Dolar terus melemah seiring data di sektor tenaga kerja yang di bawah ambang batas dan pidato Ketua Fed yang semakin menegaskan tidak akan melanjutkan pemangkasan dalam waktu dekat ini. Laporan Non-Farm Payroll yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan terjadinya penambahan terisinya lapangan kerja hanya sebanyak 151K yang di bawah perkiraan 159K dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 143K menjadi hanya 125K. Angka yang masih jauh dari ambang batas 200K yang bisa dikategorikan sektor ini menguat. Sedangkan upah rata-rata turun 0.3% sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Sementara tingkat pengangguran mengalami kenaikan 4.1% lebih tinggi dari perkiraan stabil 4.0%. Dengan data-data ini semestinya semakin membuka peluang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunganya. Namun dalam pidatonya Ketua Fed mengatakan Fed akan sangat konservatif dan tidak akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini karena menunggu indikasi ekonomi yang lebih jelas akibat dampak agenda ekonomi Presiden Trump. Hal senada yang pernah disampaikan pada testimoni di depan Kongress beberapa waktu lalu. Meski demikian ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan masih sama yaitu sebanyak 3 kali 25 bps sepanjang tahun ini menurut LSEG calculations. Dan paling awal pemangkasan baru akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Pekan ini akan dirilis data inflasi dari sisi konsumen (CPI) dan dari sisi produsen (PPI) serta hasil survey dari University of Michigan berupa ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.
Yen masih cenderung menguat seiring dengan pelemahan mata uang dolar, meski peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini semakin memudar. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi global akibat agenda kenaikan tarif impor yang dikenakan oleh AS terhadap mitra dagangnya dikhawatirkan akan menciptakan guncangan ekonomi global. Bahkan sejumlah ahli ekonomi memperkirakan skenario terburuknya yaitu AS akan mengarah menuju resesi jika agenda tersebut diterapkan pada semua mitra dagangnya. Dengan kekhawatiran tersebut maka rencana kenaikan suku bunga oleh BOJ kemungkinan akan ditunda lebih lama. Meskipun inflasi di Jepang terus naik semakin menjauh dari target 2%. Kekhawatiran yang disampaikan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda tersebut pasca pertemuan G-10 pekan lalu. Pekan ini akan dirilis data neraca keuangan, leading indicator dan data pertumbuhan ekonomi GDP di Jepang.
Euro terus menguat terhadap dolar hingga mencapai level tertinggi dalam 4 bulan terakhir seiring dengan reformasi kebijakan fiskal pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman melakukan perubahan drastis kebijakan fiskalnya dari pembatasan anggaran sebelumnya dengan menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina. Stabilitas keamanan juga menjadi syarat yang diajukan oleh Presiden Trump untuk menghindari kenaikan tarif impor oleh AS. Pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan untuk kesekian kalinya. Dan juga menaikkan proyeksi inflasi dari sebelumnya 2.1% menjadi 2.3% yang membuat ekspektasi langkah ECB berikutnya pada bulan April nanti hanya akan mempertahankan suku bunga acuannya. Pekan ini ada data neraca perdagangan dan data inflasi di Jerman, kepercayaan investor dari Sentix, dan industrial production untuk Uni Eropa keseluruhan serta pidato dari Presiden ECB dan Gubernur Bank Sentral Jerman.
Poundsterling juga masih menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar oleh sentimen positif di daratan Eropa. Prospek perdamaian di Ukraina yang sebelumnya meredup akibat dihentikannya bantuan dari AS, kembali memberikan harapan setelah negara-negara di Eropa bersatu untuk membantu Ukraina. Selain itu rencana peningkatan anggaran militer untuk pertahanan yang ditingkatkan diharapkan akan meningkatkan stabilitas keamanan yang menjamin pertumbuhan ekonomi. Dengan neraca perdagangan yang seimbang dengan AS, Inggris berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS selain itu juga kebanyakan ekspor Inggris berada di sektor jasa. Meskipun demikian Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya agar tercipta stabilitas keamanan di Eropa.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.07900– 1.08100 Target : 1) 1.08700 2) 1.09300 SL : 1.07300 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09000 Switch to SELL jika tembus 1.07000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.28800 – 1.29000 Target : 1) 1.29600 2) 1.30200 SL : 1.28200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29600 Switch to SELL jika tembus 1.28000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 147.800 – 148.000 Target : 1) 147.200 2) 146.600 SL : 148.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 149.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.700 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2898– 2900.00 Target : 1) 2906.00 2) 2912.00 SL : 2892.00 (ideal 3-5 points di bawah 2890.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929 Switch to SELL jika tembus 2875 |

Dolar terus melemah dengan indeks dolar terhadap 6 mata uang utama turun dalam 4 hari terakhir ke level terendah dalam 4 bulan terakhir menjelang laporan Non-Farm Payroll yang akan dirilis malam ini. Pelemahan dolar terjadi seiring dengan perubahan kebijakan Presiden Trump yang 2 hari sebelumnya menetapkan kenaikan tarif impor terhadap Kanada dan Mexico sebanyak 25% kemudian semalam menunda selama 1 bulan mendatang. Pelintiran alur kebijakan yang berubah drastis dalam waktu singkat ini membuat pelaku pasar menjadi tidak senang. Sehingga mengalihkan aset-asetnya kepada safe haven lainnya yaitu mata uang Yen dan Swiss Franc. Selain itu agenda kenaikan tarif impor membuat kebanyakan perusahaan yang sangat bergantung pada ekspor dan impor akan terdampak. Belum lagi aksi respon dari mitra dagang AS yang terkena kenaikan tarif yang akan semakin memperburuk kondisi ekonomi secara keseluruhan. Fundamental ekonomi juga menunjukkan aktifitas ekonomi mulai menurun dengan data PHK dari 17 agen tenaga kerja yang dikompilasi oleh firma Challenger, Gray & Christmas terdapat sejumlah 62K PHK dan proyeksi kenaikan PHK sebanyak 245% sekitar 172K seiring dengan rencana pemangkasan pagawai federal oleh Departemen Efisiensi Pemerintah di bawah pimpinan Elon Musk. Angka terendah sejak Juli 2020 di tengah pandemi covid-19 yang lalu bahkan belum pernah terlihat dalam 2 kali resesi yang terjadi sebelumnya. Sedangkan laporan mingguan klaim pengangguran berkurang sebanyak 21K sehingga rata-rata klaim pengangguran menjadi 221K lebih rendah dari perkiraan sebanyak 235K. Data lain berupa impor di bulan Januari mengalami peningkatan tajam seiring dengan melonjaknya volume sebelum dikenakan kenaikan tarif yang membuat defisit neraca perdagangan mencapai rekor tertinggi sehingga akan mengurangi pertumbuhan ekonomi GDP di kuartal pertama tahun ini. Hari ini data sektor tenaga kerja terpenting yaitu Non-Farm Payroll dengan perkiraan sedikit meningkat dari 143K menjadi hanya 159K yang di bawah ambang 200K yang bisa dikategorikan kondisi sektor ini masih kuat bersamaan dengan data tingkat pengangguran dan upah rata-rata. Selain itu malam ini juga akan ada pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk ketuanya - Jerome Powell yang akan dicermati pasar.
Yen semakin menguat seiring dengan dolar yang terus melemah hingga menyentuh level terendah dalam 5 bulan terakhir dan level terendah dalam 3 bulan terakhir terhadap Swiss Franc. Ekspektasi akan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya juga menjadi sentimen postitif unutk mata uang Yen dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun ada kemungkinan untuk ditunda seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan akibat kenaikan tarif impor AS. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda pekan lalu menyampaikan hal tersebut dan akan lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Jepang kemungkinan besar akan terhindar dari agenda kenaikan tarif impor seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pekan depan.
Euro menguat tajam terhadap dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir pasca pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin malam. Dalam pertemuan moneter tersebut, ECB memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan untuk kesekian kalinya. Selain itu ECB juga menaikkan proyeksi inflasi dari sebelumnya 2.1% menjadi 2.3% yang membuat ekspektasi langkah ECB berikutnya pada bulan April nanti hanya akan mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu ECB juga menyambut baik rencana pemerintah Jerman yang menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan juga akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina yang sudah diberikan oleh pemerintah AS sebelumnya. Presiden ECB - Christine Lagarde menyambut baik hal ini dan mencermati waktu pelaksanaannya yang akan disinkronkan dengan kebijakan moneter sehingga mendapatkan hasil yang maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan terutama dampaknya terhadap inflasi.
Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar seiring dengan sentimen positif juga di daratan Eropa. Prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa dan rencana peningkatan anggaran militer untuk pertahanan yang ditingkatkan diharapkan akan meningkatkan stabilitas keamanan yang menjamin pertumbuhan ekonomi. Inggris sendiri juga berencana meningkatkan anggaran militernya untuk memenuhi permintaan AS agar tercipta stabilitas keamanan di Eropa. Dengan neraca perdagangan yang seimbang dengan AS, Inggris berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS selain itu juga kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08000– 1.08200 Target : 1) 1.07400 2) 1.06800 SL : 1.08800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07400 Switch to BUY jika tembus 1.08800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29000 – 1.29200 Target : 1) 1.28400 2) 1.27800 SL : 1.29800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27800 Switch to BUY jika tembus 1.29800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.400 – 148.600 Target : 1) 147.800 2) 147.200 SL : 149.200 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 149.600 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2885– 2887.00 Target : 1) 2893.00 2) 2899.00 SL : 2879.00 (ideal 3-5 points di bawah 2878.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2929 Switch to SELL jika tembus 2872 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 1.07200– 1.07400 Target : 1) 1.08000 2) 1.08600 SL : 1.06600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08600 Switch to SELL jika tembus 1.06300 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.28400 – 1.28600 Target : 1) 1.29200 2) 1.29800 SL : 1.27800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29600 Switch to SELL jika tembus 1.27400 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.800 – 150.000 Target : 1) 149.200 2) 148.600 SL : 150.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2910.00– 2912.00 Target : 1) 2918.00 2) 2924.00 SL : 2904.00 (ideal 3-5 points di bawah 2900.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930 Switch to SELL jika tembus 2875 |

Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan ketidakpastian dampak dari agenda kenaikan suku bunga acuan Presiden Trump. Setelah tetap memberlakukan kenaikan tarif impor terhadap Kanada dan Mexico sesuai yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu 25% dan bahkan menaikan sebanyak 2 kali lipat terhadap China menjadi 20%. Dampak terburuk yang paling dikhawatirkan adalah potensi akan terjadi resesi karena inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Bahkan skenario terburuk menurut pakar ekonomi yaitu peluang resesi mencapai 42%. Dengan kemungkinan tersebut maka akan semakin terbuka peluang dari Fed untuk meneruskan pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun kenaikan tarif ini masih belum dapat dipastikan bahwa akan permanen ataukah masih dapat dinegosiasikan. Namun dalam testimoni di Kongres semalam, Trump mengumumkan menunda kenaikan tarif di sektor otomotif selama 1 bulan berikutnya yang hanya terbatas pada kendaraan yang dibuat di AS. Penundaan ini dilakukan setelah mendapat tekanan dari pimpinan General Motor dan Ford serta Stellantis. Sementara itu aktifitas ekonomi di AS masih terus positif dengan data PMI di sektor jasa dari ISM meningkat dari 52.8 menjadi 53.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 52.6. Dengan komponen tenaga kerja dari data tersebut naik secara signifikan dari 52.3 menjadi 53.9. Begitu pula dengan data factory order juga meningkat tajam menjadi 1.7% sesuai perkiraan periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari -0.9% menjadi -0.6%. Sementara data dari sektor tenaga kerja berbeda 180 derajat dengan data terisinya lapangan kerja swasta ADP yang berkurang drastis dari 186K menjadi hanya 77K yang jauh di bawah perkiraan hanya turun 141K. Hari ini masih ada data di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran dan data yang lebih penting baru akan dirilis esok hari yaitu Non-Farm Payroll.
Yen juga menguat terhadap dolar seiring dengan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih berencana akan menaikkan suku bunga acuannya yang dijadwalkan pada pertemuan moneter yang akan dilaksanakan pekan depan. Walaupun ada kemungkinan akan tetap ditunda seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan akibat kenaikan tarif impor AS. Sehingga lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Walaupun Jepang kemungkinan besar akan terhindar dari agenda kenaikan tarif impor seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan.
Euro semakin menguat terhadap mata uang dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir atau sejak November 2024 yang lalu. Seiring dengan rencana pemerintahan baru Jerman yang menganggarkan dana senilai lebih kurang €500 juta untuk dipergunakan sebagai dana militer dan infrastruktur yang dapat mengurangi potensi ketegangan perdagangan global yang memanas saat ini. Selain itu potensi tercapainya perdamaian di Ukraina menjadi sentimen positif untuk aset-aset berdenominasi Euro. Selain itu pemerintah China juga berencana merilis stimulus guna menangkis potensi lesunya aktifitas ekonomi global seiring agenda kenaikan tarif impor AS. Kedua stimulus ini semakin memberi ruang lebar bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. ECB dijadwalkan akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter hari ini dengan pemangkasan sebanyak 25 bps. Dengan perkiraan masih akan melanjutkan pemangkasan berikutnya seiring dengan ekonomi yang belum pulih. Hasil pertemuan moneter akan diumumkan malam ini pada pukul 20:15 WIB dan diikuti dengan konferensi pers dari Presiden ECB - Christine Lagarde 30 menit kemudian. Beberapa jam sebelumnya akan dirilis data Retail Sales.
Poundsterling masih terus menguat terhadap dolar seiring prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa menjadi sentimen positif juga di daratan Eropa. Inggris juga berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS karena neraca perdagangan keduanya yang seimbang dan kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa. Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya mengikuti saran Presiden Trump untuk meningkatkan pertahanan bagi negara di kawasan Eropa. Meskipun data PMI sektor jasa di Inggris sedikit mengalami penurunan menjadi 51.0 dari perkiraan stagnan sama seperti sebelumnya 51.1. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) semalam dalam dengar pendapat di depan parlemen sepakat masih ada ruang untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



