Dolar berlanjut melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan peluang Fed untuk segera menurunkan suku bunga acuannya semakin besar seiring dengan tekanan inflasi yang sudah semakin menurun. Data inflasi dari sisi konsumen CPI yang dirilis semalam menunjukkan meski terjadi kenaikan dari bulan sebelumnya dari -0.1% menjadi 0.2% dan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan sama-sama naik dari 0.1% menjadi 0.2%, keduanya sesuai perkiraan. Namun jika dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya, data CPI terjadi penurunan menjadi 2.9% yang lebih rendah dari perkiraan masih stagnan sama seperti periode sebelumnya 3.0%. Ini merupakan penurunan di bawah 3.0% untuk pertama kali sejak awal tahun 2021 yang lalu. Begitu pula dengan data Core CPI year-on-year yang turun dari 3.3% menjadi 3.2% sesuai perkiraan. Dengan inflasi yang sudah semakin menurun maka peluang Fed untuk segera memangkas suku bunga acuan semakin terbuka. Sehari sebelumnya data inflasi dari sisi produsen PPI juga memperkuat peluang tersebut. Namun jika melihat angka inflasi bulanannya kemungkinan besar Fed tidak akan memangkas secara agresif seperti yang pasar harapkan sebelumnya. Pejabat Fed sendiri masih belum cukup yakin akan hal ini seperti yang disampaikan oleh Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic yang mengatakan masih diperlukan data lebih banyak lagi untuk memastikan langkah yang harus dibuat. Meski demikian Bostic memperkirakan Fed baru akan memangkas suku bunga acuannya menjelang akhir tahun nanti sesudah memastikan bahwa inflasi benar-benar terkendali dan tidak akan kembali berbalik menaikkan suku bunga acuan lagi. Ekspektasi akan langkah Fed agresif menurunkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps semakin berkurang dari sebelumnya mencapai 53% menjadi hanya 36% dan peluang untuk pemangkasan 25 bps semakin meningkat dari 47% menjadi 64% menurut CME Fed WacthTool. Hari ini akan dirilis sejumlah data penting yaitu data Retail Sales dan laporan mingguan klaim pengangguran serta data indeks manufaktur negara bagian New York dan Philadelphia. Sementara itu di luar perkiraan Bank Sentral New Zealand (RBNZ) memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps. Ini merupakan pemangkasan pertama kali dalam 4 tahun terakhir dan masih berencana untuk melanjutkan penurunan suku bunga berikutnya.
Yen kembali melemah terhadap dolar merespon berita Perdana Menteri - Fumio Kishida mengatakan akan mengundurkan diri dan tidak akan kembali mencalonkan diri kembali pada pemilu bulan depan. Meski demikian reaksi pasar tidak terlalu berdampak karena pasar lebih memberati kebijakan moneter dari BOJ dan juga kebijakan dari Kementerian Keuangan. Dengan BOJ yang berencana untuk mengetatkan kebijakan moneter sedangkan bank sentral lainnya masih mulai melonggarkan maka hal ini semakin mempersempit gerak pelaku carry trade. Fundamental ekonomi di Jepang sendiri mulai membaik dengan data pertumbuhan ekonomi GDP meningkat dari -0.5% menjadi 0.8% yang lebih baik dari perkiraan hanya meningkat 0.6%. Meskipun data indeks harga dari GDP mengalami penurunan 3.0% namun masih lebih tinggi dari perkiraan turun sampai 2.6%. Sedangkan data periode sebelumnya direvisi turun dari 3.6% menjadi 3.4%.
Euro sedikit menguat terhadap dolar seiring dengan kondisi ekonomi di kawasan ini yang relatif stabil. Data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal lalu masih stabil sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.3% . Data di sektor tenaga kerja yang sedikit menurun dari 0.3% menjadi 0.2% masih sesuai perkiraan. Hanya data Industrial Production yang mengalami penurunan -0.1% yang meleset dari perkiraan naik 0.4% tapi data periode sebelumnya juga mengalami revisi menurun dari -0.6% menjadi -0.9%. Yang menjadikan data bulan lalu relatif masih meningkat. Hari ini Prancis dan Italia libur merayakan Assumption Day sehingga bursa saham dan perbankan di 2 negara ini tutup. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling melemah meskipun dolar secara umum cenderung melemah dipicu oleh data inflasi yang kembali meningkat walau tidak sebanyak perkiraan. CPI di Inggris meningkat dari 2.0% menjadi 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2.3%. Namun data Core  CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol mengalami penurunan dari 3.5% menjadi 3.3% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 3.4%. Inflasi kembali meningkat seiring dengan kenaikan dari sektor jasa yang dicermati oleh Bank Sentral Inggris (BOE) dalam memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter terdahulu. Dengan data inflasi ini, ekspektasi akan langkah BOE kembali memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan September semakin meningkat dari 36% menjadi 44%. Hari ini akan dirilis data penting lainnya berupa pertumbuhan ekonomi GDP dengan perkiraan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi hanya 0.0%.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.09500 – 1.09700
Target : 1) 1.10300 2) 1.10900
SL : 1.08900
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 1.08700
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 1.10100
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.28200 – 1.28400
Target : 1) 1.29000 2) 1.29600
SL : 1.27600
Alternatif :
Pertahankan BUY jika tembus 1.28900
Switch to SELL jika tembus 1.27400
Suggest : SELL on Rally
Area : 147.000 – 147.200
Target : 1) 146.400 2) 145.800
SL : 147.800
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 148.630
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.226
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2458.00 – 2460.00
Target : 1) 2466.00 2) 2472.00
SL : 2452.00 (ideal 3-5 points under 2450)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2483.55
Switch to SELL jika tembus 2436.90
DISCLAIMER ON!
Dolar cenderung melemah terhadap mata uang lainnya paska rilis data fundamental ekonomi yang semakin memperkuat peluang Fed untuk segera menurunkan suku bunga acuannya. Data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis semalam menunjukkan tekanan inflasi sudah semakin menurun menjadi hanya 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan masih sama seperti bulan sebelumnya 0.2%. Dan data Core PPI yang tidak menyertakan komponen  BBM dan bahan pangan juga mengalami penurunan 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan hanya 0.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.4% menjadi hanya 0.3%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data periode setahun sebelumnya PPI mengalami penurunan menjadi 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan 2.3% meskipun data periode sebelumnya direvisi sedikit meningkat dari 2.6% menjadi 2.7%. Dengan data Core PPI juga turun cukup signifikan dari 3.0% menjadi 2.4% yang lebih rendah dari perkiraan 2.7%. Data-data tersebut di atas diharapkan akan menurun pada data inflasi dari sisi konsumen CPI yang akan dirilis malam ini. CPI malam ini diperkirakan juga mengalami penurunan dari 3.0% menjadi 2.9% dan Core CPI-nya juga diperkirakan turun dari 3.3% menjadi 3.2%. Dengan inflasi yang semakin mendekati target 2% dan tanda-tanda aktifitas ekonomi yang semakin menurun akan membuat Fed perlu segera bertindak untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan melakukan sedikit pelonggaran moneter yaitu dengan memangkas suku bunga acuan. Jika data yang dirilis nanti malam lebih rendah dari perkiraan seperti data PPI tersebut maka Fed berpeluang untuk memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps. Spekulasi di pasar akan peluang Fed tersebut kembali meningkat yang sebelumnya sempat turun hingga 49% kembali naik menjadi 53.5% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Sedangkan peluang memangkas sebanyak 25 bps menurun dari 51% menjadi hanya 47.5%. Data CPI malam ini akan dirilis pada pukul 19:30 WIB. Pagi ini Bank Sentral New Zealand (RBNZ) mengadakan pertemuan moneternya dengan perkiraan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya yang sudah bertahan sejak Mei tahun 2023 yang lalu.
Yen kembali menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar selain dari perubahan kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang lebih agresif dengan berorientasi pada inflasi membuat pelaku carry trade semakin berkurang. Perbedaan tingkat suku bunga antara Jepang yang sangat rendah sering dijadikan sasaran carry trade dengan menukarkan dengan suku bunga yang lebih tinggi di negara lain sehingga menyebabkan mata uang Yen bergerak secara tidak wajar. Pemerintah Jepang beberapa kali melakukan intervensi namun terbukti tidak terlalu efektif kecuali beberapa intervensi terakhir yang memanfaatkan momen melemahnya mata uang dolar. Selain perubahan kebijakan moneter BOJ, langkah pemerintah Jepang yang masih membuka peluang untuk melakukan intervensi semakin mempersempit ruang bagi pelaku carry trade. Parlemen Jepang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan khusus pada 23 Agustus mendatang untuk membahas langkah BOJ pada pertemuan moneter terakhirnya yang lalu.
Euro menguat tajam karena pelemahan mata uang dolar meskipun fundamental ekonomi justru semakin memburuk di kawasan ini. Data Sentimen ekonomi dari ZEW yang dirilis kemarin menunjukkan merosot tajam dari 43.7 menjadi 17.9 yang jauh lebih buruk dari perkiraan hanya turun 35.4. Data yang sama untuk Jerman juga mengalami penurunan tajam dari 41.8 menjadi 18.2 yang juga jauh lebih buruk dari perkiraan hanya turun 32.6. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya permintaan akan produk ekspor ditambah dengan ketidakpastian ekonomi dari kebijakan moneter yang ketat saat ini serta kekhawatiran akan melambatnya ekonomi di AS serta potensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi alasan penurunan tersebut. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal lalu dengan perkiraan masih stagnan di 0.3% sama seperti kuartal sebelumnya dan data sektor tenaga kerja dengan perkiraan mengalami penurunan dari 0.3% Â menjadi 0.2%.
Poundsterling juga berlanjut menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar terhadap semua mata uang. Fundamental ekonomi di Inggris sendiri cukup variatif dengan data klaim pengangguran Claimant Count melonjak tajam 135.0K yang jauh di atas perkiraan hanya 14.5K dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat dari 32.3K menjadi 36.2K. Indeks upah rata-rata per 3 bulan juga menurun dari 5.7% menjadi hanya 4.5% yang sedikit lebih rendah dari perkiraan 4.6%. Meski demikian tingkat pengangguran mengalami penurunan dari 4.4% menjadi 4.2% yang lebih baik dari perkiraan meningkat 4.5%. Hari ini ada data penting yaitu data inflasi berturut-turut CPI, PPI, RPI dan HPI yang akan menentukan langkah moneter apa yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) pada pertemuan moneter yang akan datang. Dengan perkiraan data CPI kembali meningkat dari 2.0% menjadi 2.3%, namun data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dari alkohol mengalami penurunan dari 3.5% menjadi 3.4%. Jika melihat perkiraan inflasi tersebut yang masih cukup jauh dari target sepertinya BOE masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya untuk lebih lama lagi terlebih karena baru saja bulan lalu BOE memangkas suku bunga acuannya. Dan hal ini juga sudah disampaikan oleh Gubernur BOE - Andrew Bailey dan juga Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill dalam beberapa kesempatan.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar bergerak variatif terhadap mata uang lainnya dengan range perdagangan yang cukup sempit seiring dengan pelaku pasar yang wait’n’see menungggu data inflasi CPI yang baru akan dirilis esok hari. Mata uang Yen melemah seiring dengan tutupnya bursa saham dan perbankan di Jepang kemarin karena libur nasional. Fokus pasar masih tertuju akan rencana pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu yang tidak lama lagi seiring dengan tanda-tanda pelambatan ekonomi di AS. Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif dari perkiraan semula dengan memangkas 50 bps menyusul data di sektor tenaga kerja yang dirilis beberapa waktu lalu. Tanda-tanda pelambatan ekonomi mulai terlihat dari data tersebut sehingga Fed perlu antisipasi agar tidak terlambat dan berpotensi menjadi resesi yang dikhawatirkan pasar belakangan ini. Meskipun sejumlah pejabat Fed menepis kekhawatiran tersebut dengan mengatakan hal ini merupakan naturalisasi ekonomi yang terjadi akibat suku bunga yang terus meningkat sejak lama. Selain sektor tenaga kerja, Fed juga mempertimbangkan inflasi yang menjadi mandat utamanya sehingga data CPI yang akan dirilis esok hari menjadi penting untuk mengambil keputusan moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter bulan September mendatang. Meski hampir dapat dipastikan akan memangkas suku bunga acuan namun seberapa banyak Fed akan memangkas tergantung pada data inflasi ini. Sebelum data CPI, hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI yang diperkirakan masih stabil 0.2% namun data Core PPI diperkirakan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi hanya 0.2%. Dengan sisi produsen yang menurun diharapkan akan terjadi hal yang sama dari sisi konsumen CPI yang lebih krusial esok hari. Jika inflasi masih stagnan maka diperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga acuan hanya sebanyak 25 bps dan jika inflasi semakin menurun maka terbuka kemungkinan Fed akan lebih agresif dengan pemangkasan sebanyak 50 bps. Setelah peluang Fed memangkas 50 bps sempat mencapai 85% beberapa waktu lalu, seiring dengan meredanya kekhawatiran akan resesi peluang tersebut semakin menurun menjadi hanya 49% dan peluang memangkas sebanyak 25 bps kembali meningkat menjadi 51% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Selain data CPI, data penting berikutnya adalah Retail Sales yang baru akan dirilis pada hari Kamis nanti.
Yen melemah terhadap dolar dengan tutupnya instansi perbankan dan bursa saham kemarin karena libur nasional. Hari ini bursa saham dan perbankan akan kembali beroperasi normal sehingga peluang mata uang Yen kembali menguat semakin terbuka. Meski beberapa hari terakhir lalu pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) menepis peluang untuk menaikkan kembali suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Namun dalam jangka panjang kemungkinan tersebut terbuka lebar dengan perubahan arah kebijakan BOJ yang menjadikan inflasi sebagai target seperti bank sentral dunia lainnya dari sebelumnya yang orthodox dengan terus mempertahankan suku bunga rendah. Perubahan ini mempersempit ruang gerak pelaku carry trade yang memanfaatkan perbedaan tingkat suku bunga antara Jepang dengan negara lainnya terutama AS dan Uni Eropa. Selain itu pemerintah Jepang juga tetap akan menggunakan instrumen intervensi terhadap pergerakan mata uang Yen yang tidak wajar jika berdampak negatif terhadap ekonomi. Fundamental ekonomi dari data inflasi dari sisi produsen PPI year-on-year di Jepang yang dirilis pagi ini kembali meningkat dari 2.9% menjadi 3.0% sesuai perkiraan. Selanjutnya akan dirilis data Machine Tools Order.
Euro bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan kondisi ekonomi yang meningkat di kawasan ini. Data indeks harga grosir di Uni Eropa meningkat tajam dari periode sebelumnya yang turun -0.3% menjadi +0.3% yang sekaligus melampaui perkiraan naik +0.2%. Namun pergerakan ini sepertinya akan tertahan dengan data ekonomi yang akan dirilis sore ini berupa data Sentimen Ekonomi dari ZEW untuk Jerman dan Uni Eropa secara keseluruhan. Diperkirakan sentimen ekonomi menurun dari 43.7 menjadi 35.4. Sebelum esok hari akan dirilis data penting lainnya yaitu data pertumbuhan ekonomi GDP.
Poundsterling cenderung flat terhadap dolar menjelang data di sektor tenaga kerja yang akan dirilis sore ini. Meski diperkirakan angka klaim pengangguran semakin berkurang, namun upah diperkirakan menurun dan tingkat pengangguran semakin meningkat. Tentu saja hal ini akan menjadi sentimen negatif terhadap ekonomi yang justru akan semakin memperkuat peluang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan selanjutnya. BOE sendiri sudah melakukan pemangkasan untuk pertama kali pekan lalu. Gubernur BOE dan Ketua ahli ekonomi BOE sepakat bahwa inflasi masih belum cukup turun sehingga belum ada rencana untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga berikutnya. Pejabat BOE lainnya - Catherine Mann dalam dalam wawancara kemarin juga mengatakan tekanan inflasi dari sektor manufaktur dan jasa masih berpeluang untuk naik lagi serta tingkat upah yang cenderung turun juga berpeluang menjadi kendala ekonomi. Data penting berikutnya yang menjadi mandat utama BOE berupa data inflasi CPI baru akan dirilis esok hari dan juga data pertumbuhan ekonomi GDP pada hari Kamis nanti.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08900 – 1.09100
Target : 1) 1.09700 2) 1.10300
SL : 1.08300
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 1.08000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.28000 – 1.28200
Target : 1) 1.27400 2) 1.26800
SL : 1.28800
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 1.28900
Suggest : SELL on Rally
Area : 147.500 – 147.700
Target : 1) 146.900 2) 146.300
SL : 148.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 148.630
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2443 – 2445.00
Target : 1) 2451.00 2) 2457.00
SL : 2437.00 (ideal below 2436)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2483.55
Switch to SELL jika tembus 2430.00
DISCLAIMER ON!
Daily
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08700 – 1.08900
Target : 1) 1.09500 2) 1.10100
SL : 1.08100
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 1.08000
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.27000 – 1.27200
Target : 1) 1.27800 2) 1.28400
SL : 1.26400
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 1.26400
DISCLAIMER ON!
Suggest : SELL on Rally
Area : 147.000 – 147.200
Target : 1) 146.600 2) 146.000
SL : 147.800
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.630
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2410.00 – 2412.00
Target : 1) 2418.00 2) 2424.00
SL : 2404.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 2400.00
DISCLAIMER ON!



