di bulan Desember mendatang. Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang semakin berkurang menjadi di kisaran 54%. Sementara itu Trump sudah mulai merancang susunan kabinet dengan mengisi jabatan di bidang kesehatan dan pertahanan pekan lalu, namun belum menunjuk siapa yang akan mengisi posisi penting di bidang keuangan seperti jabatan menteri keuangan dan menteri perdagangan yang akan menjalankan 2 agenda utama tersebut. Sejumlah media memberikan nama potensial yang akan menduduki jabatan tersebut termasuk mantan Gubernur Fed - Kevin Warsh dan milyarder eksekutif Marc Rowan. Dan Trump harus memastikan bahwa menteri-menteri yang akan dipilih nanti adalah pendukung agenda pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor. Sementara di tengah sepinya data ekonomi, indeks sektor perumahan naik tajam dari 43 menjadi 46 yang merupakan indeks tertinggi sejak April lalu, menyambut optimisme akan perubahan aturan yang lebih lunak sehingga menarik kembali minat pembeli sehingga diharapkan ikut mendongkrak sektor konstruksi. Sektor perumahan juga masih akan mendominasi data hari ini dengan data Building Permits dan Housing Start.
Yen melemah terhadap dolar semenjak pasar Asia kemarin setelah Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda meski memberikan sinyal bahwa BOJ masih akan tetap menaikkan suku bunga acuannya namun tidak memberikan petunjuk akan waktu yang tepat untuk dilakukan. Ueda mengulang kembali bahwa kondisi ekonomi sudah mendekati inflasi yang terbentuk karena tingkat upah dan mengingatkan untuk tidak mempertahankan suku bunga rendah namun masih banyak ketidakpastian kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan. Hal ini diartikan pasar bahwa BOJ tidak akan segera menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Ini bertentangan dengan harapan pasar yang sangat mengharapkan BOJ segera menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut. Jumat lalu, Menteri Keuangan - Katsunobu Kato untuk kesekian kalinya memperingatkan pemerintah Jepang akan bertindak di pasar mata uang jika memang terjadi pergerakan mata uang yang berlebihan. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis.
Euro bergerak menguat seiring dengan koreksi yang terjadi pada mata uang dolar. Meski demikian, kekhawatiran akan dampak buruk akan agenda Trump perihal kenaikan tarif impor semakin meningkat. Bahkan mengalihkan perhatian pejabat Bank Sentral yang lebih khawatir dibandingkan dengan kenaikan inflasi. Uni Eropa merupakan mitra dagang utama AS selain China sehingga kenaikan tarif ini akan benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di 2 mitra dagang AS ini. Tidak kurang dari 2 pejabat ECB yaitu Gubernur Bank Sentral Italia seklaigus Wakil Presiden ECB - Luis de Guindos dan Gubernur Bank Sentral Jerman sekaligus Ketua ahli ekonomi ECB - Joachim Nagel di tempat terpisah mengungkapkan kekhawatiran yang sama perihal tersebut. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI yang akan menentukan langkah moneter ECB pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang.
Poundsterling juga bergerak menguat seiring dengan mata uang dolar yang terkoreksi meskipun fundamental ekonomi cenderung negatif. Dengan pertumbuhan ekonomi GDP yang menurun akan mendukung Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya seperti yang diperkirakan pasar. Hari ini Gubernur dan pejabat BOE akan memberikan pandangan perihal kondisi ekonomi dan moneter saat ini dan langkah yang perlu diambil ke depannya di depan Parlemen Inggris. Sedangkan data inflasi baru akan dirilis esok hari.
Dolar terus bergerak menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan peluang Fed menahan diri dari pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato Jumat dini hari mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru untuk melanjutkan memangkas suku bunga acuan dan jika memang perlu harus dilakukan secara berhati-hati. Powell menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang masih sehat, sektor tenaga kerja yang solid dan inflasi yang masih di atas target Fed 2%. Pendapat tersebut juga dikaitkan dengan prospek inflasi yang kembali naik karena agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan Presiden untuk kedua kalinya. Agenda Trump diperkirakan akan mempersempit ruang Fed untuk meneruskan langkah pelonggaran moneter yang selama ini sudah digadang-gadangkan akan memangkas suku bunga acuan yang agresif sepanjang tahun 2025 yang mengalami pengurangan drastis menjadi hanya 1 kali mendekati hari pelantikan secara resmi Presiden AS yang baru. Langkah ini perlu dilakukan agar Fed mempunyai ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan jika inflasi betul-betul kembali naik. Senada dengan Powell, Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee pada Jumat lalu mengatakan sudah sewajarnya Fed memperlambat laju penurunan suku bunga acuan karena pejabat Fed masih belum sepakat di level berapa suku bunga dianggap netral. Sedangkan Gubernur Fed Boston - Susan Collins malah menyarankan untuk menghentikan pemangkasan sepenuhnya pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang sesuai dengan data inflasi dan sektor tenaga kerja yang akan dirilis nanti. Sementara data ekonomi di sektor ritel dengan data Retail Sales yang naik 0.4% lebih tinggi dari perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.8%. Dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih jelek dari perkiraan naik 1.0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data yang sama periode setahun yang lalu Retail Sales mengalami kenaikan tajam 2.8% yang melampaui perkiraan 1.9% dari periode sebelumnya 2.0%. Data ini semakin memberikan ruang bagi Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga sebelum angka inflasi kembali naik nantinya. Probabilitas pemangkasan suku bunga acuan kembali menurun menjadi 55% setelah sebelumnya sempat naik lagi mendekati 73% merespon komentar dari pejabat Fed tersebut. Pekan ini tidak banyak data ekonomi yang akan dirilis kecuali pada hari Jumat nanti berupa data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari sejumlah pejabat Fed di sejumlah peristiwa dan tempat yang berbeda-beda.Â
Yen bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level 156 untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Penguatan ini dipicu oleh spekulasi akan diambilnya langkah strategis oleh pemerintah Jepang guna menahan laju pelemahan mata uang Yen. Hari ini Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dijadwalkan akan memberikan pidato yang akan dicermati pasar untuk mengetahui peluang BOJ kembali menaikkan suku bunga acuan mengingat angka inflasi yang terus meningkat di Jepang. Data ekonomi berupa machinary order di Jepang juga membaik dari -1.9% meniadi -0.7% walau tidak sebaik yang diperkirakan +1.4%. Pekan ini selain pidato dari Ueda hanya akan dirilis data neraca perdagangan.  Â
Euro tertahan laju penurunan terhadap dolar dan menjauh dari level terendah sebelumnya yang merupakan level terendah sejak Oktober 2023 yang lalu. Meskipun tekanan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk agresif malakukan pemangkasan suku bunga acuan semakin tinggi. Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone sekaligus anggota voting ECB menyarankan hal tersebut guna mendukung pemulihan ekonomi secepatnya menjelang adanya agenda kenaikan tarif impor di AS yang akan datang. Cipollone mengatakan menurunkan suku bunga acuan akan merupakan stimulus bagi investasi dan diharapkan akan mendorong produktifitas. Sejumlah pejabat ECB mengkhawatirkan agenda proteksi yang akan diambil AS akan menghalangi pertumbuhan ekonomi global dan pembatasan impor akan memperburuk situasi ini. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk keempat kalinya dalam pertemuan moneter pada 12 Desember mendatang. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis, hanya pidato dari Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel. .
Poundsterling masih melemah tajam terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris yang menurun dari 0.2% menjadi -0.1%. Begitu pula dengan data kuartalan yang juga turun dari 0.5% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Defisit neraca perdagangan juga bertambah begitu pula dengan industrial/manufacturing production mengalami penurunan. Kondisi ekonomi yang melemah ini akan mendorong Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang. Pekan ini akan dirilis sejumlah data inflasi seperti CPI, PPI, RPI, WPI yang akan memberikan kejelasan apakah BOE akan menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut atau akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Selain itu juga akan dirilis data Hutang sektor publik dan Kepercayaan Konsumen. Â
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.