Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09000 – 1.09200
Target : 1) 1.08400 2) 1.07800
SL : 1.09800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08500
Switch to BUY jika tembus 1.10000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.31000 – 1.31200
Target : 1) 1.30400 2) 1.29800
SL : 1.31800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.30000
Switch to BUY jika tembus 1.32000
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.300 – 149.500
Target : 1) 148.700 2) 148.100
SL : 150.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.000
Potensi pola Rising Wedge untuk reversal bearish konfirm sudah tembus support 149.200
Suggest : BUY on Dip
Area : 2657.00 – 2659.00
Target : 1) 2665.00 2) 2671.00
SL : 2651.00 (ideal 3-5 points di bawah 2648.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2670
Switch to SELL jika tembus 2635
Dolar cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan optimisme akan pulihnya ekonomi global seiring dengan stimulus fiskal dari pemerintah China yang diumumkan kemarin. Melanjutkan pemaparan program stimulus oleh Menteri Keuangan - Lan Fo'an yang diumumkan sebelumnya di hari Sabtu di akhir pekan lalu, pada awalnya mendapat respon yang negatif karena tidak juga menyebutkan nominal yang akan dianggarkan untuk pemulihan ekonomi tersebut. Namun menyusul kemudian diumumkan bahwa pemerintah menganggarkan CNY 6 trilliun dengan jangka waktu 3 tahun yang dialokasikan untuk mengelola hutang pemerintah daerah dan memulihkan sektor perumahan yang sedang dilanda kemelut. Angka yang dianggarkan sebetulnya selaras dengan perkiraan pasar yaitu CNY 2 trilliun, namun di luar perkiraan pemerintah China menganggarkan hingga 3 tahun mendatang. Hal ini menandakan keseriusan untuk memulihkan kondisi ekonomi yang mengalami deflasi saat ini. Diharapkan pemulihan ekonomi dapat segera dilakukan dan ekonomi global akan kembali meningkat. Sementara itu kondisi ekonomi di AS relatif masih lebih baik dibandingkan negara maju lainnya sehingga ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan Fed tidak seagresif sebelumnya. Dan stimulus ekonomi di China tersebut di atas secara tidak langsung mendukung langkah Fed untuk lebih konservatif dalam menurunkan suku bunga acuannya. Hal ini juga disepakati oleh Gubernur Fed Minneapolis - Neel Kashkari yang semalam mengatakan kebijakan moneter yang tepat saat ini dan seterusnya adalah pemangkasan suku bunga yang lebih konservatif agar tercapai 2 mandat bank sentral. Yang dimaksud dengan 2 mandat ini adalah mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas sektor tenaga kerja. Sedangkan Gubernur Fed - Michelle Bowman memperingatkan untuk lebih berhati-hati dalam melanjutkan kebijakan moneter dengan menyinggung sektor tenaga kerja yang terdampak oleh badai Helena dan Milton serta PHK yang dilakukan oleh perusahaan raksasa penerbangan Boeing. Kemungkinan hal-hal tersebut akan berpegaruh pada data Non-Farm Payroll yang akan dirilis di awal bulan November mendatang. Hari ini akan dirilis data indeks manufaktur negara bagian New York.
Yen relatif masih melemah terhadap dolar seiring dengan belum adanya kejelasan dari Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menentukan langkah moneter mereka selanjutnya. Di tengah pengaruh politik yang cukup menekan ruang gerak untuk menjalankan kebijakan moneternya. Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba yang menentang rencana kenaikan suku bunga BOJ membuat Gubernur - Kazuo Ueda semakin ragu akan rencana tersebut. Meskipun rekan sejawatnya rata-rata masih mendukung rencana kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis nanti. Hampir dipastikan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps seiring dengan melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan Uni Eropa. Dalam laporan bulanan kementerian ekonomi di Jerman menunjukkan hal tersebut dalam kuartal terakhir. Selain itu biro Fitch juga menurunkan peringkat negara Prancis dari stabil menjadi negatif seiring dengan ketidakpastian politik dan kebijakan fiskal yang rumit.
Poundsterling relatif tertahan terhadap dolar seiring dengan kondisi ekonomi Inggris yang lebih baik daripada negara tetangganya di Uni Eropa. Setelah data pertumbuhan ekonomi GDP yang meningkat sehari sebelumnya. Hari ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja di Inggris berupa klaim pengangguran dengan perkiraan semakin menurun meskipun tingkat pengangguran diperkirakan masih stabil. Dan data berikutnya yaitu berupa data inflasi yang akan dirilis esok hari akan menjadi perhatian pasar karena menjadi acuan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk menentukan langkah moneter berikutnya. BOE juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya meskipun dengan peluang yang tidak sebanyak ECB.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09500 – 1.09700
Target : 1) 1.08900 2) 1.08300
SL : 1.10300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
Switch to BUY jika tembus 1.10500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30400 – 1.30600
Target : 1) 1.31200 2) 1.31800
SL : 1.29800
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.29600
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.600 – 149.800
Target : 1) 149.000 2) 148.400
SL : 150.400
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.000
Potensi pola Rising Wedge untuk reversal bearish konfirm jika tembus support 149.200
Suggest : SELL on Rally
Area : 2653.00 – 2655.00
Target : 1) 2647.00 2) 2641.00
SL : 2661.00 (ideal 3-5 points di atas 2664.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2644.00
Switch to BUY jika tembus 2670
Potensi turun terbatas
Dolar relatif stabil terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi akan langkah Fed selanjutnya adalah pemangkasan suku bunga acuan hanya sebanyak 25 bps. Data-data inflasi masih menunjukkan potensi inflasi meningkat sehingga tidak memungkinkan bagi Fed untuk kembali melakukan pemangkasan jumbo seperti bulan lalu. Setelah data inflasi dari sisi konsumen yang bulan lalu kembali naik, data inflasi dari sisi produsen yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi cenderung turun. Data PPI bulan lalu turun dari 0.2% menjadi 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.1%. Dan data Core PPI juga turun dari 0.3% menjadi 0.2% sesuai perkiraan. Begitu pula dengan data yang sama jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya mengalami penurunan menjadi 1.8% yang lebih tinggi dari perkiraan turun hingga 1.6%. Sedangkan data periode sebelumnya direvisi naik dari 1.7% menjadi 1.9%. Sedangkan data Core PPI masih naik dari 2.6% menjadi 2.8%, yang selaras dengan hasil survey dari University of Michigan menunjukkan ekpsketasi inflasi kembali naik dari 2.7% menjadi 2.9%. Secara umum data-data tersebut di atas menunjukkan kecenderungan inflasi terus turun meski ada potensi kembali naik. Sehingga Fed tidak akan melakukan pemangkasan jumbo seperti sebelumnya sebelum inflasi benar-benar turun seperti yang diharapkan. Sejumlah pejabat Fed juga mendukung untuk itu, bahkan Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic pekan lalu menyatakan dukungannya untuk tetap menunda dulu pemangkasan berikutnya. Spekulasi akan langkah Fed untuk memangkas suku bunga berikutnya sebanyak 25 bps meningkat dari kisaran 85% menjadi 91% dan sisanya diperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Data dari University of Michigan lainnya berupa sentimen konsumen juga turun dari 70.1 menjadi 68.9 yang berbalik dengan perkiraan naik 70.8. Data ini akan divalidasi oleh data Retail Sales yang akan dirilis hari Kamis nanti. Hari ini akan dirilis data indeks manufaktur negara bagian New York dengan perkiraan menurun. Data-data di sektor manufaktur masih terus cenderung menurun, namun kontribusi sektor ini hanya 1/3 dari ekonomi dan sisanya lebih banyak didukung oleh sektor jasa. Hari ini perhatian pasar akan tertuju pada konferensi pers dari Menteri Keuangan China yang akan membeberkan lebih lanjut perihal stimulus fiskal yang diharapkan akan kembali memicu pertumbuhan ekonomi yang mulai melambat di China saat ini.
Yen cenderung melemah seiring dengan ekspektasi Fed yang hanya akan memangkas 25 bps pada pertemuan moneter berikutnya. Sementara meski Bank Sentral Jepang (BOJ) berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Sejumlah pejabat BOJ menyatakan dukungannya terhadap rencana BOJ tersebut namun harus menghadapi halangan dari sisi politik. Perdana Menteri - Shigeru Ishiba dalam pertemuan dengan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda pekan lalu cukup intens dan menyatakan kondisi ekonomi Jepang saat ini belum siap untuk menerima kenaikan suku bunga lebih lanjut. Apakah intervensi politik tersebut akan mengganggu indepedensi BOJ? Hasilnya akan terlihat pada pertemuan moneter BOJ yang akan datang. Hari ini pasar Jepang lbur merayakan Health & Sport Day.
Euro berlanjut cenderung melemah terhadap dolar masih dengan sentimen semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pada hari Kamis nanti. Diperkirakan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps seiring dengan inflasi yang sudah turun 1.8% di bawah target 2%, ECB. Dan diperkirakan masih akan dilanjutkan dengan pemangkasan pada pertemuan moneter terakhir di tahun ini pada bulan Desember mendatang. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis.
Poundsterling relatif melemah terhadap dolar meskipun data pertumbuhan ekonomi GDP di inggris menunjukkan peningkatan. Data GDP meningkat dari 0.0% menjadi 0.2% sesuai perkiraan, data-data lain di sektor manufaktur juga cenderung positif yaitu industrial production dan manufakturing production. Hanya data di sektor jasa yang masih kurang mendukung ekspektasi akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) untuk meneruskan pemangkasan berikutnya. Gubernur BOE - Andrew Bailey beberapa waktu lalu di luar kebiasaannya mengatakan suku bunga acuan sangat memungkinkan untuk dipangkas jika memang diperlukan. Hal ini akan dapat dilihat dari data inflasi yang akan dirilis pada hari Rabu nanti. Sebelum itu akan dirilis data di sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran dan tingkat upah.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09700 – 1.09900
Target : 1) 1.09100 2) 1.08500
SL : 1.10400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
Switch to BUY jika tembus 1.10500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30400 – 1.30600
Target : 1) 1.31200 2) 1.31800
SL : 1.29800
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.29600
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.300 – 149.500
Target : 1) 148.700 2) 148.100
SL : 150.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.100
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800
Potensi pola Rising Wedge untuk reversal bearish
Suggest : BUY on Dip
Area : 2633.00 – 2635.00
Target : 1) 2641.00 2) 2647.00
SL : 2627.00 (ideal 3-5 points di bawah 2625.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2650.70
Switch to SELL jika tembus 2620
Dolar sedikit mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya seiring dengan data inflasi di AS yang lebih tunggi dari perkiraan. Data inflasi CPI AS stabil di angka 0.2% sama seperti periode sebelumnya yang lebih tinggi dari perkiraan menurun 0.1%. Dengan data Core CPI yang tidak menyertakan konponen BBM dan bahan pangan juga sama stabil 0.3% sama seperti periode sebelumnya namun lebih tinggi dari perkiraan turun 0.2%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya CPI mengalami sedikit penurunan dari 2.5% menjadi 2.4% yang lebih tinggi dari perkiraan turun sampai 2.3%. Meski demikian angka tersebut merupakan kenaikan paling sedikit dalam 3.5 tahun terakhir atau sejak Februari 2021 yang lalu. Namun data Core CPI year on year justru meningkat menjadi 3.3 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 3.2%. Data-data ini masih tidak akan merubah rencana Fed untuk memangkas suku bunga acuannya selanjutnya pada pertemuan moneter berikutnya di bulan November mendatang. Yang justru menjadi kekhawatiran justru datang dari sektor tenaga kerja berupa laporan klaim pengangguran yang meningkat cukup tajam dari 225K menjadi 258K yang lebih tinggi dari perkiraan 230K. Peningkatan ini dikaitkan dengan badai Helena yang menyerang sebagian wilayah di AS setelah melewati Mexico. Data-data tersebut di atas masih mendukung Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acun namun dengan peluang yang semakin menurun dari sebelumnya mendekati 90% menjadi hanya mendekati 80% untuk pemangkasan sebanyak 25 bps menurut CME's FedWatch Tool. Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic dalam wawancara dengan Wall Street Journal menyarankan untuk menunda pemangkasan pada pertemuan moneter mendatang setelah rilis kedua data tersebut. Selain data ekonomi, pasar juga menantikan Menteri Keuangan China yang dijadwalkan akan memberikan rincian stimulus ekonomi yang akan disampaikan pada hari Sabtu besok, setelah sebelumnya pernyataan dari perencana ekonomi China kemarin yang mengecewakan. Selain itu pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan sejumlah perbankan di AS malam nanti. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi Produsen PPI dan juga hasil survey dari University of Michigan perihal ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.
Yen kembali menguat terhadap dolar seiring dengan sejumlah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih optimis akan peluang BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino kemarin menyatakan dukungannya untuk kembali menaikkan suku bunga acuan jika kondisi ekonomi sesuai dengan proyeksi BOJ selama ini. Pernyataan ini sekaligus memberitahukan pasar bahwa BOJ tetap independen meskipun mendapat tekanan politik dari Perdana Menteri Jepang yang baru beberapa waktu lalu dilantik. PM - Shigeru Ishiba yang sebelumnya menyatakan kondisi ekonomi di Jepang saat ini belum siap untuk kenaikkan suku bunga acuan berikutnya.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar masih dengan sentimen semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan. Dengan inflasi yang sudah turun 1.8% di bawah target 2%, ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan masih akan dilanjutkan dengan pemangkasan pada pertemuan moneter terakhir di tahun ini pada bulan Desember mendatang. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter ECB bulan lalu. Hari ini juga akan dirilis data inflasi CPI di Jerman.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi GDP malam ini. GDP diperkirakan meningkat yang dapat meningkatkan ekspektasi akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) untuk meneruskan pemangkasan berikutnya. Sesuai dengan pernyataan Gubernur BOE - Andrew Bailey beberapa waktu lalu yang mengatakan suku bunga acuan sangat memungkinkan untuk dipangkas jika memang diperlukan. Meskipun mendapat sanggahan dari Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill yang mengatakan BOE perlu berhati-hati dalam menentukan langkah moneter selanjutnya agar tidak berdampak negatif pada ekonomi.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



