Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Dolar melemah dibanding Euro sehingga mendorong Euro-> positif untuk Euro
Uni Eropa mengancam akan balas tarif Trump, memicu kekhawatiran ketidakpastian ekonomi global -> berpotensi batasi kenaikan Euro
Data PMI services Jerman dan zona Euro sedikit lebih baik dibanding ekspektasi -> positif untuk Euro
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.10900
Switch to SELL jika tembus 1.09000
Suggest : BUY on Dip Area : 1.09800– 1.10000 Target : 1) 1.10600 2) 1.11200 SL : 1.09200
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.10900 Switch to SELL jika tembus 1.09000
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
MA 200 Daily saat ini di 1.28110, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
Dolar melemah dibanding GBP sehingga mendorong GBP-> positif untuk GBP
Pemerintah AS memberi indikasi pada Inggris bahwa mereka terbuka untuk membahas proposal Inggris untuk mengurangi tarif di bawah 10% -> positif untuk GBP
Data PMI services Inggris dirilis lebih rendah dari ekspektasi, tapi masih lebih tinggi dibanding sebelumnya, dan tetap di atas 50 (ekspansi) -> positif untuk GBP
Fokus data Construction PMI Inggris jam 15.30 WIB a. Act > Exp = GBP menguat -> pertahankan BUY b. Act < Exp = GBP melemah -> switch to SELL
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.29400
Suggest : BUY on Dip Area : 1.30200– 1.30400 Target : 1) 1.31000 2) 1.31600 SL : 1.29600
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500 Switch to SELL jika tembus 1.29400
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield dan dolar ditutup melemah -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
Secara teknis, daily menunjukkan penurunan yang masih dominan sehingga sampai saat ini kenaikan masih terbatas-> limited upside untuk USDJPY
Tarif Trump memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi global dan membuat permintaan safe haven menguat, dan Yen diuntungkan dalam posisi tersebut (menguat terhadap dolar)-> negatif untuk USDJPY
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.500
Switch to BUY jika tembus 148.400
Suggest : SELL on Rally Area : 147.000 – 147.200 Target : 1) 146.400 2) 145.800 SL : 147.800
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.400 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.500
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
Di H4, secara garis besar : a. zona coklat 3076-3107 terbukti masih efektif sebagai support psikologis dan area buy yang relatif lower risk -> kemungkinan masih bisa kembali dipertimbangkan sebagai area demand yang lebih baik jika terjadi koreksi kembali ke zona tersebut b. Elliott wave masih proses kelanjutan kenaikan dari wave 5 (tren utama di H4) c. Proyeksi berikutnya FE 100% di 3176 (small trend) atau FE 161.8% 3200 (big trend)
Di H1, Elliott wave kemungkinan sudah memasuki koreksi ABC dengan peluang penurunan terakhir wave C masih bisa terjadi hari ini a. Area Merah (3054-3063) diperkirakan sebagai zona stronger demand, lebih ideal buy di zona ini (jika terjadi swing low saat data NFP) b. Penurunan di bawah 3115 diperkirakan hanya koreksi singkat dan terbatas dan memicu reversal jangka pendek -> terbukti kembali rebound dengan cepat setelah turun ke 3054, menandakan uptren yang masih kuat dan koreksi turun kemungkinan sudah mulai berkurang c. Jangka pendek masih bisa sell selama tidak naik di atas 3125, tapi waspada dengan support 3054-3063 atau terdekat support 3080-3085!
Tarif resiprokal menyebabkan kekhawatiran perang dagang meluas secara global -> safe haven lebih kuat sehingga penurunan kemungkinan hanya bersifat sementara
Pasar akan menunggu reaksi dan respon negara-negara yang dikenakan resiprokal, terutama respon China yang paling ditunggu
Fokus data NFP dan Unemployment rate jam 19.30 WIB dan ISM services PMI jam 21.00 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/follow BUY
Fokus Pidato Powell jam 22.25 WIB a. Hawkish (tidak ada penurunan suku bunga/tidak melihat tanda-tanda resesi) = emas turun -> switch to SELL, tapi kemungkinan terbatas, karena kekhawatiran resesi menahan penurunan lebih lanjut b. Dovish (mengakui melambatnya ekonomi, tetap bergantung data ekonomi) = emas naik -> pertahankan BUY
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
Short term SELL selama tidak naik di atas 3120-3125, potensi target terdekat 3110, terjauh 3095
Suggest : BUY on Dip Area : 3083.00 – 3085.00 Target : 1) 3091 .00 2) 3097.00 SL : 3077.00 (ideal 3-5 points di bawah 3075.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3126 Short term SELL selama harga di bawah 3120-3125 Area ideal buy di zona merah (3054-3063)
CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Dolar melemah dibanding Euro sehingga mendorong Euro-> positif untuk Euro
Trump berlakukan tarif resiprokal 20% untuk Uni Eropa, memicu kekhawatiran perang dagang meluas secara global, seharusnya tekanan untuk Euro, tapi dolar melemah seiring penurunan imbal hasil Treasury AS dan menguntungkan Euro -> positif untuk Euro, tapi waspada kemungkinan kenaikan yang masih terbatas
Fokus data PMI services Jerman dan zona Euro jam 14.55 WIB dan 15.00 WIB a. Act > Exp = EUR menguat -> pertahankan BUY b. Act < Exp = EUR melemah -> switch to SELL
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09500
Switch to SELL jika tembus 1.07500
Suggest : BUY on Dip Area : 1.08400– 1.08600 Target : 1) 1.09200 2) 1.09800 SL : 1.07800
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09500 Switch to SELL jika tembus 1.07500
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
MA 200 Daily saat ini di 1.28084, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
Dolar melemah dibanding GBP sehingga mendorong GBP-> positif untuk GBP
Trump berlakukan tarif resiprokal 10% untuk Inggris, termasuk rendah jika dibanding Uni Eropa dan negara-negara sekutu lain -> positif untuk GBP
Fokus data PMI services Inggris jam 15.30 WIB a. Act > Exp = GBP menguat -> pertahankan BUY b. Act < Exp = GBP melemah -> switch to SELL
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.28600
Switch to BUY jika tembus 1.30200
Suggest : BUY on Dip Area : 1.29900– 1.30100 Target : 1) 1.30700 2) 1.31300 SL : 1.29300
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30700 Switch to SELL jika tembus 1.29000
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield ditutup bearish, dolar ditutup melemah -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
Secara teknis, daily menunjukkan penurunan yang masih dominan sehingga sampai saat ini kenaikan masih terbatas-> limited upside untuk USDJPY
Trump umumkan tarif resiprokal, membuat pasar cemas pada perang dagang yang meluas secara global, yen menguat sebagai safe haven juga karena ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ -> negatif untuk USDJPY
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.100
Switch to BUY jika tembus 150.000
Suggest : SELL on Rally Area : 148.200 – 148.400 Target : 1) 147.600 2) 147.000 SL : 149.000
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.100
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
Di H4, secara garis besar : a. zona coklat 3076-3107 terbukti efektif sebagai support psikologis dan area buy yang relatif lower risk -> kemungkinan bisa kembali dipertimbangkan sebagai area demand yang lebih baik jika terjadi koreksi kembali ke zona tersebut b. Elliott wave masih proses kelanjutan kenaikan dari wave 5 c. Proyeksi berikutnya FE 100% di 3176 (small trend) atau FE 161.8% 3200 (big trend)
Di H1, Elliott wave mulai masuk ke tren naik berikutnya (wave 5, naik bertahap) a. Kemungkinan memasuki wave 5 big trend, cenderung naik, dan jauh lebih kuat selama tetap di atas 3148 -> tetap prefer buy b. Area hijau (3115-3120) diperkirakan sebagai zona stronger demand, lebih ideal buy di zona ini (jika terjadi swing low saat data ISM Services) c. Penurunan di bawah 3115 diperkirakan hanya koreksi singkat dan terbatas dan memicu reversal jangka pendek
Tarif resiprokal menyebabkan kekhawatiran perang dagang meluas secara global -> safe haven lebih kuat
Pasar akan menunggu reaksi dan respon negara-negara yang dikenakan resiprokal, terutama respon China yang paling ditunggu
Fokus data Jobless claims jam 19.30 WIB dan ISM services PMI jam 21.00 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/follow BUY
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
Switch to SELL jika tembus 3115, potensi target terdekat 3105, terjauh 3095
Suggest : BUY on Dip Area : 3142.00 – 3144.00 Target : 1) 3150.00 2) 3156.00 SL : 3136.00 (ideal 3-5 points di bawah 3135.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3167 (higher risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3115 Area ideal buy di zona hijau (3115-3120)
CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Dolar masih lebih kuat dibanding Euro sehingga menekan Euro-> negatif untuk Euro
Pasar menunggu pengumuman tarif resiprokal yang akan diberlakukan untuk semua negara, pengumuman diharapkan Hari Kamis dinihari jam 04.00 WIB-> waspada volatilitas melebar saat pengumuman!
Ancaman perang dagang karena tarif semakin meningkat -> negatif untuk Euro
Tapi jika tarif yang diumumkan relatif lebih lunak, maka Euro berpotensi berbalik naik -> switch to BUY jika konfirm!
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07500
Switch to BUY jika tembus 1.08800
Suggest : SELL on Rally Area : 1.07900– 1.08100 Target : 1) 1.07300 2) 1.06700 SL : 1.08700
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07500 Switch to BUY jika tembus 1.08800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup doji, secara teori cenderung turun-> negatif untuk GBP
MA 200 Daily saat ini di 1.28060, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
Sampai saat ini, belum ada terdengar tarif diberlakukan untuk Inggris sehingga Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump-> penurunan relatif masih terbatas
Dolar masih lebih kuat dibanding GBP sehingga menekan GBP-> kemungkinan masih akan pengaruhi GBP di malam hari terutama setelah data AS nanti malam dan juga pengumuman atrif resiprokal
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.28600
Switch to BUY jika tembus 1.30200
Suggest : SELL on Rally Area : 1.29200– 1.29400 Target : 1) 1.28600 2) 1.28000 SL : 1.30000
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28600 Switch to BUY jika tembus 1.30200
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield ditutup bearish, dolar ditutup doji -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
Secara teknis, daily menunjukkan kenaikan masih di dalam zona orange resistance maksimal 151.20, MA 200 cukup dekat di 151.372 sehingga sampai saat ini kenaikan masih terbatas-> limited upside untuk USDJPY
Pasar masih menunggu pengumuman tarif, dan Yen berpotensi kembali diincar sebagai safe haven bersama emas ataupun obligasi -> negatif untuk USDJPY
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400
Switch to BUY jika tembus 150.800
Suggest : SELL on Rally Area : 150.000 – 150.200 Target : 1) 149.400 2) 148.800 SL : 150.800
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
Di H4, secara garis besar : a. zona coklat 3076-3107 sebagai support psikologis dan area buy yang relatif lower risk-> opsi buy di zona ini lebih ideal karena lebih rendah risiko b. Elliott wave masih proses kelanjutan kenaikan dari wave 5 c. Proyeksi berikutnya FE 100% di 3176
Di H1, Elliott wave mulai masuk ke tren naik berikutnya (wave 5, naik bertahap) a. Kemungkinan memasuki wave 5 big trend, cenderung naik, dan jauh lebih kuat jika berhasil tembus 3148 -> follow/pertahankan buy jika tembus 3148 b. Area hijau (3076-3095) diperkirakan sebagai zona stronger demand, lebih ideal buy di zona ini (jika terjadi swing low saat data ADP) c. Penurunan di bawah 3000 diperkirakan hanya koreksi singkat dan terbatas d. Penurunan di bawah FR 61.8% 3058 atau di bawah zona merah 3047-3053 diperkirakan reversal bearish jangka pendek
Ketidakpastian seputar tarif dan geopolitik masih positif untuk safe haven emas, dan pasar menunggu pengumuman tarif resiprokal jam 04.00 WIB (Kamis dinihari)
Tarif resiprokal (yang diantisipasi pasar 9-10%): a. jika tarif lebih besar dari yang diantisipasi (20%), maka Emas berpotensi naik -> pertahankan BUY b. jika tarif lebih kecil dari yang diantisipasi (9-10%), maka Emas berpotensi turun -> switch to SELL
Fokus data ADP jam 19.15 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/follow BUY
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
Switch to SELL jika tembus 3100, potensi target terdekat 3092, terjauh 3085
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3138, potensi terdekat 3145, terjauh 3160
Suggest : BUY on Dip Area : 3110.00 – 3112.00 Target : 1) 3118.00 2) 3124.00 SL : 3104.00 (ideal 3-5 points di bawah 3100.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3138 (higher risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3100 Area ideal buy di zona hijau (3076-3095)
CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
Dolar melemah sehingga mendorong Euro-> kemungkinan Euro masih akan bergantung dari dolar di malam hari, terutama saat data AS nanti malam
H4 potensi double top masih bisa berlanjut jika gagal tembus 1.08200, tapi saat ini resistance 1.07800 berhasil ditembus-> waspada kenaikan yang masih terbatas
Tarif Trump cukup keras untuk zona Euro, dan Prancis maupun Jerman berpotensi membalas sehingga ketidakpastian perdagangan cenderung berdampak negatif pada Euro -> waspada kenaikan terbatas
Tetap cermati dolar untuk potensi pergerakan berikutnya!
Tren bisa lanjut naik jika dolar lanjut melemah -> pertahankan BUY
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08100
Switch to SELL jika tembus 1.06800
Suggest : BUY on Dip Area : 1.07500– 1.07700 Target : 1) 1.08300 2) 1.08900 SL : 1.06900
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08100 Switch to SELL jika tembus 1.06800
CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD
Keterangan
Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
MA 200 Daily saat ini di 1.28022, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200, tapi akan turun jika tembus di bawah MA 200
Sampai saat ini, belum ada terdengar tarif diberlakukan untuk Inggris sehingga Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump-> penurunan relatif masih terbatas
Dolar kembali melemah sehingga mendorong GBP-> kemungkinan masih akan pengaruhi GBP di malam hari terutama setelah data AS nanti malam
Fokus data retail sales Inggris dan GDP jam 14.00 WIB a. Act > Exp = GBP naik -> pertahankan buy b. Act < Exp = GBP turun -> switch to sell
Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.29700
Switch to SELL jika tembus 1.28000 atau jika gagal tembus 1.30200
Suggest : BUY on Dip Area : 1.28800– 1.29000 Target : 1) 1.29600 2) 1.30200 SL : 1.28200
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29700 Switch to SELL jika tembus 1.28000 atau jika gagal tembus 1.30200
CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY
Keterangan
US Treasury yield ditutup bullish, dolar ditutup melemah -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
Candle daily USDJPY ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk USDJPY
Secara teknis, daily menunjukkan kenaikan masih di dalam zona orange resistance maksimal 151.20, MA 200 cukup dekat di 151.600 sehingga sampai saat ini kenaikan masih terbatas-> limited upside untuk USDJPY
Data inflasi menunjukkan kenaikan 2.9% y/y vs exp 2.7%, secara umum mendukung kenaikan suku bunga BOJ -> kemungkinan membatasi kenaikan USDJPY
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 151.600
Switch to SELL jika tembus 149.500
Suggest : BUY on Dip Area : 150.300 – 150.500 Target : 1) 151.100 2) 151.700 SL : 149.700
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 149.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 151.600
CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD
Keterangan
Pendukung bullish saat ini : a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman resesi)
Di H4, secara garis besar : a. zona coklat 2984-3001 sebagai support terjauh sampai sejauh ini masih cukup efektif -> Bisa jadi opsi buy berikutnya jika terjadi koreksi tajam hingga zona 3000-an b. Pola bullish penant konfirm sejak tembus resistance 3036 dan kenaikan juga mencerminkan kenaikan wave 5 pada small trend yang ada di grafik H4 -> area 3036-3040 area ideal untuk buy (lower risk) c. Ekspektasi wave 5 di kisaran 3100-an, asalkan tembus 3077 dan bullish tetap kuat selama harga bertahan di atas 3036-3040
Di H1, Elliott wave mulai masuk ke tren naik berikutnya (wave 5, naik bertahap) a. Dalam small trend (tahapan wave 5 big trend)saat ini diperkirakan berada pada wave 3 small trend sehingga bisa saja koreksi wave 4 lebih dulu (terbatas) sebelum akhirnya naik wave 5 -> cenderung naik, tetap incar buy b. Area terdekat 3055-2056 sebagai area support terdekat, bisa pertimbangan buy di sini, atau ideal (lower risk) di area 3036-3040 c. Kenaikan di atas 3077 menandakan tren naik lebih lanjut, membuka peluang 3100-an
Ketidakpastian seputar tarif dan geopolitik masih positif untuk safe haven emas, setidaknya bertahan sampai 2 April saat pengumuman resiprokal
Fokus data PCE dan personal spending jam 19.30 WIB a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan/follow BUY
Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
Switch to SELL jika tembus 3035, potensi target terdekat 3025, terjauh 3015
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3077, potensi terdekat 3085, terjauh 3100
Suggest : BUY on Dip Area : 3050.00 – 3052.00 Target : 1) 3058.00 2) 3064.00 SL : 3044.00 (ideal 3-5 points di bawah 3042.00)
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3077 (higher risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3035 Uptren lebih kuat selama bertahan di atas 3055/3056
Dolar bergerak mixed seiring dengan kekhawatiran akan dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS secara umum dan terutama di sektor otomobil yang baru saja diumumkan Presiden Trump sehari sebelumnya. Setelah sebelumnya sempat sedikit optimis akan perubahan sikap Trump yang mengatakan akan lebih fleksibel dalam kenaikan tarif impor. Presiden Trump mengumumkan akan mengenakan kenaikan impor sebanyak 25% terhadap kendaraan bermotor yang tidak diproduksi di AS dan akan segera diberlakukan bersamaan dengan kenaikan tarif impor produk lainnya yang sudah diumumkan sebelumnya. Tahun 2024 lalu AS mengimpor produk otomotif senilai $474 miliar termasuk mobil penumpang di dalamnya senilai $220 milyar. Dengan Mexico, Jepang, Korea Selatan. Kanada dan Jerman sebagai supplier terbesar bagi AS. Mitra dagang AS mulai dari Kanada hingga Prancis mengancam akan melakukan perlawanan, Perdana Menteri Kanada – Mark Carney mengatakan akan melawan kenaikan tarif impor otomobil ini, namun tidak menyebutkan secara spesifik tindakan apa yang akan diambil. Menteri Perdagangan Kanada – Doug Ford menghubungi Menteri Perdagangan AS - Howard Lutnick berharap untuk medapatkan keringanan dari kebijakan tersebut. Menteri Ekonomi Mexico juga sejak kemarin mencari jalan keluar dari agenda AS tersebut. Sedangkan pemerintah Inggris terus bernegosiasi secara intensif dengan pihak AS sebelum waktu pelaksanaan mulai dijalankan pekan depan. Jika tidak ada keringanan dari hasil pertemuan AS dengan mitra dagang, bukan tidak mungkin akan terjadi perang tarif yang lebih buruk dari yang diperkirakan. Yang berpotensi memicu kembali kenaikan inflasi dan akan berdampak terhadap pelambatan ekonomi secara global. Dan dipastikan Fed akan menahan suku bunga acuan saat ini untuk lebih lama lagi. Fundamental ekonomi domestik AS sendiri masih solid dengan data pertumbuhan ekonomi GDP mengalami kenaikan untuk kuartalan menjadi 2.4% yang lebih baik dari perkiraan stabil 2.3% sama seperti pada kuartal sebelumnya. Dan tekanan harga juga malah turun menjadi 2.3% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan 2.4%. Sedangkan di sektor tenaga kerja angka klaim pengangguran mengalami sedikit penurunan menjadi 224K yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti pekan sebelumnya 225K. Hal ini menunjukkan sektor tenaga kerja relatif masih solid meskipun dampak dari pengurangan pegawai federal yang direncanakan departemen efisiensi pemerintahan di bawah Elon Musk belum terlaksana. Begitu juga dampak dari agenda kenaikan tarif impor belum sampai di sektor tenaga kerja. Hari ini ada data indikasi inflasi dari sisi personal/rumah tangga yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) dan hasil survey dari University of Michigan.
Yen masih cenderung melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap Jepang karena nilai investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Namun kekhawatiran akan dampak dari agenda tersebut secara global membuat Bank Sentral Jepang (BOJ) menunda menaikkan suku bunga acuannya. Meski pada dasarnya pejabat BOJ masih berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Data inflasi terakhir yang dirilis pagi ini oleh BOJ menunjukkan indikasi masih cenderung meningkat lebih tinggi 2.4% dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.2%. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang.
Euro rebound terhadap dolar setelah sempat melemah dalam 6 hari berturut-turut seiring dengan rencana pemerintah Jerman menaikkan anggaran dan meningkatkan limit hutang. Sementara perang dagang dengan AS sepertinya tidak akan terhindarkan karena neraca perdagangan yang tidak seimbang. Dan dipastikan akan berdampak pada inflasi, namun diperkirakan hanya akan terbatas pada pertumbuhan di kawasan ini. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Prancis sekaligus Wakil Presiden ECB - Luis de Guindos. Dengan asumsi tersebut, ECB diperkirakan akan menurunkan laju pemangkasan suku bunga acuan. ECB diperkirakan hanya akan menurunkan suku bunga acuan hanya sampai 2.0% di bulan September mendatang yang lebih tinggi dari perkiraan semula hingga 1.75%. Pemulihan ekonomi di kawasan ini sepertinya akan tertunda karena faktor berbagai ketidakpastian yang berlangsung secara global menurut pejabat ECB - Isabel Schnabel. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga bergerak menguat seiring revisi anggaran dari Menteri Keuangan - Rachel Reeves agar tidak melampaui batas atas anggaran yang diijinkan. Selain itu Reeves juga mengusahakan perundingan dengan AS guna mendapat pengecualian dari kebijakan kenaikan tarif impor AS. Dengan mengajukan pemberian subsidi pada Tesla guna mendukung industri mobil listrik. Inggris merupakan pengekspor terbesar kedua ke AS setelah Uni Eropa dengan memasok mobil penumpang premium dan mewah senilai $9.8 miliar di tahun 2024 lalu. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP, neraca perdagangan dan retail sales.
Dolar bergerak menguat terhadap mata uang lainnya setelah Presiden Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor produk otomotif sebanyak 25% pagi ini. Kenaikan tarif ini akan segera efektif bersamaan dengan kenaikan tarif impor lainnya yaitu pada 2 April pekan depan. Keputusan ini semakin meningkatkan ketegangan perang tarif global di sektor industri otomobil yang akan berdampak akan menaikkan harga mobil dan menurunkan produksi. Dengan kenaikan tarif impor ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan negara seiring dengan tidak seimbangnya neraca perdagangan dengan mitranya. AS diketahui mengimpor produk otomotif di tahun 2024 senilai $474 miliar dengan senilai $220 miliar merupakan mobil penumpang. Dengan mitra penyedia terbesarnya yaitu Mexico, Jepang, Korea Selatan, Kanada dan Jerman. Presiden Trump memberi pengecualian jika produsen membuat kendaraan secara domestik maka tidak akan dikenakan tarif impor. Pasar masih mengharapkan pemberlakuan kenaikan tarif impor yang sebelumnya akan berubah dengan aturan yang lebih fleksibel pada saat diberlakukan 2 April nanti. Namun perlu diingat juga bahwa Presiden Trump yang dulu disebut Tariff Man tidak mudah menyerah sehingga bisa saja harapan pasar tersebut akan berakhir kecewa. Dan agenda kenaikan tarif impor ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi kembali meningkat. Sehingga sebagian investor memilih untuk mengantisipasi dengan mengalihkan asetnya pada safe haven termasuk mata uang dolar. Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari semalam mengatakan ketidakpastian seputar kenaikan tarif impor berpotensi menaikkan harga-harga dan memicu inflasi sehingga Fed perlu untuk mempertahankan suku bunga acuannya lebih lama lagi. Sejawatnya Gubernur Fed St. Louis - Alberto Musalem di tempat berbeda mengatakan resiko inflasi akan terus di atas target 2% Fed semakin tinggi dan bahwa bisa naik lagi seiring dengan kenaikan tarif impor AS. Spekulasi akan pemangkasan suku bunga acuan semakin menurun hingga di bawah 15% dengan hanya 13.6% dari pekan lalu yang mendekati 20% menurut CME FedWatch Tools. Data ekonomi berupa Durable Goods Order meski menurun dari periode sebelumnya 3.2% menjadi hanya 0.9%, namun masih lebih baik dari perkiraan turun -1.1%. Sedangkan data Core Durable Goods Order yang tidak menyertakan komponen dari sektor transportasi yang menyumbangkan persentasi terbesar mengalami peningkatan tajam dari 0.1% menjadi 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.2%. Peningkatan tajam ini disebabkan oleh pesanan yang melimpah untuk menghindari rencana kenaikan tarif impor Presiden Trump yang baru saja diumumkan tadi pagi. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP kuartalan dan neraca perdagangan serta laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen terus melemah terhadap dolar meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) masih berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Dalam nota pertemuan moneter sebelumnya hal ini juga menjadi bahasan utama. Dan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda kemarin mengatakan ada kewajiban untuk menaikkan lagi suku bunga acuan jika inflasi terus naik. Meskipun menurut Ueda ekspektasi inflasi dari sisi konsumen merupakan indikator yang lemah dari angka inflasi yang sesungguhnya, namun BOJ tidak mudah mengabaikan angka tersebut. Pejabat BOJ yang baru - Junko Koeda mengatakan suku bunga acuan saat ini terlalu rendah guna mengimbangi kenaikan inflasi yang didukung oleh upah yang meningkat tajam. Meski demikian kedua pejabat BOJ tersebut tidak menjelaskan kapan akan menaikkan suku bunga acuan. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang.
Euro terus melemah terhadap dolar menjelang diberlakukannya kenaikan tarif impor AS pekan depan. Uni Eropa menjadi target utama Presiden Trump karena neraca perdagangan yang tidak seimbang dengan menguntungkan pihak Uni Eropa. Presiden Trump menargetkan kenaikan tarif impor sebanyak 25%. Utusan dari komisi perdagangan Uni Eropa - Maros Sefcovic bertemu dengan Presiden Trump pada hari Selasa kemarin untuk menghindari kenaikan tarif impor yang terlalu banyak. Uni Eropa melakukan perlawanan akan kenaikan tarif impor AS dengan akan mengenakan kenaikan serupa terhadap produk-produk dari AS. Namun hingga saat ini masih belum ada hasil dari pertemuan tersebut. Hari ini ada data prakiraan ekonomi dari Komite Eropa.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar setelah Menteri Keuangan - Rachel Reeves memangkas anggaran belanja agar tidak melampaui batas anggaran yang diperbolehkan. Sebelum itu data inflasi di Inggris mengalami penurunan menjadi 2.8% yang lebih rendah dari perkiraan stabil 3.0% sama seperti periode sebelumnya. Dengan suku bunga acuan yang menurun, maka Bank Sentral Inggris (BOE) semakin tidak perlu menurunkan suku bunga acuannya. Terlebih dalam pemaparan proyeksi ekonomi Menteri Reeves menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi GDP tahun ini hanya menjadi 1.0%. Meskipun diperkirakan inflasi bisa naik lagi secara global akibat dari agenda kenaikan tarif impor AS. Hari ini tidak ada data ekonomi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.