logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.11500 – 1.11700
Target : 1) 1.10900 2) 1.10300
SL : 1.12300

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.11000
Switch to BUY jika tembus 1.12500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.32600 – 1.32800
Target : 1) 1.33400 2) 1.34000
SL : 1.32000

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.33400
Switch to SELL jika tembus 1.32000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 143.300 – 143.500
Target : 1) 144.100 2) 144.700
SL : 142.700

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 142.700
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 144.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2610.00 – 2612.00
Target : 1) 2618.00 2) 2624.00
SL : 2604.00 (ideal 3-5 points di bawah 2604.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2625.66 (All Time High)
Switch to SELL jika tembus 2594

Dolar kembali bergerak melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya kecuali terhadap Yen menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) hari ini. Setelah Fed memangkas suku bunga jumbo sebanyak 50 bps kemarin menandakan akan dimulainya langkah pelonggaran moneter lebih lanjut. Pemangkasan jumbo ini meski sudah diperkirakan dalam beberapa hari terakhir sebelum pertemuan moneter FOMC, namun peluangnya hingga last minute hanya 65%. Fed menyakini dengan pemangkasan jumbo ini ekonomi AS akan terjaga tetap dalam jalur untuk mencapai soft landing. Ketua Fed - Jerome Powell dalam konferensi pers juga menegaskan tidak adanya resiko pelambatan ekonomi yang mengarah pada resesi. Optimisme ini yang membuat mata uang dolar tidak serta merta melemah meski suku bunga acuan dipangkas dengan ukuran jumbo ini. Bahkan dalam proyeksi suku bunga Fed yang dikenal dengan dot plot menunjukkan Fed masih membuka peluang untuk kembali menurunkan suku bunga lebih lanjut sebanyak 50 bps dalam 2 pertemuan moneter yang tersisa hingga akhir tahun ini. Dilanjutkan dengan penurunan full 100 bps di tahun 2025 dan masih ada 50 bps lagi di tahun 2026 mendatang. Selain dari bank sentral lainnya sudah mendahului Fed menurunkan suku bunga acuan dan masih membuka jalan untuk terus melanjutkan penurunan suku bunga acuan berikutnya. Sementara itu data di sektor tenaga kerja cukup menjanjikan pemulihan dengan laporan mingguan klaim pengangguran yang semakin berkurang menjadi 219K yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 230K. Ini merupakan angka terendah dalam 4 bulan terakhir. Sedangkan data lain berupa indeks manufaktur negara bagian Philadelphia juga meningkat dari -7.0 menjadi +1.7 yang juga melampaui perkiraan hanya membaik -0.8. Data Leading indeks dari CBI juga membaik dari -0.6% menjadi -0.2% yang lebih baik dari perkiraan membaik -0.3%. Data-data tersebut mendukung argumen dari Ketua Fed dalam konferensi pers paska pertemuan moneter FOMC sehari sebelumnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun sejumlah data penting akan dirilis pekan depan dan juga pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk pidato dari Ketua Fed - Jerome Powell.

Yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) hari ini. Meski sejumlah pejabat BOJ mendukung langkah untuk menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut. Namun diperkirakan pada pertemuan moneter kali ini BOJ masih akan mempertahankan suku bunga acuan. Hal ini dikarenakan BOJ baru saja menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter sebelumnya di akhir bulan Juli lalu. Peluang BOJ untuk menaikkan suku bunga acuan ada pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan November mendatang.

Euro bergerak menguat seiring dengan terkoreksinya mata uang dolar paska Fed memangkas suku bunga acuan dengan ukuran jumbo untuk pertama kali dalam 4 tahun terakhir. Fundamental di kawasan Uni Eropa sendiri kurang positif dengan surplus neraca keuangan yang semakin berkurang.  Dan inflasi di kawasan ini juga belum juga turun meski Bank Sentral Eropa (ECB) sudah mendahului dengan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali. ECB terakhir kali menaikkan suku bunga pada pertemuan moneter pekan lalu. Sehingga diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga untuk waktu yang lebih lama mengingat inflasi yang membandel tersebut. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI di Jerman, data Kepercayaan Konsumen untuk Uni Eropa secara keseluruhan dan pasar juga akan mencermati pidato dari Presiden ECB - Christine Lagarde.

Poundsterling menguat tajam terhadap dolar hingga level tertinggi sejak Maret 2022 yang lalu paska berakhirnya pertemuan moneter MPC - Bank Sentral Inggris (BOE) kemarin. Sesuai perkiraan BOE mempertahankan suku bunga acuannya setelah pada pertemuan moneter sebelumnya pada bulan Agustus lalu. Sementara hasil voting menunjukkan dari 9 anggota MPC hanya 1 orang yang memilih melanjutkan menurunkan suku bunga acuan. Selain itu BOE juga memutuskan untuk melakukan tapering dengan mengurangi pembelian obligasi pemerintah sebanyak £100 juta dalam 12 bulan mendatang. Dalam konferensi pers Gubernur BOE - Andrew Bailey mengatakan suku bunga acuan akan diturunkan secara bertahap namun masih perlu data-data yang lebih banyak. Bailey menyinggung perihal adanya potensi resiko inflasi dari sektor jasa yang masih terus naik. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dan juga data hutang sektor publik serta pidato dari pejabat BOE - Catherine Mann

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.11000 – 1.11200
Target : 1) 1.10400 2) 1.09800
SL : 1.11800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10600
Switch to BUY jika tembus 1.12000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.31400 – 1.31600
Target : 1) 1.30800 2) 1.30200
SL : 1.32200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.31000
Switch to BUY jika tembus 1.32400

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 142.800 – 143.000
Target : 1) 143.600 2) 144.200
SL : 142.200

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 142.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 144.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2564.00 – 2566.00
Target : 1) 2558.00 2) 2552.00
SL : 2572.00 (ideal 3-5 points di atas 2574.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2546 (low tadi malam)
Switch to BUY jika tembus 2575

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.10900 – 1.11100
Target : 1) 1.11700 2) 1.12300
SL : 1.10300

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.11500
Switch to SELL jika tembus 1.10000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.31400 – 1.31600
Target : 1) 1.32200 2) 1.32800
SL : 1.30800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.32290
Switch to SELL jika tembus 1.30600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 141.700 – 141.900
Target : 1) 141.100 2) 140.500
SL : 142.500

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 143.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2564.00 – 2566.00
Target : 1) 2572.00 2) 2578.00
SL : 2558.00 (ideal 3-5 points di bawah 2555.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2589.58 (FR0% H1)
Switch to SELL jika tembus 2540

Dolar melemah cukup tajam terhadap mata uang lainnya menjelang pertemuan moneter FOMC selama 2 hari yang akan dimulai hari ini dan akan berakhir besok. Ekspektasi akan langkah Fed yang lebih agresif dengan pemangkasan 50 bps kembali meningkat seiring dengan laporan dari Wall Street Journal dan Financial Times yang memberitakan bahwa Fed perlu memangkas suku bunga 50 bps untuk menjaga arah ekonomi menuju soft landing yaitu dengan mengendalikan inflasi dengan tetap mempertahankan pertumbuhan yang melambat terutama di sektor tenaga kerja. Dengan ekspektasi tersebut membuat spekulasi akan langkah Fed yang lebih agresif melonjak menjadi 60% dari peluang sebelumnya yang sempat menyentuh 15%. Dan juga terjadi pada yield obligasi pemerintah AS yang turun tajam menggambarkan spekulasi tersebut, dengan yield jangka terpendek yaitu 2 tahun mencapai level terendah dalam 2 tahun terakhir dari 3.94% 2 pekan lalu turun menjadi 3.5509%. Sedangkan yield jangka 10 tahun  juga turun 3.1 bps sehingga total dalam sepekan turun 30 bps. Hal ini menggambarkan antisipasi dari peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan dengan angka yang lebih agresif. Beberapa pekan  sebelumnya sejumlah data ekonomi baik berupa inflasi yang hanya sedikit menurun dan perlambatan di sektor tenaga kerja membuat ekspektasi langkah Fed yang moderat dengan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Namun laporan dari 2 media mainstream tersebut membuat ekspektasi pasar berubah drastis dengan meyinggung terjadinya perlambatan di sektor tenaga kerja dan masih tertahannya inflasi dikhawatirkan akan mengubah target soft landing Fed. Untuk kali ini pasar mengabaikan data ekonomi di sektor manufaktur di negara bagian New York yang meningkat tajam dari -4.7 menjadi +11.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -4.1. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan mengalami penurunan yang semakin memperkuat peluang Fed untuk lebih agresif agar tidak meleset dari target Fed. Selain itu juga akan dirilis data Industrial Production dan Business Inventories dan data di sektor perumahan.

Yen menguat terhadap dolar hingga level terendah sejak juli 2023 lalu dengan prospek akan kembalinya Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mendatang. Pertemuan moneter BOJ terdekat dijadwalkan pada hari Jumat penghujung pekan ini, namun tidak diharapkan akan menaikkan dalam pekan ini juga mengingat BOJ belum lama atau tepatnya di akhir Juli lalu sudah menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dan Fed juga baru saja akan menurunkan suku bunga acuannya. Sejumlah pejabat BOJ juga mendukung langkah moneter yang lebih berorientasi pada inflasi seperti pada umumnya bank sentral dunia lainnya. Prospek semakin menyempitnya perbedaan suku bunga di Jepang dengan negara-negara lain yang mulai memangkas suku bunga menjadi daya tarik mata uang Yen sekaligus mengurangi aksi carry trade yang membuat tingginya spekulasi pada mata uang ini. Setelah kemarin perbankan dan bursa saham di Jepang libur, hari ini kembali normal seperti biasa. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.

Euro terus menguat terhadap dolar meski pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) kembali memangkas suku bunga acuan sesuai perkiraan. Namun prospek untuk pemangkasan suku bunga acuan berikutnya tidak sesuai ekspektasi pasar karena masih belum bisa dipastikan. Hal ini disampaikan oleh Presiden ECB - Christine Lagarde yang dalam konferensi pers-nya mengatakan keputusan moneter selanjutnya akan ditentukan oleh data dan kondisi ekonomi yang terjadi di kemudian hari. Berita yang agak memberikan kejelasan data dari anggota dewan gubernur ECB - Peter Kazimir yang mengatakan ECB kemungkinan baru akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang untuk memastikan pengambilan keputusan yang tidak keliru dengan tidak terlalu terburu-buru. Data ekonomi juga cukup positif dengan surplus neraca perdagangan semakin meningkat menjadi 15.5B yang melampaui perkiraan 14.9B meski data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari 17.5B menjadi hanya 17.0B. Hari ini akan dirilis data sentimen ekonomi dari ZEW.

Poundsterling juga menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang dijadwalkan pada hari Kamis nanti sehari setelah pertemuan moneter FOMC. Setelah sebelumnya memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada bulan Agustus lalu membuat ekspektasi akan langkah BOE pada pertemuan tersebut adalah akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Berbeda dengan Fed yang hampir pasti akan memangkas suku bunga, dengan BOE diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya membuat daya tarik mata uang GBP semakin meningkat. BOE diperkirakan masih akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan November mendatang. Data penting yang akan dirilis pekan ini adalah data inflasi yang akan dirilis esoak hari, dengan perkiraan inflasi CPI masih stagnan di angka 2.2% meski data Core CPI diperkirakan justru kembali meningkat.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.10800 – 1.11000
Target : 1) 1.11600 2) 1.12200
SL : 1.10200

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.11500
Switch to SELL jika tembus 1.10000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.31400 – 1.31600
Target : 1) 1.32200 2) 1.32800
SL : 1.30800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.32290
Switch to SELL jika tembus 1.30600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 139.500 – 139.700
Target : 1) 140.300 2) 140.900
SL : 138.900

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 138.900
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 141.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2560.00 – 2562.00
Target : 1) 2568.00 2) 2574.00
SL : 2554.00 (ideal 3-5 points di bawah 2555.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2589.58 (FR0% H1)
Switch to SELL jika tembus 2540

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down