Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10000 – 1.10200
Target : 1) 1.09400 2) 1.08800
SL : 1.10800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09500
Switch to BUY jika tembus 1.11000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30700 – 1.30900
Target : 1) 1.31500 2) 1.32100
SL : 1.30100
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31800
Switch to SELL jika tembus 1.30000
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.000 – 149.200
Target : 1) 148.400 2) 147.800
SL : 149.800
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.200
Suggest : BUY on Dip
Area : 2630.00 – 2632.00
Target : 1) 2638.00 2) 2644.00
SL : 2624.00 (ideal 3-5 points di bawah 2625.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663.00
Switch to SELL jika tembus 2620.00
Dolar menguat terhadap semua mata uang lainnya seiring dengan data di sektor tenaga kerja di AS yang masih solid sehingga semakin mempermudah langkah Fed untuk terus melanjutkan menurunkan suku bunga acuan berikutnya. Data Non-Farm Payroll yang dilaporkan Jumat lalu menunujukkan terjadinya penambahan terisinya lapangan kerja sebanyak 254K yang lebih baik jauh diatas perkiraan hanya 147K dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik menjadi 159K. Ini merupakan kenaikan terbanyak dalam 6 bulan terakhir dan angka di atas 200K menunjukkan kondisi sektor ini masih solid sesuai dengan pernyataan Ketua Fed - Jerome Powell paska pertemuan moneter FOMC beberapa waktu lalu. Data lain berupa tingkat pengangguran juga mulai menurun menjadi 4.1% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 4.2%. Sedangkan upah rata-rata meski menurun 0.4% namun masih lebih baik dari perkiraan 0.3% sementara data periode sebelumnya juga direvisi meningkat menjadi 0.5%. Dengan data-data ini semakin kuat bahwa ekonomi di AS diyakini tidak akan terjadi resesi dan akan mengalami soft landing seperti yang diharapkan oleh Fed. Di sisi lain hal ini semakin mereduksi peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan jumbo seperti pada pertemuan moneter di bulan September lalu. Ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Fed sebanyak 25 bps meningkat tajam menjadi 95% dibandingkan pekan lalu yang hanya 65% dan sisanya untuk pemangkasan jumbo 50 bps menurut CME's FedWatch tool. Sementara itu gejolak geopolitik di Timur Tengah juga berpengaruh terhadap permintaan aset safe haven termasuk mata uang dolar yang menjadi aset paling likuid. Israel akhir pekan kemarin diberitakan kembali melakukan penyerangan di Jalur Gaza dengan lebih dari 180 rudal setelah sebelumnya menyerang basis Hizbullah di Lebanon. Menteri Pertahanan Israel menyatakan masih membuka peluang untuk menyerang kembali terhadap setiap sekutu Iran. Ketegangan di Timur Tengah akan berdampak pada harga minyak dunia yang juga berdampak langsung pada harga BBM di AS dan berpotensi menahan laju turun inflasi. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI dan juga nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan September lalu yang akan diirlis pada hari Kamis nanti.
Yen melemah terhadap mata uang dolar hingga level terendah sejak 16 Agustus lalu seiring dengan data sektor tenaga kerja di AS yang positif dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat. Sementara itu langkah agresif Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan menghadapi pertentangan dari faktor politik. Perdana Menteri - Shigeru Ishiba mengatakan kondisi ekonomi Jepang saat ini masih belum siap untuk kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data Leading Indikator dan tidak ada data penting hanya data minor yang akan dirilis sepanjang pekan ini.
Euro semakin melemah menyusul penguatan mata uang dolar karena faktor-faktor yang sudah disebutkan di atas. Selain itu juga semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Dengan data ekonomi yang masih mixed, data Industrial Production di Prancis mengalami peningkatan tajam 1.4% jauh melampaui perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik menjadi 0.2%. Sementara Retail Sales di Italia mengalami penurunan tajam dari 0.5% menjadi -0.5% yang jauh di bawah perkiraan hanya turun 0.2%. Data inflasi CPI yang sudah menurun di bawah target 2% membuka peluang bagi ECB untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan depan. Hari ini akan dirilis data Factory Order di Jerman dan data Retail Sales untuk Uni Eropa keseluruhan.
Poundsterling cenderung tertahan terhadap penguatan mata uang dolar karena fundamental ekonomi di Inggris yang terus positif. Data PMI di sektor konstruksi mengalami peningkatan tajam dari 53.6 menjadi 57.2 yang jauh di atas perkiraan mengalami penurunan 53.1. Data sektor perumahan juga positif. Ketua Ahli Ekonomi Bank Sentral Inggris (BOE) - Huw Pill juga mengatakan BOE perlu berhati-hati dalam melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Peringatan tersebut diucapkan sehari setelah Gubernur BOE - Andrew Bailey mengatakan BOE bisa lebih agresif memangkas suku bunga jika tekanan inflasi terus menurun. Data penting pekan ini adalah pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis pada hari Jumat di penghujung pekan ini. Hari ini hanya ada data sektor perumahan dari Halifax.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10700 – 1.10900
Target : 1) 1.10100 2) 1.09500
SL : 1.11500
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.11500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.31800 – 1.32000
Target : 1) 1.31200 2) 1.30600
SL : 1.32600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.30900
Switch to BUY jika tembus 1.32200
Suggest : SELL on Rally
Area : 146.700 – 146.900
Target : 1) 146.100 2) 145.500
SL : 147.500
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 147.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.200
Suggest : BUY on Dip
Area : 2650 – 2652.00
Target : 1) 2658.00 2) 2664.00
SL : 2644.00 (ideal 3-5 points di bawah 2645.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663.00
Switch to SELL jika tembus 2630.00
Dolar semakin menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya dan menjadi aset safe haven menyusul serangan dari Israel  ke sejumlah fasilitas militer di wilayah Lebanon sebagai balasan atas serangan Iran ke Israel hari Selasa lalu. Kamis pagi ini Israel melakukan serangan balik ke beberapa lokasi yang diduga sebagai basis militer Hizbullah yang di dukung Iran. Meskipun negara-negara G7 mendesak Israel untuk menahan diri agar ketegangan di Timur Tengah tidak meningkat menjadi siklus yang tidak dapat terkendali. Aksi mogok kerja pekerja bongkar-muat di pelabuhan sepanjang pesisir Timur dan Teluk sudah memasuki hari ketiga juga menjadi kekhawatiran akan memicu kembali kenaikan inflasi. Meskipun dalam jangka pendek mungkin tidak banyak berpengaruh karena sejumlah perusahaan sudah melakukan pencegahan dengan meningkatkan pengiriman sebelum aksi mogok dimulai. Aksi mogok sepakat ditunda hingga 15 Januari 2025 mendatang saat pergantian kontrak kerja yang baru. Penundaan ini terjadi setelah pemerintah AS yang mendukung serikat pekerja menekan perusahaan pengapalan dengan kenaikan upah sebanyak 62% dalam jangka waktu 6 tahun. Sebelumnya serikat pekerja menuntut kenaikan sebanyak 77% dan perusahaan pengapalan hanya menyetujui kenaikan 50%. Dari data ekonomi berupa data PMI di sektor jasa dari ISM mengalami peningkatan 54.9 jauh melampaui perkiraan hanya naik 51.7 dari periode sebelumnya 51.5. Ini merupakan angka tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir. Meskipun komponen tenaga kerja mengalami penurunan dari 50.2 menjadi 48.4. Hal serupa juga dialami pada sektor manufaktur yang sudah dirilis sebelumnya. Dan juga laporan mingguan klaim pengangguran mengalami kenaikan dari 219K menjadi 225K yang sedikit melampaui perkiraan naik 222K. Sementara menurut Challenger, Gray & Christmas, Inc. angka PHK di bulan ini turun 4% dari 75.891 menjadi hanya 72.821. Meskipun jika dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya terjadi peningkatan tajam sebanyak 53% dari periode sebelumnya yang hanya 1.0%. Sedangkan dari data-data di sektor tenaga kerja yang dirilis sebelumnya cukup positif yaitu data JOLTS dan ADP. Data penting yang akan dirilis malam ini berupa laporan Non-Farm Payroll (NFP) dengan perkiraan sedikit menurun 140K dari periode sebelumnya 142K. Dengan tingkat pengangguran masih stabil 4.2% namun upah rata-rata diperkirakan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi 0.3%.
Yen melemah hingga level tertinggi dalam 6 pekan terakhir setelah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) sepakat dengan pendapat Perdana Menteri yang baru Shigeru Ishiba untuk menunda kenaikan suku bunga acuannya. Sehari setelah dilantik PM Ishiba melakukan pertemuan dengan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dan mengeluarkan pernyataan bahwa kondisi ekonomi saat ini masih belum tepat untuk menaikkan suku bunga acuan. Pernyataan ini bertentangan dengan ekspektasi pasar yang mengharapkan BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Pejabat BOJ lainnya - Asahi Noguchi kemarin juga sepakat bahwa BOJ harus melangkah secara hati-hati dan perlahan agar tidak membahayakan ekonomi saat ini. Dengan ini ekspektasi akan langkah BOJ untuk menaikkan suku bunga semakin memudar dan investor mengalihkan asetnya ke komoditas lainnya. Terlebih dengan semakin meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro juga berlanjut melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Mengabaikan data ekonomi Uni Eropa yang membaik, data PMI di sektor jasa mengalami kenaikan 51.4 yang lebih baik dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 50.5. Sedangkan data inflasi dari sisi produsen PPI mengalami penurunan hanya 0.6% yang lebih tinggi dari perkiraan turun hingga 0.4%, namun data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.8% menjadi 0.7%. Sebelumnya data inflasi CPI juga mengalami penurunan sehingga membuka peluang bagi ECB untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter 2 pekan mendatang. Hari ini akan dirilis data Retail Sales di Italia dan juga data Industrial Production di Prancis.
Poundsterling merosot tajam selain karena penguatan mata uang  dolar, namun juga oleh komentar tidak terduga dari Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE). Gubernur BOE - Andrew Bailey dalam wawancara dengan media Guardian kemarin mengatakan BOE dapat bergerak lebih agresif memangkas suku bunga acuan jika tekanan inflasi terus menurun. Komentar ini bertolak belakang dengan pernyataan Bailey dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Perubahan ini tentu saja semakin memperkuat ekspektasi akan langkah pemangkasan suku bunga sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan November mendatang. Data ekonomi juga mengalami penurunan dengan data PMI di sektor jasa turun menjadi 52.4 yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 52.8.  Hari ini akan dirilis data PMI di sektor konstruksi.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar masih terus menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya selain karena masih menjadi safe haven karena meningkatnya ketegangan aktifitas geopolitik di Timur Tengah. Namun juga karena fundamental ekonomi yang menunjukkan sektor tenaga kerja di AS masih cukup solid sehingga menghilangkan kekhawatiran akan pelambatan ekonomi. Serangan Iran ke Israel di hari Selasa lalu masih berpotensi terjadi eskalasi setelah Perdana Menteri Israel - Benyamin Netanyahu berjanji akan membalas serangan Iran ini dengan mengatakan Iran akan membayar mahal atas serangan tersebut. Teheran juga bersikeras bahwa jika Israel melakukan perlawanan maka akan terjadi serangan yang lebih mematikan. Sementara itu Presiden Joe Biden yang sebelumnya memerintahkan militer AS untuk membantu pertahanan dan menembak jatuh rudal yang diarahkan ke Israel namun tidak mendukung jika Israel menyerang situs nuklir di Iran dan memerintahkan cukup dengan serangan yang proporsional. Dengan terjadinya perang membuat permintaan akan aset safe haven meningkat termasuk permintaan akan mata uang dolar yang dianggap aset paling likuid. Selain itu juga data ekonomi di sektor tenaga kerja berupa laporan penambahan terisinya lapangan kerja swasta dari ADP menunjukkan peningkatan dari 103K menjadi 143K yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 124K. Hal yang sama diharapkan akan terjadi pada data penting Non-Farm Payroll  yang akan dirilis esok hari. Dengan data ekonomi yang masih terus meningkat ini serta komentar dari pejabat Fed membuat ekspektasi akan langkah Fed berikutnya untuk memangkas suku bunga acuannya lagi dengan ukuran jumbo pada pertemuan moneter berikutnya. Gubernur Fed Richmond - Thomas Barkin semalam mengatakan pemangkasan suku bunga jumbo pada September lalu merupakan penyesuaian kebijakan moneter dengan kondisi ekonomi namun tidak berarti mandat untuk menurunkan inflasi berakhir. Spekulasi di pasar memperkirakan Fed akan memangkas jumbo lagi dengan peluang sebanyak 35% menurut CME Group's FedWatch Tool. Ancaman akan pelambatan ekonomi dan sentimen negatif di sektor tenaga kerja dengan munculnya aksi mogok kerja pekerja bongkar muat barang di pesisir timur dan pesisir teluk memasuki hari kedua. Dengan sebanyak 45.000 pekerja yang melakukan pemogokan, ini merupakan mogok kerja dalam skala terbesar dalam jangka waktu 50 tahun terakhir. Belum ada jadwal untuk negosiasi di antara kedua belah pihak sehingga masih belum dapat ditentukan kapan aksi ini akan berakhir. Hari ini akan dirilis data PHK dari Challenger dan data PMI sektor jasa dari ISM.
Yen semakin melemah terhadap dolar setelah Perdana Menteri yang baru - Shigeru Ishiba mengatakan kondisi Jepang saat ini masih belum kondusif untuk menerima kenaikan suku bunga acuan berikutnya. Pernyataan ini disampaikan Ishiba setelah bertemu dengan Gubernur Bank Sentral Jepang - Kazuo Ueda. Sekaligus menghapus ekspektasi akan peluang BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuan yang sempat digaungkan oleh Ueda. Selain itu juga sentimen ekonomi menjadi negatif paska rilis data-data Kepercayaan Konsumen yang meskipun meningkat dari 36.7 menjadi 36.9 namun masih di bawah perkiraan naik hingga 37.1. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis. Â
Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah sejak 11 September yang lalu meskipun data ekonomi di sektor tenaga kerja relatif membaik. Pengangguran di Spanyol mengalami penurunan tajam dari 21.9K menjadi hanya 3.2K yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya turun 12.1K. Sedangkan tingkat pengangguran di Italia turun menjadi 6.2% yang lebih rendah dari perkiraan 6.5% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 6.5% menjadi hanya 6.4%. Namun secara keseluruhan tingkat pengangguran di Uni Eropa masih stagnan di angka 6.4% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Setelah rilis data inflasi sehari sebelumnya menunjukkan sudah semakin turun, maka ekspektasi akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan semakin besar. Dengan inflasi semakin mendekati target 2%, pejabat ECB - Isabel menurunkan pandangannya terhadap sulitnya inflasi turun. Pertemuan moneter ECB berikutnya dijadwalkan pada 17 Oktober mendatang dengan perkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa. Selain itu perbankan dan bursa saham di Jerman tutup karena libur merayakan German Unity Day.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar setelah sempat sedikit tertahan sebelumnya. Kondisi pasar keuangan di Inggris masih belum berubah sejak Juni lalu menurut laporan dari Bank Sentral Inggris (BOE). Sementara dalam 3 bulan terakhir penyelesaian upah mengalami penurunan terendah dalam 2 tahun terakhir. Hal ini bisa menjadi pertimbangan BOE untuk memutuskan apakah perlu untuk memangkas suku bunga acuannya lagi. Pasar forex memperkirakan BOE masih akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 35 bps hingga akhir tahun ini. Sehingga dalam pertemuan moneter berikutnya di bulan November BOE diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dengan peluang mencapai 45%. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa yang akan dicermati pasar terutama komponen tenaga kerja di dalamnya.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10500 – 1.10700
Target : 1) 1.09600 2) 1.09000
SL : 1.11300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.11500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.32800 – 1.33000
Target : 1) 1.32200 2) 1.31600
SL : 1.33600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32300
Switch to BUY jika tembus 1.34000
Suggest : BUY on Dip
Area : 146.000 – 146.200
Target : 1) 146.800 2) 147.400
SL : 145.400
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 144.500
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 147.300
Suggest : BUY on Dip
Area : 2644 – 2646.00
Target : 1) 2652.00 2) 2658.00
SL : 2638.00 (ideal 3-5 points di bawah 2636.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663.00
Switch to SELL jika tembus 2630.00



