Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya dengan beralihnya preference pelaku pasar yang kembali berani mengambil resiko seiring optimisme akan pemulihan ekonomi setelah China mengeluarkan stimulus yang agresif dan direncanakan akan berkesinambungan. Setelah mengeluarkan 2 paket stimulus untuk mendorong bursa saham, pagi ini Bank Sentral China (PBOC) kembali memangkas suku bunga pinjaman (Loan Prime Rate) sebanyak 25 bps setelah sebelumnya memangkas cadangan wajib perbankan sebannyak 50 bps dan juga repo rate sebanyak 20 bps pada bulan September lalu. Sementara itu di AS hampir dapat dipastikan bahwa Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps tidak akan agresif dengan memangkas suku bunga jumbo seperti di bulan lalu seiring dengan fundamental ekonomi yang masih solid. Bahkan sebagian pelaku pasar memperkirakan Fed cuma perlu 1 kali pemangkasan lagi dari 2 kali pertemuan moneter FOMC yang akan datang. Satu-satunya faktor yang masih belum menentu adalah hasil pemilu di AS yang akan diadakan pada tanggal 5 November yang hanya berjarak beberapa pekan dari saat ini. Meskipun hasil polling masih mengunggulkan Kamala Harris, namun poin mantan presiden Donald Trump mulai menyusul sehingga masih ada kemungkinan haril pemilu dapat berubah. Pemilu AS akan menjadi fokus pasar hingga saat pemungutan suara selain stimulus China. Pekan ini data penting yang akan dirilis berupa data PMI di sektor manufaktur dan jasa pada hari Kamis dan juga Durable Goods Oreder pada hari Jumat nanti. Sejumlah pejabat Fed dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat dan peristiwa berbeda-beda.
Yen kembali menguat sering dengan melemahnya mata uang dolar setelah sempat melemah hingga menembus di atas level 150. Hal ini membuat pejabat pemerintah Jepang yaitu Wakil Menteri Keuangan hubungan Internasional - Atsushi Mimura mengeluarkan peringatan untuk mencegah aksi spekulasi dengan mengatakan otoritas keuangan memantau pergerakan mata uang Yen dengan ketat dan siap bertindak jika terbukti terjadi aksi tersebut. Meski Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam era baru lebih terfokus pada data ekonomi terutama data inflasi. Namun tidak tertutup kemungkinan akan bertindak seperti di era sebelumnya dimana BOJ sering melakukan intervensi langsung terhadap mata uang Yen. BOJ digadang-gadang masih akan menaikkan suku bunga acuan namun menghadapi kendala politik dari Perdana Menteri - Shigeru Ishiba sehingga membuat spekulasi BOJ masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Pekan ini akan dirilis data PMI dan data inflasi CPI di Tokyo.
Euro rebound untuk pertama kali sejak 8 hari perdagangan terakhir terhadap dolar. Stimulus pemerintah China memberikan keuntungan bagi Euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) melakukan pemangkasan suku bunga acuan pekan lalu. Diperkirakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan lagi pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Pekan ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa, selain itu pasar juga akan mencermati pidato dari Presiden ECB - Christine Lagarde yang dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Rabu nanti.
Poundsterling juga menguat tajam seiring dengan melemahnya mata uang dolar. Selain itu fundamental ekonomi di Inggris juga positif dengan data Retail Sales yang dirilis Jumat lalu di luar perkiraan menunjukkan ekonomi di Inggris relatif masih cukup kuat dengan daya beli masyarakat meningkat tajam dari 0.1% menjadi 0.3% yang jauh terbalik dengan perkiraan menurun tajam -0.4%. Data penting yang akan dirilis pekan ini adaldah data Hutang Sektor Publik dan data PMI di sketor manufaktur dan jasa. Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan sejumlah pidato pekan ini. Dalam pidato terakhirnya Bailey membuka peluang bagi BOE untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga. Masih samakan pidatonya kali ini atau akan kembali berubah akan menjadi perhatian pasar.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08400 – 1.08600
Target : 1) 1.09200 2) 1.09800
SL : 1.07800
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09200
Switch to SELL jika tembus 1.07600
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30000 – 1.30200
Target : 1) 1.30800 2) 1.31400
SL : 1.29400
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30600
Switch to SELL jika tembus 1.29000
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.400 – 149.600
Target : 1) 148.800 2) 148.200
SL : 150.200
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2714.00 – 2716.00
Target : 1) 2722.00 2) 2728.00
SL : 2708.00 (ideal 3-5 points di bawah 2706.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2729.48
Switch to SELL jika tembus 2700.00
Dolar berlanjut semakin menguat terhadap mata uang lainnya setelah ECB memangkas suku bunga acuannya dan masih berencana dengan pemangkasan suku bunga berikutnya serta data sektor ritel di AS yang solid. Data Retail Sales di AS yang dirilis semalam menunjukkan sektor ini di luar perkiraan naik tajam dari 0.1% menjadi 0.4% yang melampaui perkiraan hanya naik 0.3%. Begitu pula dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif meningkat tajam 0.5% jauh melampaui perkiraan 0.1% dan data periode sebelumnya juga direvisi mambaik dari 0.1% menjadi 0.2%. Daya beli rakyat AS meningkat tajam setelah Fed memangkas suku bunga jumbo pada September lalu. Dengan data ini Fed sudah tidak perlu lagi melakukan pemangkasan jumbo sehingga spekulasi akan langkah Fed berikutnya adalah cukup memangkas sebanyak 25 bps dengan peluang mencapai 92%. Bahkan sebagian berpendapat Fed bisa saja hanya mempertahankan suku bunga acuan saat ini pada pertemuan moneter di bulan November mendatang dengan peluang 8% sisanya menurut LSEG. Data lain di sektor tenaga kerja menunjukkan angka klaim pengangguran menurun menjadi 241K sesuai perkiraan dari periode sebelumnya yang direvisi sedikit naik dari 258K menjadi 260K. Hal ini menandakan sektor ini mulai bangkit setelah terdampak 2 badai dalam 2 bulan terakhir serta PHK besar-besaran dari Boeing. Fokus pasar juga mulai teralihkan pada pemilu di AS yang menyisakan hanya beberapa pekan lagi. Peluang Donald Trump kembali menjadi presiden semakin meningkat sehingga mendapat sambutan baik dari pelaku bisnis karena dijanjikan pemotongan pajak, kebijakan yang pro bisnis dan pengenaan kenaikan tarif impor yang berkorelasi positif terhadap dolar. Meskipun hasil polling masih mengunggulkan Kamala Harris, namun sekecil apapun kenaikan peluang sangat berpengaruh terhadap reaksi pasar. Hari ini hanya ada data dari sektor perumahan.
Yen untuk pertama kalinya menembus level 150 terhadap dolar sejak 1 Agustus yang lalu seiring dengan data ekonomi yang solid di AS. Dengan melemahnya mata uang Yen, membuat pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) kembali memberikan peringatan untuk mencegah aksi spekulasi. Wakil Menteri Keuangan hubungan Internasional - Atsushi Mimura mengatakan otoritas keungan memantau pergerakan mata uang Yen dengan ketat dan siap bertindak jika terbukti terjadi aksi spekulatif. Dalam era sebelumnya BOJ sering melakukan intervensi langsung terhadap mata uang Yen, sementara dengan era baru BOJ lebih terfokus pada data ekonomi terutama data inflasi. BOJ digadang-gadang masih akan menaikkan suku bunga acuan. Namun menghadapi kendala politik dari Perdana Menteri - Shigeru Ishiba sehingga membuat spekulasi BOJ masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini.
Euro melemah tajam terhadap mata uang dolar setelah bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk ketiga kalinya sesuai perkiraan. ECB menyebutkan inflasi yang sudah mulai terkendali dan kondisi ekonomi yang cenderung melambat menjadikan ECB mengambil keputusan tersebut. Data terakhir menunjukkan inflasi di kawasan ini turun cukup jauh di bawah target 2% yaitu 1.7%. Presiden ECB - Christine Lagarde dalam konferensi pers paska pertemuan tersebut tidak memberikan petunjuk langkah yang akan diambil ECB berikutnya. Namun diperkirakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan lagi pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Kecuali jika inflasi kembali naik dan aktifitas ekonomi membaik. Hari ini hanya ada data neraca keuangan.
Poundsterling relatif tertahan terhadap dolar dikarenakan mengalami penguatan terhadap melemahnya mata uang Euro. Bank Sentral Inggris (BOE) berpeluang untuk menurunkan suku bunga acuannya menyusul data inflasi sudah turun di bawah target yang mendukung pemangkasan tersebut. Namun masih ada data Retail Sales yang akan dirilis hari ini dengan perkiraan menurun dari 1.0% menjadi -0.4% yang berpotensi mempersempit peluang tersebut. Data ini akan dirilis pada pukul 13:00 WIB siang ini.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya bahkan indeks dolar terhadap sejumlah mata uang utama mencapai level tertinggi dalam 11 pekan terakhir. Selain karena Fed hampir dapat dipastikan tidak akan lagi memangkas suku bunga jumbo dan juga karena tekanan terhadap bank sentral lain yaitu Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral inggris (BOE) untuk segera menurunkan suku bunga membuat mata uang lainnya melemah. Penguatan mata uang dolar juga dikaitkan dengan spekulasi akan potensi kemenangan Donald Trump pada pemilu di bulan November mendatang. Trump dikenal sebagai pendukung kebijakan strong dolar. Rancangan kebijakan yang akan diambil Trump antara lain mengurangi pajak, peraturan keuangan yang longgar dan menaikkan tarif impor kesemuanya positif untuk dolar. Dengan menaikkan impor mendorong negara-negara mitra dagang AS untuk menurunkan suku bunga guna menjaga nilai kompetitif produk yang dijual ke AS. Dalam wawancara dengan media Bloomberg, Trump secara tegas dan meyakinkan akan memberlakukan tarif import tersebut segera setelah terpilih nanti. Dengan pemilu di AS yang akan diadakan dalam beberapa pekan mendatang menjadi fokus pasar berikutnya setelah stimulus China yang akan diumumkan hari ini. Data ekonomi yang akan dirilis hari ini adalah Retail Sales dengan perkiraan meningkat dari 0.1% menjadi 0.3%. Dan juga laporan mingguan dari sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran yang diperkirakan menurun serta indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia.
Yen juga melemah terhadap dolar dan nilai tukar dolar terhadap yen kembali naik mencoba tes level psikologis 150. Rencana bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan mendapat rintangan politik dari Perdana Menteri - Shigeru Ishiba sehingga membuat spekulasi BOJ akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Pejabat BOJ - Seiji Adachi secara implisit menyampaikan hal tersebut dengan mengatakan BOJ perlu sangat berhati-hati untuk menaikkan suku bunga acuan guna menghindari kenaikan suku bunga terlalu dini di tengah ketidakpastian ekonomi global dan juga pertumbuhan upah domestik saat ini. Saat ini ekonomi global akan sangat dipengaruhi oleh stimulus ekonomi China dan juga pemilu di AS yang akan dilaksanakan setelah pertemuan moneter BOJ di bulan November nanti. .
Euro semakin melemah menjalang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) malam ini. Diperkirakan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan yang akan dicermati oleh pasar adalah komentar atau pidato dari Presiden ECB - Christine Lagarde paska pertemuan moneter tersebut. Jika Lagarde menolak untuk menyampaikan peluang langkah moneter ECB selanjutnya dan sepeti biasa menyebutkan langkah moneter berikutnya tergantung pada data-data ekonomi maka Euro berpeluang akan semakin melemah. Hasil pertemuan moneter ECB dijadwalkan akan diumumkan pada pukul 19:30 WIB malam ini.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar hingga di bawah 1.3 seiring dengan semakin tingginya peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk menurunkan suku bunga acuannya. Data inflasi CPI bulan lalu yang dirilis semalam menunjukkan sudah turun ke 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.1% dari periode sebelumnya 0.3%. Sedangkan jika dibandingkan degan data yang sama setahun sebelumnya juga mengalami penurunan cukup jauh di bawah 2% yaitu 1.7% dari periode sebelumnya 2.2% dan lebih rendah dari perkiraan hanya turun 1.9%. Sementara data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol juga mengalami penurunan dari 0.4% menjadi 0.1% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.3% dan jika dibandingkan dengan data setahun yang lalu juga menurun dari 3.6% menjadi 3.2% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 3.4%. dengan data-data ini menunjukkan inflasi sudah semakin terkendali sehingga BOE dapat memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter MPC di bulan November mendatang bahkan masih bisa berlanjut memangkas suku bunga acuan lagi pada pertemuan moneter di bulan Desember yang akan datang. .
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08800 – 1.09000
Target : 1) 1.08200 2) 1.07600
SL : 1.09600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
Switch to BUY jika tembus 1.10000 atau jika sikap Lagarde kurang dovish
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.30200 – 1.30400
Target : 1) 1.29600 2) 1.29000
SL : 1.31000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29600
Switch to BUY jika tembus 1.31200
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.500 – 149.700
Target : 1) 148.900 2) 148.300
SL : 150.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.000
Pola Rising Wedge untuk reversal bearish konfirm sudah tembus support 149.200
Suggest : BUY on Dip
Area : 2666.00 – 2668.00
Target : 1) 2674.00 2) 2680.00
SL : 2660.00 (ideal 3-5 points di bawah 2658.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2685
Switch to SELL jika tembus 2650
Dolar terus cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan yang moderat pada pertemuan moneter selanjutnya sampai tahun depan bahkan hingga tahun berikutnya. Fed tidak akan lagi melakukan pemangkasan jumbo lagi seperti pada pertemuan sebelumnya di bulan September lalu. Dolar sempat terkoreksi menyusul berita bahwa Israel tidak akan menyerang fasilitas minyak Iran sesuai arahan dari AS. Hal ini meringankan kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan minyak dunia dan menghilangkan resiko inflasi kembali meningkat. Dengan harga minyak yang semakin menurun maka inflasi juga diharapkan akan segera turun mencapai target yang diinginkan Fed sebanyak 2%. Namun kekhawatiran lain muncul setelah hasil polling pemilu di AS menunjukkan meningkatnya peluang Donald Trump dalam kompetisi melawan Kamala Harris untuk menjadi Presiden AS berikutnya pada pemungutan suara di bulan November mendatang. Kebijakan fiskal Trump berpotensi untuk kembali medorong naik angka inflasi yang bertentangan dengan harapan Fed. Data-data inflasi yang terakhir juga menunjukkan tanda-tanda inflasi masih membandel sehingga menghapus peluang Fed kembali memangkas suku bunga dengan ukuran jumbo seperti sebelumnya. Ekspektasi langkah Fed pada pertemuan moneter di bulan November mendatang hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps mencapai 99.8% dan menyisakan 0.2% perkiraan Fed akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini menurut LSEG. Salah satu pendukung Fed untuk tetap mempertahankan dulu suku bunga acuan saat ini adalah Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic yang belum merasa perlu untuk kembali memangkas suku bunga dan lebih memilih untuk melewatkan pemangkasan pada pertemuan moneter berikutnya. Hal senada juga diucapkan oleh Gubernur Fed lainnya - Chris Waller yang mengatakan Fed akan berhati-hati memutuskan pemangkasan suku bunga acuan berikutnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Yen berpotensi menguat terhadap mata uang dolar setelah kembali gagal menembus level psikologis 150 yen per dolar. Meskipun secara fundamental masih belum mendukung karena semakin menipisnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuannya karena tekanan politik dari Perdana Menteri Shigeru Ishiba. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda sendiri masih ragu-ragu akan rencana kenaikan tersebut walaupun rekan-rekan sejawatnya di BOJ masih optimis hal tersebut dapat dilakukan segara. Ekspektasi pasar lebih cenderung BOJ akan menunda lagi membuat perbedaan suku bunga acuan dengan AS masih relatif lebar sehingga dapat dimanfaatkan pelaku transaksi carry trading. Data Machinary Order mengalami penurunan dari sebelumnya -0.1% menjadi -1.9% yang jauh berbanding terbalik dengan perkiraan meningkat menjadi +0.1%. Pasar masih menunggu data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Jumat nanti.
Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah di bulan Agustus lalu menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) esok hari. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya seiring dengan tekanan inflasi yang semakin menurun dan melemahnya aktifitas ekonomi di kawasan ini. Selain itu ketidakpastian akan politik dan rumitnya kebijakan fiskal untuk diloloskan parlemen menjadi kendala untuk pemulihan ekonomi di Uni Eropa terutama di Prancis. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis, namun pasar akan mencermati pidato dari Presiden ECB - Christine Lagarde yang dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.
Poundsterling masih stabil terhadap dolar menjelang rilis data inflasi CPI malam ini. Dengan perkiraan tekanan inflasi semakin menurun membuat peluang semakin lebar bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Sementara itu di sektor tenaga kerja meski jumlah klaim pengangguran meningkat tajam, namun tingkat pengangguran justru menurun ke level terendah tahun ini dan upah rata-rata turun sesuai perkiraan yang merupakan level terendah dalam 2 tahun terakhir. Dengan upah yang semakin menurun tersebut membuat BOE perlu untuk menurunkan suku bunga acuan lagi. Spekulasi di pasar memperkirakan BOE akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter MPC di bulan November mendatang dengan peluang mencapai 80%. Data inflasi malam ini akan mengkonfirmasi spekulasi tersebut.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



