

| Suggest : SELL on Rally Area : 1.16000 – 1.16200 Target : 1) 1.15400 2) 1.14800 SL : 1.16800 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.15700 - Switch to BUY jika tembus 1.17000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33400– 1.33600 Target : 1) 1.32800 2) 1.32200 SL : 1.34200 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000 - Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 156.800 – 157.000 Target : 1) 157.600 2) 158.200 SL : 156.200 Alternatif : - Pertahankan/Follow BUY jika tembus 157.800 - Switch to SELL jika tembus 156.000 atau jika terjadi intervensi |


| Suggest : BUY on Dip Area : 72.50 – 72.70 Target : 1) 73.70 2) 74.70 SL : 71.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 75.50 Switch to SELL jika tembus 69.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : SELL on Rally (updated!) Area : 5178.00 – 5180.00 Target : 1) 5172.00 2) 5166.00 SL : 5185.00 (ideal 3-5 points di atas 5185) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 5140 (updated!) Switch to BUY jika tembus 5195 (updated!) Opsi buy : 5082-5110 (ungu) (updated!), 4961-4975 (abu), 4842-4882 (biru), tembus 5185-5190 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 berhasil rebound di sesi perdagangan hari Senin. Hal ini diikuti dengan kenaikan dolar di tengah tekanan geopolitik yang membayangi pasar. Emas sendiri sempat turun hingga sentuh 5260, meski akhirnya berhasil bangkit dan naik ke zona 5370-an saat artikel ditulis. Penurunan bisa dikatakan sebagai aksi ambil untung (profit taking) karena di sisi lain aset berisiko mengalami rebound.
Data ISM manufacture AS dirilis lebih baik dari ekspektasi, 52.4 vs 51.7, sehingga meredam ekspektasi penurunan suku bunga. Emas pun turun di tengah belum adanya eskalasi penting dari situasi geopolitik. Namun, setelah turun ke 5260, market kembali fokus dengan risiko geopolitik sehingga berhasil membuat emas ditutup naik kembali, meskipun tidak lebih tinggi dari high 5419, tapi relatif lebih tinggi dari open price Senin 5310 (closing price 5321).
Pasar energi menjadi pusat perhatian para trader. Laporan sebelumnya tentang gangguan navigasi dan ancaman terhadap lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz berhasil mendorong harga minyak naik sehingga memicu kekhawatiran inflasi.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kembali memperkuat risiko geopolitik. Dia mengatakan bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk memiliki senjata nuklir dan penegakan hukum perlu ketegasan. Hal ini menumbuhkan persepsi pasar bahwa ketegangan geopolitik masih tetap tinggi.
Israel dan AS sama-sama mengeluarkan ultimatum bahwa serangan besar belum terjadi, tapi dipastikan akan segera terjadi dalam waktu dekat. Israel mengancam akan menyerang infrastruktur militer Iran dalam hitungan jam. Selain itu juga akan menargetkan pusat komando Keamanan Dalam Negeri dan Kementerian Intelijen Iran.
Sementara Trump menyebut bahwa awalnya konflik militer diperkirakan akan berjalan sekitar 4-5 minggu. Tapi kemudian menyebut bisa lebih dan militer Iran memiliki kemampuan untuk bertahan lebih dari itu.

Dengan situasi geopolitik yang meningkat, pernyataan bank sentral cenderung tetap berfokus pada ketahanan inflasi dan kesabaran pembuat kebijakan. Para pejabat Fed umumnya menekankan ketergantungan pada data sambil menyoroti tantangan untuk menyeimbangkan aktivitas ekonomi yang masih kuat dengan risiko bahwa tekanan harga yang didorong energi bisa mempersulit prospek inflasi jika harga minyak tetap tinggi.
John Williams dan Neil Kashkari dari Fed akan memberikan komentarnya di malam hari, masing-masing di jam 21.55 WIB dan 23.45 WIB. Mereka mungkin akan mengomentari situasi inflasi yang terganggu oleh situasi geopolitik belakangan ini. Kehati-hatian akan menjadi tema utama bank sentral dalam memutuskan kebijakan sambil memantau perkembangan situasi geopolitik, terutama harga minyak.
Di sisi geopolitik, pasar harus waspada dengan eskalasi yang masih bisa meningkat kembali seiring dikeluarkannya arahan dari Kementerian Luar Negeri AS untuk mengevakuasi warganya yang berada di Timur Tengah lewat jalur komersil. Hal itu dilakukan karena risiko geopolitik yang kemungkinan masih akan memanas, dan mengantisipasi serangan balasan Iran ke negara-negara teluk yang diketahui sebagai base militer AS.
Jika tidak ada eskalasi, trader perlu pastikan apakah ada tanda-tanda gencatan senjata. Jika ada, maka emas cenderung turun, bahkan level 5260 kemarin bisa ditembus. Sebaliknya, selama tidak ada pertanda gencatan senjata, maka penurunan karena aksi profit taking kemungkinan relatif terbatas, dan kekhawatiran eskalasi akan terus mendukung emas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji, mirip dengan shooting star karena memiliki real body kecil dengan tail atas yang lebih panjang daripada tail bawah. Secara teori ini mengindikasikan peluang koreksi turun bisa terjadi hari ini. Tapi akan gagal jika harga terus lanjutkan kenaikan di atas high kemarin 5419. Penurunan tertahan di 5260, dan dianggap penurunan terbatas untuk menutupi gap yang terjadi di pembukaan Senin, di hari yang sama.
Secara struktural, tren utama masih cenderung bullish, support 5240 yang sebelumnya bertindak sebagai resistance, tetap bertahan meski kemarin sempat terjadi penurunan, sehingga secara teknis, bullish tetap dominan. Situasi akan berubah jika harga turun lebih lanjut di bawah 5240. Dan hal itu hanya dimungkinkan jika situasi geopolitik benar-benar reda. Selama situasi masih panas, maka kecenderungan turun terbatas, dominan naik. Dan resistance saat ini 5419 akan memicu kenaikan lebih lanjut jika berhasil ditembus. Zona 5550 dan 5600 berpeluang muncul lebih cepat jika geopolitik terus memanas.

Di H4, tampak bahwa pergerakan turun tertahan di zona orange 5214-5257, sekaligus hanya menutupi gap yang terjadi di hari yang sama. Secara teori, seharusnya penurunan relatif terbatas untuk saat ini sehingga cenderung dominan naik, dengan ekspektasi area high kemarin 5419 ditembus, dan mulai mendorong naik hingga zona coklat kisaran 5470-5549. Hal ini didukung oleh situasi geopolitik yang masih tidak menentu.
Secara hitungan, wave (iii) diharapkan naik lebih lanjut ke zona coklat sebelum nanti diikuti koreksi wave (iv). Dengan demikian strategi buy saat ini masih disarankan, kecuali jika sudah mulai mendekati atau sentuh zona coklat. Ini berarti area 5300-5340 menjadi zona demand terdekat dan jika kondisi sesuai skenario, maka beberapa waktu ke depan harga cenderung naik.
Sebaliknya, strategi sell bisa dipertimbangkan dalam 2 cara: 1) harga sentuh/masuk zona coklat; atau 2) penurunan tembus 5260 (low kemarin). Cara #1 cenderung menunggu sampai zona coklat itu disentuh atau didekati. Sell jangka pendek didukung oleh kemungkinan koreksi wave (iv) dari hitungan elliott wave. Namun, target tetap terbatas, mengingat tren utama bullish yang masih dominan.
Cara #2 adalah menunggu validasi dari penembusan 5260. Area ini dan 5240 akan membuka peluang turun lebih lanjut ke zona 5140-5160 jika berhasil ditembus. Tapi lagi-lagi, penurunan juga tetap dalam fase koreksi terbatas selama situasi geopolitik belum stabil.

Per jam 10.20 WIB, harga berada di 5358.34 dengan high 5392.74, dan low 5300.83. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 3 Maret 2026, rekomendasi masih cenderung sama, termasuk beberapa area alternatif untuk lakukan buy, mengingat fundamental yang masih bullish. Tapi strategi alternatif untuk buy on breakout saat tembus 5358 juga cukup berhasil karena harga jual langsung tancap gas hingga 5379.
Dengan demikian, dalam beberapa jam ke depan, selama harga tidak turun di bawah 5321, maka area 5340-535 akan kembali dipertimbangkan sebagai zona buy. Sedangkan alternatif bisa pertimbangkan saat breakout 5380 untuk tetap lanjutkan buy dengan estimasi target zona orange kisaran 5390-5450 sebagai peluang target yang potensial. Dan jika situasi geopolitik tidak kunjung membaik, maka diharapkan lanjut mendorong hingga tembus zona 5500 dalam waktu dekat.
Sebaliknya, sell bisa juga dipertimbangkan seandainya zona orange tetap kuat dan gagal ditembus, dengan asumsi double top bisa terjadi di area tersebut. Stop loss tetap harus digunakan mengingat double top belum tentu berhasil selama tidak tembus neckline 5260, dan situasi geopolitik yang tidak menentu membuat emas relatif terbatas penurunannya.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5318.00 – 5320.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5332 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5380, target terdekat 5390, terjauh 5410, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5312.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5310.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5260.00 – 5262.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5274.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5254.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5253)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



| Suggest : SELL on Rally Area : 1.17500 – 1.17700 Target : 1) 1.16900 2) 1.16300 SL : 1.18300 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.16400 - Switch to BUY jika tembus 1.18500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.34400– 1.34600 Target : 1) 1.33800 2) 1.33200 SL : 1.35200 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33800 - Switch to BUY jika tembus 1.35500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 156.300 – 156.500 Target : 1) 157.100 2) 157.700 SL : 155.700 Alternatif : - Pertahankan/Follow BUY jika tembus 157.800 - Switch to SELL jika tembus 155.500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 68.50 – 68.70 Target : 1) 69.70 2) 70.70 SL : 67.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 71.50 Switch to SELL jika tembus 67.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 5318.00 – 5320.00 Target : 1) 5326.00 2) 5332.00 SL : 5312.00 (ideal 3-5 points di bawah 5310) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5358 Switch to SELL jika tembus 5245 Opsi buy : 5248-5265 (abu), 5168-5180 (merah), breakout 5390-5450 (orange) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 ditutup turun, dan dolar pun ikut melemah. Serangan Israel dan AS ke Iran di akhir pekan membuat pasar melirik safe haven emas daripada risk asset. Situasi sempat diharapkan pulih setelah Israel dan AS umumkan berhasil pemimpin supremasi Iran Ayatollah Khamenei dalam serangan mematikan di hari pertama. Ternyata tidak semudah itu. Iran tidak menyerah dan membalas menyerang pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk yang ditandai Iran sebagai tempat berlindungnya pasukan atau pejabat militer AS.
Khamenei Tewas, Iran Belum Menyerah
Setelah Israel mengklaim berhasil menewaskan Khamenei dalam serangan, pasar menunggu kepastian apakah kabar tersebut benar. Trump menyusul memberi pernyataan tentang tewasnya Khamenei. Dan akhirnya media Iran pun merilis laporan resmi tewasnya Ali Khamenei di ruang kerjanya saat terjadi serangan.
Beberapa jam sebelum serangan, Khamenei sempat menunjuk siapa yang akan menjadi pewaris jabatannya. Namun, sempat beredar kabar bahwa sang pewaris pun tewas di hari kedua serangan. Belum diketahui secara pasti apakah kabar tersebut benar. Tapi perlawanan Iran terus berlanjut. IRGC mengancam akan terus mengirim serangan ke Israel dan AS.

Ada dua hal yang perlu ditunggu. Ini kaitannya dengan klaim dari Trump terkait lamanya serangan dan juga klaim tentang Iran yang disebut-sebut meminta untuk bertemu. Dalam interview nya dengan media, Trump sebut serangan bisa berlangsung sampai 4 minggu atau selama yang dibutuhkan. Hal ini memberi pesan bahwa pasukan AS memang sudah disiapkan sebelumnya untuk kemungkinan perang yang cukup panjang, mirip dengan yang terjadi dengan serangan terhadap Irak di era 1990-an.
Hal kedua yang perlu dipastikan adalah klaim Trump bahwa Iran menawarkan pertemuan dan Trump menawarkan gencatan senjata. Media TV Iran dibajak untuk menyiarkan pesan dari Trump yang meminta pasukan Iran untuk menyerah dan akan memberikan imunitas sebagai reward. Namun, sampai saat artikel ditulis, belum diketahui apakah Iran memang meminta gencatan senjata atau hanya klaim sepihak dari Trump.
Di luar konteks geopolitik, minggu pertama Maret akan banyak data ekonomi yang menjadi sorotan, terutama dari AS. Data ISM Manufacture di hari Senin, ADP employment di hari Rabu, ISM services dan klaim pengangguran mingguan di hari Kamis, dan non farm payrolls beserta retail sales di hari Jumat. Semua data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi Fed untuk pertemuan FOMC Maret. Meski demikian, secara keseluruhan tidak mengubah kemungkinan Fed untuk tetap pertahankan suku bunga di bulan Maret. Pasar pun tidak mengharapkan pemangkasan di bulan Maret.
Tapi data-data tersebut akan dipertimbangkan untuk pertemuan-pertemuan berikutnya karena Fed masih akan bergantung pada data ekonomi. Data yang lemah akan mendukung ekspektasi penurunan suku bunga di pertemuan berikutnya. Sedangkan data yang kuat akan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Di sisi geopolitik, pasar akan dibayangi oleh potensi perang yang panjang dari AS-Iran selama Iran tidak menyerah. Konsekuensi yang mungkin menjadi kekhawatiran adalah melonjaknya harga minyak karena Iran menutup Selat Hormuz, selat yang digunakan untuk memasok sekitar 20% minyak mentah global. Ketidakpastian ini membuat emas tetap kokoh sebagai safe haven.
Namun, cermati perkembangan itu dalam 1 minggu ini! Dua sampai tiga hari pertama minggu ini akan sangat menentukan apakah perang terus berlanjut atau akan terjadi gencatan senjata. Jika tidak ada gencatan senjata, maka efek data ekonomi mungkin diabaikan, dan fokus cenderung ke geopolitik (geopolitik tetap panas = emas tetap naik). Jika ada kesepakatan untuk gencatan senjata, maka emas berpeluang turun cepat, estimasi kami 4840-4860 sebagai zona potensial, dan setelah itu kembali fokus dengan rilis data di masing-masing hari kalender.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dan berhasil ditutup di atas 5250 yang diharapkan. Bahkan pagi ini dibuka gap up di 5310. Meski sempat terjadi penurunan ke 5300, tapi pada dasarnya sesi Asia cenderung naik dan tercatat level tertinggi di 5392 untuk sementara waktu.
Secara struktural, tren utama cenderung bullish. Dua resistance di 5245 dan 5350 berhasil ditembus. Tapi daily masih berjalan, sehingga kondisi masih bisa berubah seiring sesi yang berjalan. Resistance terdekat 5450 (high 30 Jan 2026), dan all time high 5597 akan menjadi target atau bahkan melebihi, jika sentiment geopolitik terus berlanjut. Sedangkan support akan berada di zona 5300 dan 5262 (closing price Jumat, 27 Feb 2026)

Di H4, tampak bahwa pergerakan naik sejauh ini sesuai ekspektasi skenario, di mana pasca koreksi turun sebelumnya dari wave 4, emas berhasil rebound dan lanjutkan kenaikannya menjadi wave 5, bagian dari wave (iii) yang diharapkan. Secara umum, zona 5341 adalah resistance pertama yang berhasil dijangkau pagi ini. Sedangkan area coklat 5470-5549 adalah target berikutnya dari pola kenaikan.
Secara hitungan, ada dua kemungkinan yang berpotensi terjadi. Potensi #1 bahwa wave (iii) belum selesai, diperkirakan target ke zona coklat. Dengan demikian kenaikan masih bisa berlanjut tembus zona 5400.
Sedangkan potensi #2 memperkirakan bahwa wave (iii) sudah selesai dengan kenaikan wave 5 tersebut sentuh 5392 (high pagi ini di sesi Asia). Dengan demikian peluang turun sebagai koreksi wave (iv) sebagai skenario yang paling mungkin. Sell bisa dipertimbangkan selama tidak tembus 5400. Tapi mengingat situasi geopolitik yang belum berakhir, masih terlalu riskan. Penurunan mungkin relatif terbatas, terutama kaitannya dengan wave (iv).
Jika potensi #2 yang terjadi, maka koreksi wave (iv) diharapkan tertahan di zona orange 5214-5257, atau maksimal zona ungu 5130-5192. Namun, karena situasi geopolitik, maka penurunan maksimal diperkirakan hanya sentuh zona orange. Secara jangka pendek, seller hanya memiliki ruang sampai zona 5300 atau maksimal 5250.
Secara teori, penurunan wave (iv) adalah koreksi yang dibutuhkan untuk kembali lakukan buy on dip sehingga secara strategi masih relatif lebih amah melakukan buy daripada sell. Terlebih, dari 2 potensi yang disebutkan, keduanya mengindikasikan untuk tetap buy karena harga yang masih dalam jalur kenaikan.

Per jam 11.15 WIB, harga berada di 5358.34 dengan high 5392.74, dan low 5300.83. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 2 Maret 2026, rekomendasi masih cenderung sama, termasuk beberapa area alternatif untuk lakukan buy, mengingat fundamental yang masih bullish, tapi dihadapkan pada RSI yang overbought sehingga perlu berhati-hati jika melakukan buy terlalu tinggi.
Zona FR 23.6% di 5339 bisa menjadi pertimbangan untuk buy di area support lebih dekat. Tapi area FR 38.2% 5307 biasanya area demand yang cenderung lebih baik. Bahkan buyer umumnya menggunakan area “Golden Zone”, area yang berada di antara FR 50% dan 61.8%. Ini berarti area ideal untuk buy berada di kisaran 5254-5280.
Sebaliknya, area 5280 bisa juga dipertimbangkan sebagai pemicu bearish jangka pendek sehingga seller mungkin akan mulai mengintai saat zona itu ditembus. Namun, jarak penurunan relatif terbatas sehingga strategi ini tidak terlalu disarankan untuk saat ini. Data ISM manufacture di jam 22.00 WIB juga menjadi pertimbangan di malam hari. Namun, setelah itu, pasar akan terus mencermati perkembangan AS-Iran-Israel. Jika terjadi kesepakatan gencatan senjata, maka ubah strategi segera menjadi SELL! Tapi selama tidak ada kesepakatan gencatan senjata, maka tetap di jalur BUY!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5325.00 – 5327.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5339 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5395, target terdekat 5405, terjauh 5420, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5319.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5319.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5260.00 – 5262.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5274.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5254.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5253)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




