

| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04200 – 1.04400 Target : 1) 1.03600 2) 1.03000 SL : 1.05000 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800 Switch to BUY jika tembus 1.05200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.23300 – 1.23500 Target : 1) 1.22700 2) 1.22100 SL : 1.24100 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.23000 Switch to BUY jika tembus 1.24500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 156.300 – 156.500 Target : 1) 155.700 2) 155.100 SL : 157.100 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 157.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 155.800 atau selama tidak ada kenaikan di atas 157.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2739.00 – 2741.00 Target : 1) 2747.00 2) 2754.00 SL : 2733.00 (ideal 3-5 points di bawah 2730.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2763 Switch to SELL jika tembus 2720 |

Dolar bergerak rebound terhadap mata uang lainnya, meskipun sempat menyentuh level terendah dalam 2 pekan terakhir pasca penundaan agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor menjadi sentiment negatif bagi mata uang asing lainnya sejak menangnya Trump dalam pemilu di bulan November tahun lalu. Dalam pernyataannya setelah dilantik menjadi Presiden AS secara resmi hari Senin lalu, Trump menyatakan akan menginvestigasi dan memilah negara-negara yang akan dikenakan kebijakan tarif yang baru nanti dan seberapa banyak kenaikannya tergantung dari defisit neraca perdagangan yang terus meningkat di AS. Penundaan ini memberikan waktu bagi mitra dagang AS untuk bernegosiasi. Kenaikan tarif AS digunakan oleh Trump untuk menyeimbangkan neraca perdagangan AS dengan opsi untuk menyerap produk-produk AS yang senilai atau bisa juga dengan membeli minyak mentah dan gas alam milik AS. Produsen energi di AS dijanjikan akan diberikan sejumlah kemudahan yang lebih banyak dalam masa pemerintahan Trump yang kedua saat ini. Sehingga diperkirakan persediaan minyak mentah dan gas alam AS akan melimpah dalam beberapa waktu mendatang. Hingga keputusan kenaikan tarif kemungkinan masih akan lebih lama dari yang diperkirakan pasar terkait dengan negosiasi dengan banyak mitra dagang dengan kepentingan yang berbeda-beda. Diperkirakan baru akan tuntas pada 1 April mendatang seiring dengan batas waktu laporan anggaran di depan Kongres AS nanti. Kecuali terhadap Kanada dan Mexico yang sudah dijelaskan terlebih dahulu oleh Trump dengan kenaikan sebanyak 25% terkait dengan kedekatan perbatasan dan juga banyaknya imigran gelap yang masuk ke AS. Dan juga terhadap China, meski tidak sebanyak 2 negara tetangga tersebut yaitu sebanyak 10% saja. Meski Uni Eropa juga disebut, namun Trump tidak secara spesifik menetapkan seberapa banyak akan dikenakan kenaikan tarif impor. Begitu pula dengan Rusia yang diancam akan dikenakan sanksi yang lebih ketat jika tidak segera mengakhiri perang di Ukraina. Data ekonomi berupa Leading Indeks juga tidak baik dengan menurun -0.1 sesuai perkiraan meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.3% menjadi 0.4%. Hari ini ada laporan mingguan klaim pengangguran dan juga dijadwalkan Presiden Trump akan memberikan pidato pertama setelah pelantikan pada Forum Ekonomi Dunia di Davos via satelit.
Yen mengalami koreksi terhadap dolar setelah menguat selama 2 pekan terakhir menjelang dimulainya 2 hari pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ). Dengan ekspektasi BOJ akan menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut sebanyak 25 bps dengan peluang mencapai 88.3%. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dan Wakil Gubernur-nya Ryozo Himino beberapa pekan lalu juga menyampaikan kesiapan BOJ untuk menaikkan suku bunga acuan seiring dengan inflasi yang cenderung naik dan juga data perupahan yang melonjak naik ke level tertinggi dalam 3 dasawarsa terakhir. Belum lagi kenaikan tarif yang akan dikenakan oleh pemerintah AS yang baru yang pasti akan memicu inflasi. Hal ini juga menjadi kekhawatiran Menteri Keuangan Jepang - Atsushi Mimura yang menilai mata uang Yen yang lemah akan memicu inflasi seiring dengan biaya impor. Pihaknya dan bank sentral terus berkomunikasi secara intensif setiap hari untuk memonitor pergerakan mata uang Yen melalui berbagai cara. Data inflasi CPI baru akan dirilis esok hari bertepatan sebelum pengumuman hasil pertemuan moneter BOJ.
Euro mengalami koreksi terhadap dolar setelah sempat naik ke level tertinggi sejak 30 Desember. Setelah sejumlah pejabat ECB memberikan sinyal perlunya memangkas suku bunga acuan lebih lanjut yang dijadwalkan pekan depan. Dan diperkirakan masih akan terus memangkas suku bunga acuan sepanjang tahun ini tanpa mengurangi laju. Peluang ECB memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps hingga mencapai 96%. Presiden ECB - Christine Lagarde pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos mengatakan arah kebijakan moneter sudah jelas. Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau juga optimis suku bunga dapat dipangkas lebih lanjut seiring dengan keyakinan inflasi akan turun mencapai target 2%. Gubernur Bank Sentral Yunani - Yannis Stournaras juga sepakat dengan Villeroy dan mendukung pemangkasan selanjutnya secara bertahap. Gubernur Bank Sentral Belanda - Klaas Knot juga menunjukkan dukungan yang sama. Sementara Gubernur Bank Sentral Spanyol - José Luis Escrivá lebih waspada dengan meminta ECB untuk lebih cermat membaca kondisi sebelum memutuskan kebijakan moneter. Kondisi ekonomi yang masih terus cenderung menurun, belum lagi Uni Eropa yang menjadi target utama kenaikan tarif AS membuat ECB perlu segera mengantisipasi dengan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen.
Poundsterling juga terkoreksi selain karena reboundnya dolar, namun juga oleh data Hutang Sektor Publik yang mengalami peningkatan 17.8B jauh melampaui perkiraan naik 14.2B dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 11.2B menjadi 11.8B. Defisit anggaran yang terus meningkat akan menjadi beban pada rancangan anggaran Menteri Keuangan - Rachel Reeves. Sebelumnya data di sektor tenaga kerja yang masih cenderung menurun memberi sinyal kondisi ekonomi yang mulai melambat semakin membuka peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk menurunkan lagi suku bunga acuan.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.03500 – 1.03700 Target : 1) 1.04300 2) 1.04900 SL : 1.02900 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04400 Switch to SELL jika tembus 1.02500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.22600 – 1.22800 Target : 1) 1.23400 2) 1.24000 SL : 1.22000 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.23600 Switch to SELL jika tembus 1.21500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 155.800 – 156.000 Target : 1) 155.200 2) 154.600 SL : 156.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 157.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.800 atau selama tidak ada kenaikan di atas 156.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2728.00 – 2730.00 Target : 1) 2736.00 2) 2742.00 SL : 2722.00 (ideal 3-5 points di bawah 2720.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2760 Switch to SELL jika tembus 2716 |

Dolar mulai rebound terhadap mata uang lainnya setelah sehari sebelumnya terkoreksi tajam setelah Trump dalam pidatonya tidak segera memberlakukan kenaikan tarif impor yang menjadi kekhawatiran pasar pasca pelantikan resminya. Namun dalam tanya jawab dengan media, Trump mempertimbangkan untuk menaikkan tarif impor sebanyak 25% dari Kanada dan Mexico pada 1 Februari mendatang dikarenakan teritorial yang bersinggungan dan juga pekerja imigran gelap yang masuk ke AS. Mata uang dolar Kanada & peso Mexico mengalami penurunan tajam setelah pernyataan tersebut. Selain terhadap Kanada dan Mexico, sepertinya pemerintahan Trump untuk kedua kali saat ini sedang menggodok lebih matang lagi. Sejak memenangkan pemilu di bulan November tahun lalu, kekhawatiran terbesar adalah kenaikan pengenaan tarif impor terhadap mitra dagang AS sehingga pertimbangan yang lebih matang akan mendapat respon yang baik dibandingkan dengan kenaikan sepihak oleh AS. Hal ini juga diungkapkan oleh Trump yang mengatakan perlunya keseimbangan neraca perdagangan sehingga tidak hanya menguntungkan sebelah pihak. Dalam hal ini AS merasa dirugikan karena defisit neraca perdagangan yang semakin membengkak. Jeda waktu ini juga dapat digunakan untuk menegosiasikan ulang kesepakatan dagang dengan meningkatkan rasio neraca perdagangan baik melalui kenaikan tarif maupun dengan mitra AS di Eropa melakukan pembelian minyak alam dan gas bumi dari AS. Barclay memperkirakan pembahasan tarif ini baru akan selesai pada 1 April mendatang saat batas waktu perencanaan anggaran berakhir. Selain soal kenaikan tarif, Trump juga menyinggung perihal pengurangan pajak yang juga masih dalam agenda dan akan dilakukan secara seksama. Selain itu Trump juga menyinggung soal imigrasi yang rencananya akan lebih super ketat termasuk pendeportasian imigran gelap secara besar-besaran. Dan Trump juga akan segera menyatakan darurat energi yang akan memberikan kemudahan ijin proyek di sektor energi terutama bagi perusahaan minyak, gas dan pembangkit tenaga listrik sekaligus menghentikan program akselerasi industri kendaraan elektrik yang dijalankan pendahulunya, mantan presiden Joe Biden. Kebijakan luar negeri juga dibahas oleh Trump yang berencana akan mengambil alih Terusan Panama. Yang sepertinya akan segera direalisasikan adalah janji akan menjadi presiden crypto dengan pembentukan dinas terkait yaitu Security & Exchange Comitte (SEC) membentuk gugus tugas crypto guna mempercepat penyebarluasan penggunaan asset digital. Fokus pasar masih akan tertuju pada langkah & kebijakan apa yang akan diambil oleh Presiden Trump dalam beberapa hari ini.
Yen masih cenderung menguat terhadap dolar seiring dengan semakin dekatnya pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang dijadwalkan pada hari Kamis esok hari. Selain itu Menteri Keuangan Jepang - Atsushi Mimura dalam wawancara dengan media mengatakan mata uang Yen yang lemah akan memicu inflasi seiring dengan biaya impor. Sehingga pihaknya dan bank sentral terus berkomunikasi secara intensif setiap hari untuk memonitor pergerakan mata uang Yen melalui berbagai cara. Komentar ini menjadi sentimen positif untuk mata uang Yen karena kecenderungan melemah akan segera ditangani sehingga tidak akan berlanjut. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter esok hari dengan peluang mencapai 86%. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro stagnan setelah sehari sebelumnya menguat tajam terhadap mata uang dolar. Pemerintah dan perusahaan relatif lega setelah Trump menunda kenaikan tarif setelah pelantikan resminya sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya. Sehingga untuk sementara kekhawatiran akan dikenakan kenaikan tarif yang signifikan membuat pelaku pasar lega. Trump sendiri secara spesifik menjadikan Uni Eropa dan China sebagai target utama dalam rencana agenda kenaikan tarif. Sementara itu data ekonomi di kawasan ini juga membaik dengan sentimen ekonomi untuk Uni Eropa secara keseluruhan mengalami kenaikan dari 17.0 menjadi 18.0 yang lebih baik dari perkiraan turun 16.9. Namun di negara terbesar yaitu di Jerman, sentimen ekonomi justru menurun tajam dari 15.7 menjadi 10.3 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 15.2. Jika di negara terbesar menurun dikhawatirkan akan melebar ke wilayah lainnya. Hal ini membuka peluang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya pekan depan. Hari ini Presiden ECB - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato yang diharapkan akan memberikan bocoran akan langkah moneter ECB selanjutnya.
Poundsterling berlanjut menguat terhadap dolar meski dengan data di sektor tenaga kerja yang masih cenderung menurun. Data klaim pengangguran dari Claimant mengalami peningkatan dari 0.3K menjadi 0.7K walaupun tidak sebanyak yang diperkirakan naik 10.3K . Ini merupakan kenaikan terbanyak dalam 6 bulan terakhir. Meskipun tingkat upah mengalami kenaikan dari 5.2% menjadi 5.6% sesuai perkiraan, Sedangkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 4.4% lebih tinggi dari perkiraan stabil 4.3% seperti periode sebelumnya. Dengan kondisi ekonomi yang mulai menurun ini semakin membuka peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk menurunkan lagi suku bunga acuan. Hari ini akan dirilis data Hutang Sektor Publik dan juga laporan ekonomi rutin tiap kuartal dari BOE
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.03300 – 1.03500 Target : 1) 1.04100 2) 1.04700 SL : 1.102700 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04400 Switch to SELL jika tembus 1.02500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.22200 – 1.22400 Target : 1) 1.23000 2) 1.23600 SL : 1.21600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.23500 Switch to SELL jika tembus 1.21500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 155.800 – 156.000 Target : 1) 155.200 2) 154.600 SL : 156.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 157.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.800 atau selama tidak ada kenaikan di atas 156.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2704.00 – 2706.00 Target : 1) 2712.00 2) 2718.00 SL : 2698.00 (ideal 3-5 points di bawah 2695.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2726 Switch to SELL jika tembus 2685 |

Dolar melemah tajam terhadap mata uang lainnya pasca pelantikan resmi Donald Trump menjadi Presiden AS untuk kedua kalinya. Dalam pidatonya Trump menyinggung tidak akan segera mengenakan kenaikan tarif, namun akan dibahas dalam beberapa waktu mendatang. Pernyataan ini melepaskan ketegangan akibat kekhawatiran akan segera diberlakukan kenaikan tarif impor tersebut. Dalam memo perihal perdagangan, Trump meminta kepada agen federal untuk menginvestigasi dan mencari jalan keluar dari defisit perdagangan serta menunjuk mitra dagang yang mempraktekan perdagangan tidak adil serta dan juga manipulasi mata uang. Dari memo tersebut dapat disimpulkan bahwa kenaikan tarif masih tergantung pada data defisit neraca perdagangan terhadap mitra-mitra dagang AS dan tidak secara spesifik akan diterapkan secara keras. Merujuk hal tersebut sepertinya Trump akan menggunakan ancaman kenaikan tarif ini sebagai alat untuk negosiasi guna menyeimbangkan neraca perdagangan. Trump sebelumnya berencana memberlakukan kenaikan tarif impor sebanyak 10% terhadap mitra dagang globalnya, kecuali terhadap China dengan kenaikan yang lebih banyak sebanyak 60% dan terhadap Mexico dan Kanada sebanyak 25% yang kesemuannya berpotensi akan menimbulkan arus balik perdagangan, dipastikan akan terdapat kenaikan biaya dan dapat memicu aksi pembalasan serupa oleh mitra dagangnya. Sedangkan secara domestik hal ini akan memicu inflasi kembali meningkat dan akan membuat Fed tetap mempertahankan suku bunga acuannya lebih lama lagi. Pekan lalu data core inflasi di AS menunjukkan tekanan inflasi masih cenderung menurun sehingga peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan kembali meningkat. Didukung oleh pernyataan dari pejabat Fed yaitu Gubernur – Christopher Waller yang mengatakan Fed masih mungkin untuk memangkas suku bunga acuan 3 kali hingga 4 kali di tahun ini jika data-data fundamental mendukung hal tersebut. Perusahaan investasi Guggenheim kemarin juga memperkirakan Fed masih akan memangkas suku bunga acuan dalam setiap kuartal tahun ini hingga berkurang sebanyak 75 bps atau bahkan hingga full 100 bps hingga akhir tahun nanti, meskipun dengan laju penurunan yang lebih lambat. Begitu pula dengan soal pajak, Trump mengatakan pengaturan pajak akan dilakukan secara seksama. Selain soal penundaan kenaikan tarif impor dan pengurangan, Trump menyinggung soal imigrasi yang rencananya akan lebih super ketat termasuk pendeportasian imigran gelap secara besar-besaran. Dan Trump juga akan segera menyatakan darurat energi yang akan memberikan kemudahan ijin proyek di sektor energi terutama bagi perusahaan minyak, gas dan pembangkit tenaga listrik sekaligus menghentikan program akselerasi industri kendaraan elektrik yang dijalankan pendahulunya, mantan presiden Joe Biden. Trump juga berjanji akan menjadi presiden crypto yang diharapkan akan menyebarluaskan penggunaan asset digital. Bahkan Trump merilis cryptocurrency baru dengan nama $TRUMP yang melonjak dengan nilai pasar mendekati $12 miliar di hari Senin kemarin. Semalam US Market masih tutup libur merayakan Martin Luther King Jr Day dan baru akan kembali normal mulai malam ini. Hari ini hanya ada data minor berupa Leading Indicator.
Yen masih cenderung menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan ini. BOJ diperkirakan akan menaikkan kembali suku bunga acuan dalam pertemuan di hari Kamis nanti dengan peluang mencapai lebih dari 80%. Selain data inflasi yang semakin naik dan juga data perupahan sudah dirilis melonjak ke level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dan Wakilnya - Ryozo Himino pekan lalu secara terbuka mendukung peluang kenaikan suku bunga acuan secepatnya. Guna mengantisipasi inflasi agar tidak terus meningkat lebih tinggi jauh melampaui target 2%. Lebih jelasnya pada hari Rabu akan dirilis data inflasi CPI dengan perkiraan meningkat, sehingga semakin membuka jalan bagi BOJ untuk menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro menguat cukup signifikan terhadap dolar setelah pelantikan Donald Trump seiring dengan penundaan kenaikan tarif yang akan lebih disesuaikan dengan neraca perdagangan nantinya. Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar di Eropa lega karena Uni Eropa juga menjadi incaran Presiden Trump karena neraca perdagangan. Namun sementara waktu dapat lega karena penundaan kenaikan tarif tersebut. Sementara itu Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan seiring dengan inflasi yang masih tinggi dan dari nota pertemuan moneter terdahulu, sejumlah pejabat ECB menyarankan untuk memangkas yang lebih agresif sebanyak 50 bps. Meski akhirnya memutuskan hanya memangkas 25 bps sehingga masih mempunyai ruang untuk pemangkasan selanjutnya. Hari ini akan dirilis data Sentimen Ekonomi dari ZEW untuk Jerman dan Uni Eropa secara keseluruhan.
Poundsterling juga menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar secara umum. Fundamental di Inggris sendiri sebenarnya juga tidak terlalu bagus setelah data Retail Sales yang dirilis pekan lalu menunjukkan daya beli menurun drastis dimana seharusnya terjadi peningkatan anggaran belanja untuk libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini menandakan lesunya perekonomian yang akan berdampak pada pelambatan pertumbuhan ekonomi. Dengan kondisi ekonomi yang mulai menurun ini, semakin membuka peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk menurunkan lagi suku bunga acuan. Hari ini akan dirilis data klaim pengangguran Claimant Count yang diperkirakan meningkat tajam dari 0.3K menjadi 10.3K. Meskipun upah juga meningkat, namun tingkat pengganguran diperkirakan stabil.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



