logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.05000 – 1.05200
Target : 1) 1.05800 2) 1.06400
SL : 1.04400

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05800
Switch to SELL jika tembus 1.04400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26600 – 1.26800
Target : 1) 1.26000 2) 1.25400
SL : 1.27400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26000
Switch to BUY jika tembus 1.27600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 154.300 – 154.500
Target : 1) 153.700 2) 153.100
SL : 155.100

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2570.00 – 2572.00
Target : 1) 2578.00 2) 2584.00
SL : 2564 (ideal 3-5 points di bawah 2564.00)

Alternatif :
Expected Strong Demand Area : 2536-2545 (sejauh ini efektif)
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2600
Switch to SELL jika gagal tembus 2610 atau tembus 2555

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.06000 – 1.06200
Target : 1) 1.05400 2) 1.04800
SL : 1.06800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05200
Switch to BUY jika tembus 1.07400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.26400 2) 1.27000
SL : 1.25000

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27200
Switch to SELL jika tembus 1.25000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 155.600 – 155.800
Target : 1) 156.400 2) 157.000
SL : 155.000

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 155.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 157.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2548.00 – 2550.00
Target : 1) 2556.00 2) 2562.00
SL : 2542 (ideal 3-5 points di bawah 2540.00)

Alternatif :
Expected Strong Demand Area : 2536-2545
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2575
Switch to SELL jika tembus 2535

Dolar masih cenderung terus menguat tajam terhadap mata uang lainnya karena peluang Fed untuk meneruskan pemangkasan suku bunga acuan menghadapi resiko terhenti seiring dengan potensi inflasi yang kembali meningkat dengan kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan oleh Trump setelah resmi menjabat menjadi Presiden AS ke 47 pada Januari nanti. Dengan Partai Republik memegang kunci mayoritas di Senat dan DPR AS, maka akan memuluskan rencana Trump untuk kembali menaikkan tarif impor yang menjadi agenda utamanya selain pengurangan pajak dan pelonggaran peraturan perundang-undangan. Agenda-agenda tersebut diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada menguatnya mata uang dolar. Namun kebijakan menaikkan tarif impor akan menjadi bumerang karena berpotensi untuk mengangkat inflasi lagi setelah sekian lama Fed berupaya menekan inflasi menuju target 2%. Meski demikian sejumlah pejabat Fed masih cukup optimis bahwa target inflasi akan segera tercapai, Gubernur Fed Richmond - Thomas Barkin semalam mengatakan inflasi sudah mendekati target Fed, sektor tenaga kerja masih bertahan dan Fed masih akan terus menurunkan suku bunga acuannya. Meski demikian pejabat Fed juga siap memberikan respon jika inflasi kembali naik dan sektor tenaga kerja mulai melambat. Gubernur Fed Minneapolis - Neel Kashkari di tempat berbeda mengatakan kondisi ekonomi dalam keadaan baik dan kebijakan moneter yang diambil Fed saat ini sudah cukup untuk menahan laju ekonomi dan inflasi meskipun belum cukup banyak. Dengan adanya resiko inflasi kembali naik maka ekspektasi pasar akan langkah moneter Fed berikutnya juga ikut menurun. spekulasi di pasar memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan lagi sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang dengan peluang hanya 58.4% yang menurun cukup tajam dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 77.3% pada pekan lalu menurut CME's FedWatch Tool,. Hari ini akan diirlis data inflasi CPI akan menjadi fokus pasar untuk mengkonfirmasi spekulasi tersebut. Sementara itu Bitcoin terus melambung membuat rekor baru lagi mendekati level psikologis $90.000 seiring dengan ekspektasi dari Trump yang pernah menjanjikan akan membuat AS sebagai Ibukota Crypto di Planet ini.

Yen kembali melemah seiring dengan penguatan dolar terhadap semua mata uang dunia. Terlebih dengan terpilihnya Perdana Menteri Shigeru Ishiba secara resmi melalui voting parleman hari Senin kemarin. Beberapa waktu lalu jauh sebelum voting parlemen, PM Ishiba menjumpai Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) yang secara tidak langsung meminta untuk menunda rencana kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Walau dalam pernyataan terakhirnya Gubernur Ueda paska pertemuan moneter pekan lalu mengatakan terdapat ruang bagi BOJ unutk kembali menaikkan suku bunga acuan. Dengan kembalinya Ishiba, akankah membuat Ueda membuat keputusan yang berbeda dalam pertemuan moneter BOJ berikutnya di bulan Desember mendatang?

Euro berlanjut melemah terhadap penguatan mata uang dolar seiring dengan akan kembalinya Trump menduduki jabatan sebagai Presiden. Trump pernah memberikan peringatan kepada Uni Eropa yang dinilai tidak cukup seimbang dalam neraca perdagangan dengan AS terutama menyerap mobil-mobil buatan AS. Sementara suasan politik di Jerman juga menjadi fokus pasar yang semakin tidak menentu setelah Kanselir Jerman - Olaf Scholz sudah menentukan jadwal pemilu dini yaitu pada 23 Februari mendatang atau 11 pekan lagi. Keputusan mengadakan pemilu dini ini terjadi untuk membuktikan bahwa kepemimpinan Kanselir Scholz masih layak diteruskan atau tidak. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter ECB bulan lalu.

Poundsterling juga berlanjut melemah selain karena penguatan mata uang dolar namun juga karena data di sektor tenaga kerja di Inggris yang melemah. Data klaim pengangguran dari Claimant meningkat tajam menjadi 26.7K meski lebih baik dari perkiraan naik hingga 30.5K, namun jika dibandingkan dari periode sebelumnya menjadi naik banyak meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 27.9K menjadi hanya 10.1K. Data lain berupa tingkat pengangguran juga meningkat dari 4% menjadi 4.3% yang melampaui perkiraan naik hanya 4.1%. Sedangkan upah sebelum bonus mengalami penurunan dari 4.9% menjadi 4.8% walau masih lebih baik dari perkiraan turun hingga 4.7%. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.06400 – 1.06600
Target : 1) 1.05800 2) 1.05200
SL : 1.07200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.06000
Switch to BUY jika tembus 1.07500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27800 – 1.28000
Target : 1) 1.27200 2) 1.26600
SL : 1.28600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27000
Switch to BUY jika tembus 1.29000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 153.800 – 154.000
Target : 1) 154.600 2) 155.400
SL : 153.200

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 153.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2614.00 – 2616.00
Target : 1) 2608.00 2) 2602.00
SL : 2622 (ideal 3-5 points di atas 2620.00)

Alternatif :
Expected Stronger Demand Area : 2585-2590 (disentuh tadi malam di 2589)
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2600 (Support psikologis)
Switch to BUY jika tembus 2626


Dolar berlanjut menguat tajam terhadap mata uang lainnya masih dengan ekspektasi akan program kerja dari Donald Trump yang berhasil memenangkan pemilu di AS untuk kedua kalinya pada pekan lalu. Diperkirakan kebijakan yang pertama kali akan dijalankan oleh Trump setelah pelantikan pada Januari mendatang adalah menaikkan tarif impor seiring dengan penyebutan nama Robert Lighthizer dalam daftar yang akan dipanggil untuk menjabat menteri dalam kabinet yang akan dibentuk Trump. Lighthizer adalah Menteri Perdagangan di masa pemerintahan Trump sebelumnya yang dikenal sangat tegas dalam menghambat masuknya produk-produk impor. Meskipun belum dapat dipastikan apakah Lighthizer akan kembali menduduki jabatan yang sama pada kabinet mendatang. Kebijakan yang akan diambil tersebut mendapat sebutan Trump 2.0 termasuk dengan rencana pengurangan pajak dan perubahan peraturan yang lebih mudah serta memperketat imigrasi di perbatasan. Peluang kebijakan tersebut terealisasi semakin besar setelah Partai Republik berhasil mendapatkan kembali kursi mayoritas di Senat AS dan juga masih unggul di DPR AS yang sudah mengantongi 214 suara dari 218 suara untuk memenangkan pemungutan suara dibandingkan dengan Partai Demokrat yang tertinggal jauh dengan 204 suara. Kebijakan-kebijakan tersebut memang akan mendorong pertumbuhan ekonomi namun di sisi lain juga akan berpotensi kembali mengangkat naik inflasi. Sehingga dapat membuat Fed menunda rencana pemangkasan suku bunga acuan yang lebih agresif seperti sebelumnya. Ekspektasi akan langkah Fed selanjutnya masih akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter FOMC di bulan Desember mendatang sebanyak 25 bps dengan peluang tersebut semakin menyusut dengan hanya 65% dari sebelumnya yang mencapai 80% sebelum pilpres pekan lalu. Kemenangan Trump sendiri disambut baik dengan menguatnya mata uang dolar dan juga bitcoin yang kembali mencapai rekor tertinggi karena Trump merupakan pendukung mata uang digital. Hari ini tidk ada data penting, hanya pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk Gubernur Fed - Christopher Waller, Thomas Barkin dan juga Neel Kashkari.

Yen sempat melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar hingga mendekati level 158 yang digadangkan merupakan level dimana Bank Sentral Jepang dikabarkan siap untuk melakukan intervensi. Dalam nota pertemuan moneter BOJ di bulan lalu menunjukkan sejumlah pejabat BOJ masih belum yakin untuk kembali menaikkan suku bunga pinjman dengan menyebutkan masih adanya keetidakpastian domestik dan juga global. Sementara itu Perdana Menteri - Shigeru Ishiba akan meneruskan jabatannya setelah memenangkan voting suara di parlemen Jepang yang diadakan kemarin. Ishiba mendapatkan 221 suara melampaui suara pesaingnya Yoshihiko Noda yang hanya mendapatkan 160 suara dan 84 suara tidak sah. Dengan Ishiba masih menjabat akan mempersempit ruang gerak BOJ yang berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.

Euro terus melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 7 bulan terakhir seiring dengan kekhawatiran yang muncul akibat kenaikan tarif impor yang akan dijalankan pemerintahan Trump mendatang. Kenaikan tarif impor ini akan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi di Uni Eropa. Sementara gejolak politik di Jerman yang masih belum menemukan titik temu membuat kekhawatiran investor asing sehingga mengurangi asetnya dalam denominasi mata uang Eropa ini. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dan Sentimen Ekonomi dari ZEW.

Poundsterling juga masih cenderung melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar. Hari ini akan dirilis data dari sektor tenaga kerja yang akan memberikan pandangan langkah moneter apa yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) lebih lanjut setelah beberapa waktu lalu memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk kedua kalinya. Sama seperti Uni Eropa, Inggris juga akan terdampak oleh kenaikan tarif impor AS yang akan diberlakukan setelah Trump dilantik menjadi Presiden AS secara resmi di bulan Januari mendatang.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Dolar menguat tajam terhadap mata uang lainnya setelah Fed memtuskan memangkas suku bunga acuannya lagi dan fokus pasar kembali kepada euforia pilpres dan juga stimulus ekonomi pemerintah China. Prospek pertumbuhan ekonomi dibahwa kepemimpinan Trump diharapkan akan mampu mendongkrak ekonomi lebih jauh. Dengan rencana pengurangan pajak dan peraturan-peraturan yang lebih memudahkan industri di AS termasuk dengan menaikkan tarif impor produk asing menjadi harapan akan peningkatan pertumbuhan ekonomi setelah Trump menjabat menjadi presiden di bulan Januari nanti. Selain kemenangan presiden, Partai Republik juga mendapat mayoritas kursi di Senat dan sementara masih memimpin dalam pemilihan anggota DPR AS. Komposisi ini sudah cukup untuk memudahkan diloloskannya program-program kerja yang direncanakan tersebut diatas. Sementara itu stimullus ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah China jumat lalu dinilai pasar sedikit mengecewakan karena dibahwa ekspektasi meskipun pagi ini dikonfirmasi bahwa stimulus tersebut hanya untuk mendanai pemerintah daerah yang kesulitan likuiditas. Sedangkan stimulus untuk meningkatkan permintaan domestik baru akan diluncurkan setelah pelantikan Trump di bulan Januari mendatang sekaligus mengantisipasi kenaikan tarif impor yang akan dikenakan pada produk-produk China yang akan ekspor ke AS nantinya. Hari ini US Market tutup libur merayakan hari Veteran dan pekan ini akan dirilis data penting berupa data inflasi CPI di hari Rabu dan Retail Sales yang dapat memberikan gambaran arah inflasi dan daya beli konsumen di AS saat ini. Selain itu Ketua Fed - Jerome Powell juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Yen menguat terhadap mata uang dolar menjelang voting anggota parlemen Jepang untuk menentukan apakah Perdan Menteri Jepang saat ini Shigeru Ishiba akan berlanjut menjabat ataukan akan diganti. Sebelumnya Ishigeru menjadi Perdana Menteri setelah mengadakan pemilihan cepat dan memenangkan kontestasi di internal Partai Liberal Demokratik (LDP). Sementara dalam pemilu lalu Partai LDP sudah kehilangan mayoritas dan belum ada khabar sudah membentuk koalisi baru. Ketidakpastian politik dan prospek Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini diperkirakan akan membuat mata uang yen kembali melemah.

Euro terkoreksi cukup tajam seiring dengan kembali menguatnya mata uang dolar. Dengan kebijakan kenaikan tarif impor Trump, industri di Uni Eropa juga kan terdampak negatif seiring dengan semakin tingginya harga jual produk setelah di kenakan kenaikan tarif impor tersebut sehingga mengurangi daya tarik produk tersebut. Selain itu isu politik di Jerman juga mulai dirasakan setelah Kansellir Jerman - Olaf Scholz berbeda pendapat dengan yang berakhir dengan pemberhentian Menteri Keuangan - Christian Lindner. Keptutusan tersbut berpotensi akan memecah koalisi 3 partai dan berpeluang akan mempercepat pemilu. Scholtz bersedia mengadakan voting untuk mendapatkan kepercayaan terhadap kepemimpinanya sebelum malam natal yang akan datang. Hal ini bisa menjadi bumerang jika hasil voting tersebut berlawanan dengan yang diharapkan. Dan memicu pemilu lebih awal untuk menggantikan posisi Scholtz. Pekan ini fundamental ekonomi di Uni Eropa yang penting yaitu CPI di Jerman, Sentimen Ekonomi dari ZEW dihari Selasa dan Flash GDP di hari Kamis. Presiden ECB - Chritirn Lagarde juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Poundsterling juga ikut melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar ditambah dengan rencana Bank Sentral Inggris (BOE) untuk lebih lanjut mengatakan pemangkasan berikutnya akan dilakukan secara bertahap setelah pekan lalu memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk kedua kalinya. Dengan rencana anggaran yang baru beberapa waktu lalu masih menyimpan potensi tertahannya angka inflasi. Pekan ini akan dirilsi sejumlah data penting di Inggris yaitu data sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran Claimant Count dan data pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis pada hari Jumat nanti. Gubernur BOE - Andrew Bailey juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down