Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09600 – 1.09800
Target : 1) 1.09000 2) 1.08400
SL : 1.10400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
Switch to BUY jika tembus 1.10500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30400 – 1.30600
Target : 1) 1.31200 2) 1.31800
SL : 1.29800
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.29600
Suggest : SELL on Rally
Area : 148.600 – 148.800
Target : 1) 148.000 2) 147.400
SL : 149.400
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 149.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.200
Waspada kemungkinan penurunan terakhir dari wave C
Suggest : BUY on Dip
Area : 2626.00 – 2628.00
Target : 1) 2634.00 2) 2640.00
SL : 2620.00 (ideal 3-5 points di bawah 2620.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2640.30
Switch to SELL jika tembus 2616
Dolar kembali cenderung menguat terhadap mata uang lainnya menjelang rilis data inflasi malam ini. Semalam dalam rilis nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu pejabat Fed menunjukkan dukungan era baru pelonggaran kebijakan moneter dengan menyetujui pemangkasan jumbo 50 bps dan masih akan terus dilanjutkan dengan pemangkasan berikutnya. Namun pemangkasan jumbo di awal era tersebut tidak menjadi patokan bahwa Fed akan melakukan hal yang sama pada pertemuan moneter selanjutnya. Gubernur Fed Dallas - Lorie Logan menyatakan dukungan untuk pemangkasan jumbo pada pertemuan lalu itu tapi pemangkasan berikutnya mengharapkan tidak sebanyak pemangkasan pertama tersebut karena masih adanya resiko inflasi yang belum sampai target yang diinginkan serta masih adanya ketidakpastian seputar prakiraan ekonomi di masa mendatang. Dari 12 anggota voting FOMC, hanya Gubernur Fed - Michelle Bowman yang menolak pemangkasan tersebut. Selebihnya dapat diyakinkan oleh Ketua Fed - Jerome Powell untuk memangkas 50 bps bukan hanya 25 bps seperti rencana awal mereka. Dan dengan data Non-Fam Payroll yang menunjukkan sektor tenaga kerja di AS masih solid maka keputusan tersebut dinilai sudah tepat dan akan mengantarkan ekonomi AS menuju soft landing seperti yang diharapkan. Dengan keyakinan bahwa inflasi segera mencapai target 2% Fed, maka data inflasi CPI yang akan dirilis malam ini sepertinya tidak akan banyak berpengaruh pada pemangkasan suku bunga acuan Fed selanjutnya. Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan November mendatang dengan peluang mencapai 79.4% dan 20.6% sisanya diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan menurut CME's FedWatch Tool. Tidak jauh berbeda menurut LSEG, peluang Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps mencapai 83% dan sisanya 17% akan tetap mempertahankan suku bunga. Data inflasi malam ini berupa CPI juga menunjukkan tekanan inflasi semakin mendekati target Fed sehingga sudah tidak terlalu penting lagi. Sementara itu setelah pernyataan dari perencana ekonomi China kemarin yang mengecewakan, Menteri Keuangan China dijadwalkan akan memberikan rincian stimulus ekonomi yang akan disampaikan pada hari Sabtu di akhir pekan ini. Selain itu pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan sejumlah perbankan di AS hari Jumat nanti.
Yen masih cenderung menguat seiring dengan pernyataan Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional yang baru - Atsushi Mimura bahwa pemerintah Jepang mengawasi ketat pergerakan mata uang Yen untuk menghindari agar tidak terjadi aksi spekulatif yang akan merugikan ekonomi Jepang. Sementara langkah moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang agresif untuk segera menaikkan suku bunga acuan kembali menghadapi tantangan dari Perdana Menteri yang baru juga - Shigeru Ishiba yang sebelumnya sering mengkritik kondisi moneter yang longgar di Jepang secara mengejutkan menyatakan kondisi ekonomi di Jepang saat ini belum siap untuk kenaikkan suku bunga acuan berikutnya. Sedangkan data inflasi di Jepang terus meningkat, data inflasi dari sisi produsen PPI meningkat dari 2.6% menjadi 2.8% yang jauh lebih tinggi dari perkiraan turun 2.3%. Dengan resiko inflasi meningkat maka semestinya BOJ perlu menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang akan datang.
Euro semakin tertekan terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan seiring dengan inflasi yang sudah turun 1.8% di bawah target 2%. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter pekan depan dan akan dilanjutkan dengan pemangkasan pada pertemuan moneter terakhir di tahun ini pada bulan Desember mendatang. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter ECB bulan lalu.
Poundsterling masih tertekan terhadap mata uang dolar meskipun fundamental ekonomi masih cenderung positif. Data di sektor perumahan menunjukkan daya beli rakyat Inggris terus meningkat terbukti dengan harga properti yang terus meningkat 11% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 9% meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun menjadi 0%. Dengan ekonomi yang solid ini memungkinkan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memikirkan kembali langkah pemangkasan suku bunga acuan seperti yang diungkapkan oleh Gubernur BOE - Andrew Bailey yang mengatakan suku bunga acuan sangat memungkinkan untuk dipangkas jika memang diperlukan. Namun pernyataan tersebut mendapat sanggahan dari Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill semalam mengatakan ECB perlu berhati-hati dalam menentukan langkah moneter selanjutnya agar tidak berdampak negatif pada ekonomi. Hari ini masih ada data hasil survey Kondisi Kredit di Inggris.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar kembali cenderung menguat dengan masih mendekati level tertinggi dalam 7 pekan terakhir ini terhadap mata uang lainnya. Setelah stimulus ekonomi di China yang diharapkan akan memicu pertumbuhan ekonomi global ternyata tidak sesuai harapan pasar. Pejabat perencana pemerintah China - Zheng Shanjie mengatakan pada wartawan bahwa China masih percaya akan mencapai target ekonomi di tahun 2024 ini dan akan menarik senilai 200 milyar yuan atau setara $28.36 milyar anggaran tahun depan untuk investasi dan mendukung program kerja pemerintahan daerah. Pernyataan ini tidak sesuai dengan yang pasar harapkan dan tidak secara detail merinci program kerja yang baru atau skala usaha yang dapat mendorong ekonomi dari pelambatan saat ini. Sementara ketegangan geoplitik sudah mulai reda setelah wakil ketua Hizbullah membuka pintu untuk perundingan gencatan senjata. Perdana Menteri Israel - Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa 2 pejabat tinggi pemimpin Hizbullah terbunuh dalam aksi serangan balik yang dilakukan sehari sebelumnya. Dengan terbukanya pintu perundingan gencatan senjata maka peluang terciptanya perdamaian juga terbuka walaupun untuk waktu terbatas dan ancaman geoplitik pun semakin mereda. Fokus pasar akan tertuju pada data ekonomi di AS berupa nota minuta hasil pertemuan moneter FOMC bulan lalu yang akan dirilis lewat tengah malam nanti. Dan data inflasi CPI yang baru akan dirilis esok hari dan laporan keuangan emiten saham di sektor perbankan sampai akhir pekan ini. Dengan data sektor tenaga kerja yang masih solid dari data pekan lalu dan ekspektasi inflasi yang semakin menurun membuat ekspektasi Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuan jumbo semakin meredup. Menjadikan pilihan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan moneter FOMC bulan November mendatang dengan hanya pemangkasan 25 bps sebanyak 87.3% dan sisanya 12.7% akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, tapi sejumlah pejabat Fed dijadwalkan akan memberikan pidato di beberapa peristiwa dan tempat berbeda.
Yen masih terus cenderung menguat terhadap dolar seiring dengan masih tingginya permintaan akan pengalihan aset safe haven bersama Swiss Franc. Pemerintah Jepang juga mengawasi ketat pergerakan mata uang Yen untuk menghindari agar tidak terjadi aksi spekulatif yang akan merugikan ekonomi Jepang. Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional yang baru - Atsushi Mimura sehari sebelumnya. Hari ini akan dirilis data Preliminary Machine Tool Orders.
Euro melemah terhadap dolar masih di kisaran level terendah dalam 7 pekan terakhir. Setelah data factory order yang menurun, kemarin dirilis data Industrial Production di Jerman yang di luar perkiraan meningkat dari bulan lalu -2.9% naik tajam menjadi +2.9% yang lebih dari perkiran dengan hanya naik 0.8%. Hal ini memberi ruang bagi untuk Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan dalam 2 pekan mendatang. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan tersebut dan akan dilanjutkan dengan pemangkasan pada pertemuan moneter terakhir di tahun ini pada bulan Desember mendatang. Hari ini akan dirilis data neraca perdagangan di Jerman dan pidato dari pejabat ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel.
Poundsterling cenderung menguat terhadap mata uang dolar seiring dengan perbedaan kebijakan moneter yang akan diambil Bank Sentral Inggris (BOE) dibandingkan dengan bank sentral di negara lain. Meskipun Gubernur - Andrew Bailey beberapa waktu lalu mengatakan BOE bisa memangkas suku bunga jika memang diperlukan. Namun Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill semalam mengatakan ECB perlu berhati-hati dalam menentukan langkah moneter selanjutnya agar tidak berdampak negatif pada ekonomi. Hari ini masih ada data dari sektor perumahan dan juga hasil survey Kondisi Kredit di Inggris.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09800 – 1.10000
Target : 1) 1.09200 2) 1.08600
SL : 1.10600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09500
Switch to BUY jika tembus 1.11000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30600 – 1.30800
Target : 1) 1.31400 2) 1.32000
SL : 1.30000
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.30000
Suggest : SELL on Rally
Area : 148.300 – 148.500
Target : 1) 147.700 2) 147.100
SL : 149.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 149.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.400
Waspada kemungkinan penurunan terakhir dari wave C
Suggest : SELL on Rally
Area : 2628.00 – 2630.00
Target : 1) 2622.00 2) 2616.00
SL : 2636.00 (ideal 3-5 points di atas 2635.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2615.40
Switch to BUY jika tembus 2640.30
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10000 – 1.10200
Target : 1) 1.09400 2) 1.08800
SL : 1.10800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09500
Switch to BUY jika tembus 1.11000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30700 – 1.30900
Target : 1) 1.31500 2) 1.32100
SL : 1.30100
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31800
Switch to SELL jika tembus 1.30000
Suggest : SELL on Rally
Area : 148.300 – 148.500
Target : 1) 147.700 2) 147.100
SL : 149.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 149.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.400
Suggest : BUY on Dip
Area : 2630.00 – 2632.00
Target : 1) 2638.00 2) 2644.00
SL : 2624.00 (ideal 3-5 points di bawah 2625.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2648.00
Switch to SELL jika tembus 2620.00
Dolar tertahan setelah beberapa waktu terus menguat tajam terhadap mata uang lainnya mendekati level tertinggi dalam 7 pekan terakhir ini. Fundamental ekonomi di AS yang masih solid dan permintaan asset safe haven karena kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Setelah serangan israel terhadap fasilitas militer Hizbullah di Gaza sehari sebelumnya, pihak Hizbullah menyerang balik kota terbesar ketiga Haifa di Israel dengan sejumlah roket. Israel masih berencana meneruskan serangan ke wilayah Lebanon yang berawal tepat setahun yang lalu dan menyebar menjadi konflik di wilayah Timur Tengah hingga saat ini. Sementara itu pasar juga mengantisipasi langkah moneter China setelah menjalani libur panjang long weekend kemarin. Pemerintah China berencana untuk meluncurkan stimulus yang merupakan teragresif sejak pandemi lalu. Bank Sentral China (PBOC) berencana untuk memangkas suku bunga, menurunkan cadangan wajib minimum perbankan dan stimulus lainnya guna mendorong sektor perumahan yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kemunduran yang sangat signifikan. Ekonomi di China sendiri menghadapi ancaman deflasi atau inflasi negatif dengan aktifitas ekonomi yang menurun tajam. Diharapkan dengan stimulus ini ekonomi akan kembali bangkit dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah. Selain untuk menghindarkan diri dari pelambatan ekonomi, langkah ini diharapkan akan kembali memulihkan kepercayaan dunia terhadap negara ekonomi terbesar kedua ini. Sedangkan di AS sendiri ekspektasi akan langkah Fed selanjutnya hampir dapat dipastikan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps menurut CME FedWatch Tool. Hari ini akan dirilis data berupa defisit neraca perdagangan dan indeks optimisme ekonomi dari RCM/TIPP.
Yen bergerak menguat terhadap dolar setelah otoritas Jepang kembali memberikan peringatan akan aksi spekulatif di pasar mata uang. Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional yang baru - Atsushi Minura kemarin mengatakan pemerintah Jepang mengawasi ketat pergerakan mata uang Yen untuk menghindari agar tidak terjadi aksi spekulatif yang akan merugikan ekonomi Jepang. Selain itu mata uang Yen juga masih menjadi tujuan pengalihan aset safe haven bersama Swiss Franc. Data ekonomi masih cukup mixed dengan rata-rata pendapatan tunai mengalami penurunan dari 3.4% turun menjadi 3.0% sesuai perkiraan. Sedangkan anggaran belanja rumah tangga mengalami penurunan tajam dari +0.1% menjadi -1.9% namun masih lebih baik dari perkiraan turun hingga -2.5%. Dan surplus neraca keuangan meningkat dari 2.80T menjadi 3.02T yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 2.43T.
Euro masih cenderung melemah selain karena penguatan mata uang dolar sebelumnya namun juga dipicu oleh data Factory Order di Jerman yang menurun tajam. Aktifitas di sektor manufaktur terus mengalami penurunan di negara terbesar di Uni Eropa ini. Order Factory mengalami penurunan tajam -5.8% yang jauh di bawah perkiraan hanya turun -1.9% meskipun data periode sebelumnya direvisi meningkat menjadi 3.9%. Selain itu juga tekanan untuk Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan semakin meningkat terkait dengan inflasi yang sudah turun sedikit di bawah target. Hari ini akan dirilis data Industrial Production di Jerman dan Neraca Perdagangan di Prancis.
Poundsterling relatif tertahan terhadap mata uang dolar setelah data fundamental ekonomi di Inggris masih terus positif. Data indeks harga perumahan di Inggris dari Halifax relatif stabil 0.3% sama seperti periode sebelumnya namun lebih baik dari perkiraan turun 0.2%. Hal ini yang menandakan stabilnya antara daya beli dan daya serap perumahan di Inggris. Data lain berupa Retail Sales Monitor juga meningkat tajam 1.7% atau lebih dari 2 kali perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.8%. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



