logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar kembali mengalami koreksi terhadap semua mata uang lainnya setelah pemerintah China kembali mengeluarkan stimulus baru menyusul stimulus yang juga baru beberapa hari yang lalu diluncurkan. Setelah beberapa hari sebelumnya Bank Sentral China (PBOC) menurunkan rasio cadangan wajib perbankan sebanyak 50 bps yang merupakan terbesar sejak pandemi. Sebelumnya PBOC juga sudah menurunkan MLF (Medium-Term Lending Facility) dan RRR (Reserve Repo Rate) 14 hari. Dan hari ini PBOC kembali memangkas RRR jangka 7 hari sebanyak 20 bps dari 1.70% menjadi 1.5%. PBOC juga masih membuka peluang untuk terus melanjutkan penurunan ini jika memang diperlukan. Langkah ini merupakan komitmen PBOC untuk terus mendorong ekonomi dan memacu inflasi di tengah menurunnya aktivitas ekonomi di China saat ini. Sementara itu Bank Sentral Swiss (SNB) dalam pertemuan moneter kemarin memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut sebanyak 25 bps dari 1.25% menjadi 1.0%. Ini merupakan penurunan suku bunga acuan ketiga sejak pandemi dan sudah sesuai dengan diperkirakan pasar. Sedangkan data ekonomi di AS cenderung positif dengan data pertumbuhan ekonomi GDP quartal ke 3 tahun ini yang masih stabil di angka 3.0% sesuai perkiraan sama dengan periode sebelumnya. Data Durable Good Order meski turun cukup tajam dari 9.8% menjadi 0.0% namun tidak seburuk perkiraan merosot hingga -2.8%. Meski demikian data Core Durable Goods Order yang tidak menyertakan komponen transportasi meningkat tajam dari -0.2% menjadi +0.5% yang melampaui perkiraan hanya naik 0.1%. Data sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran juga semakin berkurang dari 222K menjadi hanya 218K yang jauh di bawah perkiraan meningkat 224K. Ini merupakan angka terendah dalam 4 bulan terakhir. Sektor tenaga kerja yang menjadi sorotan Fed ini membaik sesuai dengan pernyataan Ketua Fed paska pertemuan moneter yang masih cukup solid. Fed mulai mengalihkan fokus menjadi cenderung pada sektor tenaga kerja setelah inflasi sudah semakin mendekati target Fed dan diyakini akan segera tercapai. Ekspektasi pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan jumbo untuk pertemuan moneter berikutnya di bulan November dengan peluang di atas 50%. Sejumlah pejabat Fed termasuk Ketua Fed - Jerome Powell semalam tidak sedikitpun membicarakan perihal kebijakan moneter. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi dari sisi personal berupa Personal Consumption Expenditure (PCE) dan juga data personal income/spending serta data dari University of Michigan berupa Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.

Yen kembali bergerak menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar. Sementara itu sejumlah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) masih belum sepakat untuk menentukan kapan sebaiknya waktu untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Hal ini terlihat dari nota hasil pertemuan moneter pekan lalu dimana BOJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Sehari berikutnya Gubernur BOJ - Kazuo Ueda kembali mengulang pernyataannya perihal peluang BOJ untuk memulai pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan. Namun belum memberikan kejelasan kapan langkah tersebut akan direalisasikan. Terlebih dengan data inflasi di Tokyo yang baru saja dirilis yang menunjukkan tekanan inflasi semakin berkurang dari 2.4% menjadi 2.0% sesuai perkiraan. Jika menggunakan data ini maka BOJ sudah tidak perlu menaikkan suku bunga acuannya lagi.

Euro rebound terhadap dolar yang melemah didukung data ekonomi di kawasan Uni Eropa relatif juga membaik. Data Kepercayaan Kosumen atau Iklim konsumen di Jerman sedikit membaik dari -21.9 menjadi -21.2 yang jauh lebih baik dari perkiraan memburuk -22.4. Sementara itu pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sedang bersiap-siap untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter bulan depan guna mencegah menurunnya aktifitas ekonomi setelah data PMI turun di bawah perkiraan dan berada dalam zona kontraksi. Selain itu tingkat upah yang melambat juga menjadi kekhawatiran tersendiri sehingga ECB perlu segera menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut. Pertemuan moneter ECB berikutnya dijadwalkan pada bulan Oktober mendatang. Namun sebagian beranggapan masih terlalu dekat dengan pemangkasan sebelumnya, sehingga ekspektasi pasar memperkirakan ECB baru akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Desember mendatang. Namun tidak tertutup kemungkinan direalisasikan lebih cepat. Hari ini ada data inflasi CPI di Prancis dan Spanyol serta data pengangguran di Jerman.

Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar dengan persentasi kenaikan harian terbesar dalam 1 bulan terakhir. Selain itu perbedaan yang lumayan besar antara suku bunga acuan di Inggris dengan suku bunga negara lain menjadi sentimen positif utama yang mendorong penguatan mata uang GBP. Inflasi di Inggris yang membandel menyebabkan Bank Sentral Inggris (BOE) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya. BOE diperkirakan baru akan mulai agresif memangkas suku bunga acuan pada tahun 2025 mendatang. Hari ini akan dirilis data Realized Sales. Fokus pasar akan tertuju pada rilis rencana anggaran pertama dari Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves di akhir pekan ini.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.11300 – 1.11500
Target : 1) 1.12100 2) 1.12700
SL : 1.10700

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.12100
Switch to SELL jika tembus 1.10500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.33500 – 1.33700
Target : 1) 1.34300 2) 1.34900
SL : 1.32900

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34300
Switch to SELL jika tembus 1.32600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 146.400 – 146.600
Target : 1) 145.800 2) 145.200
SL : 147.200

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 147.400
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 144.500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2659.00 – 2661.00
Target : 1) 2667.00 2) 2673.00
SL : 2653.00 (ideal 3-5 points di bawah 2650.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2677
Switch to SELL jika tembus 2640

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.11500 – 1.11700
Target : 1) 1.10900 2) 1.10300
SL : 1.12300

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.1110
Switch to BUY jika tembus 1.12400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.33500 – 1.33700
Target : 1) 1.32900 2) 1.32300
SL : 1.34300

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000
Switch to BUY jika tembus 1.34300

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 144.000 – 144.200
Target : 1) 145.200 2) 146.200
SL : 143.400

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 143.300
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 145.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2664.00 – 2666.00
Target : 1) 2658.00 2) 2652.00
SL : 2672.00 (ideal 3-5 points di atas 2670.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630 (support psikologis)
Switch to BUY jika tembus 2675.00

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.11300 – 1.11500
Target : 1) 1.12100 2) 1.12700
SL : 1.10700

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.12000
Switch to SELL jika tembus 1.10600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.33300 – 1.33500
Target : 1) 1.34100 2) 1.34700
SL : 1.32700

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34280
Switch to SELL jika tembus 1.32700

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 143.700 – 143.900
Target : 1) 143.100 2) 142.500
SL : 144.500

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 144.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2645.00 – 2647.00
Target : 1) 2653.00 2) 2659.00
SL : 2639.00 (ideal 3-5 points di bawah 2638.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2664.28 (All Time High)
Switch to SELL jika tembus 2628.00

Dolar mengalami koreksi terhadap hampir semua mata uang lainnya menyusul langkah moneter yang diambil oleh otoritas keuangan China dengan meluncurkan stimulus baru. Bank Sentral China (PBOC) berencana melakukan pemangkasan 50 bps terhadap rasio cadangan wajib perbankan. Dengan penurunan rasio cadangan membuat bank memiliki lebih banyak uang untuk dipinjamkan ke nasabah. Langkah ini diambil guna meningkatkan jumlah uang beredar sehingga meningkatan permintaan agregat dan merangsang pertumbuhan ekonomi serta meringankan cicilan KPR dengan menurunnya suku bunga. Seperti diketahui beberapa waktu lalu ekonomi China mengalami pelemahan karena dihantam di sektor perumahan setelah sejumlah perusahaan Real Estate mengalami kebangkrutan. Meski demikian terdapat juga sejumlah ahli yang skeptis dengan langkah PBOC tersebut. Sementara itu fundamental ekonomi di AS juga menurun dengan data Kepercayaan Konsumen yang mengalami penurunan di luar perkiraan. Kepercayaan Konsumen di AS mengalami penurunan cukup tajam di bawah 100 menjadi 98.7 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 103.9 meskipun data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 103.3 menjadi 105.6. Menurunnya kepercayaan ini diperkirakan karena kekhawatiran dengan semakin melemahnya sektor tenaga kerja di AS. Sedangkan indeks manufaktur negara bagian Richmond semakin melemah dari -19 menjadi -21 yang juga jauh dari perkiraan membaik -13. Komentar negatif dari pejabat Fed juga membuat mata uang dolar terkoreksi. Gubernur Fed - Michele Bowman yang menjadi satu-satunya suara yang menentang pemangkasan suku bunga jumbo pada pertemuan moneter pekan lalu mengatakan inflasi masih di atas target Fed sehingga Fed perlu tetap waspada dalam memulai melonggarkan kebijakan moneter. Bowman merasa pemangkasan jumbo sebagai deklarasi kemenangan yang terlalu dini terhadap mandat Fed sementara resiko inflasi dan sektor tenaga kerja masih ada. Penting untuk terus menjalankan mandat Fed yaitu menurunkan dan menjaga inflasi tetap stabil pada target 2% Fed dengan terus menjaga sektor tenaga kerja tetap solid. Hari ini hanya ada data di sektor perumahan sebelum data penting berupa pertumbuhan ekonomi GDP esok hari dan PCE di hari Jumat nanti.

Yen ikut bergerak menguat  selain karena melemahnya dolar oleh stimulus dari China namun juga oleh sentimen positif dari Jepang sendiri. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dalam pidatonya kembali mengulang pernyataannya paska pertemuan moneter pekan lalu dengan mengatakan BOJ punya waktu yang cukup sambil  menunggu perkembangan di pasar dan juga mengawasi kondisi ekonomi sebelum memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan lagi.  Ini diindikasikan bahwa BOJ akan kembali menaikkan suku bunga acuan jika kondisi memungkinkan di mana proyeksi ekonomi mencapai yang ditargetkan. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI dari BOJ dengan perkiraan masih stabil 1.8% sama seperti sebelumnya.

Euro rebound semata karena pelamahan mata uang dolar terhadap semua karena fundamental ekonomi di kawasan Uni Eropa juga sedang tidak baik-baik saja. Iklim Bisnis di Jerman dan Belgia sama-sama turun di bawah perkiraan. Indeks sentimen bisnis di Jerman dari IFO mengalami penurunan dari 86.6 menjadi 85.4 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 86.1. Sedangkan data yang sama di Belgia dari NBB juga semakin turun dari -12.6 menjadi -13.3 yang lebih buruk dari perkiraan membaik -12.3. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sekaligus Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel dalam pidato semalam tetap optimis bahwa ekonomi di Jerman akan pulih seiring dengan turunnya inflasi dan suku bunga yang juga semakin menurun. Hanya perlu gerakan reformasi secara menyeluruh dari persoalan imigrasi hingga perawatan anak-anak. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis. Sementara dari negara tetangganya Swiss dan Swedia dengan kedua bank sentral dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps.

Poundsterling berlanjut menguat terhadap dolar hingga melampaui rekor tertinggi dalam lebih dari 2.5 tahun lalu atau sejak bulan Maret 2022 yang lalu. Kondisi aktifitas ekonomi yang terus dalam zona ekspansif menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sehingga pemulihan ekonomi diharapkan dapat dicapai lebih cepat dari perkiraan. Langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang mempertahankan suku bunga acuannya pekan lalu juga menjadi daya tarik karena perbedaan suku bunga yang stabil di Inggris dibandingkan dengan suku bunga di tempat lain yang masih akan terus turun. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.11300 – 1.11500
Target : 1) 1.10700 2) 1.10100
SL : 1.12100

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.11000
Switch to BUY jika tembus 1.12300

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.32900 – 1.33100
Target : 1) 1.33700 2) 1.34300
SL : 1.32300

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.33600
Switch to SELL jika tembus 1.32300

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 144.500 – 144.700
Target : 1) 143.900 2) 143.300
SL : 145.300

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 145.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2617.00 – 2619.00
Target : 1) 2625.00 2) 2631.00
SL : 2611.00 (ideal 3-5 points di bawah 2610.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2634.76 (All Time High)
Switch to SELL jika tembus 2600

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down