Dolar melonjak tajam terhadap mata uang lainnya dengan persentase kenaikan terbanyak dalam 2 bulan terakhir setelah Presiden Trump mengkonfirmasi akan diberlakukannya kenaikan tarif terhadap Kanada dan Mexico pekan depan. Trump mengatakan tidak ada penundaan lagi karena membanjirnya narkoba yang masuk AS dari 2 negara tersebut. Perdana Menteri Kanada - Justin Trudeau merespon kenaikan tersebut dengan mengatakan akan bertindak tegas dan segera terhadap kebijakan AS tersebut. Trump juga mengindikasikan kenaikan tarif yang sama sebanyak 25% terhadap kendaraan dan barang lainnya dari Eropa. Selain itu, Trump melakukan langkah yang tidak terduga berupa pembatalan izin operasi perusahaan minyak AS Chevron di Venezuela yang membuat kekhawatiran akan terkendalanya suplai minyak mentah. Ketidakpastian dan masih simpang siurnya informasi akan dampak dari kenaikan tarif tersebut membuat permintaan akan aset safe haven meningkat termasuk mata uang dolar. Sebelumnya dolar sempat tertekan setelah data di sektor tenaga kerja menunjukkan peningkatan sebanyak 242K yang melampaui perkiraan 221K dan data periode sebelumnya direvisi sedikit naik dari 219K menjadi 220K. Sementara data pertumbuhan ekonomi GDP hanya meningkat 2.3% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 2.8%. Dengan indikasi inflasi atau indeks harga dari data GDP mengalami kenaikan menjadi 2.4% yang lebih tinggi dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 2.2%. Sedangkan data Durable Goods Order naik dari 3.1% melampaui perkiraan naik 2.0% dari periode sebelumnya yang juga direvisi membaik dari -2.2% menjadi -1.8%. Data-data ini semakin mempersempit peluang akan langkah pemangkasan suku bunga acuan oleh Fed meskipun ekspektasi akan langkah tersebut masih sama seperti sebelumnya. Gubernur Fed Cleveland - Beth Hammack juga menegaskan kebijakan moneter yang tepat saat ini adalah untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan. Begitu pula pendapat Gubernur Fed Philadelphia - Patrick Harker untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu sampai terdapat kejelasan arah laju inflasi. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi personal/rumah tangga yang lebih sering dipakai oleh Fed dalam pengambilan keputusan moneternya yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) dengan perkiraan mengalami kenaikan yang semakin mempertebal peluang Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk beberapa waktu lebih lama lagi. Selain itu juga ada data Personal Income/Spending dan data Chicago PMI.
Yen mengalami koreksi terhadap dolar seiring komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda yang memperingatkan akan ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat akan dihadapi oleh sejumlah negara. Meskipun peluang semakin besar BOJ akan menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut dan BOJ juga akan mengawasi pergerakan mata uang Yen dengan lebih ketat lagi. BOJ juga cukup yakin jika tidak terjadi pertentangan antara menguatnya yen dengan positifnya data ekonomi. Hal ini dimaksudkan bahwa penguatan mata yen disertai dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik sehingga sangat memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berikutnya di Jepang. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini sebanyak 25 bps.
Euro melemah terhadap dolar dengan penurunan terbanyak sejak 2 Januari lalu seiring dengan rencana Presiden Trump akan mengenakan penambahan tarif impor produk dari Eropa dengan kenaikan yang fleksibel di kisaran 25% terutama terhadap produk otomotif. Belum ada tanggapan dari pihak Uni Eropa perihal tindakan yang akan diambil untuk antisipasi agenda tersebut. Sementara itu terjadinya galat teknis dalam sistem penyelesaian perdagangan yang cukup mengganggu transaksi senilai triliunan Euro juga menjadi sentimen negatif di pasar. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka pada pekan depan. Seiring dengan kondisi ekonomi yang masih buruk dan potensi kenaikan inflasi akibat dari agenda ekonomi Presiden Trump tersebut. Dalam nota pertemuan moneter ECB bulan lalu disebutkan meskipun kecenderungan inflasi yang tinggi saat ini akan bertahan lebih lama dari yang perkirakan dan ECB masih optimis bahwa inflasi masih dalam toleransi yang dapat diterima. Hari ini ada data inflasi CPI, Retail Sales dan data dari sektor tenaga kerja di Jerman.
Poundsterling juga terkoreksi seiring dengan rencana kenaikan tarif Presiden Trump terhadap Eropa dengan kemungkinan Inggris juga tidak akan terkecuali. Meski belum ada kepastian akan hal tersebut sebelum ada hasil dari kunjungan Perdana Menteri - Keir Starmer ke AS dalam pekan ini. Pasar juga masih menunggu kebijakan ekonomi dan fiskal baru dari Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang baru akan diumumkan pada 26 Maret mendatang. Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dan menunggu data ekonomi yang lebih banyak lagi dan juga mempertimbangkan dampak dari kenaikan tarif AS terhadap ekonomi global. Hari ini ada data indeks harga perumahan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04800– 1.05000 Target : 1) 1.04200 2) 1.03600 SL : 1.05600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000 Switch to BUY jika tembus 1.05800 Ascending Triangle berpotensi gagal karena support ditembus |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.26100 – 1.26300 Target : 1) 1.26900 2) 1.27500 SL : 1.25500 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26900 Switch to SELL jika tembus 1.25000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.500 – 149.700 Target : 1) 148.900 2) 148.300 SL : 150.300 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2901.00– 2903.00 Target : 1) 2909.00 2) 2915.00 SL : 2895.00 (ideal 3-5 points di bawah 2893.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930 Switch to SELL jika tembus 2888 Area hijau masih efektif! |

Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya seiring DPR AS meloloskan rancangan pengurangan pajak Presiden Trump. Dengan DPR AS yang dikuasai oleh mayoritas dari Partai Republik pendukung Presiden Trump meloloskan pemotongan pajak senilai $4.5 triliun yang kemungkinan besar juga akan mendapat persetujuan Senat dimana suara mayoritas juga dari Partai Republik. Rancangan pengurangan pajak ini memang lebih ditujukan untuk menguntungkan korporasi. DIharapkan masih ada lagi insentif lainnya seperti kemudahan regulasi seperti yang dicanangkan dalam kampanye pilpres lalu. Dengan demikian insentif ini menjadi sentimen positif untuk sentimen yang diharapkan akan memacu perekonomian lebih laju. Selain itu juga permintaan akan aset safe haven termasuk dolar juga meningkat seiring dengan ketidakpastian seputar adanya kemungkinan penundaan lagi soal kenaikan tarif impor. Seiring dengan segera diberlakukannya kenaikan tarif impor produk-produk dari tetangga terdekatnya Kanada dan Mexico pekan depan. Meskipun Presiden Trump dalam pertemuan Kabinet mengatakan kenaikan tarif impor terhadap mitra dagang lainnya ditetapkan akan mulai efektif pada 2 April mendatang. Namun pejabat Gedung Putih mengatakan khusus terhadap Kanada dan Mexico tenggat waktu masih sama pada 4 Maret nanti. Khusus terhadap China, Presiden Trump menyampaikan akan membatasi ketat investasi China pada sektor yang strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan dan studi luar angkasa. Kekhawatiran baru muncul seiring dengan peluang dilakukannya pengurangan pegawai pemerintahan federal atas inisiasi dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah pimpinan Elon Musk. Sementara itu perdamaian di Ukraina menjadi penting bagi AS setelah mendapatkan konsesi atas hasil mineral negara ini. Ukraina mengkonfirmasi kebenaran perihal tersebut dan rencana Presiden Volodymyr Zelensky untuk berkunjung ke Washington pada hari Jumat nanti untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut. Dengan adanya kepentingan AS di Ukraina sepertinya bisa menjadi penyelesaian konflik yang sudah berlangsung 3 tahun lebih tersebut. Dengan pemerintah Ukraina tunduk pada AS dan Rusia tidak akan sembarang lagi melakukan serangan ke wilayah Ukraina. Dari data ekonomi di sektor perumahan mengalami penurunan seiring dengan tingkat suku bunga yang masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu mendatang. Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan seperti yang diucapkan oleh Gubernur Fed Richmond - Tom Barkin mengatakan kondisi yang tidak menentu saat ini akan membuat Fed perlu berhati-hati dalam memutuskan kebijakan moneternya dan akan terus memantau dengan pendekatan wait-n-see hingga inflasi betul-betul sudah searah dengan yang diharapkan yaitu mendekati target 2%. Meski demikian spekulasi akan langkah pemangkasan Fed sepanjang tahun ini semakin meningkat dari sebelumnya dari 40 bps meningkat menjadi 55 bps. Dan pemangkasan tidak akan dilakukan hingga pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dan juga data Durable Goods Order serta pidato dari sejumlah pejabat Fed.
Yen terus berlanjut menguat terhadap dolar mendekati level terendah sebelumnya pada pekan lalu yang mendekati angka terendah sejak 11 Oktober tahun lalu. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) terus menjadi pemicu penguatan mata uang Yen. Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional - Atsushi Mimura kemarin mengatakan tidak terjadi pertentangan antara menguatnya yen dengan positifnya data ekonomi. Hal ini dimaksudkan penguatan mata uang yen seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik sehingga sangat memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berikutnya di Jepang. Pertumbuhan ekonomi masih cukup baik dan tekanan inflasi terus meningkat hingga data terakhir menunjukkan angka inflasi mencapai 4%. Mimura juga menegaskan kebijakan mata uang Jepang terus diawasi termasuk keputusan untuk melakukan intervensi jika diperlukan guna menekan pergerakan mata uang yen yang terlalu volatil. Sementara Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan BOJ akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi kembali turun mendekati target 2%. Bahkan BOJ sudah menaikkan target inflasi dari sebelumnya 1.9% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini sebanyak 25 bps.
Euro masih terus cenderung tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan agenda kenaikan tarif impor AS yang menargetkan Uni Eropa secara khusus. Selain itu kondisi ekonomi di Jerman sebagai negara dengan kontribusi terbesar yang belum pulih setelah pertumbuhan ekonomi GDP yang cenderung stagnan seperti yang sudah dirilis sehari sebelumnya. Data malam ini juga menunjukkan sentimen konsumen yang terus menurun menjadi -24.7 yang jauh lebih buruk dari perkiraan membaik -21.7 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi semakin menurun dari -22.4 menjadi -22.6. Partai pemenang pemilu yang sekaligus mendapatkan hak untuk menduduki jabatan Kanselir Jerman justru mengesampingkan reformasi fiskal yang diharapkan untuk memacu perekonomian menjadi sentimen negatif di pasar. Hari ini ada data inflasi CPI di Spanyol, Proyeksi ekonomi dari Komisi Eropa dan nota pertemuan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu.
Poundsterling masih cenderung menguat seiring dengan optimisme Menteri Keuangan - Rachel Reeves meyakini terjadi peningkatan yang signifikan buat perdagangan dan investasi antara Inggris dengan AS di masa depan. Perdana Menteri - Keir Starmer dijadwalkan akan mengunjungi Washington untuk kunjungan resmi tentu saja juga akan membahas perundingan perihal agenda kenaikan tarif. Presiden Trump di awal bulan lalu berpikir akan mengusahakan dan bekerjasama perihal tarif bersama dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Revees juga akan mengumumkan kebijakan ekonomi dan fiskal baru pada 26 Maret mendatang. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Swati Dhingra mengatakan kebijakan moneter BOE akan disesuaikan dengan kenaikan tarif dan pembatasan perdagangan lainnya yang bisa mengganggu rantai supply serta kenaikan biaya lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dollar kembali melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan data ekonomi menunjukkan sentiment konsumen mengalami penurunan ke level terendah dalam 3.5 tahun terakhir atau sejak Agustus 2021 seiring dengan pesimisme rakyat AS akan agenda ekonomi Presiden Trump. Indeks kepercayaan konsumen turun dari 104.1 menjadi 98.3 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 102.7. Kekhawatiran akan pelambatan ekonomi dan kenaikan inflasi semakin meningkat seiring dengan berakhirnya masa tenggang kenaikan tarif impor yang diberikan kepada Kanada dan Mexico pada pekan depan. Presiden Trump mengatakan tidak ada lagi penundaan kenaikan tarif terhadap Kanada dan Mexico yang akan efektif pada 1 Maret nanti. Dengan kenaikan tarif impor ini harga barang yang berasal dari 2 negara ini akan mengalami kenaikan di pasar domestik AS. Yang dapat berdampak pada kenaikan barang substitusi yang serupa. Selain itu juga ada kekhawatiran baru berupa kemungkinan dilakukannya pengurangan pegawai pemerintahan federal atas inisiasi dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah pimpinan oleh Elon Musk. Menteri Keuangan - Scott Bessent menyampaikan argumentasi bahwa saat ini kondisi ekonomi dalam keadaan rapuh daripada sekedar data ekonomi seiring dengan suku bunga yang masih volatile, inflasi yang tetap membandel dan prospek tenaga kerja di sektor pemerintahan yang sedang bereformasi meskipun mendukung kenaikan tarif impor sebagai sumber pendapatan yang penting bagi negara. Dengan kondisi ini akan semakin mempersempit ruang gerak bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuan. Gubernur Fed Richmond- Tom Barkin mengatakan kondisi yang tidak menentu saat ini akan membuat Fed semakin berhati-hati dan akan memantau dengan pendekatan wait-n-see hingga inflasi betul-betul sudah searah dengan yang diharapkan yaitu mendekati target 2% baru kemudian Fed akan mengambil keputusan moneter. Meski demikian spekulasi akan langkah pemangkasan Fed sepanjang tahun ini semakin meningkat dari sebelumnya hanya 40 bps meningkat menjadi 50 bps. Sementara itu Presiden Trump kembali menyampaikan akan membatasi investasi China pada sektor yang strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan dan studi luar angkasa. Awal Januari tahun lalu China meluncurkan kecerdasan buatan DeepSeek yang berhasil melampaui kecerdasan buatan milik AS ChatGPT dengan anggaran yang jauh lebih rendah. Hal ini membuat investor mempertanyakan anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk pengembangan kecerdasan buatan dinilai tidak maksimal. Sementara itu perdamaian di Ukraina sepertinya dimanfaatkan oleh AS untuk mendapatkan konsesi atas hasil mineral negara ini. Hal ini membuat ketegangan diantara pihak-pihak yang bertikai yang sudah berjalan selama 3 tahun terakhir. Hari ini hanya ada data di sektor perumahan.
Yen kembali menguat terhadap dolar hingga level terendah dalam 4.5 tahun terakhir di 148.56 setelah pelaku pasar Jepang kembali ke pasar setelah sehari sebelumnya libur. Prospek kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) masih menjadi pemicu penguatan mata uang Yen dalam beberapa waktu belakangan ini. Sejumlah pejabat BOJ juga sudah menyuarakan perluanya kenaikan suku bunga acuan guna menahan laju inflasi di Jepang yang terus cenderung meningkat. Data inflasi terakhir di Jepang melonjak hingga mencapai 4.0% dari periode sebelumnya 3.7%. Siang ini BOJ akan merilis data inflasi internal dengan perkiraan 1,9% menjadi 2.0% masih dalam target, namun juga cenderung meningkat. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda menegaskan bahwa BOJ memungkinkan untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka panjang.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar meski optimisme masih mewarnai pasar setelah pemilu di Jerman di akhir pekan lalu sesuai dengan ekspektas pasar. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor oleh AS menjadi sentimen negatif karena Uni Eropa menjadi target utama oleh Presiden Trump terlebih setelah masa tenggang di negara Kanada dan Mexico berakhir dan tidak ada lagi penundaan sehingga perhatian selanjutnya akan tertuju pada Uni Eropa. Neraca perdagangan yang tidak seimbang antara AS dan Uni Eropa membuat Presiden Trump merasa harus mengambil tindakan. Meskipun masih belum ada wacana seberapa banyak tambahan kenaikan tarif yang akan dikenakan. Ditambah lagi dengan pemenang pemilu yang akan menjadi Kanselir Jerman yang baru - Friedrich Merz mengesampingkan pembatasan limit hutang atau dikenal dengan “debt brake” yang selama ini menjadi kendala dalam mengelola anggaran pemerintahan. Merz juga mengatakan masih terlalu dini untuk meminta parlemen yang sedang berjalan saat ini untuk meloloskan permintaan kenaikan anggaran militer yang cukup masif. Sebelumnya pasar menantikan kebijakan fiscal yang baru termasuk penghapusan debt brake dan juga potensi penambahan dana untuk pertahanan militer. Dari data ekonomi pertumbuhan GDP di Jerman masih stagnan -0.2% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data sentiment konsumen dari GfK.
Poundsterling menguat terhadap dolar maupun Euro seiring dengan rencana Perdana Menteri - Keir Starmer yang akan menaikan anggaran militer sebanyak 2.5% dari GDP pada tahun 2027 mendatang dan menargetkan selanjutnya di angka 3% GDP. Dengan harapan kenaikan anggaran ini akan memperkuat stabilitas keamanan di Eropa. Presiden Trump mensyaratkan stabilitas keamanan bagi mitra dagangnya untuk menjaga keberlangsungan tersedianya pasokan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sekaligus rencana berkunjung ke AS bertemu dengan Presiden Trump untuk berunding perihal tersebut. Data Realized Sales meski mengalami peningkatan dari -24 menjadi -23, namun tidak sebagus yang diharapkan -21. Sementara Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill tidak membahas perihal kebijakan moneter dalam pidato semalam. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.04800– 1.05000 Target : 1) 1.05600 2) 1.06200 SL : 1.04200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05400 Switch to SELL jika tembus 1.04000 Double Top gagal, cenderung Ascending Triangle |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.26100 – 1.26300 Target : 1) 1.26900 2) 1.27500 SL : 1.25500 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26900 Switch to SELL jika tembus 1.25000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 148.600 2) 148.000 SL : 150.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2902.00– 2904.00 Target : 1) 2910.00 2) 2916.00 SL : 2896.00 (ideal 3-5 points di bawah 2893.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2944 Switch to SELL jika tembus 2888 |

[sseopress_breadcrumbs]
Dolar bergerak menguat setelah sempat terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang lainnya dengan agenda kenaikan tarif impor AS yang baru. Presiden Trump mengumumkan hampir menutup kesepakatan mineral dengan Ukraina dengan bekerjasama dengan Presiden Prancis - Emmanuel Macron sekaligus mengakhiri perang Ukraina, meski masih belum tercapai negosiasi perdamaian. Meskipun agenda semua kenaikan tarif tersebut akan dijalankan pada awal April mendatang. Sementara penundaan agenda kenaikan tarif impor mulai mereda seiring dengan kemungkinan adanya perubahan persentase kenaikan seiring dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dengan mitra dagangnya. Dengan waktu yang tersisa hingga April mendatang, masih memungkinkan bagi mitra AS untuk melakukan negosiasi ulang seperti yang dilakukan oleh Kanada dan Mexico yang dikenakan tambahan kenaikan tarif impor sebanyak 25%. Baik pemerintah Kanada maupun Mexico semakin intensif melakukan negosiasi guna menghindarkan tambahan kenaikan tarif impor sebanyak 25% tersebut. Karena tambahan kenaikan tarif impor ini akan mengikis pendapatan nasional secara signifikan. Gubernur Bank Sentral Kanada (BOC) - Tiff Macklem hari Jumat lalu mengatakan kenaikan tarif impor AS tersebut akan menghapus pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 hingga tahun 2026 mendatang dan menyebabkan kenaikan tajam inflasi di Kanada. Dengan kekhawatiran yang sama membuat mitra dagang AS lainnya juga akan terus melobi pemerintah AS yang baru agar terhindar dari kenaikan tarif tersebut. Data ekonomi di AS terbaru juga tidak terlalu baik dengan data Retail Sales yang dirilis beberapa pekan sebelumnya menunjukkan turunnya daya beli rakyat AS. Data aktifitas bisnis yang secara komposit yaitu data PMI mengalami penurunan dari 52.9 menjadi 50.4 yang cukup jauh dari perkiraan hanya turun ke 52.7. Ini merupakan penurunan terendah dalam 17 bulan terakhir atau sejak September 2023 yang lalu. Begitu pula dengan data kepercayaan konsumen dari survey University of Michigan yang cenderung menurun. Sementara indikasi inflasi dari survey yang sama menunjukkan kecenderungan yang meningkat menjadi 3.5% dalam 5 tahun yang akan datang yang juga merupakan level tertinggi sejak 1995 yang lalu. Dan juga rencana pemerintahan Presiden Trump untuk mengurangi pegawai federal mejadi sentimen negatif buat mata uang dolar. Indikator inflasi dari sisi personal (Personal Consumption Expenditure) yang akan menjadi pedoman pengambilan keputusan Fed baru akan dirilis di penghujung pekan ini dengan sebelumnya akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP akan menjadi fokus pasar sebelum masuk data di sektor tenaga kerja di pekan depan. Setelah kemarin absen data ekonomi, hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dari CBI.
Yen bergerak melemah setelah sempat turun hingga di bawah level 150 seiring dengan liburnya di Jepang merayakan hari kelahiran Kaisar. Meskipun prospek kenaikan suku bunga acuan di Jepang masih akan naik seiring dengan data inflasi CPI di Jepang terus naik meroket menjadi 4.0% lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.7% dari periode sebelumnya 3.6%. Dan data Core CPI juga naik dari 3.0% menjadi 3.2% sesuai perkiraan. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda mengatakan BOJ memungkinkan untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka panjang dengan antisipasi dengan meningkatkan pembelian obligasi negara.
Euro mulai terkoreksi terhadap dolar setelah sebelumnya sempat menguat tajam hingga level tertinggi dalam 1 bulan terakhir seiring dengan hasil pemilu di Jerman yang disambut positif oleh pasar. Partai Konservatif CDU/CSU memenangkan pemilu di hari Minggu 2 hari lalu sesuai dengan harapan pasar. CDU/CSU memenangkan mayoritas dengan mendapatkan 28.7% suara dan mengalahkan partai sayap kiri AfD yang hanya mendapat 19.8% suara dan Friedrich Merz akan dilantik menjadi Kanselir Jerman berikutnya. Keberhasilan partai CDU/CSU yang semula diharapkan memberikan kemudahan untuk berkoalisi dengan partai lainnya dengan visi dan misi yang sejalan dan memungkinkan untuk membentuk koalisi yang besar. Namun sepertinya dalam prakteknya mengalami kesulitan dengan tantangan yang dihadapi meskipun kebijakan fiskal diharapkan akan lebih mudah untuk mendapatkan persetujuan dari parlemen. Bahkan kemungkinan akan memudahkan pemilihan pemimpin Uni Eropa yang akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada 6 Maret mendatang. Dan pasar menunggu kebijakan fiskal terutama pembatalan pembatasan hutang yang membuat defisit dengan anggaran nasional yang hanya mencapai 1/3 dari output nasional. Data ekonomi yang dirilis berupa iklim bisnis masih cenderung stagnan 85.2 sama seperti periode sebelumnya. Begitu pula dengan data inflasi CPI year-on-year masih sama 2.5% dan data Core CPI juga sama 2.7% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data GDP untuk Uni Eropa secara keseluruhan.
Poundsterling juga mulai terkoreksi terhadap dolar meskipun optimisme kemungkinan akan terhindar dari kenaikan tarif AS. Perdana Menteri - Keir Starmer berencana berkunjung ke AS dan bertemu dengan Presiden Trump untuk berunding perihal tersebut. Selain itu bersama dengan Presiden Prancis - Macron untuk menolak semua permintaan Presiden Rusia untuk mencapai perdamaian di Ukraina. Meski berharap untuk terus terlibat dalam diskusi militer dan perundingan damai di Ukraina. Fundamental ekonomi juga masih variatif dengan data terbaru dengan data Retail Sales yang naik tajam sedangkan data aktifitas ekonomi cenderung menurun. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Swati Dhingra semalam mengatakan pejabat BOE masih terbagi dalam proyeksi suku bunga acuan yang akan datang. Hari ini akan dirilis data Realized Sales dan data indeks harga perumahan. Pakar ahli ekonomi BOE juga akan dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



