Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10800 – 1.11000
Target : 1) 1.10200 2) 1.09600
SL : 1.11600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.11600
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30700 – 1.30900
Target : 1) 1.31500 2) 1.32100
SL : 1.30100
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31600
Switch to SELL jika tembus 1.30000
Suggest : SELL on Rally
Area : 141.500 – 141.700
Target : 1) 140.900 2) 140.300
SL : 142.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 143.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 140.500
Suggest : SELL on Rally
Area : 2580.00 – 2582.00
Target : 1) 2574.00 2) 2568.00
SL : 2588.00 (ideal 3-5 points di atas 2585.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2568.00 (FR23.6% H1)
Switch to BUY jika tembus 2590
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.10500 – 1.10700
Target : 1) 1.11300 2) 1.11900
SL : 1.09900
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.11000
Switch to SELL jika tembus 1.09600
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30600 – 1.30800
Target : 1) 1.31400 2) 1.32000
SL : 1.30000
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.30000
Suggest : SELL on Rally
Area : 141.500 – 141.700
Target : 1) 140.900 2) 140.300
SL : 142.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 143.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 140.500
Suggest : BUY on Dip
Area : 2546.00 – 2548.00
Target : 1) 2554.00 2) 2560.00
SL : 2540.00 (ideal 3-5 points di bawah 2537.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2565.00 (R2)
Switch to SELL jika tembus 2523
DISCLAIMER ON!
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan untuk kedua kalinya kemarin. Namun ECB sedikit mematahkan ekspektasi pasar yang mengharapkan langkah agresif berikutnya dengan mengatakan keputusan selanjutnya tergantung pada data ekonomi berikutnya. Sehingga ekspektasi pasar yang mengharapkan ECB akan segera memangkas suku bunga berikutnya sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Dengan tren penurunan suku bunga acuan dari bank sentral maka pelaku pasar mulai mengalihkan asetnya dari mata uang kepada komoditi Emas sehingga harga emas melonjak tajam mencapai rekor tertinggi. Dan sebagian  pelaku pasar mulai berani beralih ke aset yang lebih beresiko dengan kembali membeli aset yang sudah mereka jual sebelumnya. Sementara itu data ekonomi di AS juga mengindikasikan masih adanya resiko inflasi dengan data dari sisi produsen PPI yang kembali meningkat sehingga hampir dapat dipastikan Fed akan memangkas suku bunga acuan dengan hanya 25 bps. Data PPI bulan lalu meningkat  0.2% yang lebih tinggi dari perkiraan 0.1% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.1% menjadi 0.0%. Data Core PPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga meningkat menjadi 0.3% melampaui perkiraan 0.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.0% menjadi -0.2%. Meskipun jika dibandingkan dengan data setahun lalu (year-on-year) PPI mengalami penurunan dari 2.1% menjadi 1.7% yang lebih rendah dari perkiraan turun 1.8% dan data Core PPI masih stabil 2.4% sama seperti periode sebelumnya namun lebih rendah dari perkiraan sedikit meningkat 2.5%. Sedangkan di sektor tenaga kerja angka klaim pengangguran juga sedikit meningkat dari 228K menjadi 230K sesuai perkiraan. Sehingga rata-rata dalam 4 pekan terakhir hanya terjadi kenaikan dari 230.25K menjadi 230.75K. Dengan data-data ini semakin memperkuat peluang Fed hanya akan memangkas 25 bps untuk pertama kali pada pertemuan moneter FOMC pekan depan. Hari ini hanya ada data dari University of Michigan berupa Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.
Yen juga berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan semakin santernya pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) menyuarakan perlunya menaikkan suku bunga acuannya. Setelah sebelumnya Pejabat BOJ - Junko Nakagawa menyebutkan resiko inflasi di Jepang yang cenderung kembali naik sehingga perlu langkah tersebut. Sejawatnya pejabat BOJ - Naoki Tamura secara lugas kemarin mengatakan BOJ setidaknya perlu menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps atau 1% hingga paruh kedua tahun depan. Dengan catatan kenaikannya akan dilakukan secara bertahap dan dalam beberapa kali pertemuan moneter. Sehingga ekspektasi pasar akan langkah BOJ menaikkan suku bunga acuan semakin besar meskipun diperkirakan BOJ baru akan menaikkan suku bunga pertemuan moneter di bulan Oktober mendatang.
Euro rebound terhadap dolar setelah Bank Sentral Eropa (ECB) kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali pada pertemuan moneter kemarin. Sesuai perkiraan ECB menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 25 bps seiring dengan inflasi yang semakin menurun dan juga pertumbuhan ekonomi yang melambat. Suku bunga deposit diturunkan dari 3.75% menjadi 3.25% sesuai perkiraan, namun suku bunga operasional bank diturunkan lebih besar yaitu sebanyak 60 bps dari 4.25% menjadi 3.65%. Meski demikian ekspektasi pasar akan langkah moneter berikutnya dipatahkan setelah Presiden ECB - Christine Lagarde dalam konferensi pers mengatakan langkah moneter ECB berikutnya akan tergantung pada data ekonomi yang berlaku. Sehingga perkiraan akan ECB memangkas suku bunga acuan berikutnya tidak akan terjadi pada bulan Oktober melainkan pada bulan November mendatang walaupun itu juga masih belum pasti. Hari ini akan dirilis data Industrial Production untuk Uni Eropa secara keseluruhan dan inflasi CPI di Prancis.
Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar setelah sempat melemah ke level terendah sejak 20 Agustus yang lalu. Bank Sentral Inggris (BOE) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pekan depan sehari setelah FOMC. Namun berbeda dengan Fed yang hampir pasti akan memangkas suku bunga, BOE diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya saat ini. Setidaknya menunggu data inflasi yang juga akan dirilis pekan depan namun kondisi ekonomi yang masih stagnan akan menahan BOE untuk mengambil keputusan menurunkan suku bunga lebih lanjut mengingat BOE baru saja menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu yang terlalu berdekatan waktunya. Namun masih terbuka peluang pemangkasan akan dilakukan pada pertemuan di bulan November mendatang. Hari ini akan dirilis data Ekspektasi Inflasi dari sisi konsumen.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya paska rilis data inflasi CPI semalam yang semakin memastikan bahwa Fed hanya akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps pekan depan. Meski inflasi CPI bulan lalu relatif masih sama dengan periode sebelumnya di 0.2% sesuai perkiraan dan Core CPI yang justru naik ke 0.3% di atas perkiraan stabil sama periode sebelumnya 0.2%. Namun jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya (year-on-year) inflasi CPI mengalami penurunan cukup signifikan dari  2.9% menjadi hanya 2.5% yang sedikit lebih rendah dari perkiraan turun 2.6%. Sedangkan data Core CPI year-on-yearnya masih stabil 3.2% sesuai perkiraan. Dengan data-data ini semakin mempersempit peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan yang lebih agresif dengan menurunkan sebanyak 50 bps. Dan ekspektasi akan pemangkasan sebanyak 25 bps semakin meningkat dengan peluang naik dari 66% menjadi 85% menurut CME Group's FedWatch tool. Sedangkan menurut perhitungan LSEG peluang tersebut lebih tinggi yaitu sebanyak 87%. Pelaku pasar memperkirakan Fed masih akan terus menurunkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps hingga akhir tahun ini. Dari panggung politik dengan debat Capres AS kemarin untuk pemilu di bulan November mendatang antara Mantan Presiden AS - Donald Trump melawan Wakil Presiden AS saat ini - Kamala Harris. Terlihat Kamala lebih unggul dibandingkan dengan Trump sehingga elektabilitas Kamala ikut terangkat. Meskipun pelaku industri lebih mendukung Trump karena kebijakan yang akan diambilnya diantaranya perlindungan produk lokal dengan kenaikan tarif import dan juga janji akan menurunkan pajak perusahaan seperti yang sudah dilakukan pada periode masa jabatannya. Namun Trump kalah argumen dalam hal kesehatan fisik, tuduhan legalitas atas beberapa aksinya selama menjabat dahulu yang belum tuntas dan kebijakan pembatasan aborsi yang menjadi agenda kampanyenya saaat ini. Selain itu Kamala juga mendapat dukungan dari sejumlah artis yang populer di kalangan pemuda yang menjadi demografi pemilih terbanyak. Hari ini masih ada data inflasi dari sisi produsen PPI dan juga laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen kembali menguat terhadap dolar setelah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) mengkonfirmasi peluang besar untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Pejabat BOJ - Junko Nakagawa mengatakan hal tersebut kemarin dengan menyebut resiko inflasi di Jepang yang cenderung kembali naik. Meski demikian Nakagawa mengakui pertumbuhan ekonomi masih berjalan sesuai yang diinginkan namun tidak stabil. Bank Sental Jepang (BOJ) diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga pertemuan moneter di bulan Oktober mendatang dengan memperhatikan sejumlah data inflasi yang akan dirilis beberapa waktu ke depan. Sementara data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis pagi ini menunjukan kecenderungan menurun dari 3.0% menjadi 2.5% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 2.8%. Sedangkan Manufacturing Indeks mengalami kenaikan tajam dari -1.0 menjadi +4.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan semakin menurun -2.5.
Euro melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) malam nanti. ECB perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali setelah pertemuan moneter di bulan Juni lalu. Dengan perkiraan memangkas suku bunga acuan dengan pemangkasan sebanyak 25 bps. Presiden ECB dan sejumlah pejabat ECB beberapa waktu lalu mendukung pemangkasan suku bunga acuan yang akan ditentukan hari ini nanti. ECB juga diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Desember mendatang walau tidak sebanyak Fed. Hal ini akan semakin diperjelas pada konferensi pers dari Presiden ECB - Christine Lagarde 30 menit setelah pertemuan moneter ECB berakhir. Hasil pertemuan moneter dijadwalkan pada pukul 19:15 WIB.
Poundsterling juga terus melemah selain karena penguatan mata uang dolar namun juga oleh data ekonomi di Inggris yang mulai menunjukkan pelambatan ekonomi. Data pertumbuhan ekonomi GDP yang masih stagnan 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan meningkat 0.2% menurut Pusat Statistik dan juga turun dari 0.5% menjadi 0.3% menurut NIESR. Data lain berupa Industrial/Manufakturing Production juga turun lebih rendah dari perkiraan. Termasuk juga data Output di sektor Konstruksi yang turun lebih rendah dari perkiraan. Dengan data-data ini semakin mempersempit ruang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melonggarkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Selain karena BOE baru saja memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu. Namun masih terbuka peluang pemangkasan akan dilakukan pada pertemuan di bulan November mendatang. Hari ini akan dirilis data di sektor perumahan.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10500 – 1.10700
Target : 1) 1.09600 2) 1.09000
SL : 1.11300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.11500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30500 – 1.30700
Target : 1) 1.31300 2) 1.31900
SL : 1.29900
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31200
Switch to SELL jika tembus 1.29800
Suggest : SELL on Rally
Area : 142.400 – 142.600
Target : 1) 141.800 2) 141.200
SL : 143.200
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 143.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2508.00 – 2510.00
Target : 1) 2516.00 2) 2522.00
SL : 2502.00 (ideal 3-5 points di bawah 2498.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2531.44 (all time high)
Switch to SELL jika tembus 2493.90
DISCLAIMER ON!
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya menjelang rilis data inflasi malam ini dan juga antisipasi debat capres kedua menjelang pemilu AS di bulan November mendatang. Data inflasi CPI malam ini diperkirakan akan semakin memastikan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps. Data inflasi CPI yang akan dirilis pukul 19:30 WIB malam ini diperkirakan masih stabil di angka 0.2% sama seperti bulan lalu dan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga sama stabil seperti bulan sebelumnya 0.2%. Namun jika dibandingkan dengan periode setahun yang lalu terjadi penurunan dari 2.9% menjadi 2.6% meskipun Core CPI-nya masih stabil sama seperti periode sebelumnya 3.2%. Dengan inflasi yang semakin mendekati target Fed 2% memvalidasi pernyataan Ketua Fed - Jerome Powell pada akhir Agustus lalu dalam simposium Jackson Hole di Wyoming yang menegaskan sudah waktunya bagi Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. Dengan inflasi yang semakin menurun maka fokus Fed beralih pada sektor tenaga kerja dengan data yang akhir-akhir ini menunjukkan pelambatan yang harus segera diatasi salah satunya yaitu dengan menurunkan suku bunga acuan Fed. Pertemuan moneter FOMC sendiri dijadwalkan pada pekan depan dengan agenda akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dengan peluang yang cukup stabil yaitu sebanyak 71% menurut CME's FedWatch tool. Sedangkan menurut LSEG peluangnya tidak jauh berbeda yaitu sebanyak 67%, meskipun tidak tertutup kemungkinan pemangkasan lebih besar dengan 50 bps namun peluangnya terus menurun. Sementara itu debat kedua capres AS menjelang pemilu di bulan November mendatang yang sebenarnya debat pertama antara Donald Trump dan Kamala Haris, setelah capres dari Partai Demokrat sebelumnya Joe Biden mengundurkan diri dari pencalonan Presiden pemilu mendatang. Pasar lebih cenderung memilih Trump karena kebijakan ekonomi yang pro kepentingan industri termasuk janji penurunan pajak dan juga dukungan atas kebijakan strong dolar. Meskipun secara umum dalam beberapa polling suara Kamala mengungguli Trump. Debat selama 90 menit ini masih berlangsung saat tulisan ini diturunkan.
Yen rebound terhadap dolar seiring dengan kembali terjadinya pengalihan aset ke safe haven menjelang data inflasi CPI di AS malam nanti. Selain itu juga adanya kekhawatiran setelah Fed menaikkan batas kecukupan modal perbankan sebanyak 9% yang diumumkan oleh Gubernur Fed - Michael Barr semalam yang juga menjadi alasan Swiss Franc menguat. Selain karena Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan segera menaikkan kembali suku bunga acuannya setelah data inflasi yang sudah dirilis menunjukkan indikasi terus cenderung naik. Data ekonomi juga semakin menunjukkan hal tersebut, meski pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan di kuartal 2 menjadi 0.7% yang lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.8%. Namun tekanan harga dari data GDP menunjukkan terjadinya kenaikan menjadi 3.2% dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 3.0%. Kepastian akan rencana kenaikan ini akan dibahas dalam pertemuan moneter BOJ pekan depan setelah pertemuan FOMC. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro melemah meskipun mata uang dolar mengalami koreksi terhadap mata uang utama dunia. Perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan esok hari mendahului pertemuan FOMC. Diperkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali setelah pertemuan moneter di bulan Juni lalu. Data inflasi di Jerman sesuai perkiraan relatif masih stagnan -0.1% sama seperti periode sebelumnya, sementara data Industrial Production di Italia menurun drastis dari +0.5% menjadi -0.9% yang jauh lebih jelek dari perkiraan hanya turun -0.2%. Dengan kondisi ekonomi di kawasan ini yang terus menerus menurun membuat ekspektasi akan perlunya ECB bertindak. Tidak ini saja tapi ECB juga diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Desember mendatang. Selain itu kondisi politik di kawasan ini juga menjadi kekhawatiran utama terutama di Prancis dan Jerman dengan oposisi yang semakin kuat komposisi di parlemen. Hari ini tidak ada data penting di kawasan ini.
Poundsterling menguat terhadap dolar dan Euro seiring dengan data di sektor tenaga kerja yang cenderung positif. Data Klaim Pengangguran turun tajam dengan hanya terjadi penambahan sebanyak 23.7K yang jauh di bawah perkiraan 95.5K dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 135K menjadi hanya 102.3K. Dan tingkat pengangguran juga ikut turun dari 4.2% menjadi 4.1% sesuai perkiraan. Meskipun upah rata-rata justru menurun menjadi 4.0% yang lebih rendah dari perkiraan 4.1% namun data periode sebelumnya direvisi membaik dari 4.5% menjadi 4.6%. Data di sektor tenaga kerja ini relatif masih baik sehingga tidak menjadi kekhawatiran Bank Sentral Inggris (BOE) untuk segera memangkas suku bunga lagi dalam waktu dekat ini. Terlebih karena BOE baru saja  memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu. Dan Gubernur BOE - Andrew Bailey dan Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill sepakat bahwa belum waktunya BOE untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Perbedaan ekspektasi antara BOE yang akan mempertahankan suku bunga acuan dan Fed bersama ECB yang segera memangkas suku bunga acuan menjadi sentimen positif untuk mata uang GBP. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dan data industrial/manufacturing production yang diperkirakan menurun.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



