logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar terus melemah seiring data di sektor tenaga kerja yang di bawah ambang batas dan pidato Ketua Fed yang semakin menegaskan tidak akan melanjutkan pemangkasan dalam waktu dekat ini. Laporan Non-Farm Payroll yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan terjadinya penambahan terisinya lapangan kerja hanya sebanyak 151K yang di bawah perkiraan 159K dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 143K menjadi hanya 125K. Angka yang masih jauh dari ambang batas 200K yang bisa dikategorikan sektor ini menguat. Sedangkan upah rata-rata turun 0.3% sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Sementara tingkat pengangguran mengalami kenaikan 4.1% lebih tinggi dari perkiraan stabil 4.0%. Dengan data-data ini semestinya semakin membuka peluang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunganya. Namun dalam pidatonya Ketua Fed mengatakan Fed akan sangat konservatif dan tidak akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini karena menunggu indikasi ekonomi yang lebih jelas akibat dampak agenda ekonomi Presiden Trump. Hal senada yang pernah disampaikan pada testimoni di depan Kongress beberapa waktu lalu. Meski demikian ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan masih sama yaitu sebanyak 3 kali 25 bps sepanjang tahun ini menurut LSEG calculations. Dan paling awal pemangkasan baru akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Pekan ini akan dirilis data inflasi dari sisi konsumen (CPI) dan dari sisi produsen (PPI) serta hasil survey dari University of Michigan berupa ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.

Yen masih cenderung menguat seiring dengan pelemahan mata uang dolar, meski peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini semakin memudar. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi global akibat agenda kenaikan tarif impor yang dikenakan oleh AS terhadap mitra dagangnya dikhawatirkan akan menciptakan guncangan ekonomi global. Bahkan sejumlah ahli ekonomi memperkirakan skenario terburuknya yaitu AS akan mengarah menuju resesi jika agenda tersebut diterapkan pada semua mitra dagangnya. Dengan kekhawatiran tersebut maka rencana kenaikan suku bunga oleh BOJ kemungkinan akan ditunda lebih lama. Meskipun inflasi di Jepang terus naik semakin menjauh dari target 2%. Kekhawatiran yang disampaikan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda tersebut pasca pertemuan G-10 pekan lalu. Pekan ini akan dirilis data neraca keuangan, leading indicator dan data pertumbuhan ekonomi GDP di Jepang.

Euro terus menguat terhadap dolar hingga mencapai level tertinggi dalam 4 bulan terakhir seiring dengan reformasi kebijakan fiskal pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman melakukan perubahan drastis kebijakan fiskalnya dari pembatasan anggaran sebelumnya dengan menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina. Stabilitas keamanan juga menjadi syarat yang diajukan oleh Presiden Trump untuk menghindari kenaikan tarif impor oleh AS. Pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan untuk kesekian kalinya. Dan juga menaikkan proyeksi inflasi dari sebelumnya 2.1% menjadi 2.3% yang membuat ekspektasi langkah ECB berikutnya pada bulan April nanti hanya akan mempertahankan suku bunga acuannya. Pekan ini ada data neraca perdagangan dan data inflasi di Jerman, kepercayaan investor dari Sentix, dan industrial production untuk Uni Eropa keseluruhan serta pidato dari Presiden ECB dan Gubernur Bank Sentral Jerman.

Poundsterling juga masih menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar oleh sentimen positif di daratan Eropa. Prospek perdamaian di Ukraina yang sebelumnya meredup akibat dihentikannya bantuan dari AS, kembali memberikan harapan setelah negara-negara di Eropa bersatu untuk membantu Ukraina. Selain itu rencana peningkatan anggaran militer untuk pertahanan yang ditingkatkan diharapkan akan meningkatkan stabilitas keamanan yang menjamin pertumbuhan ekonomi. Dengan neraca perdagangan yang seimbang dengan AS, Inggris berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS selain itu juga kebanyakan ekspor Inggris berada di sektor jasa. Meskipun demikian Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya agar tercipta stabilitas keamanan di Eropa.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Dolar lanjut melemah pasca rilis data NFP, menguntungkan bagi Euro -> positif untuk Euro
  • Minggu ini relatif sepi data ekonomi high impact dari zona Euro sehingga akan bergantung pada dolar AS
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' untuk saat ini relatif berkurang
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09000
  • Switch to SELL jika tembus 1.07000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.07900– 1.08100
Target : 1) 1.08700 2) 1.09300
SL : 1.07300

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09000
Switch to SELL jika tembus 1.07000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.27880, dan harga berhasil menjauh di atas MA 200, potensi naik masih dominan selama tidak tembus kembali di bawah MA 200
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Minimnya data Inggris yang signifikan membuat GBP bergantung pada USD sepanjang minggu ini
  • Dolar melemah lebih lanjut setelah rilis NFP Jumat sehingga menguntungkan bagi GBP
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.29600
  • Switch to SELL jika tembus 1.28000
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.28800 – 1.29000
Target : 1) 1.29600 2) 1.30200
SL : 1.28200

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29600
Switch to SELL jika tembus 1.28000

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan dolar ditutup turun -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup doji, secara teori ada potensi rebound-> positif untuk USDJPY, tapi kenaikan kemungkinan berpeluang terbatas
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ tetap kuat sehingga membatasi kenaikan USDJPY -> cenderung negatif untuk USDJPY
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.700
  • Switch to BUY jika tembus 149.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 147.800 – 148.000
Target : 1) 147.200 2) 146.600
SL : 148.600

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 149.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.700

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona ungu 2884-2894 masih sebagai support psikologis yang terdekat -> opsi buy idealnya di zona ini (lebih lower risk) => sejauh ini masih menjadi support psikologis yang ideal/lower risk
    b. Jika ungu tembus, maka MA200 H4 2864 akan menjadi target, bisa ubah strategi menjadi SELL, tapi mendekati MA 200 segera exit karena dikhawatirkan tidak tembus MA 200 -> diperkirakan demand yang lebih kuat bisa terjadi tepat di zona MA 200 tersebut
  • Di H1, zona hijau kisaran 2884-2889 masih jadi support psikologis
    a. Opsi buy ideal dilakukan di zona hijau atau dekat zona hijau -> cukup ideal/lower risk sejauh ini sebagai area buy (SL di bawah 2880), tapi SELL bisa dipertimbangkan juga jika terjadi penurunan di bawah zona hijau tersebut
    b. zona coklat 2932-2944 adalah resistance psikologis -> jika tembus, bullish lebih kuat, tapi jika gagal tembus, maka kenaikan akan kembali tertahan
    c. Area 2832-2840 kemungkinan menjadi support terakhir jika terjadi penurunan ekstrim -> bisa kembali pertimbangkan buy di zona ini (jika terjadi penurunan tajam di bawah zona hijau)
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Fokus minggu ini : Tarif Trump, data CPI, hasil pertemuan tahunan parlemen China
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2875, potensi target terdekat 2864, terjauh 2854
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929, potensi terdekat 2936, terjauh 2948
Suggest : BUY on Dip
Area : 2898– 2900.00
Target : 1) 2906.00 2) 2912.00
SL : 2892.00 (ideal 3-5 points di bawah 2890.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929
Switch to SELL jika tembus 2875
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar terus melemah dengan indeks dolar terhadap 6 mata uang utama turun dalam 4 hari terakhir ke level terendah dalam 4 bulan terakhir menjelang laporan Non-Farm Payroll yang akan dirilis malam ini. Pelemahan dolar terjadi seiring dengan perubahan kebijakan Presiden Trump yang 2 hari sebelumnya menetapkan kenaikan tarif impor terhadap Kanada dan Mexico sebanyak 25% kemudian semalam menunda selama 1 bulan mendatang. Pelintiran alur kebijakan yang berubah drastis dalam waktu singkat ini membuat pelaku pasar menjadi tidak senang. Sehingga mengalihkan aset-asetnya kepada safe haven lainnya yaitu mata uang Yen dan Swiss Franc. Selain itu agenda kenaikan tarif impor membuat kebanyakan perusahaan yang sangat bergantung pada ekspor dan impor akan terdampak. Belum lagi aksi respon dari mitra dagang AS yang terkena kenaikan tarif yang akan semakin memperburuk kondisi ekonomi secara keseluruhan. Fundamental ekonomi juga menunjukkan aktifitas ekonomi mulai menurun dengan data PHK dari 17 agen tenaga kerja yang dikompilasi oleh firma Challenger, Gray & Christmas terdapat sejumlah 62K PHK dan proyeksi kenaikan PHK sebanyak 245% sekitar 172K seiring dengan rencana pemangkasan pagawai federal oleh Departemen Efisiensi Pemerintah di bawah pimpinan Elon Musk. Angka terendah sejak Juli 2020 di tengah pandemi covid-19 yang lalu bahkan belum pernah terlihat dalam 2 kali resesi yang terjadi sebelumnya. Sedangkan laporan mingguan klaim pengangguran berkurang sebanyak 21K sehingga rata-rata klaim pengangguran menjadi 221K lebih rendah dari perkiraan sebanyak 235K. Data lain berupa impor di bulan Januari mengalami peningkatan tajam seiring dengan melonjaknya volume sebelum dikenakan kenaikan tarif yang membuat defisit neraca perdagangan mencapai rekor tertinggi sehingga akan mengurangi pertumbuhan ekonomi GDP di kuartal pertama tahun ini. Hari ini data sektor tenaga kerja terpenting yaitu Non-Farm Payroll dengan perkiraan sedikit meningkat dari 143K menjadi hanya 159K yang di bawah ambang 200K yang bisa dikategorikan kondisi sektor ini masih kuat bersamaan dengan data tingkat pengangguran dan upah rata-rata. Selain itu malam ini juga akan ada pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk ketuanya - Jerome Powell yang akan dicermati pasar.

Yen semakin menguat seiring dengan dolar yang terus melemah hingga menyentuh level terendah dalam 5 bulan terakhir dan level terendah dalam 3 bulan terakhir terhadap Swiss Franc. Ekspektasi akan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya juga menjadi sentimen postitif unutk mata uang Yen dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun ada kemungkinan untuk ditunda seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan akibat kenaikan tarif impor AS. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda pekan lalu menyampaikan hal tersebut dan akan lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Jepang kemungkinan besar akan terhindar dari agenda kenaikan tarif impor seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pekan depan.

Euro menguat tajam terhadap dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir pasca pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin malam. Dalam pertemuan moneter tersebut, ECB memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan untuk kesekian kalinya. Selain itu ECB juga menaikkan proyeksi inflasi dari sebelumnya 2.1% menjadi 2.3% yang membuat ekspektasi langkah ECB berikutnya pada bulan April nanti hanya akan mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu ECB juga menyambut baik rencana pemerintah Jerman yang menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan juga akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina yang sudah diberikan oleh pemerintah AS sebelumnya. Presiden ECB - Christine Lagarde menyambut baik hal ini dan mencermati waktu pelaksanaannya yang akan disinkronkan dengan kebijakan moneter sehingga mendapatkan hasil yang maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan terutama dampaknya terhadap inflasi.

Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar seiring dengan sentimen positif juga di daratan Eropa. Prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa dan rencana peningkatan anggaran militer untuk pertahanan yang ditingkatkan diharapkan akan meningkatkan stabilitas keamanan yang menjamin pertumbuhan ekonomi. Inggris sendiri juga berencana meningkatkan anggaran militernya untuk memenuhi permintaan AS agar tercipta stabilitas keamanan di Eropa. Dengan neraca perdagangan yang seimbang dengan AS, Inggris berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS selain itu juga kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup shooting star, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • ECB pangkas suku bunga 25 bps sesuai ekspektasi tapi tidak berkomitmen untuk suku bunga tertentu = cenderung less dovish atau ke arah hawkish -> positif untuk Euro (Euro sempat lanjutkan kenaikan, tapi terhenti di malam hari beberapa jam pasca pengumuman)
  • Pernyataan Lagarde yang menilai adanya faktor ketidakpastian yang pengaruhi pertumbuhan ekonomi -> negatif untuk Euro
  • Perlu perhatikan data NFP AS nanti malam.
    a. Jika data membuat penguatan dolar berlanjut, maka Euro cenderung turun
    b. Jika data membuat dolar melemah lebih lanjut, maka Euro berpotensi menguat -> switch to BUY!
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' untuk saat ini relatif berkurang
  • Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07400
  • Switch to BUY jika tembus 1.08800
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08000– 1.08200
Target : 1) 1.07400 2) 1.06800
SL : 1.08800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07400
Switch to BUY jika tembus 1.08800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup shooting star, secara teori cenderung turun-> negatif untuk GBP
  • MA 200 Daily saat ini di 1.27860. Jika ditembus, maka peluang penurunan kembali dominan. Jika gagal tembus, maka GBP masih punya peluang naik
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Perlu perhatikan data NFP AS nanti malam.
    a. Jika data membuat penguatan dolar berlanjut, maka GBP cenderung turun
    b. Jika data membuat dolar melemah lebih lanjut, maka GBP berpotensi menguat -> switch to BUY!
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow SELL jika harga tembus 1.27800
  • Switch to BUY jika tembus 1.29800
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29000 – 1.29200
Target : 1) 1.28400 2) 1.27800
SL : 1.29800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27800
Switch to BUY jika tembus 1.29800

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield dan dolar ditutup turun -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
  • Kenaikan terbukti terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat -> cenderung negatif untuk USDJPY
  • Pasar akan mencermati NFP AS nanti malam, cek reaksi US Treasury Yield 10-tahun untuk potensi arah USDJPY saat data!
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.400
  • Switch to BUY jika tembus 149.600
Suggest : SELL on Rally
Area : 148.400 – 148.600
Target : 1) 147.800 2) 147.200
SL : 149.200

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 149.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona ungu 2884-2894 sebagai support psikologis saat ini yang terdekat -> opsi buy idealnya di zona ini (lebih lower risk) => sejauh ini masih menjadi support psikologis yang ideal/lower risk
    b. Jika ungu tembus, maka support terakhir adalah zona coklat 2832-2853, dan diperkirakan demand lebih kuat di zona ini -> bisa pertimbangkan buy di zona ini jika turun di bawah area ungu
  • Di H1, zona hijau kisaran 2884-2889 jadi support psikologis
    a. Opsi buy bisa dilakukan di zona hijau atau dekat zona hijau -> opsi utama, cukup ideal/lower risk sejauh ini sebagai area buy, tapi SELL bisa dipertimbangkan juga jika terjadi penurunan di bawah zona hijau tersebut
    b. zona coklat 2932-2944 adalah resistance psikologis -> jika tembus, bullish lebih kuat, tapi jika gagal tembus, maka kenaikan akan kembali tertahan
    c. Area 2832-2840 kemungkinan menjadi support terakhir jika terjadi penurunan ekstrim -> bisa kembali pertimbangkan buy di zona ini
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Fokus data Non Farm Payrolls dan unemployment rate di jam 20.30 WIB
    a. Act > Exp = Emas turun -> switch to SELL
    b. Act < Exp = Emas naik -> pertahankan BUY
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2870/2872, potensi target terdekat 2864, terjauh 2854
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929, potensi terdekat 2936, terjauh 2948
Suggest : BUY on Dip
Area : 2885– 2887.00
Target : 1) 2893.00 2) 2899.00
SL : 2879.00 (ideal 3-5 points di bawah 2878.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929
Switch to SELL jika tembus 2872
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk Euro
  • Belum banyak perubahan signifikan di sisi fundamental, terutama kondisi ekonomi Euro yang melambat -> negatif untuk Euro, waspada kenaikan terbatas
  • Risiko dari Rusia dan hubungan dengan dukungan pertahanan AS yang seharusnya menurun, Kanselir Jerman yang akan datang, Friedrich Merz, telah mengajukan sebuah rencana untuk memastikan pendanaan pertahanan yang berkelanjutan -> positif untuk Euro
  • Ukraina membuka isyarat siap tandatangan kesepakatan mineral dengan AS -> positif untuk Euro jika terjadi kesepakatan yang mengarah pada perdamaian Rusia-Ukraina
  • Data PMI Services zona Euro dirilis lebih rendah dari ekspektasi, 50.6 vs 50.7 -> negatif untuk Euro
  • Fokus pengumuman suku bunga ECB jam 20.15 WIB, exp. cut 25 bps
    a. Cut 25 bps + ECB hawkish = Euro naik -> pertahankan buy
    b. Cut 25 bps + ECB dovish = Euro turun -> switch to SELL
  • Ancaman tekanan mendekati level 'parity' untuk saat ini relatif berkurang
  • Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08600
  • Switch to SELL jika tembus 1.06300
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.07200– 1.07400
Target : 1) 1.08000 2) 1.08600
SL : 1.06600

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08600
Switch to SELL jika tembus 1.06300

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16
Keterangan
  • Daily candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik-> positif untuk GBP
  • MA 200 Daily berhasil ditembus, konfirm bullish lebih lanjut selama tetap di atas MA 200 -> MA 200 saat ini menjadi support di 1.27860, jika tembus di bawah MA 200, maka switch strategi menjadi SELL!
  • Secara global, Inggris diuntungkan karena minim dampak dari kebijakan tarif Trump, tapi secara umum kondisi fundamental domestik belum suportif dengan meningkatnya biaya energi di Inggris -> kenaikan relatif masih terbatas
  • Risiko dari Rusia dan hubungan dengan dukungan pertahanan AS yang seharusnya menurun, Kanselir Jerman yang akan datang, Friedrich Merz, telah mengajukan sebuah rencana untuk memastikan pendanaan pertahanan yang berkelanjutan -> positif untuk GBP
  • Fokus data PMI Construction Inggris jam 16.30 WIB
    a. Act > Exp = GBP naik -> pertahankan BUY
    b. Act < Exp = GBP turun -> switch to SELL
  • Waspada dengan range pergerakan yang terbatas, sehingga sebaiknya cukup incar
    target kecil kisaran 30-50 poin saja untuk trading harian!
  • Pertahankan/follow BUY jika harga tembus 1.29600
  • Switch to SELL jika tembus 1.27400
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.28400 – 1.28600
Target : 1) 1.29200 2) 1.29800
SL : 1.27800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29600
Switch to SELL jika tembus 1.27400

CHART TECHNICAL ANALYSIS USDJPY

slide17
slide18
Keterangan
  • US Treasury yield rebound dan dolar ditutup turun -> USDJPY biasanya lebih cenderung searah dengan US Treasury Yield
  • Candle daily USDJPY ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk USDJPY
  • Kenaikan kemungkinan terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat -> waspada zona resistance 151/152!
  • Faktor penguatan Yen (USDJPY turun) didukung oleh :
    1) Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat, 2) US Treasury Yield Turun
  • Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.400
  • Switch to BUY jika tembus 150.500
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.800 – 150.000
Target : 1) 149.200 2) 148.600
SL : 150.600

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD

slide19
slide20
slide21
Keterangan
  • Pendukung bullish saat ini :
    a. Pembelian oleh PBOC & bank sentral global masih kuat
    b. Kebijakan longgar dan ekspektasi stimulus fiskal China berpotensi mendukung emas
    c. ketidakpastian ekonomi dan geopolitik -> tarif Trump, potensi perang dagang
  • Di H4, secara garis besar :
    a. zona ungu 2884-2894 sebagai support psikologis saat ini yang terdekat -> opsi buy idealnya di zona ini (lebih lower risk) => TERBUKTI MASIH EFEKTIF BERTAHAN!
    b. Jika ungu tembus, maka support terakhir adalah zona coklat 2832-2853, dan diperkirakan demand lebih kuat di zona ini -> bisa pertimbangkan buy di zona ini jika turun di bawah area ungu
  • Di H1, zona hijau kisaran 2884-2889 jadi support psikologis
    a. Opsi buy bisa dilakukan di zona hijau atau dekat zona hijau -> opsi terakhir, cukup ideal jika terjadi penurunan di bawah 2900 kembali
    b. zona coklat 2932-2944 adalah resistance psikologis -> jika tembus, bullish lebih kuat, tapi jika gagal tembus, maka peluang turun/swing low bisa kembali terjadi
  • Di sisi lain geopolitik reda = oil turun -> inflasi bisa tetap rendah -> suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield) cenderung turun -> diikuti dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed -> negatif untuk emas jangka pendek, tapi positif untuk emas medium term
  • Fokus data Jobless claims di jam 20.30 WIB
    a. Act < Exp = Emas turun -> switch to SELL
    b. Act > Exp = Emas naik -> pertahankan BUY
  • Tetap waspada volatilitas cukup lebar karena Trump cenderung berubah-ubah!
  • Medium term cenderung masih tetap bullish didukung oleh 2 penurunan suku bunga Fed di 2025, permintaan bank sentral dan investor yang masih kuat, kembalinya PBOC melakukan pembelian sejak November 2024, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik (termasuk ancaman perang dagang)
  • Switch to SELL jika tembus 2875, potensi target terdekat 2864, terjauh 2854
  • Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930, potensi terdekat 2936, terjauh 2945
Suggest : BUY on Dip
Area : 2910.00– 2912.00
Target : 1) 2918.00 2) 2924.00
SL : 2904.00 (ideal 3-5 points di bawah 2900.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930
Switch to SELL jika tembus 2875
channels4 banner
bebas biaya tambahan, raih banyak peluang! (2)

Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan ketidakpastian dampak dari agenda kenaikan suku bunga acuan Presiden Trump. Setelah tetap memberlakukan kenaikan tarif impor terhadap Kanada dan Mexico sesuai yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu 25% dan bahkan menaikan sebanyak 2 kali lipat terhadap China menjadi 20%. Dampak terburuk yang paling dikhawatirkan adalah potensi akan terjadi resesi karena inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Bahkan skenario terburuk menurut pakar ekonomi yaitu peluang resesi mencapai 42%. Dengan kemungkinan tersebut maka akan semakin terbuka peluang dari Fed untuk meneruskan pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun kenaikan tarif ini masih belum dapat dipastikan bahwa akan permanen ataukah masih dapat dinegosiasikan. Namun dalam testimoni di Kongres semalam, Trump mengumumkan menunda kenaikan tarif di sektor otomotif selama 1 bulan berikutnya yang hanya terbatas pada kendaraan yang dibuat di AS. Penundaan ini dilakukan setelah mendapat tekanan dari pimpinan General Motor dan Ford serta Stellantis. Sementara itu aktifitas ekonomi di AS masih terus positif dengan data PMI di sektor jasa dari ISM meningkat dari 52.8 menjadi 53.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 52.6. Dengan komponen tenaga kerja dari data tersebut naik secara signifikan dari 52.3 menjadi 53.9. Begitu pula dengan data factory order juga meningkat tajam menjadi 1.7% sesuai perkiraan periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari -0.9% menjadi -0.6%. Sementara data dari sektor tenaga kerja berbeda 180 derajat dengan data terisinya lapangan kerja swasta ADP yang berkurang drastis dari 186K menjadi hanya 77K yang jauh di bawah perkiraan hanya turun 141K. Hari ini masih ada data di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran dan data yang lebih penting baru akan dirilis esok hari yaitu Non-Farm Payroll.

Yen juga menguat terhadap dolar seiring dengan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih berencana akan menaikkan suku bunga acuannya yang dijadwalkan pada pertemuan moneter yang akan dilaksanakan pekan depan. Walaupun ada kemungkinan akan tetap ditunda seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan akibat kenaikan tarif impor AS. Sehingga lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Walaupun Jepang kemungkinan besar akan terhindar dari agenda kenaikan tarif impor seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan.

Euro semakin menguat terhadap mata uang dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir atau sejak November 2024 yang lalu. Seiring dengan rencana pemerintahan baru Jerman yang menganggarkan dana senilai lebih kurang €500 juta untuk dipergunakan sebagai dana militer dan infrastruktur yang dapat mengurangi potensi ketegangan perdagangan global yang memanas saat ini. Selain itu potensi tercapainya perdamaian di Ukraina menjadi sentimen positif untuk aset-aset berdenominasi Euro. Selain itu pemerintah China juga berencana merilis stimulus guna menangkis potensi lesunya aktifitas ekonomi global seiring agenda kenaikan tarif impor AS. Kedua stimulus ini semakin memberi ruang lebar bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. ECB dijadwalkan akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter hari ini dengan pemangkasan sebanyak 25 bps. Dengan perkiraan masih akan melanjutkan pemangkasan berikutnya seiring dengan ekonomi yang belum pulih. Hasil pertemuan moneter akan diumumkan malam ini pada pukul 20:15 WIB dan diikuti dengan konferensi pers dari Presiden ECB - Christine Lagarde 30 menit kemudian. Beberapa jam sebelumnya akan dirilis data Retail Sales.

Poundsterling masih terus menguat terhadap dolar seiring prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa menjadi sentimen positif juga di daratan Eropa. Inggris juga berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS karena neraca perdagangan keduanya yang seimbang dan kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa. Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya mengikuti saran Presiden Trump untuk meningkatkan pertahanan bagi negara di kawasan Eropa. Meskipun data PMI sektor jasa di Inggris sedikit mengalami penurunan menjadi 51.0 dari perkiraan stagnan sama seperti sebelumnya 51.1. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) semalam dalam dengar pendapat di depan parlemen sepakat masih ada ruang untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down