Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mengalami rebound secara teknis sehingga menahan laju kenaikan emas sementara waktu. Di sisi lain dolar tetap dalam jalur pelemahan sehingga menguntungkan bagi emas.
Kebijakan tarif Trump dan kekhawatiran resesi mendominasi sentiment sehingga mendukung aset safe haven seperti emas bergerak naik. Sedangkan kabar dari Ukraina yang setuju untuk melanjutkan kesepakatan mineral dengan AS, termasuk juga setuju untuk gencatan senjata 30 hari dengan Rusia menjadi faktor yang meredam minat safe haven tersebut. Meski demikian dampak geopolitik tersebut masih terbatas.
Trump Tarik Ulur Tarif
Dan seperti minggu lalu, Trump kembali tarik ulur terkait tarif. Awalnya Trump mengumumkan akan berlakukan tarif tambahan 25% untuk baja dan aluminium dari Kanada dan akan mulai berlaku 12 Maret. Hal ini sebagai tanggapan dari kenaikan biaya tambahan Listrik yang diumumkan Perdana Menteri Ontario Doug Ford yang juga mengancam akan menghentikan pasokan listrik.
Namun beberapa waktu kemudian, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan PM Ford bertemu dan menghasilkan kesepakatan bahwa Ford membatalkan biaya tambahan listrik, dan Trump juga menarik tarif sebagai tanggapan dari tindakan Ford. Lutnick dan Ford dijadwalkan akan bertemu hari Kamis untuk membahas perjanjian USMCA terbaru atau kepatuhan penuh terhadap kesepakatan yang ada.

Di sisi lain, berita utama muncul dari hubungan Rusia-Ukraina. Pertemuan tingkat tinggi di Arab Saudi yang melibatkan para pejabat AS dan Ukraina menghasilkan kesepakatan. Ukraina mengajukan proposal gencatan senjata yang disetujui dan secara efektif memberi tekanan pada Rusia. Trump mengatakan dia akan menelepon Putin minggu ini untuk mengetahui sikap dan langkah selanjutnya.
Trump akan memastikan apakah Putin akan menolak atau menggagalkan upaya diplomatik tersebut. Trump menargetkan gencatan senjata bisa terjadi segera minggu depan jika Putin menyetujui.
Hal ini meredam kenaikan emas, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan karena kondisi lain yang juga mendominasi, yaitu adanya kekhawatiran tarif menghambat ekonomi dan menyebabkan resesi sehingga permintaan safe haven tetap kuat.
Fokus Hari Ini
Pasar akan fokus dengan data CPI AS yang dirilis jam 19.30 WIB. Core CPI diperkirakan turun dari 0.4% menjadi 0.3% m/m. Sementara CPI utama diperkirakan turun dari 3.0% menjadi 2.9% y/y, dan 0.5% menjadi 0.3% m/m.
Jika data sesuai ekspektasi atau menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan, maka emas mendapat dorongan untuk naik lebih tinggi, dan zona 2830-2842 bisa saja ditembus. Sebaliknya, jika data dirilis secara mengejutkan jauh lebih tinggi dari ekspektasi, maka emas berpotensi koreksi turun kembali, dan zona 2880 bisa saja kembali diuji, atau bahkan ditembus, tergantung seberapa kuat data CPI dirilis.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, berhasil mempertahankan jalur bullish setelah penurunan tertahan di 2880, sekaligus membuktikan area tersebut masih efektif sebagai support psikologis. Selanjutnya bullish akan menghadapi rintangan sesungguhnya, yaitu resistance 2930-2942 yang merupakan resistance kuat dalam 6 hari berturut-turut. Jika berhasil tembus, maka kenaikan berlanjut, dan resistance 2956 sebagai rintangan terakhir.
Sebaliknya, posisi bearish akan dominan jika turun di bawah 2880 yang merupakan low 2 hari terakhir. Jika tembus, maka area 2868.70 (FR 23.6% Daily) menjadi potensi penurunan terdekat, atau 2832 (low 28 Feb 2025) jika tekanan bearish cukup kuat.

Di H4, zona ungu 2884-2894 kembali menunjukkan pertahanan yang kuat, dan bertahap mendorong harga kembali naik di atas 2900. Bahkan level tertinggi sentuh 2922 sebelum kembali terkoreksi di malam hari.
Secara teknis, belum ada perubahan signifikan sebetulnya dari pola pergerakan yang ada, dengan range pergerakan masih tetap sama dan bullish masih butuh penembusan di atas resistance 2930-2942 yang cukup kuat dalam 6 hari terakhir. Jika berhasil, bullish berlanjut, tapi masih harus berhadapan dengan area resistance 2952-2956. Data CPI kemungkinan menjadi salah satu pemicu naik jika dirilis lebih rendah dari ekspektasi, atau bahkan bisa menjadi tekanan turun kembali jika CPI dirilis lebih tinggi dari ekspektasi.
Skenario yang diharapkan adalah swing low terbatas, dengan kisaran 2890-2900 sebagai area support, lalu rebound dan bergerak naik lebih tinggi dibanding posisi high 6 hari terakhir. Ketidakpastian tarif, kekhawatiran resesi akibat perang dagang yang ditimbulkan akan menjadi pondasi utama kenaikan, didukung lebih kuat jika inflasi ternyata dirilis lebih rendah dari perkiraan.
Sebaliknya, jika area 2880 ditembus, maka ancaman penurunan berpotensi lanjut menguji area MA 200 2870, atau FR 50% 2864. Atau jika data CPI dirilis jauh lebih tinggi dari perkiraan, maka proyeksi penurunan terjauh bisa melirik area FR 61.8% 2842.45.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 9.30 WIB, harga berada di 2914.90, dengan high di 2919.66 dan low 2910.79. FR menggunakan zona yang sama di mana FR 0% kini berada di 2930.22, dan FR 100% tetap di 2832.62. Area hijau sebelumnya di kisaran 2884-2889. Saat ini zona hijau berada di kisaran 2897-2903. Artinya, zona buy terdekat akan berada di kisaran area tersebut. Sedangkan area terjauh yang bisa dianggap sebagai zona demand dan diperkirakan lower risk berada di 2884-2889. Kemudian naik hingga tembus 2930.
Sebaliknya, penurunan di bawah 2880 akan membuat penurunan mengancam zona 2860 atau 2830-2840 yang lebih jauh. Jika ini yang terjadi, maka Anda bisa switch strategi saat harga mulai turun di bawah 2878, tapi diperkirakan hanya bersifat jangka pendek dan terbatas mengingat kondisi fundamental yang saat ini masih mendukung bullish.
Jika terjadi penurunan ekstrim di bawah 2878-2880, maka perkiraan kami adalah zona 2830-2840 akan menjadi area demand yang paling kuat sehingga bisa kembali pertimbangkan buy di zona tersebut. Tapi jika tidak terjadi penurunan ekstrim, maka area 2884-2889 sudah cukup sebagai area alternatif buy selain 2897-2903 (area hijau). Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support. Waspadai data CPI AS di malam hari jam 10.30 WIB, karena bisa saja terjadi perubahan trend!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2900.00 – 2902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2914.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2922.00,
Target terdekat 2929, terjauh 2940, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2894.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2892.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2875.00 – 2877.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2863.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2883.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2880)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar terus melemah terhadap mata uang lainnya, masih dengan ancaman resesi di AS serta dampak kenaikan tarif impor terhadap pertumbuhan ekonomi global yang masih menjadi kekhawatiran di pasar. Ketidakpastian perang dagang akibat perubahan mendadak kenaikan tarif impor dan juga prospek tercapainya gencatan senjata di Ukraina juga ikut mempengaruhi pasar. Kekhawatiran akan terjadinya erupsi pertumbuhan ekonomi global meningkat setelah Presiden Trump berencana untuk menggandakan kenaikan tarif impor baja dan aluminium dari Kanada sebanyak 50% dari sebelumnya yang hanya 25% setelah provinsi Ontario menaikkan tarif listrik sebanyak 25% yang disalurkan ke AS. Meskipun pada akhirnya Gubernur provinsi Ontario menunda rencana kenaikan tersebut dan akan merundingkan lebih lanjut dengan pemerintah AS dalam pekan ini. Kejadian ini menunjukkan bahwa ketegangan perang dagang dapat terjadi kapan saja dengan saling membalas dengan kenaikan tarif yang hampir dapat dipastikan akan merugikan perdagangan global. Sementara itu Ukraina menerima proposal gencatan senjata 30 hari dari AS selama diadakannya perundingan damai di Arab Saudi, meski pihak Rusia belum memberikan respon. Data ekonomi berupa indeks bisnis UKM mengalami penurunan dalam 3 bulan berturut-turut menghapus seluruh kepercayaan terhadap pemerintahan AS yang baru. Sedangkan jumlah lowongan kerja dari JOLTS mengalami peningkatan menjadi 7.74M yang lebih banyak dari perkiraan 7.65M meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun dari 7.60M menjadi hanya 7.51M. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi konsumen CPI dengan perkiraan mengalami penurunan setelah terjadi kenaikan pada periode sebelumnya.
Yen masih terus cenderung menguat terhadap dolar dengan data pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan, namun tekanan inflasi masih cenderung naik. Data GDP di Jepang kuartal ini mengalami penurunan menjadi 0.6% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.7%. Namun indeks harga dari data GDP tersebut mengalami peningkatan menjadi 2.9% yang lebih tinggi dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.8%. Hal ini mengindikasikan potensi inflasi kembali meningkat sehingga membuat Bank Sentral Jepang (BOJ) perlu menaikkan lagi suku bunga acuannya. Namun BOJ kemungkinan akan menunggu hingga ketidakpastian akan dampak agenda kenaikan tarif impor terhadap ekonomi seccara global dapat diantisipasi. Pejabat BOJ juga diperkirakan akan masih mempertahankan suku bunga acuannya saat ini pada pertemuan moneter mereka di pekan depan.
Euro terus menguat terhadap dolar seiring dengan prospek tercapainya gencatan senjata di Ukraina menjelang lanjutan perundingan damai yang diadakan di Arab Saudi. Ukraina sepakat dengan rencana AS untuk melakukan gencatan senjata selama 30 hari dan bersedia melanjutkan perundingan damai yang diinisiasi oleh AS dengan pihak Rusia. Menteri Luar Negeri - Marco Rubio kemudian akan mengajukan hal yang sama kepada Rusia dan pihak Rusia belum memberikan respon. Tercapainya perdamaian di Ukraina akan menjamin keamanan di kawasan Uni Eropa yang bersebelahan langsung. Sementara itu pemerintah Jerman juga melakukan reformasi fiskal dengan membatalkan pembatasan anggaran dan berencana menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Walaupun ada wacana Partai Hijau berencana untuk menggagalkan rancangan ini di parlemen dan berencana untuk mengajukan gagasan yang berbeda. Namun sepertinya hal ini tidak mendapat tanggapan dari pasar karena gagasan yang tidak dijelaskan belum tentu lebih baik. Sementara itu tidak ada data ekonomi yang akan dirilis dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde juga tidak menyinggung perihal kebijakan moneter dalam pidato semalam. Malam ini Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel dijadwalkan akan memberikan pidato.
Poundsterling rebound terhadap dolar, namun masih terus melemah terhadap Euro seiring dengan prospek perdamaian di Ukraina dengan dilanjutkannya perundingan damai di Arab Saudi. Walaupun kondisi ekonomi di Inggris sendiri juga tidak terlalu baik dengan data Leading Indeks yang mengalami penurunan -0.3% meskipun periode sebelumnya direvisi membaik dari -0.1% menjadi 0.0%. Data-data ekonomi sebelumnya juga cenderung menurun sehingga diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.09000– 1.09200 Target : 1) 1.08400 2) 1.07800 SL : 1.09800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07800 Switch to BUY jika tembus 1.10000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.28600– 1.28800 Target : 1) 1.29400 2) 1.30000 SL : 1.28000 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30000 Switch to SELL jika tembus 1.28000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 147.200 – 147.400 Target : 1) 148.000 2) 148.600 SL : 146.600 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 146.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 148.200 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2900.00– 2902.00 Target : 1) 2908.00 2) 2914.00 SL : 2894.00 (ideal 3-5 points di bawah 2892.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2922 Switch to SELL jika tembus 2880 atau jika kembali gagal tembus 2930 |

Penggerak Pasar
Dolar dan imbal hasil Treasury AS 10-tahun kembali turun. Namun kali ini dolar sedikit berbeda dengan menunjukkan rebound jelang penutupan. Meski demikian emas justru masih terbebani oleh kecemasan ancaman resesi sehingga likuidasi pasar emas terjadi untuk menutupi kerugian pada pasar saham.
Penurunan tajam pada pasar ekuitas menjadi salah satu penyebab short-covering pada pasar emas. Safe haven belum nampak saat ini pada emas, tapi bertahap akan pulih jika pasar ekuitas AS mulai stabil.
Pernyataan Trump Bikin Panik
Refleksi ke belakang, ternyata dalam pidatonya di hadapan Kongres minggu lalu Trump sempat mengatakan bahwa kebijakan tarif akan tetap berjalan. Trump saat itu mengakui bahwa kebijakannya kemungkinan akan menyebabkan “sedikit gangguan” dan masa transisi tersebut akan terasa menyakitkan bagi sebagian orang pada awalnya.
Dalam wawancaranya dengan Fox News Sunday bahkan Trump menyinggung tentang rencana ekonominya yang bisa menimbulkan efek tidak menyenangkan tersebut. Trump tidak mengesampingkan potensi resesi, tapi dia tidak suka memprediksi hal tersebut.
Pernyataan ini langsung direspon pasar sebagai pertanda negatif pada pasar ekuitas. Data-data ekonomi AS belakangan cenderung lemah, didukung juga dengan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen AS, melemahnya retail sales dan wholesale yang mengindikasikan lemahnya permintaan. Dan di hari Jumat pasar mendapatkan kejutan bahwa tingkat pengangguran kembali naik ke 4.1% dari 4.0%.
Tanda-tanda tersebut membuat pasar berasumsi bahwa ekonomi AS mengalami perlambatan yang berpotensi mengarah pada resesi.

Di sisi lain, ancaman resesi yang membuat pasar panik seharusnya membuat emas naik sebagai safe haven. Tapi hal tersebut belum terlihat hingga tadi malam. Meskipun kenaikan sempat terjadi di sesi Asia hari ini, tapi kenaikan sepertinya belum terlalu signifikan. Hal ini dikarenakan pasar juga masih menunggu data ekonomi berikutnya.
Emas biasa dilikuidasi untuk menutupi kerugian di pasar ekuitas saat terjadi penurunan tajam pada pasar ekuitas. Namun status safe haven akan kembali muncul setelah situasinya stabil. Artinya pasar sudah cukup stabil dan mulai melihat tidak ada pilihan lain selain safe haven karena risk asset kemungkinan diabaikan selama periode ketidakpastian.
Tarif Trump juga kembali ditunggu di mana Trump rencananya akan umumkan berlakunya tarif untuk aluminium dan juga baja per 12 Maret. Kita belum tahu apakah akan sesuai rencana atau kembali ditunda mengingat gejolak pada pasar ekuitas yang ditimbulkan.
Jika kembali diundur, maka pasar akan kembali melihat ketidakpastian dan ragu pada kebijakan pemerintahan Trump. Hal ini juga tentunya akan membuat Federal Reserve tetap tidak bisa bertindak mengingat belum terlihat dampak nyata dari diberlakukannya kebijakan tarif, kecuali tarif untuk China yang sudah berlaku langsung 10% di bulan Februari dan 10% tambahan di bulan Maret.
Fokus Hari Ini
Pasar akan menunggu data JOLTS job openings di jam 21.00 WIB. Data diperkirakan naik dari 7.6M menjadi 7.71M. Jika data melebihi ekspektasi, maka tekanan pada emas akan kembali terjadi di malam hari. Sebaliknya, jika data lebih rendah dari ekspektasi, maka tekanan untuk emas akan berkurang, dan potensi rebound bisa terjadi di malam hari.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, membuka peluang penurunan masih bisa berlanjut. Untuk sementara area 2880 berhasil menahan penurunan, dan harga saat ini rebound kembali dekati 2900. Namun, bullish diperkirakan masih belum pulih mengingat kepanikan di pasar ekuitas masih membebani sehingga emas mengalami likuiditas untuk menutup kerugian di pasar ekuitas tersebut.
Meski demikian, safe haven kemungkin akan kembali diincar secara bertahap saat pasar ekuitas mulai stabil. Resistance 2918 akan menjadi pemicu kembalinya tren bullish, dan jauh lebih kuat jika mampu tembus 2930. Sedangkan support saat ini 2880 masih efektif, tapi penembusan di bawahnya akan memberi tekanan berlanjut hingga 2868 (FR 23.6% Daily), atau 2856 (low 10 Feb 2025).

Di H4, swing low di bawah 2900 setelah kepanikan di pasar ekuitas berlanjut tadi malam. Dan penurunan tertahan di 2880, sejauh ini menandakan area ungu tetap efektif. Selama zona ungu tidak tembus, maka peluang rebound ini masih berjalan sesuai ekspektasi sebelumnya.
Dengan demikian, range kenaikan diharapkan terjadi lebih dulu dengan asumsi bahwa zona ungu tidak atau belum ditembus. Resistance 2907-2912 akan menjadi batas awal dimana kenaikan diperkirakan masih terbatas. Tapi saat harga tersebut tembus, maka uptren akan kembali dominan.
Ekspektasi jangka pendek, penurunan akan mendominasi lebih dulu dengan asumsi tidak tembus di atas 2907-2912. Ini berarti skenario awal sell bisa diterapkan di kisaran 2900-2905, untuk target potensial kembali ke zona support 2880-2885. Selanjutnya akan ditentukan dari 2880-2885 tersebut. Jika sesuai ekspektasi, maka exit target bisa dilakukan sebelum sentuh 2880.
Selanjutnya, butuh konfirmasi apakah data ekonomi nanti malam akan mendukung rebound atau tidak. Jika ada dukungan untuk rebound, maka 2880 akan kembali bertahan dan terjadi rebound. Dan ini berarti skenario buy bisa mulai dipertimbangkan kembali.
Sebaliknya, jika area 2880 ditembus, maka proyeksi penurunan diperkirakan akan lanjut menguji area FR 50% 2864.16 yang juga cukup dekat dengan MA 200 2864.90. Atau proyeksi penurunan terjauh area FR 61.8% 2842.45.
Ada 2 opsi untuk melakukan Sell, yaitu : 1) Pertahankan sell saat tembus 2878/2880, dengan peluang 2864 atau terjauh 2842, atau 2) Pertahankan Sell hanya jika terjadi konfirmasi tembus FR 61.8% 2842 karena perubahan tren lebih kuat jika FR 61.8% ditembus.
Sedangkan skenario buy bisa dilakukan jika : 1) tembus 2907-2912, 2) tidak tembus 2880 (opsi untuk nanti malam jika terjadi penurunan kedua), 3) dekat atau tepat di MA 200 2870.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 11.40 WIB, harga berada di 2897.90, dengan high di 2900.47 dan low 2880.32 FR diperbarui di mana FR 0% kini berada di 2930.22, dan FR 100% tetap di 2832.62. Area hijau tetap bertahan meski sempat disentuh tadi malam, dan juga low sementara sesi Asia hari ini masih tetap bertahan di zona tersebut.
Strategi SELL sejauh ini masih berjalan karena area 2900 sudah disentuh. Namun kami membatasi target penurunan maksimal hanya ke kisaran 2880-2885 atau dengan kata lain menguji kembali area hijau. Untuk selanjutnya buy akan ditentukan dari efek data ekonomi nanti malam di jam 21.00 WIB.
Secara umum, selama tidak terjadi kenaikan di atas 2907-2912, maka strategi sell tetap berlaku. Tapi jika harga kembali dekati 2880, maka keputusan exit lebih direkomendasikan untuk antisipasi peluang terjadinya double bottom sehingga pantulan bisa terjadi di malam hari.
Opsi buy bisa dipertimbangkan jika di malam hari zona hijau (atau dekat zona hijau) 2884-2889 tidak ditembus, dengan asumsi peluang double bottom bisa mendorong kembali harga naik di atas 2900-an. Alternatif buy juga bisa dipertimbangkan jika terjadi penembusan di atas 2907-2912. Atau opsi terakhir, buy bisa dipertimbangkan jika terjadi penurunan tajam hingga zona 2830-2845 dengan asumsi area tersebut merupakan zona demand yang mungkin lebih kuat.
Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat Resistance
Entry: 2900.00 – 2902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2888.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2880.00,
Target terdekat 2872, terjauh 2855, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2908.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2908.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2845.00 – 2847.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2859.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2839.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2836)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08600– 1.08800 Target : 1) 1.08000 2) 1.07400 SL : 1.09400 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07800 Switch to BUY jika tembus 1.09500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29000 – 1.29200 Target : 1) 1.28400 2) 1.7800 SL : 1.29800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28200 Switch to BUY jika tembus 1.30000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 147.200 – 147.400 Target : 1) 146.600 2) 146.000 SL : 148.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.300 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 2900.00– 2902.00 Target : 1) 2894.00 2) 2888.00 SL : 2908.00 (ideal 3-5 points di atas 2908.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2880 Switch to BUY jika tembus 2910 atau gagal tembus 2850 |

Dolar lanjut melemah untuk hari kelima secara beruntun, dan imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang ditutup lebih tinggi dibanding hari sebelumnya. Namun pagi ini imbal hasil dibuka gap down sehingga peluang penurunan masih bisa terjadi seperti yang diulas pada live streaming hari Jumat di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial.
Non Farm Payrolls dirilis 151K, lebih rendah dari ekspektasi 160K. Namun tingkat pengangguran dirilis 4.1%, naik dari 4.0% sebelumnya. Pendapatan rata-rata per jam turun dari 0.5% menjadi 0.3% m/m. Hal ini memberi tekanan lebih lanjut bagi dolar secara keseluruhan. Tapi data tidak cukup untuk memaksa Fed menurunkan suku bunga di pertemuan FOMC 20 Maret mendatang.
Ketidakpastian dalam kebijakan tarif membuat pasar cenderung menilai negatif pada pemerintahan Trump. Di satu sisi pengunduran masa berlaku tarif untuk Kanada dan Meksiko memang meredam kekhawatiran pasar terhadap ketegangan perang dagang. Tapi di sisi lain, hal itu menunjukkan ketidakjelasan sikap Trump terhadap kebijakannya sendiri dan pasar tidak menyukai ketidakpastian.
Trump dan Menteri Perdagangan Lutnick mengatakan tarif untuk produk Kanada dan Meksiko ditunda sampai 2 April. Trump juga menegaskan bahwa tarif-tarif lain akan diberlakukan secara resiprokal (timbal balik).
Sebaliknya, Kanada juga menunda tarif balasan untuk gelombang ke-2, tapi tidak akan menghapus tarif $30 miliar yang sudah diberlakukan. Trudeau mengklaim hal tersebut sebagai tanggapan atas penarikan tarif terbaru Trump, dan Kanada tidak mau terkecoh untuk menghapus tarif yang sudah ada. Secara umum berarti menandakan ketidakpastian pada tarif dan juga kekhawatiran perang dagang masih membayangi ke depan.

Presiden Fed New York John Williams mengatakan dirinya tidak melihat tanda-tanda meningkatnya ekspektasi inflasi. Data menunjukkan seperti sebelumnya bahwa inflasi mengejutkan ekspektasi jangka pendeknya.
Sementara Powell tidak memberi hal baru pada pernyataannya di hari Jumat, dan kembali menegaskan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru untuk menyesuaikan suku bunga. Demikian juga pernyataan Mary Daly dari Fed San Francisco yang mengatakan hal yang sama. Daly mengatakan ketidakpastian meningkat di antara kalangan bisnis sehingga bisa memperlambat permintaan dalam perekonomian AS. Tapi Daly melihat tidak ada kasus untuk membuat Fed menyesuaikan suku bunga di pertemuan Maret.
Meskipun Trump memutuskan kembali menunda tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko, tapi Menteri Perdagangan Howard Lutnick di akhir pekan mengatakan bahwa Trump tetap berlakukan kebijakan tarif alumunium dan baja mulai 12 Maret. Hal ini tentunya akan membuat pasar tetap waspada dengan kebijakan tarif yang akan diumumkan minggu ini.
Jika kembali diundur, maka pasar akan kembali melihat ketidakpastian dan ragu pada kebijakan pemerintahan Trump. Hal ini juga tentunya akan membuat Federal Reserve tetap tidak bisa bertindak mengingat belum terlihat dampak nyata dari diberlakukannya kebijakan tarif, kecuali tarif untuk China yang sudah berlaku langsung 10% di bulan Februari dan 10% tambahan di bulan Maret.
Kebijakan tarif dan politik tidak akan terlepas dari pandangan pasar sepanjang minggu ini selain data CPI yang akan dirilis hari Rabu. Satu sisi kecemasan pasar yang sebelumnya tertuju pada kekhawatiran meningkatnya inflasi, kini bergeser pada kekhawatiran pertumbuhan yang melambat sehingga berpotensi menimbulkan resesi ekonomi.
Dengan inflasi yang diperkirakan masih tetap solid di 2.9% y/y, pasar diperkirakan akan tetap bergejolak di tengah kekhawatiran tarif yang tidak menentu. Hal ini memberi keuntungan bagi emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas, kecuali jika ada perubahan sentiment yang cukup besar, baik dari sisi data ekonomi maupun fundamental secara keseluruhan.
Malam ini, pasar hanya akan mencermati data NY Fed Consumer Inflation Expectations yang akan dirilis jam 22.00 WIB. Meski hanya data tingkat 2, lonjakan ekspektasi inflasi akan membuat pasar kembali panik, terutama pasar ekuitas. Seharusnya secara teori ini akan menguntungkan bagi emas sebagai aset hedging melawan inflasi. Tapi jika tekanan pada pasar ekuitas cukup tajam, maka emas berpotensi turun lebih dulu untuk short-covering kerugian yang terjadi di pasar saham sebelum akhirnya rebound.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji, mirip dengan spinning tops, tapi real body terlalu kecil sehingga tidak terlalu ideal sebagai spinning tops. Tapi hal tersebut tetap menunjukkan kehati-hatian atau status “wait and see” bagi pasar setelah data NFP tidak terlalu menggebrak di hari Jumat.
Secara umum, harga ditutup sedikit lebih tinggi dibanding hari sebelumnya, 2911 vs 2910. Secara teori biasanya menandakan kenaikan lebih unggul daripada penurunan. Tapi hal ini perlu konfirmasi dari penembusan level tertinggi 2 hari berturut-turut 2926 dan 2930. Jika berhasil, maka bullish akan lebih kuat secara keseluruhan. Sedangkan penurunan di bawah 2891 akan memicu penurunan kembali, dan bahkan mengancam zona support 2878-2881.

Di H4, swing low kembali tertahan di zona 2884-2894, dengan level terendah tercatat di 2896.86. Bahkan pasca NFP, penurunan hanya sentuh 2901 sebelum akhirnya rebound kembali ke 2911.
Dengan range area yang sama dan belum ada perubahan signifikan, maka skenario belum banyak berubah. Selama tidak tembus di bawah zona ungu 2884-2894, maka harga cenderung kembali naik, dan kenaikan akan berpeluang lanjut jika resistance 2926-2930 berhasil ditembus.
Sebaliknya, jika area ungu 2884-2894 ditembus, maka proyeksi penurunan diperkirakan akan menguji area FR 50% 2864.16 yang juga cukup dekat dengan MA 200 2864.90. Anda. Atau proyeksi penurunan terjauh area FR 61.8% 2842.45. Ada 2 opsi untuk melakukan Sell, yaitu : 1) switch to sell saat tembus 2878, dengan peluang 2864 atau terjauh 2842, atau 2) switch to sell hanya saat tembus FR 61.8% 2842 karena perubahan tren lebih kuat jika FR 61.8% ditembus.Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 09.30 WIB, harga berada di 2910.47, dengan high di 2918.22 dan low 2909.59. Secara keseluruhan, harga masih tetap bertahan di atas FR 0% 2894.94 dan kenaikan juga masih berjuang untuk kembali menembus di zona FE 61.8% 2920.37 pasca data NFP.
Potensi pola bullish rectangle masih bisa terwujud selama tidak terjadi penurunan di bawah area arsir hijau 2884-2889. Tapi tentunya perlu konfirmasi dari penembusan resistance 2926-2930. Bahkan jauh lebih kuat lagi jika harga berhasil tembus resistance area coklat 2932-2944.
Opsi buy yang dianggap lebih baik berada di zona hijau (atau dekat zona hijau) 2884-2889, dan stop loss di bawah 2880 untuk antisipasi koreksi turun dan perubahan tren jangka pendek. Area alternatif buy juga bisa dipertimbangkan jika terjadi penembusan di atas 2926-2930, tapi opsi ini relatif riskan karena terlalu dekat dengan resistance, kecuali jika ada pemicu yang kuat.
Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support.
Meski demikian, peluang penurunan juga tidak bisa diabaikan. Dengan skema yang sama seperti minggu lalu, skenario sell bisa dilakukan jika area hijau ditembus, atau saat konfirm tembus di bawah 2878-2880. Tapi penurunan diperkirakan terbatas sehingga perlu waspada saat harga sudah mendekati area 2850-2860 tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat Support
Entry: 2898.00 – 2900.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2912.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2929.00,
Target terdekat 2936, terjauh 2948, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2892.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2890.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2872.00 – 2874.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2860.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2880.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2878)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



