Dolar AS bergerak lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya, meskipun di sisi lain imbal hasil Treasury justru berhasil ditutup rebound. Dolar sempat menguat saat data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, 233K vs 114K. Bahkan penguatan sempat berlanjut saat data GDP dirilis lebih lemah dari ekspektasi, 2.8% vs 3.0%. Hal ini kemungkinan disebabkan angka belanja konsumen yang kuat di dalam data GDP tersebut. Rumor juga menyebut ada indikasi laporan PCE Kamis kemungkinan sedikit panas, atau setidaknya mengalami revisi ke atas untuk data bulan Agustus sebelumnya.
Namun kemudian penguatan tersebut memudar setelah imbal hasil bergerak turun dipicu dengan penurunan saham teknologi. Tapi secara keseluruhan dolar ditutup lebih rendah dibanding hari sebelumnya.
Semakin dekat dengan Pemilu AS, nampaknya ketidakpastian membayangi pasar sehingga secara keseluruhan pergerakan pasar tidak terlalu meyakinkan meskipun dengan data ekonomi yang beragam. Angka ADP yang lebih tinggi, biasanya akan membuat dolar menguat lebih jauh sehingga mampu menekan emas. Begitu juga dengan GDP AS yang dirilis lebih renda, seharusnya mampu membuat emas berbalik naik lebih tinggi dan membatasi kenaikan dolar.
Namun hal tersebut tidak terjadi tadi malam, cukup logis, mengingat para pelaku pasar yang mulai bersiap-siap untuk pemilu minggu depan. Jajak pendapat menunjukkan Trump ungguli Harris di Pennsylvania. Tapi mengingat beberapa kejutan yang terjadi pada pemilu dalam beberapa dekade terakhir, maka tidak mengherankan jika sebagian besar trader cenderung menunggu. Hal ini kemungkinan menjadi indikasi untuk pergerakan besar yang bisa terjadi sehari pasca pemungutan suara.

Investor akan mencermati laporan inflasi PCE dan initial jobless claims yang dirilis bersamaan di jam 19.30 WIB. Dilanjutkan dengan Chicago PMI di jam 20.45 WIB. Klaim pengangguran diperkirakan naik tipis dari 227K menjadi 229K. Sementara PCE headline diperkirakan turun dari 2.2% menjadi 2.1% y/y dan basis bulanan naik dari 0.1% menjadi 0.2% m/m. Sedangkan PCE core diperkirakan naik dari 0.1% menjadi 0.3% m/m, dan basis tahunan turun dari 2.7% menjadi 2.6% y/y.
Sekitar 18 bank investasi dan lainnya, memproyeksikan inflasi akan turun menjadi 2.1% y/y, dan core PCE menjadi 2.6% y/y. Sedangkan basis bulanan rata-rata diperkirakan naik tipis dari 0.1% menjadi 0.2% m/m, dan core PCE dari 0.1% menjadi 0.3% m/m. Semua data tersebut hampir setara dengan ekspektasi dari ekonom.
Data yang lebih baik dari ekspektasi akan memicu penguatan dolar kembali sehingga emas berpotensi terkoreksi turun. Sebaliknya, data yang lebih rendah dari ekspektasi akan memicu pelemahan dolar sehingga emas berpotensi naik.
Namun demikian, waspadai jika kenaikan yang dihasilkan “tidak terlalu jauh dari ekspektasi” (misal : ekspektasi 2.6%, hasil 2.7% y/y, atau ekspektasi 0.1%, hasil 0.2% m/m)! Hal ini kemungkinan akan membatasi penguatan dolar sehingga emas masih punya peluang kembali naik setelah turun terbatas pasca data. Sebaliknya, tekanan untuk emas akan jauh lebih kuat jika data yang dihasilkan “jauh lebih tinggi dari ekspektasi” (misal : ekspektasi, 0.3%, hasil 0.5% m/m, atau ekspektasi 2.6%, hasil 2.9% y/y).
Satu hal yang harus diwaspadai adalah bahwa saat ini faktor ketidakpastian masih dominan, sehingga penurunan pada emas diperkirakan masih akan relatif terbatas karena peran emas yang dilirik sebagai safe haven saat kondisi ketidakpastian membayangi pasar.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish dan ditutup di level 2786.87, semakin dekat dengan FE 100% Daily yang berada di 2809.83. Satu-satunya peluang untuk bisa turun adalah data ekonomi yang “sangat kuat” jauh melebihi ekspektasi. Jika hanya selisih sedikit, tidak mengejutkan sehingga penurunan akan tetap terbatas dan dominasi bullish terus berlanjut seiring mendekati rilis data NFP Jumat, ketidakpastian seputar pemilu AS dan juga FOMC Meeting minggu depan.
Rekor tertinggi baru tercatat saat ini di 2790 untuk sementara waktu. Penembusan area 2809 akan semakin membuka peluang kenaikan yang lebih tinggi 2829 dan juga FE 161.8% 2939.81. Namun, waspadai juga posisi RSI yang mulai memasuki overbought, meskipun tidak ditemukan kasus untuk divergence bearish sejauh ini. Support terdekat 2770 (low kemarin) dan terjauh 2758.35 yang sebelumnya menjadi resistance kuat.

Di H4, kenaikan sedikit di atas zona FE 61.8% H4 di 2783.42. Wave 5 dari Elliott wave diperkirakan semakin dekati target dengan peluang resistance trend channel sebagai target potensial 2806. Waspada dengan peluang koreksi turun/profit taking setelah tembus area 2800-an!
Jika FE 61.8% H4 2783.42 berhasil ditembus, maka semakin terbuka untuk kenaikan lanjutan mendekati zona 2800-an atau resistance trend channel 2800-2810. Ekspektasi jangka pendek, koreksi terjadi dalam 2 versi. Versi 1 adalah koreksi terbatas di sesi Asia dan Eropa (sebelum masuk ke sesi NY atau rilis data ekonomi), kemudian naik mendekati resistance trend channel (lebih kuat jika data ekonomi dirilis lebih lemah dari ekspektasi). Jika ini yang terjadi, maka Anda bisa pertahankan strategi buy, dengan potensi 2800-2810 sebagai target terdekat saat ini, dan 2829 sebagai target terjauh.
Sebaliknya, versi 2, bisa saja kenaikan terus berlanjut di sesi Asia dan Eropa hari ini, dan wave 5 menyentuh resistance 2800-2810, dan saat data ekonomi AS dirilis, terjadi koreksi turun/profit taking (jika data ekonomi lebih baik dari ekspektasi). Jika ini yang terjadi, maka Anda bisa mulai incar Sell di malam hari atau saat data dirilis “lebih kuat dari ekspektasi”. Potensi penurunan terdekat 2770 (low kemarin) atau 2758 terjauh (FR 0% H4)

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2787.40, dengan high di 2790.03 dan low 2783.51. Fibonacci Expansion (FE) terbaru ditarik dari bottom 2746.12 ke puncak 2787.11, dan swing low terakhir dekat trendline 2770.80. Saat ini harga berada tepat di zona 2787/2788. Jika kenaikan berlanjut, maka target terdekat FE 61.8% di 2797.16, dan FE 100% 2813.45 cukup potensial untuk disentuh. Atau jika data ekonomi nanti malam dirilis lebih rendah dari ekspektasi (PCE turun, jobless claims naik), maka FE 161.8% di 2839.81 bisa menjadi proyeksi berikutnya.
Sebaliknya, penurunan bisa terjadi jika harga tembus support trendline 2775/2777, tapi pemicunya harus melewati lebih dulu 2770 (low tadi malam) untuk konfirm reversal bearish jangka pendek. Bearish akan lebih kuat jika support 2758 (all time high sebelumnya yang sempat menjadi strong resistance) berhasil ditembus.
Anda bisa switch strategi menjadi SELL ataupun mempertahankan SELL hanya jika didukung dengan penurunan yang tembus di bawah support 2758 dan data ekonomi yang “jauh lebih kuat dari perkiraan”. Tapi jika keduanya tidak memenuhi syarat, maka opsi yang utama adalah tetap mengincar buy, termasuk jika data ekonomi “sedikit lebih kuat dari perkiraan”.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2777.00 – 2779.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2791.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2792.00,
Target terdekat 2804, terjauh 2828, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2771.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2772.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2753.00 – 2755.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2741.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2761.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2762)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar sedikit tertahan meski masih cenderung menguat terhadap mata uang lain seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP yang mengalami penurunan. Pelaku pasar juga lebih berhati-hati menjelang data penting di sektor tenaga kerja dan juga pemilu di AS yang tinggal dalam hitungan beberapa hari ke depan. Data GDP kuartal lalu mengalami penurunan menjadi 2.8% yang lebih rendah dari perkiraan 3.0 meski data kuartal sebelumnya juga direvisi membaik dari 2.8% menjadi 3.0%. Meski demikian indeks harga dari data GDP tersebut mengalami penurunan menjadi 1.8% yang lebih rendah dari perkiraan 1.9% dan data periode sebelumnya direvisi naik dari 2.3% menjadi 2.5%. Data indeks harga ini dikaitkan dengan potensi inflasi yang kelihatan semakin cenderung menurun. Sedangkan di sektor tenaga kerja penambahan terisinya lapangan kerja swasta dari ADP meningkat tajam 233K, angka ini merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 1 tahun terakhir. Jauh melampaui perkiraan 113K dan juga lebih baik dari periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari 143K menjadi 153K. Data sektor tenaga kerja ini sangat-sangat di luar perkiraan mengingat AS dilanda 2 badai besar yang semestinya berdampak banyak pada sektor tenaga kerja. Data ini sekaligus menghilangkan kekhawatiran akan melemahnya sektor ini paska rilis data dari JOLTS sehari sebelumnya. Dan diharapkan akan berlaku hal yang sama dengan data terpenting sektor tenaga kerja yaitu Non-Farm Payroll yang baru akan dirilis esok malam. Pada intinya ekonomi di AS masih solid seperti yang diperkirakan selama ini sehingga tidak ada perubahan ekspektasi dari yang sudah ada termasuk antisipasi kebijakan moneter yang akan diambil oleh Fed pada pertemuan FOMC mendatang. Sementara itu dengan hasil polling pilpres di AS yang semakin sengit antara Donald Trump versus Kamala Harris membuat pelaku pasar sedikit menahan diri. Meski pelaku pasar lebih cenderung menyukai Trump kembali memimpin karena kebijakannya yang pro nasionalis. Namun segala kemungkinan masih mungkin terjadi seperti halnya dalam beberapa pemilu sebelumnya. Hari ini masih ada data dari sektor tenaga kerja berupa data PHK dari Challenger dan juga data inflasi lainnya berupa Personal Cunsumption Expenditure (PCE) serta data personal income/spending.
Yen masih terus tertekan terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) hari ini. Hasil pemilu di akhir pekan lalu masih membayangi ketidakpastian dengan partai terbesar LDP kehilangan mayoritas suara untuk pertama kali sejak perang dunia lalu. Dengan ketidakpastian ini akan menghalangi BOJ untuk meneruskan langkah pengetatan moneter meski inflasi terus naik. BOJ diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini dan baru akan menaikkan suku bunga pada pertemuan selanjutnya di bulan Desember mendatang. Pasar menunggu hasil pertemuan tersebut terutama konferensi pers dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda paska berakhirnya pertemuan moneter hari ini. Pelaku pasar juga berhati-hati dengan kemungkinan langkah drastis berupa intervensi jika mata uang Yen melemah tajam paska pertemuan moneter hari ini. Meskipun peluang tersebut sangat kecil mengingat kondisi politik domestik Jepang dan belum pastinya hasil pilpres di AS.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar meskipun fundamental ekonomi mulai membaik di kawasan ini. Data preliminary GDP kuartal lalu meningkat 0.4% yang lebih baik dari perkiraan turun 0.2% meskipun data kuartal sebelumnya direvisi menurun dari 0.3% menjadi 0.2%. Data menunjukkan GDP di Jerman dan Prancis sebagai 2 negara dominan di kawasan Uni Eropa mengalami peningkatan di atas perkiraan. Sedangkan data inflasi di Jerman dan Spanyol juga meningkat, data inflasi untuk Uni Eropa keseluruhan baru akan dirilis malam hari nanti. Dengan data-data ini ekspektasi Bank Sentral Eropa (ECB) akan langkah pemangkasan suku bunga sedikit menurun.
Poundsterling melemah tajam terhadap dolar setelah Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves mengumumkan akan menaikkan pajak menjadi 32% dari sebelumnya 28% dan akan berlaku mulai April tahun 2025 mendatang pada rencana anggaran yang diumumkan semalam. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 1993 yang lalu. Kenaikan pajak ini diharapkan akan dapat menutupi hutang sektor publik di Inggris. Meski kenaikan ini hanya berlaku pada sejumlah pelaku bisnis terutama di bidang keuangan, namun kenaikan tersebut tidak disambut baik oleh pasar. Dan hal ini berpeluang menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08400 – 1.08600
Target : 1) 1.07800 2) 1.07200
SL : 1.09200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07600
Switch to BUY jika tembus 1.09200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29700 – 1.29900
Target : 1) 1.29100 2) 1.28500
SL : 1.30500
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000
Switch to BUY jika tembus 1.30500
Suggest : BUY on Dip
Area : 152.800 – 153.000
Target : 1) 153.600 2) 154.200
SL : 152.200
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 152.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.950
Suggest : BUY on Dip
Area : 2777.00 – 2779.00
Target : 1) 2785.00 2) 2791.00
SL : 2771 (ideal 3-5 points di bawah 2772.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2792.00
Switch to SELL jika tembus 2758
Dolar relatif masih menguat terhadap mata uang lain meski sedikit tertahan paska rilis data sektor tenaga kerja dengan berkurangnya lowongan kerja yang tersedia yang dirilis semalam. Dari data JOLTS menunjukkan lowongan kerja semakin berkurang dengan hanya sebanyak 7.44M yang lebih rendah dari perkiraan sebanyak 7.99M. Ini merupakan penambahan paling sedikit dalam 3,5 tahun terakhir dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 8.04M menjadi hanya 7.86M. Hal ini menunjukkan indikasi sektor tenaga kerja mulai menurun. Apakah hal ini akan tercermin pada laporan Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis Jumat nanti? Meski demikian data lain berupa Kepercayaan Konsumen mengalami peningkatan cukup tajam hingga level tertinggi dalam 9 bulan terakhir. Indeks kepercayaan konsumen menjadi 108.7 yang lebih tinggi dari perkiraan 99.5 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 98.7 menjadi 99.2. Hal ini dikaitkan dengan pemilu yang diharapkan akan membawa kebaikan bagi ekonomi di AS. Dengan hanya menyisakan beberapa hari lagi pemilu di AS akan disusul dengan pertemuan moneter FOMC dan data NFP pekan ini membuat sentimen terhadap dolar masih cenderung positif. Bursa saham maupun pasar mata uang masih berharap Trump kembali memimpin AS untuk 5 tahun mendatang karena kebijakan yang akan diambilnya lebih pro industrialis dengan rencana pengurangan pajak dan juga pengenaan tarif impor barang yang akan melindungi produk domestik AS. Meskipun dalam beberapa polling Kamala Harris terus mengungguli dalam perolehan suara. Hari ini akan dirilis data penting berupa terisinya lapangan kerja swasta ADP dan juga data pertumbuhan ekonomi GDP.
Yen juga tertahan meski masih cenderung melemah terhadap mata uang dolar. Setelah sempat melemah hingga level terendah dalam 3 bulan terakhir pasca hilangnya mayoritas Partai Liberal Demokratik (LDP) pimpinan Perdana Menteri - Shigeru Ishiba untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak perang dunia lalu. LDP harus membentuk koalisi baru untuk meraih kembali mayoritas suara dalam parlemen. Kompromi dan kesepakatan politik yang kemungkinan tidak sepenuhnya sejalan dengan kebijakan partai akan menjadi kendala tersendiri bagi LDP untuk menjalankan fungsinya melancarkan program kerja PM Ishiba. Ketidakpastian ini dipastikan akan menghalangi langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) yang dijadwakan akan dilaksanakan pada hari Kamis esok hari. Hari ini akan dirilis data Kepecayaan Konsumen dengan perkiraan sedikit mengalami penurunan.
Euro meski juuga tertahan namun masih cenderung melemah terhadap dolar meskipun fundamental ekonomi menunjukkan peningkatan. Data Kepercayaan/Iklim Konsumen dari GFK di Jerman mengalami peningkatan menjadi -18.3 yang jauh lebih baik dari perkiraan -20.4 dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari -21.2 menjadi hanya -21.0. Data meskipun membaik namun tidak dapat menghilangkan sentimen negatif dari prospek langkah moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Karena data tersebut masih belum memperhitungkan peluang Trump kembali naik menjadi presiden yang akan berakibat buruk pada perekonomian di Uni Eropa dengan kenaikan tarif impor dalam perang dagang nantinya. Hari ini sejumlah data akan dirilis yaitu inflasi di Jerman dan Spanyol serta data pertumbuhan ekonomi GDP untuk Uni Eropa maupun negara anggotanya secara parsial.
Poundsterling menguat terhadap dolar menjelang rencana anggaran yang akan diumumkan pertama kali dari Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves yang dijadwalkan malam nanti. Dipastikan akan terjadi perubahan dalam struktur anggaran seperti yang diungkapkan Reeves sebelumnya yang mengatakan perlunya langkah tegas guna menutupi hutang sektor publik. Diperkirakan akan terjadi perubahan pada kebijakan anggaran dan perubahan skema pajak. Hal ini akan berpeluang menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08400 – 1.08600
Target : 1) 1.07800 2) 1.07200
SL : 1.09200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07600
Switch to BUY jika tembus 1.09200
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.29800 – 1.30000
Target : 1) 1.30600 2) 1.31200
SL : 1.29200
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30300
Switch to SELL jika tembus 1.29000
Suggest : BUY on Dip
Area : 152.500 – 152.700
Target : 1) 153.300 2) 153.900
SL : 151.900
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 151.800
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.950
Suggest : BUY on Dip
Area : 2766.00 – 2768.00
Target : 1) 2774 2) 2780.00
SL : 2760 (ideal 3-5 points di bawah 2762.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2783.40
Switch to SELL jika tembus 2755
Dolar menguat terhadap mata uang lain terutama terhadap mata uang Yen yang terus melemah paska hilangnya mayoritas partai LDP di bawah pimpinan Perdana Menteri - Shigeru Ishiba. Sementara fundamental ekonomi di AS yang relatif masih solid dan juga adanya peluang kembali terpilihnya Donald Trump dalam pemilu yang tinggal beberapa hari lagi menjadi sentimen positif untuk dolar. Selain itu permintaan akan mata uang dolar juga meningkat menjelang laporan keuangan beberapa emiten saham blue chip di bursa New York pekan ini. Diantaranya Alphabet yang menjadi induk Google, Meta yang menjadi induk Facebook, Raksasa software Microsoft, Apple dan Amazon menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu sejumlah data di sektor tenaga kerja yang akan dirilis sepanjang pekan ini juga diharapkan akan semakin memperkuat argumen bahwa Fed hanya akan melonggarkan kebijakan moneter secara moderat. Sehingga perbandingan suku bunga acuan di AS masih lebih tinggi dibandingkan di wilayah negara lainnya yang terus gencar menurunkan suku bunga acuannya. Hari ini akan dirilis data tersedianya lowongan kerja dari JOLTS dan data Kepercayaan Konsumen.
Yen berlanjut melemah terhadap dolar paska pemilu parlemen Jepang di akhir pekan lalu. Dimana Partai Liberal Demokratik (LDP) kehilangan mayoritas untuk pertama kali dalam sejarah sejak perang dunia lalu. Dengan hilangnya mayoritas ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpsatian politik dan juga ketidakpastian kebijakan moneter. Kecuali LDP segera membentuk koalisai baru sehingga dapat mengamankan kembali posisi mayoritasnya. Meskipun sepertinya sulit karena harus melakukan kompromi dan kesepakatan politik yang kemungkinan tidak sepenuhnya sejalan dengan kebijakan partai. Dan dipastikan akan menjadi kendala bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk dapat dengan leluasa menjalankan mandat dengan rencana kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. BOJ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di hari Kamis nanti. Sementara data tingkat pengangguran di Jepang sedikit membaik yaitu turun menjadi 2.4% yang lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.5%.
Euro sedikit terangkat terhadap dolar meski secara umum masih cenderung turun karena prospek langkah moneter Bank Sentral Eropa (ECB) masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Keyakinan bahwa target inflasi 2% akan dapat dicapai pada tahun depan, membuat ECB harus menyeimbangkan suku bunga agar kembali ke kondisi netral. Terlebih dengan peluang Trump kembali naik menjadi presiden yang akan berakibat buruk pada perekonomian di Uni Eropa dengan kenaikan tarif impor dalam perang dagang nantinya. Hari ini ada data Kepercayaan Konsumen dari GFK.
Poundsterling juga masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang tidak baik. Data Realized Sales dari CBI mengalami penurunan cukup tajam dari +4 menjadi -6 walau tidak seburuk perkiraan turun hingga -9. Data ini menunjukkan melemahnya sektor ritel karena mulai berkurangnya daya beli rakyat Inggris. Pasar masih menunggu rencana anggaran pertama kali dari Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves yang dijadwalkan pada hari Rabu nanti. Perubahan dalam struktur anggaran akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Inggris ke depannya dan berpeluang menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Hari ini tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



