

| Suggest : SELL on Rally Area : 1.05000– 1.05200 Target : 1) 1.04400 2) 1.03800 SL : 1.05800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04200 Switch to BUY jika tembus 1.05800 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.26600 – 1.26800 Target : 1) 1.27400 2) 1.28000 SL : 1.26000 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27400 Switch to SELL jika tembus 1.26000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 148.600 2) 148.000 SL : 150.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.400 atau selama tidak ada kenaikan di atas 151 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2880.00– 2882.00 Target : 1) 2888.00 2) 2894.00 SL : 2874.00 (ideal 3-5 points di bawah 2875.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2895 Switch to SELL jika tembus 2870 Area hijau sebagai resistance psikologis 2891-2905 wajib tembus |

Dolar kembali menjadi pemenang di hari Jumat, menguat dibanding mayoritas mata uang global, dan juga sempat menekan emas. Namun emas tertolong karena status imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang tetap ditutup turun. Hal ini menandakan ekspektasi penurunan suku bunga yang masih dominan, atau bisa juga dikaitkan dengan status dolar yang menguat saat memasuki akhir bulan. Arus akhir bulan biasanya menunjukkan permintaan dolar yang masih kuat.
Di sisi lain, data ekonomi AS justru menunjukkan angka yang relatif lunak dan sesuai ekspektasi. PCE dirilis 2.6% y/y, sesuai ekspektasi, dan turun dibanding sebelumnya 2.9%. Meskipun terjadi kenaikan basis bulanan dari 0.2% menjadi 0.3% m/m, tapi kenaikan sesuai ekspektasi sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan. Emas sempat naik saat data PCE tersebut dirilis, tapi rapuh saat pasar menantikan pertemuan Zelinsky dan Trump di Gedung Oval hari Jumat malam waktu Indonesia.
Dalam pertemuan keduanya, pasar sempat optimis dengan proses perundingan yang dikatakan akan segera maju ke proses penandatanganan kesepakatan AS-Ukraina atas mineral rare earth, sebagai bagian jaminan keterlibatan AS di dalam proses kesepakatan damai Rusia-Ukraina.
Namun, prosesnya tidak berjalan lancar. Zelinsky bahkan sempat adu argumen dengan Wakil Presiden JD Vance perihal cara diplomasi yang dijalankan AS. Zelinsky meminta AS tidak mempercayai Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump marah dan menilai Zelinsky mempertaruhkan nyawa rakyat Ukraina dan memancing terjadinya Perang Dunia ke-3. Trump ingatkan bahwa Ukraina tidak dalam posisi menguntungkan, bahkan jika tanpa kehadiran AS, Ukraina mungkin sudah “selesai” dalam waktu singkat saat terjadi serangan pertama Rusia.
Trump mengusir Zelinsky dan mempersilahkan untuk kembali ke AS jika sudah siap dengan pembicaraan damai. Hal ini tentu membuat status safe haven kembali menghangat, dan emas terdorong rebound saat berita tersebut keluar, juga seiring meredanya tekanan pada pasar ekuitas AS.

Agenda minggu ini, pasar akan tertuju pada 3 agenda penting yang berpotensi membuat market volatile, terutama emas yang cukup sensitif.
Pertama, berlakunya tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko per 4 Maret, dan juga tarif tambahan 10% untuk China yang diberlakukan sama sehingga total 20% tarif untuk semua barang-barang China. Kecemasan ini akan membuat safe haven kembali diperhitungkan. Tapi apakah kali ini akan memihak pada emas atau tetap pada dolar. Di satu sisi, kami memperkirakan kali ini emas mungkin akan diuntungkan, atau minimal bergerak beriringan dengan dolar karena tekanan 2 hari terakhir minggu lalu lebih dikaitkan dengan efek akhir bulan yang cenderung menguntungkan dolar. Sedangkan awal bulan biasanya market kembali normal, dan dolar mereda sehingga emas di sisi lain bisa kembali dilirik seiring koreksi tajam yang terjadi sepanjang 4 hari terakhir minggu lalu.
Kedua, Pertemuan Tahunan 2 Sesi China yang akan dimulai 4 Maret. Para pembuat kebijakan akan bertemu dan diperkirakan akan membahas salah satunya respon terhadap kebijakan tarif Trump. Stimulus fiskal akan kembali menjadi fokus utamanya setelah Desember dan Januari gagal mendorong optimisme pasar setelah angka stimulus tidak memuaskan pasar. PM Li Qiang di tanggal 5 Maret juga akan merilis laporannya. Diharapkan proyeksi CPI diturunkan dari 3 menjadi 2% yang lebih realistis, dan GDP diharapkan tetap 5% menunjukkan optimisme pemerintah terhadap ekonomi China.
Ketiga, data Non Farm Payrolls di hari Jumat, 7 Maret mendatang. Data ini menjadi salah satu yang dipertimbangkan oleh Fed selain data inflasi untuk pertemuan FOMC Maret mendatang. Setelah PCE yang tidak begitu mengkhawatirkan, pasar berharap data pasar tenaga kerja menunjukkan penurunan sehingga tetap membuka peluang Fed tetap dalam jalur penurunan suku bunga. Emas kemungkinan akan sensitif pada ketiga hal tersebut.
Investor akan mencermati data PMI Manufacture. Ada 2 versi yang dirilis. Di jam 21.45 WIB, versi S&P Global dirilis lebih dulu, dan dilanjut di jam 22.00 WIB versi ISM. Jika data dirilis lebih tinggi, maka emas berpotensi kembali terkoreksi turun. Sebaliknya, jika data dirilis lebih rendah, maka emas berpotensi naik dan menguji resistance lebih lanjut.
Kekhawatiran tarif dan perang dagang diperkirakan akan kembali membuat emas dilirik sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan mulai terbatas.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, tapi dengan tail bawah yang lebih panjang dari tail atas dan real body hitam yang sedikit lebih pendek dibanding sehari sebelumnya. Dengan kata lain candle Jumat cenderung dikategorikan sebagai hammer, meskipun tidak terlalu ideal korean real body yang lebih panjang dari hammer normal. Namun hal ini cukup untuk memberi indikasi bahwa penurunan kemungkinan bisa dianggap selesai untuk saat ini.
Meski demikian, bullish masih harus memperjuangkan kembali kenaikan di atas area 2878-2906 yang sebelumnya sempat menjadi support kuat. Dengan penembusan di atas zona tersebut tren bullish akan kembali diperhitungkan. Sebaliknya, penutupan di bawah 2878 nantinya akan membuat ancaman bearish tetap terbuka, dan support area 2830-2835 kembali terancam.

Di H4, penurunan tertahan di MA 200 yang saat itu tepat berada di level 2832 (low Jumat sentuh 2832 dan rebound ke 2856). Ini berarti MA 200 cukup efektif menahan penurunan, demikian juga area FR 61.8% 2842 karena penurunan di bawah zona tersebut hanya berlangsung singkat.
Area ungu kisaran 2856-2876 saat ini sedang diuji dengan level tertinggi sementara tertahan di 2876 sementara terendah di 2860. Namun bullish masih harus berjuang untuk lolos dari zona tersebut, dan juga trendline resistance 2885. Jika berhasil tembus, maka uptren akan kembali memiliki peluang untuk kembali di atas zona 2900-an.
Sementara dalam jangka pendek, skenario bearish diperkirakan masih akan dominan selama trendline 2885 tersebut gagal ditembus. Tapi penurunan diharapkan kembali tertahan di MA 200 yang saat ini ada di 2834 dan membentuk pola double bottom sebelum akhirnya naik. Tapi jika MA 200 ditembus, maka penurunan kemungkinan kembali terjadi dengan zona coklat kisaran 2807-2821 akan menjadi target terjauh, dan diharapkan menjadi area demand yang lebih kuat.
Ini berarti opsi buy bisa dipertimbangkan jika : 1) tembus 2885-2890, atau 2) jika penurunan tertahan di MA 200 2834 atau maksimal zona coklat 2807-2821 (jika kembali terjadi tekanan di bawah 2834).Sementara, fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diharapkan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2869.00, dengan high di 2876.87 dan low 2860.16. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2887.34 (FR 100%) ke bottom 2832.62 (FR 0%). Penurunan mendekati area garis orange yang kami tandai sebagai potensi strong demand area, dan ternyata benar mengalami rebound. Tapi kenaikan masih butuh proses berikutnya untuk memastikan tembus area hijau 2891-2899.
Trend channel yang digambarkan sebagai pola penurunan kemarin juga sempat ditembus, tapi kemudian harga kembali masuk di dalam zona tersebut dan berbalik naik. Jika dilihat dari perhitungan menggunakan Elliott wave, maka penurunan ke 2832 kemarin adalah wave 5, kemudian rebound jelang penutupan sesi NY sampai sesi Asia hari ini adalah wave A.
Ekspektasi kami swing low terjadi lebih dulu dan dianggap sebagai wave B. BUY bisa dilakukan pada fase wave B tersebut memanfaatkan swing low. Kemudian lanjut naik dengan wave C.
Namun skenario sell saat ini dalam jangka pendek bisa kembali terjadi selama harga gagal tembus di atas resistance trend channel atau di atas area hijau 2891-2899. Bearish akan lebih dominan jika tembus di bawah 2830-2835 sehingga Anda bisa juga switch strategi menjadi SELL jika hal ini terjadi.
Data ekonomi AS di malam hari kemungkinan bisa menjadi salah satu penentunya sehingga pastikan di malam hari tunggu data dirilis lebih dulu!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat Support
Entry: 2855.00 – 2857.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2869.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2890.00,
Target terdekat 2897, terjauh 2911, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2849.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2845.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2833.00 – 2835.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2821.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2841.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2840)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04200– 1.04400 Target : 1) 1.03600 2) 1.03000 SL : 1.05000 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03600 Switch to BUY jika tembus 1.05300 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.26100 – 1.26300 Target : 1) 1.25500 2) 1.24900 SL : 1.26900 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25600 Switch to BUY jika tembus 1.27000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.500 – 150.700 Target : 1) 149.900 2) 149.300 SL : 151.300 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.000 atau selama tidak ada kenaikan di atas 152 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2855.00– 2857.00 Target : 1) 2863.00 2) 2869.00 SL : 2849.00 (ideal 3-5 points di bawah 2845.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2890 Switch to SELL jika tembus 2835 Area hijau sebagai resistance psikologis |

Dolar menguat di tengah kekhawatiran pasar terhadap tarif yang mulai berlaku minggu depan. Tapi dolar naik sendirian tanpa didukung kenaikan imbal hasil Treasury 10-tahun. Artinya, rebound dolar kemungkinan lebih didukung oleh safe haven yang saat ini memihak dolar, dan juga didukung oleh efek akhir bulan yang saat ini dominan pada dolar.
Di sisi lain, emas sebagai safe haven lainnya belum terlihat. Hal ini karena saham mengalami tekanan tajam saat Trump umumkan tarif akan berlaku minggu depan sehingga emas lagi-lagi mengalami tekanan karena di sisi lain digunakan untuk mengcover kerugian di pasar saham. Cukup wajar dan sering terjadi saat terjadi perubahan sentiment yang tiba-tiba pada pasar ekuitas. Namun, jika saham mulai stabil, maka emas diperkirakan akan mulai rebound secara bertahap, dan fungsi emas sebagai safe haven akan kembali dilirik.
Trump Tegaskan Tarif Mulai Berlaku
Seperti yang diperkirakan sebelumnya, kebingungan sempat melanda pasar saat Trump menyebut tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko berlaku April saat presscon di hari Rabu. Namun hal tersebut berubah setelah tadi malam Trump kembali menyampaikan sekaligus menegaskan bahwa agenda tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko mulai berlaku 4 Maret 2025 sesuai jadwal.
Tidak hanya itu, kejutan lainnya adalah tarif tambahan 10% untuk China, dan juga berlaku mulai minggu depan. Hal ini memicu reaksi kepanikan pada pasar saham sehingga terjadi short-covering pada emas untuk menutupi kerugian di pasar saham tersebut.

Di sisi data, klaim pengangguran mingguan AS rebound dan catatkan lonjakan sehingga memunculkan pertanyaan terhadap kekuatan ekonomi. PHK besar-besaran di lingkungan pemerintah federal diperkirakan menjadi salah satu penyebabnya, meskipun pejabat Fed mengatakan hal itu hanya 2% dari data tenaga kerja nasional.
Sementara GDP AS sebenarnya dirilis turun dari 3.1% menjadi 2.3% q/q. Tapi komonen PCE di dalam GDP dirilis naik dari 2.2% menjadi 2.7% sehingga dolar terdorong menguat. Hal ini dikarenakan pasar khawatir data tersebut akan mendorong revisi dalam laporan PCE malam nanti yang bisa mendorong kenaikan angka PCE y/y. Namun secara keseluruhan pasar masih menunggu rilis data PCE nanti malam di jam 20.30 WIB.
Memasuki hari terakhir bulan Februari, dolar memang cenderung menguat dan itu yang terlihat dalam 2 hari terakhir. Dan mungkin saja efek tersebut dominan sampai nanti malam mengingat ini adalah hari terakhir di bulan Februari. Arus permintaan dolar cenderung kuat setiap menuju akhir bulan.
Tapi hal ini akan berubah jika data PCE berhasil dirilis lebih rendah dari yang dikhawatirkan dan membuat emas kembali ada harapan untuk rebound. Inflasi PCE yang lebih rendah membuka kembali ekspektasi penurunan suku bunga Fed di tahun ini, meskipun tidak akan terjadi di bulan Maret.
Jika data dirilis lebih tinggi, maka emas berpotensi lanjutkan koreksinya dan menutup akhir pekan dan akhir bulan dengan koreksi tambahan sebelum berhadapan dengan NFP minggu depan.
Kekhawatiran tarif dan perang dagang diperkirakan akan tetap mempertahankan emas sebagai sisi safe haven sehingga penurunan diperkirakan mulai terbatas. Koreksi turun yang dinantikan kemungkinan mulai terbatas jika diasumsikan koreksi 80-100 poin dari all time high 2956 (berarti asumsi kami kisaran 2870 atau 2855).
Pasar kemudian akan fokus dengan kebijakan tarif Trump yang mulai berlaku minggu depan, pertemuan tahunan petinggi China, dan juga NFP.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dan kali ini sepertinya bearish engulfing dalam pola candle 24-25 Februari yang lalu berhasil karena penurunan konfirm berlanjut di bawah low engulfing 2888. Ini merupakan zona support yang ditandai sejak 1 minggu terakhir di kisaran 2856-2876, di mana low saat ini tercatat sentuh 2867. Meski demikian potensi penurunan masih membayangi, terutama jika data PCE nanti malam dirilis lebih kuat.
Support terdekat FR 23.6% Daily berada di 2868.70, yang berarti low tadi malam berada tepat di area FR tersebut. Jika zona 2856-2876 ditembus, maka peluang target penurunan berikutnya melirik 2834.17 (low 6 Feb 2025), atau area kisaran 2834-2840. Dan demand diperkirakan lebih kuat di zona tersebut dengan asumsi koreksi turun cukup signifikan sejak sentuh all time high 2956. Sebaliknya, bullish masih harus menunggu harga kembali di atas resistance 2891-2905.

Di H4, area orange kisaran 2891-2905 berhasil ditembus setelah 3 kali ditekan dalam 3 hari berturut-turut. Harga kini memasuki zona ungu kisaran 2856-2876, sekaligus support psikologis yang saat ini menjadi pantauan. Sedangkan area orange kini menjadi resistance psikologis untuk menentukan apakah bullish mulai pulih atau belum.
Ekspektasi skenario berikutnya adalah harga akan bergerak stabil di kisaran area ungu, dan jika data PCE nanti malam lebih rendah dari perkiraan, maka demand bisa kembali mendorong emas rebound dan diharapkan kembali sentuh atau tembus zona orange.
Sementara dalam jangka pendek, skenario bearish diperkirakan akan dominan selama area 2891-2905 tidak ditembus. Dan potensi koreksi lebih lanjut bisa berlanjut jika tembus di bawah 2856. Jika ini terjadi, maka area coklat, kisaran 2807-2821 adalah sebagai potensi target berikutnya yang juga diperkirakan akan menjadi area demand yang lebih kuat. Juga MA 200 H4 yang ada di 2829 akan menjadi rujukan support berikutnya.
Ini berarti opsi buy bisa dipertimbangkan kembali jika harga : 1) tidak tembus 2856, atau 2) jika penurunan tertahan di dekat zona coklat atau MA 200, dengan catatan bahwa koreksi turun sejauh ini sudah terbentuk sejak all time high 2956 sampai 2856 menjadi sekitar 100 poin, atau 80 poin jika terhenti di 2870-an, yang berarti cukup signifikan dan diperkirakan sudah memenuhi syarat yang dinantikan sejak 2 minggu terakhir. Sementara, fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diharapkan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2873.09, dengan high di 2885.05 dan low 2870.39. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2920.77 (FR 100%) ke bottom 2867.82 (FR 0%). Area hijau berhasil ditembus, dan kini berperan sebagai resistance, 2891-2899. Juga bertepatan dengan zona FR 50% 2894 dan 61.8% 2900. Dan support FR 0% 2867 berada di kisaran area coklat yang merupakan zona support psikologis 2856-2870. Artinya, rebound kemungkinan bisa terjadi dalam jangka pendek, meskipun bullish mungkin belum terlalu kuat selama area hijau 2891-2899 belum berhasil ditembus.
Perhatikan trend channel yang ada pada gambar! Harga saat ini cukup dekat dengan support dari trend channel dan juga berada di zona coklat. Jika sesuai skenario, maka seharusnya terjadi pantulan naik di sesi Asia hingga Eropa. Namun bullish kemungkinan masih harus menunggu sampai tembus di atas resistance trend channel 2900 atau di atas zona hijau 2891-2899. Artinya, buy kemungkinan masih terbatas, dan sell masih dominan selama harga masih berada di dalam tren channel.
Sebaliknya, buy diperkirakan bisa kembali muncul jika zona coklat tidak ditembus di malam hari pasca data PCE, dan harga wajib tembus di atas trend channel untuk mengubah tren kembali bullish sehingga buy bisa dipertimbangkan.
Namun skenario sell saat ini dalam jangka pendek diharapkan dominan, dan zona 2885-2890 menjadi area ideal, sedangkan target penurunan diharapkan terhenti di kisaran 2848-2851 (support trend channel). Demand bisa saja terjadi di zona tersebut sehingga bisa mulai pertimbangkan buy. Atau alternatif buy yang lebih kuat diperkirakan di kisaran 2830-2840.
Secara keseluruhan opsi buy saat ini lemah, tapi tekanan turun diperkirakan mulai terbatas jika harga mulai mendekati support 2830-2840. Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan masih mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat, dan data PCE nanti malam akan menjadi penentu.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat Resistance
Entry: 2884.00 – 2886.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2872.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2868.00,
Target terdekat 2860, terjauh 2852, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2892.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2895.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2836.00 – 2838.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2850.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2830.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2828)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04200– 1.04400 Target : 1) 1.03600 2) 1.03000 SL : 1.05000 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03600 Switch to BUY jika tembus 1.05500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.26100 – 1.26300 Target : 1) 1.25500 2) 1.24900 SL : 1.26900 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25700 Switch to BUY jika tembus 1.26900 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.500 – 149.700 Target : 1) 148.900 2) 148.300 SL : 150.300 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 2884.00– 2886.00 Target : 1) 2878.00 2) 2872.00 SL : 2892.00 (ideal 3-5 points di atas 2895.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2868 Switch to BUY jika tembus 2902 atau jika gagal tembus 2840 Potential Stronger demand 2836-2840 |

Dolar melonjak tajam terhadap mata uang lainnya dengan persentase kenaikan terbanyak dalam 2 bulan terakhir setelah Presiden Trump mengkonfirmasi akan diberlakukannya kenaikan tarif terhadap Kanada dan Mexico pekan depan. Trump mengatakan tidak ada penundaan lagi karena membanjirnya narkoba yang masuk AS dari 2 negara tersebut. Perdana Menteri Kanada - Justin Trudeau merespon kenaikan tersebut dengan mengatakan akan bertindak tegas dan segera terhadap kebijakan AS tersebut. Trump juga mengindikasikan kenaikan tarif yang sama sebanyak 25% terhadap kendaraan dan barang lainnya dari Eropa. Selain itu, Trump melakukan langkah yang tidak terduga berupa pembatalan izin operasi perusahaan minyak AS Chevron di Venezuela yang membuat kekhawatiran akan terkendalanya suplai minyak mentah. Ketidakpastian dan masih simpang siurnya informasi akan dampak dari kenaikan tarif tersebut membuat permintaan akan aset safe haven meningkat termasuk mata uang dolar. Sebelumnya dolar sempat tertekan setelah data di sektor tenaga kerja menunjukkan peningkatan sebanyak 242K yang melampaui perkiraan 221K dan data periode sebelumnya direvisi sedikit naik dari 219K menjadi 220K. Sementara data pertumbuhan ekonomi GDP hanya meningkat 2.3% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 2.8%. Dengan indikasi inflasi atau indeks harga dari data GDP mengalami kenaikan menjadi 2.4% yang lebih tinggi dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 2.2%. Sedangkan data Durable Goods Order naik dari 3.1% melampaui perkiraan naik 2.0% dari periode sebelumnya yang juga direvisi membaik dari -2.2% menjadi -1.8%. Data-data ini semakin mempersempit peluang akan langkah pemangkasan suku bunga acuan oleh Fed meskipun ekspektasi akan langkah tersebut masih sama seperti sebelumnya. Gubernur Fed Cleveland - Beth Hammack juga menegaskan kebijakan moneter yang tepat saat ini adalah untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan. Begitu pula pendapat Gubernur Fed Philadelphia - Patrick Harker untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu sampai terdapat kejelasan arah laju inflasi. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi personal/rumah tangga yang lebih sering dipakai oleh Fed dalam pengambilan keputusan moneternya yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) dengan perkiraan mengalami kenaikan yang semakin mempertebal peluang Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk beberapa waktu lebih lama lagi. Selain itu juga ada data Personal Income/Spending dan data Chicago PMI.
Yen mengalami koreksi terhadap dolar seiring komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda yang memperingatkan akan ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat akan dihadapi oleh sejumlah negara. Meskipun peluang semakin besar BOJ akan menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut dan BOJ juga akan mengawasi pergerakan mata uang Yen dengan lebih ketat lagi. BOJ juga cukup yakin jika tidak terjadi pertentangan antara menguatnya yen dengan positifnya data ekonomi. Hal ini dimaksudkan bahwa penguatan mata yen disertai dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik sehingga sangat memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berikutnya di Jepang. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini sebanyak 25 bps.
Euro melemah terhadap dolar dengan penurunan terbanyak sejak 2 Januari lalu seiring dengan rencana Presiden Trump akan mengenakan penambahan tarif impor produk dari Eropa dengan kenaikan yang fleksibel di kisaran 25% terutama terhadap produk otomotif. Belum ada tanggapan dari pihak Uni Eropa perihal tindakan yang akan diambil untuk antisipasi agenda tersebut. Sementara itu terjadinya galat teknis dalam sistem penyelesaian perdagangan yang cukup mengganggu transaksi senilai triliunan Euro juga menjadi sentimen negatif di pasar. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka pada pekan depan. Seiring dengan kondisi ekonomi yang masih buruk dan potensi kenaikan inflasi akibat dari agenda ekonomi Presiden Trump tersebut. Dalam nota pertemuan moneter ECB bulan lalu disebutkan meskipun kecenderungan inflasi yang tinggi saat ini akan bertahan lebih lama dari yang perkirakan dan ECB masih optimis bahwa inflasi masih dalam toleransi yang dapat diterima. Hari ini ada data inflasi CPI, Retail Sales dan data dari sektor tenaga kerja di Jerman.
Poundsterling juga terkoreksi seiring dengan rencana kenaikan tarif Presiden Trump terhadap Eropa dengan kemungkinan Inggris juga tidak akan terkecuali. Meski belum ada kepastian akan hal tersebut sebelum ada hasil dari kunjungan Perdana Menteri - Keir Starmer ke AS dalam pekan ini. Pasar juga masih menunggu kebijakan ekonomi dan fiskal baru dari Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang baru akan diumumkan pada 26 Maret mendatang. Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dan menunggu data ekonomi yang lebih banyak lagi dan juga mempertimbangkan dampak dari kenaikan tarif AS terhadap ekonomi global. Hari ini ada data indeks harga perumahan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



