Awalnya US Treasury Yield bergerak naik saat tarif resiprokal resmi berlaku di jam 11.00 WIB sesuai agenda. Hal ini menekan dolar dan emas berperan sebagai safe haven benar-benar mulus tanpa gangguan sedikitpun, dan naik dari 2972 hingga tembus 3088. Di malam hari situasi berbalik, US Treasury Yield mulai turun sedangkan dolar berbalik rebound setelah Trump umumkan menunda tarif resiprokal untuk semua negara, kecuali China. Emas sempat turun terkoreksi singkat hingga 3048 sebelum akhirnya mampu naik kembali dan bertahan di 3090an.
China menjadi pengecualian bagi Trump karena dianggap melawan sehingga tarif tambahan tetap berlaku dan China dikenakan total tarif 125% dan tetap berjalan per 9 April. Hal ini tentunya membuat kekhawatiran perang dagang tetap membayangi sehingga emas tetap naik sampai penutupan.
Resiprokal Ditunda, Tarif Dasar Tetap Berlaku
Tarif tidak sepenuhnya dicabut atau ditunda. Trump menekankan bahwa tarif resiprokal untuk semua negara resmi ditangguhkan sampai 90 hari ke depan, dan selama itu AS terbuka untuk jalur negosiasi. Trump bahkan menekankan bahwa penundaan hanya berlaku untuk negara-negara yang tidak melakukan tarif balasan (retaliation) sehingga membuat pengecualian buat China yang sejak diumumkannya tarif di bulan Februari cenderung merespon dengan tarif balasan.
Di sisi lain, tarif dasar 10% yang sudah diberlakukan sejak 5 April 2025 tetap berlaku untuk semua negara sehingga pada dasarnya kebijakan tarif tetap berjalan. Kini menjadi pertanyaan besar bagi para pelaku pasar dan pengamat, apa yang akan terjadi berikutnya dalam waktu 90 hari ke depan. Apakah AS berniat menyelesaikan negosiasi terkait tarif resiprokal tersebut dengan lebih dari 70 negara? Beberapa meragukan penundaan tersebut akan berujung pada pencabutan atau penghapusan tarif sepenuhnya.
Trump menargetkan memperkecil defisit perdagangan antara AS dengan mitra dagang. Trump beranggapan bahwa negara-negara lain bertindak tidak adil terhadap AS sehingga defisit perdagangan AS membengkak. Jika negosiasi cenderung menguntungkan dan bisa memperkecil defisit perdagangan AS, maka mungkin saja Trump hentikan kebijakan tarif. Tapi pasar tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Trump.

Dengan membuat pengecualian bagi China, maka Trump masih menabuh genderang perang dagang dengan China. Trump bahkan mengatakan tidak bisa membayangkan memberlakukan tarif lebih besar terhadap China.
Di sisi lain, China juga tidak menunjukkan tanda-tanda melunak. Mereka siap bernegosiasi asalkan AS mengedepankan keadilan dan saling menghargai antara negara, dan juga saling menguntungkan. Tapi jika Trump terus menggunakan caranya untuk menekan China, China menegaskan akan terus berjuang sampai akhir, termasuk upaya penanganan di WTO.
Fokus Hari ini
Pasca ditundanya resiprokal, fokus tertuju pada respon China berikutnya. Pasar khawatir China akan kembali membalas tarif Trump. Terakhir China membalas dengan kenaikan menjadi 84% terhadap semua barang AS saat AS berlakukan 104% tarif. Dan berujung pada tekanan Trump dengan tarif total menjadi 125%.
Di sisi lain, para pemimpin China dikabarkan akan melakukan pertemuan untuk membahas langkah-langkah stimulus. Kami rasa ini yang dinantikan pasar untuk melihat seberapa effort China untuk mendukung ekonominya, termasuk sebagai reaksi dari kenaikan tarif Trump. Bloomberg mengutip bahwa China akan fokus pada langkah-langkah dukungan terhadap sektor perumahan, pengeluaran konsumen dan inovasi teknologi dan juga stimulus ekonomi tambahan. Jika terwujud, maka seharusnya emas masih mendapatkan dorongan dari hal ini.
Sedangkan data inflasi CPI AS akan dirilis di jam 19.30 WIB. Data diperkirakan turun dari 2.8% menjadi 2.5% y/y untuk inflasi utama, dan 3.1 menjadi 3.0% untuk core CPI. Semntara basis bulanan diperkirakan core CPI naik dari 0.2% menjadi 0.3% m/m dan inflasi utama turun dari 0.2% menjadi 0.1% m/m.
Data yang lebih lemah dari ekspektasi akan memicu kenaikan emas kembali, sedangkan data yang lebih kuat dari ekspektasi akan berpeluang memicu koreksi turun lebih lanjut pada emas. Data ini bisa menjadi catatan tambahan bagi Fed yang butuh data pendukung sebelum memutuskan kebijakan moneter berikutnya.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan kembali ke jalur kenaikan setelah koreksi turun yang terjadi sejak 3 April sampai 7 April 2025 yang lalu. Level terendah tertahan di 2969, dan kenaikan sejak sesi Asia berlanjut hingga penutupan sesi NY di atas 3062.
Jika pola yang terjadi di periode 26 Sept 2024 – 14 Nov 2024 terulang, maka penurunan di 7 April ke 2956 bisa menjadi penurunan terakhir sebagai koreksi sehingga kenaikan di hari kemarin menjadi pemicu awal untuk kenaikan berikutnya. Namun 3135 (high 4 Apr 2025) dan 3167 (high 3 Apr 2025) akan menjadi resistance yang perlu dicermati. Strong bullish butuh konfirmasi penembusan keduanya. Sedangkan area 3057-3060 akan menjadi support terdekat.

Di H4, pola double bottom berhasil terkonfirmasi setelah harga mampu naik dan tembus neckline 3022. Sejak saat itu emas lanjutkan kenaikannya. Meski sempat terhambat di zona 3088-3090 dan terkoreksi sampai 3048, tapi kenaikan tetap berlanjut di malam hari.
Selanjutnya bullish harus berhadapan dengan zona orange yang ada di kisaran 3122-3155 sebelum akhirnya berhadapan dengan resistance 3167 yang merupakan all time high sementara waktu. Jika syarat terpenuhi dan harga mampu naik lebih tinggi, maka kita berpeluang kembali melihat rekor tertinggi baru dalam beberapa waktu ke depan.
Sebaliknya, jika zona orange gagal ditembus, maka peluang penurunan bisa kembali melirik zona 3088 (FR 23.6%) atau paling jauh FR 38.2% di 3039. Area hijau saat ini di 3002-3022 adalah sebagai support psikologis. Secara teori, selama tidak tembus support psikologis, maka penurunan tetap terbatas dan tren naik tetap dominan. Sehingga penurunan di bawah 3050 cenderung dianggap penurunan sementara atau terbatas dan Anda hanya memiliki peluang sell dengan target terbatas hingga zona 3002-3022 (area hijau).
Di sisi lain, FR 61.8% 2960 adalah pemicu reversal bearish. Artinya meski terjadi penurunan di bawah 3050 sampai 3000, selama tidak ada penurunan di bawah 2960, maka Anda masih bisa kembali incar buy. Tapi jika 2960 ditembus, maka Anda bisa ubah strategi menjadi sell dan mempertahankannya sampai ke support berikutnya 2930-2940.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 3119.85, dengan high di 3120.31 dan low 3071.34. FR ditarik dari bottom 2969 ke puncak 3101, dan saat ini di sesi Asia harga sedang berada di atas FR 0% yang secara teori berarti kelanjutan tren naik. Namun kita belum bisa simpulkan ke tahap itu dikarenakan harga masih berjalan dan masih rentan terjadi false breakout.
Dengan demikian, dalam 2 jam ke depan (berarti 2 candle H1) harus dipastikan. Jika 2 candle berturut-turut tetap bertahan di atas FR 0% 3101, maka tren resmi berlanjut naik, dan area 3100 menjadi new support yang bisa menjadi patokan area buy terbaru. Sebaliknya, jika 2 candle berikutnya tetap masih di bawah FR 0% 3101, maka kenaikan yang terjadi dianggap false breakout, dan level support FR 23.6% di 3070 ataupun FR 38.2% 3051 tetap menjadi opsi terbaik untuk buy.
Opsi alternatif, Anda bisa juga melakukan buy directly saat terjadi penembusan resistance 3120 untuk peluang melirik resistance 3130-3135. Meski hal ini cenderung high risk, tapi kondisi fundamental yang mendukung akan membuat kenaikan berikutnya cenderung terbuka. Resistance kuat diperkirakan akan berada di kisaran 3130-3135 dan 3165-3167..
Sedangkan sell diperkirakan bisa terjadi jika terjadi penurunan di bawah FR 61.8% 3020. Atau jika area 3167 gagal ditembus.
Data CPI AS nanti malam kemungkinan bisa menjadi jawaban apakah emas lanjut naik atau berbalik turun. CPI yang lebih tinggi akan memperkecil ekspektasi penurunan suku bunga Fed sehingga emas cenderung turun atau terhambat kenaikannya. Sebaliknya, CPI yang lebih rendah dari ekspektasi akan memperkuat alasan penurunan suku bunga Fed sehingga emas berpeluang lanjut naik.
Sorotan juga akan tertuju pada ketegangan hubungan dagang AS-China yang saat ini meningkat dan stimulus China yang dinantikan pasar untuk mendukung ekonomi domestik akibat dari tarif.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 3078.00 – 3080.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 3092.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3120.00,
Target terdekat 3128, terjauh 3140, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3072.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3070.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 3030.00 – 3032.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 3018.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3038.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3036)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.09200– 1.09400 Target : 1) 1.10000 2) 1.10600 SL : 1.08600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.10000 Switch to SELL jika tembus 1.08400 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.28500– 1.28700 Target : 1) 1.27900 2) 1.27300 SL : 1.29300 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27900 Switch to BUY jika tembus 1.29500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 147.000 – 147.200 Target : 1) 146.400 2) 145.800 SL : 147.800 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3078.00 – 3080.00 Target : 1) 3086.00 2) 3092.00 SL : 3072.00 (ideal 3-5 points di bawah 3070.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3120 Opsi buy ideal di 3050-3070 Switch to SELL jika tembus 3020 Fokus CPI! |

Dolar rebound terhadap mata uang lainnya setelah Presiden Trump mengumumkan menunda kenaikan tarif impor dalam jangka waktu 90 hari ke depan. Trump mengumumkan penundaan berlaku untuk negara-negara yang tidak melakukan perlawanan kenaikan tarif. Sedangkan terhadap China, AS menaikkan tarif impor menjadi 125% setelah China melakukan perlawanan dengan menaikkan tarif impor sebanyak 84%. Ini merupakan kenaikan tarif impor tertinggi dalam lebih dari 1 abad yang lalu dalam kondisi ekonomi yang berbeda sehingga saat ini sistem perdagangan global memasuki era yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketegangan perang dagang yang semakin meninggi ini dikhawatirkan akan berakibat semakin buruk terhadap ekonomi dunia dan ancaman resesi semakin nyata. Gubernur Fed Richmond – Thomas Barkin semalam mengatakan perang dagang saat ini akan berakibat kenaikan harga dan berkurangnya lapangan kerja. Sedangkan dampak terhadap inflasi baru akan terdata pada musim panas mendatang sehingga Fed harus merespon kenaikan tarif dengan bersikap hati-hati. Sedangkan pejabat Fed lainnya juga mengkhawatirkan agenda kenaikan tarif Presiden Trump dapat berdampak langsung pada perlambatan ekonomi dan tidak perlu segera menurunkan suku bunga lebih lanjut karena peluang inflasi kembali meningkat akibat kebijakan Presiden Trump tersebut. Hal ini tercermin dalam nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu yang dirilis semalam. Di antara pejabat Fed, Gubernur Fed St. Louis – Alberto Musalem dan Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari menerangkan tingginya inflasi akibat kenaikan tarif dan perlawanan tarif dari mitra dagang AS hanya peristiwa tunggal yang dapat diabaikan oleh Fed. Meski demikian, saat ini Fed masih sulit untuk menentukan kebijakan yang tepat jika inflasi terus meningkat sedangkan pertumbuhan ekonomi melambat. Dengan potensi kenaikan inflasi menahan Fed untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, namun di sisi lain perlambatan ekonomi dapat menyebabkan meningkatnya pengangguran yang harus direspon dengan pelonggaran kebijakan moneter. Kenaikan tarif reciprocal yang diumumkan Presiden Trump pada 2 April lalu di luar perkiraan investor dan antisipasi Fed yang menjadi kekhawatiran pejabat Fed termasuk Ketua Fed – Jerome Powell akhir-akhir ini. Penundaan kenaikan tarif impor ini disambut baik oleh pasar dengan bursa saham rebound dengan kenaikan terbanyak dalam sehari dan mata uang dolar kembali menguat. Di tempat berbeda Menteri Keuangan – Scott Bessent dalam wawancara dengan media Fox News juga menegaskan bahwa pemerintah AS masih mendukung kebijakan strong dolar. Malam ini akan dirilis data inflasi CPI di AS dengan masih diperkirakan turun karena belum terdampak dari kenaikan tarif impor AS yang baru. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat berbeda.
Yen kembali melemah terhadap dolar setelah sempat menguat sehari sebelumnya seiring dengan penundaan kenaikan tarif impor oleh Presiden Trump. Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Hubungan Internasional - Atsushi Mimura dalam pertemuan trilateral antara Departemen Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Sentral Jepang (BOJ) mengatakan Jepang akan mengajak negara-negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS. Mimura juga menyampaikan pemerintah Jepang sangat memperhatikan pergerakan mata uang Yen termasuk kemungkinan aksi spekulan terkait volatilitas yang terjadi belakangan ini. Pertemuan trilateral biasanya terjadi jika pemerintah Jepang siap bertindak menahan laju pelemahan mata uang Yen. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda di tempat berbeda mengatakan pemulihan ekonomi di Jepang masih berlangsung secara bertahap dengan tanda-tanda melemah dan masih harus menghadapi ketidakpastian akan kebijakan kenaikan tarif dari AS. Sedangkan inflasi masih di bawah 2%, namun mulai bergerak naik. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro juga terkoreksi terhadap dolar meskipun prospek stabilitas politik di Jerman semakin stabil setelah Partai Konservatif mencapai kesepakatan dengan Partai Social Demokrat (SPD). Dengan kenaikan tarif impor dari AS hanya dikenakan sebanyak 20% dan tidak sebanyak perkiraan semula, membuat akan tercapaikan kesepakatan baru melalui negosiasi diharapkan tidak akan terlalu sulit mendapatkan titik temu. Sementara kekhawatiran akan ancaman resesi global akibat kenaikan tarif ini membuat spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuannya. Tidak kurang dari Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) – Joachim Nagel, Gubernur Bank Sentral Italia - Pierro Cipollone, Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau dan Gubernur Bank Sentral Yunani - Yannis Stournaras menyampaikan perlunya memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling masih tertahan meski mata uang dolar menguat secara umum. Bank Sentral Inggris (BOE) masih mengkhawatirkan dampak dari kenaikan tarif impor AS terhadap permintaan ekonomi global meski Inggris hanya dikenakan tarif impor sebanyak 10%, kecuali produk baja dan kendaraan bermotor sebanyak 25%. Dalam pertemuan Komite Kebijakan Keuangan kemarin ada kekhawatiran akan meningkatnya resiko pelambatan ekonomi global akibat perang dagang AS. Meski demikian komite tersebut sepakat dengan pendapat Gubernur BOE – Andrew Bailey yang masih menyatakan bahwa kondisi pasar di Inggris cukup efektif dan kondisi moneter masih cukup solid. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun ditutup naik, sementara dolar AS justru melemah. Bahkan sampai pagi ini di sesi Asia, imbal hasil Treasury AS lanjutkan kenaikan dan dolar juga lanjut turun.
Awalnya pasar sempat pulih, ditandai dengan rebound pada pasar ekuitas dan termasuk emas, dengan harapan bahwa Trump bisa menunda tarif, baik resiprokal ataupun tarif tambahan terhadap China. Tapi kemudian pasar bersikap skeptis setelah harapan Gedung Putih agar China menelpon Trump dan membuat kesepakatan sirna.
Tidak ada data ekonomi yang dirilis di malam hari, dan sejauh ini tarif resiprokal untuk semua negara dan tarif tambahan untuk China menjadi concern utama yang sensitif bagi pasar.
Tidak ada penundaan, Resiprokal Berlaku Hari Ini!
Tidak ada indikasi penundaan terhadap tarif resiprokal yang menurut rencana akan berlaku mulai 9 April jam 00.00 ET atau 9 April jam 11.00 WIB. Trump melakukan panggilan telepon dengan Korea Selatan, tapi tidak mendapatkan respon dari China sedikitpun setelah ancaman tarif tambahan 50% yang diumumkan kemarin. China bersikeras akan berjuang sampai akhir, dan mengancam balik AS.
Di saat penantian, yuan melemah ke rekor terendah yang diartikan oleh pasar sebagai sebuah ancaman/respon perlawanan China terhadap tindakan tarif AS. Kabar terbaru menyebut Trump menandatangani Executive Order (EO) untuk menaikkan tarif 3 kali lipat dari yang diumumkan sebelumnya menjadi 90% pada paket bernilai rendah yang diekspor ke AS dari China melalui sistem pos internasional.

Perkembangan yang mengkhawatirkan terlihat di pasar obligasi. Imbal hasil obligasi AS, terutama untuk jangka waktu yang panjang, terus naik. Tenor 30 tahun naik 17 bps dan saat ini naik 40 bps dari level terendah kemarin, dan berada di level tertinggi sejak 20 Februari.
Ada kekhawatiran bahwa ada sesuatu yang tidak beres karena imbal hasil yang tinggi. Atau bisa saja memberi indikasi resesi akan datang dan berpotensi memperbesar defisit.
Secara umum, pasar masih cenderung “wait and see” sampai tarif benar-benar diberlakukan. Jika tidak ada tanda-tanda penundaan ataupun kesepakatan antara AS dan mitra dagang, terutama China, maka kemungkinan hari yang buruk akan terjadi di hari Rabu.
Ketidakpastian dan Peluang Safe Haven
Mundur ke belakang saat tarif resiprokal diumumkan pertama kali 3 April yang lalu, reaksi pasar saat itu menekan dolar dan imbal hasil Treasury yang turun bersamaan, disertai dengan penurunan pada pasar saham. Sedangkan emas saat itu terdorong naik merespon pengumuman dan berhasil sentuh all time high 3167.
Meski setelah itu harga emas terkoreksi tajam hingga 2956 dalam 4 hari berturut-turut, tapi bukan berarti emas tidak menarik lagi sebagai safe haven. Emas dilikuidasi untuk menutup kerugian akibat margin call yang terjadi di pasar saham. Dan mengingat saham sudah sempat rebound, investor sudah memegang cash, maka langkah selanjutnya investor akan dihadapkan pada 2 pilihan, kembali incar aset berisiko karena status harga yang murah, atau beralih ke safe haven.
Dengan kondisi ketidakpastian ekonomi akibat tarif dan ancaman perang dagang yang mungkin menyebabkan perlambatan ekonomi, investor kemungkinan belum akan melirik saham saat ini sehingga kami melihat justru safe haven yang akan dipilih.
Ketidakpastian ekonomi, eskalasi perang dagang, ketidakpastian geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral lebih lanjut karena melambatnya ekonomi, dan permintaan bank sentral yang masih kuat membuat fundamental emas masih sangat kuat. Hal ini tentunya akan menjadi pertimbangan yang baik untuk mulai mengincar kembali pembelian emas dalam waktu dekat.
Fokus Hari ini dan Minggu ini
Resiprokal resmi berlaku per 11.00 WIB hari ini! Termasuk tarif 104% yang diberlakukan pada China karena tidak ada respon yang dilakukan saat Trump ancam tarif tambahan 50%. Akan menarik untuk menantikan beberapa jam ke depan bagaimana China akan merespon. Apakah akan kenakan tarif tambahan lagi untuk membalas AS atau dengan kebijakan lain selain melemahkan Yuan.
Apakah aka nada negosiasi setelah diberlakukannya tarif? Belum bisa dipastikan sehingga pasar akan berstatus “wait and see” beberapa waktu ke depan.
Akan ada kepahitan ekonomi dalam waktu dekat sebagai dampak dari kebijakan resiprokal, dan tekanan pada pasar keuangan dalam beberapa hari ke depan. Kekhawatiran Perang Dagang Global kini meningkat karena semua tarif mulai berlaku per hari ini.
Di sisi lain, minggu ini kita masih punya data ekonomi di antaranya data CPI AS dan China di tanggal 10 April, dan harapan stimulus China sebagai respon untuk menahan ekonomi domestik dari dampak negatif tarif Trump.
Untuk data inflasi CPI AS akan ditunggu pasar, dan baru dirilis hari Kamis mendatang. Data yang lebih lemah dari ekspektasi akan memicu kenaikan emas kembali, sedangkan data yang lebih kuat dari ekspektasi akan berpeluang memicu koreksi turun lebih lanjut pada emas. Tapi nampaknya kali ini akan kalah dengan efek tarif. Namun, tetap bisa menjadi catatan tambahan bagi Fed yang butuh data pendukung sebelum memutuskan kebijakan moneter berikutnya.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji yang cocok dengan kriteria inverted hammer. Muncul setelah 3 candle turun berturut-turut dan juga berada dekat support 2956 sehingga peluang rebound secara teori seharusnya bisa dimulai kembali hari ini. Meski demikian kenaikan perlu memastikan untuk naik minimal di atas high kemarin 3022 agar lebih kuat. Sebaliknya jika gagal tembus, maka penurunan akan kembali membayangi dan support 2956-2974 kembali terancam.
Sejauh ini di sesi Asia low tertahan di 2969, dan harga bergerak lebih tinggi ke 3011. Market akan menunggu apa yang terjadi setelah tarif resiprokal diberlakukan hari ini. Tenggat waktu adalah 9 April jam 00.00 ET atau 9 April jam 11.00 WIB. Ketidakpastian ekonomi karena dampak tarif memicu permintaan safe haven, dan emas punya peluang untuk naik berkaca pada pengumuman tarif resiprokal 3 April yang lalu.

Di H4, penurunan semalam tertahan di 2974, dan pagi ini sementara waktu tertahan di 2969. MA 200 H4 saat ini berada di 2985, dan support FR 61.8% 2960 juga terlihat masih efektif sejauh ini. Skenario yang diharapkan adalah penurunan yang mulai terbatas karena support masih cukup baik menahan tekanan sehingga double bottom diharapkan dominan, dengan neckline 3022 menjadi acuan.
Dengan RSI yang juga berada di zona bawah, maka perlahan kenaikan mendorong untuk menguji atau bahkan menembus neckline. Jika sesuai ekspektasi, maka kenaikan akan berlanjut di atas 3022, dan mengkonfirmasi peluang double bottom tersebut. Potensi target double bottom adalah 3089, dan 50% dari target diperkirakan ada di kisaran 3060, jika memenuhi syarat tembus neckline 3022.
Sebaliknya, jika pola double bottom tidak terkonfirmasi (tidak tembus 3022, dan berbalik turun tembus 2956), maka peluang bearish flag akan lebih dominan sehingga potensi penurunan berpeluang berlanjut di bawah 2940 (area hijau support psikologis 2939-2952). Bahkan skenario bearish paling jauh membuka peluang penurunan hingga zona kuning kisaran 2880-2900.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 3008.61, dengan high di 3011.09 dan low 2969.97. Harga beranjak naik di sesi Asia dan sejauh ini terlihat harga tembus di atas resistance dari tren channel yang kami buat. Secara teori, ini berarti pertanda bahwa emas sudah kembali dalam tren bullish, atau dengan kata lain mulai keluar dari tekanan.
Secara teknis, kenaikan bertahap akan melirik zona resistance 3025 (FR 38.2%), 3046 (FR 50%), dan juga area merah 3054-3063 yang berpotensi menjadi penghambat. Tapi jika berhasil naik di atas zona merah, juga termasuk di atas FR 61.8% 3067, maka emas benar-benar resmi kembali keluar dari tekanan yang terjadi dalam 4 hari terakhir. Ini berarti trader harus mewaspadai zona 3054-3067 yang berpeluang menjadi strong resistance dalam waktu dekat. Jika gagal tembus, maka penurunan masih akan mendominasi. Jika berhasil tembus, maka kenaikan akan kembali mengambil alih dan kembali berada di jalur bullish.
Di sisi lain, double bottom juga menjadi peluang yang bisa mendukung kenaikan. Dengan catatan area neckline 3022 benar-benar ditembus seperti halnya double bottom yang terdeteksi di H4. Jika memenuhi syarat, maka emas konfirm lanjutkan kenaikan, meski dengan catatan akan berpeluang hadapi resistance tangguh 3054-3067.
Sedangkan sell diperkirakan akan tetap dominan jika area merah belum berhasil ditembus, dan lebih kuat jika support 2956 ditembus. Jika ini yang terjadi, maka Anda bisa pertimbangkan switch strategi menjadi SELL.
Cermati perkembangan tarif yang mulai berlaku hari ini jam 11.00 WIB, terutama potensi negosiasi setelah tarif diberlakukan. Sorotan akan lebih tertuju pada hubungan AS-China dan stimulus China yang dinantikan pasar untuk mendukung ekonomi domestik akibat dari tarif.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2976.00 – 2978.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2990.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3022.00,
Target terdekat 3028, terjauh 3050, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2970.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2966.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2956.00 – 2958.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2944.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2964.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2964)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.09700– 1.09900 Target : 1) 1.10500 2) 1.11100 SL : 1.09100 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.10500 Switch to SELL jika tembus 1.08800 |


| Suggest : BUY on DIp Area : 1.27600– 1.27800 Target : 1) 1.28400 2) 1.29000 SL : 1.27000 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29000 Switch to SELL jika tembus 1.26800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 145.800 – 146.000 Target : 1) 145.200 2) 144.600 SL : 146.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 147.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2976.00 – 2978.00 Target : 1) 2984.00 2) 2990.00 SL : 2970.00 (ideal 3-5 points di bawah 2966.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3022 (neckline double bottom) Opsi buy di 2956-2970 atau jika tembus di atas 3055 Switch to SELL jika tembus 2960 |

Dolar mengalami koreksi seiring dengan ketegangan perang dagang yang meningkat antara AS dengan China yang semakin memicu terjadinya pelambatan ekonomi serta kenaikan inflasi secara global. Ketegangan semakin memuncak antara AS dengan China setelah Presiden Trump kembali mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap China sebanyak 104% setelah China melawan kenaikan tarif reciprocal AS dengan nilai yang sama sebanyak 34%. Pemerintah di Beijing menolak kenaikan tersebut dan menganggap kenaikan tarif tersebut sebagai pemerasan dan akan melawan hingga akhir. Menteri Perdagangan AS – Jamieson Greer di depan senat AS mengatakan pemerintahan Trump tidak akan mengubahkan strategi kenaikan tarif impor sedikitpun dalam waktu dekat ini. Dengan ancaman kenaikan tarif impor terhadap China sebanyak 104% maka dipastikan inflasi akan melonjak dan menghambat pertumbuhan ekonomi global dengan kedua negara dengan ekonomi terbesar ini berseteru dan semakin besar potensi terjadinya resesi. Hal ini terlihat dari kurva yield obligasi pemerintah AS jangka 2 tahun dan jangka 10 tahun yang semakin melebar sebanyak 57 bps dan masih terus cenderung bergerak berlawanan arah. Saham-saham di Wall Street juga turun dengan indeks S&P 500 turun di bawah level 5.000 untuk pertama kali dalam hampir 1 tahun terakhir. Sebelumnya pasar cukup optimis akan terjadinya perubahan kenaikan tarif tersebut setelah sekretaris kabinet Gedung Putih mengatakan hampir 70 negara mitra dagang AS mengharapkan dimulainya negosiasi untuk mengurangi resiko ekonomi yang lebih buruk. Gubernur Fed San Fransisco - Mary Daly semalam mengatakan ekonomi saat ini masih kuat dan dampak dari kenaikan tarif Presiden Trump masih belum bisa dipastikan sehingga Fed tidak perlu terburu-buru dalam mengubah kebijakan moneternya. Meskipun ada kemungkinan inflasi kembali meningkat, namun dengan kebijakan yang seksama dan menumbuhkan kepercayaan yang tepat maka dampak tersebut dapat diredam. Berbeda dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan Fed akan bereaksi lebih agresif memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi dampak dari kenaikan impor AS yang akan segera berlaku. Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Mei nanti, dengan peluang hingga mendekati 65%. Dan spekulasi akan akumulasi pemangkasan hingga akhir tahun ini mencapai 100 bps atau 1.0% penuh. Malam ini akan dirilis nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu yang kemungkinan tidak akan berbeda jauh dengan pendapat pejabat Fed akhir-akhir ini yang masih diselimuti ketidakpastian akan dampak kenaikan tarif impor baru AS. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hanya pidato dari Gubernur Fed Richmond – Thomas Barkin.
Yen rebound cukup tajam terhadap dolar setelah Presiden Trump mengutus Menteri Keuangan – Scott Bessent langsung bukan perwakilan dagang untuk bernegosiasi dagang dengan perwakilan dari Jepang. Hal ini mengindikasikan adanya pembahasan pengaturan pergerakan mata uang Yen selain dari negosiasi perdagangan. Jepang yang pada awalnya dinilai akan terhindar dari kenaikan tarif impor ternyata tetap dikenakan kenaikan tarif sebanyak 24%. Yang langsung direspon langsung dengan percakapan Presiden Trump dengan Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba melalui telepon. Sementara Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda pagi ini mengatakan BOJ masih akan menganalisis dengan seksama bagaimana kenaikan tarif AS dapat mempengaruhi ekonomi dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter. Ueda siang ini dijadwalkan akan memberikan pidato di pada konferensi di Tokyo.
Euro juga rebound terhadap dolar dengan berita tercapainya koalisi pemerintahan di Jerman. Diberitakan bahwa Partai Konservatif dibawah kepemimpinan calon kanselir - Friedrich Merz mencapai kesepakatan dengan Partai Social Demokrat (SPD). Dengan koalisi ini diharapkan akan tercipta stabilitas politik yang lebih kondusif dan akan memberikan kemudahan di parlemen untuk melancarkan program kerja pemerintah yang baru nanti. Sementara kekhawatiran akan tercapainya kesepakatan dagang dengan AS sepertinya akan terjadi dalam waktu dekat. Dengan dikenaikan tarif impor dari AS hanya dikenakan sebanyak 20% tidak sebanyak perkiraan semula. Kekhawatiran akan ancaman resesi global akibat kenaikan tarif ini membuat spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuan. Hal ini disepakati oleh Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) sekaligus pejabat ECB – Joachim Nagel yang mengatakan kenaikan tarif akan menyeret ekonomi secara global dan ECB akan bertindak untuk mendukung ekonomi, namun lebih penting lagi kesatuan di kawasan ini. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuan sehingga spekulasi di pasar menyebutkan akan ada 3 kali hingga 4 kali pemangkasan suku bunga acuan hingga akhir tahun nanti. Pertemuan moneter terdekat dijadwalkan pada pekan depan atau tepatnya pada 17 April dengan perkiraan akan memangkas suku bunga sebanyak 25 bps hingga 50 bps. Nagel juga menyepakati perkiraan ini dengan mengatakan akan membuat keputusan moneter, namun tidak menyebutkan seberapa besar pemangkasan yang akan diambil nanti. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga rebound seiring dengan pelemahan mata uang dolar secara umum. Presiden Trump memutuskan mengenakan kenaikan tarif impor hanya sebanyak 10% produk Inggris kecuali produk baja dan kendaraan bermotor sebanyak 25%. Menteri Keuangan – Rachel Reeves berencana mengadakan pertemuan dengan Menteri Keuangan AS – Scott Bessent dalam waktu dekat untuk membicarakan kerjasama baru dengan harapan penurunan kenaikan tarif tersebut. Sementara Gubernur Bank Sentral Inggris – Andrew Bailey memastikan bahwa kondisi pasar masih efektif dan kondisi moneter masih cukup solid. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.



