Dolar bergerak variatif terhadap mata uang lainnya seiring liburnya perbankan dan bursa saham di AS merayakan President Day. Pengumuman kenaikan tarif yang selama ini menjadi pemicu pergerakan harga menjadi lenyap setelah sehari sebelumnya pemerintah AS masih menggodok rencana kenaikan dan baru akan diumumkan pada 1 April mendatang. Sementara itu Fed juga sepertinya masih akan mempertahankan suku bunga acuannya lebih lama lagi seiring dengan agenda ekonomi pemerintah AS tersebut yang baru kelihatan dampaknya dalam beberapa bulan berikutnya setelah efektif diberlakukan. Penundaan tersebut sejatinya memberikan waktu bagi mitra dagang AS untuk menegosiasikan ulang tarif impor yang diharapkan akan mengunguntungkan kedua belah pihak. Jika negosiasi berhasil, maka ada kemungkinan kenaikan tarif impor tidak akan jauh berbeda dengan yang berlaku saat ini dan pengaruhnya terhadap inflasi juga tidak akan terlalu signifikan sehingga memberi ruang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Dan sebaliknya karena agenda kenaikan tarif impor diperkirakan akan mendorong kenaikan inflasi yang sudah ditekan cukup lama oleh Fed dengan pengetatan moneter sebelumnya. Untuk saat ini Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya hingga inflasi dapat kembali terkendali menurut Gubernur Fed Philadelphia - Patrick Harker. Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Fed - Michelle Bowman yang mengharapkan Fed baru akan bertindak jika inflasi benar-benar sudah turun seperti yang diharapkan. Sedangkan Gubernur Fed - Christopher Waller masih optimis bahwa inflasi masih akan turun. Malam ini sejumlah pejabat Fed lainnya dijadwalkan akan memberikan pidato. Dan pasar juga menunggu pidato dari Presiden Trump yang dijadwalkan wawancara dengan media Fox News bersamaan dengan Elon Musk. Musk merupakan pendukung Trump dalam kampanye pilpres pada bulan November lalu. Sementara data di sektor ritel yang mengecewakan di akhir pekan lalu kemungkinan masih akan direaksi pasar malam ini. Selain itu ada data ekonomi yang akan dirilis malam ini yaitu indeks manufaktur negara bagian New York. Dari belahan dunia lainnya, Bank Sentral Australia (RBA) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter hari ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps lagi setelah menunda pada pertemuan moneter di bulan Desember tahun lalu. Sedangkan Bank Sentral New Zealand (RBNZ) akan mengadakan pertemuan moneter esok hari dengan agenda pemangkasan jumbo 50 bps.
Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP di Jepang yang meningkat melampaui perkiraan. Data GDP Q4 tahun 2024 meningkat. Data pertumbuhan ekonomi GDP juga membaik dengan peningkatan 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat tajam dari 0.2% menjadi 0.7%. Dan indeks harga dari data GDP juga meningkat dari 2.4% menjadi 2.8% sesuai perkiraan yang mengindikasikan inflasi masih cenderung meningkat sehingga semakin membuka jalan bagi BOJ untuk menjalankan rencana kenaikan suku bunga acuan. Pasca pertemuan moneter di bulan lalu dengan kenaikan 25 bps, Ketua BOJ - Kazuo Ueda, Wakil Ketua - Ryozo Himino dan pejabat senior BOJ - Tamura yang vokal dalam menyuarakan masih perlunya BOJ menaikkan suku bunga di Jepang seiring dengan tekanan inflasi yang terus cenderung meningkat. Jepang juga optimis tidak akan dikenakan kenaikan tarif impor oleh AS setelah kedua pimpinan negara bertemu pekan lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro kembali melemah terhadap dolar, meski optimisme akan tercapainya perdamaian di Ukraina semakin mendekati kenyataan. Rusia dan Ukraina dijadwalkan akan mulai perundingan damai pekan ini di Saudi Arabia. Diplomasi yang cukup besar dari Presiden Trump setelah melakukan pembicaraan via telepon terhadap kedua pemimpin negara yang bertikai antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy pekan lalu. Melemahnya mata uang Euro disinyalir karena aksi profit taking menjelang wawancara Presiden Trump malam ini yang diperkirakan akan membocorkan rencana kenaikan tarif yang baru secara resmi diumumkan pada 1 April mendatang. Uni Eropa menjadi topik yang pernah disebut-sebut oleh Trump karena neraca perdagangan yang dinilai menguntungkan Uni Eropa. Data Neraca perdagangan yang dirilis semalam juga peningkatan surplus. Yang semakin memperkuat peluang terdampak kenaikan tarif impor AS nantinya. Terlihat nilai ekspor Uni Eropa ke AS meningkat 5.6% sedangkan impor dari AS mengalami penurunan tajam -10.8%. Hari ini akan dirilis sentimen konsumen dari ZEW dengan perkiraan semakin membaik seiring dengan optimisme akan berakhirnya perang di Ukraina.
Poundsterling menguat terhadap dolar menjelang data di sektor tenaga kerja di Inggris. Hari ini akan dirilis data klaim pengangguran Claimant yang diperkirakan meningkat, begitu pula dengan tingkat pengangguran dan juga upah rata-rata. Selain itu Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) juga dijadwalkan akan memberikan pidato di Brussels. Kemudian disusul data inflasi CPI yang akan dirilis esok hari yang diharapkan akan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas akan langkah moneter yang akan diambil oleh BOE pada pertemuan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada bulan Maret mendatang.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Data ekonomi AS dirilis lebih rendah dari perkiraan, dengan retail sales dirilis -0.9%, di bawah ekspektasi -0.1%. Dolar AS bahkan melemah sejak data retail sales dirilis mengecewakan sehingga emas awalnya sempat bertahan di atas 2900-an untuk beberapa waktu.
Namun status safe haven emas berkurang setelah Hamas dikabarkan melepas sandera Israel sebelum deadline hari Sabtu yang ditentukan. Hal ini membuat emas dan dolar yang awalnya sebagai safe haven karena kekhawatiran potensi aksi militer di akhir pekan, mereda. Dolar tetap melemah pasca data retail sales yang mengecewakan dan redanya geopolitik.
Rusia-Ukraina Selanjutnya
Sejak minggu lalu, Trump sudah menunjukkan upaya perdamaian kedua kubu. Trump mengontak Putin dan Zelensky secara terpisah, dan menyebut bahwa keduanya menginginkan perdamaian, dan AS mengirim Wapres JD Vance ke Jerman untuk menghadiri Konferensi Keamanan Munich dengan membawa proposal perdamaian Rusia-Ukraina.
Sampai artikel ditulis, dikatakan bahwa proses pertemuan kedua negara diharapkan akan terjadi di hari Selasa, 18 Februari 2025. Zelensky mengatakan Ukraina siap bergerak secepat mungkin menuju perdamaian yang sesungguhnya. Zelensky sudah bertemu dengan Wapres AS Vance, dan kedua negara akan terus berupaya mendapat kesepakatan untuk mineral penting (critical mineral), sebagai salah satu syarat dari Trump untuk upaya mendamaikan Rusia dengan Ukraina.
Media Rusia menulis tentang pembicaraan Ukraina antara pejabat AS dan Rusia diperkirakan akan berlangsung Selasa di Riyadh, Arab Saudi.

Lorie Logan dari Fed mengingatkan bahwa beberapa bulan ke depan, data inflasi akan menjadi hal yang cukup penting. Logan menyebut meskipun data inflasi lebih baik nantinya, Fed harus tetap berhati-hati dengan suku bunga. Jika pasar tenaga kerja tetap kuat, maka inflasi yang lebih baik tidak selalu berarti Fed bisa memangkas.
Selain itu, Logan juga mengingatkan untuk fokus pada geopolitik dan perubahan kebijakan. Fed sedang menunggu untuk melihat bagaimana kebijakan pemerintah baru akan mempengaruhi ekonomi.
Terkait dengan kenaikan suku bunga jangka panjang, Logan mengatakan hal itu datang dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, sedangkan ekspektasi suku bunga kebijakan Fed akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Apakah Kenaikan Emas berakhir saat perang selesai?
Mungkin ada baiknya Anda membaca lebih dulu ulasan kami di Why Does Gold Rally ? Trump Rules The World! dan Welcome 2025, Trump Effect! untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan mungkin menjadi target yang diinginkan Trump.
Pada dasarnya, gencatan senjata Israel-Hamas maupun rencana mendamaikan Rusia-Ukraina adalah salah satu cara Trump untuk mendapatkan harga minyak yang relatif murah atau lebih rendah. Hal ini perlu dilakukan pasca Trump tidak mendapatkan apa yang diharapkannya dari Arab Saudi dan OPEC+ untuk menurunkan suku bunga di pertemuan 3 Februari yang lalu.
Dengan geopolitik mereda, maka pasokan minyak akan lancar dan akan banyak minyak yang dilempar ke pasar. Dengan demikian harga minyak akan relatif lebih murah. Trump mengatakan “jika minyak turun, yang lain akan mengikuti”. Hal ini ditujukan kepada suku bunga. Trump mengatakan di Davos bulan Januari yang lalu bahwa dia ingin suku bunga lebih rendah. Dan itu bisa terwujud salah satunya jika minyak turun (=harga energi juga turun), sehingga membuat inflasi relatif rendah, dan akhirnya suku bunga bisa diturunkan.
Trump menargetkan penurunan suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield 10 tahun) dari melemahnya harga minyak. Jika ini terwujud, maka dengan sendirinya Fed (dan bank sentral lainnya) akan tetap dalam jalur penurunan suku bunga. Dan emas akan relatif lebih mudah naik dengan kondisi suku bunga rendah.
Tapi tidak akan mudah karena dengan redanya geopolitik berarti juga status emas sebagai safe haven relatif lebih rendah sehingga membuat emas cenderung turun koreksi. Dan inilah yang terjadi kemarin di hari Jumat, dan mungkin juga di hari Selasa nanti jika Rusia-Ukraina sepakat berdamai. Namun, penurunan diperkirakan hanya jangka pendek, dan emas akan kembali naik karena permintaan bank sentral global yang masih kuat.
Fokus Malam Ini
Market AS libur US President’s Day hari ini sehingga market akan tutup lebih cepat. Data ekonomi relatif sepi sehingga pasar hanya akan mendapati pernyataan dari Fed Harker dan Bowman, di mana keduanya kemungkinan akan memberi pendapat mereka tentang kondisi saat ini pada kebijakan moneter Fed.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish setelah kenaikan terhenti di 2939, dan turun di pertengahan malam sampai 2876. Posisi RSI yang overbought juga membantu menahan laju kenaikan yang sudah terjadi dalam 1 minggu terakhir, juga dengan redanya geopolitik di Jalur Gaza di mana Hamas melepas sandera sebelum deadline hari Sabtu yang ditentukan. Namun penurunan diperkirakan masih sebatas koreksi wajar mengingat kondisi fundamental yang mendasarinya masih cukup kuat.
Posisi support 2876 akan kembali menjadi area yang patut diwaspadai. Support berikutnya di area 2858 yang merupakan FR 23.6% Daily. Sedangkan zona support terjauh akan berada di 2834. Sementara resistance perlu mencermati area 2908-2911 dan 2939-2942 untuk lanjutkan tren naik.

Di H4, harga terkoreksi turun hingga 2876, cukup dekat dengan area ungu yang kami tandai sebelumnya, kisaran 2856-2876 sehingga penurunan bisa dikatakan masih di batas koreksi normal. Hal ini sesuai dengan ulasan di artikel sebelumnya “penurunan di bawah 2900 akan memicu penurunan kembali melirik zona ungu tersebut sehingga pertimbangan sell bisa dilakukan jika terjadi penurunan di bawah 2900, dengan catatan segera exit sebelum sentuh atau mendekati area ungu tersebut”, dan harga benar-benar terhenti di 2876 sebelum akhirnya rebound.
Meski demikian bullish nampaknya akan menemukan hambatan jika harga tidak segera kembali di atas 2900. Rebound kemungkinan untuk sementara relatif tertahan, dan area 2900-2908 diperkirakan akan menjadi resistance terdekat.
Di sesi Asia sejauh ini terjadi pantulan dari level terendah 2878 hingga sentuh 2899. Hal ini didukung juga oleh kondisi RSI yang relatif lebih rendah (lower low) sedangkan harga justru menunjukkan low yang lebih tinggi (higher low) sehingga mengindikasikan adanya pola bullish divergence.
Sejauh ini area ungu kisaran 2856-2576 cukup efektif dan diperkirakan akan tetap sebagai area demand yang diperkirakan cukup kuat. Jika area ungu (kisaran 2876-2856) masih efektif, maka demand/buy bisa dipertimbangkan di zona tersebut, dengan Stop Loss idealnya di bawah 2856.
Jika turun di bawah 2850, maka target penurunan melirik zona support trendline 2835-2840 sehingga opsi sell di zona 2850 (jika switch strategi menjadi SELL saat tembus 2850) hanya akan memiliki peluang target yang cukup pendek. Hal ini dikarenakan fundamental yang mendasari emas yang masih relatif kuat sehingga penurunan diperkirakan terbatas.
Dengan demikian, hanya penurunan di bawah 2830 akan memicu reversal bearish jangka pendek yang relatif kuat menekan lebih lanjut daripada penurunan di bawah 2850. Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas. Meski demikian rencana pembicaraan damai Rusia-Ukraina di hari Selasa mungkin menjadi penghambat kenaikan untuk sementara waktu.

Per jam 10.20 WIB, harga berada di 2899.80, dengan high di 2901.37 dan low 2878.80. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2939.88 (FR 100%) ke bottom 2876.93 (FR 0%). Rebound di sesi Asia sejauh ini berhasil sentuh 2901, sedikit di atas FR 38.2% 2900.98. Secara umum FR 61.8% 2915.83 akan menjadi acuan apakah emas sudah kembali ke jalur bullish, atau masih dalam koreksi turun. Artinya, selama tidak ada kenaikan di atas FR 61.8%, maka peluang koreksi turun masih dominan untuk sementara waktu.
Ini berarti area SELL jangka pendek masih bisa dilakukan selama tidak tembus 2915. Namun target penurunan diperkirakan masih cenderung terbatas, dengan estimasi area orange di kisaran 2856-2870 adalah sebagai target utama yang potensial. Dan kami tetap menyarankan untuk tidak mempertahankan posisi sell dalam jangka panjang mengingat fundamental yang mendasarinya masih cenderung kuat untuk bullish (cek penjelasan di H4 tentang fundamental yang mendasari kenaikan emas!).
Ekspektasi skenario rebound masih terbatas, penurunan bisa incar jangka pendek dengan target maksimal 2856-2870 (exit segera setelah memasuki atau mendekati zona tersebut), dan demand kuat di kisaran 2856-2870 diperkirakan masih efektif sehingga zona buy jauh lebih baik jika dilakukan di zona tersebut.
Meski fundamental yang mendasarinya masih bullish, tapi kami mengantisipasi pembicaraan damai Rusia-Ukraina yang diperkirakan akan menekan emas dalam jangka pendek sehingga opsi buy lebih disarankan di zona 2856-2870 tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2857.00 – 2859.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2871.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2902.00,
Target terdekat 2910, terjauh 2918, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2851.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2848.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2843.00 – 2845.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2831.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2851.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2850)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar masih cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang utama menyusul data di sektor ritel yang mengecewakan dan juga langkah Presiden Trump yang terus menunda kenaikan tarif impor baru. Dengan penundaan kenaikan tarif impor ini ditanggapi pasar dengan adanya kemungkinan yang tidak akan seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Menteri perdagangan AS - Howard Lutnick mengatakan pemerintah AS saat ini sedang menyiapkan kenaikan tarif impor kepada setiap negara dan akan selesai pada 1 April mendatang. Jeda waktu tersebut diduga sengaja dirancang untuk memberikan waktu bagi mitra dagang AS untuk bernegosiasi. Karena sebelumnya juru bicara Gedung Putih menyatakan Presiden Trump dengan senang hati menurunkan tarif impor jika mitra dagangnya juga menurunkan tarif impornya. Presiden Trump juga akan mengenakan kenaikan tarif impor produksi mobil pada 2 April mendatang. Sedangkan Menteri Keuangan - Scott Bessent mengatakan pemerintah AS sedang mencari dan mempelajari kemungkinan terjadinya manipulasi mata uang dolar di luar kenaikan tarif impor dan juga kemungkinan lainnya. Menurut pakar ekonomi kenaikan tarif impor akan memicu inflasi sehingga Fed akan mempertahankan suku bunga acuan lebih lama lagi. Namun data di sektor ritel yaitu Retail Sales yang mengalami penurunan tajam menjadi -0.9% jauh di bawah perkiraan hanya turun 0.2% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.7%. Begitu juga dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan -0.4% jauh di bawah perkiraan hanya turun +0.3% meski periode sebelumnya direvisi meningkat dari 0.4% menjadi 0.7%. Data di sektor ritel yang mengecewakan ini menutupi data dari sektor manufaktur berupa industrial/manufaktur production yang meningkat melampaui perkiraan. Gubernur Fed Dallas - Logan dalam pidato mengatakan meskipun data inflasi sesuai perkiraan dan data di sektor tenaga kerja solid, bukan berarti Fed dapat memangkas suku bunga acuan. Fed tetap harus berhati-hati dalam mengambil keputusan memangkas suku bunga acuan nanti. Pekan ini hanya ada data indeks manufaktur di New York dan Philadelphia, data sektor perumahan dan data Purchasing Manager Indeks (PMI). Hari ini pasar AS tutup merayakan Presiden Day.
Yen berlanjut menguat terhadap mata uang dolar seiring dengan prospek akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) tidak lama lagi dengan inflasi yang terus meningkat di Jepang. Hampir semua pejabat BOJ menyuarakan rencana kenaikan tersebut mulai dari Gubernur Ueda, Wakil Gubernur Himino dan juga pejabat senior BOJ - Tamura yang cukup vokal dalam mendorong kenaikan suku bunga di Jepang dalam waktu dekat ini. Jepang juga kemungkinan bisa terhindar dari kenaikan tarif impor AS setelah Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba bertemu langsung dengan Presiden Trump. Shigeru mengungkapkan penghormatan Presiden Trump karena nilai investasi Jepang yang dinilai cukup banyak membantu perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang cukup signifikan di AS. Data pertumbuhan ekonomi GDP juga membaik dengan peningkatan 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat tajam dari 0.2% menjadi 0.7%. Dan indeks harga dari data GDP juga meningkat dari 2.4% menjadi 2.8% sesuai perkiraan yang mengindikasikan inflasi masih cenderung meningkat sehingga semakin membuka jalan bagi BOJ untuk menjalankan rencana kenaikan suku bunga acuan. Masih ada data Machinery Order, neraca perdagangan dan data inflasi CPI yang akan dirilis pekan ini.
Euro berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan prospek akan tercapainya perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Menyusul terjadinya diskusi antara Presiden Trump dengan pemimpin Rusia - Vladimir Putin dan Presiden Ukraina - Volodymyr Zelenskiy via telepon pada hari Rabu pekan lalu secara terpisah. Ini merupakan diplomasi yang cukup besar dari Presiden Trump dan diharapkan akan menjadi langkah maju dalam terjadinya perdamaian di antara kedua negara yang bertikai. Tidak hanya mata uang Euro, namun juga mata uang Eropa lainnya seperti Swiss Franc, Krona Swedia dan juga Krone Norwegia menguat oleh optimisme yang sama. Dari data ekonomi juga optimisme pemulihan ekonomi dengan data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal 4 tahun 2024 di Uni Eropa mengalami peningkatan menjadi +0.1% yang lebih baik dari perkiraan stabil 0.0% sama seperti periode sebelumnya. Meskipun di sektor tenaga kerja belum sepenuhnya membaik dengan terjadinya penurunan terisinya lapangan kerja dari 0.2% menjadi 0.1% sesuai perkiraan. Pekan ini akan dirilis data neraca perdagangan, sentimen ekonomi dan data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga masih cenderung menguat terhadap dolar setelah sebelumnya data pertumbuhan ekonomi GDP meningkat yang di luar perkiraan. Dan menjelang data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Rabu nanti. Sebelumnya akan dirilis data klaim pengangguran Claimant, Tingkat Pengangguran dan Upah rata-rata pada esok hari. Kemudian ada data Retail Sales dan data PMI di sektor manufaktur dan jasa. Data-data ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) pada pertemuan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada bulan Maret mendatang. BOE menjadi bank sentral utama yang paling sedikit memangkas suku bunga acuannya setelah 2 pekan lalu melakukan pemangkasan untuk ketiga kalinya.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.04400– 1.04600 Target : 1) 1.05200 2) 1.05800 SL : 1.03800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05300 Switch to SELL jika tembus 1.03500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.25300 – 1.25500 Target : 1) 1.26100 2) 1.26700 SL : 1.24700 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26300 Switch to SELL jika tembus 1.24600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 152.100 – 152.300 Target : 1) 151.500 2) 150.900 SL : 152.900 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2857.00– 2859.00 Target : 1) 2865.00 2) 2871.00 SL : 2851.00 (ideal 3-5 points di bawah 2848.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2900 Switch to SELL jika tembus 2845 |
















Laporan inflasi PPI AS dirilis lebih baik dari ekspektasi, 0.4% vs 0.3% m/m, dan core PPI 0.3, sesuai ekspektasi. Hal ini meredam kekhawatiran market tentang inflasi setelah sehari sebelumnya CPI menunjukkan data yang lebih panas. Pasar bahkan menangkap sinyal dovish dari data tersebut dan imbal hasil Treasury berbalik turun, mengembalikan semua kenaikan yang terjadi saat CPI sebelumnya.
Dolar juga berbalik melemah pasca pengumuman tarif resiprokal Trump yang ternyata baru akan berlaku April 2025.
Tarif Resiprokal Bikin Waswas
Tarif timbal balik atau resiprokal sudah disinggung dalam 1 minggu terakhir. Pasar mencermati hingga pengumuman dilakukan tadi malam (Jumat dinihari waktu Indonesia) oleh Trump. Trump menyebut bahwa kebijakan tersebut segera berlaku di bulan April. Hal ini yang akhirnya meredam kekhawatiran pasar karena berpikir bahwa masa berlaku yang diumumkan menunjukkan adanya toleransi yang bisa diterima oleh para mitra datang, dan kemungkinan bisa dinegosiasikan, atau bahkan tidak akan pernah terjadi.
Meski demikian, emas tetap naik karena banyak ketidakpastian dari kebijakan tarif yang dimaksud. Trump menyinggung bahwa beberapa tarif bisa segera berlaku dalam beberapa minggu ke depan.
Gedung Putih merilis Memorandum Presiden yang mengutip beberapa poin menarik. Trump mengantisipasi kemungkinan barang dagangan dikirim melalui negara lain untuk menghindari tarif, maka barang tersebut akan ditolak di AS. Trump mengatakan telah memutuskan untuk mengenakan tarif resiprokal, di mana kebijakan tarif akan diterapkan berbeda untuk setiap negara, tergantung besaran pajak impor yang diberlakukan mitra dagang terhadap barang-barang AS.
Trump beralasan tarif resiprokal nantinya akan mengembalikan keadilan di antara hubungan kemitraan dagang. Lutnick diutus untuk membahas setiap negara satu per satu. Tarif mobil juga akan segera diberlakukan, dan kemungkinan tarif resiprokal akan melebihi tarif baja, mobil dan obat-obatan.
Di sisi lain, diakui oleh Trump dan tim ekonomi bahwa harga bisa naik dalam jangka pendek saat kebijakan diberlakukan, tapi tidak selamanya dan Trump meyakinkan pasar bahwa suku bunga akan turun. Trump juga menyinggung Uni Eropa yang tidak memperlakukan AS dengan baik dalam perdagangan antar kedua negara.
Sementara tentang perang, Trump menginginkan perang di Ukraina harus berakhir. Dia percaya pada Putin bahwa Putin pun menginginkan perdamaian. Trump menyatakan keinginannya untuk bertemu dan mengatakan pada Putin dan Xi untuk memotong separuh anggaran militer. Trump menekankan tentang de-nuklirisasi karena tidak melihat alasan cukup kuat untuk membangun senjata nuklir.

Sekedar mengingatkan, agenda lain dari geopolitik yang juga harus diwaspadai, yaitu deadline penyerahan sandera Israel oleh Hamas di hari Sabtu, tengah hari waktu setempat. Hal ini berpotensi membuat ketidakpastian geopolitik terus membayangi sampai memasuki weekend. Anda harus waspada dengan kemungkinan gap yang bisa saja terjadi di pembukaan hari Senin. Tapi kami tidak mengharapkan perang, Namun antisipasi hal tersebut harus mewaspadai segala kemungkinan.
Safe haven akan mengalami peningkatan jika Hamas tidak serahkan sandera, dan memicu aksi militer besar dari Israel ataupun AS.
Di sisi data ekonomi, data retail sales AS di jam 20.30 WIB akan menjadi data ekonomi terakhir di minggu ini. Data diperkirakan turun dari 0.4% menjadi -0.2% m/m.
Data yang lebih rendah berpeluang membuat emas lanjut naik di malam hari. Sebaliknya, data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi membuat emas kembali koreksi turun.
Sebagai catatan pengingat, meski terjadi penurunan jika dipicu oleh data retail sales yang kuat, sebaiknya tidak menahan posisi sell terlalu lama, mengingat kondisi ketidakpastian geopolitik di akhir pekan yang dikhawatirkan memicu konflik lebih luas sehingga disarankan keluar segera dari posisi sell dengan target pendek untuk menghindari kemungkinan adanya perang di jalur Gaza yang kembali membuat geopolitik memanas.
Ketidakpastian geopolitik masih membayangi ke depan sehingga potensi safe haven masih relatif kuat.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish, dengan real body putih yang relatif lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya, tapi belum melewati all time high yang saat ini tercatat di 2942.75 (high 11 Feb 2025). Jika area tersebut ditembus, maka proyeksi selanjutnya akan berada di kisaran 2960-2968, dan juga mulai terbuka dengan area 3000-an.
Sedangkan support terdekat akan berada di 2900-2908 dan 2858.45 (FR 23.6% Daily). Sejauh ini kondisi fundamental terus mendukung kenaikan sehingga setiap penurunan yang terjadi cenderung terbatas.

Di H4, harga bergerak naik sejak sesi Asia hingga malam hari. Bahkan saat PPI dirilis lebih baik dari ekspektasi pun emas hanya tercatat sempat turun ke 2905 sebelum berakhir dengan rebound lebih tinggi sentuh 2929. Ini menandakan tren naik yang masih cukup kuat, dan proyeksi kenaikan lebih lanjut sangat mungkin terjadi.
Area hijau kisaran 2905-2921 adalah zona yang paling logis untuk koreksi jangka pendek sebelum akhirnya naik dan menguji atau bahkan tembus resistance 2942. Dengan demikian opsi pertama yang bisa dipertimbangkan untuk buy adalah zona hijau tersebut.
Sedangkan area ungu kisaran 2856-2576 adalah area demand yang diperkirakan lebih kuat, sekaligus sebagai support psikologis. Jangka pendek, penurunan di bawah 2900 akan memicu penurunan kembali melirik zona ungu tersebut sehingga pertimbangan sell bisa dilakukan jika terjadi penurunan di bawah 2900, dengan catatan segera exit sebelum sentuh atau mendekati area ungu tersebut.
Dan karena pertimbangan fundamental yang masih kuat, maka area ungu tersebut akan menjadi opsi buy berikutnya jika terjadi penurunan tajam di bawah 2900. Tapi area ini hanya sebagai opsi cadangan jika terjadi penurunan di bawah 2900. Selama tidak turun di bawah 2900, maka kenaikan lebih dominan, dan penembusan di atas 2942 akan memicu kelanjutan tren naik dengan proyeksi FE 61.8% di kisaran 2968 sebagai target terdekat berikutnya, lalu FE 100% 3033 untuk proyeksi terjauh.
Secara fundamental, pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas, termasuk kekhawatiran aksi militer besar-besaran di akhir pekan jika Hamas tidak segera melepas sandera hingga deadline Sabtu yang bisa memicu meningkatnya arus safe haven di akhir pekan.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2928.34, dengan high di 2933.80 dan low 2925.85. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2853.30 (FR 100%) ke puncak 2942.75 (FR 0%) dan penurunan tertahan di kisaran area orange 2903-2907, sedikit di bawah FR 38.2% 2908. Ini menandakan tren naik yang masih kuat sehingga diperkirakan selanjutnya menguji FR 0% 2942.75. Jika FR 0% ditembus, maka uptren berlanjut.
Sebaliknya, jika gagal tembus, maka waspadai potensi koreksi turun, dan mungkin saja terbentuk pola double top. Tapi double top sendiri butuh konfirmasi lebih lanjut dari penembusan neckline. Dan jika benar rejection di FR 0%, maka untuk mengkonfirmasi pola double top tersebut butuh penembusan area neckline 2864-2870. Artinya, untuk mengarah pada penurunan besar, perlu penurunan jauh di bawah 2864 yang merupakan low 12 Feb 2025 yang lalu, dan pemicu yang bisa menekan jauh ke bawah.
Di sisi lain, kondisi fundamental yang cenderung masih bullish, termasuk kekhawatiran aksi militer di Gaza jika Hamas tidak melepas sandera sampai deadline hari Sabtu besok akan berpotensi mendorong permintaan safe haven yang lebih kuat sehingga proyeksi penembusan 2942 jauh lebih besar dibanding rejection.
Ekspektasi skenario penurunan terjadi hingga support terdekat, 2900-2908 atau kisaran 2915-2921 sebelum akhirnya lanjut naik dan mendekati 2942. Selanjutnya kenaikan di atas 2942 akan bergantung juga pada data ekonomi AS malam nanti, yaitu retail sales. Jika data kuat, maka emas ada kemungkinan turun lebih dulu sebelum bereaksi atau waspada dengan geopolitik di akhir pekan. Sebaliknya, jika data lebih lemah dari ekspektasi, maka peluang kenaikan semakin mendapat dukungan dari data ekonomi, selain geopolitik.
Sebaliknya, sell hanya bisa dilakukan jika harga tembus di bawah low kemarin 2898-2900, untuk peluang target ke kisaran terjauh 2853-2860. Namun, mengingat kondisi ketidakpastian geopolitik dan juga ekonomi yang membayangi, maka penurunan kemungkinan masih terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2915.00 – 2917.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2929.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2944.00,
Target terdekat 2952, terjauh 2968, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2909.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2905.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2895.00 – 2897.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2883.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2903.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2905)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



