Dolar berlanjut menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan permintaan safe haven karena meningkatnya ketegangan aktifitas geopolitik di Timur Tengah. Iran menembakkan rudal balistik secara beruntun ke wilayah Israel sebagai perlawanan terhadap rencana operasi militer Israel terhadap Hizbullah sekutu Teheran. Dewan Keamanan Nasioanal Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden memerintahkan militer AS untuk membantu pertahanan dan menembak jatuh rudal yang diarahkan ke Israel. Perdana Menteri Israel - Benyamin Netanyahu juga berjanji akan membalas serangan Iran ini dengan mengatakan Iran akan membayar mahal atas serangan ini. Beberapa waktu lalu ketegangan geopolitik tidak terlalu di respon oleh pasar, namun serangan langsung kepada Israel menjadi perhatian lebih oleh pasar. Karena berpotensi untuk meningkat ke level yang lebih tinggi lagi ketegangan geopolitik ini. Permintaan akan aset-aset safe haven meningkat tajam seiring dengan kekhawatiran tersebut. Yaitu Emas, yen dan swiss franc termasuk mata uang dolar karena masih menjadi aset yang paling likuid. Selain itu dolar juga didukung oleh fundamental ekonomi AS yang membaik dengan data di sektor tenaga kerja berupa penambahan lowongan kerja tersedia yang meningkat 8.04M yang jauh melampaui perkiraan turun 7.64M dari periode sebelumnya 7.71M. Ini sekaligus mengkonfirmasi pernyataan Ketua Fed - Jerome Powell yang masih yakin sektor tenaga kerja masih cukup solid. Sementara data PMI di sektor manufaktur dari ISM relatif stagnan 47.2 sama seperti periode sebelumnya yang lebih rendah dari perkiraan sedikit meningkat 47.3. Meski demikian indeks harga dari data tersebut mengalami penurunan dari 54.0 menjadi 48.3 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 53.5. Ini menandakan tekanan inflasi akan semakin menurun yang sesuai dengan harapan Fed agar ekonomi terjadi soft landing. Namun di sisi lain terjadi mogok kerja nasional pekerja bongkar-muat barang di pesisir timur dan teluk berpeluang menjadi kendala di sektor tenaga kerja. Ini merupakan mogok kerja dalam skala terbesar dalam jangka waktu 50 tahun terakhir. Mogok kerja ini diperkirakan akan menghentikan separuh pengapalan barang keluar masuk AS yang berpotensi mencederai pertumbuhan ekonomi di AS. Sedangkan pejabat Fed dalam pidato semalam tidak menyinggung mengenai kebijakan moneter sama sekali. Hari ini akan dirilis data masih dari sektor tenaga kerja yaitu terisinya lapangan kerja swasta dari ADP dengan perkiraan meningkat dari 99K menjadi 124K.
Yen menguat terhadap dolar seiring dengan meningkatnya permintaan akan aset safe haven meskipun sebelumnya sempat tertekan. Fokus pasar juga tertuju pada program kerja yang akan dijalankan oleh Perdana Menteri baru - Shigeru Ishiba bersama kabinetnya. Dan juga usaha mempersatukan kembali Partai Liberal Demokrat yang terpecah guna memenangkan pemilu 27 Oktober mendatang. Sedangkan Bank Sentral Jepang (BOJ) sepertinya sedang mendiskusikan agar kenaikan suku bunga acuan dijalankan secara teliti dan perlahan. Hal ini terlihat dari ringkasan hasil pertemuan moneter bulan September lalu yang baru dirilis kemarin. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dengan perkiraan semakin membaik dari 36.7 menjadi 37.1.
Euro terkoreksi tidak hanya terhadap dolar namun juga terhadap Yen selain karena pengalihan aset safe haven namun juga karena data ekonomi yang semakin memperbesar peluang ECB untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya. Data estimasi inflasi CPI Uni Eropa mengalami penurunan dari 2.2% menjadi 1.8% sesuai perkiraan. Ini merupakan angka di bawah 2% untuk pertama kali sejak pertengahan tahun 2021 yang lalu. Begitu pula dengan data estimasi Core CPI juga turun dari 2.8% menjadi 2.7% sesuai perkiraan. Hal ini sesuai dengan komentar dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde di depan parlemen yang yakin bahwa perkembangan data ekonomi terakhir semakin memperkuat kepercayaan inflasi akan segera mencapai target sesuai dengan perkiraan. Sementara data PMI di sektor manufaktur mulai membaik dengan meningkat dari 40.3 menjadi 40.6 meskipun masih di dalam zona kontraksi. Hari ini akan dirilis data dari sektor tenaga kerja berupa Tingkat Pengangguran.
Poundsterling kembali melemah terhadap penguatan mata uang dolar selain itu juga karena data ekonomi yang stagnan. Data PMI di sektor manufaktur masih dalam zona ekspansif stabil 51.5 sama seperti periode sebelumnya dan sesuai perkiraan. Perbedaan akan prospek perubahan tingkat suku bunga acuan dengan negara lain masih memberi keuntungan karena menjadi sentimen positif untuk mata uang GBP. Hari ini akan dirilis hasil stress test perbankan di Inggris.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10800 – 1.11000
Target : 1) 1.10200 2) 1.09600
SL : 1.11600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10400
Switch to BUY jika tembus 1.12000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.33000 – 1.33200
Target : 1) 1.32400 2) 1.31800
SL : 1.33800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32300
Switch to BUY jika tembus 1.34000
Suggest : SELL on Rally
Area : 143.800 – 144.000
Target : 1) 143.200 2) 142.600
SL : 144.600
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 144.700
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.700
Suggest : BUY on Dip
Area : 2654.00 – 2656.00
Target : 1) 2662.00 2) 2668.00
SL : 2648.00 (ideal 3-5 points di bawah 2646.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2673.00
Switch to SELL jika tembus 2640.00
Dolar rebound terhadap semua mata uang lainnya setelah pidato dari Ketua Fed - Jerome Powell tetap optimis terhadap kondisi ekonomi di AS saat ini dan tidak terlalu khawatir akan data-data ekonomi yang menurun. Dalam pidatonya Powell mengatakan revisi data pertumbuhan ekonomi, jumlah tabungan dan tingkat pendapatan personal menghilangkan resiko penurunan yang menjadi perhatian Fed selama ini. Namun ekspektasi akan pemangkasan suku bunga jumbo sepertinya tidak akan terjadi karena menurut Powell 2 kali lagi pemangkasan suku bunga dengan total 50 bps di tahun ini akan menjadi patokan jika ekonomi berjalan seperti yang diharapkan maka perlu beberapa tahun lagi untuk mencapai kondisi normal yang diinginkan Fed. Powell menambahkan ekonomi tetap solid tapi Fed perlu melangkah lebih maju dan mencegah sektor tenaga kerja melemah. Powell menyebutkan langkah pemangkasan jumbo Fed bulan lalu sebagai rekalibrasi terhadap turunnya inflasi yang cukup tajam sejak tahun lalu. Paska pidato Powell tersebut spekulasi akan pemangkasan suku bunga jumbo pada pertemuan moneter berikutnya merosot tajam dari 53% sebelumnya menjadi hanya 35% menurut CME Group's FedWatch Tool. Pejabat Fed lainnya - Michelle Bowman semalam juga masih mengungkapkan hal yang sama seperti yang diucapkan sebelumnya yaitu seputar kekhawatiran akan terlalu agresifnya Fed memangkas suku bunga acuan sementara resiko inflasi masih ada. Data ekonomi yang dirilis semalam juga positif dengan PMI di negara bagian Chicago mengalami peningkatan menjadi 46.6 yang lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 46.1. Hari ini akan dirilis data penting yaitu data dari sektor tenaga kerja berupa data lowongan kerja baru dari JOLTS dan data PMI di sektor manufaktur. Pejabat Fed juga akan memberikan pidato diantaranya Gubernur - Lisa Cook dan Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic.
Yen ikut terkoreksi seiring dengan mata uang dolar yang rebound setelah sebelumnya menguat menyambut terpilihnya mantan Menteri Pertahanan - Shigeru Ishiba sebagai Perdana Menteri baru yang akan dilantik hari ini. Dengan terpilihnya Ishiba maka langkah moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) akan semakin mudah untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sesuai dengan kebijakannya saat ini. Karena Ishiba terkenal kritis terhadap stimulus moneter yang lalu dan pendukung kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan saat ini. Data ekonomi berupa Retail Sales mengalami peningkatan dari 2.7% menjadi 2.8% yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 2.6%. Hal ini menunjukkan masih kuatnya daya beli masyarakat Jepang yang berpotensi mengangkat inflasi lebih tinggi. Sehingga memberi peluang bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya sesuai dengan perkiraan pasar. Data di sektor industri mengalami peningkatan dengan data indeks manufaktur Tankan stabil 13 sama seperti periode sebelumnya yang lebih baik dari perkiraan  turun 12. Sedangkan di sektor non-manufaktur mengalami peningkatan dari 33 menjadi 34 yang lebih baik dari perkiraan turun 32. Sedangkan tingkat pengangguran mengalami penurunan dari 2.7% menjadi hanya 2.5% yang lebih baik dari perkiraan turun 2.6%. Sementara data PMI sektor manufaktur masih dalam zona kontraksi meski naik menjadi 49.7 dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 49.6.
Euro juga mengalami koreksi selain karena penguatan mata uang dolar namun juga karena data inflasi yang mixed. Data inflasi CPI di Jerman naik dari -0.1% menjadi 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan naik +0.1%. Sedangkan di Italia inflasi CPI turun dari +0.2% menjadi -0.2% sesuai perkiraan. Hari ini masih akan dirilis data estimasi inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan turun dari 2.2% menjadi 1.8% dan dan data Core CPI juga turun dari 2.8% menjadi 2.7%. Jika dirilis sesuai atau lebih rendah dari perkiraan akan semakin memperbesar peluang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pada pertengahan bulan ini. Selain itu juga akan dirilis data PMI di sektor manufaktur.
Poundsterling tertahan melawan penguatan mata uang dolar seiring dengan masih akan dipertahankannya suku bunga acuan sehingga perbedaan tingkat suku bunga dibanding negara lain membuat permintaan mata uang GBP terus meningkat. Sedangkan data ekonomi tidak terlalu mengembirakan dengan data pertumbuhan ekonomi GDP mengalami penurunan menjadi 0.5% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.6%. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Megan Greene dalam pidato kemarin masih mengkhawatirkan akan adanya potensi inflasi kembali naik seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta konstruksi. Malam ini Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill dijadwalkan akan memberikan pidato.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.11500 – 1.11700
Target : 1) 1.10900 2) 1.10300
SL : 1.12300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.11000
Switch to BUY jika tembus 1.12400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.33800 – 1.34000
Target : 1) 1.33200 2) 1.32600
SL : 1.34600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000
Switch to BUY jika tembus 1.34600
Suggest : BUY on Dip
Area : 143.000 – 143.200
Target : 1) 143.800 2) 144.200
SL : 142.400
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 142.400 atau jika gagal tembus 144.800
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 144.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2630.00 – 2632.00
Target : 1) 2638.00 2) 2644.00
SL : 2624.00 (ideal 3-5 points di bawah 2625.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2656.50
Switch to SELL jika tembus 2625.00
Dolar masih cenderung melemah terhadap semua mata uang lainnya setelah data inflasi di AS menunjukkan inflasi semakin surut. Sementara mata uang Yen menguat tajam paska terpilihnya Shigeru Ishiba terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang yang baru. Data inflasi dari sisi personal berupa data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis Jumat lalu menunjukkan indikasi inflasi semakin menurun 0.1% sesuai perkiraan dari periode bulan sebelumnya 0.2%. Data Core PCE yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga turun 0.1% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode bulan sebelumnya 0.2%. Begitu pula jika dibandingkan dengan data PCE setahun sebelumnya terjadi penurunan dari 2.5% menjadi 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 2.3%. Sedangkan Core PCE malah justru naik dari 2.6% menjadi 2.7% namun masih sesuai dengan perkiraan. Data lain berupa Consumer Spending yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS mengalami penurunan dari 0.5% menjadi hanya 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.3%. Menurunnya anggaran belanja konsumen akan berpengaruh besar terhadap turunnya inflasi di kemudian hari. Meskipun hal ini dikaitkan dengan tingkat pendapatan yang juga menurun dari 2.5% menjadi hanya 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan turun 2.3%. Dengan data-data ini semakin memvalidasi langkah moneter Fed yang diambil pekan lalu dengan memangkas suku bunga acuan dengan ukuran jumbo sebanyak 50 bps. Sehingga diperkirakan Fed masih akan terus menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter dengan pemangkasan jumbo berikutnya, memiliki peluang sebanyak 56.7% dari sebelum rilis data sebanyak 49.9% menurut CME's FedWatch Tool. Pekan ini akan dirilis sejumlah data dari sektor tenaga kerja dengan data utama berupa Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis di penghujung pekan ini. Hari ini ada data Chicago PMI yang akan disusul esoknya dengan data PMI di sektor manufaktur. Ketua Fed - Jerome Powell nanti malam dijadwalkan akan mengadakan pidato malam ini dan akan diikuti oleh pajabat Fed lainnya di tempat dan peristiwa berbeda sepanjang pekan ini.
Yen menguat tajam terhadap dolar setelah mantan Menteri Pertahanan - Shigeru Ishiba memenangkan pemilihan dan akan menjadi Perdana Menteri baru pada 1 Oktober esok hari. Dengan kemenangan tipis Ishiba mengalahkan Sanae Takaichi dalam kontestasi Partai Liberal Demokratik yang berkuasa di Jepang pada Jumat lalu. Ishiba terkenal kritis terhadap stimulus moneter yang lalu dan pendukung kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan saat ini. Sementara Takaichi yang sebenarnya lebih difavoritkan pasar kebalikannya dengan menentang kenaikan suku bunga lebih lanjut dan lebih mempertahankan kebijakan moneter dan fiskal yang longgar serta mata uang Yen yang lemah. Dengan terpilihnya Ishiba maka langkah moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) akan semakin mudah untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sesuai dengan kebijakannya saat ini. Sementara itu dari fundamental ekonomi, data Retail Sales di Jepang mengalami peningkatan dari 2.7% menjadi 2.8% yang jauh lebih baik dari perkiraan mengalami penurunan 2.6%. Data yang akan dirilis pekan ini berupa tingkat pengangguran dan survey di sektor manufaktur dari Tankan.
Euro melemah terhadap dolar terkait dengan pelemahan dolar terhadap Yen yang menguat tajam setelah terpilihnya Shigeru Ishiba untuk menjadi Perdana Menteri baru. Fundamental ekonomi di kawasan ini relatif mixed dengan data inflasi CPI di Prancis dan Spanyol turun di bawah perkiraan sedangkan Tingkat Pengangguran di Jerman mengalami peningkatan tajam. Dengan inflasi yang semakin menurun dan sektor tenaga kerja yang melemah maka langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan semakin terbuka dengan eskpektasi pasar peluang tersebut mencapai lebih dari 90%. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dan Italia.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar meskipun fundamental ekonomi cenderung positif. Data Realized Sales dari CBI meningkat tajam dari -27 menjadi +4 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -17. Optimisme ekonomi akan semakin membaik diharapkan akan terwujud dalam rencana anggaran yang akan diumumkan oleh Menteri Keuangan yang baru hari ini. Sebelumnya Perdana Menteri - Keir Starmer pekan lalu mengatakan biaya untuk menutup pembiayaan publik akan didistribusikan secara merata dan akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dengan peraturan pemerintah dengan pendanaan semestinya. Dengan kebijakan ekonomi tersebut dan angka inflasi yang relatif tinggi membuat Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini untuk waktu lebih lama lagi. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP. Pekan ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta konstruksi. Sejumlah pejabat BOE juga dijadwalkan akan mengadakan pidato di tempat dan peristiwa berbeda.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.11800 – 1.12000
Target : 1) 1.11200 2) 1.10600
SL : 1.12600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.11000
Switch to BUY jika tembus 1.12600
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.33800 – 1.34000
Target : 1) 1.33200 2) 1.32600
SL : 1.34600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000
Switch to BUY jika tembus 1.34600
Suggest : SELL on Rally
Area : 143.000 – 143.200
Target : 1) 142.400 2) 141.800
SL : 143.800
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 144.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.500
Suggest : BUY on Dip
Area : 2640.00 – 2642.00
Target : 1) 2648.00 2) 2654.00
SL : 2634.00 (ideal 3-5 points di bawah 2635.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2656.50
Switch to SELL jika tembus 2625.00



