Dolar sedikit terkoreksi terhadap mata uang lainnya menjelang hari pemungutan suara pemilihan presiden AS yang dijadwalkan malam ini. Biasanya TPS buka pada pukul 07:00 waktu setempat atau pukul 19:00 WIB dan akan berakhir pada pukul 23:00 WIB. Namun tidak semua TPS sama waktu bukanya mengingat luasnya wilayah AS. Ada yang buka terlebih dahulu dan ada yang tutup lebih lambat bergantung letak geografis dan kebijakan pemda lokal. Dengan masih ketatnya persaingan perolehan suara dalam polling yang ada membuat ketidakpastian akan pemenang pemilu kali ini. Donald Trump dan Kamala Harris mempunyai peluang yang sama untuk memenangkan pemilu kali ini. Sejumlah pelaku pasar berharap Trump kembali memimpin dengan mempertimbangkan kebijakannya yang pro industrialis dengan pengurangan pajak dan menaikkan harga barang impor. Dan hal ini akan mendapat dukungan dari Kongres yang mayoritas dikuasai oleh Partai Republik yang sama dengan Trump. Sedangkan program kerja Harris diperkirakan akan menemui kesulitan pada proses di Kongres nantinya karena suara Partai Demokrat yang minoritas. Terutama kebijakan kenaikan pajak dan juga regulasi yang mendukung green industri akan mempersulit pelaku usaha di AS, meskipun dari aspek sosial hal ini akan berdampak positif. Jika Trump menang mata uang dolar akan menguat dan sebaliknya jika Harris yang menang kemungkinan dolar akan melemah. Setelah pemungutan suara, fokus pasar akan tertuju pada pertemuan moneter FOMC dengan perkiraan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan dengan lebih moderat sebanyak 25 bps dengan pertimbangan data-data ekonomi yang masih cukup solid terutama di sektor tenaga kerja. Pertemuan moneter akan berakhir pada hari Kamis dini hari awal. Data ekonomi yang akan dirilis malam ini adalah data PMI dari sektor jasa dengan perkiraan menurun dari 54.9 menjadi 53.4, namun masih dalam zona ekspansif di atas ambang 50 sehingga diperkirakan reaksinya akan minimalis. Karena fokus pasar masih akan tertuju pada hitung cepat pemilu nanti malam.
Yen terus menguat terhadap dolar karena prospek akan kembalinya Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter di bulan Desember yang akan datang. Paska pertemuan moneter BOJ pekan lalu, Gubernur BOJ - Kazuo Ueda di luar perkiraan mengatakan peluang untuk menaikkan suku bunga acuan terbuka pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Desember nanti. Komentar yang cukup optimis ini relatif berbeda dengan yang selama ini Ueda lakukan dengan terus menahan diri dan terus berhati-hati. Nota pertemuan moneter BOJ bulan lalu yang akan dirilis esok hari akan memberikan pandangan pejabat BOJ akan prospek kenaikan suku bunga acuan mendatang.
Euro sempat menguat terhadap koreksinya mata uang dolar, namun berakhir dengan kembali pada level semula. Penguatan sementara tersebut terjadi setelah rilis data PMI di sektor manufaktur yang membaik menjadi 46.0 yang sedikit melampaui perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 45.9. Seiring dengan melonjaknya sektor manufaktur di Jerman dan Spanyol. Sedangkan di Prancis relatif stabil dan hanya di Italia yang mengalami penurunan. Sentimen konsumen dari Sentix juga membaik dari -13.8 menjadi -12.8 sedikit di bawah perkiraan membaik 12.7. Dengan Bank Sentral Eropa (ECB) hanya akan memangkas suku bunga acuan secara moderat membuat hilangnya daya tarik mata uang Euro. Sebelumnya pasar memperkirakan akan ada langkah drastis dengan pemangkasan jumbo mengikuti langkah Fed sebelumnya. Hari ini hanya ada data Industrial Production di Prancis dan Tingkat Pengangguran di Spanyol.
Poundsterling juga sempat bergerak menguat terhadap dolar sebelum akhirnya kembali melemah seperti halnya mata uang Euro. Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pada hari Kamis nanti. Meskipun pelaku industri akan melesu setelah Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves mengumumkan pemerintah Inggris akan menaikkan pajak menjadi 32% dari sebelumnya 28% yang akan berlaku mulai April tahun 2025 mendatang. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter BOE bulan lalu yang akan memberikan pandangan pejabat BOE akan prospek pemangkasan suku bunga acuan nanti.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08800 – 1.09000
Target : 1) 1.08200 2) 1.07600
SL : 1.09600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
Switch to BUY jika tembus 1.09600
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29600 – 1.29800
Target : 1) 1.29000 2) 1.28400
SL : 1.30400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000
Switch to BUY jika tembus 1.30700
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.500 – 152.700
Target : 1) 151.900 2) 151.300
SL : 153.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 153.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.800
Suggest : BUY on Dip
Area : 2715.00 – 2717.00
Target : 1) 2723.00 2) 2729.00
SL : 2709 (ideal 3-5 points di bawah 2708.00)
Alternatif :
Potential Strong Demand Area : 2708-2714
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2748
Switch to SELL jika tembus 2704
Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya meskipun data Non-Farm Payroll yang dirilis Jumat malam turun drastis di bawah perkiraan. Hanya terjadi penambahan lapangan kerja terisi sebanyak 12K yang jauh di bawah perkiraan 106K dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 254K menjadi 223K. Meskipun turun drastis tapi reaksi pasar justru mendukung penguatan dolar karena turunnya angka tersebut dikarenakan 2 badai besar yang baru-baru ini melanda AS yaitu Badai Helena dan Milton ditambah dengan mogok kerja besar-besaran dari perusahaan produsen pesawat terbang Boeing dan Textron. Data lain berupa tingkat pengangguran yang relatif stabil 4.1% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya dan juga upah rata-rata stabil 0.4% yang lebih baik dari perkiraan turun 0.3% meyakinkan pelaku pasar bahwa sektor tenaga kerja di AS masih cukup solid. Sementara data lain yaitu PMI dari ISM di sektor manufaktur meski turun dari 47.2 menjadi 46.5 yang berbalik dari perkiraan naik 47.6, namun indeks biaya produksi meningkat tajam dari 48.3 menjadi 54.8 yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 49.9. Dengan data-data ini semakin memperkuat peluang Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuan yang moderat sebanyak 25 bps. Terlebih dengan masih adanya ketidakpastian akan hasil pemilu yang dijadwalkan pada esok hari. Dan pertemuan moneter FOMC - Fed dijadwalkan pada 2 hari kemudian di hari Kamis. Setelah ekspektasi akan langkah Fed dipastikan pada pertemuan tersebut, fokus pasar akan tertuju pada hasil pemilu dimana saat ini polling antara Donald Trump dan Kamala Harris terus bersaing ketat dan tidak ada yang menonjol dari kedua kandidat ini. Kebijakan yang dijanjikan oleh Trump terhadap imigrasi, pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor dinilai berpotensi mendorong inflasi dan penguatan mata uang dolar, sementara kebijakan Harris dinilai tidak akan jauh berbeda dari saat ini. Selain itu komposisi Kongres AS yang mayoritas dikuasai oleh Partai Republik akan memudahkan program kerja Trump dan sebaliknya akan mempersulit kerja-kerja Harris di masa depan. Ketidakpastian ini yang mencegah Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuan dengan ukuran jumbo seperti sebelumnya. Selain kedua peristiwa penting tersebut, pekan ini juga akan dirilis data PMI di sektor swasta dan juga laporan mingguan klaim pengangguran. Sementara itu pemerintah China juga diperkirakan akan mempertimbangkan stimulus fiskal yang cukup, masih dalam pekan ini seiring dengan Kongres Rakyat China yang dijadwalkan sepanjang pekan ini dari Senin hingga Jumat nanti.
Yen masih cenderung menguat terhadap dolar meski Jepang masih libur hari ini. Penguatan mata uang Yen karena prospek akan kembalinya Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter di bulan Desember yang akan datang. Pekan lalu BOJ mempertahankan suku bunga acuannya dan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda secara terbuka mengungkapkan peluang tersebut. Komentar tersebut relatif berbeda dengan yang selama ini Ueda lakukan dengan terus menahan diri untuk tidak terlalu agresif. Pekan ini akan dirilis nota pertemuan moneter BOJ bulan lalu yang akan memberikan pandangan pejabat BOJ akan prospek kenaikan suku bunga acuan mendatang.
Euro melemah tidak saja terhadap dolar namun juga terhadap Yen dengan liburnya sejumlah negara di wilayah ini. Ekspektasi akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Eropa (ECB) juga menurun dari sebelumnya diharapkan akan melakukan pemangkasan jumbo menjadi hanya moderat sama seperti sebelumnya seiring dengan potensi inflasi yang kembali naik. Data penting pekan ini adalah PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling menunjukkan resistensi terhadap dolar meskipun sentimen akan rencana anggaran masih membayangi pelaku industri. Pekan lalu Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves mengumumkan pemerintah Inggris akan menaikkan pajak menjadi 32% dari sebelumnya 28% yang akan berlaku mulai April tahun 2025 mendatang. . Kenaikan pajak ini merupakan kenaikan pajak tertinggi sejak tahun 1993 yang lalu dan dipastikan akan mengurangi laba pelaku bisnis sehingga berpotensi membuat industri lesu. Meski demikian, pasar tetap berekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pada hari Kamis nanti. Selain BOE, Bank Sentral Australia (RBA) juga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di hari Selasa esok namun diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dan Bank Sentral Swedia (Riksbank) yang diperkirakan akan memangkas 50 bps pada hari Kamis juga.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08700 – 1.08900
Target : 1) 1.08100 2) 1.07500
SL : 1.09500
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
Switch to BUY jika tembus 1.09500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.30000 – 1.30200
Target : 1) 1.29400 2) 1.28800
SL : 1.30800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000
Switch to BUY jika tembus 1.30700
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.500 – 152.700
Target : 1) 151.900 2) 151.300
SL : 153.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 153.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.800
Suggest : BUY on Dip
Area : 2725.00 – 2727.00
Target : 1) 2733.00 2) 2739.00
SL : 2719 (ideal 3-5 points di bawah 2718.00)
Alternatif :
Potential Strong Demand Area : 2708-2714
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2745.30
Switch to SELL jika tembus 2708
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08700 – 1.08900
Target : 1) 1.08100 2) 1.07500
SL : 1.09500
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
Switch to BUY jika tembus 1.09500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29200 – 1.29400
Target : 1) 1.28600 2) 1.28000
SL : 1.30000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28500
Switch to BUY jika tembus 1.30500
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.600 – 152.800
Target : 1) 152.000 2) 151.600
SL : 153.400
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 153.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.800
Suggest : BUY on Dip
Area : 2713.00 – 2715.00
Target : 1) 2721.00 2) 2737.00
SL : 2707 (ideal 3-5 points di bawah 2708.00)
Alternatif :
Short term correction/profit taking : cek keterangan!
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2760.00
Switch to SELL jika 2708
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya seiring dengan semakin tipisnya peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan setelah indikator inflasi menunjukkan adanya potensi naik lagi. Data PCE yang dirilis semalam mengalami kenaikan dari 0.1% menjadi 0.2% sesuai perkiraan dan data Core PCE juga naik dari 0.2% menjadi 0.3% sesuai perkiraan. Meskipun data year-on-year PCE relatif turun menjadi 2.1% sesuai perkiraan, namun data periode sebelumnya direvisi naik dari 2.2% menjadi 2.3% dan data Core PCE-nya stagnan 2.7% yang lebih tinggi dari perkiraan turun 2.6%. Data ini menunjukkan resiko inflasi masih tetap membandel dan belum turun seperti yang diharapkan sehingga Fed berpeluang untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan. Spekulasi langkah pemangkasan Fed sebanyak 25% masih ada meskipun peluangnya semakin menurun dari sebelumnya di atas 90% turun menjadi hanya 70% dan sisanya 30% Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini menurut CME Group's FedWatch Tool. Data lain yang mendukung resiko inflasi tersebut adalah data personal spending yang meningkat 0.5% melampaui perkiraan 0.4% dan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 0.2% menjadi 0.3%. Sedangkan personal income hanya naik 0.3% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 0.2%. Data dari sektor tenaga kerja juga mendukung hal tersebut dengan laporan mingguan klaim pengangguran yang turun dari 228K menjadi 216K yang lebih baik dari perkiraan meningkat 229K. Sehingga rata-rata klaim pengangguran dalam 4 pekan terakhir menurun dari 238.75K menjadi 236.50K. Hari ini akan dirilis data penting di sektor tenaga kerja yaitu Non-Farm Payroll (NFP) dengan perkiraan mengalami penurunan tajam dari 254K menjadi hanya 108K.
Yen menguat tajam terhadap dolar paska pertemuan moneter Bank Setral Jepang (BOJ). Sesuai perkiraan BOJ tetap mempertahankan suku bunga acuannya saat ini. Namun mengindikasikan siap untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya untuk menahan laju inflasi di angka target 2%. Dalam konferensi pers paska pertemuan moneter tersebut, Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan BOJ menunggu seputar ketidakpastian hasil pemilu di AS nanti hingga ekonomi kembali stabil sebelum melanjutkan rencana kenaikan suku bunga lagi. Pernyataan tersebut berbeda jauh dengan sikap Ueda sebelumnya yang cenderung menahan diri. Hal ini diindikasikan BOJ akan menaikkan kembali suku bunga pada pertemuan moneter berikutnya pada bulan Desember mendatang.
Euro sedikit menguat seiring dengan koreksi pada mata uang dolar dan juga didukung oleh data inflasi Uni Eropa yang kembali naik sehingga berpotensi mencegah Bank Sentral Eropa (ECB) melakukan langkah agresif seperti yang diharapkan. Inflasi CPI di Uni Eropa mengalami kenaikan dan kembali naik lagi menjadi 2.0% yang lebih tinggi dari perkiraan naik 1.9% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 1.8% menjadi 1.7%. Dengan Core CPI relatif stagnan 2.7% sama seperti periode sebelumnya yang lebih tinggi dari perkiraan sedikit turun 2.6%. ECB yang diharapkan akan mengikuti langkah Fed dengan pemangkasan jumbo 50 bps pada pertemuan moneter yang akan datang mulai terkikis peluangnya dengan data tersebut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang dirilis. Italia dan Prancis tutup karena libur All Saints Day.
Poundsterling masih cenderung turun oleh sentimen rencana anggaran yang disampaikan oleh Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves pada hari sebelumnya. Reeves mengumumkan pemerintah Inggris akan menaikkan pajak menjadi 32% dari sebelumnya 28% yang akan berlaku mulai April tahun 2025 mendatang. Ini merupakan kenaikan pajak tertinggi sejak tahun 1993 yang lalu. Kenaikan pajak ini dipastikan akan mengurangi laba pelaku bisnis sehingga berpotensi membuat industri lesu. Dan pada akhirnya akan menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan juga indeks harga perumahan.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



