Dolar kembali mengalami koreksi terhadap semua mata uang lainnya setelah pemerintah China kembali mengeluarkan stimulus baru menyusul stimulus yang juga baru beberapa hari yang lalu diluncurkan. Setelah beberapa hari sebelumnya Bank Sentral China (PBOC) menurunkan rasio cadangan wajib perbankan sebanyak 50 bps yang merupakan terbesar sejak pandemi. Sebelumnya PBOC juga sudah menurunkan MLF (Medium-Term Lending Facility) dan RRR (Reserve Repo Rate) 14 hari. Dan hari ini PBOC kembali memangkas RRR jangka 7 hari sebanyak 20 bps dari 1.70% menjadi 1.5%. PBOC juga masih membuka peluang untuk terus melanjutkan penurunan ini jika memang diperlukan. Langkah ini merupakan komitmen PBOC untuk terus mendorong ekonomi dan memacu inflasi di tengah menurunnya aktivitas ekonomi di China saat ini. Sementara itu Bank Sentral Swiss (SNB) dalam pertemuan moneter kemarin memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut sebanyak 25 bps dari 1.25% menjadi 1.0%. Ini merupakan penurunan suku bunga acuan ketiga sejak pandemi dan sudah sesuai dengan diperkirakan pasar. Sedangkan data ekonomi di AS cenderung positif dengan data pertumbuhan ekonomi GDP quartal ke 3 tahun ini yang masih stabil di angka 3.0% sesuai perkiraan sama dengan periode sebelumnya. Data Durable Good Order meski turun cukup tajam dari 9.8% menjadi 0.0% namun tidak seburuk perkiraan merosot hingga -2.8%. Meski demikian data Core Durable Goods Order yang tidak menyertakan komponen transportasi meningkat tajam dari -0.2% menjadi +0.5% yang melampaui perkiraan hanya naik 0.1%. Data sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran juga semakin berkurang dari 222K menjadi hanya 218K yang jauh di bawah perkiraan meningkat 224K. Ini merupakan angka terendah dalam 4 bulan terakhir. Sektor tenaga kerja yang menjadi sorotan Fed ini membaik sesuai dengan pernyataan Ketua Fed paska pertemuan moneter yang masih cukup solid. Fed mulai mengalihkan fokus menjadi cenderung pada sektor tenaga kerja setelah inflasi sudah semakin mendekati target Fed dan diyakini akan segera tercapai. Ekspektasi pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan jumbo untuk pertemuan moneter berikutnya di bulan November dengan peluang di atas 50%. Sejumlah pejabat Fed termasuk Ketua Fed - Jerome Powell semalam tidak sedikitpun membicarakan perihal kebijakan moneter. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi dari sisi personal berupa Personal Consumption Expenditure (PCE) dan juga data personal income/spending serta data dari University of Michigan berupa Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.
Yen kembali bergerak menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar. Sementara itu sejumlah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) masih belum sepakat untuk menentukan kapan sebaiknya waktu untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Hal ini terlihat dari nota hasil pertemuan moneter pekan lalu dimana BOJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Sehari berikutnya Gubernur BOJ - Kazuo Ueda kembali mengulang pernyataannya perihal peluang BOJ untuk memulai pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan. Namun belum memberikan kejelasan kapan langkah tersebut akan direalisasikan. Terlebih dengan data inflasi di Tokyo yang baru saja dirilis yang menunjukkan tekanan inflasi semakin berkurang dari 2.4% menjadi 2.0% sesuai perkiraan. Jika menggunakan data ini maka BOJ sudah tidak perlu menaikkan suku bunga acuannya lagi.
Euro rebound terhadap dolar yang melemah didukung data ekonomi di kawasan Uni Eropa relatif juga membaik. Data Kepercayaan Kosumen atau Iklim konsumen di Jerman sedikit membaik dari -21.9 menjadi -21.2 yang jauh lebih baik dari perkiraan memburuk -22.4. Sementara itu pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sedang bersiap-siap untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter bulan depan guna mencegah menurunnya aktifitas ekonomi setelah data PMI turun di bawah perkiraan dan berada dalam zona kontraksi. Selain itu tingkat upah yang melambat juga menjadi kekhawatiran tersendiri sehingga ECB perlu segera menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut. Pertemuan moneter ECB berikutnya dijadwalkan pada bulan Oktober mendatang. Namun sebagian beranggapan masih terlalu dekat dengan pemangkasan sebelumnya, sehingga ekspektasi pasar memperkirakan ECB baru akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Desember mendatang. Namun tidak tertutup kemungkinan direalisasikan lebih cepat. Hari ini ada data inflasi CPI di Prancis dan Spanyol serta data pengangguran di Jerman.
Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar dengan persentasi kenaikan harian terbesar dalam 1 bulan terakhir. Selain itu perbedaan yang lumayan besar antara suku bunga acuan di Inggris dengan suku bunga negara lain menjadi sentimen positif utama yang mendorong penguatan mata uang GBP. Inflasi di Inggris yang membandel menyebabkan Bank Sentral Inggris (BOE) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya. BOE diperkirakan baru akan mulai agresif memangkas suku bunga acuan pada tahun 2025 mendatang. Hari ini akan dirilis data Realized Sales. Fokus pasar akan tertuju pada rilis rencana anggaran pertama dari Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves di akhir pekan ini.
Cek info lain di https://agrodana-futures.com/ https://instagram.com/agrodanafuturesofficial https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD
KETERANGAN
Posisi dolar kembali melemah sehingga membuat Euro kembali rebound/naik
Komentar pejabat ECB yang dovish (membuka peluang cut rate) cenderung negatif untuk Euro
Penguatan Euro juga secara tidak langsung disebabkan pengumuman stimulus moneter China (pemangkasan MLF, reverse repo 14 hari dan 7 hari dan RRR dari PBOC) dan rencana stimulus fiskal pemerintah China untuk mengatasi dan menstabilkan sektor properti
Secara teknis, daily candle ditutup bullish dan membuka peluang naik, tapi dibayangi potensi double top di daily chart jika gagal tembus resistance -> tapi konfirmasi neckline masih harus tunggu 1.10000
Switch to SELL jika tembus 1.10500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.12100!
Suggest : BUY on Dip Area : 1.11300 – 1.11500 Target : 1) 1.12100 2) 1.12700 SL : 1.10700
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.12100 Switch to SELL jika tembus 1.10500
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
KETERANGAN
Kenaikan disebabkan dolar yang kembali melemah
Tetap fokus dengan USD di malam hari karena minimnya data UK hari ini! jika USD lanjut menguat, kemungkinan GBP gagal naik. dan Sebaliknya, jika USD melemah, GBP berpotensi lanjut naik
Stimulus China juga secara tidak langsung menyebabkan penguatan GBP karena dolar yang tertekan
Secara teknis, tanda-tanda divergence bearish pada grafik Daily maupun H4 masih membayangi sehingga kenaikan dikhawatirkan tidak optimal. Tapi selama support tidak ditembus, dan resistance 1.34300 berhasil ditembus, maka uptren tetap berpeluang, terutama jika dolar tetap melemah di malam hari pasca data AS.
Switch to SELL jika harga tembus 1.32600 atau jika USD kembali menguat pasca data AS nanti malam
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34300
Suggest : BUY on Dip Area : 1.33500 – 1.33700 Target : 1) 1.34300 2) 1.34900 SL : 1.32900
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34300 Switch to SELL jika tembus 1.32600
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
KETERANGAN
Saat ini USDJPY cenderung bergerak searah dengan US Treasury Yield sehingga perlu perhatikan data ekonomi AS ataupun sentimen market terhadap imbal hasil Treasury AS
Secara teknis, candle daily ditutup bullish (shooting star) sehingga berpotensi naik
US Treasury yield cenderung masih naik, tapi di sisi lain candle harian cenderung menunjukkan tenaga kenaikan yang relatif mulai berkurang sehingga berpotensi turun -> USDJPY berpeluang ikut turun
H4 menunjukkan support trend channel masih bisa mendorong naik sehingga masih dalam jalur kenaikan trend channel, dan SELL sebaiknya baru dilakukan dekat resistance 146 atau saat tembus support 144.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 144.500
Switch to SELL jika tembus 147.400
Suggest : SELL on Rally Area : 146.400 – 146.600 Target : 1) 145.800 2) 145.200 SL : 147.200
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 147.400 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 144.500
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)
KETERANGAN
Potensi bullish masih cukup kuat karena siklus penurunan suku bunga Fed sehingga penurunan diperkirakan relatif terbatas
China kembali dengan kabar positif dengan PBOC memangkas RRR 50 bps dan reverse repo 7 hari 20 bps sesuai janjinya pasca pemangkasan MLF dan reverse repo 14 hari minggu ini -> positif untuk emas
Pemerintah China juga menegaskan kembali dukungannya untuk pemulihan ekonomi, terutama di sektor properti untuk kebijakan fiskal yang akan diluncurkan -> meskipun belum ada detail berapa, tapi diperkirakan akan dilakukan sebelum libur nasional China
Geopolitik tidak menentu, sewaktu-waktu bisa meningkat, tapi ekonomi paling utama selama geopolitik tidak memanas
Pola Broadening Wedge di H1 kemungkinan berpotensi terjadi penurunan/koreksi singkat, tapi secara umum masih terbuka untuk naik tembus resistance -> opsi area buy kini berada di kisaran 2646-2652 (dekat FR 61.8% atau support dari wedge, gunakan SL di bawah 2646) atau terdekat 2659-2663
Reversal bearish jangka pendek konfirm jika tembus support 2640 (sell di bawah 2638), dengan potensi target pendek 2618-2622 dan terjauh 2595-2600
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi siklus penurunan suku bunga Fed, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, meskipun PBOC belum aktif kembali untuk pembelian emas
Switch to SELL jika tembus 2640
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2677
Suggest : BUY on Dip Area : 2659.00 – 2661.00 Target : 1) 2667.00 2) 2673.00 SL : 2653.00 (ideal 3-5 points di bawah 2650.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2677 Switch to SELL jika tembus 2640
Posisi dolar kembali menguat sehingga membuat Euro kembali melemah
Tidak ada data ekonomi ataupun berita dari zona Euro yang signifikan, selain pembahasan kemungkinan suku bunga ECB bisa kembali dipangkas di pertemuan berikutnya
Komentar pejabat ECB yang dovish (membuka peluang cut rate) cenderung negatif untuk Euro
Penurunan Euro juga disebabkan oleh melemahnya ekspektasi dari stimulus China untuk memulihkan ekonomi (melemahkan dolar = euro menguat) karena belum adanya bantuan dari pemerintah China untuk memulihkan ekonomi (sejauh ini baru dari bank sentral)
Secara teknis, daily candle ditutup bearish dan membuka peluang terbentuknya double top di daily chart seperti yang diungkap kemarin -> tapi konfirmasi neckline masih harus tunggu 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.12400
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.1110!
Suggest : SELL on Rally Area : 1.11500 – 1.11700 Target : 1) 1.10900 2) 1.10300 SL : 1.12300
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.1110 Switch to BUY jika tembus 1.12400
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
KETERANGAN
Penurunan disebabkan dolar yang kembali rebound di malam hari sehingga GBP melemah
Tetap fokus dengan USD di malam hari karena minimnya data UK hari ini! jika USD lanjut menguat, kemungkinan GBP gagal naik. dan Sebaliknya, jika USD melemah, GBP berpotensi lanjut naik
Secara teknis, tanda-tanda divergence bearish pada grafik Daily betul terjadi setelah candle daily akhirnya ditutup bearish sehingga kemungkinan ada peluang untuk koreksi turun hari ini, tapi selama support 1.32000 tidak ditembus, maka peluang bullish akan kembali terbuka
Switch to BUY jika harga tembus 1.34300 atau jika USD kembali melemah pasca data AS nanti malam
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000
Suggest : SELL on Rally Area : 1.33500 – 1.33700 Target : 1) 1.32900 2) 1.32300 SL : 1.34300
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000 Switch to BUY jika tembus 1.34300
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
KETERANGAN
BOJ Minutes dari pertemuan Juli menyerukan kenaikan suku bunga secara bertahap, tapi tepat waktu -> peluang kenaikan diperkirakan Oktober, jika memenuhi ekspektasi BOJ (inflasi yang naik ditunjang kenaikan upah)
Saat ini USDJPY cenderung bergerak searah dengan US Treasury Yield sehingga perlu perhatikan data ekonomi AS ataupun sentimen market terhadap imbal hasil Treasury AS
Secara teknis, candle daily ditutup bullish (shooting star) sehingga berpotensi naik
H4 menunjukkan support trend channel gagal ditembus sehingga masih dalam jalur kenaikan trend channel -> lanjut naik
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 145.000
Switch to SELL jika tembus 143.300
Suggest : BUY on Dip Area : 144.000 – 144.200 Target : 1) 145.200 2) 146.200 SL : 143.400
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 143.300 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 145.000
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)
KETERANGAN
Potensi bullish masih cukup kuat karena siklus penurunan suku bunga Fed sehingga penurunan diperkirakan relatif terbatas
Belum adanya realisasi bantuan fiskal pemerintah China sedikit menghambat optimisme pasar terhadap pemulihan China pasca stimulus moneter PBOC -> menghambat kenaikan sementara waktu
Geopolitik tidak menentu, sewaktu-waktu bisa meningkat, tapi ekonomi paling utama selama geopolitik tidak memanas
Pola Broadening Wedge di H1 kemungkinan berpotensi terjadi penurunan/koreksi singkat, tapi secara umum masih terbuka untuk naik tembus resistance -> opsi area buy di kisaran Golden Area (FR 61.8% 2638 - FR 50% 2643 -> kemarin efektif saat sentuh 2640 lalu rebound ke 2660) -> gunakan SL di bawah 2640 jika incar buy di zona tersebut!
Reversal bearish jangka pendek konfirm jika tembus support 2630 (sell di bawah 2628), dengan potensi target pendek 2610-2615 dan terjauh 2595-2600
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi siklus penurunan suku bunga Fed, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, meskipun PBOC belum aktif kembali untuk pembelian emas
Switch to BUY jika tembus 2675
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630
Suggest : SELL on Rally Area : 2664.00 – 2666.00 Target : 1) 2658.00 2) 2652.00 SL : 2672.00 (ideal 3-5 points di atas 2670.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630 (support psikologis) Switch to BUY jika tembus 2675.00
Posisi dolar ditutup melemah sehingga mendukung penguatan Euro
Data business climate Jerman dirilis lebih rendah dari ekspektasi 85.4 vs 86.1, juga turun dibanding ulan sebelumnya 86.6, menandakan penurunan kepercayaan bisnis di Jerman -> potensi negatif untuk Euro, tapi penurunan terbatas karena USD melemah sehingga Euro kembali rebound
Pembahasan cut rate di pertemuan ECB berikutnya berpotensi membayangi Euro ke depan, terutama jika data-data ekonomi Euro kembali melemah sehingga bisa membatasi kenaikan Euro
Secara teknis, daily candle ditutup bullish sehingga ada potensi untuk naik, dan H&S di H4 gagal setelah harga justru tembus resistance. Namun juga perlu mewaspadai potensi Double Top di grafik Daily jika resistance 1.12006 gagal ditembus!
Switch to SELL jika tembus 1.10600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.12000!
Suggest : BUY on Dip Area : 1.11300 – 1.11500 Target : 1) 1.12100 2) 1.12700 SL : 1.10700
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.12000 Switch to SELL jika tembus 1.10600
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
KETERANGAN
Efek data ekonomi Inggris yang kuat dan pelemahan USD mendukung penguatan GBP sata ini
Fokus dengan USD di malam hari! jika USD lanjut menguat, kemungkinan GBP gagal naik. dan Sebaliknya, jika USD melemah, GBP berpotensi lanjut naik
Secara teknis, daily menunjukkan masih ada tanda-tanda bearish divergence sehingga kenaikan kemungkinan terhambat, tapi selama support 1.32000 tidak ditembus, maka peluang bullish tetap terbuka
Switch to SELL jika harga tembus 1.32700 atau jika USD kembali menguat
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34280
Suggest : BUY on Dip Area : 1.33300 – 1.33500 Target : 1) 1.34100 2) 1.34700 SL : 1.32700
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34280 Switch to SELL jika tembus 1.32700
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
KETERANGAN
Melemahnya USD dan juga turunnya US Treasury Yield membuat USDJPY kembali turun
Saat ini USDJPY cenderung bergerak searah dengan US Treasury Yield sehingga perlu perhatikan data ekonomi AS ataupun sentimen market terhadap imbal hasil Treasury AS
Secara teknis, candle daily kembali ditutup bearish (shooting star) sehingga berpotensi lanjut turun
H4 menunjukkan support trend channel ada kemungkinan ditembus -> konfirmasi reversal bearish
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.800
Switch to BUY jika tembus 144.600
Suggest : SELL on Rally Area : 143.700 – 143.900 Target : 1) 143.100 2) 142.500 SL : 144.500
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 144.600 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)
KETERANGAN
Potensi bullish masih cukup kuat, didukung dengan data ekonomi AS yang kembali lemah
Pemangkasan suku bunga MLF dan juga rencana pemangkasan suku bunga lainnya dari PBOC berhasil mengangkat optimisme pasar terhadap pemulihan China meskipun belum ada realisasi dari stimulus Fiskal (Pemerintah) -> positif untuk Emas
Geopolitik tidak menentu, sewaktu-waktu bisa meningkat, tapi ekonomi paling utama selama geopolitik tidak memanas
Pola Expanding Triangle di H1 kemungkinan berpotensi terjadi penurunan/koreksi singkat sebelum lanjut naik tembus resistance -> opsi area buy di kisaran Golden Area (FR 61.8% 2638 - FR 50% 2643), atau support terdekat FR 38.2% 2648.63 dari grafik H1)
Reversal bearish jangka pendek konfirm jika tembus support 2625-2628, dengan potensi target pendek 2610-2615dan terjauh 2595-2600
Medium term cenderung tetap bullish didukung oleh ekspektasi siklus penurunan suku bunga bank sentral dan pembelian emas oleh investor China setelah bank-bank di China mulai mendapatkan kuota terbaru meskipun PBOC belum aktif kembali untuk pembelian emas
Switch to SELL jika tembus 2628
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2664.28
Suggest : BUY on Dip Area : 2645.00 – 2647.00 Target : 1) 2653.00 2) 2659.00 SL : 2639.00 (ideal 3-5 points di bawah 2638.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2664.28 (All Time High) Switch to SELL jika tembus 2628.00
Dolar mengalami koreksi terhadap hampir semua mata uang lainnya menyusul langkah moneter yang diambil oleh otoritas keuangan China dengan meluncurkan stimulus baru. Bank Sentral China (PBOC) berencana melakukan pemangkasan 50 bps terhadap rasio cadangan wajib perbankan. Dengan penurunan rasio cadangan membuat bank memiliki lebih banyak uang untuk dipinjamkan ke nasabah. Langkah ini diambil guna meningkatkan jumlah uang beredar sehingga meningkatan permintaan agregat dan merangsang pertumbuhan ekonomi serta meringankan cicilan KPR dengan menurunnya suku bunga. Seperti diketahui beberapa waktu lalu ekonomi China mengalami pelemahan karena dihantam di sektor perumahan setelah sejumlah perusahaan Real Estate mengalami kebangkrutan. Meski demikian terdapat juga sejumlah ahli yang skeptis dengan langkah PBOC tersebut. Sementara itu fundamental ekonomi di AS juga menurun dengan data Kepercayaan Konsumen yang mengalami penurunan di luar perkiraan. Kepercayaan Konsumen di AS mengalami penurunan cukup tajam di bawah 100 menjadi 98.7 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 103.9 meskipun data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 103.3 menjadi 105.6. Menurunnya kepercayaan ini diperkirakan karena kekhawatiran dengan semakin melemahnya sektor tenaga kerja di AS. Sedangkan indeks manufaktur negara bagian Richmond semakin melemah dari -19 menjadi -21 yang juga jauh dari perkiraan membaik -13. Komentar negatif dari pejabat Fed juga membuat mata uang dolar terkoreksi. Gubernur Fed - Michele Bowman yang menjadi satu-satunya suara yang menentang pemangkasan suku bunga jumbo pada pertemuan moneter pekan lalu mengatakan inflasi masih di atas target Fed sehingga Fed perlu tetap waspada dalam memulai melonggarkan kebijakan moneter. Bowman merasa pemangkasan jumbo sebagai deklarasi kemenangan yang terlalu dini terhadap mandat Fed sementara resiko inflasi dan sektor tenaga kerja masih ada. Penting untuk terus menjalankan mandat Fed yaitu menurunkan dan menjaga inflasi tetap stabil pada target 2% Fed dengan terus menjaga sektor tenaga kerja tetap solid. Hari ini hanya ada data di sektor perumahan sebelum data penting berupa pertumbuhan ekonomi GDP esok hari dan PCE di hari Jumat nanti.
Yen ikut bergerak menguat  selain karena melemahnya dolar oleh stimulus dari China namun juga oleh sentimen positif dari Jepang sendiri. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dalam pidatonya kembali mengulang pernyataannya paska pertemuan moneter pekan lalu dengan mengatakan BOJ punya waktu yang cukup sambil  menunggu perkembangan di pasar dan juga mengawasi kondisi ekonomi sebelum memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan lagi.  Ini diindikasikan bahwa BOJ akan kembali menaikkan suku bunga acuan jika kondisi memungkinkan di mana proyeksi ekonomi mencapai yang ditargetkan. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI dari BOJ dengan perkiraan masih stabil 1.8% sama seperti sebelumnya.
Euro rebound semata karena pelamahan mata uang dolar terhadap semua karena fundamental ekonomi di kawasan Uni Eropa juga sedang tidak baik-baik saja. Iklim Bisnis di Jerman dan Belgia sama-sama turun di bawah perkiraan. Indeks sentimen bisnis di Jerman dari IFO mengalami penurunan dari 86.6 menjadi 85.4 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 86.1. Sedangkan data yang sama di Belgia dari NBB juga semakin turun dari -12.6 menjadi -13.3 yang lebih buruk dari perkiraan membaik -12.3. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sekaligus Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel dalam pidato semalam tetap optimis bahwa ekonomi di Jerman akan pulih seiring dengan turunnya inflasi dan suku bunga yang juga semakin menurun. Hanya perlu gerakan reformasi secara menyeluruh dari persoalan imigrasi hingga perawatan anak-anak. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis. Sementara dari negara tetangganya Swiss dan Swedia dengan kedua bank sentral dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps.
Poundsterling berlanjut menguat terhadap dolar hingga melampaui rekor tertinggi dalam lebih dari 2.5 tahun lalu atau sejak bulan Maret 2022 yang lalu. Kondisi aktifitas ekonomi yang terus dalam zona ekspansif menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sehingga pemulihan ekonomi diharapkan dapat dicapai lebih cepat dari perkiraan. Langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang mempertahankan suku bunga acuannya pekan lalu juga menjadi daya tarik karena perbedaan suku bunga yang stabil di Inggris dibandingkan dengan suku bunga di tempat lain yang masih akan terus turun. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Posisi dolar ditutup moderat di hari Jumat, sementara Eur sedikit lemah
Data PMI zona Euro cenderung lebih rendah dari ekspektasi dan juga turun jika dibandingkan bulan sebelumnya sehingga potensi tekanan untuk ECB memangkas suku bunga semakin besar -> melemahkan Euro
Fokus German Ifo Business climate jam 15.00 WIB a. Act > Exp = Eur naik -> switch to BUY b. Act < Exp = Eur turun -> pertahankan SELL
Secara teknis, daily candle ditutup bearish sehingga ada potensi untuk lanjutkan penurunan, sementara H4 dicurigai membentuk H&S, juga mendukung turun
Switch to BUY jika tembus 1.12300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.11000!
Suggest : SELL on Rally Area : 1.11300 – 1.11500 Target : 1) 1.10700 2) 1.10100 SL : 1.12100
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.11000 Switch to BUY jika tembus 1.12300
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
KETERANGAN
Data PMI Inggris bulan September dirilis lebih lemah dari ekspektasi dan cenderung turun dibanding bulan sebelumnya. Tapi relatif masih di zona ekspansi (di atas 50) -> tanda-tanda perlambatan, tapi belum ke tahap kontraksi (di bawah 50)
Fokus dengan USD di malam hari! jika USD lanjut menguat, kemungkinan GBP gagal naik. dan Sebaliknya, jika USD melemah, GBP berpotensi lanjut naik
Secara teknis, daily menunjukkan ada tanda-tanda bearish divergence sehingga kenaikan kemungkinan terhambat, tapi selama support 1.32000 tidak ditembus, maka peluang bullish tetap terbuka
Switch to SELL jika harga tembus 1.32300 atau jika data Inggris lebih buruk
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33600
Suggest : BUY on Dip Area : 1.32900 – 1.33100 Target : 1) 1.33700 2) 1.34300 SL : 1.32300
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.33600 Switch to SELL jika tembus 1.32300
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
KETERANGAN
Keputusan BOJ untuk mempertahankan suku bunga mendorong kenaikan USDJPY (yen melemah terhadap USD)
Saat ini USDJPY cenderung bergerak searah dengan US Treasury Yield sehingga perlu perhatikan data ekonomi AS ataupun sentimen market terhadap imbal hasil Treasury AS
Secara teknis, candle daily ditutup bearish (shooting star) sehingga berpotensi turun, termasuk karena kenaikan tertahan di FR 61.8% Daily 144.282
Tapi H4 menunjukkan trend channel naik belum mampu tembus support sehingga peluang naik lebih dulu -> peluang naik untuk sell
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.800
Switch to BUY jika tembus 145.000
Suggest : SELL on Rally Area : 144.500 – 144.700 Target : 1) 143.900 2) 143.300 SL : 145.300
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 145.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)
KETERANGAN
Potensi bullish masih cukup kuat, didukung dengan pernyataan para pejabat Fed (Kashkari, Bostic dan Gooslbee) yang mengatakan tindakan Fed minggu lalu sebagai tindakan yang tepat
Goolsbee juga menambahkan bahwa kemungkinan dibutuhkan pemangkasan lebih banyak di tahun depan -> iklim yang positif untuk emas jika suku bunga diturunkan
Geopolitik tidak menentu, sewaktu-waktu bisa meningkat, tapi ekonomi paling utama selama geopolitik tidak memanas
Koreksi turun jangka pendek masih bisa terjadi, tapi secara keseluruhan area FE 61.8% 2599 dan FR 0% 2594 kemungkinan menjadi support penting saat ini -> short term bearish jika area tersebut ditembus, tapi jika tidak tembus, maka area tersebut merupakan area ideal untuk lakukan BUY
Reversal bearish jangka pendek konfirm jika tembus support psikologis 2600, dengan potensi target pendek 2590-2594 dan terjauh 2576-2580
Medium term cenderung tetap bullish didukung oleh ekspektasi siklus penurunan suku bunga bank sentral dan pembelian emas oleh investor China setelah bank-bank di China mulai mendapatkan kuota terbaru meskipun PBOC belum aktif kembali untuk pembelian emas
Switch to SELL jika tembus 2600
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2633.76
Suggest : BUY on Dip Area : 2617.00 – 2619.00 Target : 1) 2625.00 2) 2631.00 SL : 2611.00 (ideal 3-5 points di bawah 2610.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2634.76 (All Time High) Switch to SELL jika tembus 2600
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.