Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan ketidakpastian dampak dari agenda kenaikan suku bunga acuan Presiden Trump. Setelah tetap memberlakukan kenaikan tarif impor terhadap Kanada dan Mexico sesuai yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu 25% dan bahkan menaikan sebanyak 2 kali lipat terhadap China menjadi 20%. Dampak terburuk yang paling dikhawatirkan adalah potensi akan terjadi resesi karena inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Bahkan skenario terburuk menurut pakar ekonomi yaitu peluang resesi mencapai 42%. Dengan kemungkinan tersebut maka akan semakin terbuka peluang dari Fed untuk meneruskan pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun kenaikan tarif ini masih belum dapat dipastikan bahwa akan permanen ataukah masih dapat dinegosiasikan. Namun dalam testimoni di Kongres semalam, Trump mengumumkan menunda kenaikan tarif di sektor otomotif selama 1 bulan berikutnya yang hanya terbatas pada kendaraan yang dibuat di AS. Penundaan ini dilakukan setelah mendapat tekanan dari pimpinan General Motor dan Ford serta Stellantis. Sementara itu aktifitas ekonomi di AS masih terus positif dengan data PMI di sektor jasa dari ISM meningkat dari 52.8 menjadi 53.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 52.6. Dengan komponen tenaga kerja dari data tersebut naik secara signifikan dari 52.3 menjadi 53.9. Begitu pula dengan data factory order juga meningkat tajam menjadi 1.7% sesuai perkiraan periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari -0.9% menjadi -0.6%. Sementara data dari sektor tenaga kerja berbeda 180 derajat dengan data terisinya lapangan kerja swasta ADP yang berkurang drastis dari 186K menjadi hanya 77K yang jauh di bawah perkiraan hanya turun 141K. Hari ini masih ada data di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran dan data yang lebih penting baru akan dirilis esok hari yaitu Non-Farm Payroll.
Yen juga menguat terhadap dolar seiring dengan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih berencana akan menaikkan suku bunga acuannya yang dijadwalkan pada pertemuan moneter yang akan dilaksanakan pekan depan. Walaupun ada kemungkinan akan tetap ditunda seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan akibat kenaikan tarif impor AS. Sehingga lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Walaupun Jepang kemungkinan besar akan terhindar dari agenda kenaikan tarif impor seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan.
Euro semakin menguat terhadap mata uang dolar hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir atau sejak November 2024 yang lalu. Seiring dengan rencana pemerintahan baru Jerman yang menganggarkan dana senilai lebih kurang €500 juta untuk dipergunakan sebagai dana militer dan infrastruktur yang dapat mengurangi potensi ketegangan perdagangan global yang memanas saat ini. Selain itu potensi tercapainya perdamaian di Ukraina menjadi sentimen positif untuk aset-aset berdenominasi Euro. Selain itu pemerintah China juga berencana merilis stimulus guna menangkis potensi lesunya aktifitas ekonomi global seiring agenda kenaikan tarif impor AS. Kedua stimulus ini semakin memberi ruang lebar bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. ECB dijadwalkan akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter hari ini dengan pemangkasan sebanyak 25 bps. Dengan perkiraan masih akan melanjutkan pemangkasan berikutnya seiring dengan ekonomi yang belum pulih. Hasil pertemuan moneter akan diumumkan malam ini pada pukul 20:15 WIB dan diikuti dengan konferensi pers dari Presiden ECB - Christine Lagarde 30 menit kemudian. Beberapa jam sebelumnya akan dirilis data Retail Sales.
Poundsterling masih terus menguat terhadap dolar seiring prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa menjadi sentimen positif juga di daratan Eropa. Inggris juga berpeluang untuk terhindar dari agenda kenaikan tarif impor AS karena neraca perdagangan keduanya yang seimbang dan kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa. Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya mengikuti saran Presiden Trump untuk meningkatkan pertahanan bagi negara di kawasan Eropa. Meskipun data PMI sektor jasa di Inggris sedikit mengalami penurunan menjadi 51.0 dari perkiraan stagnan sama seperti sebelumnya 51.1. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) semalam dalam dengar pendapat di depan parlemen sepakat masih ada ruang untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar ditutup melemah untuk hari kedua secara beruntun pasca rebound di 3 hari terakhir bulan Februari. Namun kenaikan tidak diikuti oleh penurunan pada imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang justru ditutup rebound. Hal ini wajar karena imbal hasil Treasury sendiri belum sempat naik setelah tekanan turun dalam 9 hari terakhir. Meski demikian posisi ini akan menjadi tantangan bagi bullish emas karena sebelumnya berhasil naik didukung oleh penurunan imbal hasil Treasury.
Pertemuan Parlemen Tahunan China
Dari China, pemerintah mengatakan menargetkan pertumbuhan ekonomi 2025 “sekitar 5%”, sesuatu hal yang menandakan optimisme sehingga membangkitkan harapan untuk kebangkitan ekonomi China. Hal ini akan menjadi pertanda positif juga untuk emas, selain saham/ekuitas China dan Hong Kong.
Hal lainnya juga disebut bahwa target CPI 2025 adalah sekitar 2%, turun dari tahun sebelumnya 3%. Poin ini sesuai ekspektasi sebelumnya dan dianggap relevan dengan kondisi saat ini. China sedang berjuang untuk mencapai target inflasi. PBOC tidak bisa leluasa turunkan suku bunga karena khawatir bisa menyebabkan arus modal ke luar negeri.
Pertemuan hari kedua sedang berjalan, dan diharapkan lebih detail tentang program yang dijalankan, termasuk stimulus untuk merespon dampak tarif Trump ke ekonomi China.

Pidato masih berjalan saat artikel ditulis di sesi Asia pagi ini. Beberapa poin yang diperkirakan akan disampaikan adalah tentang kebijakan luar negeri, niat Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina, rencana membawa semua sandera keluar dari Gaza, dan termasuk permintaan dana kepada Kongres untuk mendukung rencana deportasi massal pada migran tak berdokumen.
Sekilas dari pidato hari ini, Trump melontarkan ide untuk pembayaran bunga terhadap mobil buatan AS bisa dikurangi dari pajak. Trump menyebut saat ini dia ingin pembayaran bunga kredit mobil bisa dikurangkan dari pajak, tapi hanya berlaku untuk mobil yang dibuat di AS. Trump menambahkan dirinya akan berbicara dengan 3 produsen mobil teratas di hari Selasa. Selain itu, Trump juga singgung tentang tarif resiprokal yang akan diumumkan mulai 2 April. Hal ini berdampak positif pada USD sehingga emas agak sedikit bergerak lebih rendah.
Trump mengatakan bahwa tarif bisa menimbulkan gangguan sehingga butuh periode penyesuaian. Oleh karena itu, Trump ingin mencabut Chips Act (pakta kesepakatan yang ditandatangani Agustus 2022 yang ditujukan untuk memperkuat pabrik semikonduktor lokal, penelitian dan juga ketahanan rantai pasokan dalam negeri. Trump juga menegaskan kembali tentang tarif 25% untuk aluminium, tembaga dan baja.
Selain pidato Trump di depan Kongres gabungan yang masih berlangsung pagi ini di sesi Asia, pasar juga perlu mencermati pertemuan hari kedua parlemen China dan beberapa data ekonomi seperti ADP di jam 20.15 WIB dan ISM services di jam 22.00 WIB. Tanda-tanda kecemasan terhadap tarif Trump masih membayangi sehingga menguntungkan emas.
Tapi ada beberapa poin yang juga masih ditunggu dari pidato Trump, yaitu kaitannya dengan perkembangan terbaru kesepakatan mineral dengan Ukraina, upaya mengakhiri perang Ukraina-Rusia, rencana pengeboran minyak untuk pasokan yang lebih banyak dan beberapa lainnya yang akan membuat market volatile sejak sesi Asia hingga lanjut di malam hari nanti. Semua hal tersebut akan pengaruhi pergerakan emas hari ini.
Sedangkan data ekonomi akan diawali dengan fokus pada ADP jam 20.15 WIB, dilanjut dengan ISM services di jam 22.00 WIB. Kedua data diperkirakan bisa menimbulkan fluktuasi di malam hari. Laporan yang lemah akan menguntungkan emas sehingga berpotensi kembali dorong naik. Sebaliknya laporan yang terlalu kuat akan menekan emas sehingga berpotensi kembali terkoreksi turun.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut jika harga tetap bertahan di atas 2885-2890. Area 2930 adalah resistance terdekat yang harus dihadapi saat ini setelah kenaikan kemarin sentuh 2927. Jika berhasil, maka selanjutnya berhadapan dengan 2956 yang merupakan rekor tertinggi yang dicapai 24 Feb 2025 yang lalu.
Sebaliknya, penurunan juga tetap mengancam jika support 2878-2880 ditembus, sekaligus mengincar 2832 (low 28 Feb 2025) jika tekanan turun cukup kuat. Hal ini akan bergantung pada kabar Ukraina yang disebut-sebut bersedia untuk tandatangan kesepakatan mineral dengan AS, untuk tahapan yang diperlukan sebelum medias perundingan damai Rusia-Ukraina.

Di H4, swing low tertahan di zona 2880-2885, persis dengan zona yang diharapkan, lalu naik dan berhasil tembus di atas 2891-2905, juga sesuai harapan naik lebih lanjut hingga mendekati 2930. Saat ini harga menjauhi resistance trendline sebelumnya sehingga kini berperan sebagai support psikologis.
Area ungu di kisaran 2884-2894 akan menjadi area support terdekat sekaligus area yang dipertimbangkan sebagai zona buy terdekat. Jika sebelumnya 2885-2890 adalah zona resistance yang wajib ditembus, maka kini menjadi support area yang diharapkan tidak tembus untuk mengkonfirmasi kenaikan yang mulai kembali di atas 2900-an.
Jika skenario terpenuhi, maka arah kenaikan berikutnya diperkirakan bisa dengan mudah tembus 2930 untuk mendekat ke zona resistance psikologis 2952-2956. Tapi jika gagal, maka penurunan di bawah area ungu akan mengancam tekanan turun hingga mendekati area coklat kisaran 2832-2853.
Area coklat diharapkan sebagai area support psikologis yang lebih kuat, sekaligus diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat. Anda bisa pertimbangkan sell jangka pendek jika harga tembus di bawah 2878-2880 atau dengan kata lain tembus di bawah zona ungu, tapi segera keluar saat harga mendekati area coklat 2832-2853 tersebut karena dikhawatirkan demand yang lebih kiat menunggu di zona tersebut.
Ini artinya buy bisa kembali dilakukan di area coklat atau dekat area coklat, dan harga diperkirakan akan mampu kembali terdorong naik.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diharapkan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 09.55 WIB, harga berada di 2904.46, dengan high di 2918.04 dan low 2901.95. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2832.62 (FR 100%) ke puncak 2894.94 (FR 0%) dan berhasil tembus di atas FR 0%. Dengan demikian FR 0% akan menjadi support terdekat yang perlu dicermati selain area hijau yang ada di kisaran 2884-2889.
Ekspektasi kami penurunan tertahan di kisaran 2880-2894 sehingga zona buy bisa dipertimbangkan di zona tersebut. Bullish akan lebih kuat jika berhasil naik dan tembus di atas 2930.
Opsi buy lainnya secara teori teknikal bisa dipertimbangkan di zona dekat trendline support yang merupakan resistance dari trend channel sebelumnya, area 2858-2863 (stop loss di bawah 2855). Ini bisa menjadi pertimbangan jika opsi buy pertama di zona hijau gagal karena support ditembus.
Skenario sell bisa dilakukan jika area hijau ditembus, atau saat konfirm tembus di bawah 2878-2880. Tapi penurunan diperkirakan terbatas sehingga perlu waspada saat harga sudah mendekati area 2850-2860 tersebut.
Trump sedang berpidato di pagi hari sehingga volatilitas diperkirakan akan cukup luas, dan perlu diwaspadai! Sedangkan di malam hari, Anda bisa pertimbangkan entry pasca data ADP jam 20.15 WIB atau ISM Services jam 22.00 WIB.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat Support
Entry: 2885.00 – 2887.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2899.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2930.00,
Target terdekat 2936, terjauh 2945, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2879.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2875.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2868.00 – 2870.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2856.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2876.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2875)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.05400– 1.05600 Target : 1) 1.06200 2) 1.06800 SL : 1.04800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06800 Switch to SELL jika tembus 1.04300 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.27400 – 1.27600 Target : 1) 1.28200 2) 1.28800 SL : 1.26800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.28000 Switch to SELL jika tembus 1.26200 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 150.000 2) 150.600 SL : 148.600 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 148.500 atau selama tidak ada kenaikan di atas 151.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 150.3000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2885.00– 2887.00 Target : 1) 2893.00 2) 2899.00 SL : 2879.00 (ideal 3-5 points di bawah 2875.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930 Switch to SELL jika tembus 2870 Area hijau sebagai support psikologis pasca kenaikan |

Dolar berlanjut melemah terhadap mata uang lainnya, terkecuali terhadap dolar Kanada dan peso Mexico yang melanjutkan kenaikan hari sebelumnya. Masih diwarnai oleh kenaikan tarif 25% terhadap Kanada dan Mexico yang mulai efektif berlaku dan terhadap China dilipatkan kenaikan sebanyak 20% dari rencana awal sebelumnya yang hanya 10%. Dengan dimulaikannya kenaikan tarif ini akan berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Karena Kanada dan Mexico berencana melakukan perlawanan, sedangkan China sudah bereaksi dengan menaikkan tarif impor sebanyak 10%-15% pada beberapa produk yang diimpor dari AS. Perdana Menteri Kanada - Justin Trudeau menyebut kenaikan tarif impor AS merupakan tindakan bodoh dan Ottawa akan segera melakukan perlawanan dalam waktu dekat. Sedangkan Presiden Mexico juga mengatakan akan mengambil tindakan balasan, meski tidak secara spesifik berupa apa dan kapan akan dilaksanakan. Menanggapi ancaman tersebut, Menteri Perdagangan AS - Howard Lutnick mengatakan Presiden Trump akan mencari jalan tengah dan akan diumumkan malam ini dan ada kemungkinan kenaikan tarif tersebut akan ditinjau ulang pada 2 April mendatang, jika Kanada dan Mexico dapat memberikan bukti bahwa perdagangan obat terlarang yang melewati perbatasan dapat dihentikan. Namun sebagian pelaku pasar meragukan akan terjadi perubahan yang signifikan dan yang hampir pasti adalah dampak kenaikan tarif ini pada inflasi dan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi domestik dan global. Dan bukan tidak mungkin jika semakin memburuk akan membawa ekonomi AS ke dalam resesi. Presiden Trump dijadwalkan akan memberikan testimoni di Kongres AS yang mungkin saja akan memberikan kejutan lainnya. Setelah sebelumnya menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina menyusul perdebatan sengit dengan Presiden Ukraina - Volodymyr Zelensky di Gedung Putih sebelumnya. Meski demikian Trump juga masih berniat unutk melanjutkan kerjasama eksploitasi mineral di Ukraina yang diharapkan akan menjadi jembatan terjadinya perdamaian mengakhiri 3 tahun perang di Ukraina. Walau belum dapat dipastikan kesepakatan yang akan dibuat masih sama dengan sebelumnya ataukah akan ada perubahan setelah kejadian di ruang oval presiden tersebut. Sebelumnya data ekonomi juga cenderung menurun yang semakin membuka ruang bagi Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Hari ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja berupa data terisinya lapangan kerja swasta ADP, data PMI di sektor jasa dan factory order.
Yen sedikit tertahan terhadap dolar karena melemah terhadap Euro seiring dengan optimisme di kawasan Eropa. Bank Sentral Jepang (BOJ) masih berencana akan menaikkan suku bunga acuannya menjelang pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan, setelah beberapa waktu sebelumnya cukup yakin akan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Namun seiring dengan dimulaikannya kenaikan tarif impor AS yang mulai diberlakukan, menimbulkan keraguan dan membuat BOJ akan menunda lebih lama menunggu dampak ekonomi lebih lanjut. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengkhawatiran akan terjadinya pelambatan ekonomi secara global sehingga lebih bijak jika menunda kenaikan suku bunga acuan sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. AS sendiri belum memastikan akan mengenakan kenaikan tarif impor terhadap Jepang seiring dengan investasi Jepang di AS yang cukup signifikan.
Euro menguat terhadap dolar hingga menyentuh level tertinggi dalam 2 pekan terakhir seiring dengan kerjasama negara-negara Eropa untuk membantu Ukraina menciptakan perdamaian. Dengan pemerintahan baru Jerman menyediakan dana senilai hingga €500 juta yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu untuk militer dan infrastruktur. Rancangan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Jerman terutama terhadap pertahanan wilayahnya. Penguatan mata uang Euro ikut mengangkat mata uang Eropa lainnya seperti Swiss franc, poundsterling dan juga krona Norwegia serta krone Swedia. Selain itu negara-negara Eropa juga berencana mengajukan rancangan perdamaian tersebut kepada AS dan pemerintah AS juga masih tetap akan menjalin kerjasama eksplorasi mineral di Ukraina meskipun terjadi perselisihan dalam pertemuan dengan Presiden Zelensky sehari sebelumnya. Pelaku pasar masih menunggu hasil pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan tersebut pada hari Kamis esok hari. Diperkirakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps lagi. Hari ini akan dirilis data PMI sektor jasa dan data inflasi dari sisi produsen PPI.
Poundsterling juga berlanjut menguat terhadap dolar hingga level tertinggi sejak pertengahan Desember tahun lalu. Prospek perdamaian di Ukraina yang didukung oleh negara-negara di Eropa menjadi sentimen positif juga di Inggris. Selain itu Presiden Trump sepertinya tidak menarget Inggris untuk kenaikan tarif impor seiring dengan neraca perdagangan keduanya yang seimbang dan kebanyakan eskpor Inggris di sektor jasa. Sebagaimana Jerman, Inggris juga berencana meningkatkan anggaran militernya mengikuti saran Presiden Trump untuk meningkatkan pertahanan bagi negara di kawasan Eropa. Hari ini ada data PMI di sektor jasa.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar berbalik turun pasca kenaikan 3 hari berturut-turut di akhir bulan. Hal ini menandakan efek akhir bulan yang sebelumnya mendukung penguatan dolar mulai berkurang, dan memulai awal bulan dengan pelemahan. Sedangkan imbal hasil Treasury AS 10-tahun tetap turun sehingga mendukung emas untuk kembali naik.
Survei manufaktur versi ISM bulan Februari dirilis 50.3, lebih rendah dari ekspektasi 50.8. Memang bukan data yang bagus, tapi tetap di atas 50 untuk bulan kedua secara beruntun (di atas angka indeks 50 menandakan ekspansi, di bawah 50 menandakan kontraksi). Hal ini menyoroti produksi yang lebih tinggi saat tarif naik, tapi meningkatkan ketidakpastian.
Tarif Mulai Berlaku sesuai Agenda!
Kenaikan emas juga tidak terlepas salah satunya dari kekhawatiran tarif. Trump menegaskan bahwa tarif 25% untuk Meksiko dan Kanada tetap berlaku mulai 4 Maret, termasuk juga 10% tambahan untuk China. Trump juga menambahkan bahwa tarif resiprokal akan dirilis 2 April.
Selain itu, GDPNow, pelacak pertumbuhan AS, menunjukkan angka yang terus merosot. Turun dari -1.5% menjadi -2.8%. Bahkan setelah laporan dari Biro Sensus AS dan ISM, pertumbuhan pengeluaran konsumsi pribadi riil di kuartal pertama dan pertumbuhan investasi tetap swasta riil turun dari 1.3% menjadi 0.0% dan dari 3.5% menjadi 0.1%. Hal ini menggambarkan kekhawatiran atas melambatnya ekonomi AS.

Sesuai ulasan sebelumnya, pasar akan tertuju pada 3 agenda penting yang berpotensi membuat market volatile, terutama emas yang cukup sensitif. Untuk saat ini tarif mulai berlaku 4 Maret, dan juga pertemuan parlemen tahunan yang dimulai hari ini. Itu berarti tersisa 1 risk event lagi yang baru akan muncul di hari Jumat, yaitu data non farm payrolls.
Investor akan menanti respon dan reaksi para petinggi China terkait tarif yang diberlakukan Trump per hari ini. Stimulus fiskal akan kembali menjadi fokus utamanya setelah Desember dan Januari gagal mendorong optimisme pasar setelah angka stimulus tidak memuaskan pasar. PM Li Qiang di tanggal 5 Maret juga akan merilis laporannya. Diharapkan proyeksi CPI diturunkan dari 3 menjadi 2% yang lebih realistis, dan GDP diharapkan tetap 5% menunjukkan optimisme pemerintah terhadap ekonomi China.
Kejutan OPEC dan ‘Punishment’ AS
Di sisi lain, emas juga mendapatkan dorongan dari 2 peristiwa yang keduanya memberi efek berbeda pada harga minyak. OPEC secara mengejutkan akan tetap berjalan dengan rencana mereka untuk berhenti memangkas produksi di akhir kuartal 1-2025 dan mulai produksi bertahap per bulan April 2025 sebesar 138K, tergolong jumlah yang kecil di pasar dibanding 104 juta bph.
Hal ini membuat harga minyak mengalami penurunan dan sesuai permintaan Trump di Davos, 23 Januari yang lalu agar Arab Saudi menurunkan harga minyak untuk bisa mengakhiri perang Ukraina, sehingga inflasi nantinya turun, dan suku bunga serta lainnya mengikuti turun. Dengan kondisi suku bunga yang turun, maka emas cenderung memiliki alasan untuk kembali naik.
Di sisi lain, Trump perintahkan Menteri Pertahanan untuk hentikan bantuan militer terhadap Ukraina. Hal ini terjadi pasca perdebatan di Gedung Putih dan membuat proses perdamaian Ukraina – Rusia tertunda. Sebaliknya, Uni Eropa justru tetap memberi bantuan untuk Ukraina membeli senjata untuk mempertahankan diri dari invasi Rusia. Hal ini justru menimbulkan pertanyaan apakah Uni Eropa tidak inginkan perdamaian. Ketidakpastian geopolitik membuat emas dilirik sebagai safe haven.
Fokus Malam Ini
Tidak ada data ekonomi AS untuk malam ini, tapi pasar akan mencermati pertemuan tahunan parlemen China dan juga pernyataan Trump lainnya, serta perkembangan seputar tarif.
Kekhawatiran tarif dan perang dagang diperkirakan akan kembali membuat emas dilirik sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan mulai terbatas.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, menandai reversal candle sebelumnya yang muncul di hari Jumat sebagai hammer. Tapi posisi bullish belum bisa bernafas lega, karena minimal harus berhasil lanjut tembus di atas resistance 2906 setelah sebelumnya berhasil rebound dan lewati rintangan pertama di zona 2885-2890.
Potensi turun masih bisa terjadi seandainya harga kembali gagal untuk survive di atas 2905-2906 tersebut, atau minimal close di atas 2890an. Jika berhasil naik di atas 2906, maka peluang resistance 2915 dan 2920 cukup terbuka. Sedangkan ancaman penurunan melirik kembali level 2855-2858 jika tembus di bawah 2875. Ketidakpastian geopolitik dan juga kebijakan tarif Trump yang mulai berlaku hari ini akan membuat safe haven diuntungkan

Di H4, swing low terakhir hanya sentuh 2858, cukup dekat dengan zona buy yang diharapkan di 2855-2857. Secara umum kenaikan berhasil lewati trendline dan area resistance 2885-2890 seperti yang diharapkan. Tapi rintangan berikutnya belum tuntas, karena bullish harus bisa lewati resistance kritikal berikutnya kisaran 2891-2905. Hal ini akan menjadi penentu apakah kenaikan kemarin sudah cukup mengembalikan tren bullish atau tidak.
Area ungu kisaran 2856-2876 akan kembali menjadi area support yang diperhitungkan. Artinya selama tidak terjadi penurunan di bawah zona ini, maka buy lebih direkomendasikan. Pullback atau retest support diharapkan terbatas di kisaran trendline support 2872-2876 sehingga menjadi opsi area buy yang lebih ideal (minim risiko).
Jika skenario berhasil, maka peluang naik melirik area 2910-2912, atau kisaran 2920-2924.
Sebaliknya, jika gagal naik di atas 2905, lalu tembus di bawah 2870, maka besar peluangnya untuk turun kembali ke zona 2852-2856, atau bahkan kembali menguji MA 200 H4 yang ada di 2840.
Sementara, fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diharapkan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 09.40 WIB, harga berada di 2887.00, dengan high di 2893.72 dan low 2881.88. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2832.62 (FR 100%) ke puncak 2894.94 (FR 0%). Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus FR 0% 2894.94, tapi akan berbalik turun jika tembus FR 61.8% 2856.43.
Trend channel berhasil dilewati. Tapi seperti saat turun, kita masih butuh memastikan harga untuk tetap berada di luar trend channel tersebut untuk mencerminkan penembusan yang benar-benar sustain dan kenaikan yang juga stabil. Ini berarti FR 23.6% 2880 sebagai area koreksi terdekat yang dinilai wajar, dan kemudian diharapkan naik untuk tembus di atas area hijau 2891-2899 atau minimal berhasil tembus FR 0% 2894 tersebut.
Opsi buy lainnya secara teori teknikal seharusnya bisa dilakukan selama tidak tembus FR 61.8%. Ini berarti area FR 38.2% 2871 atau FR 50% 2863 adalah opsi lain untuk zona buy.
Sedangkan skenario sell dalam jangka pendek bisa kembali terjadi selama harga gagal tembus di atas resistance area hijau 2891-2899, dan akan lebih dominan jika turun dan tembus di bawah FR 61.8% 2856. Artinya, Anda bisa switch strategi menjadi SELL jika hal itu terjadi dan terpenuhi syaratnya.
Waspadai malam hari, terutama saat pidato Trump kembali muncul!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat Support
Entry: 2880.00 – 2882.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2894.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2895.00,
Target terdekat 2905, terjauh 2915, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2874.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2875.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2868.00 – 2870.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2856.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2876.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2875)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar bergerak variatif yang cenderung melemah terhadap mata uang lainnya, meski untuk sementara menguat terhadap mata uang dolar Kanada dan peso Mexico hingga ke level tertinggi sejak 3 Februari yang lalu. Seiring dengan keputusan Presiden Trump yang tidak akan menunda kenaikan tarif impor terhadap Kanada, Mexico dan China yang efektif berlaku mulai hari ini. Presiden Trump mengatakan "sudah tidak ada lagi ruang untuk negosiasi" yang memungkinkan untuk menunda lagi hal tersebut dan kenaikan lainnya tetap akan berlaku mulai 2 April mendatang. Pernyataan tidak adanya ruang negosiasi merupakan pernyataan yang keras dan tegas sehingga peluang akan dimulainya krisis perdagangan global yang berpotensi memperlambat perekonomian dunia akan segera terjadi. Dari data ekonomi, dari ISM berupa PMI manufaktur kembali mengalami penurunan dari 50.9 menjadi 50.3 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 50.6. Dengan angka yang mendekati ambang batas 50 membuat kekhawatiran sektor manufaktur akan kembali masuk dalam zona kontraksi, terlebih dengan adanya pembatasan barang impor dari agenda ekonomi pemerintahan Presiden Trump. Terlihat dari komponen harga yang meningkat tajam dari 54.9 menjadi 62.4 yang jauh melampaui perkiraan hanya naik 56.3. Sementara komponen tenaga kerja mengalami penurunan tajam dari 50.3 menjadi 47.6 yang jauh lebih jelek dari perkiraan hanya turun 50.1. Meskipun data yang sama dari S&P relatif masih menguat 52.7 yang lebih tinggi dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 51.6. Dampak dari kenaikan tarif impor terhadap sektor manufaktur baru akan diketahui pada rilis data berikutnya pada bulan depan. Namun kemungkinan terbesar sepertinya masih akan terus cenderung menurun. Dengan data-data yang cenderung menurun ini kembali memperkuat peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. Walaupun di sisi lain potensi akan terjadinya kenaikan inflasi kembali akan menahan Fed untuk terlalu agresif dalam mengambil kebijakan moneter tersebut. Masih ada data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini yaitu Non-Farm Payroll di penghujung pekan ini dan hari ini tidak ada data yang akan dirilis.
Yen kembali menguat terhadap dolar seiring dengan peluang akan Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga acuannya masih cukup tinggi. BOJ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pekan depan dengan ekspektasi tersebut meskipun akhir-akhir ini pejabat BOJ mulai mengulur waktu pelaksanaannya seperti yang diucapkan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda di akhir pekan lalu yang mengkhawatiran akan terjadinya pelambatan ekonomi secara global akibat kenaikan tarif dari AS. Ada peluang BOJ akan menunda kenaikan tersebut sampai langkah antisipasi dampak ekonomi tersebut dapat dikendalikan. Meski demikian BOJ terus akan mengawasi pergerakan mata uang Yen dengan lebih ketat lagi dan menjaga agar menguatnya yen searah dengan dengan positifnya ekonomi terkini. Sementara itu investasi baru di Jepang mengalami penurunan tajam walaupun BOJ masih terus meningkatkan neraca keuangannya.
Euro rebound terhadap dolar seiring kesepakatan pimpinan di Eropa untuk merancang perjanjian damai di Ukraina setelah perundingan Presiden Ukraina - Volodymyr Zelensky dengan Presiden Trump sehari sebelumnya berakhir sama sekali bertolak belakang dengan yang diharapkan mulus. Sepulang dari AS, Zelensky disambut hangat oleh Perdana Menteri Inggris - Keir Starmer dan memberitakan pemimpin Eropa sepakat untuk membantu membuat rancangan perdamaian yang akan disampaikan ke Washington. Selain itu Presiden Komisi Eropa - Ursula von der Leyen juga akan meminta anggota Uni Eropa untuk meningkatkan industri pertahanan dan meningkatkan kapabilitas militer Uni Eropa guna memperkuat pertahanan di daratan Eropa. Pemerintahan baru Jerman juga akan segera merencanakan membuat 2 dana darurat senilai lebih dari ratusan juta euro yang 1 ditujukan untuk meningkatkan pertahanan militer dan 1 lagi untuk infrastruktur. Pihak Kremlin sendiri meminta semua pihak untuk mendorong Presiden Ukraina untuk segera duduk dalam perundingan perdamaian. Harapan akan tercapainya perdamaian di Ukraina menjadi sentimen positif setelah pertemuan di Washington mengalami kebuntuan. Dari data ekonomi meski indeks manufaktur di kawasan ini mengalami penurunan, namun tekanan inflasi juga semakin menurun sehingga Bank Sentral Eropa (ECB) sedikit terkurangi beban untuk terus melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun dalam pertemuan moneter ECB yang dijadwalkan pada Kamis nanti diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Data CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan mengalami penurunan dari 2.5% menjadi 2.4% yang belum mencapai perkiraan turun 2.3%. Namun sudah searah dan semakin mendekati dengan target 2% yang diharapkan. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga berbalik arah menguat terhadap dolar seiring dengan optimisme akan segera tercapainya perdamaian di Ukraina. Perdana Menteri - Keir Starmer dan pimpinan Uni Eropa sepakat untuk membantu Presiden Ukraina - Volodymyr Zelensky untuk merancang rencana perdamaian yang akan diajukan kembali ke Washington. Sementara itu juga sedang mempersiapkan anggaran untuk meningkatkan pertahan militer di masing-masing negara guna memperkuat posisi tawar dalam perundingan damai nantinya. Secara domestik kemungkinan Inggris akan mendapat pengecualian dari kenaikan tarif impor Presiden Trump setelah hasil kunjungan ke AS beberapa waktu lalu seiring dengan neraca perdagangan yang seimbang dan kebanyakan eskpor dari Inggris lebih banyak berupa jasa. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



