Dolar ditutup naik, sedangkan imbal hasil Treasury AS 10-tahun mulai menunjukkan penurunan. Ini persis dengan yang diharapkan dan diulas dalam video technical analysis di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin. Dengan demikian peluang kenaikan emas seharusnya masih tetap mendapat dukungan, selain dari fundamental juga dengan kondisi imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang berpotensi turun.
Data PPI muncul dengan angka yang lebih rendah dari perkiraan, bahkan menunjukkan penurunan dibanding bulan sebelumnya. Core PPI dirilis -0.1% vs ekspektasi 0.3%, bahkan turun dari 0.5% m/m bulan sebelumnya. Sedangkan PPI utama dirilis 0% vs ekspektasi 0.3%, dan turun dari 0.6% m/m bulan sebelumnya. Meski jobless claims berkurang, tapi seperti yang diulas kemarin bahwa data tersebut tidak akan berpengaruh signifikan selama data klaim pengangguran hanya berada di kisaran 215K-225K dan pasar lebih merespon data PPI.
Trump kembali incar Uni Eropa. Jika sebelumnya tarif diberlakukan untuk aluminium dan baja sebesar 25%, tadi malam Trump muncul dengan pernyataan akan mengenakan tarif 200% terhadap anggur, sampanye dan alcohol. Hal ini yang terus membayangi pasar dan membebani sentimen pada aset berisiko sehingga emas diuntungkan sebagai safe haven.
Dengan demikian emas mendapat dukungan dari data inflasi produsen (PPI) yang lebih lemah dan juga tarif yang mendorong kekhawatiran resesi semakin kuat saat ini.

Di sisi lain, Vladimir Putin memberi tanggapan tentang proposal gencatan senjata yang diajukan Ukraina. Pada prinsipnya Putin bersedia untuk hentikan pertempuran di Ukraina, tapi harus mengarah pada perdamaian jangka panjang. Dan ada beberapa hal yang ingin dikonfirmasi atau klarifikasi pada AS, sehingga Putin ingin berkomunikasi lebih dulu dengan Trump.
Seharusnya akan menjadi kabar baik bagi geopolitik, tapi komentar Zelensky yang mengatakan bahwa Putin sedang mempersiapkan penolakan proposal gencatan senjata tapi takut untuk bilang langsung pada Trump, kemungkinan akan membuat suasana kembali runyam dan bisa mengganggu proses diplomatik.
Jika terjadi perdamaian, maka harga minyak mentah global lanjut turun seperti yang diharapkan Trump. Dan dari penurunan ini akan membuat inflasi melunak sehingga suku bunga cenderung turun sesuai target yang diinginkan Trump. Satu sisi emas mungkin turun karena redanya geopolitik menekan safe haven. Tapi di sisi lain, tujuan Trump untuk mendapatkan inflasi yang lebih rendah sehingga suku bunga mengikuti turun justru akan membuat emas bullish sehingga dengan demikian fundamental untuk emas terus mendukung untuk kenaikan.
Pasar hanya akan fokus pada Michigan Consumer expectations dan juga ekspektasi inflasi 1 dan 5 tahun dari Universitas Michigan.
Jika data sesuai ekspektasi atau menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan, maka emas mendapat dorongan untuk naik lebih tinggi, dan terbuka untuk kembali menciptakan rekor tertinggi baru, yang juga berarti semakin mempermudah alasan penembusan area $3000/oz yang ditunggu-tunggu.
Sebaliknya, jika data dirilis secara mengejutkan jauh lebih tinggi dari ekspektasi, maka emas berpotensi koreksi turun kembali.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dan rekor tertinggi baru saat ini tercatat di 2990 per pagi ini. Sementara kenaikan tercatat terjadi dalam 3 hari berturut-turut dan membuka peluang semakin dekat dengan area 3000-an.
Area 2930-2942 yang sebelumnya menjadi strong resistance, termasuk area 2956 yang sebelumnya sebagai level tertinggi, kini menjadi area support yang perlu dicermati. Sedangkan kenaikan berpotensi membuka jalur menuju level $3000/oz, dan FE 61.8% terdekat di kisaran 3062.98.

Di H4, dalam pola kenaikan terakhir, Fibonacci Expansion (FE) ditarik dari low 2833 ke puncak 2930 dan swing low terakhir 2880. Dan kenaikan berhasil tembus FE61.8% 2940, juga tembus FR 100% 2977. Target proyeksi berikutnya melirik FE 161.8% 3036.76.
Secara teknis, kenaikan berhasil melewati 2 resistance sebelumnya di kisaran 2932-2942 dan 2956 sehingga peluang kenaikan seharusnya sudah cukup kuat untuk melanjutkan. Kedua zona kini menjadi support dan demand lebih kuat diperkirakan di zona coklat kisaran 2939-2952. Artinya selama harga tetap berada di atas zona ini, peluang bullish masih tetap dominan.
Opsi buy terdekat kisaran 2970-2977, sedangkan opsi alternatif adalah zona 2956 dan zona coklat 2939-2952 tersebut. Alternatif akhir adalah saat tembus 2990, tapi zona ini cenderung terlalu berisiko karena berada di level tertinggi. Namun, selama fundamental mendukung bullish, maka area 2990 sangat mungkin ditembus, dan tren berlanjut ke zona 3000-an.
Sedangkan opsi SELL bisa dilakukan jika 2990 atau 3000 tidak ditembus. Tapi yang paling aman adalah jika zona coklat 2939-2952 berhasil ditembus, atau dengan kata lain tembus di bawah 2939 untuk memicu reversal bearish jangka pendek.
Profit taking di akhir pekan juga perlu diperhitungkan sehingga potensi penurunan bisa saja terjadi di malam hari. Tapi dengan kondisi fundamental yang masih mendukung safe haven, maka penurunan tersebut diperkirakan relatif terbatas.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2985.73, dengan high di 2990.11 dan low 2981.66. FR terbaru ditarik dari bottom 2906.12 (FR 100%) ke puncak 2990.05 (FR 0%). Area koreksi diperkirakan akan berada di kisaran FR 23.6% 2970 (yang terdekat), atau FR 38.2% 2957 dan FR 50% 2948. Sedangkan penembusan FR 61.8% 2938 akan memicu penurunan atau reversal bearish jangka pendek sehingga sell bisa dilakukan hanya jika terjadi penurunan di bawah FR 61.8% tersebut.
Sementara bullish akan berlanjut jika konfirm tembus di atas FR 0% 2990.05.
Skenario yang kami lihat adalah kenaikan mengikuti pola Elliott wave di mana kenaikan panjang sampai tadi malam dianggap sebagai wave 3. Dengan demikian koreksi di sesi Asia hingga Eropa atau jelang malam hari dianggap sebagai wave 4, dan kemudian lanjut naik dengan wave 5. Wave 4 diperkirakan akan berada di kisaran FR 23.6% (terdekat), atau 38.2% 2957. Namun secara teori, wave 4 yang terpenting tidak terjadi penurunan di bawah high dari wave 1 (2922). Tapi untuk membuat kenaikan tetap kuat, maka penurunan wave 4 diharapkan tidak lebih dari 38.2% - 50% panjang dari wave 3 sehingga peluang buy diperkirakan lebih kuat di antara area 2948-2957. (note: bisa juga koreksi terpendek di FR 23.6% 2970).
Sebaliknya, penurunan di bawah FR 61.8% 2938 akan memicu reversal bearish jangka pendek sehingga rekomendasi sell hanya disarankan saat konfirm tembus di bawah FR 61.8% tersebut. Dengan demikian, Anda bisa switch strategi saat harga mulai turun di bawah 2938 dengan potensi target kisaran 2920-2924 yang terdekat, atau 2900-2906 yang terjauh. Tapi perlu diingat bahwa fundamental saat ini masih mendukung bullish sehingga target sell diperkirakan relatif terbatas. Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support. Waspadai data PPI AS di malam hari jam 10.30 WIB, karena bisa saja terjadi perubahan trend!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 2968.00 – 2970.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2982.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2990.00,
Target terdekat 3000, terjauh 3020, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2962.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2960.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELLÂ jika Support ditembus
Entry : 2935.00 – 2937.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2923.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2943.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2940)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar masih berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen seiring dengan kekhawatiran akan eskalasi ketegangan perang dagang yang semakin memanas akibat agenda kenaikan tarif impor AS. Setelah AS menaikkan tarif impor produk logam dan aluminum sebanyak 25% pada hari Rabu lalu, Uni Eropa membalas dengan rencana kenaikan tarif impor produk-produk dari AS senilai $28 juta pada bulan depan. Trump membalas lagi dengan berencana mengenakan kenaikan tarif impor produk miras dari Eropa sebanyak 200%. Dengan saling serang dengan kenaikan tarif ini membuat potensi akan terjadinya pelambatan ekonomi dan kenaikan inflasi global semakin meningkat. Jika hal ini semakin berlanjut dengan saling serang dengan mitra dagang AS lainnya, bukan tidak mungkin akan mengarah pada ancaman terjadinya resesi. Hal ini membuat investor mengalihkan asetnya kepada instrumen safe haven yaitu dolar, yen dan emas. Sementara itu data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis semalam juga sama menunjukkan penurunan dari 0.6% menjadi 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.3% dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan data Core PPI turun menjadi -0.1% yang jauh lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya, PPI mengalami penurunan dari 3.7% menjadi 3.2% yang juga lebih redah dari perkiraan turun 3.3%. Dengan data Core PPI mengalami penurunan dari 3.4% menjadi 3.2 yang lebih rendah dari perkiraan turun 3.3%. Sedangkan data inflasi CPI yang turun sehari sebelumnya tidak terlalu mendapat respon dari pasar karena seperti halnya data PPI kali ini belum sepenuhnya mencakup dampak dari kenaikan tarif impor yang baru akan berlaku pada 2 April mendatang. Data lain berupa laporan mingguan klaim pengangguran mengalami penurunan dari 222K menjadi 220K terbalik dari perkiraan meningkat. Hal ini menunjukkan sektor tenaga kerja masih cukup positif di AS. Namun rencana pengurangan pegawai Federal dari kebijakan dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah Elon Musk berpotensi akan meningkatkan data ini dalam bulan-bulan mendatang. Hari ini ada data University of Michigan berupa data preliminary ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.
Yen rebound terhadap dolar seiring dengan meningkatnya permintaan akan aset safe haven di tengah kekhawatiran akan potensi terjadinya resesi yang meningkat. Ketegangan akan agenda kenaikan tarif Presiden Trump menjadi sumber kekhawatiran utama karena akan menyebabkan pelambatan ekonomi dan kenaikan inflasi lagi secara global. Tidak adanya indikasi akan melunak maupun negosiasi dari ketegangan tersebut membuat investor menjadi semakin khawatir. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) juga menjadi sentimen positif terhadap mata uang Yen. Pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pekan depan dengan agenda masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya untuk sementara waktu sembari mengawasi dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS. Hampir 2/3 dari analis pasar memperkirakan BOJ masih akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada kuartal ketiga mendatang.
Euro terus tertekan terhadap dolar seiring dengan kenaikan tarif yang dikenakan oleh Presiden AS yang semakin mengkhawatirkan. Setelah menaikkan tarif impor produk logam dan aluminium, Presiden Trump kembali mengincar kenaikan tarif produk miras dari Uni Eropa dengan kenaikan yang lebih fantastis sebanyak 200%. Agenda ini dipercaya akan membuat ekonomi global akan melambat dan inflasi akan kembali naik sehingga berpotensi terpicu menjadi resesi yang lebih luas lagi. Di tengah kondisi fundamental ekonomi yang belum pulih saat ini, membuat posisi Uni Eropa semakin tertekan. Sementara itu rancangan anggaran pemerintahan baru Jerman senilai €500 juta unutuk pertahanan dan infrastruktur akan dibahas hari ini di parlemen. Sebelumnya Partai Hijau bersumpah akan mengganti rencana ini dengan rancangan yang baru. Masih belum pasti apakah anggaran tersebut akan disetujui ataukah tidak sementara belum ada rancangan cadangan yang dibuat jika rencana tersebut gagal disetujui. Hari ini ada data inflasi CPI di Jerman.
Poundsterling juga masih cenderung melemah terhadap dolar menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis malam ini. Diperkirakan GDP mengalami penurunan dari 0.4% menjadi hanya 0.1%. Sedangkan data GDP yang sama dari NIESR masih tidak ada perkiraan. Selain itu juga ada data Industrial/Manufaktur Production dan juga Ekspektasi inflasi dari Konsumen di Inggris. Dengan data fundamental ekonomi yang cenderung menurun, membuat perkiraan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08800– 1.09000 Target : 1) 1.08200 2) 1.07600 SL : 1.09600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000 Switch to BUY jika tembus 1.10000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.29000– 1.29200 Target : 1) 1.29800 2) 1.30400 SL : 1.28400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30000 Switch to SELL jika tembus 1.28000 atau gagal tembus 1.30500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.400 – 148.600 Target : 1) 147.800 2) 147.200 SL : 149.200 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 149.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2968.00 – 2970.00 Target : 1) 2976.00 2) 2982.00 SL : 2962.00 (ideal 3-5 points di bawah 2960.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2990 Switch to SELL jika tembus 2940 |

Dolar ditutup naik meskipun dalam kondisi kenaikan yang terbatas. Sedangkan imbal hasil Treasury AS 10-tahun lanjutkan rebound untuk hari ke-2 secara berturut-turut. Meski demikian hal ini tidak menghambat kenaikan emas sebagai safe haven. Bahkan kenaikan imbal hasil masih sesuai ekspektasi dan juga ulasan kami di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin. Artinya, jika kenaikan tersebut hanya technical rebound, maka peluang penurunan akan kembali terjadi sehingga memudahkan jalur emas untuk kembali naik lebih tinggi.
Data CPI AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi. CPI memberi indikasi berlanjutnya penurunan inflasi, hal yang ditunggu-tunggu oleh para pembuat kebijakan bank sentral. CPI inti dirilis 3.1% y/y, turun dari bulan sebelumnya 3.3%, dan CPI utama di 2.8% y/y turun dari 3.0%. Sementara basis bulanan juga menunjukkan penurunan untuk Core CPI dan CPI utama ke 0.2% m/m.
Tarif Trump
Tarif alumunium dan baja tetap berjalan sesuai rencana, dan kali ini juga mengincar Uni Eropa. Tak lama Uni Eropa pun langsung merespon dengan sejumlah tarif senilai 26 miliar euro.
Trump dikabarkan akan menanggapi tarif balasan Uni Eropa tersebut. Trump menyebut masih ada defisit besar-besaran yang akan diselesaikan sehingga tarif diberlakukan. Tanggal 2 April menjadi agenda utama diberlakukannya tarif resiprokal dan Trump dijadwalkan akan umumkan hal tersebut dalam waktu dekat.
Terkait Rusia, Trump berpikir bisa saja menekan Rusia dengan tarif, tapi dia berpikir itu tidak diperlukan. Trump mengincar hal lain yang bisa dilakukan dalam hal keuangan yang akan sangat buruk bagi Rusia. Hal ini direncanakan untuk menekan Rusia agar menerima gencatan senjata dan mengakhiri perang.

Data ekonomi AS yang melemah baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan resesi. Dolar mengalami tekanan, saham AS anjlok sejak 20 Februari 2025, bahkan penurunan lebih intens dalam 1 minggu terakhir secara berturut-turut. Hal ini membuat emas kokoh sebagai safe haven sehingga penurunan dari ekspektasi damainya Rusia-Ukraina tidak terlalu tajam, setidaknya untuk saat ini karena pasar masih tunggu realisasi.
Commerzbank mengatakan dolar bisa kembali naik jika resesi terhindar. Tapi saat ini ketidakpastian kebijakan perdagangan AS sedang meningkat karena Trump bolak-balik menerapkan tarif. Pasar condong melihat ke arah resesi di mana setiap tambahan tarif yang diberlakukan semakin membebani ekuitas, imbal hasil Treasury AS dan juga USD.
Fokus Hari Ini
Pasar akan fokus dengan data PPI AS yang dirilis jam 19.30 WIB bersama klaim pengangguran mingguan. PPI diperkirakan turun dari 0.4% menjadi 0.3% m/m, dan core PPI stabil di 0.3% m/m. Sedangkan klaim pengangguran diperkirakan kembali naik dari 221K menjadi 226K. Tapi kami memperkirakan klaim pengangguran tidak akan pengaruh banyak pada pergerakan selama laporan tidak terlalu jauh dari kisaran 215K – 225K sehingga cenderung melihat PPI lebih menggerakkan sentimen seperti halnya CPI kemarin. Data PPI ini nantinya akan menjadi acuan untuk data inflasi PCE yang akan dirilis akhir bulan.
Jika data sesuai ekspektasi atau menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan, maka emas mendapat dorongan untuk naik lebih tinggi, dan terbuka untuk menciptakan rekor tertinggi baru, yang juga berarti semakin dekat dengan area $3000/oz yang ditunggu-tunggu.
Sebaliknya, jika data dirilis secara mengejutkan jauh lebih tinggi dari ekspektasi, maka emas berpotensi koreksi turun kembali.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dan kenaikan berhasil setahap lebih tinggi melewati zona 2926-2930 yang bertahan sebagai resistance dalam 1 minggu terakhir. Namun strong bullish kelihatannya masih harus bersabar dan menunggu konfirmasi penembusan 2956 untuk mencetak rekor tertinggi baru, sekaligus membuka jalan untuk melirik $3000-an.
Sebaliknya, posisi bearish juga masih bisa mengancam jika emas gagal naik di atas 2950-an tersebut. Support terdekat 2906 yang merupakan low 12 Mar 2025 akan menjadi pemicu penurunan jika ditembus, dengan proyeksi target kisaran 2880-2885 (area low 10 dan 11 Mar 2025).

Di H4, zona ungu kini di kisaran 2906-2923. Zona ini diperkirakan menjadi area buy yang cukup ideal (rendah risiko) sehingga ekspektasi penurunan atau swing low diharapkan terbatas sebelum kembali lanjut naik. Sedangkan kenaikan dikhawatirkan masih akan terhambat lebih dulu di zona coklat 2945-2953 sehingga secara teknis wajar jika terjadi tekanan turun lebih dulu maksimal ke zona ungu, dan demand nantinya mendorong kembali naik dan tren naik berlanjut dengan penembusan zona coklat tersebut.
Secara teknis, kita masih harus bersabar untuk mendapatkan momentum penembusan resistance 2956. Tapi secara umum, arah ke sana sudah cukup terbuka didukung data CPI tadi malam dirilis lebih rendah dari ekspektasi dan mengindikasikan proses disinflasi yang berlanjut. Selain itu juga didukung fundamental di mana emas bertindak sebagai safe haven.
Satu-satunya sentimen negatif untuk safe haven adalah perundingan damai Rusia-Ukraina. Ini kemungkinan bisa menjadi hambatan sehingga potensi koreksi turun bisa kembali membayangi di bawah 2900. Jika ini yang terjadi, maka switch strategi menjadi sell hanya disarankan jika terjadi penurunan di bawah zona ungu 2906-2923 atau mudahnya tembus di bawah 2906. Target potensial 2880-2885, atau maksimal MA 200 H4 yang kini berada di 2878.
Yang harus dicermati saat sell adalah, potensi penurunan kemungkinan bersifat terbatas sehingga perlu waspada jika harga sudah turun mendekati MA 200, sebaiknya exit sebelum sentuh, dan tunggu sinyal pembalikan naik untuk kembali incar buy. Jadi, sell hanya jangka pendek saja dan target terbatas, dan hanya disarankan jika terjadi penembusan di bawah 2906.Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 9.45 WIB, harga berada di 2941.37, dengan high di 2942.21 dan low 2933.44. FR diperbarui, ditarik dari bottom 2880.32 (FR 100%) ke puncak 2940.35 (FR 0%). Dan saat ini harga sedang mencoba menembus FR 0% 2940 tersebut. Jika dalam 2 jam ke depan, 2 candle H1 tetap berada di atas 2940, maka uptren berpeluang berlanjut, dan dengan demikian zona coklat 2932-2944 terbuka untuk langsung ditembus.
Jika penembusan FR 0% terjadi, maka Anda memiliki opsi untuk buy dengan 2 cara: 1) follow buy saat benar-benar tembus 2942-2944 (zona coklat), atau 2) tunggu swing low, kurang lebih zona 2932-2944 masih dalam area tersebut.
Atau skenario ideal yang diharapkan adalah terjadi swing low lebih dulu hingga terdekat area 2924-2926, atau terjauh zona hijau 2914-2922 sebelum mendapat dorongan kenaikan yang lebih kuat berikutnya.
Sebaliknya, penurunan di bawah FR 61.8% 2903 akan memicu reversal bearish jangka pendek sehingga rekomendasi sell hanya disarankan saat konfirm tembus di bawah FR 61.8% tersebut. Dengan demikian, Anda bisa switch strategi saat harga mulai turun di bawah 2903 dengan potensi target kisaran 2880-2885 sebagai area maksimal mengingat kondisi fundamental yang saat ini masih mendukung bullish. Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support. Waspadai data PPI AS di malam hari jam 10.30 WIB, karena bisa saja terjadi perubahan trend!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 2924.00 – 2926.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2938.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2944.00,
Target terdekat 2950, terjauh 2970, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2918.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2917.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELLÂ jika Support ditembus
Entry : 2900.00 – 2902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2888.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2908.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2907)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.09400– 1.09600 Target : 1) 1.08800 2) 1.08200 SL : 1.10200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08400 Switch to BUY jika tembus 1.10400 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.29000– 1.29200 Target : 1) 1.29800 2) 1.30400 SL : 1.28400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30000 Switch to SELL jika tembus 1.28000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.900 – 149.100 Target : 1) 148.300 2) 147.700 SL : 149.700 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2924.00 – 2926.00 Target : 1) 2932.00 2) 2938.00 SL : 2918.00 (ideal 3-5 points di bawah 2917.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2944 Switch to SELL jika tembus 2905 |

Dolar rebound terhadap mata uang lainnya mengakhiri penurunan dalam 7 hari perdagangan terakhir seiring data inflasi yang menurun di bawah perkiraan yang selaras dengan yang diharapkan Fed. Data inflasi CPI yang dirilis semalam menunjukkan inflasi mengalami penurunan dari 0.5% menjadi 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.3% dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga menurun dari 0.4% menjadi 0.2% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya, CPI mengalami penurunan dari 3.0% menjadi 2.8% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.9%. Sedangkan data Core CPI-nya juga turun dari 3.3% menjadi 3.1% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 3.2%. Dengan data-data ini membuat Fed sedikit mengurangi kekhawatiran akan inflasi meningkat akibat agenda ekonomi Presiden Trump yang akan datang. Meskipun data-data ini cukup melegakan, namun karena agenda kenaikan tarif impor AS belum diimplementasikan membuat data ini kurang memberikan kemana arah kebijakan moneter Fed yang akan datang. Karena juga data inflasi ini masih jauh di atas target 2% sehingga kemungkinan Fed masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu yang lebih lama. Sementara itu ketegangan akan perang dagang semakin meningkat seiring dengan perlawanan dari mitra dagang AS akan kenaikan tarif impor tersebut. Setelah sehari sebelumnya pemerintahan provinsi Ontario - Kanada menaikkan tarif listrik yang disalurkan ke AS sebanyak 25%, membuat Presiden Trump melawan dengan rencana kenaikan tarif impor yang lebih keras yaitu menggandakannya menjadi 50%. Meskipun pada akhirnya ditunda menunggu negosiasi antara kedua belah pihak. Semalam pihak Uni Eropa menjawab kenaikan tarif impor AS dengan rencana menaikkan tarif impor produk-produk dari AS senilai €26 juta atau ekuivalen $28 juta. Setelah Presiden Trump mengajukan kenaikan tarif impor sebanyak 25% terhadap semua produk baja dan aluminium dari Eropa. Presiden Trump berjanji akan membalas lagi jika Eropa benar-benar melakukan balasan tersebut. Ketegangan dan ketidakpastian akan perang dagang AS dengan mitra dagangnya masih menjadi faktor utama kekhawatiran akan terjadinya inflasi tinggi dan pelambatan ekonomi yang akan berujung pada terjadinya resesi yang tidak diinginkan semua pihak. Satu-satunya sentimen positif adalah peluang terciptanya perdamaian di Ukraina setelah perundingan damai antara Ukraina dan Rusia kembali berlanjut di Arab Saudi. Hari ini ada data inflasi dari sisi produsen PPI dan laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen melemah seiring dengan mata uang dolar yang rebound dan juga sikap hati-hati dari pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) yang mengkhawatirkan akan terjadinya pelambatan ekonomi global akibat agenda kenaikan tarif dari pemerintah AS. Meskipun tanda-tanda inflasi masih terus meningkat, BOJ memilih untuk menunggu sekaligus mengawasi situasi ekonomi dunia terlebih dahulu akan dampak dari agenda kenaikan tarif AS sebelum memutuskan akan mengambil tindakan. Walaupun BOJ diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan berikutnya, namun tidak dalam waktu dekat ini.
Euro juga melemah terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan imbas dari kenaikan tarif impor dari AS yang diumumkan oleh Presiden Trump dengan kenaikan sebanyak 25% terhadap produk baja dan aluminium. Komisi Eropa melakukan perlawanan dengan akan mengenakan kenaikan produk-produk impor dari AS seperti mulai dari kebutuhan toiletries, miras hingga permata senilai €26 juta atau ekuivalen $28 juta. Presiden Trump menanggapi perlawanan ini dengan berjanji akan melakukan pembalasan, namun belum mengungkapkan seperti apa. Sementara itu perubahan kebijakan fiskal Jerman yang berencana menganggarkan €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini sepertinya menghadapi gannjalan dari Partai Hijau di parlemen. Hari ini ada data industrial production untuk Uni Eropa secara keseluruhan dan data tingkat pengangguran di Italia.
Poundsterling juga mengalami koreksi terhadap dolar setelah sempat menguat hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Fundamental ekonomi Inggris sendiri sebelumnya juga cenderung menurun sehingga diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Hari ini ada data indeks harga perumahan dan data penting berikutnya akan dirilis esok hari berupa data pertumbuhan ekonomi GDP dengan perkiraan terus menurun
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



