logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar rebound terhadap mata uang lainnya setelah Presiden Trump mengumumkan menunda kenaikan tarif impor dalam jangka waktu 90 hari ke depan. Trump mengumumkan penundaan berlaku untuk negara-negara yang tidak melakukan perlawanan kenaikan tarif. Sedangkan terhadap China, AS menaikkan tarif impor menjadi 125% setelah China melakukan perlawanan dengan menaikkan tarif impor sebanyak 84%. Ini merupakan kenaikan tarif impor tertinggi dalam lebih dari 1 abad yang lalu dalam kondisi ekonomi yang berbeda sehingga saat ini sistem perdagangan global memasuki era yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketegangan perang dagang yang semakin meninggi ini dikhawatirkan akan berakibat semakin buruk terhadap ekonomi dunia dan ancaman resesi semakin nyata. Gubernur Fed Richmond – Thomas Barkin semalam mengatakan perang dagang saat ini akan berakibat kenaikan harga dan berkurangnya lapangan kerja. Sedangkan dampak terhadap inflasi baru akan terdata pada musim panas mendatang sehingga Fed harus merespon kenaikan tarif dengan bersikap hati-hati. Sedangkan pejabat Fed lainnya juga mengkhawatirkan agenda kenaikan tarif Presiden Trump dapat berdampak langsung pada perlambatan ekonomi dan tidak perlu segera menurunkan suku bunga lebih lanjut karena peluang inflasi kembali meningkat akibat kebijakan Presiden Trump tersebut. Hal ini tercermin dalam nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu yang dirilis semalam. Di antara pejabat Fed, Gubernur Fed St. Louis – Alberto Musalem dan Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari menerangkan tingginya inflasi akibat kenaikan tarif dan perlawanan tarif dari mitra dagang AS hanya peristiwa tunggal yang dapat diabaikan oleh Fed. Meski demikian, saat ini Fed masih sulit untuk menentukan kebijakan yang tepat jika inflasi terus meningkat sedangkan pertumbuhan ekonomi melambat. Dengan potensi kenaikan inflasi menahan Fed untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, namun di sisi lain perlambatan ekonomi dapat menyebabkan meningkatnya pengangguran yang harus direspon dengan pelonggaran kebijakan moneter. Kenaikan tarif reciprocal yang diumumkan Presiden Trump pada 2 April lalu di luar perkiraan investor dan antisipasi Fed yang menjadi kekhawatiran pejabat Fed termasuk Ketua Fed – Jerome Powell akhir-akhir ini. Penundaan kenaikan tarif impor ini disambut baik oleh pasar dengan bursa saham rebound dengan kenaikan terbanyak dalam sehari dan mata uang dolar kembali menguat. Di tempat berbeda Menteri Keuangan – Scott Bessent dalam wawancara dengan media Fox News juga menegaskan bahwa pemerintah AS masih mendukung kebijakan strong dolar. Malam ini akan dirilis data inflasi CPI di AS dengan masih diperkirakan turun karena belum terdampak dari kenaikan tarif impor AS yang baru. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat berbeda.

Yen kembali melemah terhadap dolar setelah sempat menguat sehari sebelumnya seiring dengan penundaan kenaikan tarif impor oleh Presiden Trump. Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Hubungan Internasional - Atsushi Mimura dalam pertemuan trilateral antara Departemen Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Sentral Jepang (BOJ) mengatakan Jepang akan mengajak negara-negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS. Mimura juga menyampaikan pemerintah Jepang sangat memperhatikan pergerakan mata uang Yen termasuk kemungkinan aksi spekulan terkait volatilitas yang terjadi belakangan ini. Pertemuan trilateral biasanya terjadi jika pemerintah Jepang siap bertindak menahan laju pelemahan mata uang Yen. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda di tempat berbeda mengatakan pemulihan ekonomi di Jepang masih berlangsung secara bertahap dengan tanda-tanda melemah dan masih harus menghadapi ketidakpastian akan kebijakan kenaikan tarif dari AS. Sedangkan inflasi masih di bawah 2%, namun mulai bergerak naik. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Euro juga terkoreksi terhadap dolar meskipun prospek stabilitas politik di Jerman semakin stabil setelah Partai Konservatif mencapai kesepakatan dengan Partai Social Demokrat (SPD). Dengan kenaikan tarif impor dari AS hanya dikenakan sebanyak 20% dan tidak sebanyak perkiraan semula, membuat akan tercapaikan kesepakatan baru melalui negosiasi diharapkan tidak akan terlalu sulit mendapatkan titik temu. Sementara kekhawatiran akan ancaman resesi global akibat kenaikan tarif ini membuat spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuannya. Tidak kurang dari Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) – Joachim Nagel, Gubernur Bank Sentral Italia - Pierro Cipollone, Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau dan Gubernur Bank Sentral Yunani - Yannis Stournaras menyampaikan perlunya memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling masih tertahan meski mata uang dolar menguat secara umum. Bank Sentral Inggris (BOE) masih mengkhawatirkan dampak dari kenaikan tarif impor AS terhadap permintaan ekonomi global meski Inggris hanya dikenakan tarif impor sebanyak 10%, kecuali produk baja dan kendaraan bermotor sebanyak 25%. Dalam pertemuan Komite Kebijakan Keuangan kemarin ada kekhawatiran akan meningkatnya resiko pelambatan ekonomi global akibat perang dagang AS. Meski demikian komite tersebut sepakat dengan pendapat Gubernur BOE – Andrew Bailey yang masih menyatakan bahwa kondisi pasar di Inggris cukup efektif dan kondisi moneter masih cukup solid. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
  • Dolar melemah dibanding Euro sehingga mendorong Euro-> positif untuk Euro
  • Uni Eropa mengancam akan balas tarif Trump, memicu kekhawatiran ketidakpastian ekonomi global -> berpotensi menekan Euro sehingga berpotensi membatasi kenaikan
  • Tapi dolar, imbal hasil Treasury AS turun karena kecemasan melambatnya ekonomi AS sehingga mendukung penguatan Euro terhadap dolar
  • Tarif segera berlaku hari ini jam 00.00 ET atau sekitar jam 11.00 WIB, kemungkinan menyebabkan volatilitas
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.10500
  • Switch to SELL jika tembus 1.08800
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.09700– 1.09900
Target : 1) 1.10500 2) 1.11100
SL : 1.09100

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.10500
Switch to SELL jika tembus 1.08800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.28117 kembali diuji, sehingga tren berikutnya akan bergantung dari keberhasilan penembusan. Jika tembus di atas MA, maka tren cenderung lanjut naik. Jika gagal tembus di atas MA, maka tren kembali turun
  • Dolar melemah dibanding GBP sehingga mendorong GBP-> positif untuk GBP
  • Dolar imbal hasil Treasury AS turun karena kecemasan melambatnya ekonomi AS sehingga mendukung penguatan GBP terhadap dolar
  • Tarif segera berlaku hari ini jam 00.00 ET atau sekitar jam 11.00 WIB, kemungkinan menyebabkan volatilitas
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Switch to SELL jika harga tembus 1.26800
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.29000
Suggest : BUY on DIp
Area : 1.27600– 1.27800
Target : 1) 1.28400 2) 1.29000
SL : 1.27000

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29000
Switch to SELL jika tembus 1.26800

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield ditutup naik, dolar ditutup melemah -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
  • Secara teknis, imbal hasil Treasury AS mulai menunjukkan penurunan, dan status Yen sebagai safe haven mendukung penurunan USDJPY-> negatif untuk USDJPY
  • Tarif Trump memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi global dan membuat permintaan safe haven menguat, dan Yen diuntungkan dalam posisi tersebut (menguat terhadap dolar)-> negatif untuk USDJPY
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 147.500
  • Switch to SELL jika tembus 145.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 145.800 – 146.000
Target : 1) 145.200 2) 144.600
SL : 146.600

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 147.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • * Pendukung bullish saat ini :
  •   a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
  •   b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
  •   c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
  • * Di H4, secara garis besar :
  •   a. zona 3076-3107 saat ini menjadi resistance psikologis-> jika ditembus, bullish akan kembali lebih kuat
  •   b. Penurunan diperkirakan mulai terbatas, area hijau support terdekat, area kuning support tengah (2920-2940), dan area orange support terjauh (2880-2900)-> ada peluang diuji jika terjadi penurunan di bawah area hijau
  •   c. Area hijau 2939-2952 kemungkinan support kuat, potensi demand kuat di area tersebut -> sejauh ini masih efektifsehingga bisa dipertimbangkan buy dekat zona tersebut jika kembali diuji
  • * Di H1, ada peluang dari double bottom, dengan neckline 3022
  •   a. Area Merah (3054-3063) diperkirakan sebagai zona resistance tangguh sehingga perlu waspada jika kenaikan gagal tembus zona ini!
  •   b. Ekspektasi double bottom didukung RSI mulai oversold, tapi konfirmasi baru valid jika tembus di atas 3022 -> bertahap bisa mulai incar buy dan pertahankan buy jika benar tembus 3022
  • * Tarif resiprokal menyebabkan kekhawatiran perang dagang meluas secara global, safe haven masih berpihak pada emas 
  • * Penurunan disebabkan profit taking dan likuidasi emas untuk tutupi kerugian di pasar saham sehingga kenaikan diperkirakan masih terbatas. Jika saham mulai stabil, maka emas akan kembali berpeluang naik bertahap
  • * Tarif resiprokal mulai berlaku siang ini jam 11.00 WIB, kemungkinan dolar, Imbal hasil treasury AS dan saham akan turun sehingga emas bisa diincar sebagai safe haven
  • * Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • * Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi 4 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • * Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3022, target terdekat 3028, terjauh 3050
  • * Opsi BUY jika tembus 3055 (atau dekat support 2956-2970, lebih lower risk), potensi terdekat 3062, terjauh 3077
  • * Switch to SELL jika tembus 2960
Suggest : BUY on Dip
Area : 2976.00 – 2978.00
Target : 1) 2984.00 2) 2990.00
SL : 2970.00 (ideal 3-5 points di bawah 2966.00)

Alternatif : 
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3022 (neckline double bottom)
Opsi buy di 2956-2970 atau jika tembus di atas 3055
Switch to SELL jika tembus 2960
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar mengalami koreksi seiring dengan ketegangan perang dagang yang meningkat antara AS dengan China yang semakin memicu terjadinya pelambatan ekonomi serta kenaikan inflasi secara global. Ketegangan semakin memuncak antara AS dengan China setelah Presiden Trump kembali mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap China sebanyak 104% setelah China melawan kenaikan tarif reciprocal AS dengan nilai yang sama sebanyak 34%. Pemerintah di Beijing menolak kenaikan tersebut dan menganggap kenaikan tarif tersebut sebagai pemerasan dan akan melawan hingga akhir. Menteri Perdagangan AS – Jamieson Greer di depan senat AS mengatakan pemerintahan Trump tidak akan mengubahkan strategi kenaikan tarif impor sedikitpun dalam waktu dekat ini. Dengan ancaman kenaikan tarif impor terhadap China sebanyak 104% maka dipastikan inflasi akan melonjak dan menghambat pertumbuhan ekonomi global dengan kedua negara dengan ekonomi terbesar ini berseteru dan semakin besar potensi terjadinya resesi. Hal ini terlihat dari kurva yield obligasi pemerintah AS jangka 2 tahun dan jangka 10 tahun yang semakin melebar sebanyak 57 bps dan masih terus cenderung bergerak berlawanan arah. Saham-saham di Wall Street juga turun dengan indeks S&P 500 turun di bawah level 5.000 untuk pertama kali dalam hampir 1 tahun terakhir. Sebelumnya pasar cukup optimis akan terjadinya perubahan kenaikan tarif tersebut setelah sekretaris kabinet Gedung Putih mengatakan hampir 70 negara mitra dagang AS mengharapkan dimulainya negosiasi untuk mengurangi resiko ekonomi yang lebih buruk. Gubernur Fed San Fransisco - Mary Daly semalam mengatakan ekonomi saat ini masih kuat dan dampak dari kenaikan tarif Presiden Trump masih belum bisa dipastikan sehingga Fed tidak perlu terburu-buru dalam mengubah kebijakan moneternya. Meskipun ada kemungkinan inflasi kembali meningkat, namun dengan kebijakan yang seksama dan menumbuhkan kepercayaan yang tepat maka dampak tersebut dapat diredam. Berbeda dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan Fed akan bereaksi lebih agresif memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi dampak dari kenaikan impor AS yang akan segera berlaku. Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Mei nanti, dengan peluang hingga mendekati 65%. Dan spekulasi akan akumulasi pemangkasan hingga akhir tahun ini mencapai 100 bps atau 1.0% penuh. Malam ini akan dirilis nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu yang kemungkinan tidak akan berbeda jauh dengan pendapat pejabat Fed akhir-akhir ini yang masih diselimuti ketidakpastian akan dampak kenaikan tarif impor baru AS. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hanya pidato dari Gubernur Fed Richmond – Thomas Barkin.

Yen rebound cukup tajam terhadap dolar setelah Presiden Trump mengutus Menteri Keuangan – Scott Bessent langsung bukan perwakilan dagang untuk bernegosiasi dagang dengan perwakilan dari Jepang. Hal ini mengindikasikan adanya pembahasan pengaturan pergerakan mata uang Yen selain dari negosiasi perdagangan. Jepang yang pada awalnya dinilai akan terhindar dari kenaikan tarif impor ternyata tetap dikenakan kenaikan tarif sebanyak 24%. Yang langsung direspon langsung dengan percakapan Presiden Trump dengan Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba melalui telepon. Sementara Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda pagi ini mengatakan BOJ masih akan menganalisis dengan seksama bagaimana kenaikan tarif AS dapat mempengaruhi ekonomi dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter. Ueda siang ini dijadwalkan akan memberikan pidato di pada konferensi di Tokyo.

Euro juga rebound terhadap dolar dengan berita tercapainya koalisi pemerintahan di Jerman. Diberitakan bahwa Partai Konservatif dibawah kepemimpinan calon kanselir - Friedrich Merz mencapai kesepakatan dengan Partai Social Demokrat (SPD). Dengan koalisi ini diharapkan akan tercipta stabilitas politik yang lebih kondusif dan akan memberikan kemudahan di parlemen untuk melancarkan program kerja pemerintah yang baru nanti.  Sementara kekhawatiran akan tercapainya kesepakatan dagang dengan AS sepertinya akan terjadi dalam waktu dekat. Dengan dikenaikan tarif impor dari AS hanya dikenakan sebanyak 20% tidak sebanyak perkiraan semula. Kekhawatiran akan ancaman resesi global akibat kenaikan tarif ini membuat spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuan. Hal ini disepakati oleh Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) sekaligus pejabat ECB – Joachim Nagel yang mengatakan kenaikan tarif akan menyeret ekonomi secara global dan ECB akan bertindak untuk mendukung ekonomi, namun lebih penting lagi kesatuan di kawasan ini. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuan sehingga spekulasi di pasar menyebutkan akan ada 3 kali hingga 4 kali pemangkasan suku bunga acuan hingga akhir tahun nanti. Pertemuan moneter terdekat dijadwalkan pada pekan depan atau tepatnya pada 17 April dengan perkiraan akan memangkas suku bunga sebanyak 25 bps hingga 50 bps. Nagel juga menyepakati perkiraan ini dengan mengatakan akan membuat keputusan moneter, namun tidak menyebutkan seberapa besar pemangkasan yang akan diambil nanti. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling juga rebound seiring dengan pelemahan mata uang dolar secara umum. Presiden Trump memutuskan mengenakan kenaikan tarif impor hanya sebanyak 10% produk Inggris kecuali produk baja dan kendaraan bermotor sebanyak 25%. Menteri Keuangan – Rachel Reeves berencana mengadakan pertemuan dengan Menteri Keuangan AS – Scott Bessent dalam waktu dekat untuk membicarakan kerjasama baru dengan harapan penurunan kenaikan tarif tersebut. Sementara Gubernur Bank Sentral Inggris – Andrew Bailey memastikan bahwa kondisi pasar masih efektif dan kondisi moneter masih cukup solid. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Uni Eropa tidak terlepas dari tarif resiprokal Trump dan sejauh ini tidak ada rencana untuk negosiasi, cenderung menyiapkan tarif balasan -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar menguat dibanding Euro sehingga menekan Euro-> negatif untuk Euro
  • Uni Eropa mengancam akan balas tarif Trump, memicu kekhawatiran ketidakpastian ekonomi global -> berpotensi menekan Euro
  • Data Industrial Production Jerman dirilis lebih rendah dari ekspektasi, -1.3% vs -0.9%, dan turun dibanding sebelumnya 2.0% -> negatif untuk Euro
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
  • Switch to BUY jika tembus 1.10800
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10000– 1.10200
Target : 1) 1.09400 2) 1.08800
SL : 1.10800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
Switch to BUY jika tembus 1.10800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.28111 ditembus sehingga downtrend kemungkinan berbalik mendominasi
  • Dolar menguat dibanding GBP sehingga menekan GBP-> negatif untuk GBP
  • Pasar masih menunggu negosiasi Inggris dengan AS terkait tarif -> wait and see untuk GBP, positif jika disetujui, negatif jika tidak disetujui
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Switch to BUY jika harga tembus 1.30000
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.27000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.28400– 1.28600
Target : 1) 1.27800 2) 1.27200
SL : 1.29200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27000
Switch to BUY jika tembus 1.30000

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield naik, dolar ditutup menguat -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk USDJPY
  • Secara teknis, ada peluang untuk rebound dan diperkuat dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS yang masih berlanjut untuk sementara waktu-> positif untuk USDJPY
  • gara-gara tarif resiprokal, ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ berkurang untuk saat ini, sehingga potensi melemahkan Yen terhadap dolar
  • Tarif Trump memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi global dan membuat permintaan safe haven menguat, dan Yen diuntungkan dalam posisi tersebut (menguat terhadap dolar)-> negatif untuk USDJPY
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 148.200
  • Switch to SELL jika tembus 146.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 146.800 – 147.000
Target : 1) 147.600 2) 148.200
SL : 146.200

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 146.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 148.200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona coklat 3076-3107 saat ini menjadi resistance psikologis-> jika ditembus, bullish akan kembali lebih kuat
    b. Elliott wave kemungkinan diperkirakan sudah selesai dengan penurunan wave C sehingga penurunan saat ini berpotensi mulai terbatas-> ada peluang naik meski masih relatif terbatas
    c. Area hijau 2939-2952 kemungkinan support kuat, potensi demand kuat di area tersebut -> sejauh ini masih efektif, termasuk penurunan yang tertahan di 2956 tadi malam sehingga bisa dipertimbangkan mulai buy dekat zona tersebut
  • Di H1, ada potensi untuk naik bertahap didukung potensi bullish divergence, tapi harus waspada kenaikan yang terbatas karena profit taking untuk tutupi kerugian margin call di saham masih dominan
    a. Area Merah (3054-3063) diperkirakan sebagai zona supply saat ini sehingga sell masih bisa dilakukan di zona ini selama tidak ditembus
    b. Penurunan jangka pendek diharapkan terbatas di zona support 2954-2973, ekspektasi double bottom didukung RSI mulai oversold, tapi konfirmasi baru valid jika tembus di atas 3055 -> bertahap bisa mulai incar buy, tapi dengan target kenaikan masih terbatas
  • Tarif resiprokal menyebabkan kekhawatiran perang dagang meluas secara global, safe haven masih berpihak pada emas
  • Penurunan disebabkan profit taking dan likuidasi emas untuk tutupi kerugian di pasar saham sehingga kenaikan diperkirakan masih terbatas. Jika saham mulai stabil, maka emas akan kembali berpeluang naik bertahap
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi 4 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Short term SELL masih bisa dilakukan selama tidak naik di atas 3060-3070, potensi target terdekat 3050, terjauh 3000
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2978, target terdekat 2970, terjauh 2956
  • Opsi BUY jika tembus 3086 (atau dekat support 2956-2970, lebih lower risk), potensi terdekat 3092, terjauh 3105
Suggest : SELL on Rally
Area : 3026.00 – 3028.00
Target : 1) 3020 .00 2) 3014.00
SL : 3034.00 (ideal 3-5 points di atas 3035.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2978
Short term SELL selama harga di bawah 3060-3070
Opsi buy di 2956-2970 atau jika tembus di atas 3085
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Swiss Franc seiring dengan meningkatnya permintaan akan aset safe haven karena kekhawatiran akan resesi dunia akibat kenaikan tarif impor AS. Pekan lalu Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif impor reciprocal terhadap semua mitra dagangnya dan akan segera efektif berlaku pada 9 April nanti. Sejumlah mitra dagang sudah memberikan respon dengan meminta negosiasi dan ada juga yang melakukan pelawanan. Uni Eropa memberikan perlawanan dengan menaikkan tarif impor produk AS sebanyak 25%. Presiden Trump belum menunjukkan indikasi surut, bahkan memberikan ancaman kepada China akan menaikkan tarif impor hingga 50% jika China tidak membatalkan perlawanan kenaikan tarif sebanyak 34%-nya. Dan lebih dari 50 mitra dagang AS lebih memilih melakukan pendekatan negosiasi dengan Gedung Putih. Perang dagang ini dikhawatirkan akan memicu inflasi tinggi dan dapat menjadi ancaman akan terjadi resesi ekonomi secara global. JPMorgan Chase memperingatkan akan efek kenaikan tarif impor ini akan berdampak permanen dan manajer investasi Bill Ackman menyebut sebagai nuklir ekonomi di musim dingin. Di sisi lain dengan adanya potensi pelambatan ekonomi membuat spekulasi di pasar menunjukkan peluang Fed untuk lebih agresif memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi potensi pelambatan ekonomi akibat kenaikan tarif impor tersebut. Ekspektasi Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Mei meningkat hingga mendekati 65% dan spekulasi akan akumulasi pemangkasan hingga 100 bps atau 1.0% penuh hingga akhir tahun ini di bulan Desember mendatang. Meskipun ketua Fed – Jerome Powell pada hari Jumat lalu mengatakan masih terlalu dini bagi Fed untuk merespon agenda ekonomi Presiden Trump tersebut. Namun diakui bahwa kebijakan fiskal tersebut berpotensi akan memicu inflasi kembali naik dan menahan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan menyebutkan meningkatnya resiko pengangguran dan naiknya inflasi akan mempersulit target inflasi Fed 2%. Gubernur Fed - Adriana Kugler dalam pidato semalam mengatakan kenaikan tarif menjadi indikasi kenaikan inflasi walaupun untuk jangka pendek sedangkan untuk jangka panjang masih belum terukur.  Data inflasi CPI baru akan dirilis esok hari yang masih belum menggambarkan dampak dari kebijakan kenaikan tarif yang baru pekan lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi hanya pidato dari Gubernur Fed San Fransisco – Mary Daly yang juga merupakan anggota voting FOMC yang akan dicermati oleh pasar.

Yen juga berlanjut melemah terhadap dolar setelah sehari sebelumnya melemah cukup tajam hingga lebih dari 1.4%. Di luar perkiraan, Jepang yang sebelumnya dinilai akan terhindar dari kenaikan tarif impor ternyata tetap dikenakan kenaikan tarif sebanyak 24%. Pemerintah Jepang memberikan respon, namun diduga akan ada negosiasi ulang setelah Presiden Trump dalam telepon dengan Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba sepakat akan menunjuk menterinya untuk bernegosiasi. Bahkan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent sendiri secara khusus diutus untuk melakukan negosiasi termasuk pembahasan pergerakan mata uang dolar terhadap Yen. Biasanya yang menjadi utusan hanya perwakilan dari Menteri Perdagangan, namun dengan Besset menjadi indikasi akan lebih tertuju pada pergerakan mata uang Yen. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun pasar mengantisipasi perundingan dagang tersebut diatas dan juga pidato dari Gubernur Bank Sentral Jepang - Kazuo Ueda esok hari.

Euro terus tertekan terhadap dolar meskipun mendapat kenaikan tarif impor dari AS tidak sebanyak perkiraan. Dengan hanya dikenakan sebanyak 20% bahkan Uni Eropa tetap memberikan perlawanan kenaikan tarif yang lebih tinggi yaitu sebanyak 25%. Namun tarif tersebut masih fleksibel dan belum final dengan Uni Eropa terus terbuka untuk bernegosiasi seperti yang disampaikan oleh Presiden Komisi Eropa - Ursula von der Leyen. Seperti halnya Fed, ancaman akan resesi akibat kenaikan tarif ini membuat spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuan sehingga spekulasi di pasar menyebutkan akan ada 3 kali hingga 4 kali pemangkasan suku bunga acuan hingga akhir tahun nanti. Dengan pemangkasan terdekat pada 2 kali pertemuan berturut-turut dalam waktu dekat ini. Sejumlah pejabat ECB termasuk Gubernur Bank Sentral Italia - Pierro Cipollone, Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau dan Gubernur Bank Sentral Yunani - Yannis Stournaras meminta ECB untuk segera memangkas suku bunga acuan di tengah kondisi ekonomi saat ini dan tidak satupun yang menarik pendapatnya ketika kenaikan tarif Presiden Trump diumumkan. Sementara itu data industrial production di Jerman mengalami penurunan lebih dalam ke -1.3% yang lebih rendah dari perkiraan -0.9% dari periode sebelumnya 0.9%. Sedangkan surplus neraca perdagangan Jerman meningkat dari 16.2B menjadi 17.7B, namun tidak sebanyak perkiraan naik hingga 18.4B. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling juga masih melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam sebulan terakhir seiring dengan pengalihan aset menjadi safe haven. Kekhawatiran akan terjadinya resesi akibat perang dagang AS membuat pengalihan aset ini menjadi meningkat. Termasuk peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi pelambatan ekonomi secara global seperti halnya bank sentral dunia lainnya. Data penting di Inggris pekan ini baru akan dirilis pada hari Jumat nanti berupa pertumbuhan ekonomi GDP, neraca perdagangan dan industrial production dan manufacturing production.   

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Kenaikan terhambat karena tidak banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama pasca pengumuman tarif resiprokal Trump minggu lalu -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar menguat dibanding Euro sehingga menekan Euro-> negatif untuk Euro
  • Uni Eropa mengancam akan balas tarif Trump, memicu kekhawatiran ketidakpastian ekonomi global -> berpotensi menekan Euro
  • Fokus data Industrial Production Jerman jam 13.00 WIB
    a. Act > Exp = Euro naik -> switch to BUY
    b. Act < Exp = Euro turun -> pertahankan SELL
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
  • Switch to BUY jika tembus 1.10800
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09800– 1.10000
Target : 1) 1.09200 2) 1.08600
SL : 1.10600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
Switch to BUY jika tembus 1.10800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.28111, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
  • Dolar menguat dibanding GBP sehingga menekan GBP-> negatif untuk GBP
  • Pasar masih menunggu negosiasi Inggris dengan AS terkait tarif -> wait and see untuk GBP, positif jika disetujui, negatif jika tidak disetujui
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Switch to BUY jika harga tembus 1.30000
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 1.28400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29000– 1.29200
Target : 1) 1.28400 2) 1.27800
SL : 1.29800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28400
Switch to BUY jika tembus 1.30000

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield turun, dolar ditutup menguat -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk USDJPY
  • Secara teknis, daily dibuka gap down seiring permintaan safe haven yang saat ini menguntungkan Yen-> limited upside untuk USDJPY
  • Tarif Trump memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi global dan membuat permintaan safe haven menguat, dan Yen diuntungkan dalam posisi tersebut (menguat terhadap dolar)-> negatif untuk USDJPY
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.500
  • Switch to BUY jika tembus 148.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 146.800 – 147.000
Target : 1) 146.200 2) 145.600
SL : 147.600

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 148.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona coklat 3076-3107 ditembus dan tren jangka pendek berubah turun, saat ini menjadi resistance penentu kenaikan kembali-> jika ditembus, bisa pertimbangkan untuk switch to BUY kembali
    b. Elliott wave kemungkinan langsung berubah drastis sejak tembus area coklat, dan penurunan wave ABC (correction wave) sudah terjadi, dan diperkirakan penurunan wave C sudah selesai -> ada potensi penurunan mulai terbatas
    c. Area hijau 2939-2952 kemungkinan support kuat, potensi demand kuat di area tersebut -> bisa dipertimbangkan mulai buy dekat zona tersebut
  • Di H1, Elliott wave kemungkinan sudah memasuki koreksi ABC dan penurunan wave C cukup tajam sehingga ada potensi untuk siap-siap kembali naik bertahap
    a. Area Merah (3054-3063) diperkirakan sebagai zona supply saat ini sehingga sell masih bisa dilakukan di zona ini selama tidak ditembus
    b. Penurunan jangka pendek diharapkan terbatas di zona support 2954-2973, ekspektasi double bottom atau kembali rebound sebagai tren baru yang lebih kuat untuk kenaikan berikutnya karena RSI mulai oversold -> bertahap bisa mulai incar buy, tapi dengan target kenaikan masih terbatas
  • Tarif resiprokal menyebabkan kekhawatiran perang dagang meluas secara global, safe haven masih berpihak pada emas
  • Penurunan disebabkan profit taking dan likuidasi emas untuk tutupi kerugian di pasar saham, jika saham mulai stabil, maka emas akan kembali berpeluang naik bertahap
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh ekspektasi 4 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Short term SELL selama tidak naik di atas 3060-3070, potensi target terdekat 3050, terjauh 3000
  • Switch to BUY jika tembus 3086 (atau dekat support 2956-2970), potensi terdekat 3092, terjauh 3105
Suggest : SELL on Rally
Area : 3060.00 – 3062.00
Target : 1) 3054 .00 2) 3048.00
SL : 3068.00 (ideal 3-5 points di atas 3068.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3025
Short term SELL selama harga di bawah 3060-3070
Opsi buy di 2956-2970 atau jika tembus di atas 3085
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down